Showing posts with label 2018 at 12:12AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 12:12AM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Tottenham Tumbang di Kandang Sendiri, Papan Atas Sengit

Padahal, Spurs baru saja menggusur Manchester City di posisi kedua tengah pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan di papan atas Liga Primer Inggris semakin sengit dan menarik. Sebab, tim peringkat kedua Tottenham Hotspur di luar dugaan tumbang pada laga pekan ke-20. Spurs menyerah 1-3 dari Wolverhampton Wanderers, di Stadion Wembley, London, Sabtu (29/12).

Padahal, Spurs baru saja menggusur Manchester City di posisi kedua tengah pekan ini. Kekalahan Tottenham membuat City berpeluang kembali naik ke peringkat kedua klasemen asalkan dapat menaklukkan Southampton pada Ahad (30/12)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AkbirQ
December 30, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AkbirQ
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Ringgo Terharu Perankan Abah di Keluarga Cemara

Dari sosok Abah, Ringgo belajar jadi ayah yang lebih bijaksana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Ringgo Agus Rahman berperan sebagai Abah di film Keluarga Cemara yang tayang mulai 3 Januari 2019. Dia mengaku terharu karena karakter Abah sangat melegenda di mata penonton yang menggemari sinetronnya hampir satu dekade silam.

"Terhormat sekali memerankan Abah walau deg-degan, apakah bisa bagus jika saya yang memerankan. Sulitnya bukan soal berakting tapi bagaimana karakter ini bisa sampai ke semua orang," kata Ringgo.

Pada konferensi pers sekaligus pemutaran khusus media di Jakarta, Ringgo banyak menceritakan pengalaman berkesan selama terlibat dalam film. Dia beberapa kali tidak kuasa menahan air mata karena terharu.

Menurut Ringgo, Abah adalah contoh dan panutan bagi keluarga kecilnya. Abah selalu menjadi idola bagi sang istri yang sabar dan setia, Emak (Nirina Zubir). Begitu pula bagi kedua putri mereka, Euis dan Ara, yang diperankan Zara JKT 48 dan Widuri Puteri.

Dari sosok bijaksana Abah, Ringgo banyak belajar mengenai proses menjadi sosok ayah. Suami dari Sabai Morscheck itu memang sudah memiliki satu putra yang masih kecil yaitu Bjorka Dieter Morscheck, tapi fase orang tua yang dia lalui belum seperti Abah.

Bedanya, Ringgo masih dalam tahap mengajak anak balitanya bermain. Sementara, anak-anak Abah sudah cukup besar dengan berbagai dinamika emosi. Namun, Ringgo maupun Abah sama-sama ingin membahagiakan istri dan anak dengan tanggung jawab yang harus diemban.

Pada sudut pandang keaktoran pun, pria 36 tahun kelahiran Bandung itu mengaku terpuaskan dengan perannya. Ringgo amat senang menghidupkan karakter Abah, ditambah refleksi personal terkait hubungan ayah dan anak dalam film.

"Hasil yang saya lihat di luar ekspektasi, seperti diingatkan kembali senangnya berakting. Apalagi film ini tidak cuma menghibur, tapi ada pengaruh luar biasa yang semakin mendekatkan kita dengan keluarga," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R9w1Ze
December 22, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R9w1Ze
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Hasto Sebut Pernyataan 'Pengen Tabok' Jokowi sebagai Teguran

'Kalau sudah tahu tak efektif, kenapa harus dipakai terus? Pak Jokowi jengkel juga.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang geram atas serangan fitnah dirinya adalah PKI sebagai teguran halus. Menurut Hasto, Jokowi hendak memberikan kiasan ketika menyatakan 'rasanya ingin menabok' yang menyebarkan fitnah dirinya adalah PKI. 

Ia menyebut, sebenarnya, pesan utama yang hendak disampaikan Jokowi adalah bahwa politik harus ditunjukkan dengan hal positif dan semua pihak berlomba menunjukkan prestasi.

"Tak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk memfitnah," kata Hasto dalam keterangan yang diterima wartawan, Sabtu (24/11).

Menurutnya, teguran dari Jokowi tersebut masih tergolong cukup halus atas serangan yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 01 tersebut. Karenanya, ia mengingatkan pihak lain agar menghentikan berbagai fitnah dan hoaks tersebut.

Hasto pun membandingkan kondisi saat inu dengan era Orde Baru zaman Presiden Soeharto. Menurutnya, bila di era itu, maka pelaku fitnah terhadap presiden pasti tak hanya diperingatkan seperti pernyataan Jokowi.

"Kalau di jaman Orde Baru kan itu, wah itu bukan hanya ditabok. Tapi, sudah diculik, dimasukkan penjara. Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang presiden yang ingin mengingatkan. Agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya mengedepankan hal positif," ungkap Hasto.

Menurutnya, sejak pemilu 2014 lalu, Jokowi sudah diserang dengan isu-isu tidak benar oleh kubu lawan. "Terbukti yang dulu pun tak efektif. Tapi kalau sudah tahu tak efektif, kenapa harus dipakai terus? Pak Jokowi juga bertanya-tanya, jadi jengkel juga," kata sekjen PDIP tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zpDfOr
November 25, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zpDfOr
via IFTTT
Share: