Showing posts with label 2019 at 12:24AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:24AM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

KPU: 272 Petugas KPPS Wafat Hingga Sabtu Malam

Petugas KPPS yang jatuh sakit 1.878 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, mengatakan jumlah kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang wafat saat bertugas terus bertambah. Hingga Sabtu (27/4) malam, ada 272 KPPS yang meninggal dunia saat menyelenggarakan proses pemilu 2019.

"Jumlah KPPS yang meninggal dunia ada 272 orang. Kemudian yang jatuh sakit ada 1.878 orang, " ujar Evi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu malam. 

Sehingga, lanjut dia, total ada 2.150 KPPS yang tertimpa musibah hingga saat ini. Jumlah ini berasal dari 34 provinsi. Evi mengakui, jika ada penambahan jumlah yang cukup banyak dari sebelumnya.

Namun, menurutnya, disebabkan karena data dari sejumlah daerah belum dilaporkan.  "Sebab semua sedang sibuk menjalankan tahapan. Proses entry data ke situng KPU juga kan menjadi perhatian semua penyelenggara di semua tingkatan," tegas Evi.

Sebelumnya,  Komisioner KPU, Viryan mengatakan, masa kerja petugas KPPS tetap sesuai jadwal. Para KPPS masih akan bekerja hingga 9 Mei mendatang.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU), Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, masa kerja KPPS dimulai sejak 10 April 2019. Masa kerja KPPS berakhir pada 9 Mei 2019.

Sementara itu, untuk panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), bekerja sejak 9 Maret 2018. Kedua kelompok penyelenggara pemilu ad hoc ini akan mengakhiri masa kerjanya pada 16 Juni 2019.

"Iya (masa kerja) tetap sesuai jadwal. Untuk saat ini mereka (KPPS) hadir di kecamatan saat pembacaan hasil pemilu di TPS-nya, " ujar Viryan ketika dikonfirmasi.

Menurut Viryan, dengan masa kerja yang masih panjang, seluruh KPPS dan penyelenggara pemilu di lapangan wajib menjaga kondisi kesehatan. Kedua, penyelenggara pemilu wajib melayani semua pihak dengan adil.

"Jaga dan pastikan kotak suara aman dan tidak rusak. Bekerjalah dengan teliti dan pastikan pengisian sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara. Terakhir, janganmau digoda dan laporkan ke aparat bila ada ancaman/tekanan untuk melakukan manipulasi hasil pemilu oleh siapapun," tegas Viryan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L5bYJz
April 28, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L5bYJz
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Pegolf Malaysia Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Cina

Pihak PGA Tour menduga penyebab kematian Arie adalah karena sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, HAINAN – Pegolf asal Malaysia, Arie Irawan, meninggal di kamar hotelnya, di sebuah pulau di Hainan, Cina. Arie tengah menginap di sana mengikuti pertandingan Kejuaraan Sanya Seri Cina.

Pihak penyelenggara PGA Tour menjelaskan, Arie ditemukan meninggal di kamarnya, Ahad (7/4). Dalam sebuah pernyataan, pihak PGA Tour menduga penyebab kematian Arie adalah karena sakit. Namun, menurut pihak penyelenggara, tim koroner masih mencari tahu penyebab pasti kematian Arie.

“PGA Tour dan Asosiasi Golf Cina bersedih atas kehilangan salah satu anggota kami dan dengan tulus menyampaikan bela sungkawa terhadap istri Arie, Marina, serta orang tuanya, Ahmad dan Jeny. Karena menghormati keluarga, panitia membatalkan babak final Kejuaraan Sanya menjadi pertandingan 54 lubang,” ungkap PGA Tour dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Ahad (7/4).

Trevor Sluman, pemain golf asal Amerika Serikat yang juga menjadi salah satu peserta dalam turnamen itu menyampaikan belasungkawanya. “Hati saya tertuju kepada keluarga Arie dan istrinya, Marina. Seiring dengan sisa tur, kita memikirkannya saat ini. Hari ini sangat pahit, dan aku pikir sisa tahun ini akan didedikasikan untuk Arie dan dampaknya bagi turnamen ini,” kata Trevor.

Karier golf Arie sempat terganggu pada 2016. Ketika ia mengalami kecelakaan di atas moped dan absen selama beberapa bulan. Pekan ini, ia berada di peringkat 1.366 di dunia.

Arie menikah dengan Marina Malek pada Mei 2018. Terkadang, Marina akan bekerja sebagai caddy-nya. Meskipun Arie mengakui bahwa Marina tidak tahu banyak mengenai golf.

“Jika saya membuat skor buruk, dia akan mengatakan, ‘tidak apa-apa, tidak apa-apa.’ Dia akan membuatku tenang, rileks, dan bahagia. Itu sangat membantuku. Dia selalu ada untukku di saat-saat yang buruk dan menyenangkan,” ucap Arie kepada surat kabar Malaysia, The Star, tahun lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KgtjPn
April 08, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KgtjPn
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

Ini Langkah Hayati Setelah Dipecat dari ASN

Pemerintah menegaskan pemecatan Hayati bukan soal cadar, melainkan disiplin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemecatan Dr Hayati Syafri sebagai aparatur sipil negara (ASN) di IAIN Bukit Tinggi Sumatra Barat ini tidak membuat kegiatannya berkurang. Ia menjalankan kesibukannya dari mulai di sanggar hingga di yayasan.

"Hayati dilahirkan sebagai seorang aktivis sejak SD. Mohon doakan selalu bisa bermanfaat untuk investasi akhirat ya," kata Hayati saat berbincang dengan Republika.co.id, Ahad (24/2).

Hayati meminta maaf ketika lambat dalam merespons sambungan media telekomunikasi WhatsApp. Ia mengaku banyak kegiatan di dalam dan luar rumahnya yang menyita waktu.

Ibu dari delapan orang anak ini mengatakan, sejak di non aktifkan IAIN Bukit Tinggi Sumatra Barat, Hayati bersama beberapa temannya mendirikan Sanggar Quran program karantina satu tahun hafal Alquran 30 juz. Namun ia tidak menangani langsung di lapangan, tapi terlibat dalam penyusunan konsep bersama rekan-rekannya. 

"Tapi Hayat gak banyak handle di lapangan cuma sebagai konseptor saja itupun bersama teman-teman lainnya," katanya

Hayati mengatakan, saat ini juga aktif di kajian tentang parenting sebagai tim fasilitator parenting yayasan Minang Perduli. Di sana ia mengaku menjadi fasilitator terbaik.  "Bukan untuk pamer, tapi ini bukti kalau ternyata masyarakat sudah banyak yang menerima cadar dan tidak menganggap cadar sebagai pengganggu dalam proses pembelajaran," katanya.

Hayati menuturkan, kajian rutin parenting yang ia geluti diadakan oleh komunitas bismika yang diadakan sekali seminggu. Hayati juga menjadi pemateri di kajian parenting yang diadakan Bank Syariah Mandiri Bukit Tinggi.

"Pembinaan mahasiswa di komunitas Rabithah sekitar 50 an mahasiswa mengenai pengembangan diri dan komunitas mahasiswa Nurul Huda. Kadang juga diminta mengisi parenting untuk orang tua di lembaga  quran dan pengembangan diri untuk pelajar di Bukittinggi dan Agam," katanya.

Hayati mengatakan, Mahasiswa Nurul Huda itu merupakan kumpulan mahasiswa dan pekerja yang tergabung dari beberapa kampus dan rumah sakit.

Hayati Syafri belum memutuskan kapan akan menempuh jalur litigasi untuk menolak pemberhentiannya sebagai ASN. Sementara ini Hayati hanya baru bisa bespekulasi bahwa pemecetannya hanya karena dia bercadar.

Baca juga, IAIN Bukittinggi Bantah Pecat Dosen Hayati karena Cadar.

Spekulasi Hayati bahwa pemecetan sebagai ASN karena dia bercadar bukan tanpa dasar. Banyak bukti bahwa spekulasinya itu harus disuarakan agar tidak ada lagi perlakuan yang serupa dialami oleh orang lain. "Kemungkinan saya akan menempuh upaya hukum. Karena kalau kezaliman ini dibiarkan maka akan berlanjut ke hayati hayati lainnya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NpaR4L
February 25, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NpaR4L
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Airbus urged to produce aircraft components in Indonesia

Airbus will come up with concrete proposals on cooperation in aircraft maintenance.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Coordinating Minister for Maritime Affairs Luhut Binsar Pandjaitan called on French aircraft manufacturer Airbus to plan to produce its aircraft components in Indonesia. The request was conveyed by Luhut during a meeting with Airbus President of Asia-Pacific Jean-Marc Nasr held here on Monday.

"We requested them (Airbus) to plan to produce aircraft components with Dirgantara Indonesia (Indonesian aerospace manufacturing company). We then also urged them to make their aircraft tires in Indonesia," he stated.

The minister remarked that the demand to produce aircraft components in the country was aimed at the optimal utilization of raw materials in Indonesia.

"Some car tire manufacturers, such as Michelin, Dunlop, and GT, carry out their production activities in Indonesia, and a lot of our raw rubber had been optimally utilized in the production," he explained.

However, Luhut claimed to yet be uncertain about the amount of investment required by Airbus to realize the plan.

"They are still conducting some calculations for the production cost, number of components that can be produced here, and the investment value for the aircraft tire industry. Later, we will also offer them some cooperation with our aircraft manufacturing companies," he revealed.

He further noted that later on, the country's Airbus component production is also expected to create jobs for local labors. Luhut also encouraged Airbus to immediately cooperate with local airline companies in the aircraft maintenance business.

Luhut pointed out that two Indonesian local airlines -- Lion Air and Garuda Indonesia -- already had aircraft maintenance facilities in Batam and Bintan. The minister added that in April, this year, Airbus will come up with concrete proposals on cooperation in the aircraft maintenance business in Bintan and Batam.

"They (Lion Air and Garuda Indonesia) would like to work together for the maintenance of their Airbus 320 aircraft," he stated.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S8lGOl
February 05, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S8lGOl
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

TKN: Metode Kampanye Paslon 02 Tiru Propaganda Uni Soviet

Wakil Ketua TKN mengatakan tim kubu Prabowo gunakan metode firehouse of falsehood.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan kubu tim lawan menggunakan metode kampanye firehouse of falsehood. Johnny mengatakan metode itu digunakan oleh Uni Soviet, yang saat era perang dingin dan didaur ulang di banyak pilpres, termasuk Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

"Metode yang sama juga didaur ulang dan digunakan oleh Prabowo dengan membombardir ruang politik dengan kebohongan. Sebagaimana bunyi pidatonya di banyak tempat antara lain, seperti gosip Ratna Sarumpaet digebukin, tujuh konteiner setara 70 juta kertas suara sudah dicoblos, selang infus hemodialisis dipakai 40 orang di RSCM, dan Indonesia punah," ujarnya melalui pernyataan resmi secara tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (3/2).

Wakil Sekjen Parta Nasdem ini menambahkan, dengan cara demikian Prabowo dan timsesnya berpotensi merusak demokrasi dan Pilpres 2019. "Sungguh sangat disesalkan. Kami mendukung Pak Jokowi untuk menjelaskan secara gambalang gosip-gosip yang dimainkan," ucapnya.

Di antaranya terkait pribadi Jokowi, seperti isu PKI, antek asing, kriminalisasi ulama yang ia tegaskan semuanya adalah tidak benar. Menurutnya, hal itu dengan sengaja dihembuskan oleh Prabowo dan timsesnya untuk menghasut perasaan publik Indonesia agar membenci pemerintah secara khusus pribadi dan keluarga Jokowi.

Johnny menyebut, persaingan yang sangat tidak sehat dan selayaknya tidak diikuti seperti itu seharusnya ditinggalkan. Sebab, cara-cara tersebut sangat licik dan merusak bangsa Indonesia. Ia pun meyakini bahwa masyarakat Indonesia tidak akan ingin negaranya hancur karena persaingan yang tidak sehat.

"Apakah rakyat rela dengan persaingan ala Prabowo ini ? Kami meyakini bahwa rakyat sangat paham dan tidak rela bangsanya dihancurkan dengan cara licik seperti itu," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HPD5GW
February 04, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HPD5GW
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

Bhayangkara FC tak Khawatirkan Lini Belakang

Bek tengah yang dimiliki Bhayangkara belum lengkap hadir memperkuat tim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Teknik Bhayangkara FC Yeyen Tumena tidak mengkhawatirkan kondisi lini belakang timnya yang kebobolan empat gol oleh tim Liga 3 PSBL Langsa pada dua leg babak 32 besar Piala Indonesia 2018-2019. Ia percaya masalah ini bisa teratasi.

"Kami memiliki lima bek tengah. Insya Allah tidak ada masalah untuk Liga 1 musim 2019 nanti," ujar Yeyen di Jakarta, Jumat (1/2).

Menurut Yeyen, empat gol yang bersarang ke gawang Bhayangkara pada 32 besar Piala Indonesia terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah bek tengah yang dimiliki Bhayangkara belum lengkap hadir memperkuat tim.

Praktis mereka hanya memiliki dua nama di posisi itu, yakni Indra Kahfi dan Jajang Mulyana. Adapun tiga pemain lainnya, yaitu Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho dan Anderson Salles belum bergabung dengan skuat.

Nurhidayat dan Bagas masih menjalani latihan bersama tim nasional Indonesia U-22. Anderson yang merupakan pemain asing baru skuat berjuluk The Guardianm belum dapat berpartisipasi karena harus kembali ke kampung halamannya dengan alasan keluarga.

"Kami memang tidak bisa terus mengandalkan Jajang dan Indra. Mereka pemain senior yang seharusnya tidak bisa dimainkan secara simultan. Namun, tidak akan demikian halnya nanti di Liga 1. Meski demikian, kami tetap akan melakukan koreksi di lini pertahanan," tutur Yeyen.

Bhayangkara FC lolos ke fase 16 besar Piala Indonesia 2018-2019 setelah menaklukkan PSBL Langsa dengan skor 4-3 pada leg kedua babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Jumat.

Gol Bhayangkara ditorehkan Herman Dzumafo menit ke-14 dan 19, Indra Kahfi (52') dan Alsan Sanda (82'). Sementara gol-gol balasan PSBL Langsa dicetak Riza Riski (37'), Maulana Khalidi (54'), dan bunuh diri Jajang Mulyana (70'). Pada leg pertama, Bhayangkara juga menang susah payah dengan skor 2-1. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D3V9rd
February 02, 2019 at 12:24AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D3V9rd
via IFTTT
Share: