Showing posts with label 2019 at 11:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:42PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Kebutuhan Uang Kecil BCA Turun karena Nasabah Pilih Cashless

BCA menyebut kebutuhan penukaran tahun ini lebih kecil karena nasabah pilih cashless

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Central Asia (BCA) menyiapkan Rp 3 triliun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk penukaran uang baru. Direktur BCA, Santoso menyampaikan setengahnya berada di Jabodetabek. 

"Kenaikannya sekitar lima persen dari tahun lalu secara umum dan rata-rata," kata Santoso saat peresmian tempat penukaran uang Bank Indonesia di IRTI Monas, Jumat (17/5).

Santoso mengatakan BCA telah berhasil dalam mengedukasi masyarakat tentang uang digital dan terus mengarah ke sana. Sehingga kebutuhan uang tunai menjadi lebih kecil seiring dengan nasabah yang lebih terbiasa dengan uang digital.

Secara total untuk persediaan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri, BCA menyediakan dana sebesar Rp 50,6 triliun, naik lima persen dibandingkan tahun lalu. Menurut Santoso, pertumbuhan tersebut lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata delapan persen.

"Lebih kecil karena kita cukup sukses terhadap transaksi yang cashless, jadi total transaksi BCA yang ke cabang itu turun dari dua persen jadi 1,5 persen," kata dia.

Artinya ada 0,5 persen yang berhasil menurunkan transaksi di cabang fisik dan transaksi melalui kanal elektronik mencapai 98,4 persen. Secara menyeluruh, Santoso menyampaikan memang transaksi di cabang cenderung turun dari tahun ke tahun.

Sementara kebutuhan tunai digunakan mayoritas untuk mengisi ATM. Selama masa libur Idul Fitri, BCA mengikuti kebijakan BI untuk beroperasi dengan layanan terbatas. 

"Artinya cabang BCA ada yang buka, ada yang beberapa tempat, tapi kita pastikan di setiap kota ada. Masyarakat tidak perlu khawatir," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M77Jhh
May 18, 2019 at 11:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M77Jhh
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Berlangsung Semarak

Meskipun diguyur hujan, namun momen perayaan tersebut tetap disambut antusias warga.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi berlangsung semarak Senin sore (25/2) hingga malam hari. Pasalnya ribuan warga antuasias menyaksikan pertunjukkan barongsai yang digelar di depan Vihara Widhi Sakti.

Meskipun diguyur hujan, namun momen perayaan tersebut tetap disambut antusias warga. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir dalam perayaan Imlek pada 2019.

Dalam kesempatan itu hadir Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan unsur muspida antara lainnya yakni Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin

"Kami harap toleransi antar masyarakat semakin terjaga serta kebersamaan dan persatuan semakin kuat," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan pada saat menghadiri acara perayaan Cap Go Meh di Vihara Widhi Sakti, Senin malam. Kondisi ini bisa dipertahankan sampai pilpres dan pemilihan anggota legislatif.

Menurut Fahmi, keharmonisan masyarakat di Kota Sukabumi harus terus terjalin. Khususnya dalam hal kegamaan dan kerukunan antar umat beragama.

Sikap toleransi ini bisa terlihat di malam perayaan Cap Go Meh. Di mana pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat yang merayakan imlek saja. Melaikan dari seluruh elemen masyarakat yang berbeda agama maupun etnis.

Sementara itu suasana meriah begitu terasa sejak acara dimulai pukul 19.00 WIB. Pengunjung disuguhi beragam atraksi barongsai. Meskipun dalam kondisi hujan tak mengurangi keseruan menyaksikan atraksi yang disuguhkan. " Ya, meskipun cuaca hujan antusias masyarakat untuk menyaksikan dan mengikuti rangkaian kegiatan Cap Go Meh ini sangat semarak, dari jumlah penonton yang datang,’’ imbuh dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ILEjmO
February 25, 2019 at 11:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ILEjmO
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Puting Beliung, Pemkab Bandung Atur Tanggap Darurat 7 Hari

BNPB mencatat puting beliung juga terjadi di beberapa daerah lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan dampak puting beliung yang menerjang Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Jumat (11/1) masih terus dilakukan. Untuk memudahkan penanganan darurat maka Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, yaitu Sabtu (12/1) hingga Jumat (18/1).

"Status tanggap darurat ditetapkan agar ada kemudahan akses karena dampaknya cukup besar," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (12/1) malam.

Hingga Sabtu sore, kata Sutopo, dampak puting beliung di Rancaekek tercatat satu orang luka berat, 15 orang luka ringan, dan 82 KK mengungsi. "Luka berat di Masjid At-Taqwa dan di tenda pengungsian. Kemudian sebanyak 640 unit rumah rusak akibat puting beliung," ujarnya.

Sutopo menambahkan, tim respons cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung telah mendirikan satu unit tenda pengungsi, menyalurkan 80 unit family kit, dan empat tangki air bersih. Dinas Sosial Kabupaten Bandung telah mendirikan dapur umum dan satu unit tenda pengungsi. Korban luka ringan sudah kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan, satu orang korban luka berat dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

Sementara itu, BNPB mencatat puting beliung juga terjadi di beberapa daerah, seperti di Wonogiri, Karanganyar, Cepu, Boyolali, dan Yogyakarta. Meski dampak yang ditimbulkan tidak banyak, Sutopo menyatakan penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD dan aparat lain, khususnya penanganan pohon tumbang, perbaikan rumah, bantuan logistik, dan lainnya kepada masyarakat terdampak.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FsBROV
January 12, 2019 at 11:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FsBROV
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Tiga Nelayan Terdampar di Papua Nugini

Perahu motor yang ditumpanginya pecah dihantam ombak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA   - Tiga nelayan asal Hamadi, Kota Jayapura, terdampar di Wewak, Papua Nugini. Diketahui, perahu motor yang ditumpanginya pecah dihantam ombak.

Konsul RI untuk Vanimo PNG Abraham Lebelauw menyebutkan nama ketiga nelayan iyu, yaitu Irsan Ali, Hidayat Laape, dan Syarifudin. Selama di Wewak, mereka ditampung di rumah WNI yang bermukim di sana setelah sebelumnya diperiksa pihak terkait, termasuk Custom PNG (bea cukai).

Abe mengatakan bahwa ketiga nelayan terdampar di Wewak pada tanggal 26 Desember lalu atau 2 hari setelah perahu yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Saat ini mereka berada di Konsulat RI di Vanimo. KBRI membantu menyediakan tiket dari Wewak ke Vanimo menunggu pemulangannya.

"Memang benar pada Ahad (6/1) sekitar pukul 16.00 waktu Vanimo atau pukul 15.00 WIT ketiga nelayan tiba di Vanimo," kata Abe.

Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov Papua untuk pemulangan mereka.

Dijadwalkan pada hari Senin (7/1), kata Abe, ketiganya akan diserahkan ke BPKLN Pemprov Papua. Selanjutnya, diserahkan kepada keluarga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AxhBbz
January 06, 2019 at 11:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AxhBbz
via IFTTT
Share: