Showing posts with label 2019 at 09:32PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:32PM. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

Daarul Quran Luncurkan Album Musik Religi

Album musik religi daarul Quran melibatkan musisi tanah air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daarul Qur''an meluncurkan album musik religi bertajuk "Indonesia Menghafal Al-Quran" yang melibatkan sederet musisi Tanah Air seperti Rian "D''Masiv", Virzha, Yukie "Pas Band", Fadly "Padi" dan lainnya.

"(Album) ini mberkah juga buat Rian dipercaya sebagai music director karena dalam bermusik Rian tidak harus mikirin bisnis tapi ada dakwahnya juga. Hasil penjualannya (album) akan diberikan untuk penghafal Alquran, untuk biaya pendidikannya," kata Rian dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu.

Bagi vokalis D''Masiv itu, Album "Indonesia menghafal Al-Quran", bertujuan mengajak masyarakat Muslim untuk menghafal Alquran dengan cara mudah karena musik dapat mengantarkannya dengan baik pada era digital saat ini.

"Kalau buat Rian, musik adalah salah satu media untuk dakwah. Jadi ini kayak soft power untuk menyentuh hati banyak orang. Proyek ini sendiri buat Rian sebagai pengingat juga bahwa ada (kegiatan) untuksisi dakwah dan sisi sosial," jelas kolektor piringan hitam itu.

"Indonesia Menghafal Al-Quran" terdiri dari 10 lagu yakni "Indonesia Menghafal Al-Quran" (Virzha), "Dream Daqu" (Fadly), "Go Daqu" (Yuki), "Kun Fayakun" (Benny Hadislani), "Cinta Terindah" (Nabila Hizky), "Hampir Saja" (Syarifah Habibah), "Indonesia Menghafal Al-Quran" (Daqu Voice), "Untukmu Sahabat" (Naga Lila), "Zakat" (Fadly) dan "Hari Ini Milikmu" (Grover Voice dan Ade.K).

Seluruh hasil penjualan album tersebut akan disumbangkan kepada lembaga rumah baca Alquran yang berada di bawah naungan yayasan Daarul Qur''an milik ustaz Yusuf Mansur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yo5gjI
May 11, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yo5gjI
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Latar Terjadinya Perang Bosnia (6)

Dalam kancah Perang Bosnia, ada bukti-bukti pemerkosaan massal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak Oktober 1992, PBB diketahui telah membentuk komisi yang bertugas menyelidiki adanya kejahatan terhadap kemanusiaan di republik-republik pecahan Yugoslavia, termasuk Bosnia-Herzegovina.

Hasilnya berupa Laporan Bassiouni. Nama itu merujuk pada Prof Cherif Bassiouni, yakni kepala komisi tersebut. Di dalam laporan itu, ditegaskan adanya genosida berupa pembersihan etnis yang dilakukan pihak militer Serbia dan Kroasia di Bosnia-Herzegovina.

Pihak Serbia diketahui melakukan tindakan keji itu dengan dukungan Republik Serbia. Adapun pihak Kroasia ditaja Republik Kroasia. Baik Serbia maupun Kroasia terbukti telah melakukan pembersihan etnis atas kaum Muslim Bosnia.

Di samping itu, ada pula bukti-bukti pihak Kroasia membantai etnis Serbia di wilayah Krajina dan sebagian Slavonia. Masih menurut laporan yang sama, pemerintah Bosnia-Herzegovina pun terbukti melakukan pelanggaran berat atas Serbia dan Kroasia tetapi tidak sampai tahap pembersihan etnis.

Sasaran kebiadaban bukan hanya kaum pria, melainkan juga perempuan Muslim Bosnia. Dalam bukunya, Rape Warfare (1996), Beverly Allen menghimpun rekaman bukti-bukti adanya pemerkosaan massal oleh militer Serbia sejak pecahnya konflik di Bosnia-Herzegovina pada 1990.

Allen menemukan tiga metode kejahatan bengis ini. Pertama, desa korban diserbu dan kaum perempuannya diperkosa di depan umum. Kedua, pemerkosaan terjadi secara acak atas perempuan Muslim Bosnia di kamp konsentrasi milik Serbia.

Ketiga, pemerkosaan terjadi secara sistematis atas perempuan Muslim Bosnia, baik dalam kondisi gadis maupun hamil. Biasanya, kasus yang terakhir itu merupakan genosida karena berujung pada pembunuhan di kamp konsentrasi. Segenap metode itu adalah kebengisan yang nyata.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tB1nuh
February 25, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tB1nuh
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

Kemenkes Cek Kebugaran 350 Calon Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pengecekan kebugaran bagi 350 calon jamaah haji DKI Jakarta, Sabtu (23/2). Langkah ini untuk mengetahui kondisi kesehataan calon jamaah haji sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit saat menjalankan ibadah haji dan pemenuhan syarat istithaah kesehatan.  

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka mengatakan, pengukuran kebugaran menggunakan metode rockport untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru-paru para jamaah haji.  Seluruh jemaah haji yang berusia muda maupun yang sudah tergolong lansia mengikuti proses pengukuran kebugaran di lingkungan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.  

Eka mengatakan setiap tahunnya sekitar dua per tiga jamaah haji Indonesia termasuk dalam kelompok risiko tinggi. Mereka, yakni jamaah yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan sejak dari Tanah Air.  

"Jamaah haji yang hadir semuanya nampak bersemangat dan benar-benar ingin menjaga kesehatannya saat di Arab Saudi," kata Eka dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Ahad (24/2).

Sebelum melakukan pengukuran, para peserta dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dulu oleh tim dokter. Selanjutnya setiap peserta diminta untuk berjalan cepat atau berlari secara konstan sejauh 1,6 kilometer.

Capaian waktu tempuh setiap jamaah dicatat oleh petugas dan akan dikategorikan menjadi lima level yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali. Bagi yang hasilnya kurang, maka akan direkomendasikan untuk melakukan latihan fisik yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatannya.

Pengukuran kebugaran merupakan salah satu bagian dari kegiatan pembimbingan kesehatan haji dalam pembinaan kesehatan di masa keberangkatan. Itu merupakan proses yang harus dilalui oleh semua jemaah haji guna mendapatkan gambaran kekuatan fisik dan memberikan rekomendasi tindakan berikutnya yang harus dilakukan.

Berita Terkait

Pembinaan ini bertujuan untuk memantapkan status istithaah kesehatan haji hingga menjelang waktu keberangkatan nanti. Seusai melakukan pengukuran kebugaran, dilakukan juga pembimbingan dan penyuluhan kesehatan. Jamaah haji mendapatkan materi manasik haji oleh Kasie Haji Kemenag Jakarta Selatan.

Sedangkan materi penyuluhan atau pesan-pesan kesehatan disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes. Penyampaian manasik haji serta informasi dan edukasi tentang upaya menjaga kondisi kesehatan dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal yang penting untuk membekali jemaah haji menjelang waktu keberangkatan mereka menuju Arab Saudi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NoQchd
February 24, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NoQchd
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Pendiri Twitter Evan Williams Mundur

Evan mundur setelah 13 tahun bersama Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pendiri dan pimpinan eksekutif Twitter, Evan Williams, mengundurkan diri dari perusahaan yang telah dibesarkannya sejak 2007. Menurut sebuah laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Jumat (22/2), Williams akan meninggalkan Twitter pada akhir bulan ini.

"13 tahun yang luar biasa, dan saya bangga dengan apa yang telah dicapai Twitter selama saya bekerja di perusahaan itu. Saya menyerahkannya kepada tim karena saya akan memfokuskan waktu untuk proyek-proyek lain," tulis Williams dalam laporan itu.

Delapan tahun lalu, Williams mengurangi perannya pada start up yang berbasis di San Francisco itu demi menciptakan platform online Medium. Williams juga menyerahkan jabatan Chief Executive Twitter kepada Dick Costolo pada 2010.

Adapun Co-founder Jack Dorsey kembali menjabat kepala Twitter pada 2015, setelah memegang posisi yang sama saat start up itu baru diperkenalkan. Melalui cicitan di Twitter, Dorsey mengungkapkan Williams adalah alasan di balik keputusannya bergabung pada start up itu.

"Aku menghargaimu, Ev! Kami akan merindukan suaramu dalam diskusi dewan pimpinan," cicit Dorsey pada Jumat.

Twitter menjadi panggung komunikasi global yang terkenal meski terkadang kontroversial sejak diluncurkan Maret 2006. "Terima kasih, @jack dan @biz karena memulai perusahaan gila ini bersamaku. Dan terus menjadikannya lebih baik dan semakin baik," cicit Williams.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IvRqsc
February 23, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IvRqsc
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Anak Juara Majelis Taklim Telkom Belajar Siroh

Anak Juara diajarkan akhlah baik dari orang-orang besar yang hidup di zaman kenabian.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 16 orang penerima Beasiswa Majelis Taklim Telkom Group (MTTG) mengikuti pembinaan pekanan yang dimulai pada pukul 10.00 Wita di Pusat Pengembangan Potensi Anak. Berbeda dari materi-materi pada pertemuan sebelumnya, pembinaan kali ini anak juara membaca sebuah buku bertema siroh.

Winda selaku mentor, mengawali dengan membaca surah Al Fatihah dan doa belajar. Terlihat anak anak kemudian hening dan fokus memperhatikan saat disampaikan sub judul buku oleh kakak mentor. Kemudian kakak mentor mengajak anak-anak juara belajar tentang kisah raja terdahulu yang hidup di zaman kenabian. Kemudian mentor kembali melanjutkan kisahnya dan mengacak secara bergiliran anak-anak juara membaca siroh atau kisah di depan anak-anak yang lain.

Seperti dalam siaran pers Rumah Zakat, di akhir materi, mentor mengajak anak anak kemudian berdiskusi, hal-hal apa saja yang bisa diteladani dan tidak boleh diteladani dari setiap raja. Satu anak berkata sifat sombong dari Raja Namrud yang tidak boleh ditiru. Tujuan materi semoga kembali anak-anak juara mendapatkan ibroh tentang akhlak yang baik dari seorang yang hidup sebagai orang besar di zamannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tlzmqq
February 15, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tlzmqq
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Tiga Program Andalan Mualaf Center untuk Rangkul Mualaf

Berbagai program digulirkan agar para mualaf mampu berdikari dan berdaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Organisasi nirlaba Mualaf Center berkomitmen terus melakukan pembinaan dan pendampingan untuk para mualaf.  

Organisasi ini berfokus pada tiga program bagi mereka yang baru saja menganut agama Islam. Program tersebut dilakukan untuk memberdayakan mualaf agar dapat produktif dan istiqamah.

Ketua Mualaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo, mengatakan ketiga program tersebut adalah Street Dakwah, Advokasi Mualaf, dan Mengajar Mualaf. 

"(Inti program itu adalah) mengajari dengan baik tentang adab dan akhlak ke mualaf," kata Steven kepada Republika.co.id, Ahad (10/2) malam.

Ke depannya, dirinya berencana membuat Mualaf Learning Center untuk mendidik mualaf agar lebih berdaya dan berkompeten. 

Selain itu, Steven berencana membuat tempat tinggal sementara bagi mualaf yang ingin mempelajari Islam. 

"Saat ini kami masih mengontrak rumah untuk menampung mualaf," ujar dia. 

Dalam akun Instagramnya, ia mencatat pada 2019 ini orang yang sudah terdaftar oleh Mualaf Center sebagai mualaf sebanyak 384 orang. Tahun lalu tercatat 3.561 orang menyatakan diri sebagai penganut agama Islam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UR8Gtc
February 10, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UR8Gtc
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Kemenkop Siap Fasilitas Diaspora Indonesia Bentuk Koperasi

Beberapa diaspora Indonesia di AS berminat memulai usaha sampingan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan siap memfasilitasi diaspora Indonesia yang bermukim dan menetap di luar negeri untuk membentuk wadah koperasi. Hal ini agar mereka bisa bekerja sama dalam mengembangkan usaha.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan diaspora Indonesia yang berkoperasi akan semakin kuat dalam mengembangkan jaringan dan usaha mereka."Kalau mereka mau membentuk sebuah koperasi kami siap memfasilitasi supaya terdapat kebersamaan dalam pengembangan usaha," kata Meliadi, Sabtu (26/1).

Meliadi didampingi Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM yang juga Presiden ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya mengadakan pertemuan dengan diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Dengan berkoperasi, Meliadi memaparkan pada kesempatan pertemuan itu, maka diaspora tidak hanya bisa mendatangkan keuntungan bagi usahanya melainkan kebersamaan sebangsa.

"Hal ini sudah pernah dilakukan oleh Diaspora Indonesia di Qatar yang berkoperasi sampai saat ini. Kami bahkan sempat meninjau langsung ke Qatar untuk meresmikan sekaligus melakukan pembinaan teknis pada orang orang Indonesia di sana," katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya siap memberikan fasilitas pendampingan untuk berkoperasi.

Sejumlah diaspora Indonesia yang telah lama menetap di beberapa negara bagian di AS mengaku tertarik untuk memulai bisnis baru sebagai usaha sampingan mereka.  Bahkan beberapa di antaranya tertarik untuk segera ke Jakarta dan berkunjung ke Smesco Indonesia untuk melihat langsung displai produk KUKM dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Meliadi dan Hermawan mempromosikan Smesco Indonesia sebagai "one stop shopping" produk-produk UKM Indonesia dan potensial jika akan kembali dipasarkan oleh diaspora Indonesia di AS.

Meliadi menyambut baik ketertarikan diaspora Indonesia untuk membantu mempromosikan UKM Indonesia dan berminat memulai usaha mandiri.Budiman Koswara dan isterinya Caroline diaspora Indonesia yang berasal dari Surabaya misalnya sudah punya bisnis sendiri.

"Keduanya punya semangat membantu mempromosikan UKM Indonesia," kata Hermawan Kartajaya.

Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan misi ICSB (International Council for Small Business) Indonesia yang sesuai dengan arahan Menteri Puspayoga, sekaligus co-founder bersama HK untuk fokus pada membantu UKM Indonesia untuk pasar ekspor.

"Jadi ICSB Indonesia memang terus menggalakkan kolaborasi dengan organisasi Diaspora Indonesia untuk membantu promosi UKM Indonesia di luar negeri," kata Hermawan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HzoQpA
January 26, 2019 at 09:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HzoQpA
via IFTTT
Share: