Showing posts with label May 14. Show all posts
Showing posts with label May 14. Show all posts

Tuesday, May 14, 2019

Rp 2 Miliar Dana ZIS DKI Dikelola untuk Buka di 242 RT

Rumah Zakat menggelar buka bersama di 3 titik ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta menggelar kegiatan buka bersama dengan tema indahnya berbagi kampungnya berseri. Untuk merealisasikan kegiatan ini Pemprov menggandeng lembaga sosial salah satunya Rumah Zakat.

Dana satu Miliar disalurkan melalui Baznas Baziz dikelola untuk kegiatan buka bersama yang akan dilaksanakan di 242 RT di seluruh Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan program buka bersama ini digelar agar masyarakat yang kekurangan juga bisa merasakan berbuka puasa dengan menu yang pantas.

"Jakarta ini ada ironi. sebagian bisa berbuka puasa dengan makanan yang sering berlebih dan sebagian justru berbuka dalam kondisi kekurangan," ujar Anies

Anies pun berharap kegiatan Buka Puasa bukan saja digelar di 242 lokasi tetapi bisa juga digelar di lokasi lainnya. Dalam kerjasama ini Rumah Zakat diamanahi untuk menggelar kegiatan di 3 titik di ibu kota yakni Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan pulau kelapa.

"Kami bersyukur dapat berkolaborasi dengan provinsi dengan kepala daerahnya, Insya Allah kami akan tunaikan amanah ini sebagai bagian dari kontribusi Rumah Zakat menghadirkan Jakarta yang bahagia warganya" ujar Irvan Nugraha, Chief Marketing Officer Rumah Zakat.

Di Ramadhan 2019 ini Rumah Zakat menargetkan 23.446 warga ibu kota merasakan kebaikan dari sesamanya. Tak hanya itu 15 tahun Rumah Zakat hadir di ibu kota dan bertahap ikut berkontribusi menghadirkan  kebaikan untuk warga ibu kota dan

Menjadi jembatan cinta para donatur di 39 titik lokasi pembinaan Setingkat RW dengan 120.800 Penerima Manfaat selama 2018.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vZ9vpM
May 14, 2019 at 08:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vZ9vpM
via IFTTT
Share:

Jalan di Depan SMPN 2 Bekasi Rusak Parah

Jalan raya di depan Sekolah SMPN 2 Bekasi kondisinya rusak parah

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Jalan raya di depan Sekolah SMPN 2 Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi kondisinya rusak parah. Lubang-lubang besar menganga disepanjang jalan.

Kerusakan jalan ini sudah berlangsung sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu. Kondisi lalu lintas di jalan tersebut agak tersendat terganggu akibat jalan rusak tersebut. 

Karena dibiarkan begitu saja, kerusakan jalan malah semakin parah. Bahkan aspal-aspal jalanan menggerus hingga merusak pembatas jalan. Kondisi ini sangat membahayakan bagi para pengendara yang melintas. 

Hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak manapun terkait kerusakan jalan ini. Semoga jalan ini bisa segera diperbaiki dan dapat digunakan secara nyaman oleh masyarakat yang melintas.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q4hNpe
May 14, 2019 at 07:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q4hNpe
via IFTTT
Share:

Multi Bintang Optimistis Masuk Pasar Halal di Indonesia

Multi Bintang menyiapkan empat produk halal, termasuk Fayrouz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Multi Bintang Indonesia Tbk melalui anak usahanya PT Tirta Prima Indonesia kini menggarap pasar minuman nonalkohol. Pengembangan bisnis ini dilakukan melalui penguatan dari sisi produksi dan distribusi. 

Dari sisi produksi, kapasitas pabrik di Tangerang akan mulai banyak difokuskan dalam pengembangan produk-produk nonalkohol. Sedangkan dari sisi produk, ada empat portofolio utama yakni Bintang Zero, Bintang Radler Zero, Fayrouz dan Green Sands.

Corporate Affairs Director Multi Bintang Indonesia Bambang Britono mengatakan saat ini perusahaan memfokuskan pendistribusian produknya khusus Fayrous secara merata di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan dengan harapan Fayrouz dapat dijangkau masyarakat Indonesia.

"Setelah pada awalnya kami sukses memasarkan Fayrouz di minimarket atau toko serba ada, saat ini kami memfokuskan pendistribusian dengan berbagai macam aktivasi pemasaran, seperti iklan baik traditional media maupun media digital," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Selasa (14/5).

Menurutnya sejak pertama kali hadir di Indonesia, salah satu produk nonalkohol kFayrouz memperoleh sambutan yang sangat baik. Fayrouz merupakan minuman sari buah alami dengan soda dengan dua varian rasa yaitu nanas dan pir. 

"Ramadhan kali ini, kami kembali meluncurkan varian baru yaitu Fayrouz Kurma, sehingga kami yakin sensasi sari buah asli kurma akan memberikan kesegaran berbeda," katanya.

Kendati demikian, perusahaan enggan membeberkan nilai penjualan dari produk nonalkohol. "Sehubungan dengan regulasi perusahaan kami belum bisa membagikan keterangan tersebut. Dua varian terdahulu Fayrouz mendapat sambutan positif di pasar, jadi harapan kami pastinya Fayrouz Kurma ini akan memperoleh sambutan positif di Indonesia," ungkapnya.

Bambang menilai produk nonalkohol akan memberikan kontribusi pendapatan mengingat pertumbuhan populasi Muslim yang sangat besar. "Kami melihat adanya peningkatan kebutuhan akan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Salah satunya adalah ketentuan mengenai halal," ucapnya.

Menurutnya, tren halal tengah berkembang, tak hanya dari sisi produk tetapi juga gaya hidup dan pengalaman. Ke depan, sebagai pelaku usaha, Multi Bintang melihat adanya potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar akan tren halal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LDbxWX
May 14, 2019 at 07:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LDbxWX
via IFTTT
Share:

Jabar Proses Pembangunan Embarkasi Haji Dekat Kertajati

IHRAM.CO.ID,BANDUNG--Pemprov Jabar akan menggodok perencanaan Embarkasi haji di daerah yang dekat dengan Bandara Intenasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa,  pihaknya menargetkan, Embarkasi tersebut rampung pada 2020.

Baca Juga:

Hal tersebut, menurut Iwa, menjadi salah satu poin dalam Rapat Kooridinasi Penyusunan Kloter dan Persiapan Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Provinsi Jabar Tahun 1440 H/2019 melalui BIJB Kertajati, di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (14/5).

"Barusan kita memastikan dua hal yang pertama terkait dengan rencana pemberangkatan yang kedua rencana pembangunan embarkasi haji," ujar Iwa.

Iwa mengatakan, Kementerian Agama pun telah memutuskan, bahwa embarkasi didirikan di wilayah yang dekat dengan BIJB.  "Diharapakan selesai di tahun 2020. Sehingga proses embarkasi 2020 sudah bisa berangkat sepenuhnya dari bandara Kertajati," katanya. 

Nantinya, kata dia, embarkasi yang saat ini masih dalam proses pembahasan tersebut akan menampung jemaah dari lima kota kabupaten sebelum terbang ke tanah suci. Adapun lima daerah tersebut adalah  Kota, Indramayu, kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan dan Majalengka.

"Jadi (Embakasi) di Jabar nanti ada dua ya di Bekasi dan embarkasi di Kertajati," katanya. 

 Iwa mengatakan, berbagai bahasan lainnya pun dibahas dalam rakor kali ini, termasuk terkait rencana penerbangan perdana jamaah haji dari BIJB pada 20 Juli nanti. Adapun mengenai hal teknis,  perbedaan harga  avtur menjadi salah satu yang dibahas. 

 "Jadi intinya kita komit untuk bagaimana insya Allah di bulan Juli nanti mudah mudahan semua persiapan kita bisa selesaikan terkait dengan rencana embarkasi haji di bandara Kertajati," katanya. 

Berita Terkait

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W8URuQ
May 14, 2019 at 07:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W8URuQ
via IFTTT
Share:

In Picture: Setya Novanto Diperiksa KPK untuk Sofyan Basir

Setya Novanto diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Terpidana kasus korupsi pengadaan proyek KTP elektronik yang juga mantan Ketua DPR Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5).

KPK memeriksa Setya Novanto sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LDbv1h
May 14, 2019 at 07:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LDbv1h
via IFTTT
Share:

IZI Salurkan Donasi Ramadhan Hingga ke Daerah 3T

Beberapa titik di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dijangkau IZI di Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspedisi Ramadhan menjadi rangkaian kegiatan andalan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Tujuannya membantu para mustahik sepanjang bulan suci ini. “Kami menyampaikan amanah sampai ke daerah yang susah dijangkau, dan ini adalah kenikmatan yang Allah berikan,” ujar Direktur Utama IZI, Wildan Dewayana dalam paparan Ekpedisi IZI Ramadhan 1440 H di Condet Festival Resto, Jakarta Timur, Selasa (14/5).

Selama Ramadhan tahun ini, IZI menyasar para mustahik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Ada sebanyak 10 titik yang menjadi lokasi para penerima manfaat. Misalnya, di Sambas, Kalimantan Barat; Singkawang, Kalimantan Barat; Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT); Jeneponto, Sulawesi Selatan; Seluma, Bengkulu; Sorong, Papua Barat; Sebatik-Nunukan, Kalimantan Utara; Pulau Seram, Maluku; Karo Sinabung, Sumatera Utara; dan Dili, Timor Leste.

Distribusi paket bantuan IZI sudah mulai dilakukan sejak H-7 Ramadhan ke titik-titik tersebut. “Kami ingin laporkan sedikit apa yang kami lakukan, dalam bentuk Ekspedisi Ramadhan. Ini wujud pertanggungjawaban kami terhadap umat,” jelas Wildan.

Dia meneruskan, pihaknya mengajak segenap masyarakat untuk melakukan kebaikan selama Ramadhan melalui IZI. Dengan Ekspedisi Ramadhan, IZI berupaya menjangkau daerah-daerah pelosok. Jarak tempuh yang cukup jauh, medan yang terjal, serta sulitnya akses komunikasi, menjadi rintangan yang mesti diatasi.

Salah satu wilayah sasaran donasi adalah Sorong, Papua. Wildan menuturkan, tim IZI harus melalui empat jam perjalanan dengan kondisi medan yang berlubang dan berkerikil. Akses kadangkala hanya bisa ditembus kendaraan khusus. “Ini pertanggungjawaban dunia dan akhirat artinya kepada umat dan kepada Tuhan,” ujar Wildan.

Salah seorang direksi IZI, Rizqi Rohmat, ikut langsung melakukan Ekspedisi Ramadhan di Sorong, Papua ini, dan menjelaskan bagaimana ini merupakan bantuan yang sangat tepat sasaran. Potret mustahik di wilayah 3T ini kondisinya sangat memprihatinkan, kehidupan mereka jauh dari perkotaan dan membatasi aktivitas yang dapat memajukan kehidupan mereka.

“Semoga penumpukkan bantuan yang pernah terjadi di perkotaan tidak terulang lagi, karena ternyata masih banyak saudara-saudara di luar sana yang butuh uluran tangan kita, bahkan ada yang sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan dengan adanya penyaluran paket ke wilayah 3T, bisa menambah kepedulian kita terhadap masyarakat pedalaman sana,” papar Rizqi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HgUA0h
May 14, 2019 at 07:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HgUA0h
via IFTTT
Share:

Alasan PSSI Gelar Laga Persahabatan dengan Vanuatu

PSSI ingin menaikkan peringkat Timnas Indonesia di FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI mengumumkan tim nasional (Timnas) Indonesia akan melakoni dua pertandingan dalam laga persahabatan internasional FIFA pada pertengahan Juni 2019. Masing-masing menghadapi Yordania dan Republik Vanuatu. Timnas Indonesia sendiri mulai menjalani pemusatan latihan pada 28 Mei mendatang.

Pada laga pertama, tim besutan Simon McMenemy akan bertandang ke markas Yordania pada 11 Juni 2019. Selanjutnya, giliran Timnas Indonesia yang menjamu Republik Vanuatu pada 15 Juni 2019. Rencananya laga tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Praktis perhatian masyarakat lebih tertuju pada Timnas Vanuatu.

Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan. Negara ini berbatasan langsung dengan Australia di sebelah timur, Kaledonia Baru di sisi timur laut, Fiji di sisi barat dan kepulauan Solomon di sisi selatan. Vanuatu memiliki luas mencapai 12.199 kilometer persegi dan Port Villa adalah Ibu Kota negara tersebut.

Belakangan, hubungan diplomatik Indonesia dengan Vanuatu sempat memanas. Pasalnya, pada awal tahun 2019, delegasi Vanuatu telah menyelundupkan aktivis kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda dalam sidang Komisi Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss. Pada kesempatan tersebut Benny menyerahkan petisi dukungan kemerdekaan yang ia klaim ditandatangani oleh sekitar dua juta penduduk Papua Barat.

Ini bukanlah kali pertama pemerintah Vanuatu mengusik ketenangan Indonesia. Pada 2017 silam, Vanuatu bersama enam negara Pasifik lainnya, yakni kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, Nauru, Pulau dan Kepulauan Marshall menggelar pertemuan di Brussels dengan agenda pembahasan penentuan nasib sendiri untuk Papua Barat.

Aksi dukungan terhadap kemerdekaan Papua Barat itu pun pernah berlanjut di forum PBB pada Oktober 2018. Kala itu, Vanuatu dan dua negara Pasifik menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua Barat. Mereka juga menyuarakan dukungan untuk kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.

Namun, pengamat sepakbola nasional, Vino Hanafi menilai keputusan PSSI menjadikan Vanuatu sebagai lawan pada laga persahabatan ini tidak ada kaitannya dengan hubungan diplomatik kedua negara. Vino mengakui bahwa Vanuatu adalah salah satu negara Pasifik yang mendukung kemerdekaan Papua Barat.

Namun, dia meyakini pemilihan ini murni untuk menaikkan peringkat Timnas Indonesia di FIFA. Menurutnya, Vanuatu yang berada di peringkat ke-166 FIFA adalah lawan yang paling memungkinkan untuk dikalahkan.

"Karena banyak manfaatnya ketika peringkat Indonesia naik lebih tinggi lagi, misalnya pemain kita lebih dipandang di kompetisi-kompetisi Eropa. Kemudian mungkin lebih gampang lagi cari lawan tanding yang lebih punya nama, ya memang harus dinaikkan," kata Vino kepada Republika.co.id, Selasa (14/5).

Vino menilai, secara letak geografis mungkin Vanuatu yang berada di Pasifik tidak terlalu jauh untuk didatangkan ke Indonesia. Pasalnya, Indonesia juga pernah mendatangkan Fiji meskipun Indonesia gagal meraih kemenangan saat itu. Kemungkinan lainnya, kata dia, hanya Vanuatu yang available untuk diajak bertanding.

Bahkan, dia mencoba mencari hubungan pada pelatih dari kedua tim. Saat ini, Timnas Vanuatu dibesut oleh Paul Munster yang memiliki lisensi pro UEFA 2018 setelah sebelumnya memiliki lisensi A UEFA pada 2016 dan lisensi B pada 2013.

"Entah ada hubungan darah atau kenal satu sama lain, pelatih timnas Indonesia dan Vanuatu sama-sama dari British, Simon dari Scotland, pelatih Vanuatu, Paul Munster dari Irlandia Utara. Mungkin karena ada kesamaan koneksi, jadi bisa aja karena itu," tuturnya.

Sementara itu, meski nama Vanuatu masih asing di telinga pecinta sepakbola Indonesia, Vanuatu juga memiliki sebuah roda kompetisi olahraga sepakbola yang bernama Port Vila Football League (PVFL) atau Liga Vanuatu. Liga ini terbagi menjadi tiga kasta, Port Villa Premier League, Port Vila First Division, dan Port Vila Second Division.

Selain PVFL sebagai kompetisi utama, Vanuatu juga menggelar turnamen Port Vila Shield dan Port Vila FA Cup. Sebagai negara yang merupakan bagian dari Oseania, Vanuatu masuk dalam Oceania Football Confederation (OFC).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YzSSgH
May 14, 2019 at 07:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YzSSgH
via IFTTT
Share:

Wacana Autopsi Petugas KPPS, Keluarga: Kasihan Anak Saya

Siti menilai putra meninggal wajar karena kelelahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Sejumlah pihak menginginkan autopsi terhadap petugas penyelenggara pemilu yang meninggal pascapencoblosan. Namun para keluarga korban meninggal menolak jika ada yang meminta agar dilakukan autopsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak empat orang pengawas tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bandung meninggal diduga karena kelelahan. Mereka yaitu Baginda Sori Muda (28 tahun), pengawas TPS 69, Desa Cileunyi Wetan.

Iwan Hermawan di Cicalengka, Ganjar Faturahman di Baleendah dan Asep Syarif di Rancabali. Selain itu, petugas KPPS Indra Lesmana asal Cicalengka, Kabupaten Bandung meninggal.

Orangtua dari Ganjar Faturahman (26), Asep Sujatma, warga Andir, Kecamatan Baleendah menolak jika ada pihak yang meminta agar anaknya diautopsi. Sebab penyebab anaknya meninggal karena kelelahan dan tidak terdapat sesuatu yang janggal.

"Kasihan mayat sudah lama (dikubur), harus digali lagi. Saya sama sekali gak setuju," ujarnya, Selasa (14/5). Anaknya, menurutnya sudah beristirahat dengan tenang sehingga tidak perlu diganggu dengan cara diautopsi.

Ibu almarhum, Siti menambahkan, anaknya meninggal karena kelelahan saat bertugas selama proses pemilihan umum (pemilu) 17 April lalu. Kondisi saat itu, tengah banjir di pemukiman warga. Sehingga proses kegiatan harus ditempuh ekstra melewati banjir.

"Ibu gak setuju jika makam anak ibu harus dibongkar dan diotopsi. Anak ibu meninggal wajar (kelelahan)," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HjAFhx
May 14, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HjAFhx
via IFTTT
Share:

Bojan Malisic Ingin Pensiun di Persib

Pemain belakang asal Serbia itu berencana ingin pensiun di Persib Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bojan Malisic menjalani musim kedua berseragam Persib Bandung. Untuk musim 2019, Persib mengontrak pemain belakang asal Serbia itu selama satu tahundengan penambahan opsi satu tahun.

Bojan memang berencana ingin pensiun di tim kebanggaan Jawa Barat ini. Rencana tersebut sudah tercetus sejak dia pertama kali menginjakkan kaki di Bandung. "Saya suka disini, atmosfer yang luar biasa di stadion, Bobotoh mendukung saya dan itu terasa sejak pertama kali ke Bandung," kata Bojan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (13/5).

Bojan memang sudah berusia 34 tahun. Namun dia tidak ingin mematok pensiun berdasarkan umur.  "Itu tergantung fisik saya, jika dua tahun lagi saya tidak kuat saya tidak mau mempermalukan diri saya, dan saya tidak mau hanya diam di Persib sampai 38 tahun untuk menunggu pensiun," kata Bojan.

Namun rencana hanyalah rencana, Bojan mengakui tidak tahu apakah dia benar-benar bisa pensiun di Persib. Jika dia harus berpisah lebih cepat, dia ingin mundur dan berterima kasih pada semua pihak yang selama ini mendukungnya.

Di sisi lain, dia mengaku hanya ingin fokus pada karirnya saat ini. Karena menurutnya, kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap menjalani panjangnya kompetisi. "Saya main setiap pertandingan 90 menit jadi saya merasa sangat baik, saya harap ketika Liga saya merasakan hal yang sama," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HsqFB9
May 14, 2019 at 07:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HsqFB9
via IFTTT
Share:

Wapres JK Tiba di Jenewa Swiss

JK menghadiri forum PBB terkait pengurangan risiko kebencanaan di Swiss.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla telah tiba di Jenewa, Swiss, Selasa (14/5). JK menghadiri forum PBB terkait pengurangan risiko kebencanaan atau Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.

JK yang didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla serta delegasi tiba di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa pukul 13.35 waktu setempat. JK dan rombongan langsung disambut Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D Hadad serta wakil tetap RI di Jenewa Hasan Kleib, untuk diantar menuju Hotel Beau-Rivage.

Rencananya, di Swiss JK akan menghadiri forum United Nasional for Disaster Risk Reduction (UNDRR) pada hari Kamis (16/5) dan sejumlah pertemuan bilateral. JK mengatakan, di forum UNDRR ia akan membagikan pengalaman Indonesia dalam menangani kebencanaan yang terjadi di Tanah Air.

Menurut JK, Indonesia dianggap memiliki pengalaman dalam proses penyelesaian kebencanaan. JK menerangkan, Indonesia yang berada di rangkaian cincin api membuat rentetan kejadian bencana mulai dari gempa bumi dan tsunami kerap melanda Indonesia.

"Indonesia dianggap memiliki pengalaman dari berbagai macam macam penyelesaian kebencanaan, baik itu tsunami gempa bumi karena kita bagian dari ring of fire," ujar JK.

Selain lawatannya ke Swiss, JK terlebih dahulu akan menghadiri acara The Christchurch Call to Action di Istana Elysee, Paris, Prancis, pada Rabu (15/5). JK akan membicarakan persoalan teroris di Prancis.

JK mengungkap, di Paris ia akan berbicara persoalan teroris yang marak di internet. JK menyebut terorisme makin kencang saat ini, karena penggunaan internet yang terus meningkat.

"Di internet, anda bisa belajar tentang bom, idologi macam-macam, semua bisa lewat internet. Karena itu, saya bersama Rudiantara di undang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri New Zealand yang baru ini telah menjadi korban, 2 bulan lalu," kata JK.

Selanjutnya, masih di hari yang sama, JK dan delegasi akan mengikuti Dinner Tech for Good Summit di Istana Elysee, Paris, Prancis.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vzi8Gw
May 14, 2019 at 07:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vzi8Gw
via IFTTT
Share:

Polda: Eggi Ditahan karena tak Kooperatif

Eggi dianggap tak mau menyerahkan ponselnya saat hendak disita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengatakan, penangkapan atas tersangka dugaan makar Eggi Sudjana usai menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya selama 13 jam karena yang bersangkutan tidak kooperatif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, penangkapan Eggi Sudjana usai menjalani pemeriksaan dengan berbagai pertimbangan penyidik. Di antaranya Eggi dianggap sempat menolak menjalani pemeriksaan pada Senin sore saat menemui penyidik. Eggi juga enggan memberikan ponselnya saat penyidik memintanya untuk disita.

"Kemarin saat mau diperiksa, ia menolak dan keluar. Lalu kita mau sita HP-nya tidak dikasihkan, karena itu tujuannya untuk barang bukti. Setelah buka puasa atau magrib, yang bersangkutan datang kembali untuk diperiksa. Penyidik dengan senang hati menerima beliau dalam pemeriksaan sebagai tersangka," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Karena beberapa alasan itulah, penyidik akhirnya melakukan penangkapan terhadap Eggi yang disebutnya sebagai pertimbangan subjektivitas penyidik.

Penangkapan tersebut, kata Argo, dilakukan penyidik dengan membacakan dan menyampaikan surat penangkapan terhadap Eggi Sudjana yang didampingi tim kuasa hukumnya, di ruang penyidik, Selasa dini hari.

Setelah dilakukan penangkapan, kata Argo, penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak.

"Jadi kita tunggu, setelah nanti 1×24 jam penyidik bersikap seperti apa. Apakah menahan yang bersangkutan atau tidak, adalah wewenang penyidik dan semua kemungkinan bisa terjadi," kata Argo.

Tersangka kasus makar, Eggi Sudjana memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Senin (13/5) petang sekitar pukul 16:30 bersama sedikitnya lima orang tim kuasa hukumnya.

Eggi yang waktu itu mengenakan kemeja putih dan peci warna hitam putih serta menenteng dua kitab suci Alquran tampak tenang.

Saat ditemui awak media, Eggi mempersilakan satu persatu kuasa hukumnya memberikan pernyataan terkait kasusnya dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Mereka intinya mengecam penetapan status tersangka Eggi dengan berbagai argumen.

Adapun Eggi menyatakan ia mau melihat sampai dimana profesionalitas polisi dalam menangani kasusnya. "Kita minta bapak polisi objektif karena anda sudah mengklaim profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Jadi janganlah mengingkari jargonnya sendiri. Saya mau lihat nanti profesionalitasnya sampai di mana," ujar Eggi.

Sebelimnya, Eggi Sudjana menilai Presiden Jokowi bisa memerintahkan Kapolri untuk tidak menahan dirinya dalam kasus ini jika Jokowi siap berdemokrasi.

"

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HrjLwl
May 14, 2019 at 07:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HrjLwl
via IFTTT
Share:

Jelang Musim Mudik, KAI Tidak Lagi Sediakan Kereta Tambahan

Tambahan 50 kereta oleh KAI sudah maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengatakan, tidak akan lagi menyiapkan kereta tambahan menjelang tibanya musim mudik pada Ramadhan tahun ini. Sebab, kuota kereta tambahan telah disiapkan sebanyak 50 perjalanan per hari yang sudah dapat dipesan sejak bulan Februari lalu.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, penambahan 50 kereta tersebut sudah merupakan kapasitas maksimum yang dapat disediakan oleh perseroan. Sebab, kata Edi, KAI juga harus mempersiapkan armada cadangan sebagai antisipasi keberjalanan mudik nantinya.

“Tidak ditambah lagi. Kemarin sudah maksimum yang kita punya. Kita harus siapkan untuk cadangan selain buat lebaran,” kata Edi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/5).

Edi menjelaskan, tiket 50 kereta tambahan itu sudah mampu menambah jumlah kursi penumpang harian menjadi 247.010 kursi per hari dari kapasitas kursi normal per hari sebanyak 236.210 kursi. Artinya, KAI menambah kuota penumpang sebesar lima persen per hari.

Lebih lanjut, Edi mengatakan, kereta untuk periode lebaran telah terjual sebanyak 59 persen. Pembelian tiket itu terutama untuk perjalanan pada H-1 hingga H-5 hari lebaran. Sementara untuk H-6 sampai dengan H-10 lebaran kemungkinan masih banyak tersedia. Penyebabnya, kata Edi, karena masih banyak para pekerja yang belum mendapatkan kepastian hari libur.

Meski demikian, Edi menjelaskan, bagi masyarakat yang nantinya tidak mendapatkan kursi masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan kursi penumpang. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak penumpang yang membatalkan keberangkatan.

“Jadi, untuk calon penumpang kalau nanti tidak dapat jangan berkecil hati. Nanti kalau ada yang batal, ambil saja,” kata dia.

Edi mengatakan, pihaknya menggandeng aparat TNI dan Kepolisian RI untuk melakukan penjagaan di daerah-daerah rawan kecelakaan demi mengamankan musim mudik. Ia mengatakan, daerah yang paling rawan untuk pelintasan kereta terdapat di Semarang yang menjadi bagian dari Daerah Operasional 4.

Total personel yang disiagakan untuk penjagaan yakni lebih dari 11 ribu personel dari KAI serta aparat gabungan TNI dan Polri sebanyak 1.500 orang. “Seluruh lintas kereta api akan dijaga,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VBJf3R
May 14, 2019 at 07:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VBJf3R
via IFTTT
Share:

Safari Ramadhan, Baznas Indramayu Bagikan Bantuan

Ramadhan diharap dapat lebih memotivasi masyarakat untuk mengeluarkan ZIS.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Di bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu kembali menyalurkan bantuan bagi para DKM, imam masjid, merbot masjid, dan anak yatim piatu. 

Hal itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan Safari Ramadhan Bupati Indramayu, Supendi, di Kecamatan Haurgeulis, Senin (13/5) malam. Dalam kesempatan Safari Ramadhan perdana bupati itu, Baznas Indramayu menyalurkan bantuan untuk eks Kawedanaan Haurgeulis dengan total sebesar Rp 29,8 juta.

Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Moh Mudor menjelaskan, bantuan yang diberikan di eks Kawedanaan Haurgeulis itu terbagi untuk Kecamatan Patrol, untuk 40 anak yatim piatu dengan besaran Rp 100 ribu per anak. Selain itu, untuk Kecamatan Sukra yang diperuntukan bagi 40 anak yatim piatu dengan besaran Rp 100 ribu per anak.

Di Kecamatan Anjatan, bantuan dibagikan untuk 65 anak yatim piatu dengan besaran Rp 100 ribu per anak, dan Kecamatan Gantar diberikan kepada 35 anak yatim piatu, juga dengan besaran Rp 100 ribu per anak.

Mudor menambahan, bantuan diberikan juga kepada Kecamatan Haurgeulis, yakni untuk 50 anak yatim piatu dengan besaran Rp 100 ribu per anak, DKM Masjid sebesar Rp 5 juta, bantuan untuk dua orang imam masjid senilai Rp 1,2 juta, dan bantuan marbot masjid sebesar Rp 600 ribu.

Bupati Indramayu Supendi berharap, agar pada bulan Ramadhan ini, dapat lebih memotivasi masyarakat Indramayu untuk mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS). Pasalnya penerimaan ZIS yang dikelola oleh Baznas masih belum optimal bila dibadingkan dengan potensi yang ada di Kabupaten Indramayu.

"Mumpung di bulan Ramadhan, kita ingatkan agar masyarakat Indramayu lebih memiliki jiwa sosial supaya mau berbagi dengan sesama dan lingkungan terdekatnya," tandas Supendi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hme2b0
May 14, 2019 at 07:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hme2b0
via IFTTT
Share:

BPN: Prabowo-Sandi Unggul Berdasar C1 dari 54,91 Persen TPS

Data BPN didapat dari form C1 dari 54,91 persen total TPS di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Laode Masihu Kamaluddin membeberkan hasil Pilpres 2019 berdasarkan formulir C1. Hasilnya pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh suara sebesar 54,24 persen atau 48.657.483 suara. Sedangkan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin hanya mendapatkan suara sebesar 44,14 persen.

Namun data dari sistem informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandiaga itu baru masuk sekitar 54,91 persen atau sekitar 444.976 dari 810.329 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kendati demikian, kata Laode, sudah dipastikan Prabowo-Sandiaga memenangi Pilpres 2019.

"Angka ini sudah melebihi dari keperluan ahli-ahli statistik, angka sudah valid sudah bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," ujar Laode di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Menurut Laode angka tersebut tidak akan berubah drastis. Sambungnya, hanya dapat berubah jika terjadi kecurangan, diantaranya dengan pencurian suara. Apalagi pihaknya juga telah melakukan banyak simulasi bagaimana dan angkanya stabil.

"Angka ini bisa diubah kalau dirampok. Inilah kondisi kita hari ini. Maka kita sampai pada keyakinan bahwa Prabowo-Sandi adalah pemenang," tambahnya.

Tidak hanya mengklaim, Laode tidak takut jika ada yang ingin adu data yang dimilikinya terkait hasil Pilpres 2019. Ia mengaku data ini dihimpun dari para relawan. Kemudian data ini juga juga dibantu oleh para ahli IT dan sudah terverifikasi dan validasi meski masih terus berjalan.

"Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku. Kita memasuki era baru, yaitu big data dan inilah kita sampai keyakinan bahwa Prabowo-Sandi Presiden RI 2019-2024," tegas Laode.

Data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga Selasa (14/5) pukul 17.00 WIB telah mencapai 665.057 dari 813.350 tempat pemungutan suara (TPS) atau 81,76 persen. Berdasarkan data Situng tersebut, selisih antara kedua pasangan calon presiden-calon wakil presiden masih 15,6 juta suara.

Perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 70.442.139 suara (56,25 persen) dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 54.796.359 suara (43,75 persen). Berdasarkan data Situng KPU pukul 17.00 WIB tersebut, jumlah perolehan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin meningkat 747.039 suara dibanding perolehan pada pukul 11.00 WIB. Sementara, Prabowo-Sandi mendapatkan penambahan 741.620 suara.

Sementara itu dari 34 Provinsi, empat provinsi telah menyelesaikan menyalin data Formulir C1 100 persen ke dalam Situng KPU, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Bali dan Gorontalo. Dari keempat Provinsi tersebut, Jokowi unggul di tiga provinsi (Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo) dan Prabowo menang di satu provinsi (Bengkulu).

Jokowi-Ma'ruf menang di Kepulauan Bangka Belitung dengan perolehan 495.510 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 288.097 suara. Di Provinsi Bali, Jokowi-Ma'ruf mampu meraih suara 2.34.435 suara dan Prabowo-Sandi 212.577 suara.

Jokowi-Ma'ruf juga unggul di Gorontalo dengan raihan 369.277 suara, dibandingkan Prabowo-Sandi yang memperoleh 344.653 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi menang tipis di Bengkulu dengan perolehan 585.499 suara dibanding Jokowi-Ma'ruf 582.741 suara.

KPU menyatakan, data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VEVRXV
May 14, 2019 at 07:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VEVRXV
via IFTTT
Share:

Pertamina Targetkan Satu Desa Satu Pangkalan Elpiji

Saat ini jumlah pangkalan elpiji Pertamina 165 ribu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT  Pertamina (Persero) mengupayakan untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan pasokan elpiji. Salah satu caranya adalah membuat program satu desa satu outlet penjualan elpiji.

Direktur Marketing Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan program ini bermaksud bahwa satu desa paling tidak ada satu outlet penjual elpiji. Jumlah berapa yang dijualpun mengikuti kebutuhan dan jumlah KK dari desa tersebut.

"Jadi kami itu ada konsep, satu desa itu harus ada satu outlet," ujar Mas'ud di DPR RI, Selasa (14/5).

Mas'ud menjelaskan hal ini dilakukan selain untuk mengantisipasi kelangkaan juga untuk bisa meratakan distribusi sehingga semua desa mendapatkan suplai yang cukup. "Biar nggak ada desa yang nggak ada outlet. Dan supaya tidak ada dominasi Kalau mendominasi kan kalau dia nggak jualan, ada yang kolaps. Nah ini biar pemerataan distribusi. Secara volume sih nggak nambah," ujar Mas'ud.

Ia menjelaskan sebenarnya selama ini jumlah outlet atau pangkalan elpiji yang ada jumlahnya 165 ribu pangkalan. Hanya saja, pangkalan ini tidak menyebar secara merata sehingga kerap terjadi keluhan di satu desa tidak ada elpiji tiga kilogram, sedangkan di desa sebelah berlimpah.

"Ya itu masalahnya, ada satu desa ada lima pangkalan. Tapi ada juga satu desa nggak punya pangkalan elpiji. 165 ribu itu, tapi nggak rata. Makanya kan itu lagi diberesin," ujar Mas'ud.

Ia juga menjelaskan para pangkalan ini juga diimbau untuk tidak hanya menjual elpiji tiga kilogram saja, tetapi juga menjual elpiji yang non subsidi. Harapannya, masyarakat juga bisa beralih dari penggunaan elpiji subsidi ke elpiji reguler.

"Kami juga minta buat mereka jual juga yang non subsidi kan. Jadi kedepan, setiap pengajuan tiga kg, kita tawarkan juga yang non tiga kg, jadi non PSO, ada dimana-mana," ujar Mas'ud.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WFGWsR
May 14, 2019 at 07:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WFGWsR
via IFTTT
Share:

Pertamina Targetkan Satu Desa Satu Pangkalan Elpiji

Saat ini jumlah pangkalan elpiji Pertamina 17

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT  Pertamina (Persero) mengupayakan untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan pasokan elpiji. Salah satu caranya adalah membuat program satu desa satu outlet penjualan elpiji.

Direktur Marketing Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan program ini bermaksud bahwa satu desa paling tidak ada satu outlet penjual elpiji. Jumlah berapa yang dijualpun mengikuti kebutuhan dan jumlah KK dari desa tersebut.

"Jadi kami itu ada konsep, satu desa itu harus ada satu outlet," ujar Mas'ud di DPR RI, Selasa (14/5).

Mas'ud menjelaskan hal ini dilakukan selain untuk mengantisipasi kelangkaan juga untuk bisa meratakan distribusi sehingga semua desa mendapatkan suplai yang cukup. "Biar nggak ada desa yang nggak ada outlet. Dan supaya tidak ada dominasi Kalau mendominasi kan kalau dia nggak jualan, ada yang kolaps. Nah ini biar pemerataan distribusi. Secara volume sih nggak nambah," ujar Mas'ud.

Ia menjelaskan sebenarnya selama ini jumlah outlet atau pangkalan elpiji yang ada jumlahnya 165 ribu pangkalan. Hanya saja, pangkalan ini tidak menyebar secara merata sehingga kerap terjadi keluhan di satu desa tidak ada elpiji tiga kilogram, sedangkan di desa sebelah berlimpah.

"Ya itu masalahnya, ada satu desa ada lima pangkalan. Tapi ada juga satu desa nggak punya pangkalan elpiji. 165 ribu itu, tapi nggak rata. Makanya kan itu lagi diberesin," ujar Mas'ud.

Ia juga menjelaskan para pangkalan ini juga diimbau untuk tidak hanya menjual elpiji tiga kilogram saja, tetapi juga menjual elpiji yang non subsidi. Harapannya, masyarakat juga bisa beralih dari penggunaan elpiji subsidi ke elpiji reguler.

"Kami juga minta buat mereka jual juga yang non subsidi kan. Jadi kedepan, setiap pengajuan tiga kg, kita tawarkan juga yang non tiga kg, jadi non PSO, ada dimana-mana," ujar Mas'ud.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E6CXi0
May 14, 2019 at 07:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E6CXi0
via IFTTT
Share:

Linkaja Syariah Meluncur Agustus 2019

Saat ini, pemerintah masih mengembangkan platform Linkaja Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) akan bekerja sama dengan empat bank syariah anak perusahaan BUMN untuk meluncurkan platform uang elektronik Linkaja Syariah. Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar mengatakan Linkaja Syariah akan meluncurkan Agustus 2019.

Menurutnya, penandatanganan MoU kerja sama antara kedua pihak akan berlangsung hari ini bersamaan dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. MoU termasuk kesepakatan pengembangan Linkaja dengan skema syariah.

"Kita saat ini masih dalam pengembangannya ya, insya Allah akan diluncurkan Agustus ini," kata Afdhal usai konferensi pers peluncuran MEKSI di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (14/5).

Afdhal menyampaikan ini merupakan salah satu upaya KNKS untuk mengembangkan keuangan sektor ritel. Bank-bank syariah didorong untuk memperluas jangkauannya dengan kolaborasi, termasuk dengan Finarya.

Ketua KNKS, Ventje Rahardjo mengatakan kedepannya, ekonomi syariah diharapkan berkembang pesat setelah ada ekosistem yang mendukung. Linkaja Syariah menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan masyarakat dengan preferensi syariah. 

"Kita harapkan Linkaja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah," kata Ventje. 

Selain berfungsi sebagai uang elektronik, Linkaja Syariah juga akan dikemas terhubung dengan sistem perdagangan niaga daring, produk keuangan syariah, pariwisata halal, serta melayani transaksi dana sosial keagamaan. Seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WFGSJD
May 14, 2019 at 07:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WFGSJD
via IFTTT
Share:

BRI Investasi Rp 2,7 Tuntuk Ganti Perangkat Komputer

Untuk membangun digital banking, BRI terus menambah sumber daya manusia di divisi IT.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Industri 4.0 menjadi stimulan bagi Bank BRI untuk menjadi bank digital. Sebab, semua perbankan di era 4.0.ini, memang harus ke arah digital. 

"Kami tiap tahun investmen dalam IT. Seperti tahun ini, bukan hanya IT terkait core banking sistemnya, tapi kami modernisasi yang lama kami ganti dengan yang baru," ujar Direktur Jaringan dan Layanan, Osbal Saragi, kepada wartawan seusai acara buka bersama anak yatim dalam Program BRI Peduli dengan tema “Berbagi Bahagia Bersama BRI” di Kantor Kanwil BRI Bandung, Senin malam (14/5).

Osbal mengatakan, untuk mewujudkan mimpi BRI menjadi bank yang benar-benar disukai semua nasabah dengan layanan yang ditawarkan BRI, setiap tahun investasi akan ditingkatkan. 

"Dalam waktu 5 tahun, untuk mengurusi komputer yang ada di cabang saja, kita habiskan Rp 2,7 triliun hanya untuk komputer agar perangkatnya tak ketinggalan. Itu semua kita buat ada timnya," katanya.

Jadi, kata dia, dengan investasi tersebut semua perangkat pendukung akan dirapikan dan diganti. Agar, tak hanya sistemnya saja yang terus diperbaharui. "Karena kan IT setiap lima tahun harus diganti agar tak ketinggalan. Termasuk perangkatnya," katanya.

Menurut Osbal, di era industri 4.0 ini, BRI terus melakukan penyesuaian bahkan untuk 5 tahun yang akan datang sampai 2022, pihaknya sudah menyusun strategi. Karena, kalau tak bisa bersaing dengan kompetitor, maka BRI tak bisa memenuhi tuntutan nasabah 

"Padahalkan 2022 kita ingin BRI sebagai custumer sentrik. Itu memang dirancang smua produk value harus sesuai dengn kebutuhan nasabah. Yakni, mudah  dan nyaman," katanya.

Untuk membangun digital banking, kata dia, BRI  terus menambah sumber daya manusia (SDM) di divisi IT. BRI merancang dua hal. Pertama, membangun platform sendiri dan bekerja sama dgn IT yang sudah mapan. 

"Digital banking memang masa depan perbankan. Makanya kita kesana dan harus ditandai dengan membangun custumer experience," katanya.

Sementara mengenai kegiatan CSR buka bersama dengan anak yatim, menurut Osbal, Bank BRI memang selalu berbagi kebahagian dengan banyak masyarakat. Secara khusus, kepada anak yatim sebagai bentuk rasa syukur. Apalagi, BRI bisa besar karena doa banyak orang. 

"Kegiatan ini bentuk syukur yang kita buat. Bagaimana berbagi kebahagiaan di bulan ramadan. Jadi bersyukur dengan semua orang," katanya.

Sementara menurut Pemimpin Wilayah BRI Bandung, Hendro Padmono, dalam acara ini BRI Berbagi Sembako sebanyak 2000 paket, memberikan santunan pada anak Yatim Piatu senilai Rp.53.200.000,  dan Buka Bersama 200 Anak Yatim. "Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan semua masyarakat," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jk5SU0
May 14, 2019 at 07:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jk5SU0
via IFTTT
Share:

DPR Uji Publik RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Uji publik untuk mendapatkan respons masyarakat terkait RUU Pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR-RI mulai melakukan uji publik Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Panja juga mengadakan pertemuan dengan para pimpinan pesantren dan sekolah keagamaan di Kota Malang, Jawa Timur, untuk menyerap aspirasi masyarat.

Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher mengatakan, uji publik diperlukan untuk memotret respons masyarakat terhadap rencana penerbitan RUU ini. Uji publik juga untuk menjawab kekhawatiran yang muncul pada awal diskusi penyusunan RUU.

Pada awal rencana ini dikeluarkan, sempat muncul kekhawatiran dikalangan pesantren. Dikhawatirkan RUU akan mengubah ciri khas pesantren yang sudah ada sejak dahulu bahkan sebelum Indonesia merdeka.

“RUU ini tidak akan menghilangkan ciri pesantren apapun itu, seperti otoritasnya, otonomi yang merupakan kearifan lokal dan kekhasannya,” ujar Ali Taher dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Senin (13/5).

Menurut Ali Taher, substansi RUU ini justru ingin menjaga ciri khas pesantren yang terbukti telah berkontribusi dalam merawat serta memelihara ideologi bangsa Indonesia yang berazaskan Pancasila. Karenanya, Komisi VIII bersama Kementerian Agama akan memperjuangkan RUU tersebut, yang harapannya diakhir priode ini dapat dibahwa ke sidang paripurna untuk disahkan.

“Insya Allah target RUU ini dibawa ke paripurna bulan September sebelum masa akhir priode DPR RI Tahun 2014-2019,” lanjutnya.

Senada dengan Ketua Komisi VIII, Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Mahad, Aly Ainurrafiq mangaku jika RUU ini sempat mendapatkan penolakan dari kalangan pesantren karena dianggap akan mengatur dan mengubah ke khasan lembaga pendidikan agama yang sudah sangat tua di Indonesia ini.

Pada faktanya, pesantren tidak semata lembaga pendidikan dan dakwah, tapi juga lembaga pemberdayaan masyarakat, selain ekonomi juga ideologi.

"Saya berharap RUU ini dapat segera ditetapkan menjadi UU. Jumlah pasal RUU ini tidak terlalu banyak, sangat sederhana, dan fleksibel," ucapnya.

Plt. Ka.Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, Moch. Amin Mahfud mengapresiasi kehadiran Ketua Komisi VIII DPR RI beserta rombongan di Kota Malang dalam uji publik RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Menurut Amin, Jawa Timur memiliki pondok pesantren yang tersebar luas.

"Bahkan, ada 42 ribu ponpes yang dalam kategori besar di Jawa Timur, belum yang kecil-kecil. RUU ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pesantren dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikannya di Tanah Air," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JngcKS
May 14, 2019 at 07:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JngcKS
via IFTTT
Share:

Terbebas Tagihan Operasi Puluhan Juta Berkat JKN-KIS

Sebelumnya, sempat jalani operasi dengan biaya 60 juta rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Penting bagi seseorang untuk memiliki jaminan kesehatan, karena dampak biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan tidaklah murah. Bukan hanya ketidakmampuan membayar biaya sendiri, tetapi juga bisa berdampak pada ekonomi keluarga. Hal tersebut pernah dialami oleh Sutarmi (60), salah seorang warga Bandung yang tinggal di daerah Antapani Wetan. Ia masih ingat betul, pada pertengahan tahun 2014 lalu pernah mengeluarkan biaya hampir 60 juta rupiah karena harus menjalani operasi batu empedu.

“Jadi pada tahun 2014 lalu, ibu teh sering merasa capek, mual, dan nyeri pada perut bagian atas. Bahkan beberapa kali sering jatuh pingsan. Setelah di USG, ternyata ada batu empedu. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada 17 batu dengan ukuran yang berbeda. Dokter bilang harus segera di operasi. Saat itu, pihak keluarga entah bagaimana caranya harus menyiapkan uang puluhan juta. Waktu itu biaya operasinya sampai 60 juta rupiah, belum lagi masih harus kontrol rutin. Keluarga bingung cari uangnya,” tutur Sutarmi. Pada pertengahan tahun 2015, ia kembali sakit-sakitan kerena masih terdapat batu empedu yang tertinggal pasca operasi pertama. Namun kali ini berbeda, karena Sutarmi dan keluarga telah mendaftar dalam Program JKN-KIS. 

“Karena kita sudah menjadi peserta, untuk pengobatan yang kedua ini kita memanfaatkan kartu JKN-KIS. Dari Fasilitas Kesehatan Pertama sampai akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin. Dokter juga mendiagnosa harus ditindak operasi, lagi. Kali ini saya dan keluarga tidak bingung, karena JKN-KIS,” senyumnya.

Hal yang paling terasa bagi Sutarmi dan keluarga adalah setelah ia sudah diperbolehkan pulang. Ia pun khawatir jika harus membayar sebagian tagihan berobatnya. Ia hampir tak percaya ketika mendengar petugas rumah sakit mengatakan jika keluarganya tidak perlu mengeluarkan biaya satu rupiah pun di operasi kedua ini. Operasi dan semua pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Jelas terasa sekali perbedaannya. Kalau dulu tidak menggunakan JKN-KIS, kami sekeluarga harus mengeluarkan uang hampir 60 juta, sampai bingung harus mencari uang kemana. Sekarang saya pulang dari rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. JKN-KIS bukan sekedar membantu, tetapi benar-benar meringankan keluarga kami. Kalau masalah pelayanan, tidak ada perbedaan pada saat saya menjadi pasien umum,” jelas Sutarmi dengan yakin.

Dengan pengalaman yang ia dapatkan selama memanfaatkan JKN-KIS, Sutarmi dan keluarga berkomitmen untuk selalu membayar iuran rutin. “Manfaatnya sangat terasa, tidak akan menyesal,” tutupnya. (ril)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JD0Z7O
May 14, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JD0Z7O
via IFTTT
Share: