Showing posts with label 2019 at 05:13PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:13PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Kinerja di awal Mei 2019 belum memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan RI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga. Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan terpantau positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan cukup terkendali.

Pertumbuhan ekonomi advanced economies (AE) di kuartal I 2019 dinilai berada di atas ekspektasi sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global di April 2019. Namun, peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, menyebabkan naiknya tekanan di pasar keuangan global sejak awal Mei 2019.

"Kondisi ini mengakibatkan risk-off investor di pasar keuangan emerging markets (EM), termasuk Indonesia," kata OJK melalui siaran pers, Rabu (22/5).

Sementara itu, rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 dan kinerja eksternal Indonesia di awal Mei 2019 belum memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik. Sejalan dengan perkembangan tersebut, IHSG meningkat sebesar 4,21 persen sepanjang Januari-April 2019.

Nett buy investor nonresiden total di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 65,24 triliun (nett buy di pasar reguler sebesar Rp 6,62 triliun), nett buy di pasar nego (over the counter) dan tunai sebesar Rp 58,62 triliun. Penguatan juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari net buy di pasar SBN oleh investor nonresiden sebesar Rp 67,1 triliun year to month (ytm) dan turunnya rata-rata yield SBN sebesar 26,54 basis poin (bps) ytm.

Namun demikian, sejalan dengan naiknya ketidakpastian di pasar global, pasar keuangan melemah di Mei 2019. Investor nonresiden membukukan net sell sebesar Rp 7,83 triliun month to date (mtd) hingga 17 Mei 2019.

Ini mempengaruhi penurunan IHSG sebesar 9,7 persen mtd. Di periode yang sama, investor nonresiden juga mencatatkan net sell di pasar SBN sebesar Rp 5,9 triliun dan yield SBN meningkat sebesar 24,2 bps mtd.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WdvAj2
May 22, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WdvAj2
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Polisi Padang Pariaman Sita Petasan Berdaya Ledak Tinggi

Polisi Padang Pariaman menyita petasan berdaya ledak tinggi dari sejumlah pedagang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Tim razia gabungan dari Kepolisian dan TNI menyita ratusan petasan berdaya ledak tinggi di Pasar Kampung Gelapung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penyitaan dilakukan pada Senin (20/5) malam kemarin.

Petasan tersebut disita dari sejumlah pedagang yang masih berani menjual walaupun aparat sudah memberikan pemberitahuan sebelumnya. "Dari razia tim Polri dan TNI tadi malam, kita menyita ratusan petasan yang memiliki daya ledak tinggi dengan berbagai merek," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho kepada Republika, Selasa (21/5).

Selain menyita barang bukti, Rizki juga mengimbau agar pedagang tidak lagi menjual petasan yang bisa mengganggu ketentraman warga menjalankan ibadah. Menurut Rizki, penggunaan petasan yang biasa dijual dalam berbagai ukuran akan mengganggu keamanan dan ketertiban, bahkan bisa membahayakan warga yang memainkan itu sendiri.

Untuk menekan peredaran barang berbahaya tersebut, aparat keamanan akan terus melakukan penertiban dan pantauan di sejumlah lokasi atau pedagang yang biasa menjual kembang api.

Kapolres menjabarkan dalam razia kemarin, barang bukti yang disita ialah mercon terbang sebanyak 56 buah, mercon korek api 35 bungkus, mercon bawang 95 kotak, dan mercon merk Wisthing Tunder 16 buah. Ada juga mercon Magic Ball 33 buah, mercon merk Dinosaurus 24 kotak, mercon merk Mistik Batery 1 kotak, serta mercon merk Corsair 19 buah.

Dari tangan para pedagang juga disita mercon merk Teletubbies 88 buah, mercon merk Happy Flower 32 bungkus, mercon merk Krakling 2 buah, dan mercon roket 11 buah. Terakhir ada mercon merk Ground Bloming 3 kotak, mercon merk Smoke Tor 9 kotak, mercon merk Small Minitor 8 kotak, mercon Kupu-Kupu 1 pak, dan mercon merk Telor Dino 5 bungkus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EmCx7l
May 21, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EmCx7l
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Gubernur Sumbar Harap ASN Tetap Disiplin Selama Ramadhan

Gubernur Sumbar mengajak semua ASN memakmurkan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama di lingkup pemerintahan provinsi Sumbar tetap disiplin dan produktif walau sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan. Irwan menyebut semua ASN harus menganggap pekerjaan bagian dari ibadah sehingga khusus bulan Ramadhan amal jariah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

''Meski puasa, kita harus tetap produktif, disiplin dan bersemangat, jadikan pekerjaan dalam bulan Ramadhan sebagai ladang ibadah, jangan puasa menjadi alasan membuat semangat kerja kita menjadi menurun," kata Irwan saat apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Senin (6/5).

Pada Apel Gabungan tersebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bertindak selaku pembina apel  dalam sambutannya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H kepada ASN yang hadir. Irwan mengajak semua ASN untuk memakmurkan Masjid memperbanyak amal sholeh dengan berinfaq, berzakat, tadarus, perbanyak amalan sholat sunnah, membaca Al Quran, beri’tiqaf, tahajjud dan amalan lainnya.

Tapi sebelum itu Irwan juga menyerukan agar saling bermaafan antar sesama supaya selama bulan suci tidak ada lagi ganjalan yang akan merusak suasana hati selama Ramadhan.

Irwan kemudian mengingatkan, sesuai kebijakan pemerintah, jam kerja  ASN selama bulan Ramadhan, masuk jam 08.00 pulang jam 15.00 dari Senin sampai Kamis. Sementara hari Jumat pulangnya jam 15.30. Walau jam kerja lebih singkat dari hari biasa Irwan menginginkan tidak ada pekerjaan yang terbengkalai dengan alasan puasa.

''Jangan jadikan alasan berpuasa menjadi lemas dan letih, sehingga tidak masuk kantor,'' ujar Irwan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JhUYND
May 06, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JhUYND
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Donald Trump Ingin Saksikan Kejuaraan Sumo di Jepang

Donald Trump akan menyaksikan kejuaraan sumo saat mengunjungi Jepang pada Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Asosiasi Sumo Jepang sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump dijadwalkan mengunjungi Jepang pada Mei mendatang dan berencana menyaksikan kejuaraan sumo di negara tersebut.

“Badan penyelenggara olah raga telah memesan kursi untuk Trump pada 26 Mei, hari terakhir Turnamen Grand Sumo Musim Panas di Tokyo dan telah mempertimbangkan langah-langkah keamanannya sejak Maret,” kata seorang sumber di Asosiasi Sumo Jepang, dilaporkan laman Kyodo News, Jumat (12/4).

Juara bertahan kejuaraan Grand Sumo, Mongolia Hakuho mengaku antusias mengetahui kabar bahwa Trump akan menyaksikan turnamen di sana. “Saya bersyukur. Saya tidak yakin apakah kita akan mendapatkan (kesempatan ini) lagi, jadi saya akan melakukan yang terbaik (jika Trump datang),” ujarnya.

Takakeisho, pesumo peringkat kedua di Jepang memiliki perasaan serupa seperti Hakuho. Dia ingin menunjukkan kepada Trump bahwa sumo bukan hanya sekadar olah raga. “Saya ingin memperlihatkan bahwa sumo juga ritual spiritual,” katanya.

Belum diketahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan Trump selama kunjungannya ke Jepang. Namun, diperkirakan isu denuklirisasi Semenanjung Korea akan menjadi salah satu topik yang dibahas. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gj372n
April 12, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gj372n
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Jabar Sukses Cetak 30 Ulama Cakap Berbahasa Inggris

30 ulama cakap berbahasa inggris melalui Program English for Ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Program English for Ulama (EFU) yang menjadi program Pemprov Jawa Barat sudah menghasilkan angkatan pertama sebanyak 30 ulama muda yang berkemampuan bahasa Inggris.

Program yang merupakan kerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris dan British Council tersebut resmi ditutup Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Duta Besar Inggris untuk RI Moazam Malik di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Kamis (11/4). 

Menurut Ridwan Kamil, pada tahap pertama EFU ada ratusan ulama muda yang mendaftar namun setelah proses seleksi berlangsung, yang mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris terpilih 30 orang.  

“Alhamdulillah dari 265 yang mendaftar karena kapasitas terbatas untuk tahap pertama kita meluluskan 30, insya Allah setahun empat kali (program),” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil ini. 

Emil meminta lulusan program English For Ulama tahap pertama ini bisa menyelenggarakan program yang sama di daerah masing-masing dengan dukungan Pemprov. 

Emil yakin jika ini dilakukan, kemampuan ulama berbahasa inggris akan menyebar lebih luas. Serta, akan menjadi budaya. “Bahwa semua ulama di Jawa Barat punya skill tambahan berbahasa Inggris,” katanya.  

Kedua, kata Emil, dia berharap para lulusan bisa membawa pesan Islam yang damai ke seluruh dunia. Untuk itu pihaknya bersama Kedutaan Inggris tengah mengkaji dan menghitung dalam 3-6 bulan para lulusan akan dikirim ke Inggris. 

“Untuk memulai proses yang kita cita-citakan yaitu mendialogkan Islam yang damai, wajah Islam Indonesia khususnya Jawa Barat yang damai ke Eropa melalui Inggris," katanya. 

Sehingga, kata dia, ujungnya tidak ada lagi miskomunikasi dan ada kesepahaman yang ujungnya tidak ada lagi buruk sangka anak cucu hidup di dunia tanpa prasangka.

Bahkan, kata dia, kerja sama pendidikan dengan kedutaan ini akan berlanjut dengan sejumlah program lain seperti English for Birokrat. Namun pada lulusan EFU, pihaknya juga akan memulai program dakwah digital. “Maka saya minta bikin akun Youtube tapi pakai bahasa Inggris, difilmkan dengan cara yang baik jadi pesannya sampai ke seluruh dunia,” katanya.

Duta Besar Inggris untuk RI, Moazam Malik, mengatakan program ini sangat strategis di tengah dunia yang sudah terhubung secara digital. 

Dia berharap, Indonesia memainkan peran di panggung dunia, terutama perdamaian agama-agama. “Indonesia bisa menjadi contoh umat Muslim di seluruh dunia tapi juga umat non-Muslim seluruh dunia juga harus waspada dan bekerja keras memenuhi hak-hak minoritas,” katanya.

Moazam berharap, Indonesia lewat program ini bisa menjadi lebih berani berbagi pengalaman dengan masyarakat umat muslim seluruh dunia. “Program ini akan dilanjutkan kepada pihak-pihak lain, karena Bahasa Inggris diperlukan dalam keperluan ekonomi modern,” katanya.

Moazam menilai, Indonesia akan memainkan peran penting di panggung dunia karena akan menjadi contoh hubungan antaragama yang dijalin baik di tengah masyarakatnya. 

Hal ini, menurut dia, menjadi contoh untuk umat Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia agar  menjaga hak-hak minoritas di negaranya. "Saya berharap Indonesia jadi lebih berani berbagi pengalamannya," katanya. 

   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G5oaEh
April 11, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G5oaEh
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Capres Diharapkan Pakai Bahasa Sederhana dalam Debat

Debat capres harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik The Habibie Center Bawono Kumoro berharap kedua kandidat presiden dapat menyampaikan gagasan dan tawaram kebinakan dengan bahasa-bahasa yang lebih sederhana. Dia mengatakan, hal itu dilakukan agar program yang akan mereka lakukan dapat lebih mudah dipahami publik.

"Menggunakan ukuran-ukuran atau indikator kuantitatif maupun kualitatif sangat penting digunakan oleh kedua pasangan calon agar dalam mengemukakan gagasan dan tawaran kebijakan di debat keempat nanti menjadi sederhan mudah dipahami oleh publik," kata Bawono di Jakarta, Sabtu (30/3).

Menurut Bawono, bahasan debat keempat akan lebih abstrak dibanding tiga debat sebelumnya. Dia mengatakan, penggunaan bahasa yang rumit akan membuat masyarakat sulit memahami apa yang disampaikan kedua calon presiden (capres).

Secara khusus, Bawono menyoroti jika debat keempat akan menjadi medan berat bagi capres Prabowo Subianto. Dia mengatakan, bukan hal mudah bagi Ketua Umum Gerindra itu untuk mengemukakan gagasan dan tawaran kebijakan menggunakan bahasa sederhana mudah dipahami publik dalam panggung debat.

"Mengapa? ada kecenderungan kuat dari Prabowo senang dan gemar menggunakan narasi-narasi besar dalam berbagai momen pidato maupun di debat-debat terdahulu," katanya.

Padahal, menurut Bawono, narasi-narasi besar dikemukakan oleh Prabowo itu kerap kali sulit digambarkan untuk bagaimana mengoperasional dan menurunkan dalam ranah kebijakan. Dia melanjutkan, kalau kegemaran menggunakan narasi-narasi besar itu masih tetap dipertahankan capres 02 dalam debat capres serta di momen rapat umum menjelang 17 April dikhawatirkan akan membuat publik terutama di tingkat akar rumput kesulitan memahami jalan pemikirannya sebagai calon pemimpin nasional.

Sementara, Bawono mengatakan, khusus mengenai tema ideologi, Jokowi selaku pejawat dapat memanfaatkan momen debat keempat ini untuk mempromosikan sekaligus menjelaskan kembali kepada publik mengenai langkah-langkah kebijakan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Seperti, dia melanjutkan, dalam hal ikhtiar memperkokoh ideologi Pancasila dan menjaga dari ancaman ideologi transnasional.

"Pendirian BPIP dan pembubaran atau pelarangan secara hukum terhadap eksistensi Hizbut Tahrir Indonesia menjadi dua kebijakan pemerintahan saat ini dapat dipromosikan oleh petahan di forum debat kali ini," katanya.

Seperti diketahui, debat keempat Pilpres 2019 akan mengangkat tema "Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional". Debat itu hanya akan mempertemukan calon presiden yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Sabtu (30/3) malam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U4FdQJ
March 30, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U4FdQJ
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 26, 2019

Ancaman untuk Mereka yang Gemar Gibah

Gibah atau bergunjing termasuk perkara yang terlarang dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Gibah atau bergunjing berarti membicarakan keburukan atau aib orang lain. Menurut ajaran Islam, perbuatan itu termasuk terlarang, sehingga sudah semestinya kaum Muslimin menghindarinya.

Salah satu cara efektif menjauhi perbuatan gibah adalah dengan kesadaran diri. Sebagai manusia biasa, tidak ada yang luput kesalahan dan khilaf. Karena itu, belum tentu orang yang dipergunjingkan lebih rendah daripada diri pelaku sendiri. Tinggal menunggu waktu saja, kapan Allah Ta'ala akan menguak aib yang telah lama disembunyikan dari orang-orang banyak.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya, "Wahai sekalian manusia yang beriman dengan lisannya, sementara iman itu belum masuk ke dalam relung hatinya. Janganlah kalian bergibah (menggunjing) kaum Muslimin. Jangan pula kalian mencari-cari kesalahan mereka. Bagi orang yang suka mencari-cari kesalahan (aib) saudaranya sesama kaum Muslimin, maka Allah membuka aibnya, walaupun dia berada di dalam rumahnya (tersembunyi dari publik)."

Sementara itu, Alquran surah al-Ahzab ayat 58 juga mengingatkan hal senada. Artinya, "Dan orang-orang yang menyakiti kaum beriman, dari kalangan laki-laki dan perempuan, tanpa adanya kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya orang-orang itu telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." Bergunjing hanya menambah dosa, sedangkan subjek yang dipergunjingkan bisa berkurang dosanya dan bertambah pahala atasnya. Demikianlah keadilan Allah Ta'ala berlaku.

Adakalanya, seseorang bergunjing karena merasa kabar yang diterimanya merupakan kebenaran. Padahal, tanpa klarifikasi (tabayyun) bisa jadi persebaran kabar itu menjurus pada hoaks atau bahkan fitnah. Yang demikian itu merupakan kerugian besar bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimin.

Karena itu, sejak semula Islam memerintahkan sekalian manusia untuk menjauhi prasangka, yang menjadi awal gibah. Bahkan, para pelaku gibah diibaratkan sebagai orang yang kalap, memakan bangkai saudaranya sendiri.

Baca juga: Mengapa Daging Ulama Diibaratkan Beracun?

Dalam surah al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman. Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang, dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OtgejT
March 26, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OtgejT
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

BI Persiapkan Uji Coba Kedua Standar QR Code

Nantinya pembayaran dapat dilakukan dengan dompet elektronik maupun rekening.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia telah melaksanakan uji coba pertama QRIS (QR Indonesia Standard). Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan piloting pertama berjalan dengan lancar dan melibatkan institusi keuangan baik perbankan maupun nonperbankan dengan sejumlah merchant.

Menurutnya, kebijakan standardisasi QR Code payment tersebut guna memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif. QRIS menggunakan model MPM (Merchant Presented Mode) untuk memperluas interkoneksi.

"Nantinya pembayaran bisa dilakukan baik dengan dompet uang elektronik maupun rekening di perbankan," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/3).

Masyarakat akan memiliki pilihan pembayaran QR tergantung jumlah transaksi. Jika transaksi dalam jumlah besar, maka masyarakat bisa memilih untuk melakukan pembayaran dari rekening perbankan. Namun jika dalam jumlah kecil bisa dari dompet uang elektronik.

Perry mengatakan piloting pertama melibatkan 68 merchant dan 19 institusi keuangan baik perbankan, fintech, mau pun penerbit uang elektronik, telah berhasil. Selanjutnya, BI akan memulai piloting kedua dengan lebih banyak pihak dan wilayah. 

"QRIS ini dikeluarkan BI tapi membangunnya akan bersama-sama dengan industri, piloting satu sudah berhasil," kata dia.

Tidak hanya uji coba dengan dua pihak di atas, ke depannya BI akan melibatkan masyarakat. Piloting kedua akan terlaksana dalam dua bulan ke depan. Ia berkeyakinan QRIS akan membuat sistem transaksi pembayaran lebih efisien juga memperkuat program elektronifikasi di Indonesia. Ia tidak menyebutkan target penerapannya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menambahkan QRIS merupakan kanal yang memungkinkan semua pihak untuk masuk ke dalamnya. Pengembangannya mengacu pada beberapa prinsip yang mengutamakan keamanan juga kenyamanan pengguna.

"Jadi kita basisnya melalui handphone dan merchant, dana bisa diambil dari tabungan mau pun uang elektronik," kata dia. 

Sugeng mengatakan sistem ini harus mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital, mendukung interlink bank dan fintech, berstandar internasional sehingga cukup kredibel, juga mengutamakan proteksi konsumen yang handal dan kuat.

Sugeng menambahkan QRIS pun akan mendukung interkoneksi dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Piloting kedua akan dilaksanakan di beberapa wilayah yang mendukung pengujian terhadap sejumlah faktor, seperti sinyal. Ia tidak menyebutkan daerahnya lebih lanjut.

"Supaya dapat dilihat kehandalannya, bagaimana kalau sinyal lemah, harus kita uji coba, atau misal jika gagal debet harus bagaimana," kata Sugeng. 

Masih ada banyak hal yang menurutnya perlu dilakukan mengingat perkembangan ekonomi dan digital berkembang sangat pesat. Yang jelas, katanya, sistemnya dilahirkan untuk membantu transaksi agar lebih cepat dan mendukung ekonomi masyarakat.

Perry mengatakan kelancaran sistem pembayaran terpantau baik dari sisi tunai maupun nontunai. Pembayaran tunai tumbuh positif, dengan Uang Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,4 persen (yoy) pada Februari 2019. Sedangkan pembayaran nontunai secara konsisten terus meningkat. 

"Penggunaan UE semakin populer, terutama sebagai instrumen pembayaran untuk moda transportasi dan e-commerce," katanya.

Penggunaan ATM-Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 15,3 persen (yoy) pada Januari 2019, diantaranya UE yang mengalami pertumbuhan mencapai 66,6 persen (yoy). Penggunaan ATM-Debit masih mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8 persen dan pertumbuhan 15,4 persen (yoy). 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CtYn7W
March 21, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CtYn7W
via IFTTT
Share:

Sunday, March 10, 2019

Ini Kesaksian Abdul Qarim Soal Keislaman Jokowi

KH Abdul Qarim adalah guru mengaji yang membina Jokowi sejak calon wali kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok KH Abdul Qarim yang juga merupakan guru mengaji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), memberikan kesaksiannya terhadap sisi ke-Islam-an Jokowi yang tidak perlu diragukan lagi. Isu fitnah dan berita bohong terhadap Jokowi, semua ditepis olehnya yang memang sudah membina Jokowi, sejak Jokowi masih menjadi calon Wali Kota Solo terdahulu.

“Perlu saya sampaikan, saya sudah dengan beliau (Jokowi) sejak sekitar 2000-an. Beliau sering ikut pengajian-pengajian, juga pengajian-pengajian pengusaha Muslim. Saya sering dimintai ceramah. Beliau hadir dan aktif,” ujar pria yang akrab disapa Gus Qarim itu dalam sebuah diskusi bertema ‘Islam Kaffah ala Jokowi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/3).

Presiden RI ke-7 itu, menurut dia adalah sosok yang aktif di setiap pengajian. Dan dalam setiap pengajian yang diikutinya, ia pasti selalu melontarkan pertanyaan kepada para ustaz. Salah satu pertanyaan Jokowi yang paling diingat oleh Gus Qarim, ‘Bagaimana seseorang ingin naik haji tetapi hanya memiliki uang jutaan rupiah saja?’.

Aktifnya Jokowi dalam setiap pengajian ini, menjadi salah satu alasan kuat bahwa Jokowi adalah sosok yang memihak pada ulama dan menjunjung tinggi Alquran dan hadits. Apalagi pada saat Pilkada Wali Kota Solo dimana salah satu kandidatnya calonnya adalah Jokowi, tidak pernah ada isu-isu mengenai Jokowi PKI, Jokowi kejawen, dan sebagainya.

“Waktu musim Pilkada Solo, ada empat pasang calon. Yang membuat istimewa, keempatnya merupakan ahli pengajian dan saya membina semuanya,” papar Gus Karim.

Namun pada saat hari pencoblosan, tentu masyarakat hanya dibolehkan mencoblos salah satu pasangan calon. Dan saat itu ia memilih mencoblos Jokowi. Selain karena ia merupakan orang yang membina Jokowi, Gus Karim juga mengenal sosok Jokowi sebagai orang yang sangat sederhana.

Setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo, sejumlah kebijakan yang memihak umat Islam seringkali digagas oleh Jokowi, misalnya sebelum Karnaval Batik dimulai waktu itu diadakan dahulu shalawat keliling. Dan terobosan paling besarnya, salah satu lokalisasi ternama di Solo bernama Silit, pada saat itu dibongkar oleh Jokowi dan dijadikan Islamic Center yang masih berjalan hingga sekarang.

“Selain itu, beliau juga menjadikan rumah dinas beliau untuk tarwih anak-anak. Lalu waktu itu ada tarwih keliling (tarling) ke masjid-masjid dan shalat sebanyak 23 rakaat, lalu dalam sebulan bacaan shalatnya khatam Alquran. Dan Pak Jokowi selalu ikut tarling ini,” papar Gus Qarim.

Masih banyak hal lagi yang telah dilakukan Jokowi semasa ia menjabat sebagai Wali Kota Solo, yang dikatakan Gus Qarim, hampir semua yang dilakukan Jokowi adalah hal-hal yang memihak pada umat Islam. Ia meminta seluruh pihak agar berhenti menyebarkan isu-isu fitnah atau berita bohong, tentang ke-Islam-an seorang Jokowi. “Jadi Islam beliau tidak perlu diragukan lagi. Kaffahnya itu disempurnakan dengan akhlakul karim yang ia miliki,” kata Gus Qarim.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UwPamc
March 10, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UwPamc
via IFTTT
Share:

Ini Kesaksian Abdul Karim Soal Keislaman Jokowi

KH Abdul Qarim adalah guru mengaji yang membina Jokowi sejak calon wali kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok KH Abdul Qarim yang juga merupakan guru mengaji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), memberikan kesaksiannya terhadap sisi ke-Islam-an Jokowi yang tidak perlu diragukan lagi. Isu fitnah dan berita bohong terhadap Jokowi, semua ditepis olehnya yang memang sudah membina Jokowi, sejak Jokowi masih menjadi calon Wali Kota Solo terdahulu.

“Perlu saya sampaikan, saya sudah dengan beliau (Jokowi) sejak sekitar 2000-an. Beliau sering ikut pengajian-pengajian, juga pengajian-pengajian pengusaha Muslim. Saya sering dimintai ceramah. Beliau hadir dan aktif,” ujar pria yang akrab disapa Gus Qarim itu dalam sebuah diskusi bertema ‘Islam Kaffah ala Jokowi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/3).

Presiden RI ke-7 itu, menurut dia adalah sosok yang aktif di setiap pengajian. Dan dalam setiap pengajian yang diikutinya, ia pasti selalu melontarkan pertanyaan kepada para ustaz. Salah satu pertanyaan Jokowi yang paling diingat oleh Gus Qarim, ‘Bagaimana seseorang ingin naik haji tetapi hanya memiliki uang jutaan rupiah saja?’.

Aktifnya Jokowi dalam setiap pengajian ini, menjadi salah satu alasan kuat bahwa Jokowi adalah sosok yang memihak pada ulama dan menjunjung tinggi Alquran dan hadits. Apalagi pada saat Pilkada Wali Kota Solo dimana salah satu kandidatnya calonnya adalah Jokowi, tidak pernah ada isu-isu mengenai Jokowi PKI, Jokowi kejawen, dan sebagainya.

“Waktu musim Pilkada Solo, ada empat pasang calon. Yang membuat istimewa, keempatnya merupakan ahli pengajian dan saya membina semuanya,” papar Gus Karim.

Namun pada saat hari pencoblosan, tentu masyarakat hanya dibolehkan mencoblos salah satu pasangan calon. Dan saat itu ia memilih mencoblos Jokowi. Selain karena ia merupakan orang yang membina Jokowi, Gus Karim juga mengenal sosok Jokowi sebagai orang yang sangat sederhana.

Setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo, sejumlah kebijakan yang memihak umat Islam seringkali digagas oleh Jokowi, misalnya sebelum Karnaval Batik dimulai waktu itu diadakan dahulu shalawat keliling. Dan terobosan paling besarnya, salah satu lokalisasi ternama di Solo bernama Silit, pada saat itu dibongkar oleh Jokowi dan dijadikan Islamic Center yang masih berjalan hingga sekarang.

“Selain itu, beliau juga menjadikan rumah dinas beliau untuk tarwih anak-anak. Lalu waktu itu ada tarwih keliling (tarling) ke masjid-masjid dan shalat sebanyak 23 rakaat, lalu dalam sebulan bacaan shalatnya khatam Alquran. Dan Pak Jokowi selalu ikut tarling ini,” papar Gus Qarim.

Masih banyak hal lagi yang telah dilakukan Jokowi semasa ia menjabat sebagai Wali Kota Solo, yang dikatakan Gus Qarim, hampir semua yang dilakukan Jokowi adalah hal-hal yang memihak pada umat Islam. Ia meminta seluruh pihak agar berhenti menyebarkan isu-isu fitnah atau berita bohong, tentang ke-Islam-an seorang Jokowi. “Jadi Islam beliau tidak perlu diragukan lagi. Kaffahnya itu disempurnakan dengan akhlakul karim yang ia miliki,” kata Gus Qarim.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IZCmmT
March 10, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IZCmmT
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 27, 2019

Pemprov Jabar Segera Usulkan Pelabuhan Patimban Jadi KEK

Dokumen pengusulan kawasan Pelabuhan Patimban menjadi KEK sedang dipersiapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera usulkan Kawasan Pelabuhan Patimban, Subang, masuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS, pihaknya sudah mempersiapkan dokumen pengusulan kawasan pelabuhan ekspor impor tersebut menjadi KEK.

Menurutnya usulan ini akan didorong segera mengingat ketika beroperasi, pengusaha harus mendapat kemudahan. “Patimban itu akan kita usulkan bersama kementerian pusat untuk menjadi KEK,” ujar Taufiq kepada wartawan Rabu (27/2).

Taufiq mengatakan, rencana ini dilakukan menyusul kawasan aerocity Kertajati, Majalengka yang sedang diproses menjadi KEK. Dengan mengantongi status ini maka ke depan pihaknya tinggal menawarkan pada pihak swasta maupun BUMD untuk mengelola KEK tersebut.

“Paling tidak 2020, kawasan ini sudah mulai ada pembangunan,” katanya.

Alternatif lain selain KEK, menurut Taufiq, pihaknya sudah menyiapkan konsep kota baru yang memiliki nilai manfaat bagi industriawan. Ia menilai konsep KEK dan kota baru nantinya akan menawarkan berbagai insentif pada para pengusaha selain upah minimum yang murah.

“KEK memang yang bisa memberikan insentif lain dalam bentuk pajak, perizinan, itu adalah KEK,” katanya.

Bappeda Jabar, kata dia, sendiri merancang terwujudnya kota baru dan KEK di kawasan tersebut sebagai antisipasi melonjaknya jumlah penduduk Jabar. Taufiq memprediksi pada 2029 nanti, jumlah penduduk melejit menjadi 54,2 juta jiwa.

“Sekarang kan 48,6 juta jiwa, jadi diharapkan dengan tata ruang bisa menampung tambahan penduduk 6 juta jiwa lagi,” katanya.

Taufiq mengatakan, tambahan enam juta jiwa ini akan didorong ke kawasan timur termasuk Patimban dan Kertajati. Rencana ini, akan lebih memungkinkan mengingat pilihan tinggal di kawasan selatan Jabar belum seiring dengan tingginya pembangunan di kawasan tersebut. “Lahan yang dipilih menjaga ketahanan pangan dan fungsi lindung,” katanya.

Perlu diketahui, Pemprov Jabar memang sedang mendorong relokasi industri ke kawasan segitiga emas Patimban-Kertajati-Cirebon. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan sekitar 60 persen industri manufaktur di Indonesia berlokasi di derah Jawa Barat. “Tahun lalu saja nilai investasi yang berhasil ditanamkan sebesar Rp 116 triliun lebih,” katanya.

Namun, menurut Taufiq, kawasan industri manufaktur di Jawa Barat masih terpusat di daerah Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta. Ke depan pelaku industri di Jabar pun akan diarahkan untuk beralih ke wilayah timur.

"Kalau dulu ada Jababeka, yang sekarang sudah dianggap (industrinya) banyak dan penuh. Maka pemerintah (Jabar) akan mengarahkan dunia usaha atau perindustrian di Jawa Barat ke wilayah Timur Utara Jawa Barat," ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Jabar Iwa Karniwa KEK Patimban dan Kertajati masuk dalam empat usulan KEK yang dipersiapkan pihaknya di luar Pangandaran dan Cikidang, Sukabumi. Dua lainnya adalah KEK Walini, Bandung Barat dan KEK Pulau Pesisir, Kabupaten Cirebon.

“(Patimban) Ini masuk kelompok kedua, kami persiapkan mengingat proses pengajuannya juga cukup panjang untuk sampai resmi menjadi KEK,” katanya. Menurut Iwa pihaknya akan bekerja secara paralel menindaklanjuti proses finalisasi KEK Pangandaran dan Cikidang sekaligus merevisi jadwal dan struktur Tim KEK.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NtxdlV
February 27, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NtxdlV
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 26, 2019

Polri tak Larang Krishna Murti Maju ke Bursa Ketum PSSI

Edy Rahmayadi saat memimpin federasi pada 2016 juga menjabat Panglima Kostrad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri tak melarang jika Karo Misinter Polri Brigjen Krishna Murti berniat maju ke bursa pencalonan ketua umum (ketum) PSSI. Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, selama tak mengganggu tugas pokok sebagai perwira kepolisian, mantan Direskrimum Polda Metro Jaya itu dipersilakan masuk ke bursa pencalonan pemimpin sepak bola nasional.

"Silakan saja, yang penting dia ada izin dari pimpinannya,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/2).

Dedi mengatakan, Mabes Polri tak membatasi kiprah para anggota di luar institusi. Termasuk jika ada anggota yang aktif memimpin federasi olahraga nasional. Karena, selama ini pun memang banyak para perwira tinggi di kepolisian yang ikut aktif di bidang keolahragaan.

Dedi mencontohkan salah satunya, mantan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Jenderal polisi bintang tiga itu saat menjabat wakapolri juga diminta sebagai Komandan Kontingen Indonesia saat Asian Games 2018. Syafruddin pun selama aktif di kepolisian terlibat dalam struktur organisasi kesebelasan Persija Jakarta. “Yang pasti, setelah dia nanti menyatakan ikut pencalonan (PSSI), harus ada izin dari atasannya. Dan kami inginkan dia mengikuti pencalonan sesuai prosedur,” ujar Dedi.

PSSI memang sedang merencanakan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) mencari ketua umum baru. KLB dilakukan setelah sejumlah petinggi PSSI saat ini berstatus sebagai tersangka dalam penyidikan skandal sepak bola di Satgas Antimafia Bola.

Krishna merupakan wakil Satgas Antimafia Bola. Namanya mencuat setelah berhasil menjerat beberapa nama pelaku yang diduga melakukan pidana dalam skandal pengaturan dan manipulasi pertandingan.

Pekan lalu, satgas bikinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka penghancuran barang bukti mafia bola. Joko ditetapkan sebagai tersangka beberapa pekan setelah menggantikan peran Ketum PSSI Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dari federasi pada 20 Januari lalu.

Rencana PSSI menggelar KLB pun mengundang spekulasi tentang regenerasi kepemimpinan sepak bola nasional. Nama Krishna menjadi salah satu yang sorot untuk maju sebagai calon ketua umum. Meskipun ia merupakan perwira aktif di kepolisian, regulasi internal federasi membolehkan. Edy Rahmayadi, saat memimpin federasi pada 2016, juga menjabat sebagai Panglima Kostrad dengan pangkat letnan jenderal (letjen).

Bahkan setelah pensiun dari militer pada 2017, Edy melanjutkan kepemimpinnya di federasi dengan rangkap jabat sebagai gubernur Sumatra Utara. AKan tetapi, saat Kongres Tahunan PSSI di Bali, 20 Januari, Edy memilih mundur. Keputusan Edy mundur lantaran dirinya merasa tak sanggup menjalankan peran sebagai gubernur dan ketua umum. Joko pun diminta menjadi Plt.

Belajar dari kasus rangkap jabatan Edy tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto mengatakan, sebetulnya siapa pun punya hak mengajukan diri sebagai calon ketum PSSI. Akan tetapi, Gatot mengimbau agar ketum PSSI hasil KLB 2019 bukan sesorang yang punya fungsi ganda di instansi lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Vk4lPy
February 26, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Vk4lPy
via IFTTT
Share:

Kak Seto: Anak Usia Dini Belum Siap Belajar Calistung

Memaksakan calistung pada anak usia dini bisa berdampak ke psikologisnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai mengajarkan baca, tulis, hitung (calistung) kepada anak usia dini tidak tepat. Secara psikologis anak usia dini belum mampu berpikir abstrak.

"Secara psikologis anak itu belum memungkinkan berpikir abstrak, khususnya menghitung dan menulis, itu abstrak kan. Perkembangan psikomotoriknya belum saatnya," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini, Selasa (26/2).

Keadaan psikologis anak yang belum siap dikhawatirkan akan membuat anak frustasi dan menyebabkan rasa tidak nyaman sekolah. Bukan tidak mungkin anak kemudian merasa tertekan dan mengalami school phobia atau rasa takut terhadap sekolah.

Sebenarnya, kata Kak Seto, kompetensi calistung untuk anak usia dini sudah dilarang sejak era orde baru yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan. "Itu bukan kompetensi TK. Namanya taman kanak-kanak, itu taman tempat bermain," kata dia.

Menurut dia, masih ada SD yang memberikan tes calistung sebagai syarat diterima seorang siswa. Alasannya pihak sekolah tidak tahu cara yang tepat untuk menyaring siswa baru. Padahal, seharusnya saringan masuk SD lebih ditekankan kepada umur bukan pada kemampuan.

Dampak memaksakan calistung pada anak usia dini adalah trauma dan tertekan akhirnya tidak menyukai kegiatan belajar. Kegiatan belajar seharusnya dibuat dengan menyenangkan, namun karena dipaksakan justru membuat anak tertekan.

Paksaan mempelajari calistung pada anak usia dini, lanjut dia, juga sering kali merupakan ambisi orang tua. "Kalau anaknya hanya bermain ditanya, kenapa cuma main? Padahal lagu taman kanak-kanak disebutkan di situ tempat bermain dan berteman banyak," kata dia.

Ia menjelaskan di Skandinavia, contoh negara yang peduli pendidikan dengan cara yang benar, bahkan sampai usia kelas 3 SD masih penuh dengan nuansa bermain. Berbeda dengan di Indonesia yang pada kelas 1 SD sudah mulai memikirkan soal ranking.

"Padahal spektrum cerdas itu luas, bukan hanya calistung tapi bisa cerdas musik, cerdas menyanyi, cerdas menari, menggambar," kata dia lagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EycLgP
February 26, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EycLgP
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Camat Dilarang Berkampanye dan Ikut Kampanye

Para camat diizinkan untuk mencari referensi tentang para calon yang berkontestasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengatakan para camat tidak boleh berkampanye dan mengikuti kegiatan kampanye. Bawaslu menegaskan sudah memproses dugaan pelangggaran oleh belasan camat di Sulawesi Selatan. 

Menurut Bagja, camat merupakan aparatur sipil negara (ASN). Camat bukan merupakan pejabat yang dipilih secara politis lewat pemilu atau pilkada. 

Para camat diizinkan untuk mencari referensi tentang para calon yang berkontestasi dalam pemilu dan pilkada. Hak pilih mereka pun dijamin dan dipersilakan untuk memilih di TPS. 

"Tetapi tidak untuk ikut dalam kampanye. Kampanye terbuka mereka tidak diperkenankan untuk ikut, seperti rapat umum, pertemuan terbatas, tatap muka, tak diperkenankan," tegas Bagja saat dijumpai wartawan usai mengisi diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2). 

Sementara itu, terkait belasan camat di Sulawesi Selatan yang mendukung capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bagja menegaskan mereka semua telah diperiksa. Para camat dimintai klarifikasi mengapa mereka bisa melakukan deklarasi dukungan itu. 

"Apakah mereka tidak tahu bahwa ASN itu harus netral. Lihat surat edaran Menpan-RB, lihat peraturan kepegawaian. Peraturan itu menyatakan ASN tidak diperkenankan ikut dalam kampanye," tambah Bagja.

Sebelumnya, sebanyak 15 camat di Makassar, Sulawesi Selatan, diperiksa Bawaslu terkait laporan video dukungan terhadap capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Bawaslu akan mengkaji keterangan para camat itu untuk memutuskan ada-tidaknya unsur pelanggaran untuk ditindaklanjuti.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TaO8ib
February 23, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TaO8ib
via IFTTT
Share:

Thursday, February 21, 2019

MUI Pusat Harap Acara Munajat di Monas Berjalan Lancar

Zainut mengimbau agar acara tersebut tidak tercemari oleh kegiatan politik praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Pusat, Zainut Tauhid mengatakan, acara doa bersama bertajuk 'Munajat 212 Mengetuk Pintu Langit Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Agama' yang diakan MUI DKI Jakarta ini merupakan perbuatan yang mulia. Apalagi hal tersebut ditujukan untuk keselamatan bangsa dan negara.

“Harapan kami acara tersebut terlaksana dengan lancar, tertib, khidmat dan benar-benar diisi dengan kegiatan keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ilallah),” kata Zainut Tauhid saat dihubungi Republika.co.od, Kamis (21/2).

Mengingat kini bangsa Indonesia tengah memasuki masa kampanye, Zainut mengimbau agar acara tersebut tidak tercemari oleh kegiatan politik praktis. Sehingga tidak mengurangi nilai kesakralan dari kegiatan doa dan zikir.

Dia juga menyarankan seluruh pengurus MUI DKI untuk tetap menjadikan organisasi MUI sebagai simpul pemersatu umat. “Kepada MUI Provinsi DKI yang ikut memprakarsai kegiatan tersebut kami mengimbau untuk tetap menjadikan organisasi MUI sebagai simpul dan pemersatu umat, menjaga ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis dan bersatu,” ujar dia.

MUI Provinsi DKI Jakarta menggelar shalawat dan doa bersama di lapangan Monumen Nasional (Monas). Sebelum acara dilaksanakan Kamis (21/2) pukul 19.00 WIB, pasukan gabungan TNI dan Polda Metro Jaya telah melakukan persiapan pengamanan.

Acara silaturahim ini rencananya akan dihadiri oleh pengurus MUI se-DKI Jakarta, pengurus masjid dan mushala se-DKI Jakarta, pemimpin majlis taklim se-DKI Jakarta, dan pimpinan ormas tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IqEDY5
February 21, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IqEDY5
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Govt installs tsunami wave detection radar in Serang

Two more radars to be installed in tsunami-prone areas.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- The government has installed a radar to detect tsunami waves in the city of Serang, Banten. The government will install two more radars in tsunami-prone areas.

"Earlier, I was informed by the head of BMKG about the radar installed in Serang for detecting tsunami waves," President Joko Widodo (Jokowi) said in a meeting in Pandeglang Regency, Banten, on Monday.

The installation of the tsunami detection radar is planned for March 2019. In addition, related to the Special Economic Zone in Tanjung Lesung, Banten, Jokowi directed each regional head to evaluate spatial planning.

"Everything that has been related to spatial planning has been conveyed to the regional head to be seen and evaluated again in the future," Jokowi remarked.

The president has made a working visit to Pandeglang District, Banten, to review the disaster alert device. During the visit, the president witnessed Disaster Preparedness (Tagana) disaster education Entering Disaster Alert Schools and Villages.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V6D6bc
February 19, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V6D6bc
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

SBY tak Menyangka Ani Terkena Sakit Kanker

Ani Yudhoyono selama ini dikenal sebagai sosok yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Mantan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono tak menyangka istrinya terkena sakit kanker. Selama ini, Ani Yudhoyono adalah sosok yang amat kuat.

"Enggak ada tanda-tanda sama sekali, ibunya sangat kuat," kata SBY saat menerima kunjungan mantan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman dan Jenderal Polisi Timur Pradopo di National University Hospital Singapura, Sabtu (16/2).

Bahkan, sebelum sakit, Ani masih mendampingi suaminya berkeliling daerah, antara lain Sumatera Utara dan Aceh. Di Aceh, kondisi Ani mulai cepat lelah. "Kami enggak sangka itu kanker," kata SBY.

Namun, ia optimistis, penanganan kesehatan yang diberikan kepada istrinya belum terlambat. Saat ini, upayan pengobatan terus dilakukan.  "Sekarang sedang diatasi. Semoga membaik," kata dia.

Sebelumnya, SBY menyatakan istrinya dirawat di Singapura sejak 2 Februari 2019, atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

"Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di Tanah Air," kata SBY.

SBY mengatakan dirinya amat mengetahui, Ani Yudhoyono adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika Ani bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun dirinya mengemban tugas memimpin Indonesia dulu.

"Namun, bagaimanapun, saya, ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EdxfeI
February 16, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EdxfeI
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Kemenkominfo Ingin Berikan Subsidi ke Perusahaan Fintech

OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia pada 2019 sebesar 75 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berencana memberikan subsidi bagi perusahaan financial technology (fintech) yang menjangkau masyarakat di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kehadiran fintech, diharapkan bisa mempermudah transaksi keuangan di wilayah-wilayah tersebut.

Ia menyebutkan, subsidi yang diberikan meliputi biaya pulsa. "Kan kalau kita fintech, kita mau pinjam, kita masuk ke aplikasi, kan bayar pulsa. Maka berkurang paket kita, nah itu yang disubsidi untuk daerah-daerah remote," ujar Rudiantara kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2).

Dengan adanya subsidi ini, dirinya berharap, fintech tidak hanya menyasar masyarakat yang sudah punya akses keuangan. Dengan begitu bisa semakin mendorong inklusi keuangan yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 sebesar 75 persen.

"Sekarang kalau pinjam uang ke peer to peer (P2P) lending, syaratnya kan punya akun bank. Kalau sudah punya akun bank berarti sudah punya akses ke perbankan," jelasnya.

Sementara, kata dia, seharusnya fintech mendorong inklusi keuangan ke masyarakat yang belum memiliki akses keuangan. rudiantara tidak memungkiri memang ada risiko bila menggarap segmen tersebut.

"Makanya saya minta bantuan untuk membuat sistem. Jadi nanti kalau penyelenggara fintech dia tahu kalau itu risikonya seperti apa," kata Rudiantara.

Kemkominfo, ujar dia, sudah mendiskusikan hal tersebut dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana subsidi fintech itu. "Saya bicara dengan OJK kenapa nggak kasih kebijakan bagaimana Kominfo bisa subsidi, karena mereka (perusahaan fintech) nggak bisa rugi. Saya dalam konteks transaksinya, kan menggunakan teknologi telekomunikasi," tegas Rudiantara.

Dirinya belum bisa menentukan kapan rencana tersebut bisa diimplementasikan. "Saya sedang bicara soalnya, belum pasti. Saya pertimbangkan untuk subsidi agar lebih visible, masyarakat di daerah pun merasa dibantu," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DBB1wC
February 13, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DBB1wC
via IFTTT
Share:

Kiai Ma'ruf Terima Dukungan dari Kiai dan Ulama Pasundan

Kiai dan ulama Pasundan hari ini bersilaturahim ke kediaman Ma'ruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin menerima kunjungan silaturahim perwakilan kiai dan ulama dari Pondok Pesantren Bandung Barat, Pasundan, Jawa Barat. Kiai dan ulama dari Pasundan tersebut langsung diterima Kiai Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Kiai dan ulama Pasundan itu menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-KH. Ma’ruf Amin. Alasannya, mereka mengaku selama ini telah merasakan manfaat infrastruktur yang sudah dibangun Jokowi.

Salah satu perwakilan, Aa Maulana mengatakan, walau infrastruktur yang dibangun Jokowi belum selesai, namun sudah merata dan bisa dirasakan. Menurut dia, pihaknya mendukung Paslon 01 karena banyak masyarakat yang datang kepada para kiai dan ulama  agar mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau orang di kampung itu kan susah bikin KTP, sekarang betul-betul dirasakan bisa punya (KTP). Ketiga, masyarakat yang sakit dengan kartu JPS, alhamdullilah masyarakat banyak yang tertolong oleh Pak Jokowi," ujar Maulana.

Lebih lanjut, Maulana menjelaskan, masalah yang ada di masyarakat telah banyak yang dapat diatasi oleh Jokowi. Menurut dia, manfaatnya pun sangat bisa dirasakan, baik untuk masyarakat di lingkungan pesantren maupun lainnya.

"Makanya untuk sekarang di daerah kami masyarakat sendiri yang datang kepada kiai untuk meminta mendukung Jokowi-Ma’ruf. Untuk mereka-mereka yang masih berseberangan dengan kami, akan terus diberi pengertian, diberi pengarahan, dengan hikmah, tidak dengan hal-hal jelek," kata Maulana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SwfEqT
February 13, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SwfEqT
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

TGB Sebut Kebijakan Jokowi Selalu Memihak Rakyat dan Umat

TGB juga yakin bahwa Joko Widodo adalah seorang muslim yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengungkap bahwa calon presiden (capres) pejawat Joko Widodo memiliki track record yang baik selama memimpin. Bahkan menurut dia, kebijakan Jokowi selalu memihak kepada rakyat dan umat.

“Ketika dia menjadi wali kota, gubernur, track record kebijakan beliau memihak kepada rakyat. Tidak ada kebijakan Jokowi yang meminggirkan umat. Maka ada values yang harus kita perjuangkan bersama,” kata TGB di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (9/2).

Di sisi lain, TGB juga yakin bahwa Joko Widodo adalah seorang muslim yang baik. Kesimpulan itu dia dapat, setelah dia bertemu dan mendengarkan kesaksian sahabat dan keluarga Jokowi di Solo.

“Saya sudah berjumpa dengan sahabat pak Jokowi di masa kecil, mendengar kesaksian mereka terhadap Jokowi. kesimpulannya cuma satu. Jokowi muslim yang baik, yang lahir dari muslim yang baik,” kata dia.

TGB: Yusuf Mansur Ingin Bicara Apa Adanya Tentang Jokowi

TGB yang pernah menjabat sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan bahwa di era Jokowi, ada perubahan dalam memandang Indonesia di masa depan. Kebijakan, postur anggaran, dan kebijakan lainnya dinilai mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik.

“Saya rasakan betul, ketika 4 tahun pak Jokowi memimpin, ada perubahan dalam memandang Indonesia. Dan saya rasa semua pemimpin daerah, dari partai manapun, akan memiliki perasaan yang sama,” kata dia.

Diketahui hari ini, Alumni Mesir yang tergabung dalam Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) mendeklarasikan dukungan untuk Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amien. Deklarasi digelar di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (9/2).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2URaR05
February 09, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2URaR05
via IFTTT
Share: