Showing posts with label 2018 at 08:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:38PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Persebaya Amankan Dua Pemain Kunci

Manajer Persebaya Candra Wahyudi mengapresiasi kesetiaan kedua pemain ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persebaya Surabaya memulai bursa transfer pemain dengan mempertahankan dua pemainnya, Ruben Sanadi dan Irfan Jaya. Kedua pemain itu jadi yang pertama meneruskan kariernya bersama skuat Bajul Ijo.

Irfan memang diisukan ditawar oleh beberapa tim. Namun faktor kenyamanan menjadi alasan utama Irfan memperpanjang kontraknya dengan Persebaya.

"Saya nyaman di Persebaya, sudah seperti keluarga. Saya akan terus bersama Persebaya pada musim 2019," kata Irfan seperti dilansir dari laman resmi Persebaya, Jumat (28/12).

Irfan memang tidak menampik dengan adanya tawaran dari tim lain. Irfan memperkuat Persebaya sejak 2017 di Liga 2 lalu. Dari saat itu pula, Persebaya menjadi pembuka jalannya menuju timnas Indonesia. "Banyak tawaran memang, tapi Persebaya prioritas. Tim ini yang mengangkat saya hingga seperti ini," jelas dia.

Hal serupa diungkapkan pula oleh Ruben. Pemain berusia 31 tahun ini lebih mementingkan kenyamanan tim dibandingkan dengan besarnya nominal kontrak. "Saya dan keluarga sudah merasa nyaman di Persebaya. Itulah yang membuat saya bersama keluarga yakin untuk tetap di Persebaya. Meski ada banyak tawaran dari klub lain dengan nominal yang lebih besar," ujar Ruben.

Manajer Persebaya Candra Wahyudi mengapresiasi kesetiaan kedua pemain ini. Menurutnya, para pemain Persebaya merupakan sosok pekerja keras dengan tanggung jawab penuh. "Saya bangga dengan loyalitas Ruben. Kami dari manajemen mengucapkan terima kasih, ia tetap bersama Persebaya musim depan," kata dia menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ag3gAg
December 28, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ag3gAg
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Polri: 222 Korban Meninggal Tsunami Banten Teridentifikasi

Yang sudah diambil keluarga 221 orang.

REPUBLIKA.CO.ID,  PANDEGLANG -- Polda Banten melaporkan hasil identifikasi korban tsunami di sekitar Pantai Selat Sunda, Banten. Total korban yang sudah teridentifikasi berjumlah 222 orang, berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB, Selasa (25/12).

Kabag Pensat Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari 222 orang yang sudah teridentifikasi, satu orang masih belum diambil oleh pihak keluarganya.

"Korban meninggal yang dapat kami himpun di RS Pandeglang 242 orang, data sudah teridentifikasi 222 orang dan yang sudah diambil keluarga 221 orang dan yang belum diambil oleh keluarga 1 orang," kata Yusri di Carita, Banten, Rabu (26/12).

Korban meninggal teridentifikasi yang belum diambil pihak keluarga yaitu atas nama Nurmala, 48 tahun warga Singkawang, Kalimantan Barat. Saat ini, korban sedang dibawa ke Jakarta oleh Kapolres Singkawang.

Di sisi lain, ia menyampaikan korban meninggal dunia di Lampung berjumlah 112 orang. Sebanyak 110 sudah teridentifikasi dan 107 yang sudah dibawa oleh pihak keluarga korban.

"Lima jenazah lagi belum diambil pihak keluarga dan masih ada dua jenazah yang belum teridentifikasi," katanya.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia di Banten dan di Lampung berjumlah 354 orang dan yang sudah teridentifikasi berjumlah 332 orang.

"Untuk total yang sudah diambil pihak keluarga 328 orang, yang belum diambil berjumlah 6 orang dan yang belum teridentifikasi berjumlah 22 orang," ujar dia.

Bagi masyarakat masih mencari keluarganya yang hilang, dapat menghubungi media center Humas Polda Banten atau bisa langsung menuju RS Berkah Pandeglang.

Berikut nomor atau kontak yang dapat dihubungi masyarakat untuk mencari anggota keluarga yang masih hilang: 0878-8005-2760, 0852-1167-2708, 0852-1167-2721.

Kemudian, masyarakat juga dapat menghubungi akun media sosial Polda Banten berikut:

Facebook : BIDHUMAS POLDA BANTEN

Instagram : Humaspoldabanten

Twitter : @bidhumas_banten

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TbOzVQ
December 26, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TbOzVQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

BPBD Sukabumi Siaga Bencana di Akhir Tahun

Akan dibuka posko siaga bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melakukan upaya persiapan aksi siaga bencana masa natal dan tahun baru. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana di lapangan.

‘’Kami mengantisipasi bencana melalui program langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna,’’ ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan Rabu (19/12). Terutama dalam menghadapi bencana di masa natal dan tahun baru.

Menurut Zulkarnain, kesiapsiagaan yang dilakukan bersifat cepat baik dalam penanganan kebencanaan serta dalam pelayanan penanggulangan bencana kepada masyarakat. Selain itu dengan meningkatkan peran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana

Upaya ini, kata Zulkarnaain dengan memperhatikan perubahan cuaca yang terjadi. Kesiapsiagaan juga dengan melihat tren bencana pada saat natal dan akhir pada 2016-2017 lalu.

Zulkarnain menuturkan, pada momen natal dan tahun baru 2016-2017 lalu jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah cuaca ekstrem sekitar 35.71 persen. Selanjutnya angin topan 17.86 persen, gempa bumi 17.86 persen, longsor 10.71 persen, kebakaran 14.29 persen, dan banjir 3.57 persen.

Rencananya ungkap Zulkarnain, pada momen natal dan tahun baru akan dibuka posko siaga bencana. Aksi ini dengan melibatkan personel dari petugas BPBD, pramuka, PMI, dan komunitas peduli lainya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Sukabumi secara resmi menetapkan siaga darurat bencana banjir dan longsor pada 1 Desember 2018 lalu. Kebijakan ini dilakukan untuk menghadapi potensi bencana akibat faktor cuaca ekstrem.

Hal ini dilandaskan pada keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 188.45/251-BPBD/2018 tentang Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kota Sukabumi. Zulkarnain menerangkan, status ini berhubungan dengan terjadinya cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada akhir 2018 dan diperkirakan akan terjadi sampai Mei 2018.

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QCfwoS
December 19, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QCfwoS
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

JK Serahkan Kasus Pelanggaran HAM Berat ke Polri-Kejaksaan

Kasus pelanggaran HAM berat telah melewati empat fase pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah tetap menugaskan kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu. Menurutnya, kasus pelanggaran HAM berat tidak terjadi pada pemerintahan sekarang, namun telah melewati empat fase pemerintahan.

"Pelanggaran HAM yang dikatakan berat pada masa lalu itu berarti sudah melalui empat pemerintahan, jadi bukan hanya di masa sekarang. Karena itu kejadiannya, ya hampir semuanya sebelum reformasi, waktu masih zaman kita otoriter.  Berarti, sama-sama kita bertanggung jawab," ujar Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Selasa (11/12).

Jusuf Kalla mengatakan, tidak mudah untuk memeriksa dan membuka kembali kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi puluhan tahun lalu. Oleh karena itu, pemerintah tetap menugaskan kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut kasus tersebut.

"Pemerintah tentu tetap menugaskan kepolisian dan kejaksaan, tapi kita tetap berusaha seperti itu, bukannya menghentikan, tapi tidak mudah," kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya Jusuf Kalla mengatakan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tidak hanya menimpa masyarakat. Menurutnya, selama ini pemerintah juga menjadi korban pelanggaran HAM.

Jusuf Kalla mencontohkan, insiden penembakan pekerja proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nduga, Papua merupakan bentuk pelanggaran HAM yang serius terhadap pemerintah. Dia menilai tindakan ini merupakan pelanggaran hukum yang sangat berat.

"Cenderung yang melanggar HAM selalu pemerintah, selalu orang lain, tapi juga masyarakat melanggar HAM, membunuh tanpa alasan terhadap semua orang yang ada di pengerjaan proyek itu pelanggaran hukum berat, jadi bukan hanya ditangkap seorang pelanggaran HAM, tapi juga aparat pemerintah dilanggar hak-hak asasinya," ujar Jusuf Kalla ketika memberikan pidato dalam peringatan Hari HAM Internasional di Gedung Komnas HAM.

Adapun Jusuf Kalla meminta Komnas HAM selaku lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan seadil-adilnya. Dengan demikian, diharapkan pemerintah tidak selalu dalam keadaan tertuduh.

"Kita harus selesaikan itu dengan baik, Komnas HAM saya rasa akan fair, sehingga pemerintah tidak selalu dalam keadaan tertuduh, pemerintah juga menjadi korban daripada hak asasi," kata Jusuf Kalla.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L9kgfU
December 11, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L9kgfU
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Jokowi Instruksikan Perubahan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Perubahan harus dilakukan secara terintegrasi dan juga masif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri di Istana Presiden, Jakarta, Senin sore (26/11). Menurut Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, rapat yang dilakukan secara internal ini membahas upaya pemerintah dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Terkait hal ini, Presiden pun menginstruksikan para menteri agar melakukan perubahan besar untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

“Arahan bapak Presiden, lakukan secara massif semua perubahan-perubahan untuk menangkap peluang di masa depan menjadikan kita menjadi pemenang di persaingan global,” ujar Nasir di Kompleks Istana Presiden.

Nasir menyampaikan, perubahan-perubahan harus dilakukan secara terintegrasi dan juga masif. Karena itu, upaya ini pun melibatkan seluruh komponen masyarakat baik PNS, pejabat, pegawai swasta, LSM, dll.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan upaya perubahan yang akan dilakukan pemerintah yakni dengan menerapkan teknologi informasi. Upaya itupun disebutnya telah diimplementasikan di perguruan-perguruan tinggi.

“Kalau PT tidak mengerjakan atau mengembangkan di situ pasti akan ketinggalan. Yang kedua proses teknologi informasi, ini harus kita lakukan pengembangan,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga mendorong perguruan tinggi untuk berinovasi dan terus mengembangkan program studi seperti yang selama ini diinstruksikan oleh Presiden Jokowi. Nasir mencontohkan, perguruan tinggi dapat mengembangkan prodi baru seperti ekonomi digital, logistik manajemen, supply manajemen, dll.

“Jadi PT harus berkreasi dengan baik. Kalau enggak berkreasi ketinggalan,” kata dia

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QnPq88
November 26, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QnPq88
via IFTTT
Share: