Showing posts with label 2019 at 07:51PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:51PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Koeman dan Martinez Enggan Tanggapi Rumor ke Barcelona

Sejumlah nama masuk bursa calon pengganti Valverde sebagai pelatih Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Rumor Ernesto Valverde bakal berpisah dengan Barcelona terus berembus. Sejumlah nama masuk bursa calon pengganti entrenador berusia 55 tahun itu.

Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman salah satunya. Dalam sebuah konferensi pers, Koeman diminta bereaksi terkait hal ini.

"Saya tidak akan menjawabnya," kata eks juru taktik Feyenoord dikutip dari Marca, Rabu (29/5).

Koeman bukan orang baru bagi Barcelona. Saat menjadi pemain, yang bersangkutan membela klub raksasa Katalan dari tahun 1989 hingga 1995.

Ketika memasuki dunia kepelatihan, pria 56 tahun itu pernah berada di kamar ganti Blaugrana. Pada 1998 hingga 2000 Koeman menjadi asisten pelatih Louis van Gaal di Barca.

Saat ini, Koeman fokus ke timnas Belanda. Armada De Orange bakal bermain di semifinal Liga Antarbangsa Eropa melawan Inggris.

Berikutnya, Roberto Martinez. Saat ini eks arsitek tim Everton masih menangani tim nasional Belgia.

Sama seperti Koeman, Martinez enggan menanggapi keterkaitannya dengan Barca. Ia fokus pada Red Devils. Eden Hazard dan rekan-rekan akan bertarung di kualifikasi Piala Eropa 2020.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WthYA9
May 29, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WthYA9
via IFTTT
Share:

Anies Ajak Warga DKI Salurkan ZIS Melalui Bazis DKI

Dana dari muzakki Jakarta tidak disetorkan ke pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengajak warga DKI untuk menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekahnya melalui Badan Amil Zakat (Baznas) Bazis DKI Jakarta. Hal ini ia sampaikan di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Rabu (29/5).

"Kami mengajak seluruh jajaran dan warga DKI Jakarta, yang berminat untuk menyalurkan zakat, infaq, sedekahnya, baiknya lewat Baznas Basis DKI," ujarnya.

Anies menyebut, dengan menyalurkan ZIS melalui Bazis DKI, maka uang tersebut akan dikelola di Jakarta. Nantinya, dana ZIS yang sudah disalurkan akan diterima manfaatnya oleh sesama warga DKI Jakarta.

Pengelola Bazis DKI kali ini disebut merupakan pengurus baru setelah dilakukan inkosporasi dengan lembaga Baznas. Bazis DKI ini dibuat tahun 1968, dan menjadi badan amil pertama yang dikelola bersama-sama dengan Pemda DKI Jakarta.

Inkorporasi dilakukan beberapa waktu kebelakang karena adanya peraturan baru dari pemerintah. Karena Bazis DKI sudah ada sebelum Baznas, maka DKI satu-satunya Basnaz yang ada tambahan nama di belakangnya.

"Kita satu-satunya yang bernama Baznas Bazis DKI Jakarta. Karena baznas menyadari ini bagian dari sejarah panjang, maka itu perlu diberikan tandanya," lanjutnya.

Menurut Anies, meski dalam pengelolaannya menjadi bagian dari Baznas nasional, tetapi seluruh dana yang terkumpul melalui Basnaz Bazis DKI dikelola 100 persen oleh DKI. Dana dari muzakki Jakarta tidak disetorkan ke pusat.

Dalam upaya mendukung penerimaan dana ZIS dari muzakki Jakarta, Anies pun menyiapkan tempat di Balai Kota DKI Jakarta. Tujuannya agar lebih menghemat biaya dan uang yang dikumpulkan lebih bisa dimanfaatkan daripada menyewa tempat di luar.

"Mulai tahun ini kegiatan Basnaz Bazis DKI diselenggarakan di Balai Kota. Zakat nilainya Rp 3,5miliar, tapi biaya sewa lokasinya (JCC) Rp 500juta. Alhamdulillah tahun ini diselenggarakan si Balai Agung," ujarnya.

Terakhir, ia berharap jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bisa membayarkan zakatnya melalui Baznas Bazis DKI Jakarta. Untuk pelaksanaannya, ia menyebut ke depan akan bekerjasama dengan Bank DKI.

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Luthfi Fathullah menyebut dana yang dihimpun alam disalurkan kepada mustahiq di DKI Jakarta. Berbagai program pun sudah disiapkan untuk membantu pemerintah meminimalisir angka kemiskinan di ibu kota ini. "Target penerimaan bisa naik. Targetnya Rp 400 miliar," ujar Luthfi.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MftVFI
May 29, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MftVFI
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Chiellini Sebut Juventus Sangat Kehilangan Allegri

Chiellini mengaku punya banyak kenangan manis dengan Allegri.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Bek tengah sekaligus kapten Juventus Giorgio Chiellini mengatakan apabila semua pemain Bianconeri merasa sangat kehilangan pelatih Massimiliano Allegri yang resmi angkat koper dari Stadion Allianz Turin akhir musim nanti. Chiellini mengaku punya banyak kenangan manis dengan Allegri.

"Saya kadang-kadang akan melihatnya (Allegri) di Livorno atau mendengar kabar darinya," kata bek itu kepada wartawan dilansir Football Italia, Rabu (22/5).

Tengah pekan lalu sepertinya jadi hari paling sulit bagi Allegri bersama Juventus. Sebab, raut wajahnya tampak tegang ketika perjalananya sebagai juru taktik Bianconeri harus berakhir di pengujung musim 2018/2019.

Ya, setelah mempersembahkan lima trofi scudetto secara beruntun dan sederet gelar lain sejak 2014, Allegri mesti mengucapkan kata perpisahan kepada suporter dan segenap elemen di kesebelasan asal kota Turin. Bahkan, laga versus Atalanta akhir pekan kemarin jadi partai terakhir Allegri di markas Juve.

Chiellini pun mengaku sangat sulit untuk berpisah dengan seseorang yang telah menghadirkan begitu banyak cerita manis bersama timnya.

"Kita berada di akhir era dengannya dan kita harus berterima kasih padanya. Dia memiliki beberapa kualitas luar biasa, dia benar-benar positif dan semua elrmen (Juventus) akan merindukannya. Mungkin dia bisa kembali di masa depan," sambung pemain 34 tahun.

Saat ini pihak Juve tengah disibukan dengan beberapa calon pelatih pengganti Allegri. Disinggung soal satu nama pelatih, Maurizio Sarri, yang juga santer dikaitkan bakal merapat bersama Juve. Mantan bek Fiorentina itu justru menanggapi dengan candaan. "Sarri siapa? Apakah Anda mengatakan Sacchi?," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mce5fk
May 22, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Mce5fk
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Oatmeal Jaga Kestabilan Gula Darah Saat Puasa

Oatmeal juga membantu menahan lapar saat menjalankan ibadah puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menggonsumsi makanan beragam dan seimbang sangat dianjurkan ketika menjalankan ibadah puasa. Salah satu makanan yang tepat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka adalah oatmeal.

Meskipun oatmeal lebih dikenal sebagai menu sarapan pagi, tapi oatmeal juga cocok untuk menu berbuka puasa. Kenapa bisa demikian? Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh.

Menurut Konsultan Gizi dan Kesehatan, Seala Septiani, oatmeal menjadi makanan dengan sumber karbohidrat. Seala mengatakan, jenis makanan itu dapat menjaga kestabilan gula darah tubuh dan juga membantu menahan lapar saat menjalankan ibadah puasa.

"Jangan lupa, oatmeal dibarengi dengan mengonsumsi protein (lauk/susu), buah dan sayur-sayuran yang cukup," kata Seala kepada Republika.co.id, jumat (3/5).

Seala mengatakan oatmeal memiliki kandungan gizi utama berupa karbohidrat yang didominasi serat. Selain itu, terdapat vitamin seperti Vitamin B dan beberapa mineral yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

Berdasarkan sejumlah penelitian, pengajar di Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan, serat yang terkandung dalam oatmeal sangat baik untuk kesehatan. Seala menyebut, secara spesifik oatmeal kerap dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pencegahan diabetes.

Bahkan, kandungan gizi pada oatmeal lebih baik dari pada nasi dan kentang. Cara pengolahan yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kandungan karbohidrat yang terdapat dalam oatmeal. "Beberapa penelitian menunjukkan mengonsumsi oatmeal sebagai makanan pokok lebih baik daripada nasi dan kentang," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WjjSQC
May 04, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WjjSQC
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

DPMPTSP Fasilitasi Investor Asing di Jakarta

DKI Jakarta menargetkan angka investasi yang masuk mencapai Rp 100,2 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta melalui Jakarta Investment Center (JIC) memfasilitasi investor asing di Ibu Kota. Salah satunya yang sudah memulai usaha dan melakukan investasidi Jakarta adalah Singapore Business Federation (SBF).

“JIC dalam memberikan pemahaman mengenai cara berinvestasi di Jakarta dan memaparkan proyek-proyek potensial yang dapat dilakukan melalui skema kerjasama antara investor dan pengusaha melalui skema Business to Business,” ujar Kepala DPMPTSP Benni Aguscandra dalam siaran persnya, Ahad (28/4).

Disebutkan bahwa SBF ialah perhimpunan pengusaha Singapura yang bergerak di bidang perdagangan, investasi, dan hubungan industri. Benni mengatakan, terdapat berbagai sektor potensial yang ditawarkan kepada para calon investor, diantaranya sektor transportasi, sektor properti peruntukan rumah tinggal dan perkantoran, serta sektor telekomunikasi dan informasi.

Benni menjelaskan terdapat 15 proyek potensial yang ditawarkan kepada calon investor antara lain Transit Oriented Development (TOD) Lebak Bulus, Sentra Primer Tanah Abang milik Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Jakpro Waterfront City milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda).

Selain itu, proyek milik PT Kawasan Berikat Nusantara, di antaranya Multipurpose Dock, Water Treatment Plan, Hunian Sarang Bango dan Area Development, serta proyek milik Gunung Kartiko, diantaranya Data Center, Digital Signage, Electronic Road Pricing, GPON Office & HRB, Internet Service Provider, Smart Stadium, IOT Platform, dan Tower Provider.

Benni mengatakan, masing-masing pengusaha dan pimpinan BUMD selaku pelaksana proyek tersebut memberikan paparan kepada calon investor terkait proyek-proyeknya. Proyek yang akan digarap, lokasi proyek, luas area proyek, target waktu pengerjaan, total biaya proyek, hingga skema kerja sama yang diadakan.

“Diharapkan, para calon investor tersebut dapat berpartisipasi dan merealisasikan investasi di Jakarta,” kata dia.

Benni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka investasi yang masuk mencapai Rp 100,2 triliun pada 2019. Pada tahun lalu, realisasi investasi di ibu kota telah mencapai Rp 114,2 triliun.

“Meningkat 5,1 persen dibandingkan capaian 2017 yang menyentuh Rp 108,6 triliun. Pencapaian tersebut semakin menguatkan optimisme Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kota ini sebagai pusat investasi di kawasan Asia,” imbuh Benni.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XSSZ6t
April 28, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XSSZ6t
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

In Picture: Kampanye Terbuka Prabowo di Palembang

Pendukung dan simpatisan Prabowo datang dari 17 Kabupaten dan Kota di Sumsel.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyapa pendukung dan simpatisan yang memadati pelataran Benteng Kuto Besak Palembang pada Kampanye akbar, di Palembang, Sumsel, Selasa (9/4/2019).

Pendukung dan simpatisan dari 17 Kabupaten dan Kota di Sumsel datang untuk bertemu langsung dengan Capres Prabowo Subianto. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UqsM21
April 09, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UqsM21
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

RD Enggan Remehkan Perseru

Rahmad Darmawan pernah memiliki pengalaman pahit saat bertemu dengan Perseru.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PS Tira Persikabo akan bertemu Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (7/3). Pelatih PS Tira Persikabo, Rahmad Darmawan (RD), sudah kembali memimpin timnya.

PS Tira Persikabo memang unggul dari segi catatan dibandingkan Perseru. Namun, RD tidak ingin meremehkan tim asuhan Putu Gede tersebut.

Di pertandingan sebelumnya, Perseru Serui memang kalah dari Persebaya Surabaya. Namun di babak pertama, Perseru unggul dua gol lebih dulu.

"Menurut saya Perseru memang selalu tampil seperti itu dengan kembalinya Coach Putu Gede," kata RD di Jalan Lengkong, Kota Bandung, Rabu (6/3).

RD pernah memiliki pengalaman pahit saat bertemu dengan Perseru. Salah satunya saat Liga 1 2018 lalu. Kala itu Perseru menang di saat Sriwijaya FC yang dibesut RD mampu menguasai jalannya pertandingan.

"Kami menyerang dari pertama sampai 90 menit, dia punya satu peluang, gol. Kami punya peluang 10, nggak gol-gol. Memang itu tipikal gaya dia taktik dalam bermain," jelas RD.

RD pun menekankan pada timnya bahwa fokus adalah hal utama di sepak bola. Meskipun sudah mengantongi poin penuh dari laga sebelumnya melawan Persib, ia meminta anaknya tidak meremehkan Perseru. "Karena motivasi yang tinggi, terus kemudian para pemain juga punya rasa ingin memenangkan pertandingan yang baik dan itu yang menurut saya harus dipertahankan," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hh9K6k
March 06, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hh9K6k
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Dihukum Push Up, Murid SD di Depok Masih Trauma

KPAI mengatakan korban hukuman push up belum bersedia diajak bicara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan kasus hukuman push up terhadap pelajar di SD swasta di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus berlanjut. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan kelanjutan pendidikan korban.

Menurut Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Lisyarti, korban masih belum bisa ditanyai. Sejauh ini, baru keterangan dari kakak korban yang bisa didapatkan oleh Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok, Jawa Barat.

"Korban belum bersedia diajak bicara," ujar Retno, Sabtu (2/2).

Retno mengungkapkan, korban dengan inisial GNS mengaku dihukum push up 100 kali oleh pihak sekolah karena orang tuanya belum melunasi uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Sejak itu, korban menjadi trauma berat hingga tidak mau lagi datang ke sekolah.

Retno akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan kabupaten Bogor dan Kota Depok terkait kelanjutan pendidikan korban. Tidak hanya itu, Retno juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas P2TP2A Kota Depok mengingat korban secara administrasi bertempat tinggal di wilayah Kota Depok, namun lokasi sekolah masuk wilayah kabupaten Bogor.

Retno mengatakan, jika orang tua GNS setuju, anandanya akan difasilitasi untuk pindah ke sekolah negeri di Depok. KPAI akan melakukan pengawasan terhadap implementasi dari program pemulihan psikologis korban, termasuk pengawasan terhadap proses rehabilitasi kesehatan korban yang mengalami sakit pada bagian perut setelah melakukan push up.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HNU50l
February 02, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HNU50l
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Kiai Maruf Yakin Jokowi Sukses Jalani Debat Kedua

Kiai Ma'ruf mengaku tidak melakukan sesi diskusi khusus dengan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Cawapres RI Ma'ruf Amin meyakini Joko Widodo selaku capres pejawat akan sukses menjalani debat capres kedua 17 Februari 2019. Kiai Ma'ruf mengaku tidak melakukan sesi diskusi khusus dengan Jokowi tentang materi debat kedua yang akan dijalani antara kedua capres. 

"Beliau sebagai petahana sudah hapal apa yang harus dilewati (dalam debat)," kata Ma'ruf disela kegiatannya menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lamongan, di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (23/1). 

Kiai Ma'ruf menyatakan dirinya hanya mendukung dan mendoakan agar Jokowi berhasil dan bisa memenangi debat di mata publik. Selain itu, ia menambahkan, Jokowi mampu menyampaikan pesan gagasan serta program terkait tema debat dengan baik kepada publik. 

"Kita harus support supaya pak Jokowi berhasil, bisa memenangi debat," ujar dia. 

Debat kedua akan dijalani hanya antara kedua capres yakni nomor urut 01 Jokowi dan nomor urut 02 Prabowo Subianto. Debat capres kedua mengambil tema isu energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. 

Sementara itu, Kiai Ma'ruf berada di Lamongan untuk menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, Ma'ruf menyampaikan permohonan maafnya kepada warga NU Lamongan karena dirinya harus mundur dari Rais Aam PBNU. 

"Saya mohon maaf kepada seluruh warga NU karena saya terpaksa harus mundur Rais Aam PBNU, karena saya dipilih sebagai cawapres oleh pak Jokowi. Sesuai anggaran dasar, kalau menjadi cawapres harus mundur dari Rais Aam PBNU," kata Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf mengatakan keputusan Presiden Jokowi menunjuk dirinya sebagai cawapres adalah bentuk penghormatan terhadap Nahdlatul Ulama. "Kenapa saya yang Rais Aam PBNU mau menjadi cawapres. Pertama karena dorongan kiai dan ulama, dan kedua karena ini penghormatan kepada Nahdlatul Ulama, karena saya orang NU," katanya.

Kiai Ma'ruf mengatakan Jokowi mencintai serta menghormati NU dan ulama. Dia berharap wakil NU dapat kembali menjadi pimpinan nasional setelah sekian lama. 

"Orang NU sudah lama tidak menjadi pimpinan nasional. Karena itu sekarang saya menjadi cawapres, kemudian mudah-mudahan menjadi wakil presiden, dan saya harap kedepan ada orang NU yang menjadi presiden kembali," ujar Kiai Ma'ruf.

Setelah berkeliling Jawa Timur sejak Senin (21/1) Ma'ruf mengaku optimistis kalangan NU di Jawa Timur solid mendukung Jokowi dan dirinya di Pilpres 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S8OGVC
January 23, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S8OGVC
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

PBNU Apresiasi Sikap Jokowi yang Setuju Bebaskan Baasyir

Helmi berharap, seluruh pihak dapat menghormati keputusan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Ustaz Abu Bakar Ba'asyir akan segera bebas. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi sikap pemerintah yang memberi lampu hijau pembebasan tersebut. 

"Kita sambut gembira rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir," kata Sekretaris PBNU Helmi Faisal Zaini usai membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat di Pondok Pesantren (Ponpes) NU Qomarul Huda Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (19/1).    

Menurut Helmi, PBNU memahami keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membebaskan pimpinan jamaah Ansharut Tauhid tersebut. Pembebasan itu atas dasar kemanusiaan karena Ustaz Ba'asyir sudah berusia lanjut dan sakit.

"Kami memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi, bahwa faktor kemanusiaan yang ditegakkan dan diutamakan sebagai pertimbangan pembebasan," tegasnya.

Disinggung apakah di balik keputusan tersebut ada kaitan dengan pilpres, Helmi menegaskan, menyerahkan sepenuhnya kepada orang politik untuk menilainya.

Namun, menurut Helmi, melihat tidak kaitan dengan Presiden Jokowi yang maju sebagai calon presiden (capres).

"Mestinya ini patut kita syukuri, bahwa upaya ini adalah sebuah rekonsiliasi agar tensi politik tidak terlalu tinggi. Karena, kalau tensi politik terlalu tinggi, akan terjadi perpecahan di kalangan masyarakat," katanya.    

Baca juga, Australia Menentang Pembebasan Tanpa Syarat Ustaz Baasyir.

Untuk itu, Helmi berharap, seluruh pihak dapat menghormati keputusan pemerintah tersebut, termasuk para pengikut ustaz Abu Bakar Ba'asyir, karena apa yang dilakukan pemerintah demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapan kita tentu beliau (ustaz Ba'asyir) beserta para pengikutnya takzim bahwa kita ini ber-NKRI. Mudah-mudahan bisa bergabung dengan kelompok agama yang ada," ucap Hemi Faisal Zaini.

Ba'asyir dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena sudah berusia lanjut dan sakit. Keluarga Ba'asyir telah sejak lama meminta agar terdakwa kasus terorisme itu menjadi tahanan rumah karena alasan usia dan kesehatan.

Abu Bakar Ba'asyir sudah berhak memperoleh pembebasan bersyarat karena sudah lebih 2/3 menjalani masa putusan pidananya. Artinya, Abu Bakar Ba'asyir berhak menerima pembebasan bersyarat pada 13 Desember 2018.

Namun, Abu Bakar Ba'asyir menolak untuk menandatangani syarat setia pada Pancasila sehingga Presiden Jokowi pun mengambil alih dengan kebijakan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tersebut. Selain itu, pertimbangan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dari Presiden adalah pertimbangan kemanusiaan dan penghormatan kepada seorang ulama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AW91Ds
January 19, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AW91Ds
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Agar Peradaban Islam Kembali Bangkit

Pembangunan tidak mungkin terjadi tanpa mengindahkan keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Muslim Civilization: The Causes of Decline and the Need for Reform merupakan salah satu karya yang patut diperhi tungkan. Buku karangan intelektual Pakistan, Muhammad Umar Chapra, itu dengan tajam menganalisis sejumlah dugaan yang menyebabkan surutnya pengaruh Islam di kancah global.

Dalam buku itu, Chapra memilih teori yang dihadirkan Ibn Khaldun (1332-1406) di dalam Muqaddimah. Menurut Chapra, di antara keunggulan model Ibn Khaldun adalah sifatnya yang multidispliner dan dinamis.

Model itu menghubungkan segenap variabel sosio-ekonomi dan politik yang penting, termasuk otoritas politik, penerapan hukum Islam, rakyat, sumber daya dan kekayaan, pembangunan, serta keadilan. Semua itu disajikan dalam bagan yang berbentuk siklus karena tidak ada satu pun variabel yang konstan.

Delapan butir nasihat Ibn Khaldun tentang peradaban atau yang diistilahkannya sebagai kalimat hikamiyyah  adalah; (1) bahwa kekuatan negara (almulk) tidak berwujud kecuali melalui penerapan hukum syariat; (2) hukum syariat tidak bisa diterapkan kecuali oleh negara; (3) negara tidak bisa dikuatkan kecuali melalui rakyatnya; (4) rakyat tidak bisa terus hidup berkelanjutan kecuali dengan har ta atau kekayaan; (5) kekayaan tidak bisa diperoleh kecuali melalui pem bangunan; (6) pembangunan tidak bisa dicapai selain melalui keadilan; (7) keadil an adalah kriteria yang dengannya Allah akan mengevaluasi umat manusia; dan (8) kedaulatan diharuskan dengan pertang gungjawaban tentang mewujudkan keadilan.

Hal lain yang membuat Chapra memilih model Ibn Khaldun adalah fokusnya pada manusia. Artinya, timbul tenggelamnya suatu peradaban amat bergantung pada kondisi sejahtera atau menderitanya manusia.

Bila manusia menjadi pusat perhatian, kata Chapra, pembangunan dan keadilan menjadi hal-hal yang paling krusial dalam siklus sebab-akibat jatuh bangunnya suatu peradaban. Dalam pandangan Ibn Khaldun, pembangunan tidak melulu mengenai ekonomi, tetapi juga kognitif dan spiritual.

Pembangunan tidak mungkin terjadi tanpa mengindahkan keadilan. Chapra menggarisbawahi luasnya dimensi keadilan dan ketidakadilan da lam pemikiran Ibn Khaldun. Bapak sosiologi itu menekankan, kebijakan apa pun yang tidak didasari syariat dan memaksa orang-orang untuk menyerah kan harta dan tenaganya kepada penguasa adalah kebijakan yang tidak adil.

Pembangunan yang dijalankan melalui kebijakan-kebijakan yang tidak adil hanya memunculkan kemerosotan di tengah masyarakat. Bab berikutnya lebih sebagai kilas balik tentang apa saja yang dinilai membangkitkan peradaban Islam pada masa lalu.

Chapra mengutip pendapat sejarawan Prancis, Calude Cahen, yang menyoroti keistimewaan peradaban agama ini dibandingkan dengan yang lain-lain. Tendensi yang mendasari aturan hukum menurut Alquran adalah keberpihakan pada mereka yang kurang mampu (underprivileged), katanya.

Chapra menerjemah kannya sebagai kekuatan Islam yang mengangkat derajat kaum papa tanpa harus menyingkirkan kaum kaya. Dengan demikian, negara sebagai kekuasaan politik harus tidak hanya cakap secara keilmuan atau keterampilan, tetapi juga bagus akhlaknya.

Komparasikan hal itu dengan logika dasar yang bekerja pada, misalnya, komunisme atau marxisme yang menghendaki perebutan alat-alat produksi dari kelas tertentu oleh kelas lain. Di dalamnya, secara implisit terdapat sikap permisif terhadap penggunaan kekerasan atau tujuan menghalalkan segala cara (the end justifies the means).

Kekhasan lainnya dari buku ini adalah pembahasannya pada unsur-unsur peradaban yang dimiliki Islam pada masa kejayaan, yakni kemakmuran kota dan pencapaian dinamika ilmu pengetahuan.

Dengan apik, Chapra menganalisis tentang bagaimana dua hal tersebut saling melengkapi untuk menghadirkan suatu daya dorong yang mencerdaskan kehidupan tidak hanya umat Islam, tetapi umat manusia seluruhnya (rahmatan lil 'alamin).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EWExUV
January 01, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EWExUV
via IFTTT
Share: