Showing posts with label 2019 at 01:43PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:43PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Belum Ada Kabar Soal Jurnalis yang Hilang pada Aksi 22 Mei

Hingga kini, keluarga Hasnan belum mendapatkan kabar terbaru

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Salah seorang warga asal Yogyakarta, Muhammad Said Hasnan, diduga hilang usai aksi 22 Mei di Jakarta. Hingga kini, keluarga Hasnan belum mendapatkan kabar terbaru dari Hasnan.

Paman Hasnan, Ustaz Jazir Asp mengungkapkan hingga kini belum ada informasi terbaru dari Hasnan. Keluarga pun belum mengetahui keberadaan Hasnan.

"Belum," kata Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan tersebut melalui pesan singkat, ketika dikonfirmasi Republika, Sabtu (25/5).

Senada, keluarga besar Masjid Jogokariyan masih belum ada yang bisa menghubungi Hasnan. Sekretariat Masjid Jogokariyan, Sudiwahyono mengatakan, belum ada pula kabar dari Hasnan.

"Belum ada kabar apapun," ujar Sudiwahyono, ketika dikonfirmasi apakah ada rekan-rekan di Masjid Jogokariyan yang sudah mendapatkan kabar dari Hasnan.

Sebelumnya, Hasnan diduga hilang setelah aksi 22 Mei di Jakarta yang berakhir ricuh. Ia merupakan seorang jurnalis dari Remaja Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang datang untuk meliput kegiatan massa di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tersebut.

Rekan Hasnan, Rizki, sempat melakukan pencarian dan pengecekan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Jakarta seperti RSUD Tarakan dan RS Cipto Mangunkusumo. Sayang, nama Hasnan tidak terdata.

Hingga kini, rekan-rekan dan keluarga Hasnan masih terus mencari keberadaan Hasnan. Termasuk, akan ke Polda Metro Jaya, Mako Brimob, RS Pelni dan RS Budi Kemuliaan.

Hasnan sendiri dikabarkan terakhir hilang kontak pada Kamis (23/5) malam. Kemarin, keluarga sudah meminta bantuan Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah untuk mencari tahu keberadaan Hasnan

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YRMstp
May 25, 2019 at 01:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YRMstp
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

Ojol Parkir Sembarangan, Adakah Solusi dari Pemprov DKI?

Kalaupun mau ditindak dengan cara tilang, petugas polisi tak boleh pilih kasih.

Tiap hari, saya selalu melihat puluhan motor ojek online yang parkir sembarangan di depan Pejaten Village. Bukan hanya di Penvil saja sebenarnya, di depan Stasiun Pasar Minggu pun saya juga melihatnya.

Cuma saya sebenarnya tak menyalahkan para ojol, karena justru dengan adanya mereka di depan stasiun maupun mal, memudahkan costumer seperti kami untuk menunggu. Lagipula budaya mangkal ini justru ditularkan oleh opang alias ojek pangkalan.

Kalaupun mau ditindak dengan cara tilang, petugas polisi tak boleh pilih kasih. Mereka harus terlebih dahulu menertibkan opang baru ojol.

Oleh sebab itu, saya memohon pemerintah provinsi maupun pihak mal menyediakan lahan khusus bagi para ojol ini. Alasannya karena saat ini solusi termudah mau kemanapun ditengah macetnya mobil dan motor di jalan ibukota ya naik ojek online.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Yci4ub
March 21, 2019 at 01:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Yci4ub
via IFTTT
Share:

Monday, March 18, 2019

De Vrij Merasa Luar Biasa Inter Menangi Derbi Milan

Inter menumbangkan AC Milan 3-2 di Stadion San Siro, Senin (18/3) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Bek Inter Milan Stefan de Vrij tidak dapat menyembunyikan kegembiraan usai timnya memenangani Derby Della Madonnina pada pekan ke-28 Serie A. Inter menumbangkan AC Milan 3-2 di Stadion San Siro, Senin (18/3) dini hari WIB.

De Vrij menilai Inter menunjukkan kinerja positif sebagai sebuah tim. Kendati ia mengakui kubunya cukup menderita ketika mendapat tekanan dari sang rival pada derbi Milan tersebut.

"Menderita untuk pada akhirnya meraih kemenangan rasanya luar biasa," kata penggawa tim nasional Belanda kepada Sky, dikutip dari Football Italia.

De Vrij membantah ada anggapan yang mengatakan La Beneamata kurang serius di Liga Europa. Pada pertengahan pekan lalu pasukan Biru-Hitam tersingkir di kompetisi tersebut. Inter gagal melewati adangan Eintracht Frankfurt. Menurut bek 27 tahun itu situasi kali ini berbeda. 

"Malam ini kami bermain mempertahankan keunggulan. Tapi ketika menghadapi Frankfurt kami kebobolan sejak terlalu awal," ujar De Vrij.

Bek Inter lainnya Danilo D'Ambrosio menegaskan, hasil ini membuktikan dominasi mereka atas Milan. Pada pertemuan pertama di Serie A musim 2018/2019, Nerazzurri keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.

Ia mengatakan, saatnya sejenak menikmati kemenangan, kemudian mempersiapkan diri menuju laga berikutnya.

"Masih ada sejumlah pertandingan sulit setelah jeda internasional," ujar D'Ambrosio.

Inter naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Italia. Dengan mengantongi 53 poin, Nerazzurri unggul dua angka di atas Milan di tangga keempat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Y3sAUA
March 18, 2019 at 01:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Y3sAUA
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Saksi: Terdengar Suara Keras Saat KRL Bogor Menabrak

Setidaknya 17 orang dilaporkan terluka akibat kecelakaan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kereta Komuter line dengan Kode KA 1722 keluar dari rel sekitar pukul 10.15 di lintas Bogor-Jakarta Kota, Ahad (10/3). 

Setidaknya 17 orang terluka akibat insiden tersebut. Sebanyak sembilan orang dievakuasi ke RS salak Bogor, dan delapan lainnya di pos kesehatan stasiun Bogor.

Agus Kusnadi ketua RT 001 RW 03 (59) seorang saksi mata mengatakan, sekitar jam 10-an ia bergegas keluar untuk mencari tumbuhan Gambas. Tiba-tiba langsung terdengar suara keras.

"Terutama waktu nabrak tiang listrik, kedengar sampai jauh," ujarnya kepada Republika.co.id, Ahad (10/3).  Menurutnya tidak ada orang ketika kejadian berlangsung,

Pihak KCI akan mengupayakan evakuasi terhadap badan Kereta yang anjlok. Kereta tersebut rencananya akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke stasiun cilebut, sementara bagian kereta yang mengalami anjlok masih akan menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana.

Menurut VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa, perjalanan KRL dari arah Bogor-Jakarta dan sebaliknya hingga saat ini velum bisa dijalankan sementara oleh pihak KRL.  Adapun jalur lain masih berlangsung normal.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Usa3Pj
March 10, 2019 at 01:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Usa3Pj
via IFTTT
Share:

Monday, March 4, 2019

Kecamatan Lengkong Bandung Inisiasi Program Umroh untuk Guru

Umroh guru dilakukan bekerja sama dengan PGRI, MUI, dan DKM

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kecamatan Lengkong di Kota Bandung menginisiasi program umroh untuk guru mulai 2019. Camat Lengkong TB Agus Muyadi mengatakan program itu dilakukan dengan bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Keluarga Masjid (DKM). PGRI bertugas menyeleksi guru teladan sedangkan MUI dan DKM menjadi pengelola dana.

Ia menjelaskan awal mula program itu dilakukan atas kerja sama Kecamatan Lengkong dengan Rumah Quran yang berada di Jalan Selontongan, Kecamatan Lengkong, Bandung. "Kebetulan kemarin mereka bantu korban First Travel. Kita berikan programnya, nyambung. Kebetulan sisa satu tempat dan kami berikan untuk guru berprestasi," kata dia di Balai Kota Bandung, Selasa (5/3).

Menurut dia, ada 22 guru yang mengikuti seleksi oleh PGRI. Tiga di antaranya merupakan guru honorer. Satu guru yang dinilai paling berprestasi akan diberangkatkan umroh di mana seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh Rumah Quran.

Namun Agus mengakui kesempatan guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) akan lebih besar untuk terpilih. Ini karena seleksi dilakukan secara serius termasuk menilai pendidikan dan latar belakang guru tersebut.

Karena itu, ia berinisiatif untuk menggalang dana memberangkatkan guru nonformal seperti honorer dan guru ngaji. "Kita siapkan untuk nonformal itu melalui (program) Sorga (sodakoh warga) dan saya berikan buku tabungan dari PGRI, tabungan masyarakat yang peduli pendidikan. Siapapun boleh melakukan infaq sodakoh. Nanti ujungnya dipakai untuk umroh itu kalau sudah terkumpul, bergulir saja," kata dia.

Agus optimistis program itu akan berjalan mandiri pada tahun-tahun berikutnya. Dengan mengandalkan tabungan PGRI dan Sorga, setidaknya dalam satu tahun dua guru yang dapat diberangkatkan umroh. Satu untuk ASN dan satunya untuk guru honorer atau guru ngaji.

"Programnya baru mulai tahun ini. Insya Allah lanjut, makanya saya beri buku tabungan ke PGRI. Saya ikut nyumbang duluan, lalu serahkan ke mereka. Dikelola pengurus PGRI. Siapapun boleh berkontribusi," kata dia.

Agus mengatakan apresiasi kepada guru itu dilakukan karena Kecamatan Lengkong memiliki banyak sekolah. Menurut dia, ada sekitar 90 sekolah di Kecamatan Lengkong. Sehingga pemerintah dalam hal ini kecamatan terinspirasi untuk memberikan hadiah bagi guru teladan dan berprestasi.

Ia menambahkan program Sorga juga dibuat untuk memberangkatkan umroh para guru ke depannya tak hanya dibuat untuk tujuan pendidikan. Lebih dari itu, dana yang terkumpul dari Sorga juga dapat digunakan untuk kegiatan sosial lainnya. Menurutnya dana yang dikumpulkan warga itu akan dikelola oleh MUI dan DKM. "Itu bisa membantu kegiatan yang tak tercover oleh APBD," kata Agus.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tSZpW4
March 05, 2019 at 01:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tSZpW4
via IFTTT
Share: