Showing posts with label 2019 at 10:24PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:24PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Pesan Kiai Cholil Nafis Ihwal Korelasi Puasa dan Keamanan

Puasa menahan diri untuk menimbulkan kerusuhan dan permusuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH.Cholil Nafis mengisi acara buka bersama dengan para pejabat Kemenkopolhukam dan pimpinan media pada Jumat (18/5) kemarin. Acara buka bersama tersebut digunakan untuk mengeratkan silaturahim sekaligus menjelaskan situasi keamanan terkini.  

Dalam ceramah singkatnya, Kiai Cholil menyampaikan pentingnya mengambil pelajaran dari puasa yang dijalani umat Islam. \"Ada dua pelajaran penting dari Ramadhan yang kita laksanakan dengan puasa. Pertama, selama Ramadhan umat Islam paling disiplin dan paling tepat waktu, yaitu saat buka puasa,\" ujar Kiai Cholil saat bercerita kepada Republika.co.id, Sabtu (18/5).  

Menurut Kiai Cholil, latihan disiplin dan taat hukum adalah ajaran puasa yang bisa ambil dalam konteks pemilu. Siapapun yang curang harus ditindak melalui jalur hukum dan siapapun harus menghormati pemenang yang nantinya diumumkan oleh penyelenggara Pemilu.

"Kita wajib mempercayai lembaga yang telah kita bentuk dan sekaligus mengkritisinya. Tapi tak boleh menihilkan lembaga negara karena itu berakibat pada kekacauan massa," ucapnya. 

Dia mengatakan, pemerintah wajib mendisiplin setiap orang yang melanggar hukum tanpa tebang pilih dan harus menjamin terpeliharanya stabilitas sosial dan masyarakat. "Itulah fungsi negara atau imamah menurut al Mawardi untuk menjaga ketentraman masyarakat (siyasatid dunya)," katanya   

Kedua, lanjutnya, saat ibadah puasa juga harus mampu mengontrol emosi. Karena itu, menurut dia, saat berpuasa tidak diperbolehkan mengganggu orang lain. Bahkan, saat dirinya dicela orang lain tidak boleh melakukan perlawanan, tapi cukup dijawab bahwa dirinya sedang berpuasa.   

"Inilah fungsi mendidik emosi dan ego bagi yang beriman. Jaga ketentraman dan kekhusyukan berpuasa guna meraih tingkatan orang yang paling istimewa dalam menjalankan ibadah puasa," jelasnya.

Kiai Cholil menegaskan bahwa urusan pemilu harus diselesaikan dengan jalur hukum yang berlaku dan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk umat Islam wajib menaati hukum negara. “Jika ada pelanggaran hukum maka pemerintah wajib menegakkannya guna menjaga keamanan dan kedaulatan negara," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30sqLlb
May 18, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30sqLlb
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Jokowi Panggil Driver Gojek yang Pernah Antar Sate ke Istana

Jokowo berjanji akan memberikan sepeda kepada pengemudi Gojek yang mengantar makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya yang pernah memesan makanan via aplikasi Go-Food. Jokowi mengaku pernah memesan sate ayam ke kediamannya di Kompleks Istana Bogor. Dalam acara 'Mitra Juara Gojek 2019' di Ancol, Jokowi pun memanggil pengemudi Gojek yang pernah mengantarkan makanan pesanan presiden ke atas panggung.

Pengemudi yang beruntung pernah mengantar sate pesanan presiden tersebut adalah Nasrul Kamal. Ia mengaku membeli pesanan Sate Khas Senayan ke Istana Bogor dalam kurun waktu setahun ke belakang. Namun untuk meyakinkan bahwa Nasrul adalah pengemudi yang dimaksud, Presiden pun bertanya beberapa hal detail, seperti jenis sate yang dibeli dan di mana lokasi antar pesanan makanan tersebut.

"Benar antarnya sore. Di pintu mana? Istana itu banyak pintu," kata Jokowi disambut tawa pengemudi Gojek yang ikut hadir, Kamis (11/4).

Nasrul pun menjawab bahwa dia pernah mengantar sate ayam pesanan presiden ke pintu istana yang ada pohon beringinnya. Jokowi pun membenarkan, dan berjanji akan memberikan sepeda kepada Nasrul. "Nanti akan saya kirim hadiahnya. Sepeda. Sebelum sore sudah sampai. Jauh dekat tak masalah," kata Jokowi.

Jokowi sendiri hadir di acara Mitra Juara Gojek di Ancol untuk memberikan apresiasi terhadap pengemudi dan mitra Gojek yang dianggap paling banyak memberikan kontribusinya kepada perusahaan. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi Gojek yang berdasarkan rilis dari CB Insights, perusahaan tersebut berhasil mencatatkan sebagai Decacorn pertama di Indonesia. Gojek tercatat memiliki valuasi korporasi senilai lebih dari 10 miliar dolar AS. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P3H4Q9
April 11, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P3H4Q9
via IFTTT
Share:

Calhaj Papua Barat Belum Jalani Rekam Biomterik

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA— Kantor Wilayah Kementerian Agama menyatakan belum satupun calon jamaah haji (calhaj) asal Papua Barat yang melakukan rekam biomterik. Padahal hari Kamis (11/4) Kemenag Pusat rapat penentuan kelompok terbang (kloter).

Kasi Pelayanan Pemberdayaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Sri Arti Nurbaya, mengatakan Musim haji 2019 ini Papua Barat mendapat kuota 725 sudah termasuk tenaga petugas haji daerah (TPHD). 

"Progres biometriknya saat ini belum ada karena kami belum terjadwal untuk melakukan rekam biometrik," katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, di sela-sela Sosialisasi Hasil Ijitima’ Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Istitha’ah di Bogor, Rabu (10/4).  

Sri mengatakan, sebelumnya Papua Barat dijanjikan Visa Facilitation Service FVS Tasheel rekam biometrik pada pekan kedua bulan Maret dan awal April. Namun, sampai sekarang sudah minggu pertama belum dijadwalkan. 

Sri mengatakan berdasarkan hasil rapat di Papua Barat mengusulkan agar perwakilan VFS Tasheel ada di Papua Barat di daerah Kota Sorong dan Manokowari. "Iya nanti yang permanen ada di dua tempat tadi ( Sorong da Manokowari)," katanya.

Sri memetakan, dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat yang sudah ada jamaahnya dan harus direkam biometrik itu ada  Manokowari,Telkun Wondama, Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Mybrat dan Teluk Bentuni, Sorong Selatan, Kaimana, dan Fakfak. "Itu daeah yang jamaahnya harus direkam biometrik dalam rangka oprasional haji," katanya. 

Sampai saat ini kata Sri, Papua Barat masih menunggu program pemerintah terkait mobile biometrik. Mobile biometrik ini akan menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau jamah haji.   

Berita Terkait

Sri menginformasikan untuk progres pembuatan paspor jamaah haji sampai saat ini sudah hampir 90 persen. Progres pembuatan paspor yang sudah hampir selesai itu sejak sepekan lalu. Sementara untuk pelunasan BPIH di Papua Barat sudah mencapai 85 persen. "Iya kita sekarang deg-degan sama rekam biometrik saja. Karena hari Kamis sudah rapat penetapan jadwal kloter," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DaEJxV
April 11, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DaEJxV
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Wali Kota Cirebon Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Fungsionaris Demokrat menilai langkah Azis tak beretika.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, menyatakan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sikapnya itu berseberangan dengan partai politiknya Partai Demokrat.

Deklarasi dukungan itu dilakukan oleh Azis di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/1). Hadir pula Ketua DPW  Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa dan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, yang juga Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati.

Sebelum menyatakan dukungannya, Azis menekankan bahwa sikapnya itu bukanlah sebagai Wali Kota Cirebon. Namun, sebagai pribadi seorang warga negara.

"’Saya datang di hari libur, tidak menggunakan fasilitas negara sedikitpun. Ini murni sikap Nashrudin Azis sebagai warga negara,’’ tegas pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Kota Cirebon itu.

Ditanya mengenai alasannya memilih capres nomor urut satu, Azis menilai, Presiden Jokowi selama ini telah bekerja untuk membantu meningkatkan perekonomian. Dia menambahkan, membangun Indonesia pun tidak bisa dilakukan dengan singkat sehingga harus diberikan kesempatan untuk kedua kalinya memimpin Indonesia.

Azis menyadari, sikapnya itu mengandung konsekuensi dari Partai Demokrat.  Namun ia tetap yakin, kader Demokrat memiliki jiwa yang besar.

 Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, mengaku kecewa atas sikap politik Nashrudin Azis yang berseberangan dengan partainya. Namun, ia menghormati pilihan Azis. "Kecewa pasti ada, tapi kami bisa menghormati sikap pribadi beliau (Azis)," ujar pria yang akrab disapa Andru tersebut.

Fungsionaris DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, bahkan menilai langkah Azis itu tidak beretika. Menurutnya, DPP Partai Demokrat sudah memerintahkan anggotanya untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi. ‘’Untuk sanksi, itu urusan DPP,’’  kata Herman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U3eSOn
January 19, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U3eSOn
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

In Picture: Warga Nobar Debat Capres di Lapangan Rasamala

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga menyaksikan debat perdana calon pesiden dan calon wakil presiden pilpres 2019 di Lapangan Rasamala, Jakarta Selatan, Kamis (17/1) malam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rx2cmg
January 17, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rx2cmg
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Pelaku Pemerkosaan Pelajar di Lombok Timur Ditangkap

Pelaku yang juga pacar korban sempat berpindah-pindah tempat sebelum ditangkap

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gabungan Tim Resmob Polres Lotim dan anggota Polsek Suralaga telah menangkap pelaku kekerasan seksual yang berujung pada korban meninggal di Lombok Timur. Pelaku yang ditangkap berinisial SAS (18) asal Dusun Gerung Barat, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Selasa (1/1) sekira pukul 06.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Made Yogi mengatakan, SAS sempat bersembunyi di beberapa tempat, termasuk di rumah MB (23) atau BUL, juga pelaku yang sudah ditangkap polisi pada Sabtu (29/12).

"Pada saat itu SAS berpura-pura mencari BUL, pada saat itu orang tua BUL belum mengetahui jika anaknya sudah ditangkap polisi dalam kasus tersebut," ujar Made dalam keterangan tertulis yang diterima Republika di Mataram, NTB, Selasa (1/1).

Orang tua BUL mengizinkan SAS menginap di rumahnya. Selama di rumah BUL, SAS mengambil beberapa lembar pakaian dan HP milik orang tua BUL untuk dijual sebagai biaya pelariannya.

Made menjelaskan, dengan semangat kerja sama dan informasi masyarakat, anggota Resmob dan Polsek Suralaga berhasil menangkap SAS di wilayah Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.

Saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang tersisa di TKP, SAS memberontak melawan petugas sehingga dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur dengan tembakan kearah kaki pelaku dan menembus betis kanan Pelaku.

"Menurut keterangan SAS, korban baru disetubuhi setelah tidak sadarkan diri. Saat ini Pelaku diamankan di Polres Lotim guna Pengembangan dan Proses hukum lebih lanjut," kata dia.

Pada Sabtu (29/12), polisi berhasil menangkap tiga pelaku kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadap anak hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kronologi bermula saat korban berinisial EA (15) yang beralamat di Dusun Gerung Barat, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Lotim, dijemput pacarnya berinisial SAS (18) asal Suralaga untuk menonton acara. Setelah acara tersebut selesai, SAS mengajak korban mendampinginya mengkonsumsi minuman keras bersama tiga orang temannya yaitu AP (23), MB (23), dan IR (32).

Dalam kondisi mabuk, SAS menyetubuhi korban di sebuah kebun di wilayah Dusun Sukamulia Praida, Desa Bagik Payung Timur, Suralaga. "Tidak hanya itu, selesai menyetubuhi korban SAS menawarkan korban untuk disetubuhi oleh rekannya namun ditolak oleh korban," kata Kapolres Lotim AKBP Made Winarta.

Made melanjutkan, pada saat diantar pulang dengan dibonceng IR, korban loncat dari sepeda motor karena merasa akan dibawa ke suatu tempat untuk disetubuhi. Akibat loncat dari motor tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian kepala dan telinga mengeluarkan darah kemudian pingsan. Dalam kondisi pingsan, korban dibawa ke sebuah kebun dan disetubuhi secara bergiliran oleh keempat pelaku.

Made mengungkapkan, setelah selesai melakukan aksi bejat tersebut, para pelaku membawa korban ke puskesmas Kalijaga, namun di tengah jalan korban meninggal dunia.

"Karena panik kemudian keempat pelaku tersebut mengarang cerita seolah-olah korban ditemukan di tengah jalan dalam keadaan sempoyongan karena dikejar dua orang yang tidak mereka kenal kemudian mereka antarkan ke puskesmas," ucap Made.

Polisi sendiri berhasil menangkap ketiga pelaku yakni AP (23), MB (23), dan IR (32). Saat dilakukan penangkapan dan pengembangan terhadap pelaku lainnya, pelaku memberontak melawan petugas sehingga pelaku dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan kearah kaki pelaku dan menembus betis para Pelaku. Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kondom, satu sepeda motor, satu syal milik pelaku yang digunakan untuk mencekik korban.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RlWPFJ
January 01, 2019 at 10:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RlWPFJ
via IFTTT
Share: