Showing posts with label 2019 at 09:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:42PM. Show all posts

Thursday, April 11, 2019

Pemkot Malang Imbau ASN, Guru, dan Pelajar Pakai Baju Arema

Ini sebagai bentuk dukungan warga atas tampilnya Arema di final Piala Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengimbau agar para aparatur sipil negara (ASN), guru, dan pelajar mengenakan kostum Arema FC, pada Jumat (12/4). Imbauan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan warga atas tampilnya Arema FC di final leg kedua Piala Presiden 2019.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Malang Muhammad Nurwidianto menjelaskan, pemakaian atribut Arema FC yang bersifat keharusan ini berlaku sehari penuh untuk seluruh ASN Kota Malang dan guru. Sementara untuk pelajar, kata dia, sifatnya tidak diwajibkan atau tak mengikat.

"Dan bukan sekali ini, artinya sudah biasa dan terpahami," kata pria yang biasa disapa Wiwid ini saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (11/4).

Di sisi lain, Wiwid juga mengatakan, Pemkot Malang tidak meliburkan kegiatan belajar dan aktivitas lainnya. Semua pelayanan di kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah berjalan seperti biasa.

Sebelumnya, Arema FC mampu menahan skor 2-2 Persebaya di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/2). Hasil leg pertama final Piala Presiden 2019 ini membuat klub Singo Edan lebih unggul gol tandang dari musuh bebuyutannya. Pasalnya, leg kedua akan diselenggarakan di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat malam (12/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Irvfls
April 11, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Irvfls
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Gagal Menang, Witan Cs Tertahan di Posisi Kedua Grub B

Pemain Timnas U-22 Marinus Wanewar (tengah) beraksi setelah mencetak gol petama ke gawang Malaysia dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja

Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana
EMBED
Indonesia U-22 kembali gagal menang pada penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Tim nasional (timnas) Indonesia U-22 kembali gagal meraih kemenangan pada penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019. Skuat Merah Putih bermain imbang 2-2 dengan Malaysia U-22, di Stadion Nasional Kamboja, Rabu (20/2) petang WIB.


Tampil dominan, skuat garuda muda menekan pertahanan Malaysia. Namun, beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.


Alhasil, pasukan Indra Sjafrie berhasil menjebol gawang Malaysia di babak kedua melalui kaki Marianus Manewar di menit ke-52. Keunggulan tak bertahan lama, Malaysia berhasil menjebol gawang Indonesia pada menit ke-62.


Indonesia berhasil kembali unggul melalui tendangan Witan Sulaiman yang menembus tiang jauh gawang Malaysia pada menit ke-77. Namun, Indonesia kembali gagal menahan keunggulan.


Melalui eksekusi tendangan pojok, Malaysia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-86. Hingga peluit akhir pertandingan, skor tak berubah, Indonesia ditahan imbang 2-2 oleh Malaysia.

Berikut video lengkapnya.

Video Editor: Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gzm5mH
February 20, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gzm5mH
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

SMPN 08 Yogya Perjelas Tatib Soal Penggunaan Jilbab

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 08 Yogyakarta sepakat untuk memperjelas dan mengganti tata tertib (tatib) terkait penggunaan jilbab. Keputusan itu didapat setelah melakukan koordinasi bersama siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Kepala SMPN 08 Yogyakarta, Retna Wuryaningsih mengatakan, akan ditambahkan penjelasan terkait dianjurkannya menggunakan pakaian muslimah dalam tata tertib sekolah. Dalam hal ini penggunaan jilbab di lingkungan sekolah. Di tata tertib yang lama tidak dituliskan kata 'dapat' menggunakan pakaian muslimah. Sehingga, terjadi kesalahan persepsi atas anjuran dalam tata tertib tersebut.

"Sebenarnya hanya menjabarkan dari (tata tertib) yang sebelumnya, agar tidak ada masalah. Hanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kita tambahi kata dapat," kata Retna di SMPN 08 Yogyakarta, Rabu (13/02).

Dalam tata tertib yang akan diubah nanti, juga tidak akan menggunakan kata-kata 'wajib' menggunakan pakaian muslimah. Tentunya, tata tertib ini tetap akan mengacu kepada Peraturan Wali Kota (Perwal) Yogyakarta Nomor  57 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Tertib Sekolah.

"Tidak ada kata wajib," kata Retna.

Beberapa waktu lalu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY telah menyerahkan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) terkait dugaan kewajiban penggunaan jilbab di SMP Negeri 08 Yogyakarta. ORI menemukan tata tertib sekolah tidak sesuai dengan Perwal.

"Dalam Perwal dia menggunakan fiksi 'dapat'. Artinya (penggunaan jilbab) itu pilihan. Tapi di tata tertib itu, kalimat yang ada kata 'dapat' tidak dicantumkan," kata Ketua ORI Perwakilan DIY, Budhi Mastury beberapa waktu lalu. Pihaknya pun meminta SMP Negeri 08 Yogyakarta untuk merevisi tata tertib tersebut. Sehingga tidak melenceng dari Perwal.

Pun, ORI juga meminta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk melakukan evaluasi. Tidak hanya SMPN 08 Yogyakarta saja, namun juga seluruh tata tertib sekolah yang ada di Yogyakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GEqSTk
February 13, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GEqSTk
via IFTTT
Share:

Friday, February 8, 2019

Ribuan Santri Pantura Desak Fadli Minta Maaf ke Mbah Moen

Ribuan santri pantura Jawa Tengah menggelar aksi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS—Para santri Pantura Timur Jawa Tengah mendesak Fadli Zon untuk bertaubat dan meminta maaf kepada para kiai, termasuk KH Maimoen Zubair. Permintaan itu menyusul puisi "Doa yang Tertukar" yang ditulis Fadli.

Ribuan santri pantura Jawa Tengah, yang mengatasnamakan Aliansi Membela Kiai (Asmak), pada Jumat (8/2) menggelar aksi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Koordinator Asmak, Muhamad Sa’roni mengatakan, sikap Fadli Zon yang merendahkan KH Maimoen Zubair melalui puisi "Doa yang Tertukar" merupakan puncak dari kekesalan para santri.

Sebelumnya, Fadli juga dituding juga sudah beberapa kali mencemooh para kiai, Sehingga aksi Bela Kiai ini menjadi puncak dari akumulasi kekesalan para santri, atas ulah Fadli Zon yang dianggap tidak mencerminkan sebagai seorang elit politik.

"Fadli Zon sudah banyak mencela kiai kami. Contoh Kiai Cholil Staquf, Kiai Ma’ruf Amin, Tuan Guru Bajang (TGB) dan lainnya. Maka ini merupakan puncaknya, saat Fadli Zon mencela KH Maimoen Zubair,” jelasnya.

Sehingga para santri sangat menyayangkan sikap Fadli Zon tersebut. Asmak juga mendesak kepada politisi ini menghentikan sikapnya yang telah menuai kegaduhan. "Termasuk meminta maaf kepada KH Maimoen Zubair serta bertaubat kepada Allah SWT," tegasnya.

Karena bagi para santri mencela dan mencemooh kiai juga berarti telah memusuhi para santri. “Karena itu, para santri wajib untuk melawan ketika tokoh panutannya (kiai) dicela atau dizalimi,” tegasnya.

Sa’roni juga menambahkan, aksi Bela Kiai ini bermula dari keprihatinan atas terjadinya berbagai kegaduhan, di balik memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Presiden (pilpres) tahun 2019 ini. Di sana- sini banyak kiai- kiai dicemooh dan bahkan dicela oleh para tokoh yang selama ini dianggap sebagai tokoh nasional. Padahal, menurut para santri, berbakti kepada kiai adalah hukumnya adalah qath’I (pasti).

Tetapi, masalah pilihan politik itu adalah zhanni, yang masih bisa salah dan masih bisa benar. Sudah menjadi kewajiban bagi para santri dan sebagai seorang muslim untuk menghormati para ulama, menghormati kiai, menghormati dzurriyah- dzurriyah Rasul.

“Maka hari ini kami juga melaksanakan zikir dan doa bersama, memohon kepada Allah SWT, mudah- mudahan negeri ini diberikan situasi yang aman dan Pilpres berjalan dengan lancar tanpa ada halangan, sekaligus harapan kami tidak ada gesekan- gesekan lagi,” kata Sa’roni.

Aksi Bela Kiai yang digelar ini diikuti oleh 2.000 santri. Mereka berasal dari 12 pesantren yang ada di wilayah pantura timur Jawa Tengah.

“Aksi ini juga dihadiri para alumni pesantren,” tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ULjvgt
February 08, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ULjvgt
via IFTTT
Share: