Showing posts with label 2019 at 05:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:10PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Pemudik yang Tiba di Sukabumi Belum Alami Lonjakan

Diperkirakan puncak kedatangan pemudik di Kota Sukabumi pada Sabtu (1/6) mendatang

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Jumlah pemudik yang tiba di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi masih normal dan belum ada lonjakan pada H-6 lebaran Kamis (30/5). Diperkirakan puncak kedatangan pemudik di Kota Sukabumi pada Sabtu (1/6) dan Ahad (2/6) mendatang.

''Sampai saat ini pelonjakan penumpang yang datang dan pergi masih terpantau lancar dan normal,'' ujar Kepala Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi Yukky Rakhmat Yunus kepada wartawan Kamis (30/5). Diperkirakan lonjakan penumpang terjadi pada Sabtu (1/6).

Sebabnya ungkap Yukky, pada Jumat (31/5) dan Sabtu para aparatur sipil negara (ASN) masih harus masuk kerja. Di mana pada Sabtunya masih ada upacara bendera yakni hari lahirnya Pancarila pada 1 juni 2019.

Sehingga kata Yukky, kemungkinan lonjakan penumpang yang berangkat dan tiba pada Sabtu dan Ahad. Di mana pemudik yang tiba di Sukabumi sebagian besar dari daerah Jakarta dan sekitarnya.

Nantinya setelah tiba di Terminal Sukabumi, para pemudik akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah lainnya seperti selatan Sukabumi. Sementara arus mudik dari Terminal Sukabumi biasanya ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan lain sebagainya.

Untuk menghadapi lonjakan penumpang lanjut Yukky, disiapkan sebanyak 250 unit armada kendaraan bus diberbagai trayek. Apabila terjadi pelonjakan penumpang akan disiapkan dengan bus cadangan.

Namun ungkap Yukky, berdasarkan pengalama dari tiga tahun terakhir kenaikan penumpang masih dapat teratasi dengan armada yang ada. Sehingga tidak ada armada cadangan yang dikerahkan.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, sebaiknya pemudik mengurangi penggunaan sepeda motor dan memobilisisasi mudik dengan angkutan bus. Hal ini untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HKc0D2
May 30, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HKc0D2
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

2 Pria India yang Pergi Haji dengan Bersepeda Tiba di UEA

IHRAM.CO.ID, DUBAI — Dua pria India yang berencana bersepeda hingga Makkah, Saudi, tiba di Uni Emirat Arab (UEA). Keduanya sudah mengayuh sepeda sejauh 3.800 kilometer (km) di tiga negara selama tiga bulan. 

Baca Juga:

Seperti dilansir di Kashmir Reader pada Sabtu (25/5), Muhammed Saleem (53) dan Rizwan Ahmad Khan (42) berasal dari Bangalore. Keduanya tetap bersepeda sambil berpuasa. Salah satu dari mereka sempat kehilangan sepeda di tengah perjalanan. 

“Sepeda kami tak ditemukan di perjalanan kapal feri dari Bandar Abbas ke UEA. Saya sedikit frustrasi, karena itu adalah hari pertama puasa dan terlalu panas, tetapi orang-orang di pelabuhan Sharjah berusaha membantu menemukan sepeda,” kata Saleem.

Selama perjalanan, dia merasakan banyak budaya, makanan, dan tempat ibadah. Saleem dan Khan mengayuh hampir 1.300 km di India, 700 hingga 800 km di Oman, dan 1.700 km di Iran. Awalnya, mereka berencana bersepeda melalui India, Pakistan, Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi, tanpa alat transportasi lain. Namun, sangat sulit mendapatkan visa ke Pakistan dan Irak.

“Kami memutuskan untuk mengayuh ke Oman, terbang ke Teheran, dan mengayuh sampai ke Bandar Abbas, dan kemudian pergi melalui UEA ke Arab Saudi,” ujar Saleem.

Keduanya berharap dapat tiba di Makkah pada 25 Juli mendatang, atau tepat sebelum pelaksanaan ibadah haji pada 9 Agustus. Dari UEA, keduanya akan menuju perbatasan Saudi. Mereka langsung masuk ke Riyadh, Madinah, dan menuju Makkah. 

“Impian saya adalah melakukan perjalanan dengan pakaian ihram ke Makkah, itu lah sebabnya kami akan pergi ke Madinah dulu,” kata Saleem.  

Berita Terkait

Rupanya, ini bukan pertama kalinya Saleem memulai petualangan semacam itu. Dia telah bersepeda selama 35 tahun dan menjadi juara negara tiga kali di India. “Saya telah bersepeda keliling Eropa pada 1989 dan pernah mengayuh sepeda dari Kuwait ke Dubai,” ujar dia. Saleem dan Khan telah mengayuh sejauh 75 hingga 100 km per hari. n Umi Nur Fadhilah

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JGawMf
May 25, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JGawMf
via IFTTT
Share:

Persija Batal Jamu Bali United di GBK Akhir Bulan Ini

Persija harus tandang terlebih dahulu ke markas Bali United di Gianyar, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persija Jakarta batal menjamu Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 31 Mei. Sebab, ada pertukaran jadwal sehingga tim yang berjuluk Persija harus tandang terlebih dahulu ke markas Bali United di Gianyar, Bali.

Pertukaran jadwal pertandingan tersebut menurut CEO Persija, Ferry Paulus, karena berkaitan dengan kondisi keamanan ibu Kota usai penetapan hasil pemilu berikut dengan dinamika di lapangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Melihat kondisi keamanan di Jakarta saat ini dan sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Persija kesulitan menggelar partai kandang. Dengan berbagai pertimbangan, pertandingan melawan Bali digelar di Stadion I Wayan Dipta tanggal 31 Mei terlebih dahulu dengan status tandang," kata Ferry Paulus dalam keterangan resminya, Sabtu (25/5).

Menurut dia, proses pertukaran jadwal pertandingan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yaitu melakukan koordinasi dengan operator kompetisi yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) serta dengan tim Bali United sebelum H-7 pertandingan. Tidak hanya itu, manajemen tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu juga mengirinkan surat resmi kepada operator liga bernomor 217/Persija/Liga-1/V2019 perihal untuk menukar jadwal dimana Persija bermain di Bali terlebih dahulu dengan status tandang.

"Mereka (LIB dan Bali United) pun setuju. Kami juga tidak mau menunda laga ini karena akan membuat jadwal kami akan padat mengingat kami masih bermain di Piala Indonesia. Intinya kami siap menjalani laga ini di Bali terlebih dahulu," kata Ferry menambahkan.

Dengan adanya keputusan dari PT LIB melalui surat Circular Perubahan Jadwal yang dikeluarkan pada Jumat (24/5), Persija tidak ada kendala lagi untuk menjalani kompetisi Shopee Liga 1 2019 meski harus menjalani laga tandang dulu ke markas Bali United.

Sesuai dengan jadwal yang ada, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan baru akan menjamu Bali United pada putaran dua kompetisi tertinggi di Tanah Air itu pada 17 September mendatang.

Persija pada kompetisi musim 2019 ini baru menjalani satu kali pertandingan yaitu melawan tuan rumah Barito Putera yang berakhir dengan skor 1-1. Saat ini anak asuh Ivan Kolev ini berada di posisi sembilan klasemen sementara dengan satu poin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K5noLk
May 25, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K5noLk
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Palestina Bisa Tolak Rencana Perdamaian dari AS

Palestina akan menolak rencana perdamaian AS jika tidak mengakomodasi tuntutan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan negaranya tidak akan menerima rencana perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat (AS) atau dikenal dengan istilah Deal of the Century. Hal itu kecuali rencana tersebut mengakomodasi tuntutan Palestina, termasuk menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Mereka (Gedung Putih) tidak akan menemukan satu pun orang Palestina yang akan mengatakan “ya” untuk kesepakatan di luar parameter itu,” kata al-Maliki dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Asharq Al-Awsat, Jumat (10/5).

Dia mengatakan bahwa tuntutan itu tak dapat ditawar. “Palestina tak siap untuk membahas rencana apa pun yang tidak mencantumkan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujarnya.

Kendati demikian, al-Maliki mengakui bahwa hingga kini Palestina belum mengetahui secara mendetail tentang rencana perdamaian AS. “Apa yang dikabarkan oleh media Israel tentang Deal of the Century, yang diprediksi akan diumumkan Presiden AS Donald Trump, hanya omongan. Kami tidak mengetahui susunan rencana ini atau detailnya,” ucapnya.

Al-Maliki enggan mengomentari atau mengakui informasi yang menyingkap isi rencana perdamaian AS. Menurut dia, informasi tersebut masih disangsikan kebenarannya.

Menanggapi dugaan bahwa AS hendak memberikan bantuan ekonomi sebagai pengganti solusi dua negara, al-Maliki menegaskan Palestina tak membutuhkan satu sen pun bantuan internasional. “Ketika Palestina diakui sebagai negara berdaulat, kapasitas nasionalnya sendiri akan memungkinkannya untuk berkembang dengan ekonomi maju. Ini adalah masalah prinsip dan hak Palestina untuk berperang melawan penindasan, bukan uang!” kata al-Maliki.

Penasihat senior Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa rencana perdamaian AS untuk Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Palestina, akan dirlis setelah bulan suci Ramadan, yakni pada Juni mendatang. Hal tersebut dia ungkapkan ketika berbicara di forum majalah Time akhi bulan lalu.

Kushner mengatakan, sebenarnya AS hendak mengumumkan rencana perdamaiannya pada akhir tahun lalu. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyelenggarakan pemilu dan membutuhkan waktu untuk membentuk koalisi.

Dalam laporannya bulan lalu, Washington Post menyebut bahwa rencana perdamaian AS tidak menyertakan tentang kemerdekaan Palestina. Beberapa pejabat AS yang dikutip Washington Post mengatakan bahwa pemerintahan Trump hanya akan mencantumkan tentang perbaikan kondisi hidup rakyat Palestina.

Karena tak menyertakan tentang kemerdekaan Palestina, sebagai gantinya AS akan melakukan investasi dan sumbangan senilai puluhan miliar dolar AS untuk Tepi Barat serta Jalur Gaza. Mesir, Yordania, dan negara-negara Teluk yang kaya juga tak luput dari cipratan uang AS. "Rencana ekonomi hanya berfungsi jika kawasan mendukungnya. Ini adalah bagian yang sangat penting dari keseluruhan persamaan," kata seorang pejabat AS kepada Washington Post, dikutip laman the Times of Israel. 

Kendati demikian, pejabat itu mengatakan Gedung Putih sangat menyadari bahwa ketika mereka hanya berfokus pada masalah ekonomi dan mengabaikan aspirasi politik, rencana perdamaian yang telah dirancang kemungkinan besar gagal. "Ini bukan perdamaian ekonomi. Kami menanggapi dengan sangat serius kedua aspek ini, politik, yang menangani semua masalah inti, dan ekonomi," kata pejabat tersebut. 

"Kami memahami bahwa jika aspek politiknya tidak solid, maka aspek ekonomi tidak ada artinya. Tapi pada saat yang sama, aspek politik tidak akan berhasil tanpa rencana ekonomi yang tepat," ujarnya menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HbCPOR
May 10, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HbCPOR
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

JPO di Pasar Rebo Kondisinya tak Terawat

JPO di Jalan TB Simatupang Pasar Rebo kondisinya tak terawat

JAKARTA - Jembatan Penyeberangan Orang yang berada di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur kondisinya tak terawat. JPO tersebut lokasinya berdekatan dengan Flyover Pasar Rebo. 

Beberapa bagian pada JPO saat ini kondisinya sudah mulai rusak. Tangga dan jalan setapaknya saat ini sudah berlubang dan berlumut. Bahkan di bagian ujung halte, juga tergenang oleh air. Warga yang ingin melintas pun harus menginjak batu kon blok untuk terhindar dari genangan tersebut. 

Di sepanjang JPO pun juga banyak dipenuhi sampah yang berserakan. Mulai dari sampah plastik, puntung rokok, dan pakaian-pakaian bekas. Besi-besi untuk berpegangan yang ada sisi JPO pun sudah mulai banyak coretan vandalisme. Selain itu, di JPO tersebut juga tercium bau yang sangat pesing. 

Kondisi sangat tidak mengenakan bagi para pejalan kaki yang melintas. Nampaknya JPO ini harus segera diperbaiki oleh Pihak terkait agar kondisinya tak semakin memburuk.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jrzazb
May 09, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jrzazb
via IFTTT
Share:

Perut Besar Meghan Markle Pascamelahirkan Tuai Pujian

Meghan Markle dengan perut besar usai melahirkan dipuji sebagai hal yang normal

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pangeran Harry dan Meghan Markle baru saja menyambut anak pertamanya yang diberi nama Archie Harrison Mountbatten-Windsor. Bukan hanya Baby Sussex yang menjadi sorotan, namun perut besar Meghan juga mencuri perhatian.

Wanita 37 tahun itu terlihat percaya diri saat mengenakan dress putih tanpa lengan dengan ikat pinggang. Baju yang menonjolkan perut besar usai melahirkan itu ia kenakan meski bentuk tubuhnya belum kembali normal. Berkat pilihan busana tersebut, Duchess of Sussex menuai pujian.

Komentar-komentar positif tersebut dituangkan dalam foto keluarga yang diposting di akun Instagram resmi Duke dan Duchess of Sussex. "Saya harap ini membuat orang-orang lebih sadar adalah hal yang normal jika perempuan masih terlihat hamil setelah melahirkan. Dia terlihat cantik," tulis seorang warganet seperti dilansir Women's Health Mag, Kamis (9/5).

“Benar-benar menunjukkan bentuk tubuh dengan bangga dan menunjukkan seperti apa sebenarnya setelah melahirkan. Dia tidak menyembunyikannya sama sekali,” tambah warganet yang lain.

Pascamelahirkan, wajar jika bobot tubuh perempuan masih besar. Saat bayi lahir, perubahan hormon bisa memicu rahim sulit untuk menyusut kembali pada ukuran semula seperti sebelum hamil. Butuh waktu hingga hitungan bulan untuk mengembalikan tubuh ke ukuran semula.

Di sisi lain, Pangeran Harry mengaku menjadi orang tua adalah hal yang luar biasa. Meski baru hitungan hari, ia dan istrinya merasa sangat bahagia mengurus Archie.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JbPPY6
May 09, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JbPPY6
via IFTTT
Share:

Dakwah dan Teknologi di Mata Ustaz Erick Yusuf (1)

Teknologi membuat jangkauan dakwah dinilai semakin lebih luas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi membuat jangkauan dakwah semakin lebih luas. Kini, banyak yang menyebarkan kajian-kajian atau dakwah melalui media daring.

Bagaimana fenomena tersebut dari sudut pandang Ustaz Erick Yusuf? Hal tersebut akan dibahas tuntas dalam program dakwah digital bersama jurnalis Republika, Yeyen Rostiyani.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Republika TV     Video Editor | Fian Firatmaja

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JvniMz
May 09, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JvniMz
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

PKS Protes, KPU Pangkalpinang Hentikan Rapat Pleno

KPU hari ini menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- KPU Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghentikan sementara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019. Rapat pleno dihentikan karena adanya keberatan saksi PKS.

"Kita menunda rapat ini," kata Komisioner Devisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kota Pangkalpinang, Yusmayadi di Pangkalpinang, Jumat (3/5).

Yusmadi mengatakan, keberatan dari PKS terkait penghitungan suara di PPK Rangkui. "Mungkin kerana kondisi para saksi dan PPK sudah kelelahan, sehingga laporan yang dilaporkan ke saksi tidak sinkron lagi, pada akhirnya menimbulkan keributan," katanya.

Oleh karena, Ketua KPU Pangkalpinang memutuskan untuk menskor rapat pleno ini hingga saksi PKS menyusun kronologis masalah yang mereka pertanyakan dan mempermasalahan hal tersebut. "Dari pada ribut-ribut dan mengganggu jalannya rapat, maka rapat ini diskors untuk sementara waktu," katanya.

Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Penti mengatakan, saat ini enam dari tujuh kecamatan sudah selesai rekapitulasi perolehan suara pemilu tahun ini. "Enam kecamatan yang telah selesai direkapitulasi yaitu Gabek, Pangkalbalam, Taman Sari, Gerunggang, Girimaya dan Bukit Intan yang berjalan aman, lancar dan tertib sesuai aturan berlaku," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DMUzz5
May 03, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DMUzz5
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

KPUD Papua Benarkan Adanya Aksi Pembakaran Surat Suara

KPUD Papua menegaskan aksi pembakaran surat suara melanggar hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua membenarkan adanya aksi pembakaran surat suara Pemilu 2019 yang terjadi di Puncak Jaya, Papua. Ketua KPUD Papua Theodorus Kossay mengatakan, aksi pembakaran tersebut melanggar hukum.

“Pembakaran itu benar. Dan kita sedang minta teman-teman di Puncak Jaya untuk melaporkan apa yang terjadi,” ujar Theodorus saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Rabu (24/4).

Menurut Theodorus, informasi yang sampai ke KPUD Papua sementara ini, hanya dapat memastikan surat suara yang dibakar itu terjadi pada Selasa (23/4). Ia menerangkan, bukan cuma surat suara yang dibakar, properti penyelenggaraan pemilu lainnya, seperti kotak suara yang terbuat dari kertas kardus, pun ikut dibakar.

Soal surat suara, kata dia, adalah surat suara sah yang sudah terpakai atau tercoblos usai pemilu digelar pada 17 April lalu. “Itu surat suara yang sudah terpakai (tercoblos),” sambung Theodorus.

Ia menganggap aksi pembakaran tersebut perbuatan yang melanggar hukum. “Karena sekarang ini kan kita masih rekapitulasi hasil pemilu. Tidak boleh itu dibakar,” sambung dia.

Masih menurut laporan internal, kata Theodorus, pembakaran kotak dan surat suara tersebut, tak berasal dari satu tempat pemungutan suara (TPS). Melainkan kata dia, kotak dan surat suara dari banyak kelurahan dan distrik yang dikumpulkan pada satu tempat lalu sengaja dibakar.

Meski Theodorus menganggap aksi pembakaran kotak dan surat suara itu melanggar hukum, ia belum mau berspekulasi tentang siapa aktor dibalik pembakaran tersebut. “Komunikasi ke sana (Puncak Jaya) sulit. Tetapi kita sudah minta teman-teman di Puncak Jaya melaporkan secepatnya. Kita akan cari tahu siapa yang membakar,” ujar dia.

Di Jakarta, Mabes Polri pun membenarkan aksi pembakaran kotak dan surat suara di Puncak Jaya. Namun berbeda dari keterangan Theodorus. Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan menyampaikan, kotak dan surat suara yang dibakar merupakan logistik Pemilu 2019 yang sudah tak lagi terpakai.

“Kejadiannya, dibakar karena sisa-sisa logistik pemilu yang tidak dipakai,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4).

Dedi menerangkan, di sejumlah daerah pemilihan Papua dengan sistem pencoblosan yang khusus, yakni pola noken, membuat sisa logistik pemilu menjadi masif. Pencoblosan dengan cara noken, memberi kewenangan kepada pemangku adat atau orang yang ditunjuk sebagai tetua untuk mencoblos banyak surat suara mewakili pemilih di wilayahnya. Penerapan sistem noken di Papua, berada di 12 kabupaten, salah satunya di Puncak Jaya.

Menurut Dedi, untuk menghindari penyalahgunaan surat suara dari sisa pencoblosan dengan cara noken, ia membenarkan aksi pembakaran tersebut dilakukan. “Logistik pemilu yang tidak dipakai cukup banyak di Papua. Sehingga dimusnahkan biar tak terjadi penyalahgunaan oleh orang-orang tertentu,” ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DtBpOE
April 24, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DtBpOE
via IFTTT
Share:

Kuartal I 2019, BRI Cetak Laba Rp 8,20 Triliun

Pencapaian laba BRI kuartal I 2019 disokong dana pihak ketiga dan kredit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada kuartal I 2019, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 8,20 triliun atau tumbuh 10,42 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 7,42 triliun. Pencapaian laba ini didorong oleh kredit sebesar Rp 855,47 triliun atau tumbuh 12,91 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 757,68 triliun.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pencapaian laba ini juga disokong penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh double digit, di atas rata rata industri perbankan nasional serta perbaikan kualitas kredit bermasalah (NPL). Dengan aset mencapai Rp 1.279,86 triliun atau tumbuh 14,35 persen (yoy).

“Kami mampu tumbuh double digit dari pencapaian laba, dan konsisten pertumbuhan dalam memberdayakan UMKM,” ujarnya saat acara ‘Paparan Kinerja BRI Kuartal I 2019’ di Gedung BRI Pusat, Rabu (24/4).

Sunarso merinci  kredit mikro tumbuh 13,17 persen (yoy), kredit konsumer tumbuh 9,63 persen (yoy), kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47 persen (yoy) serta kredit korporasi tumbuh 14,15 persen (yoy).

“Kredit mikro masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI dengan sharing mencapai 33,21 persen dari seluruh portofolio pinjaman, angka ini naik dibandingkan dengan posisi Maret tahun lalu sebesar 33,13 persen,” jelasnya.

Khusus untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini, BRI mendapatkan alokasi breakdown dari pemerintah sebesar Rp 86,97 triliun. Hingga akhir Maret 2019, BRI berhasil menyalurkan Rp 25,32 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur atau setara 29,11 persen dari total target yang telah ditetapkan.

Sementara Penghimpunan DPK tumbuh 13,18 persen (yoy), dari Rp 827,06 triliun pada kuartal I 2018 menjadi Rp 936,03 triliun. “Komposisi dana murah menjadi penopang utama DPK BRI, dimana tumbuh 14,01 persen secara yoy sehingga saat ini komposisi CASA BRI menjadi 56,28 persen,” ucapnya.

Faktor lain pendorong laba yakni perolehan Fee Based Income (FBI) tercatat Rp3,14 triliun atau tumbuh 16,49 persen secara year on year dibandingkan posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar Rp2,69 triliun. Untuk rasio perbankan lainnya, tercatat LDR BRI hingga akhir Maret 2019 yakni 91,39 persen dengan CAR 21,91 persen.

“Dengan rasio yang cukup kuat tersebut kami optimistis mampu tumbuh positif dan berkelanjutan hingga mampu mencapai target target yang telah ditetapkan di akhir tahun,” ucapnya.

BRI juga mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Hal tersebut tercermin dari perbaikan rasio kredit bermasalah, dimana hingga akhir Maret 2019 NPL BRI tercatat 2,41 persen atau lebih rendah dibandingkan NPL posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar 2,46 persen.

Di sisi lain, BRI meningkatkan NPL Coverage dari semula 174,81 persen menjadi 182,86 persen pada akhir Maret 2019. “Hal ini membuktikan bahwa dengan akselerasi penyaluran pinjaman yang telah dilakukan, Bank BRI tetap mampu menjaganya agar tetap prudent,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WbOIKM
April 24, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WbOIKM
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Menepis Polarisasi, Islam yang Wujudkan Persatuan

Umat Islam didorong wujudkan persatuan dan berpegang pada Alquran dan Sunnah

Dua hari lagi perhelatan pesta demokrasi lima tahunan akan dilaksanakan. Debat pamungkas pasangan calon presiden dan wakil presiden telah usai dipertontonkan kepada rakyat Indonesia sebagai penentu kemenangan salah satu diantara kedua pilihan calon tersebut, pada tanggal 13 April kemarin.

Tibalah saatnya pemilu 2019 memasuki masa tenang mulai Ahad. Namun, realita yang terjadi bukanlah masa tenang. Melainkan justru masa tenang tersebut tampak semakin meruncingkan perseteruan di kalangan tim sukses maupun masa pendukung masing-masing paslon. 

Terbukti, dalam beberapa hari belakangan ini cukup masif terjadi aksi peretasan akun media sosial milik beberapa tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi oleh oknum tak bertanggungjawab. Fakta terbaru yang begitu viral diperbincangkan oleh netizen adalah enam cuitan fitnah yang dilayangkan kepada Ustadz kondang Abdul Somad dalam unggahan akun twitter @saiddidu yang diretas orang tak bertanggungjawab. 

Demikianlah realita yang terjadi dalam perebutan status sebagai orang nomor satu di negeri demokrasi terbesar ketiga ini. Dan notabene rakyat pemilihnya merupakan mayoritas muslim, termasuk kedua paslon tersebut masing-masing dari mereka adalah muslim.

Padahal di satu sisi, gaung slogan persatuan santer menjadi buah bibir diantara mereka. Bahkan juga menjadi sebuah harapan yang cukup sering diteriakkan oleh masing-masing paslon tersebut. Namun, sejak awal proses kontestasi demokrasi digulirkan, justru polarisasilah yang sejatinya terjadi. Malah  seiringan dengan semakin dekatnya pesta demokrasi tersebut, terbukti polarisasi umat Islam di negeri ini turut menguat. 

Bertolak belakang halnya dengan gaung persatuan yang hambar di alam sistem demokrasi ini, sistem Islam di masa silam justru telah memberikan contoh nyata persatuan umat Islam yang hakiki. Bahkan persatuan tersebut berhasil menghantarkannya sebagai sebuah peradaban bermartabat nan mulia yang memimpin umat manusia selama kurang lebih 1400 tahun dan terbentang dalam 2/3 dunia. Karena memang Allah menyebut umat Islam dengan sebutan “ummatan wahidatan”, umat yang satu, seperti di dalam firman-Nya:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

Artinya: “Sesungguhnya umat kamu ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kamu, oleh sebab itu maka hendaklah kamu menyembah Aku”.(Q.S. Al-Anbiya : 92).

Selain itu umat Islam harus berpegang teguh kepada kitab suci Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi sumber rujukan Islam. Sebagaimana yang telah Allah perintahkan :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا…..

Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali agama Allah dengan bersatu-padu dan jangan terpecah belah……”. ( Q.S. Al-Imran [3]: 103).

Dari sini kita dapat melihat, bahwa Islam sangat mendorong persatuan. Dan di dalam Islam persatuan di tubuh umat Islam tersebut haruslah bersandar pada ikatan akidah Islam, bukan pada asas manfaat ataupun kepentingan individu dan segelintir orang.

Dengan demikian, realita polarisasi di antara umat Islam dalam kontestasi demokrasi saat ini, bukanlah sesuatu yang wajar melainkan ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan harus diperbaiki. Walhasil, hanya dengan kembali pada pangkuan sistem Islamlah, kita dapat menepis kuatnya polarisasi dalam tubuh umat Islam saat ini dan mewujudkan kembali persatuan yang hakiki. 

Wallâhu a‘lam bish-shawâb

Pengirim: Seviawati Polinggapo, SE, Aktivis Muslimah Pegiat Literasi Politik Ekonomi Islam

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KEgcrb
April 16, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KEgcrb
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Peneliti: Industri Halal Bukan Hanya Sertifikasi

Tak hanya sertifikasi, pemerintah perlu membangun ekosistem halal di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat Terbuka Kelima Capres dan Cawapres yang digelar pada Sabtu (13/4) malam kemarin, menyinggung terkait bagaimana upaya pemerintah ke depan dalam menggenjot industri halal dan ekonomi syariah di Indonesia. Sementara itu, salah satu hal yang paling dinanti oleh pelaku industri halal saat ini terkait Peraturan Pemerintah Jaminan Produk Halal (PP JPH) yang masih berada di tangan presiden.

PP JPH, sebagaimana dipahami publik saat ini di antaranya bakal mengatur terkait sertifikasi produk halal baik dari usaha besar maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu juga seiring dengan diwajibkannya seluruh produk halal untuk melakukan sertifikasi pada tahun ini.

Namun, Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah, Universitas Indonesia, Banu Muhammad, mengatakan, mengembangkan dan mendorong kemajuan industri halal tidak bisa hanya dengan sertifikasi semata. “Selama ini kita itu tidak benar-benar membangun industri halal, hanya mengurusi sertifikasi saja. Kita salah melihat ini semua,” kata Banu kepada Republika.co.id, Ahad (14/4).

Dosen Fakultas Ekonomi Syariah UI itu mengatakan, perlu ada political will yang besar terhadap industri halal. Hal itu, belum terlihat, karena sejauh ini lembaga yang mengurusi industri produk halal diserahkan kepada Kementerian Agama. “Semestinya ini juga berada di bawah Kementerian Perindustrian dengan bantuan Kemenag. Lintas sektor,” ucapnya.

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, industri halal baik yang terdiri dari keuangan syariah, industri pangan, komestik, pariwisata, hingga sektor garmen sekalipun dapat memberikan kontribusi sebesar 20 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB) nasional Indonesia. Karenanya, selama pola kebijakan hanya berkutat pada sertifikasi, sulit untuk mewujudkan industri halal yang kuat.

Ia menyatakan, lebih dari sekadar sertifkasi, pemerintah harus mulai membangun suatu ekosistem halal di Indonesia. Dimulai dari hulu hingga ke tingkat hilir. Dari pelabuhan halal, hingga rantai pasok produk-produk halal yang diproduksi langsung oleh pemain domestik. Di sisi lain, khusus pelaku usaha produk halal agar dapat menjadi prioritas penerima dari lembaga jasa keuangan syariah. Dengan begitu, pembiayaan diharapkan lebih mudah.

“Saat ini kita menjadi importir terbesar keempat di dunia untuk produk halal. Selandia Baru, Australia, sampai Brazil sudah serius dengan ini. Jadi bagi saya, yang paling penting itu keseluruhan rantai pasok,” ujarnya.

Kendati demikian, ia tak menampik, PP JPH untuk saat ini dibutuhkan semua pihak. Sikap dan respons pemerintah dinantikan oleh para pelaku industri halal hingga kalangan akademisi. PP JPH diharapkan lebih mengatur terkait teknis dan pembagian detail tugas antara kementerian lembaga.

Selain itu, PP JPH harus benar-benar memastikan ketersediaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan auditor yang memadai daerah dan level lembaga. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BP JPH), kata Banu, tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya lembaga yang mengurusi produk halal. Perlu kerja sama antar lembaga secara baik dan tepat.

“Jadi, segeralah terbitkan PP JPH,” tuturnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Pbi49r
April 14, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Pbi49r
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Kim Jong Un: AS Harus Ubah Sikap

Kim menginginkan pertemuan jika AS datang dengan sikap yang santun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan gagalnya pembicaraan dengan Amerika Serikat meningkatkan risiko kembali terjadinya ketegangan di masa lalu.

"Kim hanya akan tertarik bertemu kembali dengan Presiden Donald Trump jika Amerika Serikat datang dengan sikap yang santun," kata media pemerintah KCNA pada Sabtu (13/4).

Kim mengatakan bahwa dirinya akan menunggu AS memutuskan "hingga akhir tahun ini".

"Yang diperlukan adalah supaya AS menghentikan cara kalkulasinya saat ini dan datang kepada kami dengan kalkulasi yang baru," kata Kim dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi, Jumat Kemarin..

Trump dan Kim menggelar pertemuan sebanyak dua kali, yakni di Hanoi pada Februari dan Singapura pada Juni lalu. Keduanya membangun itikad baik, namun gagal menyetujui kesepakatan untuk mencabut sanksi, yang menjadi imbalan bagi Korea Utara lantaran meninggalkan program rudal dan nuklir miliknya.

Trump pada Kamis menuturkan dirinya bersedia kembali bertemu dengan Kim. Namun dalam pidatonya pada Jumat, pemimpin Korea Utara itu mengatakan hasil KTT di Hanoi memaksanya mempertanyakan strategi keterlibatan internasional dan perkembangan ekonomi, yang ia adopsi tahun lalu

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IgWYWI
April 13, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IgWYWI
via IFTTT
Share:

Monday, April 1, 2019

Arkeolog Temukan Gerai Makanan Cepat Saji Era Pompeii

Pompeii hancur setelah meletusnya gunung berapi Vesuvius pada 79 Masehi.

REPUBLIKA.CO.ID, CAMPANIA -- Para arkeolog menemukan gerai makanan cepat saji di bekas wilayah Pompeii. Gerai makanan berusia 2.000 tahun yang digunakan oleh orang Romawi pada masanya itu masih terpelihara dengan baik.

“Penemuan ini dilakukan di bagian Regio V Pompeii,” seperti dilansir Daily Sabah pada Senin (1/4) .

Orang Romawi menyebut gerai makanan cepat saji dengan nama termopolium. Perkakas makanan cepat saji ditemukan di situs tersebut yang diperkirakan menyediakan fasilitas memasak bagi penduduk miskin dan tak memiliki rumah. Terdapat juga bar makanan ringan dengan menu seperti ikan asin, roti kasar, anggur pedas, dan keju panggang.

Wilayah yang saat ini tidak dibuka untuk umum merupakan area yang dilakukan penggalian secara terus-menerus di situs arkeologi Pompeii sejak 1960. Wilayah Pompeii yang kini berada dekat kota Napoli atau di wilayah Campania, Italia hancur setelah meletusnya gunung berapi Vesuvius pada 79 Masehi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YHik4r
April 01, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YHik4r
via IFTTT
Share:

Friday, March 29, 2019

Solskjaer Ancam Pemain MU yang tak Serius Kejar Trofi

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menargetkan merebut trofi musim depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengatakan menargetkan merebut juara Liga Primer Inggris musim depan. Solskjaer yang baru diangkat menjadi pelatih tetap itu mengancam, pemain yang cepat berpuas diri bakal kehilangan tempat di skuat Setan Merah.

Solskjaer menandatangani kontrak tiga tahun melatih MU setelah sukses memenangkan 14 dari 19 pertandingannya selama menjadi pelatih sementara United. Ia mengingatkan seluruh pemainnya, untuk tidak cepat berpuas diri dengan apa yang dicapai saat ini.

"Mengangkat lagi trofi Liga Premier adalah yang kita harapkan, yang sudah pernah kita lakukan," kata Solskjaer yang enam kali mengantarkan United juara liga.

"Kita tidak boleh menunggu terlalu lama, kita tidak harus melakukannya secara bertahap. Tak bisa terjadi dalam semalam. Pemain yang cepat berpuas diri tidak akan bertahan lama di klub ini," tegasnya.

"Saya juga sama, saya tak bisa cepat berpuas diri hanya karena saya sudah mendapatkan tugas ini. Kita menatap ke depan. Kita harus lebih keras lagi. Saya kira para pemain tahu ekspektasi saya untuk masa depan," kata Solskjaer dalam laman ESPN.

Solskjaer mengaku sudah berbicara dengan wakil ketua eksekutif MU Ed Woodward mengenai pemain mana yang masuk dan keluar musim panas nanti. Dia berharap sudah membentuk skuat solid sebelum 13 Juli mendatang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JSaZvE
March 29, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JSaZvE
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Kiai Subchi, Ulama yang Pejuang 'Bambu Runcing'

Kiai Subchi membacakan doa Bismillahi Ya hafizh, Allahu Akbar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peran ulama melawan penjajah sungguh menginspirasi masyarakat luas. Mereka turut menggerakkan dan menggelorakan semangat para pemuda untuk berjuang melawan panjajah, khususnya pemuda yang berasal dari kalangan santri.

Para ulama tersebut berkontribusi secara pemikiran maupun langsung terjun ke lapangan untuk menyiapkan kekuatan melawan penjajah. Salah satu kiai pejuang yang ikut membangun kekuatan itu adalah KH Subchi, pengasuh Pondok Pesantren Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.

Sang alim kerap dijuluki sebagai Kiai Bambu Runcing karena dia memberikan doa-doa khusus untuk senjata bambu runcing yang digunakan para pejuang kemerdekaan. Dengan bekal bambu runcing itu, para pemuda berani tampil di garda depan bertarung dengan musuh.

Bambu runcing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perang kemerdekaan. Senjata ini terbuat dari sebilah bambu yang ujungnya diruncingkan. Senjata ini dipakai pada saat melawan penjajahan kolonial Belanda.

Di tengah serangan-serangan penjajah yang menggunakan senjata modern, bambu runcing menjadi salah satu senjata yang realistis yang bisa diharapkan saat itu.

Seorang musuh yang terkena tusukan bambu runcing tersebut tidak akan mati saat itu juga, tapi bisa berhari-hari kemudian, bahkan berbulan-bulan. Karena itu, senjata tradisional ini cukup dita kuti oleh tentara Belanda karena bisa merasakan sakit yang menyiksa sebelum kematiannya.

Bambu runcing saat itu juga sangat menguntungkan untuk membunuh lawan secara senyap karena tidak menimbulkan bunyi seperti halnya senjata api.

Pemberian doa-doa Kiai Subchi untuk bambu runcing tersebut telah diceritakan sekilas dalam buku berjudul Guruku Orang-Orang dari Pesantren (1974) karya menteri agama era Soekarno, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa ketika terjadi perlawanan di Surabaya pada 10 November 1945, hampir bersamaan dengan Hari Pahlawan, rakyat Semarang juga melakukan perlawanan terhadap tentara sekutu.

Dari peperangan tersebut, lahirlah pertempuran di daerah Jatingaleh, Gombel, dan Ambarawa antara rakyat Indonesia melawan sekutu. Kabar pecahnya peperang an di sejumlah daerah tersebut juga tersiar ke daerah Parakan. Kemudian, Laskar Hizbullah dan Sabilillah Parakan ikut bergabung bersama pasukan lainnya.

Setelah berhasil bergabung dengan ribuan tentara lain, mereka berangkat ke lokasi pertempuran di Surabaya, Semarang, dan Ambarawa. Namun, sebelum berangkat, mereka singgah lebih dulu ke Kawedanan Parakan untuk memperkuat diri dengan berbagai macam ilmu kekebalan dari Kiai Subchi.

Sementara, untuk senjata bambu runcing yang akan mereka gunakan, Kiai Subchi membacakan doa Bismillahi Ya hafizh, Allahu Akbar. Doa tersebut berarti: Dengan nama Allah, Ya Tuhan Maha Pelindung, Allah Mahabesar.

Doa khusus untuk bambu runcing itu pun menambah keyakinan para pejuang untuk berani mati melawan penjajah. Hingga akhirnya, mereka bisa meraih kemerdekaan. Untuk menghor mati jasa mereka, senjata bambu runcing itu pun dijadikan monumen di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TX6DXX
March 20, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TX6DXX
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

TNI Amankan 119 Mortir di Dago

Ratusan granat itu akan dibawa ke gudang amunisi di Paldam III Siiwangi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- TNI menghentikan proses pencarian granat mortir di sebuah rumah di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (6/3) sekitar pukul 16.46 WIB. Total, sebanyak 119 granat mortir berhasil diangkat dari dalam tanah.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0618/BS, Letnan Kolonel Infanteri M Heri Subagyo mengatakan, personel TNI sudah melakukan pengecekan ulang untuk meyakini masih ada tidaknya indikasi granat yang tertimbun. Pengecekan dilakukan pendeteksi logam milik Jihandak Yonzipur 3.

"Dari hasil pengecekan itu dinyatakan sudah tidak ada lagi. Jadi kami pastikan untuk sementara ini aman, jadi kita hentikan," kata dia di lokasi, Rabu (6/3).

Ia menjelaskan, dalam penelusuran pada Rabu (6/3), TNI berhasil menemukan 31 granat mortir. Ditambah dengan hasil penemuan di hari pertama, Senin (5/3), total ada 119 butir granat mortir yang ditemukan. Ratusan granat itu akan dibawa ke gudang amunisi di Paldam III Siiwangi. Nantinya, temuan itu akan diidentifikasi dan diselidiki lebih lanjut sehingga dapat diketahui sumbernya.

"Kita sekarang tak bisa prediksi menduga kemungkinan dari mana. Tapi nanti dari hasil penyelidikan, dengan data yang ada, akan kita kumpulkan data dari yang punya rumah, kita telusuri sejarahnya, baru nanti bisa memberikan dugaan," kata dia.

Sebelumnya, pada Selasa (5/3) warga dikejutkan dengan penemuan granat mortir di halaman depan rumah. Granat mortir itu ditemukan ketika pemilik rumah hendak menggali fondasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TzsJ2C
March 06, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TzsJ2C
via IFTTT
Share:

Iga Barasuara Ciptakan Lagu untuk Band SMA

Lagu berjudul Mimpi dan Matahari bertutur tentang perjuangan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Vokalis grup musik Barasuara, Iga Massardi, menciptakan lagu untuk anak-anak band SMA. Iga menciptakan lagu tersebut karena sedang terlibat dalam sebuah kompetisi band antar SMA yang digelar sebuah produk minuman.

Musisi berusia 33 tahun itu menuangkan idenya dalam lagu berjudul Mimpi dan Matahari. Menurut Iga, lagu ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup yang banyak cerita baik suka maupun duka. Lewat Mimpi dan Matahari, ia ingin menyampaikan akan ada hasil yang didapat lewat perjuangan.

"Ini menceritakan kalau loe punya tujuan, sampai sana nggak gampang. Kalau loe akan ketemu masalah, gimana sampai kesana nggak bikin putus asa," kata Iga dalam konferensi pers di Bandung, Rabu (6/3).

Menurut Iga lirik yang ditulisnya mengena pada anak-anak SMA yang tengah berjuang mencapai tujuannya. Walaupun sangat mengena pada kehidupan remaja, ia menilai lagu ini juga relevan ke semua umur. Perjuangan menggapai mimpi harus didukung dengan kerja keras.

"Kalau dari konsep musik, gue mencoba bikin ini sesimpel dan sesederhana mungkin. Melodinya sefamiliar mungkin," ujarnya.

Nantinya, lagu ciptaan Iga akan diaransemen ulang oleh finalis dan dibawakan saat tampil pada grand final. Ia berharap talenta-talenta dari band-band SMA bisa menghasilkan karya luar biasa. Pemenangnya pun akan menjadi bibit baru yang meramaikan industri hiburan di Indonesia.

"Talenta anak SMA dari tahun ke tahun di festival ini punya awareness besar dengan animo besar. Eksekusinya dari tahun ke tahun makin bagus makin matang. Tahun ini pastinya lebih canggih," tuturnya.

Tahun ini sebanyak 300 peserta dari 60 sekolah mengikuti audisi digital. Dari jumlah tersebut dipilih enam band yang akan tampil di grand final. Mereka akan bersaing menjadi pemenang yang nantinya akan dibuatkan lagu dan diorbitkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2J4PEyS
March 06, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2J4PEyS
via IFTTT
Share:

Friday, February 22, 2019

BPN: Tugas Presiden Adalah Berpihak

Anggota BPN, Ahmad Riza Patria

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Pascadebat, BPN menilai Jokowi sampaikan data, Prabowo sajikan konsep.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota BPN, Ahmad Riza Patria mengatakan, Prabowo menyampaikan penyelesaian permasalahan terkait impor, pangan, lingkungan, dan infrastruktur. Menurutnya, tugas Presiden bukan menyampaikan data. Tugas Presiden adalah berpihak.

Pascadebat kedua, Badan Pemenangan Nasional (BPN) menjelaskan perbedaan antara Calon Presiden, Joko Widodo dan Calon Presiden, Prabowo Subianto. Menurutnya, Jokowi menyajikan data sedangkan Prabowo menyajikan konsep dan strategi untuk Indonesia kedepan.

Berikut video lengkapnya.

Videografer: Havid Al Vizki | Video Editor: Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T5bxBO
February 22, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T5bxBO
via IFTTT
Share:

In Picture: Kuntul Mencari Makan di TPA Blang Bintang

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kawanan burung kuntul putih (babulcus ibis) mencari makan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Jumat (22/2/2019).

Kawanan burung yang biasa hidup di pesisir pantai dan hutan mangrove dengan memangsa ikan kecil dan parasit itu saat ini telah beralih dengan mencari makan ulat, cacing serta belatung di TPA.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Iuq06c
February 22, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Iuq06c
via IFTTT
Share: