Showing posts with label 2019 at 06:00PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:00PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Mengenal Dua Cendikiawan Asal Maroko

Al-Murrakushi dan Ibnu al-Banna berperan besar di dalam perkembangan sains di Maroko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua cendekiawan, al-Murrakushi dan Ibnu al-Banna berperan besar di dalam perkembangan ilmu sains. Bersama-sama, mereka mengajarkan aritmatika, astronomi, dan aljabar.

Lebih jauh, mereka menularkan kimia dan sejarah kepada murid-muridnya. Al-Murrakushi memang tak menetap lama di Spanyol, tetapi kontribusinya sangat besar dan menganggap Maroko sebagai Tanah Airnya.

Dia bernama lengkap Abd al-Wahid al- Murrakushi dan lahir pada 1185 Masehi. Ia menimba ilmu di kota kelahirannya, Fez. Lalu, ia menempuh perjalanan ke Spanyol pada 1208. Pada 1217, dia pindah ke Mesir hingga akhir hayatnya. Karyanya pada 1224, melengkapi tulisan sejarah Dinasti Almohad dengan judul, Kitab al-Mu’jib fi Talkhis Akhbar Ahl al-Maghrib.

Kitab utama yang ia tulis adalah Jami’ al- Mabadi’ wal-Ghayat fi ‘Ilm al-Miqat yang digarap 1229-1230. Isinya mengenai astronomi, trigonometri, dan ilmu ukur astronomi. Ia dipandang sejajar dengan ahli matematika dan astronomi besar lainnya. Seperti al-Khwarizmi, al-Farghani, al-Battani, Abu al-Wafa, al-Biruni, Ibnu Sina, al-Zarqali dan Jabir bin Aflah.

Nama lainnya adalah Ibnu al-Banna yang bernama lengkap Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Usman al-Azdi. Dia lahir pada 1256. Geometri dan angka pecahan dikaji dengan baik dan pada masa selanjutnya ia menemukan teori matematika yang sangat menakjubkan. Ibnu al-Banna juga menulis banyak karya. Sebanyak 82 di antaranya bukan tulisan tentang matematika.

Dari temuan Ibnu Haydur, karya Ibnu al- Banna diperkirakan lebih dari 100 judul. Sebanyak 32 buah karya terkait matematika dan astronomi. Sedangkan, sisanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu, seperti linguistik, retorika, astrologi, tata bahasa, dan logika. Ensiklopedi Tanbih al-albab menjadi panduan hitungan pembangunan irigasi.

JJ O’Connor dan EF Robertson dalam Arabic Mathematics, A Forgotten Briliance mengatakan bahwa Ibnu al-Bann juga merumuskan almanak. Ia juga menyusun dua buku dengan judul Talkhis A’mal al-Hisab dan Raf’ al-Hijab. Talkhis dinilai sebagai karya terbaik Ibnu al-Banna dalam matematika.

Melalui karyanya ini, Ibnu al-Banna mengenalkan sejumlah persamaan matematika yang meyakinkan beberapa cendekiawan tentang simbolisme aljabar dikembangkan pertama kalinya dalam lingkungan cendekiawan Muslim oleh Ibnu al-Banna dan al-Qalasadi

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W0Ba3S
May 30, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W0Ba3S
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Mengenal Masjid Omari di Gaza

Masjid itu memiliki 38 kolom marmer dengan menara dan model gaya arsitektur Mamluk

REPUBLIKA.CO.ID,  GAZA --- Di Gaza, Palestina ada sebuah masjid bersejarah yang sempat menjadi tempat ibadah pemeluk agama lainnya. Ialah Masjid Agung Omar, di Gaza Palestina. Sebelumnya masjid ini adalah sebuah kuil dan menjadi gereja. Rumah ibadah itu kemudian diubah menjadi sebuah masjid pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Menurut Kepala Departemen Pariwisata dan Arkeologi Kementerian Pariwisata Palestina, Hayem Al Bitar selama masa pemerintahan Romawi dan Yunani, situs tersebut merupakan kuil untuk menyembah dewa Marna. Kuil itu dibangun pada masa pemerintahan kaisar Romawi, Hadrian.

Namun menurut arkeolog Dr. Salim Al Mubaid kuil itu kemudian diubah menjadi sebuah gereja pada 406 Masehi dan menjadi masjid pada 634 Masehi. “Itu merupakan masjid pertama yang melakukan shalat Jumat di Gaza setelah penaklukan oleh Islam,” kata Mubaid seperti dilansir Arab News pada Rabu (29/5). 

Selama perang Salib, bangunan tersebut berubah menjadi sebuah katedral Santo Yohanes yakni pada 1149 Masehi. Kemudian diubah kembali menjadi masjid pada 1192 Masehi. Kendati berubah fungsi namun bangunan  tersebut tetap mempertahankan arsitektur gotiknya. 

Menurut Mubaid area bangunan masjid diperluas selama masa pemerintahan Ottoman oleh Sultan Nasser Muhammad. Kendati sebagian masjid hancur selama perang dunia I. 

Masjid itu memiliki 38 kolom marmer dengan menara dan model gaya arsitektur Mamluk yang menjadi fitur paling terkenal. Bangunan tersebut memiliki bentuk persegi di bagian bawahnya dan segi delapan di bagian atas.

Pada masa Mamluk Sultan Al Zaher Baybars dibangun perpustakaan masjid sebagai ruang ilmiah bagi para sarjana. Ini sekaligus menjadi perpustakaan tertua di Gaza. Setelah memuat ribuan buku dan manuskrip tentang berbagai sains, perpustakaan dihancurkan selama Perang Salib dan Perang Dunia I. Andrian Saputra

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EIcnvP
May 29, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EIcnvP
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Temui Jokowi, Moeldoko Bahas Gugatan Prabowo di MK

Menurut Moeldoko, tuntutan dari Prabowo hampir sama dengan tuntutan pada 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Moeldoko, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (28/5). Menurutnya, pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas gugatan hasil pilpres yang diajukan Prabowo-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Ngecek, konsolidasi tentang perkembangan terakhir di MK seperti apa," ujar dia. 

Moeldoko menjelaskan, pertemuan tersebut membahas substansi gugatan yang diajukan oleh Prabowo. Menurutnya, terkait hal ini pun telah disiapkan oleh tim hukum Jokowi yang diketuai Yusril Ihza Mahendra. 

"Itu pasti Pak Yusril cs akan menyampaikan. Kalau penggunaan fasilitas negara, sebelum menggunakan sudah menanyakan," ujarnya.

Menurutnya, tuntutan dari kubu Prabowo hampir sama dengan tuntutan yang diajukan pada pemilu 2014 lalu. "Itu 2014 sama," ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EG1LxE
May 28, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EG1LxE
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Dosa

Kesalahan-kesalahan, relatif sama dengan dosa.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yusuf Mansur

Buat orang yang tidak tahu dosa itu seperti apa, tanya saja pada mereka yang lagi mengalami akibatnya. Emang juga, kalau belum ada akibatnya, enak-enak saja berbuat dosa. Asyik-asyik saja. Terlena. Lalai. Dan kalau Allah tak menghentikan, bisa-bisa benar-benar tenggelam, terkubur, dan tak bisa keluar lagi dari dosa.

Kesalahan-kesalahan, relatif sama dengan dosa. Ada yang tahu bahwa itu salah, bahwa itu dosa. Dan ada yang tidak tahu. Ada yang khilaf. Ada yang kebiasaan. Ada yang mampu mengendalikan dirinya, punya rem bagus. Ada yang tidak mampu. Namun semuanya sama.

Jika sudah dilakukan atau terlakukan, akan ada akibatnya. Sedikit banyaknya tergantung Kebijakan dan Kehendak Allah, dan fair kok. Tetap tergantung besar kecilnya tingkat kesalahan dan dosa itu, juga pelaku dan semua yang terkait. Nah, di sinilah fungsinya meminta maaf. Meminta ampun. Bertobat.

Allah menjanjikan, bukan saja akan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan manusia bila mereka minta ampun. Seberapapun besarnya dan banyaknya. Tapi juga Allah akan menutup kesalahan-kesalahan itu dan menutup segala akibat buruk perbuatan buruk itu. Bahkan, akan mengubah keadaannya menjadi lebih baik lagi. Plus bonus-bonus lain yang harusnya bisa menyenangkan pelaku-pelaku kesalahan dan dosa.

Coba? Bukan hanya diampuni loh. Tapi juga diperbaiki kesalahan dan akibat buruknya. Diubah keadaannya menjadi lebih baik. Plus bonus pula. Tapi karena tak yakin dan tak percaya sama Allah, atau bahkan tidak tahu, maka banyak orang yang tidak bisa meninggalkan perbuatan dosa.

Apa di antara bonus itu? Lebih disayang Allah. Disebut oleh Allah, lebih beruntung. Dan rezeki orang yang bertobat, maasyaaAllah, banyak. Lebih banyak malahan. Asal mereka istiqamah dan bersedia dicuci dulu sebentar. Ridha. Ikhlas. Menerima sedikit pencucian dosa.

Lalu apa kaitannya dengan Ramadhan? Pengampunan dan penyucian itu, jauh berlipat-lipat. Besar sekali bedanya dengan di bulan-bulan biasa. Makanya, jangan disia-siakan. Geber bener ibadah-ibadah. Geber betul amalan-amalan. Cari tau. Pelajari. Dan jalankan. Marhaban ya Ramadhan

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WuPTZa
May 27, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WuPTZa
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

PT KAI Minta Pemudik Patuhi Rambu di Perlintasan Kereta

Palang pintu kereta hanyalah alat bantu, kewaspadaan jadi sangat penting diperhatikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia juga akan terus mengimbau dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tata cara berlalu lintas di pelintasan jalur rel dengan jalan raya agar mematuhi rambu lalu lintas yang ada.

Di mana yang menjadi alat utama keselamatan ketika melintas di pelintasan KA dan jalan raya adalah rambu lalu lintas dengan tanda ‘STOP’. Berhenti, tengok kiri - kanan, apabila aman, bisa melanjutkan perjalanan.

Perihal tata cara keamanan di perlintasan ini juga diatur dan tertuang dalam Undang Undang Nomor 22 / Tahun 2009  tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya

“Perlu diingat bahwa palang pintu dan penjaga pelintasan hanyalah alat bantu keamanan semata, kewaspadaan dan kehati- hatian juga penting dilakukan oleh masyarakat pada saat akan melalalui perlintasan kereta api,” ungkap Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro.

Dari sisi pengamanan, masih jelas Krisbiyantoro, PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang mengerahkan petugas keamanan dengan jumlah total mencapai 615 personil, yang terdiri dari tenaga keamanan pegawai KAI (POLSUSKA) sebanyak 119 personil dan tenaga keamanan non pegawai KAI sebanyak 496 personil.

Sebanyak 119 anggota POLSUSKA di antaranya akan melaukan pengawalan selama perjalanan kereta api dan juga melakukan pengamanan di stasiun maupun sepanjang jalur KA di Daop 4 Semarang

Sedangkan tenaga keamanan non pegawai Kereta Api Indonesia tersebut, akan terbagi menjadi dua, yakni tenaga keamanan internal reguler yakni security sebanyak 378 personil  dan tenaga keamanan BKO (Bantuan Keamanan Operasi) dari TNI/Polri sebanyak 118 personil.

PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang juga mendapatkan bantuan enam ekor anjing pelancak (K9), yang ditempatkan di Stasiun Semarang Tawang serta Stasiun Semarang Poncol.

Hal yang menjadi fokus pantauan seluruh petugas keamanan  yakni keamanan di area stasiun, keamanan di dalam rangkaian kereta api, keamanan di sepanjang jalur kereta api, serta keamanan aset vital yang terkait dengan operasional perjalanan kereta api.

Sedangkan guna menjamin layanan kesehatan penumpang selama Angkutan Lebaran 2019 berlangsung, dilakukan dengan mengerahkan tenaga kesehatan yang terdiri dari enam orang dokter dan 16 orang tenaga paramedis.

Selain itu juga menambah 4 orang dokter dan 26 orang tenaga paramedis yang merupakan tenaga bantuan dari luar PT KAI. Sebanyak 52 personil kesehatan tersebut di tempatkan di enam Pos kesehatan yang berada di Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Semarang Poncol , Ngrombo dan Cepu.

“Sarana penunjang kesehatan lainnya, yang disiapkan di antaranya 1 unit Ambulance Stand by di Stasiun Semarang Tawang, serta lima unit Ambulance On Call untuk wilayah Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Ngrombo, Cepu).

“Selain itu, pihak PT KAI Daop 4 juga telah bekerja sama dengan 29 Rumah sakit yang tersebar dari Tegal hingga Cepu,” tandasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X6TKsH
May 26, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X6TKsH
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Jelang Mudik, Purwakarta Perbaiki PJU yang Rusak

Ada 900 titik PJU yang alami kerusakan.

REPUBLIKA.CO.ID,  PURWAKARTA -- Jelang arus mudik lebaran 2019, Pemkab Purwakarta memerbaiki penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami kerusakan. Dari 3.600 PJU yang tersebar di seluruh wilayah, yang mengalami kerusakan mencapai 900 titik. Salah satu kerusakannya, yaitu lampunya mati.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Purwakarta, Agung Wahyudi, mengatakan, Purwakarta siap menyambut mudik lebaran. Karenanya, segala pendukungnya mulai dibenahi. Termasuk, penerangan jalan umum. Mengingat, keberadaan PJU di jalur mudik ini sangatlah penting.

"Saat ini, secara bertahap kami mulai memerbaiki PJU yang rusak di sepanjang jalur mudik. Sebab, kita ingin saat mudik nanti jalur sudah caang (terang)," ujar Agung, kepada Republika.co.id, Jumat (24/5).

PJU yang diperbaiki ini, meliputi wilayah perkotaan dan pedesaan. Seperti, jalan nasional Bungursari-Sadang. Lalu, jalan alternatif Purwakarta-Wanayasa. Serta, jalan nasional Purwakarta-Bandung via Padalarang.

Dengan adanya perbaikan PJU yang rusak ini, diharapkan bisa memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi para pemudik yang melintasi Purwakarta. Terutama, pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Distarkim Purwakarta, Kosasih, mengatakan, dari 900 titik PJU yang rusak ini, telah diperbaiki 800 titik. Sisanya, 100 saat ini sedang dikebut perbaikannya. Targetnya, sebelum H-7 lebaran sudah rampung.

"Kerusakannya ini, tak terlalu parah. Seperti, mengganti kabel yang putus atau mengganti lampunya (bohlam) yang mati," ujar Kosasih.

Karena itu, delapan petugas khusus pemeliharaan PJU bekerja hampir 24 jam. Ketika ada laporan PJU rusak, maka tim tersebut langsung turun ke lapangan untuk segera memerbaikinya.

Adapun anggaran untuk pemeliharaan PJU ini, mencapai Rp 400 juta dalam setahun. Jika menilik dari nominalnya, anggaran tersebut masih kurang ideal. Sebab, hanya mampu mencover 900 titik PJU. Sedangkan, total jumlah PJU yang ada di wilayah ini mencapai 3.600 titik.

"Meski demikian, kita tetap optimistis, menjelang mudik semua jalur yang dilintasi pemudik akan terang. Karena, pemeliharaan ini fokus pada PJU yang ada di sepanjang jalur mudik," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Euq3KJ
May 24, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Euq3KJ
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

Teori Keynes yang Mirip Ibnu Khaldun

Teori Keynes yang mirip Ibn Khaldun diaplikasikan Amerika guna mengatasi depresi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jean David C Boulakia dalam artikel berjudul ‘’Ibn Khaldun: A Fourteenth Century Economist’’, konsep peran pemerintah dalam kebijakan stabilisasi untuk menghasilkan kelebihan permintaan dalam ekonomi dirumuskan Ibn Khaldun lima abad sebelum John Maynard Keynes. Ekonom Inggris itu mencetuskan teorinya pada awal abad ke-20 yang akhirnya menjadi panutan seluruh dunia. 

Sama seperti Ibn Khaldun, Keynes juga menekankan pentingnya kelebihan permintaan yang diciptakan pemerintah untuk meningkatkan output (produksi), menciptakan proyek padat karya seperti infrastruktur (public works), dan meningkatkan kepercayaan diri kalangan dunia bisnis untuk meningkatkan lapangan kerja.

Teori Keynes yang mirip Ibn Khaldun diaplikasikan Amerika lewat berbagai proyek infrastruktur masif untuk mengatasi dampak Depresi Hebat tahun 1930. Kebijakan ini diulangi lagi untuk memperingan dampak krisis finansial global tahun 2008. 

Sementara itu, dalam soal spesialisasi, pembagian tenaga kerja (division of labor), dan teori nilai, apa yang dikemukakan Ibn Khaldun ternyata bersinggungan dengan teori yang dicetuskan Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823).

Ilmuwan Muslim se jak abad ke-7 sebenarnya sudah menyatakan bahwa tenaga kerja adalah sumber utama penentuan nilai. Adalah Ibn Khaldun yang melengkapinya dengan menyatakan bahwa,’’Mulanya tidak ada apa pun kecuali tenaga kerja, walau sebenarnya hal itu tak diinginkan oleh mereka namun nilai itu ditentukan darinya.’’

Ibn Khaldun tak menafikan bahwa keahlian juga menentukan nilai, namun ‘’Nilai dari laba dan modal harus me masukkan nilai dari tenaga kerja. Tanpa tenaga kerja, tak bakal ada keuntungan.’’ 

Ekonom Skotlandia David Hume (1711-1776) kemudian mengambil inspirasi ini dalam buku Political Discourses yang terbit pada 1752 dengan menu liskan ‘’segala yang ada di dunia ini dibeli dengan tenaga kerja’’ yang kemudian dijadikan catatan kaki oleh Adam Smith dalam buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations yang terbit tahun 1776 bahwa ‘’Apa pun yang dibeli dengan uang sebenarnya dibeli dengan tenaga kerja, sebanyak kerja keras yang mampu di la kukan tubuh kita.’’ 

Menurut pemikiran Adam Smith yang kemudian dikembangkan oleh David Ricardo, nilai suatu objek sebanding dengan waktu yang digunakan oleh tenaga kerja untuk memproduksinya. Karl Marx (1818-1883) dalam buku Zur Kritik der Politischen Ökonomie kemudian menyimpulkan bahwa ‘’upah buruh harus sebanding dengan hasil produksinya.’’ 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wlghWJ
May 23, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wlghWJ
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Presiden Belum Dapat Laporan Soal Korban Aksi 22 Mei

Presiden Jokowi sejak Rabu pagi berkantor di Istana Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum mendapat laporan terkait korban jiwa dan korban luka-luka akibat aksi massa yang terjadi di ibu kota sejak Selasa (22/5) petang. Pernyataan ini disampaikan Presiden di Istana Merdeka pada Rabu (22/5) sore setelah sejak pagi berkantor di Istana Bogor.

"Belum (dapat laporan)," kata Jokowi singkat kepada wartawan, Rabu (22/5).

Senada dengan Presiden, Kepala Staf Presiden Moeldoko sebelumnya juga menyatakan belum bisa mengklarifikasi laporan korban. Moeldoko menjelaskan, pihaknya masih mendalami seluruh laporan di lapangan terkait jatuhnya korban, baik dari sipil atau aparat keamanan.

"Masih didalami, saya belum bisa berikan klarifikasi karena mesti harus ada kepastian seperti apa kondisi yang melatarbelakangi, kenapa bisa terjadi seperti itu, nanti akan bisa diungkapkan" jelas Moeldoko di kantornya.

Moeldoko mengaku tidak ingin buru-buru menyampaikan informasi soal korban karena dikhawatirkan malah semakin menimbulkan kesimpangsiuran. Mantan Panglima TNI ini menyebutkan, pemerintah dan aparat keamanan terus melakukan upaya eliminasi terhadap perkembangan situasi, baik dari tataran politik atau taktik di lapangan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meninjau Rumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat. Ia menyebut, per pukul 09.00 WIB ada enam korban meninggal dan lebih dari 200 orang luka-luka akibat kerusuhan di sekitar Bawaslu RI, KPU RI, dan Petamburan, Tanah Abang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qj6VnJ
May 22, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qj6VnJ
via IFTTT
Share:

Sejarah Tradisi Berbagi Hindangan Berbuka dan Sahur

Ada banyak versi sejarah yang menyebutkan perihal awal mula tradisi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ada tradisi unik dan khas yang hanya dapat dijumpai selama Ramadhan, yaitu berbagi hidangan berbuka ataupun sahur. Kegiatan yang di kalangan masyarakat Timur Tengah akrab disebut ma’idat ar-rahman atau “hidangan Tuhan” banyak dilakukan oleh Muslim seantero dunia. Biasanya, aktivitas itu berlangsung di masjid- masjid, perkantoran, dan yayasan-yayasan tertentu.

Bahkan, lebih unik lagi, kini selangkah lebih maju, jamuan berbuka atau sahur tersebut diantarkan (delivery) langsung kepada mereka yang tengah berpuasa. Ada yang disalurkan di jalan-jalan atau tak sedikit yang diantar di depan rumah.

Sejak kapankah tradisi maidat ar-rahman itu muncul?

Ada banyak versi sejarah yang menyebutkan perihal awal mula tradisi tersebut. Dalam esai berjudul “Mawaid Ar Rahman; Tarikh min At Taqarrub Ila Allah” dalam koran Al Ahraam Du’a Kamal diuraikan beberapa versi sejarah munculnya tradisi memberikan hidangan atau berbuka itu.

Ia mengatakan bahwa sebagian pakar sejarah meyakini akar tradisi “hidangan Tuhan” sudah muncul pada zaman Rasulullah SAW. Saat berada di Madinah, sejumlah delegasi dari Thaif yang masuk Islam memutuskan berdomisili sementara di kota yang konon bernama Yatsrib itu. Rasulullah bersama Bilal bin Rabah mengantarkan sajian berbuka dan sahur kepada mereka.

Tradisi positif ini dilanjutkan oleh para khalifah sesudah Rasulullah. Khalifah Umar bin Khatab bahkan pada 71 H mendirikan Dar Ad Dhiyafah, sebuah lembaga yang didirikan khusus untuk menyambut para tamu dan melayani mereka yang berpuasa.

Aktivitas inipun menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya di kawasan Arab dan wilayah sekitar. Di Mesir, misalnya, tradisi tersebut tumbuh dan berkembang sebagai bagian budaya yang mengakar di masyarakat. Menurut Du’a, sang kolumnis, tradisi “hidangan Tuhan” di Mesir memiliki sejarah panjang. Ia menyebut, Al Laits Bin Sa’adlah yang menyebarkan tradisi itu. Ia adalah ahli fikih yang kaya dan hartawan.

Meskipun santapannya selama Ramadhan sangat sederhana, tetapi ia menyajikan menu terlezat bagi mereka yang berpuasa. Menu favorit yang disajikan kala itu ialah bubur, hingga terkenal dengan sebutan “bubur al-Laits”.

Ketika Ahmad Ibn Thulun mendirikan Dinasti Thulun pada 868 M-967 M, tepatnya pada tahun keempat masa pemerintahannya, ia mengumpulkan para jenderal, saudagar, dan tokoh-tokoh penting dalam jamuan pada hari pertama puasa. Dalam pertemuan itu, ia menyerukan agar mereka berbagi atas keleluasaan harta yang mereka miliki terhadap para dhuafa dan golongan yang membutuhkan.

Sedangkan, pada era Dinasti Fatimiyah (909-1171 M) berdiri lembaga yang dikenal dengan sebutan Dar Al Fithrah. Salah satu tokoh terkemuka yang aktif bergelut dan menghidupkan tradisi ini lewat lembaga itu ialah Amir Ibn Ad Dharrat.

Ia memiliki tanah yang menghasilkan juataan dinar setiap tahunnya. Sebagian harta tersebut ia infakkan setiap Ramadhan dengan menyediakan hidangan yang panjangnya mencapai 500 meter.

Saat Khalifah Muiz Liddinillah berkuasa, ia memberikan hidangan berbuka bagi para orang yang berpuasa. Lokasinya dipusatkan di Masjid Amru Bin ‘Ash. Selama Ramadhan, ia mengeluarkan 1.100 jenis makanan dari istananya untuk dibagikan kepada para fakir dan kaum dhuafa pada bulan suci ini. ¦ 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wbAhvb
May 22, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wbAhvb
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Buyuk Han Cami, Masjid Terbesar di Crimea

Bangunan Buyuk Han Cami terdiri atas sebuah ruang shalat utama yang luas

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Masjid besar yang berdiri di dalam kompleks istana terletak di bagian taman yang dinamai Palace Square. Masjid ini bernama Buyuk Han Cami (bahasa Tatar Crimea yang berarti "The Big Khan Mosque" atau Masjid Khan Besar). Pintu gerbang yang menghadap ke utara menjadi akses masuk ke dalam masjid ini.

Masjid yang berukuran hampir dua kali lipat dari guest house kerajaan dan menjadi salah satu masjid terbesar di Crimea ini adalah konstruksi pertama saat Sahib I Giray (Khan Crimea yang berkuasa pada 1532-1551 M) membangun istana Crimea pada 1532 M. Karena itu, pada abad ke-17 masjid ini bernama "The Mosque of Sahib Giray Khan" untuk mengenang sang khan.

Bangunan Buyuk Han Cami terdiri atas sebuah ruang shalat utama yang luas dengan tiga lorong serta sebuah ruangan meditasi dan serambi bertiang menghadap timur dan barat. Selain itu, terdapat pula sebuah balkon yang disangga oleh tiga dari empat sisi dindingnya, di mana terdapat satu bagian yang dikhususkan bagi khan saat menghadiri kegiatan keagamaan di masjid.

Ruangan istimewa tersebut dihiasi jendela dengan kaca berwarna serta lukisan-lukisan di dinding dan langit-langitnya. Tempat ini adalah satu-satunya bagian istana dengan elemen dekorasi yang langka, seperti ubin kaca yang tetap bertahan dan terjaga.

Di bagian luar, dua menara simetris menjulang menembus atap serambi masjid. Puncak menara setinggi 28 meter itu berbentuk kerucut. Di sudut timur laut masjid dapat ditemukan sebuah bangunan kecil yang di dalamnya terdapat bangunan menyerupai baskom besar dengan kubah di atasnya. Baskom tersebut berfungsi menampung air yang dialirkan melalui pancuran dan digunakan untuk berwudhu.

Di bagian luar dinding timur masjid diyakini pernah berdiri sebuah madrasah yang dibangun oleh Arslan Giray Khan pada tahun 1750-an. Di sudut masjid lainnya, sebuah pintu gerbang yang menghadap utara menjadi akses masuk ke dalam masjid ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WRFnIy
May 21, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WRFnIy
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Karya-Karya Fenomenal al-Qushji

Ali al-Qushji melahirkan banyak karya ilmiah bermutu.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sepanjang perjalanan keilmuannya yang terentang selama puluhan tahun, Ali al-Qushji melahirkan banyak karya ilmiah bermutu, utamanya di bidang astronomi dan matematika. Berikut adalah beberapa karya penting al-Qushji:

Risalah fi al-Hay

Ini merupakan salah satu karya terpenting al-Qushji di bidang astronomi. Buku ini ditulis di Persia pada 1457.

Al-Risalah fi al-Hisab

Al-Qushji menulisnya di Persia dan Samarkand pada akhir 1472. Versi berbahasa Persia dari buku ini sangat berbeda dengan versi bahasa Arabnya. Buku ini membahas cara penghitungan dan posisi bintang-bintang. Tak heran, buku ini banyak dimanfaatkan para sarjana astronomi dalam perhitungan perbintangan. 

Al-Risalah al-Muhammadiyyah

Buku berbahasa Arab ini berisi tentang aljabar dan aritmatika. Al-Qushji menulisnya di Istanbul pada 1472. Buku ini dipersembahkan khusus untuk sang penguasa Istanbul, Sultan Muhammad II. Dari judul buku ini, sudah terlihat al-Qushji berusaha menunjukkan rasa hormatnya yang dalam pada pemimpinnya. Buku yang terdiri dari lima bab ini mempunyai isi lebih berbobot dari buku sebelumnya, Risalah fi al-Hisab. Selain babnya lebih banyak, isinya juga sarat dengan diagram perhitungan bintang-bintang.

Al-Risalah al-Fathiyyah

Buku tentang astronomi ini juga menggunakan bahasa Arab. Al-Qushji menulisnya pada kisaran 1473. Karya ini juga dipersembahkan bagi Sultan Muhammad II di hari kemenang -an melawan penguasa Akkoyunlu, Sultan Uzun Hasan. Dalam buku ini, al-Qushji memperkirakan, suatu saat bulan akan mengalami fase mati. 

Buku yang terdiri dari tiga bab ini juga menyertakan nama-nama planet yang berkedu -dukan di sekitar bumi, lengkap dengan perkiraan terbentuknya serta posisi keberadaan benda-benda langit itu. Pada bab pertama, dia menyebut ada sembilan planet di sekitar bu-mi. Planet-planet itu bergerak melintasi orbitnya, sementara kedudukan matahari tetap dengan orbit planet yang mengelilinginya.

Bab kedua membahas bentuk bumi dan pengelompokan iklim. Al-Qushji menyebutkan bahwa bentuk bumi bulat. Ada pula penjelasan terkait perkembangan serta waktu pembentukan bintang. Di bab selanjutnya, ia fokus pada kondisi geografis bumi. Dia jelaskan penghitungan wilayah bumi berdasarkan radiusnya serta perbandingan diameter bulan terhadap bumi. Informasi tentang planet Merkurius dan Venus juga telah dijajaki oleh al-Qushji.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YEK9d4
May 20, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YEK9d4
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Peneliti Barat Kagumi Cara Muslim Sayangi Binatang

Cara Islam menyayangi hewan membuat kagum para pengamat barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pengamat, Volney, berkisah, sejumlah anjing liar di jalan-jalan Kota Kairo, Mesir, kerap melolong hingga menimbulkan suara mengerikan. Lolongan keras anjing-anjing itu terdengar hingga ke dalam rumahnya.

Tak jarang pula, burung layang-layang mengeluarkan kotorannya di jalan-jalan. Yang mengagumkan adalah, kata Volney, warga Kairo yang beragama Islam tak pernah menyakiti kedua binatang tadi. Sebaliknya, mereka malah secara rutin menyisihkan roti dan air untuk anjing-anjing itu.

Pengamat Barat lainnya, The venot, yang pernah lama tinggal di Turki juga memiliki kesan serupa. Menurutnya, orang Turki sangat yakin bahwa berbuat baik pada hewan merupakan amal kebajikan. Di tengah keramaian pasar, dia kerap melihat banyak orang membeli burung untuk melepaskannya kembali ke alam bebas.

Lebih lanjut, Thevenot mencatat, orangorang Muslim Turki akan dengan rela menyisihkan dana sangat besar untuk memberi makan kucing dan anjing. Mereka membeli roti dan daging untuk hewanhewan itu. Tak selalu belanja sendiri, terkadang mereka menitipkan uang itu kepada orang yang dipercaya untuk dibelikan makanan hewan.

Orang yang mendapat tanggung jawab ini dengan senang hati melaksanakan tugasnya, bahkan di alun-alun kota, tutur Thevenot. Di Turki, pada abad pertengahan, pejabat yang paling bertanggung ja wab terhadap pe meliharaan hewan adalah kepala polisi yang disebut muhtasib.

Tak hanya bertanggung jawab mencegah pelanggaran hukum sipil dan agama, muhtasib juga ber tugas untuk mencegah dan menghukum warga yang tidak memasok makanan hewan secara cukup.

Jangan menyiksa Perlindungan Islam terhadap hewan juga tampak dari tata cara penyembelihan. Ketika menyembelih binatang, hendaklah dilakukan dengan baik dan tidak menyiksa si hewan.

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah bersabda: Allah menyuruh kita agar terampil dalam segala hal sehingga jika kamu membunuh, bunuhlah dengan baik dan jika kamu menyembelih binatang, lakukanlah dengan baik.

Tajamkanlah mata pisaumu agar dapat meringankan penderitaan binatang yang kamu sembelih. Selain itu, seorang tukang jagal juga tidak diperbolehkan mengasah pisaunya di depan hewan ternak yang bakal dipotong. Setiap Muslim diminta mematuhi hal ini untuk meraih pahala.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VAKonC
May 17, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VAKonC
via IFTTT
Share:

Mengasihi Hewan

Rasulullah memberikan teladannya bagaimana mengisihi hewan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Muslim periode awal dikenal sangat peduli pada alam dan lingkungan, termasuk di dalamnya peduli pada hewan. Mereka mencontoh ajaran Nabi Muhammad SAW yang sangat mengasihi sesama makhluk ciptaan Allah.

Bentuk kasih sayang pada sesama makhluk itu pernah Rasulullah SAW nyatakan dihadapan umatnya. Beliau mengingatkan, seseorang bisa terjerumus ke dalam api ne aka karena membiarkan seekor kucing kelaparan hingga mati, sementara ada orang yang akan diampuni segala dosanya jika memadamkan rasa haus anjing dengan air dari sumurnya.

Banyak lagi contoh ajaran Islam yang mengajak umatnya untuk mengasihi binatang, seperti ketika seorang Muslim menanam bibit tanaman, lalu merawatnya hingga tumbuh dengan subur. Begitu pula hendaknya seorang Muslim memperlakukan hewan peliharaan. Perbuatan ini dinilai sebagai amal jariah di mata Allah SWT.

Rasulullah selalu melarang umatnya menyiksa, mengikat hewan, dan membiarkannya mati ataupun memotong otot kaki hewan. Beliau juga mengutuk siapa pun yang memotong-motong binatang dengan sadis serta memukul binatang di bagian wajahnya. Kasih sayang Rasulullah pada hewan juga dikisahkan dalam sebuah hadis Bukhari Muslim.

Disebutkan, Rasulullah menyeka wajah kudanya dengan kain. Beliau juga melarang memisahkan hewan dari keturunannya. Bahkan, ada pula larangan untuk membakar sarang semut tanpa alasan memadai. Sahabat Nabi Muhammad SAW, Khalifah Umar bin Khattab, juga menunjukkan belas kasih yang luar biasa terhadap hewan.

Dia sangat peduli terutama pada hewan-hewan pengangkut beban, bahkan dia selalu memastikan unta-unta peliharaannya diperlakukan dengan baik. Pada satu kesempatan, ia merawat sendiri unta yang terluka.

Tanpa ragu, ia menyentuhkan tangannya di atas luka si unta untuk membantu menyembuhkannya seraya berkata, Aku takut kepada Allah jika rasa sakit yang engkau derita akibat perbuatanku. Para pengamat Barat tercengang dengan kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah dan pengikutnya pada hewan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JqbWue
May 17, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JqbWue
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Pedagang Dodol Keluhkan Dampak Tol Medan-Tebing Tinggi

Pedagang dodol di Serdang Bedagai mengeluhkan sepi pembeli sejak tol difungsikan

REPUBLIKA.CO.ID, SERDANG BEDAGAI -- Para pengusaha dodol di kawasan Desa Bengkel Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara berharap agar para pemudik nantinya singgah ke pusat UMKM kuliner dodol. Selama ini pusat UMKM kuliner dodol itu sepi pembeli sebagai dampak hadirnya jalan tol.

Ridwan Sinaga, salah seorang pengusaha UMKM dodol Bengkel, mengharapkan para pemudik Lebaran datang membeli oleh-oleh dodol. "Kami sebagai pedagang pasti mengharapkan para pemudik singgah ke sini karena kami ini kan tidak jualan di dalam sekitar jalan pintu tol maupun di pasar," katanya pada Kamis (16/5).

Pria yang sudah berjualan selama 28 tahun di kawasan tersebut menjelaskan sebelum jalan tol Medan-Tebing Tinggi diberlakukan, pendapatan dari menjual dodol sangat baik. Namun saat ini kondisi berbalik 180 derajat.

Sejak jalan tol difungsikan, pendapatan mereka mulai berkurang. Ini karena banyak penumpang angkutan maupun pengendara mobil yang masuk melintas ke jalan tol. "Iya pastilah pendapatan kami berkurang. Kami berharap pengguna jalan dapat memutar jalannya dari jalan tol dan singgah ke sini," tambahnya.

Pusat UMKM kuliner dodol Bengkel memiliki ciri khas dodol original serta dua varian yakni durian dan pandan. Dodol-dodol tersebut dijual dengan harga mulai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per bungkusnya.

Meskipun saat ini harga bahan baku mahal namun tidak ada kenaikan harga dodol. "Walaupun kami kurang dan untungnya dikit, iya tidak apa-apa yang penting penjualan lumayan," katanya.

Ridwan berharap pemerintah daerah peduli terhadap pusat UMKM kuliner dodol Bengkel yang dulunya sempat jaya dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. "Saat ini sudah 30 kios gulung tikar dari 80 kios yang terdata. Kami minta segera dicarikan solusi agar perekenomian masyarakat yang menggantungkan mata pencariannya di kuliner dodol tetap berjalan," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YxRyLa
May 16, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YxRyLa
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Mencari Menu Halal untuk Sahur dan Buka di Belanda

Halal Food. Bisa diartikan bentuknya. Bisa juga diartikan caranya.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*

Dari segi Bentuknya, sesuai dengan aajaran agama Islam, umat Islam dilarang makan darah, bangkai, babi, anjing, keturunan dari keduanya (babi dan anjing meskipun bentuknya seperti kambing), binatang buas yang memangsa dengan taring dan kukunya, bangkai, binatang yang disembelih tanpa nama Allah, mati terjepit atau tercekik, dan lain-lain. Dari segi caranya, bisa jadi halal bentuknya tetapi cara mendapatkannya dengan mencuri, maka makanan itu pun jadi haram hukumnya.

Makanan halal di Eropa, terutama di Belanda tidak perlu diragukan. Ternyata banyak pasar-pasar tradisional di Belanda menyediakan makanan halal untuk umat muslim. Daging ayam, kambing, dan sapi berlogo halal yang disembelih dengan syariat Islam oleh orang-orang Turki atau Maroko, tersedia banyak di pasar untuk melengkapi sajian menu takjil berbuka dan sahur di Belanda.

Karena populasi Muslim di Belanda banyak didominasi oleh orang Muslim dan Maroko. Dan sebagian besar dari mereka juga berdagang di pasar-pasar dan restaurant. Jadi bertambah yakin bahwa daging disembelih dengan cara Islam. Halal, alhamdulillah.

Perintah agama kepada umatnya adalah untuk kebaikannya sendiri. Karena agama mengatur serba-serbi kehidupan umat agar selamat dunia dan akhirat. Termasuk masalah makanan. Dalam alquran Allah berfirman: “Dan makanlah rejeki yang Allah berikan itu dengan cara yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu beriman”. QS. Al-Maidah/5: 88.

Dari ayat di atas bisa diambil pelajaran bahwa rejeki itu banyak macamnya. Bisa berupa kesehatan. Bisa berupa pemahaman. Bisa berupa kekayaan. Bisa berupa jabatan. Bisa berupa keluarga dan pernikahan.

Dan tentunya sesuai dengan ayat di atas adalah rejeki berupa makanan. Karena makanan yang dikonsumsi seseorang akan berpengaruh besar kepada pemakannya. Dalam istilah bahasa Inggris disebutkan “you are as you eat”, kamu akan menjadi seperti apa yang kamu makan.

Makanan yang halal akan menuntun pelakunya kepada perbuatan baik. Makanan yang haram akan membawa pelakunya hobi melakukan perbuatan dosa. Sehingga dalam kewajiban suami, pun dituntut untuk memberikan rejeki berupa nafkah kepada anak dan istrinya dari sumber yang halal agar dapat mudah membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Tetapi jika diberikan nafkah dari sumber yang haram, maka akan menemukan aral melintang dalam perjalanan biduk rumah tangganya. Dimulai dari makanan, maka semuanya akan berakhir dengan kebaikan. Doa sebelum makan juga mengisyaratkan agar makanan yang masuk ke dalam tubuh adalah makanan yang berkah dan mampu menghindarkan diri dari adzab api neraka. Gara-gara makanan saja ternyata dapat menyeret pelakunya kepada neraka. Sungguh sesuatu yang kelihatannya remeh tetapi sangat berpengaruh kepada iman seseorang.

Pantas ketika seseorang korupsi untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya, bisa dipastikan orang itu dalam keadaan tidak beriman. Apabila setelah korupsi atau di saat korupsi itu ia meninggal dunia, maka meninggalnya dalam keadaan su-ul khotimah, meninggal dalam keadaan tidak beriman. Naudzubillah min dzalik. Karena iman sangat malu terhadap kemaksiyatan. Ketika seseorang berbuat maksiat, imannya sedang lari jauh dari dirinya, ibaratnya dia sedang telanjang tidak membawa iman.

Selama Ramadhan, umat Muslim digembeleng untuk menahan makan dan minum dari mulai fajar sampai maghrib adalah sebagai penguatan iman. Seruan iman dari Allah, untuk melakukan kewajiban puasa selama Ramadhan. Sebagaimana ayat-Nya menyebutkan “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Q.S. ak-Baqoroh/2: 183.

)* Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ichsan Bontang, Dai Tidim Jatman,  Dai Ambassador Cordofa

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LO9y2u
May 13, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LO9y2u
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

In Picture: Kondisi Pascakebakaran Permukiman di Kampung Bandan

Kebakaran menghanguskan 450 rumah di permukiman padat penduduk tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga menyelamatkan barang-barang miliknya pascakebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Ahad (12/5/2019).

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 450 rumah di permukiman padat penduduk tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxVQ80
May 12, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VxVQ80
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Oposisi Venezuela Protes Penangkapan Edgar Zambrano

Edgar Zambrano merupakan satu dari sepuluh yang didakwa oleh Mahkamah Agung

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Oposisi Venezuela bersiap untuk protes nasional setelah penangkapan seorang wakil pembicara dan wakil presiden Majelis Nasional, Edgar Zambrano.

"Sabtu ini kami akan kembali ke jalan-jalan untuk membela Majelis Nasional kami," tulis pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido di Twitter dilansir Aljazirah, Sabtu (11/5).

"Kami akan pergi (untuk membela) para deputi pemberani kami yang memberikan semuanya untuk sebuah negara yang akan terus bergerak sampai kebebasan tercapai," ucapnya.

Deputi itu ditangkap oleh dinas intelijen SEBIN Maduro pada Rabu. Ini karena ia mendukung pemberontakan yang diselenggarakan oleh Guaido, yang didukung Amerika Serikat (AS).

Awal pekan lalu, Guaido mencoba memicu pemberontakan militer untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Tetapi tidak ada pembelotan yang meluas di kalangan prajurit, dan rencana itu gagal.

Maduro mengecamnya sebagai upaya kudeta. Maduro juga menuduh kepala intelijennya yang dipecat ibarat tikus tanah CIA, dan arsitek dari langkah yang gagal itu.

Dia mengatakan, Jenderal Christopher Figuera merupakan orang yang mengatur kudeta dengan menghubungi kelompok sekitar 30 anggota angkatan bersenjata. Kemudian mereka bergabung dengan demonstrasi massa Guaido.

"Dia ditangkap oleh CIA setahun yang lalu dan bekerja sebagai pengkhianat, dan penyusup," kata Maduro tentang Figuera.

Adapun Zambrano merupakan satu dari sepuluh yang didakwa oleh Mahkamah Agung karena ikut serta dalam pemberontakan 30 April. Dia dipindahkan ke markas besar polisi militer Caracas, Fort Tiuna.

"Dia diculik oleh pemerintah ini dan diambil secara ilegal," kata anak perempuan Zambrano, Soley Zambrano.

"Mereka berbicara tentang pengkhianatan? Dia telah membela demokrasi di Venezuela karena Majelis Nasional adalah satu-satunya lembaga demokrasi yang tersisa di Venezuela," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W1lscS
May 11, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W1lscS
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Menang Pemilu, PDIP Merasa Berhak Atas Kursi Ketua DPR

PDIP menilai jabatan ketua DPR adalah posisi strategis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengklaim partainya berhak menduduki kursi ketua DPR. Ini menyusul kemenangan partai berlogo kepala banteng itu dalam Pileg 2019.

"Berdasarkan UU, pemenang pemilu legislatif bisa menduduki ketua parlemen," kata Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers di DPP PDIP, Jakarta Pusat pada Rabu (8/5).

Hasto mengatakan, PDIP mendapatkan total 133 kursi di DPR berdasarkan data internal dan situng Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perolehan kursi terbanyak selanjutnya didapati oleh Golkar dengan 82 kursi, Gerindra 80 kursi, PKB 59 kursi dan Partai Nasdem 56 kursi.

"Jadi kursi ketua diisi oleh PDIP diikuti Golkar, Gerindra, PKB dan Nasdem sebagai wakil ketua DPR," kata Hasto lagi.

Kendati demikian, Hasto mengungkapkan jika partai hingga kini belum memiliki nama guna mengisi kursi ketua parlemen tersebut lantaran memang belum dibahas. Namun, dia memastikan, partai akan mencalonkan yang terbaik dan memiliko penglaaman panjang tidak hanya di partai tapi juga di legislatif.

Dia mengungkapkan, kemampuan itu dibutuhkan mengingat posisi ketua DPR sangat strategis sehingga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dia mengatakan, ketua parlemen juga harus memiliki pemahaman terhadap legislasi yang sangat baik dan bisa menjadi mitra harmonis bagi kepemimpinan Jokowi ke depan.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf itu melanjutkan, kemenangan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mengisi kursi parlemen akan membuat pemerintahan Jokowi berjalan lebih efektif lima rahun ke depan jika terpilih lagi. Dia mengatakan, ini mengingat lebih dari 60 persen partai KIK menduduki kursi parlemen.

"Ada empat partai dari koalisi pendukung Jokowi yang duduk sebagai pimpinan dan hanya satu partai pendukung Prabowo-Sandiaga yang duduk sebagai pimpinan parlemen," tambahnya.

Seperti diketahui, mekanisme pemilihan pimpinan DPR pada 2019 yang akan datang diatur dalam UU MD3 dengan sistem pemenang pemilu. Sedangkan pemilihan Pimpinan MPR di 2019 dengan sistem paket.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H4pZll
May 08, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H4pZll
via IFTTT
Share:

Sadar akan Kematian

Rasulullah dala sabdanya menyebut orang yang cerdas adalah mereka yang ingat mati.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Makmun Nawawi

Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Nabi SAW membawa daging matang seraya berkata, “Ya Rasulullah, terimalah ini untuk para fakir miskin yang membutuhkannya.” Pada waktu itu, para fakir miskin yang ada di Masjid Nabawi sudah makan malam. Nabi SAW bertanya kepada mereka, “Adakah di antara kalian yang masih mau makan daging itu?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah. Bukankah kami sudah makan malam?” Rasulullah SAW kemudian menyuruh Abu Hurairah RA mengantarkan daging itu kepada Ummul Yatama, seorang wanita yang ditinggal suaminya dan mempunyai beberapa anak.

Setiba di rumah ibu itu, Abu Hurairah mengetuk pintunya. Ibu itu bertanya, “Siapa di luar?” Ia menjawab, “Saya, Abu Hurairah. Saya diutus Rasulullah untuk mengantarkan daging matang untukmu dan anak-anakmu.” Namun, ibu itu berkata dengan ramah, “Sampaikan salamku untuk Rasulullah SAW. Semoga beliau dan Anda mendapat balasan yang setimpal atas kemurahan ini. Aku dan anak-anakku, alhamdulillah sudah makan. Mereka kini sudah tidur semua.”

Abu Hurairah masih mau memaksanya. “Terima saja ya Ummul Yatama, besok pagi kalau anak-anakmu bangun tidur berikanlah daging ini.” Namun, ibu itu menolak. “Wahai Abu Hurairah, siapa yang menjamin bahwa kami akan hidup hingga esok pagi? Bawa saja daging itu dan berikan kepada orang yang lebih fakir dari kami.”

Kita sering tenggelam dalam pesona dunia, teperdaya oleh gemerlapnya, dan terpa gut oleh godaan syahwatnya. Hal ini sering meninabobokan banyak orang sehingga lupa akan kematian. Awareness of the death (kesadaran akan kematian) diredam sedalam-dalamnya sehingga yang muncul adalah beragam perilaku perlawanan terhadap kehendak Tuhan. Iringan peti jenazah yang melintas di hadapannya sama sekali tak menorehkan kesan dalam relung jiwanya untuk mempersiapkan diri demi suatu ke adaan saat jabatan dan status sosial tak berarti lagi.

Ummul Yatama (ibu para yatim), seperti yang dituturkan di atas, mengajarkan betapa pentingnya mengingat kematian. Padahal, mengingat mati bisa meniupkan spirit besar untuk membawa perubahan positif bagi seseorang. Itulah sebabnya banyak orang yang secara medis divonis dokter bahwa peluang hidupnya begitu kecil, akan makin merunduk dan patuh kepada Tuhannya. Dengan begitu, ia menjadi gemar menebarkan kebajikan.

Inilah orang yang disebut Nabi sebagai orang yang kayyis (cerdas). Dia gigih menunaikan amal untuk kehidupan setelah mati, dia memahami tempat yang lebih baik untuk dipersiapkan.

Ibnu Umar RA bertutur, “Suatu saat aku datang kepada Nabi SAW yang tengah berada di tengah-tengah jamaah yang jumlahnya 10 orang. Seseorang dari kalangan Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang paling rajin mengingat mati dan orang yang paling baik persiapannya dalam menghadapinya. Itulah orang yang paling cerdas, yang akan memperoleh kehormatan di dunia dan kemuliaan di akhirat kelak.”‘ (HR Ibnu Majah).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DVk41b
May 08, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DVk41b
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Masjid Tempat Terhormat

Kata masjid banyak disebut dalam Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH Maman Abdurahman

Masjid adalah tak hanya mengandung banyak makna, tapi juga paling banyak disebut dalam Alquran dan sunah Rasulullah SAW. Masjid juga paling sering diungkapkan dalam kehidupan keseharian karena selalu ada desa, kota, dan negara-negara Muslim di dunia. Di luar negara Islam atau negara Muslim, masjid pun menjadi simbol dan wajah masyarakat Muslim yang ada di sekitarnya.

Dalam Alquran, kata masjid dengan segala derivasinya, ada 93 kata. Secara eksplisit, kalimat yang menggunakan kata masjid ada 22 macam. Sedangkan dalam bentuk jamak (masajid) ada sekitar enam kata. Berasal dari akar kata sajada, yasjudu, masjid adalah tempat orang bersujud, mendirikan shalat, dan diselenggarakannya pengajian (taklim). Masjid merupakan tempat orang yang menyucikan dirinya kepada Allah dari berbagai niat buruk. Masjid adalah tempat untuk memupuk ketakwaan kepada Allah (QS at-Taubah [9]: 108). Masjid adalah tempat menyucikan diri dengan shalat dan doa. Karena itu, tak diperkenankan kegiatan apa pun di dalam masjid, selain mengabdikan diri kepada Allah dengan niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata bertakwa kepada Allah.

Karena itu pula, untuk masuk masjid pun ada peraturan yang harus dipatuhi dan ditaati. Seperti, masuk ke dalam masjid dengan mendahulukan kaki kanan dan berdoa dengan memohon rahmat Allah. Lalu, disunahkan mendirikan shalat sunah dua rakaat. Dan, orang yang berhadas besar (haid, nifas) dilarang masuk dan berada di dalam masjid. Bahkan, berdagang pun juga dilarang dilakukan di dalam masjid, termasuk menagih utang.

Dengan berbagai keterangan ini, jelaslah bahwa masjid merupakan tempat yang sangat terhormat dan mulia, serta hanya dipergunakan untuk taqarrub (mendekatkan) diri kepada Allah. Adakalanya pula, masjid disebut dengan baitullah. Dengan demikian, amat tercela bila seseorang masuk masjid dengan niat jahat, apalagi dengan maksud membunuh.

Pada masa Fathu Makkah, konflik Muslim dan non-Muslim waktu itu, khususnya kaum Quraisy, cukup kencang. Jika dibiarkan, itu akan menimbulkan peperangan baru. Ketika Rasulullah masuk Makkah, nyaris tanpa perlawanan dari Quraisy. Rasul SAW bersabda: “Barang siapa masuk rumah Abu Sufyan, maka akan dijamin keamanannya. Dan barang siapa masuk masjid, ia dijamin pula keamanannya.”

Hadis di atas menegaskan bahwa orang yang masuk ke masjid atau rumah ibadah (siapa pun tanpa melihat agama), wajib untuk dilindungi. Maka, amat disayangkan, seseorang yang masuk masjid menggunakan cara-cara kekerasan, bahkan melakukan upaya pengeboman. Membunuh orang lain tanpa sebab yang jelas adalah kejahatan, dan bunuh diri merupakan perbuatan yang amat tercela. Rasul SAW mengecam pelaku bunuh diri, dan menegaskan untuk tidak menshalatkannya. “Barang siapa yang bunuh diri akan disiksa pada hari kiamat.” (HR al-Jamaah). Wallahu A’lam. n 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VMDiAi
May 06, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VMDiAi
via IFTTT
Share: