Showing posts with label 2019 at 11:31PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:31PM. Show all posts

Saturday, April 6, 2019

KPPU Desak Bulog Batalkan Impor Bawang Putih

Impor baru bisa dipahami jika memang darurat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendesak pemerintah membatalkan rencana bulog impor bawang putih. Komisi menyelidiki pula dugaan kelambanan seleksi Rekomendasi Impor Produk Hortikultira (RIPH) terhadap importir yang sudah melakukan wajib tanam. 

"Atau ada miss juga kenapa perencanaannya RIPH-nya jadi molor. Jadi kita masih pelajari hal itu, sebelumnya kita berikan rekomendasi. Jangan sampai impor oleh Bulog itu justru dimanfaatkan oleh sejumlah importir swasta yang ingin bermain "nakal" kata Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih, Jumat (5/4).

Ia mengungkapkan, pihaknya memang memantau penunjukkan impor oleh Bulog ini. Dan, terhadap kebijakan tersebut. pihak Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah dipanggil.

KPPU mengakui, keistimewaan impor bawang putih kepada Bulog sejatinya dapat dipahami, jika keadaan tersebut benar-benar darurat. Jika tidak, seharusnya impor tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jangan juga pelaku swasta yang melakukan impor, untuk menghindari kewajiban menanam lima persen meminjam tangan Bulog. Artinya sudah tidak lagi dalam persaingan yang sehat dengan pelaku usaha importir yang lain," imbuh Guntur.  

Ketua KPPU sendiri, Kurnia Toha menegaskan, pihaknya tetap meminta kebijakan itu dibatalkan. Ia  mengatakan, dalam prinsip persaingan usaha tidak boleh ada diskriminasi.  “Dilihat dari prinsip persaingan usaha gak tepat, kan untuk swasta harus menanam, tapi ini untuk ini kan (Bulog) tidak perlu menanam. Ini kan diskriminasi,” katanya. 

Diakui, KPPU tidak bisa memaksa pemerintah untuk tidak menjalankan kebijakan itu.  Komisi hanya bisa memberi nasehat.”Kita gak bisa menghukum pemerintah kan, tapi pemerintah yang baik tentu harus adil,” imbuhnya.

Terhadap kebijakan ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi IV meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan data pendukung yang menunjukan negara dalam keadaan darurat ketersediaan bawang putih.  Jika tidak, Dewan meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak menanggapi Rekomendasi Impor Produk Holtikultura yang diberikan Kementan.  Apalagi, kini operasi pasar digelar, menunjukkan adanya stok. 

“Kalau tidak bisa memberikan data pendukung, Kemendag jangan keluarkan izin impor Bulog itu. Karena akan merusak persaigan usaha. Kecuali ada darurat baru bisa,” tegas  Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Asman Natawijana, di Jakarta, Jumat (5/4). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U1Q3Ca
April 06, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U1Q3Ca
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Tiga Manfaat Jamur al-Kam’ah

Al-kam’ah adalah makanan dengan rasa enak serta bergizi tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jamur al-kam'ah atau al-faqa' (truffle) merupakan makanan yang kini digandrungi banyak orang. Selain memiliki rasa yang enak, harganya juga lumayan mahal. Bahkan, per kilogramnya dibandrol hingga Rp 120 juta. Jamur jenis ini banyak tersebar di Jazirah Arab.

Orang dahulu enggan mengonsumsinya karena tampilan yang buruk. Namun, kini masyarakat memahami makanan ini mengandung gizi yang tinggi. Dalam hadis riwayat Bukhari, Muslim, Hamad, Tirmidzi, dan Ibnu Majjah, Rasulullah diketahui pernah menyinggung tentang jamur al-kam'ah.

Kandungan air di dalamnya dapat menyembuhkan sakit mata. Al-kam'ah dapat ditemukan dekat batang pohon besar. Biasanya, jamur ini tumbuh di dekat pohon ek. Bentuknya seperti umbi-umbian. Biasanya, dalam satu lokasi terdapat 20 hingga 30 buah jamur ini.

Berikut ini adalah manfaat tanaman tersebut.

Menyembuhkan Penyakit Trakom

Cendekiawan Muslim Mu'tazbillah al-Marzuki dalam konferensi internasional kedokteran Islam di Kuwait mengatakan, al-kam'ah efektif untuk mengatasi trakoma. Itu adalah penyakit infeksi pada mata yang disebabkan oleh serangan bakteri.

Selain itu, ekstrak air al-kam'ah dapat mencegah terjadinya pembentukan jaringan ikat atau fibrosis pada penyakit trakoma. Bisa jadi, hal itu terjadi akibat netralisasi efek kimiawi racun-racun kuman penyebab trakoma.

Bergizi Tinggi

Al-kam'ah kaya akan protein hingga sembilan persen dari total komposisinya. Ada pula zat tepung hingga 13 persen dalam satu porsi, sedangkan lemak tidak lebih dari satu persen.

Selain itu, terdapat pula kandungan asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan keberlangsungan sel tubuh. Kandungan lain di dalamnya adalah fosfor, kalium, sodium, kalsium, dan vitamin B12 sehingga dapat mengobati kuku rapuh, bibir pecah-pecah, dan gangguan penglihatan.

Melancarkan Pencernaan

Jamur ini kini banyak dikonsumsi sebagai menu sarapan. Banyak orang membuatnya untuk campuran sup. Selain untuk pengobatan mata, jamur ini juga digunakan untuk melancarkan pencernaan. Namun, jika ingin memasak jamur ini, Anda haruslah hati-hati.

Salah-salah bukan memperlancar, jamur ini justru akan menghambat pencernaan. Beberapa orang yang menderita alergi, gatal, dan penyakit kulit lain tidak disarankan untuk mengonsumi jamur ini secara berlebihan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YnzrYO
March 24, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YnzrYO
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Low Season, Pelaku Usaha Penerbangan Diminta Optimistis

Pola menegaskan menurunnya jumah penumpang terjadi setiap tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak Januari hingga memasuki Febriari 2019, maskapai penerbangan mulai menghadapai kondisi low season. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti menilai semua pelaku usaha peneebangan harus optimistis. 

Polana mengakui siklus-siklus bisnis yang ada di penerbangan seperti low season dan peak season akan terjadi. "Low season biasanya terjadi di pertengahan januari  sampai bulan Febuari," kata Polana, Senin (11/2). 

Memasuki low season seperti itu, Polana mengatakan penumpang pesawat didominasi oleh pebisnis dan pekerja. Sementara itu, Polana menilai penumpang pesawat dengan  keperluan untuk berlibur atau wisata menurun.

Sedangkan peak season, Polana mengatakan biasanya terjadi pada pertengahan tahun, saat liburan sekolah, serta natal dan tahun baru. Selain itu, puncak peak season yang khusus terjadi di Indonesia yaitu libur Lebaran. 

Untuk itu, Polana menegaskan menurunnya penumpang hampir terjadi setiap tahun. "Memang kondisi low season yang merupakan siklus tahunan yaitu Januari, Februari. Lalu Maret baru mengalami peningkatan,” ujar Polana.

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub mencatat pada 2016 saat Januari jumlah penumpang 6,7 juta orang,  Februari 6,4 juta orang, Juli 8,7 juta orang, dan Desember 8,4 juta orang. Sementara itu pada 2017, saat Januari jumlah penumpang 7,7 juta orang, Februari 6,5 juta orang, Juli 9,5 juta orang, dan Desember 9,0 juta orang. Selanjutnya pada 2018, saat Januari jumlah penumpang 8,3 juta orang,  Februari 7,5 juta orang, Juli 9,7 juta orang, dan Desember 8,1 juta orang. 

"Jadi saya mengajak semua stakeholder untuk optimistis memandang bisnis penerbangan tahun ini akan terus tumbuh dan berkembang. Dan yang paling penting, harus tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, pelayanan dan patuh terhadap aturan-aturan penerbangan yang berlaku," jelas Polana.

Menurut Polana, sebagai bagian dari pola transportasi nasional, penerbangan merupakan salah satu pemacu dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Dengan berkembangnya penerbangan, Polana menilai akan menjadi pemacu tumbuh kembangnya perekonomian.

Dia menegaskan dunia internasional mengakui penerbangan menjadi salah satu pemacu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. "Penerbangan sebagai salah satu moda transportasi adalah urat nadi perekonomian suatu bangsa," tutur Polana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GqmZlJ
February 11, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GqmZlJ
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

KKP Diminta Fokus Benahi Data Penangkapan Digital

Inisiatif pembenahan perizinan perikanan tangkap harusnya dimulai sejak 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan dinilai perlu fokus membenahi keakuratan data hasil penangkapan ikan secara digital. Hal ini agar benar-benar dapat menjadi landasan pembuatan kebijakan sektor perikanan nasional.

"Fokus kepada upaya pendataan hasil penangkapan ikan secara digital atau 'e-log book'," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim di Jakarta, Ahad (10/2).

Menurut dia, seharusnya inisiatif membenahi perizinan perikanan tangkap sudah dimulai sejak 2014 dan melibatkan masyarakat perikanan skala kecil, menengah, dan besar. Kemudian, lanjutnya, apabila sudah dimulai, maka sebaiknya diujicobakan agar diketahui bagian mana saja yang perlu untuk diperbaiki.

Sedangkan fokus lainnya, ujar dia, adalah sehubungan dengan penerbitan izin penangkapan ikan menggunakan hasil kajian sumber daya ikan. Selanjutnya adalah pendelegasian kewenangan pengelolaan sumber daya ikan itu berdasarkan wilayah pengelolaan perikanan melalui pembentukan badan pengelola.

Sebelumnya, dalam acara Forum Perikanan Tangkap pada akhir Januari 2019, Menteri Susi menegaskan bahwa saat ini adalah momen tepat membenahi administrasi hasil tangkapan ikan.

Ia mengatakan pemerintah selama ini telah melakukan berbagai langkah yang membantu pengusaha dalam hal perizinan, seperti adanya langkah amnesti "markdown" (penurunan) ukuran kapal.

Menteri Kelautan dan Perikanan menuturkan, dirinya kerap ditanya oleh pejabat lainnya soal hasil ekspor hanya naik 10-11 persen, yang dinilai karena banyak hasil tangkapan yang tidak dicatat dengan selayaknya.

Menteri Susi menegaskan bahwa KKP tidak meminta tambahan penerimaan negara bukan pajak, tetapi hanya ingin laporan hasil tangkapan tercatat dengan baik dan benar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BpXqwD
February 10, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BpXqwD
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

In Picture: Paruh Babak The Reds Unggul 2-0

Gol dicetak Mane dan Wijnaldum.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Paruh babak laga Liga Primer Inggris antara Liverpool melawan Bournemouth di Stadion Anfield berakhir  dengan skor 2-0 untuk Pasukan Juergen Klopp, Sabtu (10/2). Liverpoola kembali berpacu untuk melengserkan pemuncak sementara klasemen Manchester City. Gol sementara dicetak oleh Sadio Mane pada menit ke-24 dan Wijnaldum selang 10 menit kemudian. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tesJGz
February 09, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tesJGz
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Kiai Ma'ruf Targetkan 60 Persen Suara di Bandung

Ma'ruf Amin berharap agar masyarakat Sunda memenangkannya dan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin yakin bisa memenangkan suara di Bandung pada Pilpres 2019 mendatang. Dia pun menargetkan untuk meraih 60 persen suara di Kota Kembang ini.

"Ya minimal 60 lah (target di Bandung, red). Kalau bisa secara nasional 70," ujar Kiai Ma\ruf saat ditemui usai menghadiri silaturrahim dengan para tokoh dan masyarakat Sunda di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (19/1)

Kiai Ma'ruf mengatakan, pada Pilpres 2019 mendatang, masyarakat Sunda harus memenangkan dirinya bersama Presiden Joko Widodo. Apalagi, Kiai Ma'ruf juga dianggap sebagai perwakilan dari orang Sunda di Jawa Barat.

"Saya kira saya sudah yakin, optimis dan harus memenangkan. 2019 tidak boleh kalah. Wakilnya orang Sunda, masa kalah di Jawa Barat. Itu tidak layak itu. Yakin menang," ucap Ketua Umum MUI ini.

Dalam kegiatan silaturrahim tersebut, Kiai Ma'ruf mendapat dukungan dari ratusan tokoh dan masyarakat Sunda, termasuk dukungan dari sesepuh Sunda, Solihin Gautama Purwanegara atau Mang Ihin.

Dia adalah Mantan Gubernur Jawa Barat dan pejuang kemerdekaan 1945 yang kini sudah berusia 92 tahun dan sangat dihormati oleh masyarakat Sunda.

Kiai Ma'ruf pun berterimakasih kepada Mang Ihin yang  telah memberikan dukungannya. "Wah ini luar biasa. Artinya, tokoh-tokoh Jawa Barat seperti Pak Solihin itu mendukung saya dengan mendampingi Pak Jokowi. Karena dianggap ini merepresentasikan Jawa Barat, Sunda," kata Kiai Ma\'ruf.

\"Oleh karena itu, otomatis punya pengaruh terhadap masyarakat sunda untuk memilih yang mana, yang ada orang Sunda-nya apa yang tidak ada. Itu motivasinya saya kira besar sekali,\" jelas Mustasyar PBNU ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CxMRrm
January 19, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CxMRrm
via IFTTT
Share:

Mendagri Afghanistan Mundur dari Jabatannya

Amrullah Saleh akan bergabung dengan tim pemilihan Presiden Ashraf Ghani.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Menteri Dalam Negeri Afghanistan Amrullah Saleh mengundurkan diri dari jabatannya Sabtu (19/1). Dia mundur agar bisa mencalonkan diri untuk menjadi wakil presiden Ashraf Ghani yang akan ikut pemilihan presiden untuk periode kedua pada pemungutan suara Juli.

Mantan pejabat tinggi keamanan Afghanistan itu mengatakan kepada Reuters lewat telepon bahwa ia telah mengundurkan diri dan dua sumber politik mengatakan dia akan bergabung dengan tim Ghani. "Dia ingin mencalonkan diri untuk jabatan wakil presiden," kata satu sumber di istana presiden di Kabul.

Saleh, yang memperoleh dukungan kuat di antara etnis minoritas Tajik Afghanistan. Berdasarkan sistem pemilihan Afghanistan, semua anggota pemerintah kecuali presiden dan wakil presiden harus mundur agar tetap menjalankan tugas.

Pada Desember, Ghani mengangkat Saleh, mantan perwira keamanan dan lawan Taliban yang tak kenal kompromi, bergabung dalam pemerintahannya. Pengangkatan Saleh dalam usaha meraih dukungan dari bekas para pesaingnya untuk mencalonkan diri lagi.

Pasukan Taliban mengalami kekurangan personel dalam menghadapi Taliban. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan untuk memangkas setengah jumlah tentara Amerika di negara itu. Namun Gedung Putih mengatakan sejauh ini belum ada perintah resmi mengenai pengurang tersebut.

Pemilihan presiden Afghanistan sekarang diminati oleh beberapa mantan pejabat dan politisi yang menantang Ghani yang diperkirakan akan mendaftarkan pencalonannya untuk masa jabatan kedua kalinya. Mantan panglima perang Gulbuddin Hekmatyar, yang para pejuangnya menewaskan ribuan orang di Kabul dalam perang saudara tahun 1990an juga akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada Sabtu.

Perpolitikan di negara itu didominasi oleh kesetiaan etnis, aliansi personal dan koalisi yang rapuh antara para pemimpin regional yang kuat. "Keputusan Ghani untuk mengikutsertakan Saleh dalam pemilihan presidennya mencerminkan bagaimana aliansi dibentuk dengan cepat dan perbedaan-perbedaan ideologi dikesampingkan," kata seorang diplomat Barat di Kabul.

Sedangkan keputusan Gulbuddin Hekmatyar untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dipandang oleh para pengamat sebagai usaha bekas panglima perang meligitimasi partainya Hizb-i-Islami. Faksi itu telah dipersalahkan melakukan kekejaman dalam perang saudara di Afghanistan, yang mendorong banyak orang Afghanistan menyambut kebangkitan Taliban pada 1996. Dengan harapan kelompok garis keras itu akan memulihkan hukum dan peraturan.

Pada 2003, Departemen Luar Negeri AS mencantumkan namanya sebagai teroris, menuduhnya ikut serta dan mendukung serangan-serangan oleh Alqaida dan Taliban. Tetapi Washington kemudian menyambut keputusan Ghani untuk menandatangani penjanjian perdamaian dengan Hekmatyar.

Pada 2016, Pemerintah Presiden Ghani memberi kekebalan kepada Hekmatyar. Namun mantan panglima perang itu mengambil sikap kritis terhadap pemerintahannya dan proses pemilihan parlemen pada 2018.

Setelah mengumumkan pencalonannya, Hekmatyar berjanji memulihkan perdamaian dan keamanan. Dia juga menyatakan pemerintahan saat ini telah gagal mengakhiri perang dengan Taliban.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RHfFYY
January 19, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RHfFYY
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Piala Asia: India Hancurkan Thailand, 4-1

India memuncaki Grup A Piala Asia 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- India menghancurkan Thailand dengan skor 4-1 dalam pertandingan Grup A Piala Asia yang dimainkan di Stadion Al Nahyan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Ahad (6/1) malam WIB. India membuka keunggulan melalui penalti Sunil Chhetri (27') yang mampu dibalas Teerasil Dangda (33') untuk Thailand, namun gol-gol yang dibukukan Chhetril (46'), Arinudh Thapa (68'), dan Jeje Lalpekhlua (80') memastikan kemenangan Blue Tigers, demikian catatan pertandingan di laman resmi AFC.

Hasil ini sekaligus membawa pasukan Stephen Constantine memuncaki klasemen grup dengan tiga angka, sedangkan Thailand harus menghuni posisi juru kunci. Thailand memulai laga dengan baik dan hampir unggul terlebih dahulu ketika Adisak Kraisorn memaksa kapten merangkap kiper India Gurpreet Singh Sandhu melakukan penyelamatan.

Namun, India membuka keunggulan berkat keputusan kontroversial dari wasit. Tembakan Ashique Kuruniyan dapat ditahan Chatchai Budprom dan bola memantul mengenai lengan bek Theerathon Bunmathan. Hal itu membuat wasit menunjuk titik putih, di mana pemain veteran Chhetri sukses menunaikan tugasnya sebagai eksekutor.

Bunmathan menebus kesalahannya enam menit kemudian, ketika tendangan bebas melengkungnya dapat ditanduk Dangda untuk menjebol gawang Sandhu. Chhetri kemudian membawa India kembali memimpin pada awal babak kedua, setelah mendapat bola hasil kerja sama Kuruniyan dan Udanta Singh, ia melepaskan sepakan ke sudut kiri atas gawang Thailand.

Tandukan Chhetri gagal berbuah gol sehingga ia batal mengukir trigol. Namun, Thapa memastikan India mendapatkan tiga poin pada menit ke-68, saat ia memaksimalkan umpan dari Singh.

Lalpekhlua menjadi pemain berikutnya yang menaklukkan Bootprom. Ia mengonversi operan Halicharan Narazary untuk membawa India mengungguli tuan rumah Uni Emirat Arab dan Bahrain di puncak klasemen Grup A.

Susunan pemain seturut laman resmi AFC:

Thailand (4-2-3-1): Chatchai Bootprom, Tristan Do, Chalermpong Kerdkaew, Pansa Hemviboon, Theerathorn Bunmathan, Thitipan Puangchan, Sanrawat Dechmitr (Korrakot Wiriyaudomsiri 58') , Adisak Kraisorn (Sumanya Purisai 79'), Chanathip Songkrasin (Siroch Chatthong 73'), Supachai Jaided, Teerasil Dangda

India (4-4-2): Gurpreet Singh Sandhu, Pritam Kotal, Anas Edathodika, Sandesh Jhingan, Subhashish Bose, Kunam Udanta Singh, Arinudh Thapa (Rowlin Borges 78'), Pronay Halder (Germanpreet Singh 87'), Halicharan Narzary, Muhammed Kuruniyan (Jeje Lalpekhlua 78'), Sunil Chhetri   (H-RF).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F7NHPn
January 06, 2019 at 11:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F7NHPn
via IFTTT
Share: