Showing posts with label 2018 at 11:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:55PM. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

KPK Perpanjangan Penahanan Bupati Cirebon Nonaktif

Sunjaya merupakan tersangka kasus gratifikasi di Pemkab Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra (SUN), yang merupakan tersangka suap terkait mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di Pemkab Cirebon. Sunjaya akan menjalani penahanan hingga 22 Januari 2019.

"Perpanjangan penahanan untuk SUN selama 30 hari dimulai 24 Desember 2018 sampai 22 Januari 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Selain itu dalam penyidikan kasus suap tersebut, KPK pada Kamis memeriksa tiga saksi untuk tersangka Sunjaya, yaitu Kasubag Perlengkapan Setda Kabupaten Cirebon Wawan Priatna, Camat Talun Kabupaten Cirebon Nanan Supriyatno, dan Nurlaila seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

"Penyidik mendalami keterangan dari para saksi terkait proses mutasi jabatan yang diketahui para saksi di Pemerintah Kabupaten Cirebon," ucap Febri.

Selain Sunjaya, KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya, yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto (GR). Dalam kegiatan tangkap tangan dalam kasus tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana, yaitu uang rupiah sebesar total Rp385.965.000 dengan rincian Rp116 juta dan Rp269.965.000 dalam pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah.

Selanjutnya, bukti transaksi perbankan berupa slip setoran dan transfer senilai Rp6.425.000.000. Diduga pemberian oleh Gatot kepada Sunjaya melalui ajudan Bupati sebesar Rp100 juta terkait "fee" atas mutasi dan pelantikan GAR sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon.

Diduga Sunjaya sebagai Bupati juga menerima pemberian Iainnya secara tunai dari pejabat-pelabat di lingkungan Pemkab Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi Bupati.

Modus yang diduga digunakan adalah pemberian setoran kepada Bupati setelah pejabat terkait dilantik. Nilai setoran terkait mutasi ini diduga telah diatur mulai dari jabatan lurah, camat hingga eselon III.

Selain pemberian tunai terkait mutasi jabatan, diduga Sunjaya juga menerima "fee" total senilai Rp6.425.000.000 yang tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan Bupati yang digunakan sebagai rekening penampungan terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Cirebon Tahun Anggaran 2018.

Untuk diketahui, Sunjaya merupakan petahana yang memenangi Pilkada Kabupaten Cirebon 2018 lalu. KPK juga mengindentifkasi uang suap yang diterima oleh Sunjaya untuk kepentingkan Pilkada.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LsTBL1
December 20, 2018 at 11:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LsTBL1
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Militer Israel Ratakan Kamp Pengungsi di Ramallah

Tindakan itu memicu bentrokan yang melukai 14 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Sedikitnya 14 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di kamp pengungsi Amari dekat kota Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki, Sabtu (15/12) waktu setempat. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan warga yang terluka kini dirawat di Ramallah Medical Center.

"Warga Palestina yang menderita efek gas air mata menerima perawatan di Ramallah Medical Center," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dilansir di Anadolu Agency, Sabtu (15/12).

Di waktu fajar, Sabtu (15/12) waktu setempat, pasukan Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal empat lantai milik seorang perempuan Palestina yang lima putranya melayani hukuman seumur hidup di Israel. Perempuan itu adalah Latifa Abu Hmeid.

Anadolu Agency melaporkan pasukan militer Israel menggerebek kamp pada Sabtu (15/12) pagi hingga kemudian meratakan struktur bangunan. Sebelum itu, tentara Israel mengusir belasan wartawan dan aktivis solidaritas yang memilih tetap berada di dalam gedung sebagai upaya mencegah militer Israel menghancurkan bangunan.

Lantas terjadi ketegangan antara penduduk lokal dan pasukan Israel, yang memicu hempasan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan orang. Lima putra Abu Hmeid semuanya saat ini menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel.

Salah satu dari mereka, Islam, dihukum karena melemparkan batu ke arah seorang tentara di awal tahun ini. Abu Hmeid juga memiliki putra keenam, yang ditembak mati oleh pasukan tentara Israel pada 1994.

Abu Hmeid menegaskan penghancuran gedung itu tidak akan meruntuhkan tekad warga Palestina selama ini. Dia juga bersumpah untuk membangun kembali struktur bangunan yang hancur itu sesegera mungkin.

"Semua putra saya telah menjadi martir atau dipenjara, dan itu tidak menghancurkan saya. Dan ini ketiga kalinya mereka menghancurkan rumah saya," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya lima orang Palestina tewas oleh pasukan Israel dan belasan lainnya terluka di seberang Tepi Barat yang diduduki. Asosiasi Tahanan Palestina mengatakan tentara Israel telah menahan sekitar 100 orang Palestina di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak Kamis pagi kemarin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EoIIIz
December 15, 2018 at 11:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EoIIIz
via IFTTT
Share: