Showing posts with label 2019 at 09:08PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:08PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

'Pesbukers' Dapat Teguran dari MUI, Begini Respons ANTV

ANTV berjanji akan mengevaluasi kualitas tayangan Pesbukers.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— MUI memberi sorotan khusus pada program Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadhan di ANTV pada bulan Ramadhan 1440 H/2019 ini. Ramadhan tahun lalu, 2018, dua program ini termasuk lima program yang MUI rekomendasikan untuk dihentikan tayangannya, karena kontennya yang buruk, apalagi untuk bulan Ramadhan. Tahun ini tetap tayang, dan tanpa perubahan isi secara signifikan. 

Menyikapi teguran tersebut, GM Marketing Communication ANTV, Monica Desideria, mengatakan pihaknya sangat memperhatikan teguran MUI tersebut. Bahkan pihak televisi sudah menerima surat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Surat dari KPI sudah diterima bagian Corporate Communication melalui Bagian Regulatory siang ini,” ujarnya dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Rabu (29/5).   

Monica memastikan, pihak ANTV akan melakukan evaluasi terhadap program Pesbukers. Mereka berjanji akan segera memperbaiki adegan yang ditampilkan dalam program Pesbuker agar layak disajikan selama Ramadhan.  

“Kami akan melakukan perbaikan atas masukan program Pesbukers tersebut. Akan segera kami eksekusi secepatnya,” kata Monica Desideria.

Dalam konferensi pers hari ini, Rabu (25/9), MUI menegaskan kedua program tersebut mengandung konten tayangan yang tak sejalan dengan nafas Ramadhan. 

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, mengatakan tayangan yang dibintangi Luna Maya, Vega, Raffi Ahmad, Angel Lelga, Ayu Ting-ting, Aziz, Ruben, Eko Patrio, Zaskia Gotik ini banyak berisi dialog dan adegan yang tidak pantas. 

Misal, adegan pelukan mesra, lama, dan erat antara Sangket dan Anjela, pasangan kekasih yang berulang tahun saat itu dan ditepuktangani oleh pemain lainnya.  

“Dari tahun ke tahun, Sahurnya Pesbukers tidak ada perubahan. Masih menayangkan canda berlebihan, saling ejek, hina-menghina dan hura-hura,” kata dia. 

Masduki menyerukan masyarakat tidak menonton program ini, apalagi anak-anak dan remaja. Dunia iklan disarankan tidak mendukung program yang tidak mendidik dan berselera rendah seperti ini. Komisi I DPR yang membidangi penyiaran, perlu lebih serius menempuh langkah-langkah yang membuat industri televise lebih mematuhi regulasi, nilai agama, dan asas-asas kepatutan dan kesopanan dalam masyarakat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ws9Hhq
May 29, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ws9Hhq
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Simposium Amerika Eropa Dorong Kemajuan Pariwisata Indonesia

Sebanyak 66 delegasi dari PPI di Amerika dan Eropa antusias ikuti simposium

REPUBLIKA.CO.ID, Barcelona -- Para pelajar Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa menggelar simposium dengan tema besar pariwisata Indonesia yang berkelanjutan. Sebanyak 66 delegasi dari PPI masing-masing negara di kawasan ini sangat antusias melaksanakan kegiatan ini.

Acara ini dibuka dengan penampilan Angklung yang merupakan seni musik tradisional asal Jawa Barat yang sangat gemilang oleh Wildan Qodaris yang juga salah satu pengajar di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Kemudian acara diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Hermono,

MA.

Ditemui di sela acara Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol memberikan apresiasi terhadap Simposium ini karena mengangkat tema yang tepat mengenai pebangunan sektor pariwisata yang sustainable dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten di bidang ini. Hermono ingin bahwa Para Pelajar Indonesia yang

hadir disini bisa mengidentifikasi masalah-masalah dan berkontribusi dengan ide untuk pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia.

Kajian dalam Simposium ini pun terbagi kedalam tiga bagian. Pembicara pertama Guru Besar Universitat de Pompeu Fabra sekaligus koordinator ekonomi dan bisnis dari Casa Asia, Guilermo Martinez Tabrerner, Ph.D. Ia menyatakan Konsep sustainable yang diikuti dengan tanggung jawab akan menjadikan sebuah keutuhan dalam menunjang pariwisata itu sendiri yang tentunya berasal dari visitors, pemangku kepentingan dan penyelenggara.

Pembicara kedua ialah CEO RabbaniTour, Masrura. Ia menyoroti kearifan budaya lokal yang bisa disajikan kepada para wisatawan dengan segmentasi dari luar negeri. Sedangkan Pembicara ketiga ialah ketua Poliglot Indonesia  Arra’di Nurrizal. Ia menyoroti tentang upaya apa yang harus dimiliki untuk menyambut keterbukaan orang asing, budaya asing tanpa menghilangkan jati diri.

Pembicara keempat, Guru Besar dari ITB, Dr. Teuku Abdullah Sanny. Menjelaskan mengenai geoturisme dimana bencana alam menjadi isu penting dalam pergerakan wisatawan. Dia pun menambahkan bagaimana cara mengubah presepsi menjadi sesuatu yang menarik.

Pembicara kelima, Murni Amalia co-founder dari IWasHere.id, yang mengingatkan tentang partisipasi masyarakat dalam nature-based tourism. "Harapan kepada generasi muda untuk ikut serta, bekerja sama membangun industri yang berdampak besar," ujarnya seperti dalam siaran pers.

Pembicara keenam Guru Besar di sebuah kampus di Swiss, Lorenzo Cantoni. Ia menyatakan rumus sakti ABCDE dalam membangun Smart tourism. A (Access), B (Better), C (Connect), D (Dis-intermediate) dan E (Educete), hal tersebut untuk menunjang penggunaan teknologi informasi untuk mendukung keberlangsungan arus budaya, komunikasi, sosial, masyarakat dalam kaitannya dengan pariwisata.

Pembicara ketujuh ialah Perwakilan UNWTO Aditya Amaranggana, M.Sc yang menyoroti mengenai dampak positif dan negatif dari Industri pariwisata. Ia pun menyatakan ada dampak yang harus dipelajari, dicarikan solusi dan dikembangkan cara terbaik guna menunjang keberlangsungan pariwisata itu sendiri.

"Pembangunan sarana dan prasarana dasar, penyediaan air bersih, public utility services, dan komitmen kebijakan terhadap keseriusan menjaga tourism destinations," katanya.

Paparan terakhir diberikan oleh Staf Ahli Menteri dari Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti. Ia menyatakan mengenai dalam dunia pariwisata karena di mata internasional, Indonesia meraih pelbagai penghargaan level internasional.

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia juga membaik dalam lingkup negara-negara ASEAN," ungkap Esthy.

Hal ini tak terlepas dari peranan Wonderful Indonesia Promotion yang mana adalah sebuah bungkus bingkai keindahan Indonesia untuk dimasyarakatkan. Ini dinilai sangat berhasil menghasilkan devisa pada tahun 2016 mencapai 12 juta dolar Amerika Serikat.

Ia pun menambahkan peran besar pemerintah dalam menjaga, memayungi

dan membungkus keaslian dan kearifan lokal agar tidak pudar dan hilang ditelan arus globalisasi. Beliau pun juga menyoroti tentang penanggulangan dampak ekonomi yang terfokus pada enam cara, di antaranya diversifikasi jangkauan produk, mereduksi jumlah wisatawan di beberapa area, persebaran merata. Kemudian eco-tourism, Green tourism, tatalaksana hukum yang mengikat dan

menunjang serta Kebutuhan akan manajemen dan tanggung jawab yang baik.

Koordinator PPI Dunia Kawasan Amerika Eropa, Tubagus Aryandi Gunawan, menyatakan bahwa Simposium ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian Pelajar Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Amerika Eropa. Yakni untuk membahas isu-isu yang hangat saat ini yang akan dijadikan poin poin utnuk melahirkan rekomendasi

yang nantinya akan diserahkan kepada pemangku kebijakanj terkait.

"Pada Tanggal 27 hingga 28 April 2019 Para Delegasi PPI negara se-Amerika-Eropa berembuk untuk mengidentifikasi dan melahirkan ide-ide untuk melahirkan 'Rekomendasi Barcelona Untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan'," ujar penerima manfaat Dompet Dhuafa Pendidikan ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UXWHtK
May 05, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UXWHtK
via IFTTT
Share:

Saturday, April 27, 2019

Penjual Makanan Khas Banjar Ini Dapat Bantuan Rumah Zakat

Bantuan modal usaha dan pendampingan dirasakan sangat membantu usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Menggeluti usaha kuliner memang kadang mengalami pasang surut. Perlu keuletan dan konsistensi, baik itu skala besar sekelas rumah makan ataupun kecil-kecilan sekelas rombong atau emperan dipinggir jalan.

Seperti usaha rombong makan milik Indra, ia menjual kuliner khas Banjar yakni nasi kuning dan lontong. Diakuinya, sudah hampir 11 tahun ia menjajakan kuliner ini, beragam tantangan sudah ia hadapi mulai dari masalah permodalan, persaingan bisnis hingga susahnya mencari bahan baku untuk berjualan.

Salah satu yang ia keluhkan saat ini adalah susahnya mencari bahan bakar seperti elpiji untuk memasak. Langkanya gas berisi tiga kilogram itu tak dipungkiri sedikit menghambatanya untuk berjualan.

“Selain langka harganya juga sangat mahal, kadang bisa hampir Rp 40 ribu per tabungnya. Kalau mau julan mau tak mau harus dibeli,” ceritanya saat dikunjungi fasilitator Rumah Zakat, Senin (22/4) lalu.

Setiap harinya Indra berjulan di Jalan Sultan Adam Banjarmasin dekat dengan salah satu sekolah favorit, SMA 5 Banjarmasin, lokasi yang cukup strategis. Ia berjualan dari pukul 06.00 pagi hingga puku 11.00 siang WIB. “Kadang jika sudah laku semua biasa tutup lebih cepat,” bebernya.

Saat ini Indra termasuk salah satu penerima manfaat dari program pemberdayaan Rumah Zakat. Bantuan modal usaha dan pendampingan dirasakan sangat membantu usahanya hingga saat ini. Satu kunci kiat bertahan Indra adalah tetap tekun dan semangat untuk berusaha.

“Meski banyak saingan usaha di sini, namun Alhamdulillah sudah cukup banyak langganan saya, mereka sudah mengenal dan suka dengan nasi kuning dan lontongnya. Satu yang penting, tetap mejaga kualitas dan rasa jualan kita,” tandasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ILEcHe
April 27, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ILEcHe
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

BPN Resmi Laporkan 1.200 Dugaan Kecurangan Pilpres 2019

BPN menilai kecurangan tersebut merugikan Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, resmi melaporkan daftar sementara kecurangan Pilpres 2019 kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada Sabtu (20/4). Direktur Media Informasi BPN 02 Hashim Djojohadikusomo mengatakan, tiga hari setelah pencoblosan pungkas pada Rabu (17/4), tim pemenangan Prabowo-Sandiaga menemukan sedikitnya 1.200 dugaan kecurangan.

“Ini (1.200 dugaan kecurangan) yang kami laporkan kepada Bawaslu,” kata Hashim di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (20/4). Kata dia, laporan kepada Bawaslu tersebut, pun sudah BPN sampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Juga kami laporkan kepada pihak-pihak lain yang menangani tentang indikasi kecurangan ini,” sambung dia.

Hashim menerangkan, dari ribuan indikasasi kecurangan tersebut, tentu merugikan pasangan Prabowo-Sandiaga. BPN menginventarisir sejumlah dugaan kecurangan yang masif dari tingkat paling bawah. Ia mencontohkan di tempat pemungutan suara (TPS) saat pencoblosan berlangsung. BPN menemukan adanya aktivitas pengamanan kotak suara yang merugikan Prabowo-Sandi.

“Tim kami menemukan ada kertas suara yang digotong ke tempat yang tidak representatif,” ujar Hashim.

Dugaan kecurangan tersebut, kata dia berlanjut masif sampai saat penghitungan suara dilakukan. Ia mencontohkan dugaan kecurangan yang terjadi di Bangkalan. Di salah satu TPS wilayah pemilihan Madura tersebut, terangkum hasil pemungutan suara yang memenangkan Jokowi-Maruf di angka perolehan suara sebesar 80 persen.

Sebelumnya, Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf Moeldoko menyebutkan, pada prinsipnya baik TKN atau Badan Pemenangan Nasional (BPN) dari kubu Prabowo-Sandiaga memiliki hak yang sama untuk mengadu soal ini. Meski begitu, terkait kontroversi akhir-akhir ini, Moeldoko mengaku tidak ingin memperuncing keadaan.

"Silakan kalau mau protes KPU, masing-masing punya hak. Bisa juga oleh kami juga kan, katakanlah. Sudah ada berbagai aduan. Kami juga punya hak untuk protes kalau memang ada hal-hal yang tidak tepat," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakpus, Jumat (19/5) malam.

Moeldoko menambahkan, TKN sendiri saat ini telah menerima sekitar 25 ribu pengaduan dari daerah terkait penyelenggaraan pemilu pada Rabu (17/4) lalu. Selanjutnya, Moeldoko memerintahkan Direktorat Hukum TKN untuk inventarisir aduan mana saja yang perlu diangkat ke permukaan. Mengacu pada kejadian salah input yang terjadi di lima TPS, Moeldoko menegaskan bahwa bukan berarti KPU hanya milik kubu 01 saja.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dq63Zj
April 20, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dq63Zj
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Pengamat Tanggapi Meningkatnya Perolehan Suara Parpol Islam

PKS dinilai konsisten mendukung Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Empat partai politik berbasis massa Islam kembali melenggang ke Senayan. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara parpol Islam mengalami peningkatan. Bahkan, PKB dan PKS masuk lima besar dalam perolehan suara Pemilihan Legislatif (Pileg).

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris menilai, hasil itu menunjukan parpol Islam memiliki basis massa yang jelas.

"Itu cukup surprise, PKB meningkat, PKS meningkat, PAN ya stabil, PPP juga masih masuk walaupun ketua umumnya kena OTT, nah ini artinya pemilih parpol Islam atau berbasis Islam itu memilii basis masa yang jelas sehingga relatif stabil dan meningkat," ujar Syamsudin saat dihubungi Republka.co.id, Rabu (17/4).

Menurutnya, meingkatnya perolehan suara beberapa parpol berbasis massa Islam dinilai karena faktor elektoral dari pasangan calon presiden maupun wakil presiden.

Syamsudin menilai, khusus untuk PKB, sosok Ma'ruf Amin dinilai turut berkontribusi atas peningkatan PKB.

"Bisa jadi, PKB itu mungkin juga identik elektoral yang dinikmati pencalonanya karena Ma'ruf sebagai cawapres," ujarnya.

Sementara untuk PKS, ia menilai kerja partai yang solid untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga juga memberi dampak elektoral bagi PKS.

"PKS ya juga mungkin koalisi pendukung Prabowo selain Gerindra yang menikmati elektoral itu juga PKS, karena PKS konsisten dan solid dalam mendukung Prabowo," ujarnya.

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga untuk pemilihan legislatif, ada sembilan partai yang memperoleh suara di atas ambang batas parlemen. Dalam hitung cepat Litbang Kompas hingga pukul 20.30 WIB dengan data masuk 71,10 persen, sembilan partai itu antara lain pertama diduduki PDIP dengan 20.47 persen, diikuti Gerindra 12,92 persen, Golkar 11,74 persen, PKB 9,45 persen, disusul PKS 8,58 persen, Nasdem 8.10 persen, Demokrat 8,08 persen, PAN 6,45 persen, dan PPP 4,46 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UnUwiD
April 17, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UnUwiD
via IFTTT
Share:

Sexy Killer yang Viral di Kalangan Warganet

Dokumenter Sexy Killer sempat viral di kalangan warganet dalam beberapa hari terakhir

"Sexy Killer" yang dipublikasikan oleh Watchdoc Image tembus 3,3 juta viewers dalam dua hari penayangan. Video ini sontak menjadi viral di kalangan warganet. Dokumenter ekspedisi Indonesia Biru bersama tim yang dirilis pada April 2019. 

Betapa tidak, di film ini publik melihat pedihnya masyarakat terkena imbas kerusakan lahan, lingkungan dan air minum, bahkan nyawa pun hilang. Disertai tanggapan ringan dari gubernur, "Mati kan biasa, bisa di mana saja."

Miris, manusia seperti ini menjadi pengurus umat. Padahal sekaliber Umar bin Khattab saja takut pada Allah ketika ada keledai terperosok di jalan.

Film ini menggambarkan tentang alur bisnis penguasa, dimulai dari pembukaan jutaan hektar lahan gundul yang kemudian dibiarkan begitu saja. Bahkan di lokasi yang berbeda, tampak rumah menjadi miring, tanah amblas dan jalanan menjadi hancur.

Tidak hanya itu, air minum pun menjadi keruh. Lubang galian yang dekat dengan pemukiman warga membuat anak-anak banyak yang jatuh hingga meninggal.

Selanjutnya batu bara yang telah diambil dari tambang, kemudian dikirim ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Dari sini pun persoalan masih berlanjut. Lahan sawah petani yang belum jelas ganti rugi atau ganti untungnya diambil paksa. Bahkan nelayan juga terkena imbas sulit mendapat ikan akibat kapal tongkang pembawa batu bara yang kerap melintasi laut.

Ketika para kapital berusaha menyelamatkan bisnisnya, masyarakat bawah adalah yang pertama terkena dampaknya. Bukan saja kehidupan yang jauh dari sejahtera, tapi juga persoalan umat datang bertubi-tubi tanpa henti, menjerat dan mengikat. Telinga pemegang kendali tersumbat, hingga tak bisa mendengar suara umat.

Inilah yang terjadi jika kapitalisme menjadi asas pengurusan umat. Penguasa mencari untung. Umat menjadi pembeli dagangan para kapital. Tak peduli betapa buruknya jualan mereka.

Mengeruk keuntungan dari umat. Dan membenamkan umat dalam kubangan penderitaan sedalam-dalamnya. Maka tinggalkan kapitalisme. Kembali pada sistem yang terbukti bertahan selama lebih dari 13 abad.

Sungguh sangat besar harapan agar penguasa sudi kiranya memperhatikan nasib umat khususnya bagi presiden yang akan datang. Tidak hanya menjadikan umat sebagai pion-pion di bidak bisnis. Tapi memenuhi janji di awal kampanye saat mendulang suara, bahwa mereka akan mengurusi umat dengan mengerahkan segala daya, sebagai tanggung jawab kepada Allah.

Pengirim: Lulu Nugroho asal Cirebon

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZiSQLa
April 17, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZiSQLa
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Diskominfotik Lampung Minta Video Bunuh Diri Disetop

Video yang beredar tentang aksi bunuh diri itu tidak sesuai dengan etika kemansiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Video kasus bunuh diri seorang pemuda berusia 21 tahun, Tyas Sancana Ramadhan dari atap gedung Transmart Lampung, Jumat (23/2) petang, terus beredar hingga Sabtu (23/2). Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung Achmatd Chrisna Putra berharap masyarakat menghentikan penanyangan dan berbagi video di media sosial.

Menurut Chrisna, video yang beredar tentang aksi bunuh diri tersebut tidak sesuai dengan etika kemanusiaan. Video itu juga melanggar Pasar 28 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 28 tersebut berisi setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang itu harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.

Tak hanya UU ITE, ia mengatakan hal tersebut juga diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik yang mengatur penyebaran informasi. “Masyarakat banyak yang tidak tahu,” kata Chrisna, yang juga mantan penjabat wali kota Kota Metro.

Ia mengatakan penyebaran video yang menyangkut data pribadi seseorang tanpa hak menyebarkan informasi tersebut dan dilakukan tanpa sengaja. Menurut dia, kejadian tersebut banyak yang berlomba-lomba melakukan perekaman. Lalu hasil videonya disebarluaskan.

Kepada masyarakat, ia berharap dapat menghentikan penyebarluasan video bunuh diri yang menyangkut diri pribadi seseorang dalam bentuk gambar dan video yang menampilkan keburukan seseorang. Kepada pihak pengelola media sosial seperti Facebook, ia akan melakukan pengaduan dan pelaporan agar unggahan video bunuh diri tersebut agar dapat dihapus konten videonya, sehingga tidak bisa ditonton lagi.

Kasus bunuh diri seorang pemuda yang diketahui mahasiswa semester VI Institut Teknologi Sumatera, warga Wayhuwi Bandar Lampung terjadi di atap gedung Transmart Lampung di Jalan Sultan Agung, Jumat petang lalu. Korban melompat dari atas gedung dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Keterangannya yang dihimpun, aksi nekat mahasiswa tersebut lantaran persoalan cinta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SmGhKa
February 23, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SmGhKa
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Video Suasana Pascaledakan Sekitar Lokasi Debat Capres

Terjadi ledakan di area Gelora Bung Karno, Jakarta.

Foto: Republika TV/HAvid Al Vizki
EMBED
Terjadi ledakan di area Gelora Bung Karno, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Terjadi ledakan di area Gelora Bung Karno, Jakarta. Dari pantauan tim Republika TV, ledakan terjadi di dekat lokasi Nonton Bareng (Nobar) kedua pendukung Paslon. Ledakan terjadi kurang lebih 15 menit setelah debat dimulai.


Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. Belum diketahui asal ledakan, akan tetapi diduga ledakan berasal dari peledak atau bom.

Berikut video lengkapnya.

Videografer: Havid Al Vizki | Video Editor: Fian Firatmaja


Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BHjTWq
February 17, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BHjTWq
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 12, 2019

JK Rayakan Milad Mufidah Secara Sederhana

Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan hari ulang tahun sang istri, Mufidah Jusuf Kalla ke-76.

Foto: Setwapres RI
EMBED
Perayaan milad istri Wakil Presiden dihadiri para perangkat, staf kantor wapres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan hari ulang tahun sang istri, Mufidah Jusuf Kalla ke-76. Perayaan pun digelar secara sederhana.

Perayaan istri Wakil Presiden itu pun dihadiri oleh para perangkat, staf, dan pegawai di lingkungan kantor Wakil Presiden. Acara pun berjalan dengan hidkmat.

  • Video Created:
  • Wisnu Aji Prasetiyo
Sumber : Setwapres RI

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2StYavz
February 12, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2StYavz
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Standardisasi Produk Diperlukan di Sektor Hortikultura

Peningkatan ekspor produk hortikultura dilakukan melalui sistem jaminan mutu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuntutan mutu produk pangan dalam perdagangan dunia terus meningkat. Mutu hasil hortikultura segar merupakan kombinasi dari karakteristik kimia, nilai gizi, sifat sensoris, sifat fisik, mekanis dan fungsional yang memberi nilai bagi produk hortikultura segar sebagai bahan pangan. Mutu menentukan daya saing produk hortikultura yang ditawarkan.

Salah satu upaya yang diharapkan mampu meningkatkan persaingan di pasar internasional adalah penerapan sistem jaminan mutu keamanan pangan sehingga dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengatakan, standardisasi produk di Indonesia sangatlah diperlukan bagi semua usaha di sektor hortikultura. "Saat ini sedang dilakukan pengembangan potensi produk hortikultura di Kabupaten Bogor," kata Siti.

Beberapa komoditas hortikultura yang sedang dikembangkan di antaranya tanaman hias, nenas mahkota, pisang raja bulu kuning, pisang tanduk dan alpukat mentega.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Ayu Pidada NA mengatakan, peningkatan ekspor produk hortikultura dapat dilakukan melalui penerapan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi. Salah satu persyaratan ekspor adalah registrasi kebun dan packing house.

Dengan terbukanya peluang ekspor produk hortikultura, saat ini Provinsi Bali sudah memiliki 10 packing house yang teregistrasi. Hal ini menunjukkan pelaku usaha hortikultura sudah mulai memperhatikan kualitas dari produk hortikultura yang akan mereka pasarkan.

Kementerian Pertanian akan melakukan edukasi kepada semua pihak terkait mulai dari penyedia benih, petani, pelaku usaha, pengumpul, distributor, pemerintah, masyarakat, konsumen dan lainnya. Edukasi ini penting untuk membangun kesadaran  memproduksi dan mengkonsumsi produk yang bermutu. Kegiatan ini meliputi sosialisasi mutu, dialog, pameran dan public private dialogue.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik mengatakan, konsistensi mutu produk hortikultura sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan daya saing produk hortikultura baik di pasar domestik maupun pasar ekspor. Konsistensi mutu dapat dijamin melalui diterapkannya standardisasi produk hasil pertanian dari hulu (on farm) ke hilir (off farm).

“Kualitas merupakan hal yang paling penting bagi konsumen. Sehingga Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Dinas Pertanian Provinsi perlu bekerjasama untuk melakukan pembinaan jaminan mutu kepada petani dan pelaku usaha hortikultura agar dapat meningkatkan kualitas produk hortikultura, sehingga ekspor produk hortikultura dapat meningkat,” jelas Yasid.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga melindungi petani dan pelaku usaha hortikultura dari persaingan impor serta melindungi keamanan suatu produk dengan memberlakukan non tariff measures (NTMs).

"Dalam perjanjian WTO terkait dengan tindakan NTMs diperbolehkan dalam keadaan tertentu, khususnya sanitary and phytosanitary (SPS) dan technical barriers to trade (TBT). SPS mencakup peraturan dan pembatasan terhadap produk untuk melindungi kesehatan manusia, binatang, dan tanaman hidup dari risiko yang timbul dari adanya zat adiktif, racun, atau organisme penyebab penyakit yang terdapat dalam makanan. Sedangkan TBT mengacu pada regulasi teknis, standar, dan prosedur penilaian kesesuaian produk,” tambah Yasid.

Diharapkan dengan adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah terbangun komitmen bersama dalam penerapan sistem jaminan mutu. Selain itu juga dapat  menjamin 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas), melindungi sektor pertanian Indonesia dan meningkatkan daya saing produk hortikultura Indonesia di manca negara.

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BuqlA1
February 10, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BuqlA1
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Bisik-Bisik Tjatur ke Menteri PUPR

Tjatur menyampaikan persoalan pembangunan PNS Maluku Utara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada pemandangan unik yang terjadi sebelum Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan rapat kerja dengan DPR. Basuki terlihat berbincang akrab dengan anggota DPR Tjatur Sapto Edy, di pelataran Gedung Nusantara DPR.

Mulanya mereka berbincang penuh canda, bak sahabat yang lama tak bertemu, bahkan sesekali terdengar tawa yang renyah dari keduanya.

Sejurus kemudian Tjatur terlihat berbincang serius sambil menunjukkan berkas kepada Basuki. Menteri PUPR itupun tampak juga melihat serius berkas yang ditunjukkan Tjatur.

Apa sebenarnya yang disampaikan Tjatur ke Menteri PUPR? Tjatur mengaku menemui Menteri PUPR untuk menyampaikan masalah di Maluku Utara, yaitu terkait dengan pembangunan rumah susun untuk ASN Maluku Utara di Sofifi.

Rumah susun yang dibangun untuk sekitar 100-an ASN di sana. “Rumah susun itu sudah selesai dibangun, namun belum diserahkan ke pemprov setempat. Dan kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah mengalami kerusakan cukup,” papar Tjatur.

Pemprov Maluku Utara dalam posisi dilematis, karena ingin memperbaiki namun posisinya belum diserahkan ke mereka. Melalui Tjatur, Pemprov Maluku Utara meminta agar pemerintah pusat bisa menyelesaikan dan memperbaiki rumah susun tersebut. Sehingga bisa segera diserahterimakan ke Pemprov Maluku Utara.

“Atau diserah terimakan dulu, baru diperbaiki oleh Pemprov Maluku Utara. Tapi itu tak elok, masak serah terima dalam kondisi rusak,” papar calon anggota DPD dari dapil Makuku Utara tersebut. Tjatur menyarankan agar lebih baik kerusakannya diperbaiki, kemudian baru diserahkan ke Pemprov Maluku Utara.

Jika sudah bisa ditempati ASN di Maluku Utara, Tjatur berharap roda pemerintahan bisa  berjalan efektif. Dengan begitu maka pelayanan terhadap masyarakat bisa berjalan baik.

Sofifi merupakan ibu kota Provinsi Maluku Utara yang baru. Sejak menjadi provinsi sendiri, ibu kota Maluku Utara sementara ada di Ternate. Dan saat ini telah dipindahkan dari Ternate ke Sofifi pada 2010.

Terkait alasan belum diserahkannya bangunan tersebut ke Pemprov Maluku Utara, Tjatur mengatakan ada komunikasi yang kurang lancar antara pengembang yang ditunjuk Kementerian PUPR dengan pemprov. Sehingga Pemprov Maluku Utara ragu untuk mengadukan masalah tersebut.

“Lalu mereka menyampaikan ke saya, dan saya langsung sampaikan ke Pak Menteri Basuki,” jelas Tjatur.

Setelah mendapat informasi darinya, Tjatur mengatakan Menteri PUPR akan segera merespon dengan cepat. Masalah itu akan segera ditindaklanjuti. “Saya berharap segera diperbaiki, dan secepatnya ada pertemuan antara Kementerian PUPR dengan Pemprov Maluku Utara,” paparnya.

Selain itu, Tjatur juga berharap Menteri Dalam Negeri untuk mempercepat penyiapan sarana dan prasarana di Sofifi. Saat ini, kata Tjatur, fungsi Sofifi sebagai ibu kota provinsi belum begitu optimal.

“Masih banyak yang di Ternate, dan masih banyak ASN yang tinggal di Ternate sehingga kurang efektif. Maluku Utara harus segera dipercepat kemajuannya, karena provinsi ini akan menjadi halaman depan NKRI menghadapi abad Pasifik,” ungkap Tjatur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S9kkmD
February 03, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S9kkmD
via IFTTT
Share: