Showing posts with label 2018 at 10:14PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:14PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Menjaga Lisan dan Tangan

Manusia sering terdampar dalam emosi sesaat yang dangkal.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mohammad Farid Fad

Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa para sahabat bertanya, wahai Rasul, Muslim manakah yang paling utama? Rasulullah SAW pun menjawab, yaitu Muslim yang selamat lisan dan tangannya (HR Bukhari). Hadis yang ber-uslub badi' jinas isytiqaq di atas linier dengan kekhawatiran publik akan makin berkecambahnya hoaks dan narasi kebencian pada tahun politik.

Ruang publik memburam akibat membiaknya rimba kata yang nyaris tanpa makna. Data dan fakta dipelintir hingga lamur dalam indra objektivitas dan rasionalitas. Akibatnya, tak sederhana, sering kali sel pikir malah meringkuk dalam pengapnya penjara irasionalitas. Sebagai homo digitalis, kita sering kali terdampar dalam emosi sesaat yang dangkal. Agitasi dan propaganda justru diremah men tahmentah.

Sementara hujan olok-olok yang ditengarai melabrak te duhnya payung logika etika dan esteti ka terus-menerus mendera deras. Kita seakan lalai bahwa tajamnya lidah bisa mendatangkan siksa Allah. Muadz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasul, apakah kita akan disiksa akibat sesuatu yang diucapkan?"

Beliau menjawab, "Tidaklah manusia terjungkir di atas wajahnya (atau hidungnya) ke neraka melainkan akibat lisannya." Al-Ghazali dalam Ihya'-nya mengingatkan bahwa anggota tubuh yang paling durhaka pada manusia ialah lidahnya, disebabkan ia tidak merasa berat menggerakgerakkannya, lincah untuk membicarakan apa pun. Tak hanya itu, ia juga perangkat setan terbesar untuk menipu manusia.

Dalam cuaca penuh kebisingan, membuat kita rindu pelangi keheningan yang penuh warna-warni hikmah. Memang, diam adalah hikmah dan (terhitung) sedikit pelakunya. Kita seolah lupa sabda Rasulullah SAW, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.

Dalam Ihya' dikisahkan Nabi Isa ditanya, "Tunjukilah kami amalan yang membawa kami masuk surga." Isa menjawab, "Janganlah kamu bertutur kata selamanya." Mereka menyahut, "Kami tak sanggup demikian." Kemudian Nabi Isa berkata, "Janganlah bertutur kata selain hal kebajikan."

Perlu disadari bersama bahwa manusia merupakan animal simbolicum, pencipta simbol melalui uraian lisan dan tulis. Kita menggunakan kata untuk mengab straksikan segala hal sebagai perangkat komunikasi verbal. Tak sekadar itu, bahasa juga menyimpan potensi membentuk pola pikir dan keyakinan sang mukhatab. Atau dengan kata lain, bahasa berfungsi sebagai pencipta realitas sekaligus realitas itu sendiri.

Untuk itu, sudah saatnya kita menggunakan segenap keinsafan diri agar tak larut dalam jeratan angkara emosi yang berujung ujaran kebencian. Peliharalah lisan dan jari kita dari tuturan yang nirmakna. Disebabkan pada dasarnya, memelihara lisan dan jemari berarti menjaga orisinalitas modus keberislaman yang autentik.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa di antara kebaikan kadar keislaman seseorang ialah bila ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya. Bahkan, indikator keimanan pun ditera melalui ucapan dan tutur yang memadukan antara nalar yang waras dan nurani yang sehat. Wallahu a'lam 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EIRzWI
December 22, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EIRzWI
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Kadin Dorong Kepemilikan Ekspor Halal

Soal industri halal, Indonesia justru dibandingkan Thailand, Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendorong untuk terjadinya kepemilikan ekspor halal. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kepahaman antara Kadin KT3 dan OKI dengan Badan penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) hari ini (21/12).

“Kita ini memang sudah harus meningkatkan kepemilikan ekspor halal, terutama ke timur tengah,” kata Ketua Kadin KT3-OKI Fachry Thaib di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan keharusan Indonesia harus memiliki sertifikat halal tidak bisa dianggap remeh, terutama produk ekspor ke negara timur tengah dan OKI. Fachry menegaskan negara OKI akan menetapkan barang impor yang memiliki sertifikasi halal.

Fachry menganggap hal tersebut saat ini belum diperhatikan oleh pemerintah sehingga sertifikasi halal perlu dilakukan. “Tapi apakah pemerintah peduli atau nggak, itu belum tentu,” ujar Fachry.

Untuk itu, dia memastikan Kadin KT3-OKI mendukung BPJPH dalam merngimplementasikan Undang-undang Jaminan Produk Halal Nomor 33 Tahun 2014. Dukungan tersebut, kata Fachry, baik secara domestik ataupun kepentingan ekspor produk halal.

Biaya Sertifikasi Halal Dipastikan tak Memberatkan UMKM

Dia menilai paling tidak jika saat ini Indonesia sudah memperhatikan sertifikasi halal, paling tidak bisa untuk menghadapi jika nantinya seluruh negara timur tengah sudah menerapkan aturan tersebut. “Sertifikat halal itu juga di industrinya. bukan hanya produknya. Misalnya, saya punya produk permen, masa harus pergi minta sertifikasi halal ke Malaysia biar bisa ekspor,” jelas Fachry.

Bahkan Fachry memastikan sertifikasi produk halal sifatnya sudah global sebelum Indonesia memulai saat ini. Dia menegaskan, Indonesia justru tertinggal dibandingkan Thailand, Selandia Baru, Australia, dan Inggris.

“Kita ini malah kawasan industri halal, jutru belum punya. Thailand udah punya, padahal penduduknya banyak sekali yang nonmusli. Nah kita ini terlambat,” tutur Fachry.

Sementara itu, Wakil Ketua KT3-OKI Mohamad Bawazeer menambahkan pada dasarnya UU Nomor 33 Tahun 2014 tersebut juga untuk melindungi eksportir. Terutama bagi pengusaha yang mengekspor produknya ke negara timur tengah.

Dengan begitu, menurutnya produk tersebut tidak perlu harus melaluui negara lain yang memberikan sertifikasi halal seperti Malaysia. “Itu logika normalnya, saya yakin UU ini akan ada dampak positif,” jelas Bawazeer.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LuVsPz
December 21, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LuVsPz
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Lapor ke JK, Airlangga: Elektabilitas Golkar 16,8 Persen

Airlangga mengklaim dukungan ke Jokowi juga meningkatkan elektabilitas Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut elektabilitas Partai Golkar terus meningkat, setelah sempat terpuruk karena kasus korupsi. Dalam silaturahmi Partai Golkar yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan elit Golkar lainnya, Airlangga mengklaim hasil survei Golkar terbaru menunjukan perolehan suara Golkar mencapai 16,8 persen dari target Golkar 18 persen.

"Setelah terpuruk di kisaran 7-8 persen pada titik nadir prahara di awal tahun ini, perolehan kursi Partai Golkar kini telah meningkat cukup pesat, mencapai angka 16,8 persen," ujar Airlangga di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, Kamis (20/12).

Tak hanya itu, Airlangga juga mengklaim posisi pemilih partai Golkar yang memilih Presiden Jokowi juga menunjukkan peningkatan. Menurutnya, dari 15 persen di Januari 2018, kini telah mencapai 75 persen per November.

"Hampir setahun kita bekerja keras dan alhamdulillah tanda-tandanya sudah cukup baik. Tentu saja, kita tidak boleh berpuas diri," ujar Airlangga.

Sebab, menurutnya, ssetiap penelitian atau survei bisa keliru. Karena itulah, ia meminta seluruh kader harus tetap menjaga semangat untuk bekerja lebih untuk Pemilu 2019.

"Kita semua akan bekerja lebih keras lagi, lebih kreatif lagi, untuk membuktikan bahwa Partai Golkar adalah sebuah kekuatan politik yang sanggup merebut hati rakyat dan terus bertahan sebagai partai papan atas yang dihormati oleh semua kalangan," kata Airlangga.

Dalam silaturahmi tersebut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan jajaran elit Golkar lainnya. Hadir saat itu juga mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang telah resmi bergabung ke Partai Golkar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A9U4xo
December 20, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A9U4xo
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Waketum PAN: Jangan Buru-buru Bentuk Pansus KTP-El

Waketum PAN menilai Pansus KTP-el belum penting dibentuk saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum PAN Bara Krishna Hasibuan ikut berkomentar terkait restu Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mempersilakan DPR membentuk panitia khusus (pansus) KTP-el untuk menyelesaikan persoalan KTP-el. Bara justru berpendapat DPR sebaiknya tidak terburu-buru membentuk pansus KTP-el.

"Iya jangan buru-buru (dibentuk pansus)," kata Bara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/12).

Menurutnya Pansus belum terlalu penting dibentuk saat ini. Ia pun mempersilakan kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan investigasi terlebih dahulu. "Nanti setelah reses saya pikir DPR akan  memanggil pihak-pihak kepolisian, dan Kemendagri untuk memberikan penjelasan," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersilahkan DPR jika ingin membentuk pansus untuk mendalami kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), yang tercecer di Pondok Kopi, Jakarta Timur. Menurutnya, hasil Pansus bisa berguna untuk mencegah agar tidak ada lagi kasus-kasus serupa di waktu mendatang.

"Kalau DPR ingin tahu secara pasti tentu mengadakan penelitian, mengadakan Pansus KTP-el silakan, itu juga penting sehingga masyarakat, petugas atau juga aparat negara lebih hati-hati," kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Selasa (11/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gdfrn1
December 12, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gdfrn1
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

ICIS Ingatkan Ancaman Ideologi-Ideologi Perusak Bangsa

Bangsa Indonesia harus menjaga dasar dan filsafat negara.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK—Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok menggelar seminar kebangsaan dengan tema peran alumni Timur Tengah dalam meneguhkan Oslam berwawasan kebangsaan pada Sabtu (8/12) di Depok, Jawa Barat. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang juga merupakan alumni universitas ternama di Timur Tengah. 

Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Schoars (ICIS) Hariri Makmun menganggap, semenjak demokrasi diterapkan sebagai sistem bernegara, kondisi Indonesia mulai tidak stabil. Ditambah dengan pandangan yang menurutnya semakin liberal pascareformasi.

“Sistem yang berlaku di Indonesia banyak yang bertentangan dengan Pancasila dan cenderung merusak nilai Pancasila,” kata Hariri saat menyampaikan materi tentang Kebangsaan di depan santri Pesantren Al-Hikam Depok, Sabtu (8/12). 

Dia menjelaskan, berkembangnya paham komunis juga menjadi salah satu ancaman yang terus mengintai keutuhan Pancasila. Meski kini kelompok komunis di Indonesia dianggap telah punah, namun berbeda dengan pandangan dan cara pikir yang bisa saja semakin meluas.

Selain itu, pandangan ekstremis suatu pemeluk agama, kata Hariri juga dapat menjadi alasan pemecah persatuan. Anggapan bahwa hanya agamanya yang benar, sedangkan agama lainnya salah, tentu berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Pandangan Sekularisme juga dapat menjadi alasan pecahnya kesatuan bangsa,” tambah dia. 

Dia mengingatkan, meski merupakan negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia bukanlah negara Islam. Walaupun dasar hukum dan ideologi Indonesia banyak yang merujuk pada falsafah Islam. 

Jika melihat kondisi bangsa saat ini, upaya pengislaman negara telah menjadi impian hampir seluruh kelompok garis keras, dan pandangan wasatiyah dianggap berpihak pada pemerintah. 

Menurut Hariri, hal inilah yang perlu dikaji lebih dalam, dan mengingat bagaimana perjuangan para pendiri bangsa. 

“Jika ideologi Indonesia berubah menjadi negara Islam tentu tidak akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Mesir, dimana perpecahan dan konflik terjadi di mana-mana,” kata dia. 

“Jadi yang terpenting saat Ini adalah bagaimana menjaga ideologi yang telah dirumuskan para pendiri bangsa dahulu,” lanjut Hariri.

Pembina Al-Ghana Institute, Hanib Hamid bin Ja’far Al Qadri beranggapan, konflik dan keributan yang kerap terjadi di Indonesia tidak akan lepas dari pengaruh perdebatan global. Dia juga mengganggap, setiap konflik yang terjadi merupakan proses alam untuk mencapai suatu kondisi yang indah. 

“Maka dalam perspektif ini menganggap bahwa apa yang terjadi adalah sebuah ketetapan Allah SWT (sunnatullah) yang wajar saja terjadi,” kata Habib Hamid. 

Wakil Ketua Organisasi Internasional Alumni al-Azhar (OIAA) Ikhwanul Kiram Mashuri mengatakan, jika berbicara mengenai kebangsaan, tentu tidak akan lepas dari sosok KH Hasyim Muzadi. 

KH Hasyim Muzadi, bagi Ikhwanul merupakan panutan dari penerapan sistem kerukunan beragama. Salah satu ilmu yang pernah disampaikan KH Hasyim adalah pandangan umat Muslim bahwa Islam adalah agama terbaik. Meski begitu, pemeluk agama lain juga berhak berpandangan bahwa agama mereka adalah agama terbaik. 

“KH Hasyim Muzadi selalu berpesan, sebagai umat muslim, pada saat berhadapan dengan pemeluk agama lain, maka kita harus menghormati pendapat mereka mengenai agama mereka,” ujar mantan pemimpin Redaksi Harian Republika itu. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SCjdHB
December 08, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SCjdHB
via IFTTT
Share:

Keunggulan Miliki Toko Online Pribadi Bagi Bisnis Lokal

Melalui website pribadi, dapat mempresentasikan keunggulan brand lebih kuat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka penjualan ritel online di Indonesia meroket pesat sejak tahun 2016. Menurut data dari McKinsey, nilai pasar e-commerce di Indonesia pada tahun 2017 diperkirakan mencapai 8 miliar dollar AS (119 triliun rupiah) dan akan menembus angka 65 miliar dollar AS (948 triliun rupiah) pada tahun 2022.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jumlah populasi, tingkat penetrasi internet, dan kepemilikan ponsel pintar yang semakin tinggi terutama di kota-kota metropolitan dari tahun ke tahun.

Walau Indonesia punya beberapa e-commerce raksasa, penjualan online juga banyak disumbangkan oleh toko-toko online pribadi. Sekitar 38 persen (3 miliar dollar AS) penjualan tahun lalu berasal dari informal commerce yang didominasi oleh industri fashion dan apparel. Tren ini semakin populer di kalangan penjual berkat tersedianya layanan e-commerce enabler seperti Sirclo

Salah satu pemilik bisnis yang mengikuti tren online store pribadi tersebut adalah Regina Rafika, pemilik label busana lokal ATS The Label. Ia mengungkapkan beberapa alasan memilih Sirclo Store--produk Sirclo yang membantu bisnis lokal membangun online store pribadi--untuk membangun situs bisnisnya.

"Melalui website sendiri, kami dapat mempresentasikan keunggulan brand dengan lebih kuat. Kami bisa memantau dan meningkatkan pengalaman setiap customer, melakukan kustomisasi seperti ukuran foto produk, komposisi peletakan, penambahan keranjang belanja, hingga pembayaran," jelas Regina.

Dibandingkan dengan penjualan melalui marketplace, ada beberapa keuntungan dari kepemilikan online store milik pribadi. Selain dari sisi branding bisa lebih kuat, penjual juga tidak perlu bersaing dengan ribuan toko lain dalam sebuah marketplace yang sama.

Pembeli yang mengunjungi situs toko online tertentu dapat merasakan keunikan dan keunggulan setiap produk, sehingga pada akhirnya menjadi lebih loyal terhadap brand tersebut.

Lain halnya dengan marketplace, dimana pembeli cenderung melakukan perbandingan harga, kualitas, dan model produk dari satu lapak ke lapak lain - sehingga lebih mudah berpindah-pindah.

Di sisi lain, bagi Uma Hapsari, pendiri fashion accessories brand Amazara, pengalaman pengguna merupakan prioritas utama. "Kami mengembangkan situs penjualan mandiri karena memahami dan memaksimalkan pengalaman pengguna, mulai dari saat mereka berkunjung hingga menyelesaikan transaksi," kata dia.

Dari sana, jelas Uma, ia mendapatkan data dan insight penting untuk digunakan sebagai acuan strategi pemasaran.

"Data inilah yang tidak bisa didapatkan dari marketplace, padahal sebagai pemilik brand, kami perlu memahami betul siapa pelanggan kami, dan apa yang paling mereka inginkan," kata Uma.

Uma memilih untuk menggunakan Sirclo Store karena dukungan teknis yang ditawarkan sangat paripurna, mulai dari template, back-end, hingga fitur unik seperti program membership, diskon, e-mail marketing, dan promosi.

"Sebelumnya, kami pernah menggunakan platform lain, namun website kami sempat down ketika kunjungan melonjak. Untungnya, Sirclo Store juga menyediakan server pribadi yang kuat dan terjangkau untuk menghindari terulangnya hal tersebut," lanjutnya.

Sirclo Store menyediakan pengembangan toko online independen pada bisnis skala kecil dan menengah. Brian Marshal, founder dan CEO Sirclo mengatakan bahwa kehadiran Sirclo Store bertujuan untuk mendorong entrepreneur Indonesia agar dapat berkreasi dan mengembangkan bisnis online mereka secara praktis dan profesional.

"Di era teknologi ini, pelanggan kami bisa menyerahkan semua urusan infrastruktur website, server, hingga fitur pembayaran pada Sirclo Store, sehingga mereka dapat berfokus pada hal yang paling utama, yaitu produksi dan penjualan," ungkapnya. 

Selain menyediakan berbagai template website yang dapat dipilih, Sirclo Store juga melengkapi setiap situs dengan fitur-fitur yang lengkap agar pengalaman pembeli semakin menyenangkan. Desain situs yang responsif, fitur kalkulasi tarif pengiriman produk, dan integrasi sistem pembayaran dari bank hingga PayPal merupakan hal-hal yang membuat Sirclo Store unggul.

Sistem pembayaran Sirclo Store didukung oleh beberapa sistem payment gateway di mana salah satu kemudahan terbarunya adalah bisa melakukan pembayaran dengan Go-Pay.

Setiap pelanggan SIRCLO Store juga akan mendapatkan sesi pelatihan untuk menguasai pengelolaan toko online dan memanfaatkan website sebagai kanal penjualan utama. Ini mendorong entrepreneur Indonesia tidak hanya menjual produk saja, namun bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan lebih baik.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QI6yFZ
December 08, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QI6yFZ
via IFTTT
Share: