Showing posts with label 2019 at 09:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:04PM. Show all posts

Friday, April 12, 2019

ACT: Info Tsunami Sulteng Belum Bisa Dipastikan Kebenarannya

Info yang beredar salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai sudah terjadi tsunami.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGGAI -- Salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohamad Iqbal Rasyid, membenarkan gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Namun ia menyatakan kabar tsunami yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Hingga saat ini belum terjadi tsunami. Hanya saja, info yang beredar bahwa di salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai sudah terjadi tsunami. Tetapi info itu belum kredibel,” kata Iqbal seperti dikutip dari ACT News.

Sebelumnya gempa bumi kembali mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Kali ini, gempa berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi Tengah seperti Banggai Kepulauan, Luwuk, dan Morowali.

Melalui video yang dikirimkan kepada ACT News, tampak bahwa masyarakat yang terdampak gempa, salah satunya yang tinggal di Kota Luwuk, berhamburan memenuhi jalan dalam keadaan panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri setelah mendengar kabar air yang mulai naik. 

Gempa pertama kali mengguncang wilayah Banggai Kepulauan pada hari Jumat (12/4) pukul 18.40 WIB. Gempa berpusat di 85 kilometer (Km) Barat Daya Banggai Kepulauan dan berkedalaman 10 kilometer.

Kepala Humas dan Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa gempa tersebut dirasakan tidak hanya oleh penduduk Kabupaten Banggai Kepulauan. Gempa terasa kuat di Kota Palu sekitar 6 detik.

"Masyarakat panik dan keluar dari rumah. Gempa teras kuat di Kabupaten Luwu Timur sekitar empat detik. Gempa berpotensi tsunami Kab. Morowali, (belum bisa dikontak),” tulis Sutopo dalam keterangannya kepada media.

Sutopo juga mengimbau kepada pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota yang berada dalam status waspada supaya memperhatikan dan mengarahkan masyarakat supaya menjauhi pantai dan sungai.

Setelah sebelumnya gempa dinyatakan berpotensi tsunami, peringatan dini tsunami dicabut pada pukul 19.47. "Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:6.9, tanggal: 12-Apr-19 18:40:49 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG melalui akun Twitternya.

Situs BMKG mencatat bahwa setelah gempa pertama yang terjadi pukul 18.40, gempa susulan mengguncang dengan kekuatan 5,2 SR pada pukul 19.03 WIB dengan pusat gempa terletak 98 km Barat Daya Banggai Kepulauan, serta pada pukul 19.12 WIB dengan pusat gempa terletak 84 km Barat Daya Banggai Kepulauan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v6Jnsh
April 12, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v6Jnsh
via IFTTT
Share:

In Picture: Situasi Kota Luwuk Saat Dilanda Gempa 6,9 SR

REPUBLIKA.CO.ID, LUWUK — Warga Kota Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaporkan panik dan berlarian mencari tempat yang tinggi, setelah gempa bumi 6,9 skala richter (SR) mengguncang wilayah Banggai dan Banggai Kepulauan pada Jumat (12/4) malam pukul 19:40:49 Wita.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P7dglv
April 12, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P7dglv
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Enrique: Messi tak Pernah Bisa Selevel dengan Maradona

Eks pemain timnas Argentina menilai Messi tak bisa menyamai Maradona di timnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan gelandang Argentina, Hector Enrique menilai Lionel Messi tidak akan pernah bisa menyamai Diego Maradona. Baginya, Maradona adalah pemain Argentina terbaik sepanjang masa.

"Messi sayangnya mengalami kesulitan di tim nasional," ujarnya seperti dikutip dari Marca, Kamis (11/4).

"Saya berharap di Piala Dunia berikutnya, Messi akan memiliki keberuntungan. Tetapi Messi tidak akan pernah mencapai level Maradona," katanya.

Enrique yang membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia tahun 1986 mengatakan, Messi harus bisa bermain untuk timnas Argentina. Baginya, jika Messi tidak bisa mempersembahkan kualitas terbaiknya untuk timnas Argentina, lebih baik bintang Barcelona itu tidak usah bergabung dengan skuar Albiceleste.

"Yang saya inginkan adalah Messi bermain. Jika dia tidak bisa "bersenang-senang (di timnas)", lebih baik dia tidak datang," tegasnya.

Hector Enrique merupakan mantan pemain timnas Argentina yang bermain di posisi tengah. Enrique menjadi salah satu anggota skuat kala Argentina menjadi juara di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Enrique juga menjadi saksi kegemilangan Diego Maradona yang didaulat menjadi pemain terbaik dalam kompetisi itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gh28Qg
April 11, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gh28Qg
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Debat Capres, Jokowi: Ke Depan Perlu Pemerintahan 'Dilan'

Jokowi menilai perlunya reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan Pemerintah ke depan memerlukan pemerintahan yang digital melayani (Dilan). Karenanya, Jokowi menilai perlunya reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam segmen pertama visi misi debat keempat calon presiden Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

"Pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan yang 'Dilan' atau digital melayani. Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik," ujar Jokowi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Jokowi melanjutkan, Pemerintahan mendatang juga diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan. Selain itu, ia menilai perlunya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur dikuti selanjutnya, reformasi tata kelola.

Debat kali ini mengangkat tema "Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. Untuk bidang pertahanan, Jokowi menilai pentingnya kualitas SDM dan pengembangan kualitas SDM TNI dan Polri.

"Terutama teknologi persenjataan dan siber. Karena kedepan perangnya teknologi. Pengembangan alutsista di dalam negeri," ujarnya.

Jokowi menilai, Indonesia belum sepenuhnya mampu untuk mengembangkan hal tersebut, maka bisa bergabung dengan negara lain yang lebih dulu mampu.

Sementara di bidang politik luar negeri yang penuh dengan ketidakpastian dan proteksionisme meningkat, Jokowi menekankan pentingnya Indonesia berdiri tegak dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Namun, kata Jokowi, harus tetap berpegang untuk memperjuangkan kepentingan nasional

"Namun Indonesia harus berdiri tegak dan bermartabat dan jalankan politik luar negeri yang bebas aktif, bebas jalankan dan perjuangkan kepentingan nasional dan aktif dalam perdamaian dunia," kata Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V63G4J
March 30, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V63G4J
via IFTTT
Share:

Debat Capres, Prabowo: Saya akan Hadapi yang Ubah Pancasila

Prabowo menegaskan Pancasila sudah final.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa ideologi Pancasila sudah final.

Prabowo mengatakan, Pancasila adalah hasil suatu komporomi besar dan kecemerlangan dari generasi pendiri bangsa Indonesia. Kemudian pancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis, suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dan bahasa yang berbeda. Kompromi ini jugalah, kata dia, yang menghasilkan Republik Indonesia.

"Karena itu, kami bertekad untuk mempertahankan pancasila sampai titik darah yang terakhir. Pancasila adalah ideologi final," ujarnya saat pemaran visi misi debat capres, di Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Apalagi, Prabowo mengaku dirinya sejak berusia 18 tahun telah menandatangani sumpah untuk membela Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar (UUD 1945). 

"Jadi kalau ada yang mau mengubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya," katanya.   

Prabowo juga menyatakan bahwa demokrasi itu sebuah keharusan. 

"Demokrasi itu kan keharusan, demokrasi adalah sistem politik dari pada yang ada, sistem yang paling baik. Jadi, kita harus sikapi dengan semangat," ucap Prabowo.  

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat keempat calon presiden yang berkompetisi dalam Pemilu 2019.

Debat diikuti calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Debat keempat ini mengambil tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, dan hubungan internasional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CNc5D4
March 30, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CNc5D4
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Emil Berduka Ada Warganya Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar untuk berhati-hati jika berpergian ke luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berduka terkait seorang warga Kabupaten Bandung yang juga bos tekstil bernama Ujang Nuryanto (37) yang tewas karena menjadi korban mutilasi di Malaysia. Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar untuk berhati-hati jika berpergian ke luar negeri.

"Tentunya sangat berduka dan prihatin ya, sebagai pemimpin wilayah tentunya kami mengkoordinasikan agar pertolongan dan mendoakan agar pelakunya bisa segera ditemukan," katanya di Bandung, Kamis (14/2).

Pria yang akrab disapa Emil itu menitipkan kabar tentang tewasnya bos tekstil asal Kabupaten Bandung tersebut ke Kementerian Luar Negeri. Dia juga berpesan kepada warga Jawa Barat yang akan bepergian ke luar negeri untuk hati-hati.

"Kalau saya, kepada siapapun yang bepergian ke luar negeri  harus hati-hati karena jauh dari jangkauan aspek hukum dan kemudahan," ujar Emil.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Ujang Nuryanto, yakni Hermawan mengatakan pihaknya akan melaporkan beberapa orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut kepada polisi.

"Rencananya ini mau ke Polda Jabar, terkait ada yang mengancam lah disini, macam-macam lah, ada dua perusahaan yang akan kita laporkan dan beberapa orang," kata Hermawan.

Hermawan mengaku sudah memiliki alat bukti untuk membantu proses gugatan kepada pihak berwajib terkait tindak pidana yang diduga dilakukan oleh beberapa orang untuk melancarkan pembunuhan kliennya.

"Keterangan dari kepolisian sendiri, bukti chat, kita ada nanti kita sampaikan di polda untuk membantu penyelidikan," Katanya.

Hermawan menyebutkan saat ini masih menunggu penyelidikan dari Mabes Polri terkait sidik jari korban mutilasi yang diduga kliennya.  Dia menuturkan bahwa kliennya ini adalah pengusaha kain dan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga diketahui bahwa kliennya melakukan perjalanan ke Malaysia untuk bisnis kain dan menemui relasinya.

Ujang Nuryanto berangkat ke Malaysia pada tanggal 17 Januari 2019, namun sejak tanggal 22 Januari 2019 keluarga korban mengaku kehilangan kontak.  Keluarga menerima informasi tentang dugaan Ujang Nuryanto dibunuh mutilasi pada 26 Januari 2019 setelah Kepolisian Malaysia mengumumkan ditemukannya sesosok mayat yang telah dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Ujang Nuryanto diketahui adalah WNI asal Kampung Ciodeng, Kelurahan Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tmaKOc
February 14, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tmaKOc
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

In Picture: Uji Coba Timnas U-22 Vs Arema FC Bermain Imbang 1-1

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Timnas Indonesia U-22 bermain imbang 1-1 saat laga uji coba menghadapi tim Liga 1, Arema FC. Laga antara kedua kesebelasan berlangsung di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), pada Ahad (10/2). 

Ini menjadi pertandingan seri kedua bagi skuat Garuda, setelah uji tanding pekan lalu ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara FC.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BpOur5
February 10, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BpOur5
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

Pengawas HAM Minta Cina Tutup Kamp Konsentrasi Muslim Uighur

Kamp konsentrasi diduga menahan lebih dari 1 juta Muslim Uighur.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Observatorium Internasional Hak Asasi Manusia (IOHR) menggelar demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Cina di London, Inggris, Selasa (5/2). Mereka menuntut Cina menutup kamp konsentrasi yang disebut menahan lebih dari 1 juta Muslim Uighur.

"Kami berkumpul di sini hari ini untuk menyerukan Pemerintah Cina mengakhiri penindasan sistematis terhadap minoritas etnis Muslim Uighur di Xinijiang," ujar seorang organisator IOHR, dikutip laman Anadolu Agency.

Aksi tersebut diikuti lebih dari 100 orang. Sebagian dari mereka membawa poster bertuliskan "Hentikan Membunuh Uighur!". Ferida, salah satu demonstran mengatakan, apa yang dialami Muslim Uighur adalah sebuah ketidakadilan.

"Mereka dihukum karena mereka mengikuti keyakinan yang berbeda dengan (Presiden Cina) Xi (Jinping) dan partainya. Itulah satu-satunya kejahatan mereka; kepercayaan mereka," ujar Ferida.

Organisator IOHR mengatakan demonstrasi itu dan banyak lainnya harus mengingatkan Pemerintah Cina bahwa dunia tahu apa yang sedang terjadi. "Muslim Uighur tidak akan menderita dalam kesunyian atau kesepian. Kami akan berdiri di samping mereka," ujarnya.

Sekitar tiga tahun lalu, otoritas Cina melancarkan kampanye penahanan dan reedukasi di Xinjiang. Pengawasan terhadap etnis minoritas di sana, termasuk Uighur, diperketat. Bila tampak adanya sedikit kejanggalan, mereka akan segera ditarik ke kamp interniran.

Lembaga hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) telah menerbitkan laporan tentang situasi di Xinjiang. HRW menyebut terdapat sekitar 1 juta Muslim Uighur yang ditahan di kamp interniran.

Dunia internasional pun mulai menekan Cina. Saat Beijing menghadapi tekanan yang kian menajam, televisi pemerintah menyiarkan sebuah laporan berdurasi 15 menit yang membahas tentang pusat pendidikan dan pelatihan keterampilan di Xinjiang, Hotan selatan.

"Terorisme dan ekstremisme adalah musuh umum peradaban manusia," kata televisi pemerintah Cina yang disiarkan pada Oktober tahun lalu. Cina selalu mengklaim bahwa Xinjiang rawan disusupi ideologi ekstremisme dan terorisme. Pembangunan pusat pelatihan kejuruan adalah upaya untuk menangkal hal tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying menuding berbagai media asing menerbitkan banyak laporan keliru perihal pusat pelatihan kejuruan di Xinjiang. "Laporan-laporan itu sepenuhnya didasarkan pada bukti desas-desus atau dibuat dari udara tipis," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UKExvE
February 06, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UKExvE
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

PN Surabaya Gelar Sidang Perdana Ahmad Dhani Pekan Depan

Ahmad Dhani menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menetapkan jadwal persidangan perdana terhadap tersangka musisi Ahmad Dhani dalam perkara pencemaran nama baik pada 7 Februari mendatang. Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan dan dipimpin oleh Hakim R Anto Wiyono.

"Sudah ditunjuk tiga hakim yang akan menyidangkan perkara ini, yang dipimpin oleh Hakim R Anton Wiyono," kata Juru bicara PN Surabaya Sigit Sutriono kepada wartawan di Surabaya, Kamis (31/1).

Seperti diketahui, pentolan grup band Dewa 19 itu sebelumnya pada pekan lalu dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara ujaran kebencian. Saat ini, Ahmad Dhani saat ini sedang menjalankan masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta.

Sigit menjelaskan, dalam perkara yang akan disidangkan di PN Surabaya pada Kamis pekan depan, Dhani dijerat Pasal 27 ayat 3, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008, sebagaimana telah direvisi menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang Pencemaran Nama Baik.

Perkara ini, lanjut dia, terkait ucapan Ahmad Dhani di media sosial, yang dinilai menyinggung sebuah kelompok atau organisasi massa saat digelar aksi Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018.

"Selanjutnya terkait upaya mendatangkan Ahmad Dhani yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang untuk dihadirkan dalam persidangan di Surabaya menjadi wewenang kejaksaan," ujarnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Adytomo memastikan saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk melakukan pemindahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya.

"Sampai sekarang masih sedang kami upayakan pemidahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya agar lebih memudahkan jalannya persidangan di PN Surabaya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CT4eTz
January 31, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CT4eTz
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Persebaya Ikat Kiper Eks Persib

Djanur masih mencari satu kiper yang akan menjadi bagian tim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Persebaya Surabaya mengikat kiper eks Persib Bandung, Imam Arief Fadillah, untuk menambah kekuatan tim menjalani Liga 1 musim kompetisi 2019. Ini diungkapkan pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

"Imam Arief sudah tidak trial dan pasti akan bermain di Persebaya untuk musim depan," ujar Djanur, sapaanya, usai memimpin latihan dan uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (16/1).

Dengan bergabungnya kiper berusia 29 tahun tersebut, Bajul Ijo sudah memiliki tiga pemain di posisi tersebut, yakni Miswar Saputra, Ernando (kiper Persebaya U-16) dan Imam Arief.

Djanur masih mencari satu kiper yang akan menjadi bagian tim berseragam hijau-hijau itu untuk mengarungi musim depan, sekaligus memenuhi stok empat penjaga gawang.

"Satu nama masih kami incar dan semoga dalam waktu dekat berhasil. Khusus untuk Ernando, kami juga harus melihat dulu regulasinya, bisa atau tidak usia 16 tahun bergabung dengan senior," ucapnya.

Pada uji coba melawan PS Kota Pahlawan, Imam Arief turun selama 60 menit tanpa kebobolan. Ia jarang membuat penyelamatan karena tidak maksimalnya serangan lawan.

Ditemui usai berlatih, kiper berusia 29 tahun tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih dan manajemen tentang statusnya di Persebaya, termasuk kontrak secara resmi.

"Secara pribadi, harapan saya bermain di tim ini. Persebaya adalah tim yang saya banggakan dan impikan sejak lama," katanya.

Kiper berusia 29 tahun tersebut berkomitmen tampil habis-habisan membantu tim meraih hasil terbaik, dan tak mempermasalahkan status kiper utama maupun cadangan.

"Saya tidak pernah merasa bersaing dengan kiper lain, apalagi Miswar adalah kiper yang bagus. Semua saya percayakan ke pelatih dan berjuang demi Persebaya," kata kiper yang musim lalu sempat dipinjamkan ke PSM Makassar tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DehDqL
January 16, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DehDqL
via IFTTT
Share: