Showing posts with label 2018 at 06:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:35PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Recovery Listrik di Banten Sudah 88 Persen

PLN telah berhasil nyalakan 236 gardu dari 248 gardu distribusi yang padam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasca tsunami yang menerjang Wilayah banten dan Lampung, PLN terus lakukan upaya perbaikan infrastruktur kelistrikan. Kepala Satuan Komunikasi Corporate PT PLN (Persero) I Made Suprateka mengatakan di Pandeglang dan Banten hingga pkl 11.00 WIB (25/12) PLN telah berhasil nyalakan 236 gardu dari 248 gardu distribusi yang padam.

Sementara 12 gardu lainnya dinyalakan dengan genset PLN. Selain itu upaya perbaikan 50 tiang transmisi juga terus dilakukan dengan mengerahkan 199 personil gabungan yang di datangkan dari Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini tambahan 43 genset sudah tiba di posko Tarogong untuk segera didistribusikan ke daerah-daerah yang sulit diakses.

Untuk mempercepat proses mendirikan tiang PLN juga telah mendatangkan 9 mobil crane dari Unit Induk jakarta raya dan Banten. PLN juga mengerahkan 31 pasukan mobil untuk mobilisasi tekhnis maupun non tekhnis.

Sementara di Lampung, dari 22 gardu padam, 20 gardu sudah berhasil dinyalakan. Targetnya 2 buah gardu sisanya akan diselesaikan pada hari ini. Pararel PLN juga tengah memperbaiki 12 tiang baik yang roboh maupun patah akibat terjangan tsunami.

Hambatan proses recovery yakni dikarenakan akses jalan yg masih dalam proses pembersihan pihak Pekerjaan Umum (PU). PLN tembus daerah terisolasi untuk salurkan bantuan

Salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat terjangan Tsunami serta minim bantuan yakni daerah Sumur Pandeglang Banten. Setelah melalui akses yang sulit akhirnya Tim Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bisa menembus akses jalan menuju Kec. Sumur Pandeglang Banten yang sebelumnya sempat terputus karena akses jalan lama hancur terkena gelombang tsunami.

Saat ini, tim relawan YBM PLN yang terdiri dari 11 armada masing-masing berasal dari YBM PLN Pusat,  UID Jabar, UID Banten, UID Disjaya, dan Indonesia Power berpencar ke tujuh lokasi yaitu Taman Jaya, Kp. Paniis, Tanjung Lame, Kp.Ciputih, Pulau Badul, Kp.Pasir Malang dan Kp. Katapang. Bantuan yang disalurkan berupa makanan, minuman, pakaian, dan layanan kesehatan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q1KSA2
December 25, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q1KSA2
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

NU Siap Manfaatkan Seluruh Jaringan Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Totalitas akan dilakukan warga NU Bogor Raya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ketua PCNU Kabupaten Bogor Romdhon mengatakan, seluruh warga NU akan total mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Romdhon mengatakan, totalitas akan dilakukan warga NU Bogor Raya baik secara struktural maupun non-struktural.

"Tentu kami selaku pengurus PCNU di kabupaten dan kota bogor satu langkah, satu komando tetap mendukung pasangan nomor urut 01," kaya Romdhon di Pondok Pesantren Yasina, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/12).

Romdhon melanjutkan, untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf pihaknya akan mengajak seluruh ulama dan kiai NU, pengurus NU dari tingkat cabang sampai ranting, pesantren dan majelis taklim untuk ikhtiar memenangkan pasangan itu.

Pengasuh Ponpes Yasina juga mengajak kepada seluruh warga NU di Bogor Raya untuk mengikuti arahan Ma'ruf agar tetap menjunjung tinggi adab kesopanan, akhlakul karimah serta menghindari kampanye hoaks dan ujaran kebencian.

Romdhon juga mengajak pengurus NU tetap ikhtiar untuk memanfaatkan jaringan NU yang ada mulai dari PCNU, Lembaga atau Banom NU sampai ranting memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, jaringan-jaringan tersebut dianggapnya tepat sebagai perantara untuk menyampaikan program dan gagasan Jokowi-Ma'ruf termasuk untuk meluruskan informasi negatif kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ma'ruf Amin optimis dukungan yang diberikan PCNU akan membuat suara pasangan 01 unggul di Bogor. Dia mengatakan, meski sama-sama didukung ulama, dirinya dan Jokowi masih mendapatkan dukungan ulama lebih banyak dibanding calon oposisi.

"Kalau urusan banyak-banyakan ulama, yang mendukung kami mungkin lebih banyak, karena ulama NU juga sudah nggak kehitung mulai dari ulama besar, setengah besar, kecil, ulama kampung, ulama struktural dan kultural," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LvLtJG
December 24, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LvLtJG
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

PGE Karaha Gelar Khitanan Massal

Khitanan massal merupakan CSR bidang kesehatan yang baru pertama dilakukan PGE.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT-- Khitan merupakan hal yang disarankan untuk dilakukan oleh seluruh anak laki-laki demi alasan kesehatan. Oleh karena itu, PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Karaha berinisiatif untuk mewujudkan Corporate Social Responsibility (CSR) pada bidang kesehatan lewat khitanan massal serta pengobatan umum gratis.

Area Manager PGE Karaha, Mawardi Agani, mengatakan khitanan massal ini sendiri merupakan jenis CSR dalam bidang kesehatan yang baru pertama dilakukan oleh PGE Karaha. “Tanggal 12 Desember merupakan ulang tahun PGE. Oleh karena itu, kami ingin melakukan CSR dalam wujud yang berbeda atau belum pernah dilakukan,” kata Mawardi dalam khitanan massal dan pengobatan yang dilakukan di Balai Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu (12/12).

Meski hal ini baru pertama dilakukan, namun jika ternyata khitanan masal serta pengobatan merupakan hal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka hal ini akan dilakukan secara rutin. Ia pun mengatakan, sebelumnya, PGE Karaha sempat melakukan diskusi bersama masyarakat di beberapa desa yang berada di sekitar PGE Karaha.

“Diskusi itu dilakuakn terkait dengan program CSR kami yang telah dilakukan rutin sejak 2012. Dari situ, kami dapat sekaligus bertukar pikiran dan menyerap aspirasi. Harapannya, ke depan, seluruh program CSR yang kami lakukan dapat sesuai dengan kebutuhan masyatakat dan tersalurkan secara tepat sasaran,” ujarnya.

Khitanan massal serta pengobatan ini sendiri diperuntukan bagi masyarakat yang tinggal di desa sekitar PGE Karaha. Total, jumlah peserta khitanan masal adalah 19 anak dan peserta pengobatan sekitar 140 warga.

Program yang melibatkan tenaga medis dari Rumah Sakit Pertamina Cirebon (RSPC) ini dilaksanakan secara paralel di Desa Cinta serta di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut.

Ia pun mengatakan, selama ini, rata-rata setiap tahun PGE Karaha mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp 500 juta. Namun, demi lebih meningkatkan peran di masyarakat, PGE Karaha telah mengajukan peningkatan anggaran untuk tahun depan menjadi sekitar Rp 1 miliar.

Camat Karangtengah, Eti Nurul Hayati, mengaku sangat berterima kasih kepada PGE Karaha karena telah secara konsisten membuktikan kontribusi nyata bagi warga di Kecamatan Karang Tengah. “Selama ini, PGE Karaha telah banyak memberikan bantuan,” kata Eti.

Menurutnya, PGE Karaha telah berkontribusi dalam penyelesaian pembangunan gedung Balai Desa, pembangunan madrasah serta berbagai kegiatan bakti sosial. Selain itu, lanjut Eti, masyarakat juga sangat terbantu oleh adanya pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi mikro yang juga kerap dilakukan oleh PGE Karaha.

Terkait dengan kegiatan operasi PGE Karaha, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit I dengan  kapasitas 30 megawatt (MW) sendiri telah beroperasi secara komersil pada 6 April 2018. Produksi listrik PLTP Karaha Unit I ini telah menerangi 33 ribu rumah di Tasikmalaya dan sekitarnya. 

Pencapaian ini merupakan realisasi dari program 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah, dimana akan meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa-Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227 gigawatt hour (GWh) per tahun. Dalam pembangunannya, PLTP Karaha Unit I merupakan proyek terlengkap. Di mana PGE mngerjakan sendiri mulai dari sub-surface, eksplorasi, pemipaan, powerplant hingga tower transmisi listrik sepanjang 25 kilometer (km).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RZ53Rj
December 12, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RZ53Rj
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Shopee: Iklan Blackpink telah mendapat Izin LSF Indonesia

Iklan Blackpink Sale akan berganti promo Shopee 12.12 Birthday Sale

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan peringatan keras kepada 11 stasiun televisi yang menayangkan iklan Sophee Blackpink dan acara “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”.

Siaran iklan dan program acara tersebut dinilai tidak memperhatikan ketentuan tentang penghormatan terhadap norma kesopanan. Hal tersebut diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Hal tersebut disampaikan KPI dalam surat peringatan untuk 11 stasiun televisi berjaringan nasional ditandatangani Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, Selasa (11/12). Terkait hal tersebut, Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar memberikan tanggapan terkait dengan diskusi publik terkait dengan Iklan TV yang sering diputar belakangan ini.

“Kami ingin menegaskan bahwa Shopee selalu mengedepankan masukan dari pengguna setia kami untuk kemajuan perusahaan dan kenyamanan masyarakat secara umum utamanya untuk berbelanja secara online.” 

Ia mengatakan tentu saja pihaknya mendengarkan adanya keluhan dari sebagian masyarakat terkait iklan yang sering diputar menjelang Shopee 12.12 Birthday Sale. Namun, untuk diketahui, bahwa iklan tersebut telah mendapatkan izin dari Lembaga Sensor Film Indonesia. 

"Kami juga ingin menekankan bahwa kami mengikuti semua regulasi yang ada dari setiap pemangku kepentingan yang ada di Indonesia," ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (11/12).

Untuk merespons masukan yang dialamatkan kepada mereka, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang mengatur waktu penayangan iklan tersebut agar menjadi lebih tepat kepada pengguna dan calon pengguna mereka. Pada kesempatan ini mereka juga ingin menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya surat peringatan dari KPI terhadap stasiun-stasiun televisi yang menayangkan iklannya. 

"Sesuai dengan lini waktu yang sudah kami agendakan sebelumnya, penayangan iklan tersebut memang akan berganti dengan promo Shopee 12.12 Shopee Birthday Sale pada hari ini Selasa (11 Desember 2018). Ini dikarenakan semakin dekatnya dengan puncak ulang tahun Shopee yang jatuh pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12 Desember," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EqYeVr
December 11, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EqYeVr
via IFTTT
Share:

Kemenag Bikin Aplikasi untuk Antisipasi Konflik Keagamaan

Dalam aplikasi tersebut pun dibuat kategorisasi konflik keagamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kementerian Agama (Kemenag) RI meluncurkan aplikasi ‘Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan’ sebagai instrumen optimalisasi peran Kemenag menjaga kerukunan antar umat. Aplikasi tersebut bakal digunakan oleh seluruh penyuluh keagamaan Kemenag yang bertugas membina masyarakat dari segi kerohanian.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Nurudin  mengatakan, aplikasi tersebut akan membuat informasi dari penyuluh keagamaan jadi lebih terstruktur. “Ini bukan hanya alat untuk menginput informasi saja, tapi juga untuk menentukan respons yang akan diambil Kemenag, jika ada suatu potensi konflik di suatu daerah,” kata Nurudin saat ditemui Republika.co.id, di Bekasi, Selasa (11/12).

Nurudin mengakui, selama ini, berbagai isu antar maupun intra agama yang menyebar di tengah masyarakat, mengalir begitu saja tanpa ada suatu respons ataupun solusi yang cepat dari pemerintah. Hal itu, kata dia, berbahaya dan bisa menganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Pada praktiknya nanti, Nurudin menjelaskan, aplikasi ‘Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan’ akan menjadi pusat sistem informasi yang dilaporkan oleh 45 ribu keagamaan. Pada tahap awal ini, aplikasi akan diterapkan untuk para penyuluh yang berada di wilayah Jabodetabek.

Selanjutnya, di 2019 aplikasi mulai diterapkan untuk penyuluh di seluruh Indonesia. “Jadi, penyuluh daerah masing-masing yang menemukan suatu masalah keagamaan mereka bisa langsung melapor lewat aplikasi,” katanya.

Dikatakannya, setelah laporan dari penyuluh masuk, selanjutnya diproses oleh pemerintah pusat. Setelah notifikasi laporan diverifikasi dan diketahui detail masalah yang terjadi, maka pemerintah pusat akan merespons melalui kantor-kantor perwakilan di daerah yang bersangkutan.

Dalam aplikasi tersebut pun dibuat kategorisasi konflik keagamaan. Ada tiga kategori, yakni awas, waspada, dan gawat. Status awas merupakan tahap paling pertama yang mengindikasikan akan terjadi sebuah konflik. Waspada, merupakan tahap dimana mulai bermunculan protes dari suatu kelompok masyarakat. Sementara gawat, merupakan tahap akhir yang bisa menimbulkan suatu ancaman serius.

Dia mencontohkan, isu terkait pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid sempat mencuat di Garut, Jawa Barat merupakan konflik keagamaan yang sudah gawat. “Itu gawat karena sebagian orang sudah menganggap hal itu sebagai penodaan agama. Gawat di sini bukan insidennya, tapi kejadian yang harus benar-benar segera diatasi,” tutur dia.

Salah satu penyuluh keagamaan di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rafiudin (38 tahun) mengaku, selama ini, dirinya merasa sulit ketika ingin melaporkan suatu temuan adanya masalah keagamaan di tengah masyarakat.

Dia menyatakan, selalu melaporkannya kepada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Namun, informasi yang dia sampaikan tidak mendapatkan respons yang terukur bahkan sering tidak diteruskan. 

Alhasil, manajemen konflik yang dimiliki belum maksimal. “Selama ini pengolahan informasi di KUA itu memang belum terstruktur. Manajemen konflik belum terkoordinir yang baik,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EeAgvF
December 11, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EeAgvF
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Aturan Ini Sering Diabaikan Pasangan Saat Bertengkar

Penting untuk belajar mengendalikan situasi saat bertengkar dengan pasangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikoterapis dan ahli hubungan, Stan Tatkin mengatakan momen pasangan bertengkar sama pentingnya dengan momen saat mereka saling mencintai. Ini adalah kunci hubungan sukses.

Semua pasangan pasti berkonflik karena ada dua kepala, dua kepribadian, dan dua suasana hati yang berbeda. Tatkin mengatakan banyak pasangan berpikir karena mereka saling mencintai maka seharusnya tak pernah bertengkar.

"Saat pertengkaran itu terjadi, mereka menilai ada yang salah dan tak bisa lagi diperbaiki. Ini lebih karena pasangan tak tahu cara berkomunikasi yang baik," kata Tatkin, dilansir dari Mind Body Green, Jumat (7/12).

Penting untuk belajar cara mengendalikan situasi saat bertengkar atau berargumen dengan pasangan. Argumen biasanya dimulai karena Anda memperjuangkan sesuatu.

Ingat, Anda dan pasangan ibarat dua orang yang saling bergandengan dan berjalan bersama seperti perlombaan tiga kaki. Jika Anda jatuh, pasangan Anda juga jatuh. Ini berlaku untuk semua aspek hidup bersama.

Aturan pertama saat bertengkar adalah harus tenang. Anda perlu mengendalikan perasaan sendiri dan perasaan pasangan pada saat bersamaan. Anda harus tahu bagaimana pasangan berpikir, menempatkan diri sebagai dirinya, dan membuktikan padanya secara verbal bahwa Anda memahami apa yang diinginkan, ditakutkan, atau dikhawatirkannya.

Jika Anda tidak mengungkapkan hal ini, pasangan akan berasumsi mereka harus melakukannya sendiri. Ketika itu terjadi, bukan hanya waktu yang terbuang percuma, namun juga pasangan mulai melawan atau menghindari Anda.

Aturan kedua, bertengkar sesingkat mungkin dan temukan solusi dengan cepat. Sangat penting untuk Anda berdua merespons timbal balik satu sama lain. Jangan lengah dengan perang diam atau sibuk bersitegang.

Di awal berkonflik, tetaplah bertatap muka dan saling memandang. Anda berdua akan saling menerima dan memproses informasi penting ketika komunikasi dua arah.

Aturan ketiga, jangan pernah bertengkar lewat pesann singkat, aplikasi pesan, surel (email), atau telepon. Sekali lagi, manusia itu visual. Komunikasi tatap wajah sangat penting untuk sistem saraf, disusul suara. Sentuhan juga bisa memberi pengaruh signifikan, misalnya meredakan dan menenangkan pasangan.

Aturan keempat, fokus pada satu masalah. Jangan mudah beralih ke topik atau masalah lain sebelum menyelesaikan masalah pertama. Setelah pasangan merasa lega dan memberi sinyal masalah selesai, baru Anda membahas masalah dan topik selanjutnya jika memungkinkan. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pp1PUI
December 07, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pp1PUI
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Upaya Kesultanan Islam Sokoto Jaga Persatuan Nigeria

Ormas Islam juga berperan penting jaga kondusivitas di Nigeria.

REPUBLIKA.CO.ID, ABEOKUTA – Sultan Kesultanan Islam Sokoto, Alhaji Muhammad Sa'ad Abubakar III, menyerukan umat Muslim Nigeria untuk menghindari setiap tindakan perpecahan. 

Ia mengatakan, kebersamaan umat selama bertahun-tahun telah terasa. Karena itu, sebagai Muslim, ia menyerukan semua organisasi Muslim untuk bersatu. 

Sultan Abubakar mengatakan, tidak boleh ada diskriminasi terhadap Muslim terlepas dari organisasi Islam mereka yang berbeda. Seharusnya tidak ada perpecahan atau ketidaksesuaian karena kita adalah Muslim terlebih dahulu sebelum hal lain. 

“Dan itulah yang telah kami khotbahkan dalam 12 tahun terakhir. Alhamdulilah, kita telah melalui perjalanan jauh dan kita telah melihat hasil dari persatuan kita sebagai saudara dan saudari dalam Islam," kata Sultan Abubakar, dilansir di Vanguard News Nigeria, Jumat (23/11).

Sultan Abubakar mengungkapkan hal itu selama pengawasan dari Nawair-Ud-Deen Society di Masjid Pusat Nasional Nigeria di Abeokuta, Negara Bagian Ogun, baru-baru ini. Landasan  masjid tersebut telah diletakkan sejak 34 tahun yang lalu. 

Namun, penyelesaiannya terhambat karena kekurangan dana. Pada kesempatan itu, Abubakar juga memuji ketahanan dan komitmen dari pimpinnan masyarakat untuk menyelesaikan proyek masjid tersebut. 

"Saya ingin berterima kasih kepada anda semua yang berkontribusi pada proyek ini sejak didirikan 34 tahun yang lalu. Masjid ini tidak akan selesai sebelum sekarang karena ini adalah saat Allah SWT mengatakan akan selesai," lanjutnya.  

Sementara itu, Gubernur Negara Bagian, Senator Ibikunle Amosun, juga mengimbau rakyat di negara bagian Ogun untuk tindakan apa pun yang dapat membahayakan perdamaian di sana. Amosun menghargai umat Islam, terutama pemimpin dan anggota masyarakat yang membentuk dan mempertahankan masyarakat sejak 79 tahun lalu. Amosun lantas meminta mereka untuk mempertahankan persatuan itu.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bt9WvS
November 23, 2018 at 06:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Bt9WvS
via IFTTT
Share: