Showing posts with label 2019 at 09:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:52PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Tak Pikirkan Masa Depan, Valverde Fokus Final Copa Del Rey

Valverde justru mengaku hanya fokus mempersiapkan Barcelona menghadapi Valencia.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Juru taktik Barcelona Ernesto Valverde secara tegas membantah sedang berjuang untuk mempertahankan jabatannya pada partai final Copa del Rey 2018/2019. Valverde justru mengaku hanya fokus mempersiapkan Barcelona menghadapi Valencia di Stadion Benito Villamarin, Ahad (26/5) dini hari WIB.

"Saya tidak memikirkan pekerjaan saya, saya hanya fokus untuk memenangkan final. Pelatih harus menghadapi tekanan setiap hari, dan posisi mereka terus dipertanyakan," kata Valverde, dikutip Football Espana, Sabtu (25/5).

Posisi Valverde di Camp Nou berada dalam keraguan setelah Barcelona tersingkir dari kompetisi Liga Champions oleh Liverpool. Itu kali kedua Barcelona tereliminasi secara menyakitkan sejak entrenador asal Basque, Spanyol, menjabat sebagai arsitek Blaugrana. Tahun lalu, Barcelona juga dihentikan AS Roma secara dramatis. 

Terlepas dari spekulasi seputar masa depannya di Camp Nou, Valverde secara konsisten menyatakan bahwa ia ingin tetap di klub setelah menerima dukungan dari presiden klub Josep Bartomeu.

Dia pun mengaku apabila setiap pelatih pasti mengalami situasi sulit seperti dirinya. "Lihat saja Real Madrid yang sudah berganti beberapa pelatih," kata eks pelatih Athletic Bilbao.

Laga melawan Valencia jadi penentu kemampuan Barcelona mengawinkan gelar domestik. Sebelum berpeluang meraih trofi Copa del rey, Blaugrana telah lebih dahulu menggenggam gelar La Liga Spanyol. Andai juara, para suporter maupun manajemen klub seperti tak cukup puas dengan pencapaian yang dicatatkan Valverde hanya di kancah domestik.

Lihat infografis final Copa del Rey Barcelona vs Valencia:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WrJBtr
May 25, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WrJBtr
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Dukung Industri Halal, BNI Syariah Fokus Makanan dan Fashion

BNI Syariah berpartisipasi dalam Halal Park yang diselenggarakan Rumah Kreatif BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI bersama BNI Syariah mendukung perkembangan industri halal dengan fokus pada makanan dan fashion. Hal ini dilakukan melalui partisipasi dalam Halal Park yang diselenggarakan oleh Rumah Kreatif BUMN di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

BNI dan BNI Syariah merupakan satu dari total 37 partisipan yang terlibat dalam Halal Park. Ada enam perwakilan BUMN yang hadir dalam event ini, yaitu empat Bank BUMN, Telkom, dan Pertamina.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dalam kegiatan Halal Park ini, bank mendorong pengusaha UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal. "Ada dua bidang industri halal halal yang didorong dalam acara ini, pertama adalah halal food dan halal fashion," kata Firman saat pembukaan Miniatur Halal Park, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.

Salah satu produk yang dipamerkan yakni Salaku yang merupakan UMKM makanan dan minuman olahan buah salak dari Bekasi yang merupakan finalis Deureuham 2018. Selain Salaku, mitra binaan kedua yang berpartisipasi dalam Halal Park adalah Cake Salakilo dari Balikpapan yang merupakan salah satu pemenang Deureuham 2018.

"Dua mitra binaan ini telah mendapatkan sertifikasi halal oleh MUI," katanya.

Dalam mendorong pertumbuhan ekosistem halal, BNI Syariah telah melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sejak tahun 2018 dalam penyelenggaraan Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham), yaitu kompetisi untuk mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis syariah.

Industri halal menurut riset Global Islamic Finance Report 2017 mempunyai potensi besar untuk berkembang. Apalagi di Indonesia yang merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Industri halal fashion dan food, menurut riset di atas, secara global mempunyai potensi bisnis masing-masing mencapai 20 miliar dolar AS dan 170 miliar dolar AS.

Pada 2018, realisasi penyaluran pembiayaan industri halal BNI Syariah selama tahun sebesar Rp 1,2 triliun, tumbuh sebesar 104 persen year on year dari Rp 595 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pembiayaan tersebut termasuk halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KLmPbk
April 19, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KLmPbk
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Sandi Siapkan 7 Langkah Dorong Pemberdayaan Perempuan

Sandi menilai kebijakan harus berpihak pada perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden dari pasangan nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku sudah menyiapkan tujuh langkah konrit dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Sandiaga  melihat partisipasi perempuan sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara utamanya dalam menopang perekonomian keluarga.

"Dua per tiga dari ekonomi keluarga ditopang dari kegiatan perempuan memulai usaha, baik di rumah maupun  usaha mikro kecil menegah," ujar Sandi dalam Debat Pemilihan Umum kelima, Sabtu (13/4).

Menurut Sandi, perempuan, membutuhkan kebijakan berpihak agar mereka bisa mendapatkan akses pelatihan, pendampingan serta permodalan. Sandi meyakini, kewirausahaan bisa didorong lebih baik sebagai penciptaaan lapangan kerja.

Dia melanjutkan, jika perempuan dibantu dalam menopang dalam pemberdayaan, ketimpangan ekonomi bisa dikurangi signifikan. Selama ini, Sandi mengungkapkan, permasalahan yang sering dikeluhkan perempuan dalam menjalankan bisnisnya yaitu minimnya akses terhadap pasar.

Tujuh langkah konkrit yang dijanjikan Sandi apabila terpilih yaitu pertama, mendaftarkan perempuan menjadi tulang punggung perekonimian. Kedua, memberikan pelatihan berjenjang yang memiliki basic knowledge.

Ketiga, perempuan akan diberi pendampingan dalam berbisnis. Menurut Sandi, 80 persen kegagalan perempuan yang terjun ke dunia bisnis karena tidak mendapatkan mentor. Keempat, membantu perempuan dalam hal perijinan. Kemudian, membantu perempuan dalam hal pemasaran dan packaging.

"Terakhir adalah akses permodalan karena perempuan hebat ini luar biasa. Kalau dikasih pinjaman uang, 99,9 persen uangnya balik," kata Sandi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ItR2ZS
April 13, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ItR2ZS
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Ketua BPN: Debat Capres Bukan Soal Kalah Menang

Menurut BPN debat capres untuk mencari titik temu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso yakin jagonya calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bisa melewati debat keempat pilpres 2019 dengan baik. Namun menurut dia, debat capres bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.

"Ya jelaslah (Prabowo lebih yakin) debat bukan masalah kalah menang, perdebatan itu cari titik temu," kata Djoko di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (30/3).

Ia menambahkan titik temu itulah yang akan bermanfaat menjadi sebuah pemikiran bagi jalan keluar persoalan bangsa. Menurutnya itulah yang akan ditangkap oleh Prabowo dalam debat kali ini.

"Bukan masalah kalah dan menang," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, Prabowo telah melakukan persiapan secukupnya terkait tema debat kali ini. Tim pendukung debat yang dipimpin Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said juga telah memberi masukan.

"Sudah disiapkan sejak kemarin kita sebagai tim pendukung debat profesor Laode (Prof Laode Masihu Kamaludin), Pak Sudirman Said, sudah beri masukan," ungkap mantan panglima TNI itu.

Sejumlah tokoh berkumpul di kediaman Prabowo sejak Sabtu sore tadi. Sejumlah tokoh yang terlihat hadir di Kertanegara IV di antaranya Direktur Juru Bicara BPN Dahnil Anzhar Simanjuntak, Ketua BPN Djoko Santoso, dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U7pmRy
March 30, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U7pmRy
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

KH Zainuddin MZ, Sang Dai 'Sejuta Umat' dari Betawi (4)

Pada masa ini, namanya mulai diterpa berbagai isu yang tidak tepat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang pemilihan umum (pemilu) 1977, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai mendekati KH Zainuddin MZ. Tujuannya, menggaet sang mubaligh untuk menjadi seorang juru kampanye.

Waktu itu, Zainuddin bersahabat baik dengan Ridwan Saidi, koordinator kampanye PPP saat itu (kini budayawan Betawi). Sejak pemilu itu dan berikutnya, Zainuddin tidak jarang tampil di atas panggung untuk mengampanyekan partai tersebut.

Jumlah hadirin bisa mencapai puluhan ribu orang. Apalagi, ada penampilan sang Raja Dangdut Rhoma Irama. Penampilan musisi yang juga konsen pada dakwah Islam itu semakin menarik perhatian massa.

Di sinilah KH Zainuddin MZ mulai menyadari besarnya potensi umat Islam di Tanah Air. “Bagaimana kalau puluhan ribu umat itu diajak ke kebaikan, disadarkan dari kealpaan mengabdi kepada Allah, dan merealisasi ukhuwah Islamiyyah,” kenang dia, seperti dikutip buku Dakwah & Politik (1997).

Setahun setelah pemilu 1982, dia mulai meninggalkan panggung politik. Alasannya, semata-mata ingin lebih bebas dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Semenjak dekat dengan PPP, pada masa itu dia mulai dicurigai membawa pesan politik-praktis tertentu. Apalagi, partai berwarna dominan hijau itu merupakan oposan pemerintah.

Jalan masih terbuka lebar baginya untuk meluaskan jangkauan dakwah. Sebuah perusahaan rekaman menawarkan kerja sama kepadanya. Dengan begitu, ceramah-ceramahnya dapat didokumentasikan ke dalam pita kaset.

Alhasil, seluruh lapisan masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri, dapat mengenalnya. Radio-radio swasta mulai menyiarkan rekaman ceramahnya. Beberapa lama kemudian, stasiun-stasiun televisi juga mengundangnya untuk tabligh akbar siaran langsung.

Mulai Dikenal Luas

Permintaan berdakwah semakin membludak dari daerah-daerah. Karena itu, KH Zainuddin MZ mulai membentuk suatu tim koordinator. Tujuannya agar jadwal lebih sistematis dan terencana.

Kesibukannya tidak tanggung-tanggung. Sebagai contoh, pernah suatu kali dia harus menyambangi 120 lokasi, yang tersebar dari Jakarta hingga Maluku. Suatu panitia bahkan pernah menyiapkan helikopter untuk mengangkutnya, meski KH Zainuddin MZ sendiri tidak pernah meminta fasilitas demikian.

Ketenarannya tidak lepas dari perhatian pemerintah. Presiden Suharto kemudian mulai sering mengundangnya untuk berceramah di pelbagai kesempatan, baik itu acara-acara resmi maupun internal Keluarga Cendana.

Sebagai seorang figur publik, namanya sempat diterpa isu miring. Dia dituding telah mengubah dakwah menjadi ranah komersil. KH Zainuddin MZ menjelaskan, tuduhan itu tidak mendasar dan lebih sebagai salah sangka.

Terdapat tiga alasan untuk itu. Pertama, menurutnya, ada kemungkinan beberapa kasus kecil. Pihak panitia berupaya mendatangkan seorang dai kondang, termasuk dirinya, sehingga bisa menghimpun dana untuk keperluan tersendiri. Mereka pun membuat undangan dengan infak, sehingga hubungan antara panitia dan koordinator bisa dimaknai mirip bisnis, padahal bukan demikian.

Kedua, lanjut KH Zainuddin MZ, pihak panitia memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dana itu bukan untuk mengundangnya, melainkan keperluan teknis bagi hadirin. Sebut saja, penyewaan tenda atau keperluan konsumsi.

Ketiga, pihak panitia merancang sendiri besaran dana untuk mendatangkan narasumber, kendati pihak penceramah itu sendiri--termasuk dirinya--tidak mengharuskan.

Yang jelas, saya tetap konsekuen pada khitah. Saya tidak mengenal tarif-tarifan,” tegasnya.

Untuk menghidupi keluarganya, KH Zainuddin MZ tidak mengandalkan penghasilan dari jalan dakwah. Sebab, banyak lapangan kehidupan lain yang pantas sebagai mata pencaharian. Misalnya, kontrak rekaman kaset, percetakan kalender, buku-buku, serta beberapa badan usaha.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UUEygO
February 15, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UUEygO
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

BNPT Tunggu Informasi Resmi Filipina Soal Pelaku Bom di Jolo

Serangan di Filipina membangkitkan kekhawatiran pengaruh ISIS di Asia Tenggara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Direktur Deradikalisasi Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari otoritas Filipina soal suami-istri pelaku bom di sebuah gereja di Jolo, Filipina Selatan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Filipina soal keterlibatan suami-istri tersebut. 

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi resminya. Sementara masih menunggu juga," ujar Irfan ketika dikonfirmasi, Ahad (3/2).

Karena itu, BNPT belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. "Tadi saya lihat di televisi Dita Besar Indonesia di Filipina pun masih menunggu," tutur Irfan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan, dua pelaku serangan bom bunuh diri yang terjadi di sebuah gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Selatan, pada 27 Januari 2019 merupakan warga negara Indonesia (WNI). Pernyataan itu dikatakan mengutip informasi yang didapatkan dari saksi mata dan sumber-sumber yang tidak diungkapkan.

Dari kesaksian itu, Menteri Ano mengaku yakin bahwa seorang pria Indonesia dan istrinya berada di balik serangan di Pulau Jolo yang mayoritas berpenduduk Muslim. Meski begitu, ISIS telah menyatakan bertanggung jawab atas bom yang menewaskan 22 orang serta melukai lebih dari 100 orang lainnya, termasuk warga sipil dan tentara.

"Yang bertanggung jawab adalah pelaku bom bunuh diri asal Indonesia. Namun, kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia, dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ano, seperti diberitakan ABS-CBN News.

Ano menambahkan, seorang pria yang dikenal sebagai "Kamah" yang sekarang menjadi tersangka dalam pengeboman itu bertindak sebagai salah satu pemandu pasangan Indonesia. Ano mengaku memiliki sumber yang memberitahunya bahwa pengeboman itu adalah "proyek" kelompok teroris lokal Abu Sayyaf.

Direktur Senior Kepolisian Provinsi Sulu Pablo Labra mengatakan, beberapa saksi mata menunjuk seorang pria dan wanita yang mereka percaya bertanggung jawab atas aksi teror tersebut.

Serangan di Filipina ini membangkitkan kekhawatiran tentang pengaruh ISIS di Asia Tenggara. Banyak yang khawatir para teroris dari Malaysia, Indonesia, dan tempat lainnya tertarik untuk datang ke Mindanao. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D8Kco8
February 03, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D8Kco8
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Harga Turun, Peternak Ayam di Bengkulu Terancam Merugi

Kerugian hanya dirasakan peternak perorangan bukan yang dibawah perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG -- Para peternak ayam potong di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini terancam merugi. Hal ini menyusul turunnya harga jual ayam dan sebaliknya harga pakan ternak malah mengalami kenaikan.

"Untuk ayam hidup di kandangnya dijual Rp 16.500 per kg, sedangkan di pasaran setelah dipotong dan dijual oleh pedagang berkisar Rp 28 ribu sampai Rp30 ribu per kg. Ayam hidup ini jika sudah dipotong akan menyusut 30 persen, namun pedagang masih bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 7.000 per kg," kata Fauzy, Direktur CV Memey Tun Ite (MTI) salah satu distributor ayam potong di Rejang Lebong, Sabtu (26/1).

Turunnya harga jual ayam potong ini karena stok ayam sedang melimpah baik yang dihasilkan peternak setempat maupun dari luar daerah. Akibatnya usaha peternakan yang dikelola perseorangan atau mandiri yang memelihara ayam antara 1.000-2.000 ekor akan mengalami kerugian.

Pendapatan peternak mandiri sudah tidak sesuai dengan modal usaha terutama untuk pembelian pakan yang mengalami kenaikan dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500 hingg Rp 8.000 per kg, serta harga pembelian anakan ayam broiler (DOC) mencapai Rp 7.800 per ekor.

Berdasarkan perhitungan dirinya kalangan peternak mandiri di daerah itu untuk satu ekor ayamnya bisa mengeluarkan modal hinggan Rp 34.050. Hal ini dihitung dari per ekor ayam sampai berumur siap jual bisa menghabiskan pakan hingga 3,5 kg, sedangkan harga pakannya Rp 7.500 dan kemudian pembelian DOC Rp 7.800 per ekor sehingga total per ekor mencapai Rp 34.050.

"Kalau masih Rp 19 ribu per kg mereka masih bisa mendapat keuntungan. Tetapi jika harga seperti sekarang ini sudah jelas rugi, karena satu ekor ayamnya paling tinggi beratnya 2 kg, yang jika dijual Rp 16.500 per kg baru dapat Rp 33 ribu," urainya.

Hal berbeda untuk peternak yang bergabung dengan perusahaan peternakan dengan jumlah ayam di dalam kandang lebih dari 4.000 ekor. Penurunan harga ayam potong dan kenaikan harga pakan tidak akan begitu terasa, karena harga beli pakannya biasanya sesuai harga kontrak awal sehingga mereka masih bisa mendapatkan keuntungan walau sedikit.

Sementara itu, dari data yang dimilikinya jika harga ayam potong di daerah itu saat ini mengalami penurunan harga jual ayam merah atau ayam petelur tidak produktif lagi mereka jual Rp 29 ribu per ekor.

Seterusnya mereka juga menjual ayam peren atau ayam afkir yang berasal dari indukan ayam broiler tidak produktif lagi dan juga sering mereka sebut ayam doraemon dan biasanya memiliki berat perekornya lebih dari 3,5 kg, untuk jenis ayam jenis mereka jual Rp 22.000 per kg.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sOvWfx
January 26, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sOvWfx
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Hidayatullah Tegaskan Komitmen Bangun Peradaban Islam

Peradaban adalah manifestasi keyakinan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Ormas Hidayatullah memiliki visi dan komitmen tinggi untuk membangun peradaban Islam di Tanah Air.

"Peradaban adalah manivestasi keyakinan. Jadi, peradaban Islam adalah manivestasi keyakinan, manivestasi iman, aqidah Islamiyah di dalam kehidupan. Maka di Hidayatullah, peradaban Islam adalah manivestasi iman di dalam seluruh aspek kehidupan," urai Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr  Nashirul Haq MA dalam paparannya pada Tabligh Akbar yang diselenggarakan DPW Hidayatullah Jabodebek di Islamic Center, Bekasi,  Jawa Barat, Jumat  (18/1).

Lebih jauh Nashirul menegaskan, membangun peradaban Islam sangat relevan dengan nilai-nilai dan konstitusi NKRI.

"Kalau kita tarik ke Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yang negeri ini dibangun oleh pemikiran dan perjuangan ulama, yang konstitusi negara ada nilai Ketuhanan, termasuk dalam Pembukaan UUD 45, maka jelas, membangun peradaban Islam ini juga bagian penting amanah konstitusi, utamanya untuk mewujudkan kemerdekaan, keadilan dan kemakmuran," imbuhnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (18/1).

Sementara itu, Ustaz Bahtiar Natsir yang juga menjadi narasumber dalam forum tersebut menegaskan,  kunci membangun peradaban adalah bagaimana komitmen semua pihak  membangun manusia.

"Secara umum, untuk membangun bangsa Indonesia yang bermartabat dengan peradaban Islam, kuncinya ada pada gerakan membangun manusianya. Sebab, suatu bangsa atau negara bermartabat atau tidak itu ditentukan oleh martabat manusianya itu sendiri. Oleh karena itu, membangun peradaban, berarti membangun manusia," tegasnya.

Tabligh Akbar dengan tema "Mewujudkan Indonesia Bermartabat dengan Peradaban Islam" merupakan agenda pertama dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah Dewan Pengurus Hidayatullah Jabodebek. 

"Besok akan dilanjutkan dengan bedah buku Era Peradaban Baru, kemudian lusa akan diisi dengan kegiatan Training Dai Menulis," pungkas Ketua Panitia Rakerwil DPW Hidayatullah Jabodebek, Hidayatullah MH.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hmweo6
January 18, 2019 at 09:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hmweo6
via IFTTT
Share: