Showing posts with label 2019 at 08:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:52PM. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Dreamsea, Upaya Selamatkan Manuskrip di Masjid Kuno At-Taqwa

Masjid itu peninggalan pasukan Pangeran Diponegoro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid kuno dan pesantren adalah salah satu tempat di mana manuskrip seringkali ditemukan. Begitu pula dengan Masjid Kuno At-Taqwa, yang berlokasi di Dusun Godhegan, Desa Tamanarum, Magetan, Jawa Timur. Oleh pemerintah, masjid ini sudah dinobatkan sebagai salah satu Benda Cagar Budaya sehingga mendapatkan perawatan rutin. 

“Masjid ini didirikan pada sekitar tahun 1840 oleh bekas pengawal Pangeran Diponegoro. Namanya Kiai Imam Nawawi,” tutur Kiai Hamid, sesepuh masjid, melalui rilis Dreamsea yang diterima Republika.co.id, Jumat (3/5).

Kiai Hamid menambahkan bahwa, selain Kiai Nawawi, Eyang Buyut Mustarim juga berperan dalam pendirian masjid ini. Ia merupakan keturunan Ki Ageng Sengoro yang melarikan diri ketika terjadi perang antara Majapahit dan Demak. 

Pada masa lampau, di sebelah utara masjid ini berdiri pula sebuah pesantren. Tidak ada nama resmi, namun masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama ‘Pesantren Godhegan’. Kini tidak ada lagi aktivitas pesantren di samping masjid itu. Meski demikian aktivitas kegiatan belajar mengaji anak-anak di desa ini masih berjalan semestinya. 

Menurut pengakuan Kiai Hamid, para leluhurnya meninggalkan warisan berupa ratusan bundel manuskrip yang berisi ragam ajaran-ajaran keislaman. Namun, hingga kini hanya 18 bundel manuskrip saja yang tersisa.

“Manuskrip-manuskrip itu berangsur-angsur hilang karena kondisi bangunan masjid yang mulai rapuh dan bocor. Sebagian diselamatkan, sebagian lagi dibakar karena rusak. Sejak dipugar pada tahun 1997, tersisa 18 manuskrip saja,” ungkap Kiai Hamid.

Meskipun menyadari akan pentingnya manuskrip-manuskrip tersebut, Kiai Hamid menambahkan bahwa dirinya merasa kesulitan untuk menyelamatkannya. Tidak ada perawatan khusus selain menempatkannya di dalam lemari kayu yang diletakkan di bagian teras masjid. Kini, benda cagar budaya tersebut berada dalam kondisi yang memprihatinkan misalnya banyak bagian-bagian yang sobek, lembab, berlubang, dan rapuh.

Untuk mengantisipasi semakin meluasnya kerusakan-kerusakan itu, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Centre forthe Study of ManuscriptCulture (CSMC) University of Hamburg berinisiatif untuk melakukan misi penyelamatan terhadap manuskrip-manuskrip tersebut. Melalui program Digital Repositoryof Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (Dreamsea), kedua lembaga ini bekerja sama untuk menyelamatkan isi manuskrip-manuskrip itu dengan cara mengalihkannya menjadi media digital.

Manajer Data Dreamsea, Muhammad Nida’ Fadlan mengatakan, kedatangan mereka bermula dari informasi yang disampaikan oleh dosen Universitas Negeri Yogyakarta bernama Ghis Nggar Dwiatmojo. Informasi ini kemudian diteruskan kepada manajemen untuk dilihat sejauh mana tingkat keterdesakan penyelamatan manuskrip-manuskrip tersebut harus dilakukan. 

“Program digitalisasi manuskrip Dreamsea ini sedikit unik dibanding program sejenis lainnya. Kami menerima informasi dari masyarakat, lalu kami respons laporan tersebut dalam waktu yang singkat agar manuskrip-manuskrip tersebut dapat segera kita selamatkan. Tidak perlu membuat proposal,” ungkap Nida. 

Misi di Magetan dipimpin oleh M Adib Misbachul Islam yang merupakan sekretaris Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), asosiasi profesi yang menghimpun para pemerhati manuskrip Nusantara. Selain Adib, turut serta pula Ghis Nggar Dwiatmojo (Universitas Negeri Yogyakarta), Fathurrochman Karyadi (Lingkar Filologi Ciputat) dan Benediktus Satrio Widiananto (Paseban Tri Panca Tunggal). Dari 18 manuskrip tersebut, Adib menargetkan timnya akan dapat menghasilkan sekurangnya 4.000 halaman selama satu minggu sejak 23 April 2019. 

“Melalui digitalisasi, Dreamsea berfokus pada penyelamatan isi manuskripnya. Sedangkan untuk aspek fisik, kami bekerja sama dengan para ahli preservasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,”  ungkap Adib yang juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam misi kali ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengutus tiga orang ahli penyelamatan fisik manuskrip. Mereka adalah Eko Sutarko (ahli reprografi), Wasiran (ahli penjilidan), dan Hamida Ernawati (ahli konservasi). Manuskrip-manuskrip tersebut, sebelum dilakukan digitalisasi, akan terlebih dahulu dikelompokkan berdasarkan jenis kerusakannya.

Manuskrip-manuskrip akan dilakukan tahap tambal sambung untuk menutup naskah-naskah yang berlubang maupun sobek akibat gigitan serangga maupun andil tangan manusia. Setelah didigitalkan, manuskrip-manuskrip itu akan dimasukkan ke dalam kotak pelindung portepel yang terbuat dari bahan bebas asam sehingga usia manuskrip diupayakan akan menjadi lebih panjang.

“Kita tidak akan pernah bisa menduga bagaimana nasib manuskrip-manuskrip ini 10-20 tahun ke depan. Ini adalah identitas sejarah bangsa kita yang wajib untuk dirawat. Untuk itu, kegiatan digitalisasi dan preservasi semacam ini harus dilakukan secara terus-menerus,” ucap Adib.

Nuansa Keilmuan Keislaman Abad Ke-19

Belasan bundel manuskrip yang disimpan di Masjid Kuno At-Taqwa seluruhnya berisi ajaran-ajaran keislaman. Dari hasil identifikasi, terdapat manuskrip-manuskrip yang sangat dikenal sebagai bahan ajar dalam kajian keislaman pesantren seperti Umm al-Barahin dan Sharh Kalimatay al-Shahadatayn (ilmu teologi Islam), Muqaddimah al-Hadhramiyyah (ilmu fikih),  Tafsir al-Jalalayn (ilmu tafsir Alquran), dan Sharh al-Ajurumiyyah (Tata Bahasa Arab).

“Isi teks dalam manuskrip-manuskrip ini cukup berbobot. Abad ke-19 di tempat ini sudah menggunakan kuriulum kitab-kitab seperti ini. Artinya, nuansa keilmuan keislaman di daerah ini sangat berkembang,” ungkap Adib.

Manuskrip-manuskrip tersebut seluruhnya ditulis di atas kertas Eropa dan beberapa juga terdapat manuskrip berbahan kulit kayu daluwang. Adapun dari sisi penggunaan aksara dan bahasa, manuskrip-manuskrip di sini mayoritas menggunakan aksara Arab dan Pegon serta bahasa Arab dan Jawa. 

“Ditemukan titimangsa atau waktu penulisan manuskrip-manuskrip ini. Salah satunya adalah berangka tahun 1847. Selain itu, ditemukan pula nama penyalin seperti Muhammad Idris, Ahmad Anom, dan Puspa Sentana,” ungkap Direktur Lingkar Filologi Ciputat, Fathurrochman Karyadi.

Ia menyebutkan, temuan-temuan tersebut tentu akan memberikan sumbangan besar untuk mengungkap kekayaan khazanah intelektual masyarakat Indonesia khususnya pada abad ke-19. Tim di lapangan akan mencatat setiap informasi yang ditemukan, baik yang berada di dalam manuskrip maupun berbagai informasi yang ditemukan berdasarkan paparan dari masyarakat setempat.

Data-data tersebut akan menyempurnakan hasil digitalisasi dari manuskrip-manuskrip tersebut. Hasilnya akan diunggah dalam sebuah database manuskrip-manuskrip Asia Tenggara yang ke depan akan dapat diakses secara public untuk berbagai keperluan non-komersial dan akademik. “Sementara itu, manuskrip fisiknya akan tetap disimpan oleh pemiliknya yang sebelumnya telah diberikan pendampingan mengenai tatacara perawatannya,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VcBvVG
May 04, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VcBvVG
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Peringati Isra Miraj, Kirab Hadrah 2019 Dihelat di Solo

Kirab Hadrah 2019 juga wujud syukur Pemilu 2019 di Solo damai.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO— Seratusan kelompok peserta dari Solo Raya mengikuti Kirab Hadrah 2019 yang ke-10 dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (20/4) petang.

Pada acara tersebut, seratusan kelompok hadrah itu menghiasi berbagai kendaraan yang digunakan dan mereka melantunkan lagu islami dengan diiringi alat musik rebana sepanjang perjalanan.

Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo, mengatakan kegiatan Kirab Hadrah 2019 Kota Surakarta yang ke-10 luar biasa karena diikuti mencapai 100-an kelompok Hadrah dari Solo Raya. Kelompok Hadrah peserta kirab selain Kota Solo, juga hadir dari Boyolali, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Sukoharjo.

Menurut Purnomo kegiatan Kirab Hadrah ini, dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, juga sekaligus merayakan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 di Solo, berjalan sukses, lancar, dan aman.

"Pada pelaksanaan pileg dan pilpres berjalan dengan baik dan lancar di Kota Surakarta khususnya dan di Indonesia umumnya," kata Purnomo.

Purnomo juga mengajak semua peserta kirab Hadrah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dengan seni hadrah yang merupakan salah satu kesenian tradisi di kalangan Umat Islam. "Mari kita meriahkan kirab Hadrah yang ke-10 di Solo ini, " katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan kegiatan kirab yang diikuti 100 kelompok Hadrah tersebut untuk mewujudkan visi Kota Solo sebagai kota budaya. Hadrah merupakan bagian kesenian yang ada dan tumbuh di Kota Surakarta hingga sekarang.

"Kirab Hadrah tahun ini, diikuti 100 kelompok di Solo Raya dan setiap kelompok terdiri 15 orang sehingga totalnya mencapai 1.500 hingga 2.000 peserta," kata Kinkin.

Menurut dia, kegiatan kirab Hadrah dilakukan mulai Jalan Bhayangkara atau depan Stadion Sriwedari menuju Balai Kota Surakarta atau sekitar 4,5 kilometer.

"Kami berharap dengan kegiatan kirab ini, mewujudkan persatuan dan kesatuan, memperluas rasa toleransi, menebarkan rasa cinta kasih dan damai, sehingga Surakarta menjadi kota yang nyaman ditempati dan mampu mensejahterakan masyarakatnya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VhVykI
April 20, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VhVykI
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Denny JA Soroti Dampak Negatif Pilpres dan Pileg Serentak

Porsi perhatian masyarakat lebih banyak terfokus pada pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyoroti beberapa hal negatif seputar penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada Rabu (17/4). Dalam pandangan Denny, penggabungan waktu pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (pileg) lebih banyak menghasilkan keburukan, karena porsi perhatian masyarakat lebih banyak terfokus pada pilpres.

"Pileg menjadi anak tiri. Sekitar 70 persen diskusi di masyarakat adalah seputar pilpres, pileg hanya 30 persen," kata Denny di Graha Dua Rajawali, Jakarta, Kamis (18/4).

Menurut Denny, digabungnya pilpres dan pileg juga membuka kultur pengkhianatan partai politik. Hal itu disebabkan pada sejumlah daerah tertentu, amat mungkin para calon legislatif memberikan dukungan kepada salah satu kontestan pilpres meski hal itu tidak sejalan dengan kebijakan partai.

Poin selanjutnya yang menjadi catatan Denny adalah pileg tidak berlangsung seimbang. Para caleg yang berasal dari partai yang memiliki capres/cawapres relatif dapat lebih mudah meraih dukungan masyarakat dibanding caleg yang tidak memiliki capres/cawapres sendiri.

Poin terakhir adalah nama caleg semakin tenggelam. Caleg semakin sulit mempromosikan diri dan kapabilitasnya karena perhatian publik sudah tersedot oleh pilpres.

"Mudah-mudahan bisa kita dorong agar hal ini digugat ke MK (Mahkamah Konstitusi), atau kita berikan dukungan kepada legislatif agar kedua hal ini tidak dicampur lagi," ujar Denny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vc9s9G
April 18, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vc9s9G
via IFTTT
Share:

Bawaslu Jabar Temukan 13 Pelanggaran Politik Uang

Kasus politik uang tersebut, dilakukan dengan berbagai cara

REPUBLIKA.CO.ID BANDUNG----Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan 13 pelanggaran politik uang selama masa tenang hingga hari pencoblosan. 

Menurut Ketua Bawaslu Jabar Abdullah, konsekuensinya peserta pemilu yang melakukan praktik tersebut akan dikenakan sanksi pidana. Pada masa tenang terdapat 12 kasus politik uang yang tersebar dibeberapa daerah seperti Ciamis, Kuningan, Pangandaran, Kota Bandung, Indramayu dan Kabupaten Garut. 

Pada hari H pencoblosan, pihak Bawaslu mencatat ada 1 kasus money politik yang terjadi di Kabupaten Panbandaran. Bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sudah menangani kasus ini. 

"Konsekuensinya peserta pemilu yang melakukan ini ada sanksi pidana yang akan dikenakan, bahkan nanti kalau terbukti dan memiliki kekuatan hukum, maka KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan mencoret calon yang bersangkutan," ujar Abdullah, di di kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (18/4). 

Kasus politik uang tersebut, dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya saja pada masa tenang di Ciamis dan Kuningan, pihaknya mendapati pembagian amplop berisi uang Rp 25 ribu beserta kartu nama pemilu. 

Di Kabupaten Pangandaran, kata dia, ada pembagian amplop berisi uang Rp 100 ribu. Di Kota Bandung politik uang dilakukan dengan cara pembagian sabun cuci bermerek 'boom' beserta contoh surat suara.

Sementara di Indramayu ada pembagian 174 set bingkisan dan sembako.  "Ada yang dilakukan  tim peserta dan ada juga yang dilakukan  caleg itu sendiri," kata Abdullah. 

Temuan pelanggaran ini, merupakan hasil pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu Jabar di kota kabupaten kota. Di mana dengan metode dan strategi pengawasan, yakni patroli pengawasan politik uang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PgVDzJ
April 18, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PgVDzJ
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Menhub Beri Waktu 2 Pekan Maskapai Terapkan Harga Berjenjang

Harga tiket berkisar 35, 50, 65, 85 dan 100 persen dari batas atas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi berkata akan memaksakan regulasi subprice atau subclass jika maskapai tidak melakukannya secara mandiri. Regulasi tersebut akan bersifat wajib sehingga maskapai harus menerapkannya.

Budi menilai saat ini, implementasi penurunan harga tiket belum jelas. Sehingga ia memberi waktu lagi untuk maskapai, khususnya Garuda Indonesia, untuk menerapkan sendiri. Selama ini, penurunan harga yang dilakukan disinyalir sebagai promosi ulang tahun BUMN.

"Makanya saya bilang itu tidak tulus, tidak jujur," kata Budi di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (17/4) 

Ia mengatakan sudah bertemu dengan Garuda Indonesia dan meminta agar penurunan tarif tiket lebih konkrit. Menurutnya, Garuda menyampaikan sudah menerapkan subprice meski ia menganggap apa yang telah dilakukan itu belum jelas.

Budi meminta agar harga tiket berjenjang terpampang saat masyakat hendak membeli, sehingga mereka bisa memilih. Ia meminta supaya ada porsi tiket murah yang bisa dijangkau oleh masyarakat banyak, sekitar 5-10 persen di tarif batas bawah.

Menurutnya, Garuda merespons dengan baik dan sepakat. Ia bicara dengan maskapai BUMN tersebut sebagai contoh yang bisa ditiru oleh maskapai lainnya. Budi memberi waktu dua minggu mulai besok sebelum akhirnya memutuskan penerapan wajib.

"Saya beri kesempatan Garuda sebagai public company menetapkan sendiri, kalau dua minggu lagi tidak bisa ya saya tetapkan," katanya.

Budi mengaku tidak ingin mengatur, namun jika harus dilakukan maka ia akan mengeluarkan regulasi tersebut. Menurutnya, peraturan subprice pemerintah masih dalam pembahasan sebelum dipaksakan pada industri.

Tiket berjenjang yang dimaksud, misalkan maskapai menjual seharga 80 persen dari harga tiket sebenarnya dengan jumlah tertentu. Harga tiket berjenjang dari 100 persen, 85 persen, 65 persen, 50 persen, dan 35 persen dari batas atas.

"Yang saya minta yang 35 persen itu ada sekitar 5-10 persen dari jumlah kursi," katanya.

Ia berharap dengan penerapan subprice, maka pembelian tiket pesawat bisa membaik menjelang musim mudik. Ia mengimbau agar maskapai lain juga menerapkan aturan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2va3WnO
April 17, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2va3WnO
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Menlu Venezuela Dijadwalkan Kunjungi Turki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan mengatakan, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaze dijadwalkan mengunjungi Turki pada Senin (1/4) besok waktu setempat.

Pernyataan yang dilansir Anadolu Agency mengumumkan bahwa Jorge Arreaza akan membahas hubungan bilateral di antara kedua negara Venezuela dan Turki. Selain itu kedua menteri akan membicarakn masalah regional, dan internasional yang tengah terjadi.

Turki, seperti diketahui memihak kepada kedaulatan Presiden Venezeula Nicola Maduro yang ditentang oposisi yang didukung negara-negara barat. Venezuela diguncang krisis ekonomi hingga politik ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan keduanya sebagai Presiden.

Ketegangan semakin memanas Januari saat pemimpin opoisi Venezuela, Juan Guaido mengukuhkan diri sebagai presiden sementara negara kaya minyak itu. Langkah Guaido pun didukung tertutama oleh Amerika serikat (AS), negara Eropa, dan Amerika Latin. Sementara Turki bersama Rusia, Iran, Cina, Kuba, dan Bolivia mendukung kedaulatan Maduro.

Pada Sabtu (30/1), Partai Sosialis Venezuela (PSUV) mengumpulkan rakyat untuk demonstrasi mendukung Maduro. "Mereka yang menyerukan intervensi militer asing di Venezuela akan diperlakukan sebagai musuh. Konstitusi hanya menunjuk satu kepala negara," ujar wakil ketua PSUV Diosdado Cabello kepada kerumunan rakyat di pusat kota O'Leary.

"Konstitusi tak mengatakan bahwa AS dapat mengambil keputusan atas nama Venezuela," tambah dia. Cabello juga menekankan bahwa mereka siap untuk ancaman militer dalam bentuk apapun.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JTJ9PL
March 31, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JTJ9PL
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Selamat Hari Pers: Sebuah Pelajaran Menjadi Wartawan

Wartawan adalah mata dan telinga rakyat.

Belasan tahun menjadi wartawan, pelajaran pertama dari Redaktur nama orang dan posisi tidak boleh salah. Akurasi. Pelajaran kedua soal informasi yg diperoleh harus tetap di cross check. Benar atau salah baru boleh dituliskan.

Yang ketiga self censorship, apakah berita ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari? Kalau lagi liputan konflik seperti di Ambon tahun 1999 akan dilaporkan apa yang dilihat secara kasat mata atau berita dibuat untuk menyejukkan para pihak yang bertikai?

Kami melahirkan istilah peace journalism setelah konflik di Ambon. Kesetiaan pada profesi membuat wartawan tak akan lupa cara kerjanya. Meski kini era cetak sdh liwat, digerus jaman melalui kecepatan informasi digital.

Tetapi wartawan adalah mata dan telinga rakyat. Keberpihakan pada apa yg sedang menjadi persoalan dalam masyarakat tidaklah boleh hilang. Sekali lagi newsroom atau redaksi tetaplah menjadi mata dan telinga rakyat. Dia harus independen, kritis dan bertanggung jawab.

Redaksi tentu kadang mengalami tekanan, dan permintaan yg kadang harus membuat mereka cooling down dari satu isu. Tetaplah berpegang pada cara kerja jurnalistik. Jaga spirit teman teman, jaga akurasi, sikap kritis dan keberimbangan berita sebagai pilar keempat menjaga demokrasi. Jangan biarkan berita hoax mendominasi negeri ini .

Pengirim: Imelda Sari

#HPN2019

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SzYurT
February 09, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SzYurT
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

Rumah Zakat dan Telkomsel Beri Layanan Kesehatan di Lamongan

Warga diberikan makanan tambahan untuk menunjang gizi dan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Rumah Zakat bekerja sama dengan Majelis Taklim Telkomsel (MTT) Jawa Timur mengadakan program Siaga Sehat. Kegiatan siaga sehat diadakan di Desa Sido Mlangean Kecamatan Kedung Pring Kabupaten Lamongan, belum lama ini.

Kepala Desa Sido Mlengean Dariyanto menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim medis MTT Jatim dan Rumah Zakat. "Terimakasih MTT dan Rumah Zakat saya berharap kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan warga diberikan kesehatan setelah pemeriksaan," ujarnya.

Sebelum kegiatan pemeriksaan dilakukan, warga di berikan penyuluhan tentang 12 indikator keluarga sehat oleh Ilham Akbar. Dari penyuluhan kesehatan ini, warga menjadi lebih paham mengenai bagaimana menjaga kesehatan dalam keluarga.

Pada acara itu juga dilakukan pemberian Makanan Tambahan untuk balita berupa buah apel, susu UHT, dan biskuit.

"Warga antusias sekali dengan adanya kegiatan siaga sehat ini, Tercatat 110 warga melakukan pemeriksaan kesehatan," ujar fasilitator Rumah Zakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sv2aLd
February 06, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sv2aLd
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

Cerita Penyintas Cegah Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Perempuan HIV positif bisa memiliki anak dengan HIV negatif

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang perempuan berdiri di tengah panggung Balai Agung yang ada di Balai Kota DKI Jakarta. Ia berdiri di hadapan orang nomor satu di ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

"Saya salah satu perempuan yang terinfeksi HIV. Saya terinfeksi HIV sejak tahun 2005 dan pada saat itu di tahun yang sama saya juga melahirkan anak yang ke dua," ujar Bunga (nama samaran) yang berusia 38 tahun itu, Rabu (30/1).

Ia dengan lantang menceritakan apa yang dialaminya. Saat ia mengetahui dirinya terkena virus HIV yang ditularkan suaminya. Ketika itu, suami Bunga pun tengah dalam kondisi sakit.

Bunga hanya memikirkan cara agar virus HIV yang berada dalam tubuhnya tak ia turunkan ke anaknya yang masih dalam kandungan. Ia berjuang agar HIV itu tak tertular kepada anaknya.

"Pada saat saya dalam kondisi hamil dan suami saya sedang sakit. Di situlah saya diperkenalkan dengan program PPIA atau pencegahan penularan dari ibu ke anak," kata Bunga.

Ia merasa bersyukur di momen yang tepat mengetahui cara agar HIV tak tertularkan kepada anaknya. Ia rutin mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi yang di kandungnya (PPIA).

Bunga mengatakan, bagi orang tua penyintas HIV/AIDS (ODHA) tak usah khawatir, tak usah pantang menyerah. Setiap perempuan dengan HIV positif masih bisa memiliki anak yang negatif HIV.

"Program ini (PPIA) penting sekali, karena dengan program ini perempuan HIV positif bisa memiliki anak dengan HIV negatif," kata dia.

Dua tahun setelah Bunga dinyatakan terjangkit virus HIV, pada 2007 suaminya pun meninggal. Kemudian pada 2013, ia dipertemukan dengan jodohnya dan menikah. Bunga pun kini memiliki suami yang sama-sama mengidap HIV.

Ia dipertemukan pasangannya di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang juga bergerak di bidang HIV/AIDS. Dari pernikahannya yang kedua itu, Bunga dikaruniai seorang anak.

Ia kembali bersyukur, anaknya pun memiliki HIV negatif. Di samping itu, ia meminta agar perempuan yang ada di Indonesia terutama di Jakarta, memeriksakan kesehatan HIV/AIDS sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti meminta warga ibu kota berperan aktif mendeteksi kesehatan. Ia tak memungkiri masih ada stigma negatif dan diskriminasi terhadap penyintas HIV/AIDS.

"Untuk HIV kita mempunyai prediksi secara nasional adalah 100 ribu. Kami masih ketemu sekitar 55 ribu, 60 persen menemukan (kasus HIV/AIDS)," kata Widyastuti.

Untuk itu, Dinas Kesehatan DKI meluncurkan aplikasi berbasis website Jak-Track. Berisi sistem informasi yang terintegrasi ini dapat dimanfaatkan warga Jakarta. Setiap warga ibu kota dapat melakukan pendaftaran online untuk tes HIV.

Nantinya, pasien HIV juga akan mendapatkan rujukan antarlayanan. Termasuk penjadwalan dan pemantauan kegiatan mentoring klinis dan program ke fasilitas kesehatan.

Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadi bagian dari kesepakatan global dalam rangka menurunkan kasus penyebaran virus HIV/AIDS. Diantaranya Fast Track: Ending the AIDS Epidemic by 2030 dengan target 90-90-90.

Ia memaparkan, maksud dari target tersebut adalah 90 persen orang mengetahui status HIV-nya. 90 persen orang dengan HIV positif mengakses pengobatan antiretroviral therapy (ART). 90 persen orang yang berada dalam pengobatan mengalami supresi virus HIV.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S1lkZW
January 31, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S1lkZW
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Busquets Absen Saat Barca Bertandang ke Markas Getafe

Kebugaran Sergio Busquets dilaporkan dalam kondisi buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Barcelona akan tampil tanpa kehadiran gelandang cerdik Sergio Busquets saat bertandang ke Stadion Coliseum Alfonso Perez markss Getafe, Senin (7/1). Busquets tidak dapat ikut dalam rombongan ibu kota karena kebugarannya dalam kondisi buruk. Pelatih Ernesto Valverde harus mencari cara untuk menutup lubang yang ditinggalkan Busquets.

Dikutip dari Marca, Sabtu (5/1) Valverde akan memainkan Arturo Vidal dan Ivam Rakitic secara bersamaan sebagai dua gelandang bertahan. Satu lagi posisi gelandang akan diperankan Philippe Coutinho sebagai gelandang serang. Untuk lini depan, akan diisi Lionel Messi, Ousmane Dembele dan Luis Suarez.

"Busquets harus menepi beberapa hari. Posisinya akan digantikan Vidal dan Rakitic," tulis Marca.

Laga di markas Getafe ini akan jadi petualangan Barca pada 2019 ini. Los Azulgrana sedang memimpin klasemen sementara dengan nilai 37. Posisi itu masih jauh dari kata aman. Barca hanya unggul tiga angka dari runner up sementara Atletico Madrid.

Untuk lini depan, Valverde menantikan aksi gemilang pemain mahal Ousmane Dembele. Pemain asal Prancis itu cukup cemerlang selama paruh pertama musim 2018-2019 ini. Dembele sudah mencetak tujuh gol. Ketajaman Dembele cukup membantu saat Lione Messi mengalami penurunan insting mencetak gol.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2C61K3F
January 05, 2019 at 08:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2C61K3F
via IFTTT
Share: