Showing posts with label 2019 at 10:21PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:21PM. Show all posts

Saturday, March 23, 2019

Direktur PT Krakatau Steel Ditahan di Rutan KPK

KPK telah menetapkan Direktur PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro sebagai tersangka suap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap Direktur Teknologi dan dan Produksi, PT Krakatau Steel (KS), Wisnu Kuncoro. Diketahui, ia bersama tiga orang lainnya baru saja ditetapkan sebagai tersangka perkar suap pengadaan barang dan jasa di PT KS Tahun Anggaran 2019.

"WNU (Wisnu) dan AMU (Alexander Muskita) ditahan di rumah tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih untuk 20 hari pertama," kata Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Publikasi KPK Yayuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (23/3). Sementara Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro dilakukan penahanan 20 hari pertama di  rumah tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Dalam kasus ini, Wisnu diduga menerima suap bersama dengan Alexander Muskita. Sementara pemberi suap adalah Kenneth Sutardja  dan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro.

Adapun, konstruksi perkaranya ialah berawal pada 2019, Direktorat Teknologi dan Produksi PT KS merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar. Alexander diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu dan disetujui.

"Alexander menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT GK (PT Grand Kartech  dan GT (Group Tjokro) senilai 10 persen dari nilai kontrak," tutur Saut.

Saat itu, diduga Alexander bertindak mewakili dan atas nama Wisnu sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT KS. Selanjutnya, Alexander meminta Rp 50 juta kepada Kenneth dari PT GK dan Rp 100 juta kepada Kurniawan dari GT. Kemudian, pada 20 Maret 2019, Alexander menerima cek Rp 50 juta dari Kurniawan hang kemudian disetorkan ke rekening Alexander.

"Selanjutnya, Alexander juga menerima uang 4 ribu dolar AS dan Rp 45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari Kenneth. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening Alexander," terang Saut.

Berlanjut pada 22 Maret 2019, uang sejumlah Rp 20 juta diserahkan oleh Alexander kepada Wisnu di kedai kopi di daerah Bintaro. Saut menambahkan sampai saat ini,  KPK mengimbau kepada Kurniawan untuk segera menyerahkan diri dan datang ke Gedung Merah Putih KPK.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wisnu dan Alexander dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Kenneth dan Yudi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HRXtp9
March 23, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HRXtp9
via IFTTT
Share:

Sunday, March 17, 2019

Sandiaga Janji Hapus UN, Ini Penjelasan BPN

Dalam sistem pendidikan, semestinya mendasarkan pada minat dan bakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam debat pemilihan presiden (Pilpres) 2019 Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menjanjikan akan menghapus Ujian Nasional (UN). Sebagai gantinya, pasangan calon Prabowo-Sandiaga bakal menerapkan konsep penelusuran minat dan bakat. Juga menjanjikan sistem pendidikan yang tuntas dan berkualitas dan memfokuskan akhlakul karimah.

Koordinator Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ledia Hanifa Amaliah menyampaikan bahwa saat ini UN digunakan untuk pemetaan. Namun kenyataannya, justru selepas UN tidak ada pemetaannya. "Bahkan 2018 soal ujian tidak berhubungan dengan apa yang dipelajari," ungkap Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat dihubungi melalui pesan singkat, Ahad (17/3).

Kemudian dalam sistem pendidikan, semestinya mendasarkan pada minat dan bakat. Sehingga sejak awal terpetakan kurikulum dan arah minat dan bakat Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan harapan, kata Ledia, anak didik bisa bergerak sebagai pekerja maupun pencipta lapangan kerja. 

Selanjutnya untuk mengetahui kompetensi atau kualitas anak didik pihaknya menyerahkan kepada instansi pendidikan itu sendiri. "Diserahkan pada otonomi sekolah yang telah mengikuti proses akreditasi," tutup Anggota Komisi X DPR RI tersebut. 

Sebelumnya dalam debat Ahad malam, Sandiaga Uno berjanji akan menghapus sistem Ujian Nasional yang selama ini digunakan pemerintah dalam sistem pendidikan. Sebagai gantinya, Sandiaga akan menggunakan sistem penelusuran minat bakat bagi para siswa untuk mengukur kemampuan dan keahlian mereka.

“Kami juga akan hapus UN, ini adalah salah satu sumber biaya tinggi dalam sistem pendidikan kita,” jelas Sandiaga.

Menurut dia, sistem Ujian Nasional tak memiliki nilai berkeadilan bagi para siswa. Sedangkan, sistem penelusuran minat bakat dinilainya akan lebih aplikatif bagi peserta didik untuk mengarahkan kemampuan dan bakatnya.

“Untuk anak-anak di rumah Ujian Nasional tidak berkeadilan. Kita hapus dan diganti dengan penelusuran minat bakat. Ini aplikatif pada peserta didik. Mereka akan diarahkan sesuai kemampuan, seperti ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sandiaga menyampaikan, kurikulum pendidikan yang digunakan oleh pemerintah saat ini dinilai memberatkan oleh para siswa. Karena itu, ia juga berjanji kurikulum pendidikan yang akan dijalankan pemerintahannya akan lebih terfokus pada pembangunan karakter budi pekerti.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2THJ5qx
March 17, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2THJ5qx
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

IPC II to manage five small ports this year

IPC II is currently managing one small port.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia, or Indonesian Port Corporation (IPC) II, will in the near future manage five small ports, currently owned by the Transportation Ministry. Those small ports to support the government's sea toll program.

"It is now being processed, and there are five small ports that we will manage," IPC Executive Director Elvyn G. Masassya informed the press here, Tuesday.

IPC II is currently managing one small port, notably Sintete Port, located in West Kalimantan, he added. The state-owned seaport operator will manage small seaports in Natuna and in the eastern Indonesian regions, among other things.

The corporation has also prepared seaports to receive sea toll ships and provide docks for the ships and boats serving the sea toll program also aimed at reducing the price disparity and improving the nation's connectivity. The sea toll program is crucial for Indonesia, which is one of the world's largest maritime countries, with some 5.8 million square kilometers of sea territory, while its land territory covers only 1.9 million square kilometers.

Earlier, Masassya noted that IPC II had set a target of becoming a world-class seaport terminal operator by 2020. IPC II is currently also implementing green port and smart port programs.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V2cQi6
February 20, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V2cQi6
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Jenderal Myanmar Ragukan Cerita Pembantaian Muslim Rohingya

Min Aung Hlaing tak yakin pengungsi Rohingya mencapai 730 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kepala Militer Myanmar membantah persekusi sistematis terhadap Muslim Rohingnya. Tuduhan-tuduhan itu dinilai merupakan penghinaan terhadap kehormatan negaranya.

Dalam wawancara pertamanya yang terinci sejak militer Myanmar melancarkan penumpasan tahun 2017, Jenderal Senior Min Aung Hlaing meragukan perkiraan yang dibuat PBB bahwa sebanyak 730 ribu orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.

Begitu juga soal laporan-laporan tentang tindakan tidak manusiawi oleh pasukan Myanmar. Menurut Aung, para pengungsi sudah diarahkan apa yang harus mereka katakan.

"Kritik tanpa bukti tertentu melukai kehormatan negara," kata Min Aung Hlaing kepada harian Asahi Shimbun dari Jepang dalam wawancara yang disiarkan JUmat (15/2).

Pasukan Myanmar melancarkan ofensif di Negara Bagian Rakhine tahun 2017 sebagai balasan terhadap serangkaian serangan oleh pemberontak Rohingya atas pos-pos keamanan dekat perbatasan bangladesh.

Min Aung adalah salah satu jenderal yang diminta oleh kalangan internasional agar dihukum karena terlibat pembunuhan Muslim Rohingya. 

Satu misi pencari fakta PBB tahun lalu mengatakan, kampanye militer itu mencakup pembunuhan massal dan perkosaan, dibarengi dengan "maksud genosida". PBB menyebut nama Min Aung Hlaing dan lima jenderal lainnya sebagai pihak yang melakukan kejahatan besar berdasarkan hukum internasional.

Seorang penyelidik HAM PBB mengatakan bulan lalu Min Aung Hlaing dan lain-lainnya seharusnya bertanggung jawab atas genosida terhadaap Rohingya dan melakukan hal itu perlu sebelum para pengungsi kembali.

Myanmar telah membantah secara konsisten tuduhan-tuduhan terlibat dalam pembunuhan, perkosaan dan aksi-aksi tidak manusia oleh pasukannya. Kendati Min Aung Hlaing mengakui bahwa "sejumlah personel militer mungkin telah terlibat".

Min Aung Hlaingm dalam wawancara pada Kamis di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, mempertanyakan tidak hanya jumlah orang yang melarikan diri tetapi juga tentang motif mereka. "Mungkin saja alasan mereka pergi ke Bangladesh adalah ingin hidup bersama keluarga atau melarikan diri ke negara ketiga," katanya.

"Semuanya mengatakan haal yang sama, yang saya yakini seseorang memberitahu mereka untuk mengatakan (hal yang sama)."

Rohingya menghadapi diskriminasi di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Budha selama generasi ke generasi. Mereka dipandang sebagai imigran gela dari Asia Selatan da sedikit di antara mereka memilki kewarganegaraan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DOP3er
February 16, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DOP3er
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Jokowi Dorong Dialog Politik Demi Urai Krisis Venezuela

Krisis di Venezuela memang masih berlanjut hingga kini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong adanya dialog politik untuk meredam krisis ekonomi, politik, dan kemanusiaan yang terjadi di Venezuela. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai acara penerimaan surat kepercayaan oleh 11 duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia, salah satunya dari Venezuela. Retno menyebutkan, pada prinsipnya Indonesia selalu menghormati prinsip non-interference atau tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Meski begitu, Retno menyampaikan bahwa Presiden menyoroti kondisi bahwa jutaan penduduk Venezuela yang memilih meninggalkan negara tersebut. Presiden melihat bahwa kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat Venezuela untuk diperhatikan.

"Isu masalah kemanusiaan, kesejahteraan, dan lain-lain perlu mendapat perhatian dari pemerintah Venezuela. Oleh karena itu Presiden (Jokowi) berharap agar dialog penyelesaian politik dapat segera dilakukan," ujar Retno di Istana Merdeka, Rabu (13/2).

Krisis di Venezuela memang masih berlanjut hingga kini. Jatuhnya Venezuela dalam jurang krisis disebut-sebut karena sang pemimpin yakni Nicolas Maduro tak sanggup mengelola ekonomi negara dengan baik. Akhirnya pada Januari lalu, pemimpin oposisi Juan Guaido, menyatakan diri sebagai presiden. Pada hari yang sama, Washington mengakui Guaido sebagai Presiden Interim Venezuela seperti yang dilakukan negara-negara Grup Lima, kecuali Meksiko.

Maduro sendiri pertama kali memimpin Venezuela pada 2013 sepeninggal Hugo Chavez yang meninggal karena sakit kanker setelah memerintah selama 14 tahun. Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan memegang kepresidenan OPEC hingga 2025. Namun, ekonomi Venezuela jatuh terperosok sejak 2017 awal dan mengalami inflasi.

Inflasi Venezuela kini mencapai 1,3 juta persen dalam 12 bulan hingga November 2018, menurut sebuah studi dari Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi. AS juga sempat menjatuhkan sanksi yang diklaim Maduro merugikan Venezuela hingga 20 miliar dolar AS, tahun lalu. Krisis ekonomi ini membuat sekitar 3 juta warga Venezuela melarikan diri dari negara itu sejak 2015.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dy7R1C
February 13, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dy7R1C
via IFTTT
Share:

Makna dan Kontekstualisasi Tema Tanwir 2019 Muhammadiyah

Muhammadiyah ingin mengukuhkan sikap politik kebangsaan dan bukan politik praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU— Tanwir Muhammadiyah 2019 yang akan digelar di Bengkulu pada 15 hingga 17 Februari 2019 mengangkat tema “Beragama Yang Mencerahka”.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, Syaifullah, mengatakan beragama yang mencerahkan yang digagas Muhammadiyah memiliki makna yakni memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, beragama, dan bernegara.  

“Beragama bukan sekadar menjalankan ibadah wajib, melainkan juga harus turut andil dan memberikan manfaat secara sosial,” jelas Syaifullah dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (13/2) di hall  lantai 6 kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Tema beragama yang mencerahkan, dalam hal ini dipilih Muhammadiyah guna melihat banyaknya yang memahami agama secara parsial, sehingga praktik beragamanya tampak kering.   

Sementara dalam hal tauhid, Syaifullah menjelaskan, itu mengandung dua unsur, adalah unsur ritual juga unsur sosial.  

Sehingga,  melalui Tanwir di Bengkulu ini Muhammadiyah ingin mengukuhkan sikap politiknya yaitu politik kebangsaan bukan politik praktis. 

Syaifullah juga menjelaskan, sidang Tanwir kali ini akan dibahas tentang peran Muhammadiyah untuk kemanusiaan global. 

"Muhammadiyah telah banyak berperan secara optimal untuk relasi-relasi kemanusiaan global. Seperti sentuhan Rohingya, Palestina," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SwKoZ1
February 13, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SwKoZ1
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Film Surau dan Silek Pukau Penonton di Bulgaria

Surau dan Silek mencoba membingkai nilai Islam pada kehidupan anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Film "Surau dan Silek" (2017), sukses memikat penonton Bulgaria di Menar Film Festival, yang merupakan festival terbesar di kawasan Balkan yang menampilkan film - film dengan budaya Islami yang ditayangkan di Cinema House Sofia, Jumat (25/1).

Film produksi Mahakarya Pictures ini bercerita tentang Adil, anak yatim berusia 11 tahun yang ingin menjadi anak soleh agar ayahnya yang telah meninggal masuk surga. Adil bersama dua sahabatnya juga berjuang berlatih bersama untuk memenangkan turnamen Silat di desanya.

Sutradara dan penulis film, Arief Malinmudo menyampaikan rasa bahagianya akan keikutsertaan filmnya dalam festival dan berharap bahwa warga Bulgaria dan Eropa Timur dapat meresapi khasanah kebudayaan Indonesia melalui jendela film. Sesuai dengan tema festival, "Surau dan Silek" mencoba membingkai nilai-nilai Islam yang diterapkan sederhana pada kehidupan anak-anak yang terwujud lewat akhlak.

Dubes RI Sofia, Sri Astari Rasjid mengatakan sangat senang melihat antusiasme penonton yang menonton film "Surau dan Silek" sampai selesai. Berbagai kalangan Duta besar negara-negara  sahabat, akademisi, pelajar, budayawan, artis, dan publik Bulgaria terkesan dengan tema cerita yang inspiratif bagi segala umur, pengajaran agama dan budaya mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki dan nilai kebaikan versus kejahatan.

Menurut dia, para penonton menyukai cerita yang begitu sederhana tapi menyentuh perasaan dan hati nurani.

Acara malam promosi indonesia di Menar Film Festival ini sukses juga berkat Pusbang Film Kemendikbud yang mendukung promosi film Indonesia di mancanegara. Pada acara ini juga siswa-siswi kelas bahasa indonesia yang belajar di Universitas Sofia dan KBRI unjuk kebolehan berbahasa melalui tampilan lagu goyang dumang dan meraih bintang sebelum film ditayangkan.

Film merupakan salah satu alat yang efektif dalam mempromosikan Indonesia. Melalui film Surau dan Silek, para penonton juga dibuai kehindahan panorama Bukitinggi yang diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan publik setempat ke Indonesia beyond Bali. Sebelum acara dimulai penonton juga disuguhkan makanan nusantara, kopi Sumatera dan foto-foto pemandangan Indonesia.

Secara kesuluruhan kegiatan tersebut ditujukan untuk mengenalkan budaya dan keindahan Indonesia kepada publik setempat dan diharapkan akan semakin meningkatkan keramahtamahan Indonesia di Bulgaria dan jumlah turis yang akan datang ke Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RhHu4M
January 26, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RhHu4M
via IFTTT
Share:

Arema FC Tekuk Persita 4-1 di 32 Besar Piala Indonesia

Milo optimistis anak asuhnya akan bermain lebih bagus pada leg kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Arema FC mencukur Persita Tangerang dengan skor telak 4-1 pada leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (26/1) petang. Empat gol Arema ke gawang Persita yang dikawal Yogi Triyana dicetak Robert Lima pada menit ke-6, Dedik Setiawan menit 11, Hamka Hamzah menit 17, dan Robert Lima pada menit 78.

Sementara, satu-satunya gol balasan Persita yang gagal diamankan penjaga gawang Arema dilesakkan oleh Chandra pada menit ke-59. Bermain di kandang yang didukung langsung oleh Aremania, suporter Arema, tim berjuluk Singo Edan itu selalu tampil menekan.

Atas hasil positif tersebut, pelatih Arema Milomir Seslija mengaku senang dengan permainan anak asuhnya. "Saya senang permainan anak-anak hari ini, mereka bermain bagus," ujar Milo.

Milo mengaku optimistis anak asuhnya akan bermain lebih bagus pada leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia. Laga leg kedua akan dihelat di Tangerang pada 30 Januari nanti.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WlaUmp
January 26, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WlaUmp
via IFTTT
Share: