Showing posts with label 2018 at 12:41AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 12:41AM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Rumah di Pesisir Panimbang Roboh Diterjang Gelombang Pasang

Gelombang tinggi akibat pasang air laut pada Sabtu (22/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Rumah di pesisir pantai Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, roboh diterjang gelombang pasang setinggi lima meter. Gelombang tinggi akibat pasang air laut pada Sabtu (22/12) malam, dilaporkan juga terjadi di Anyer dan Lampung.

"Kami tengah melakukan evakuasi dan peninjauan di lapangan juga  belum diketahui jumlah rumah yang roboh maupun korban jiwa," kata Camat Panimbang, Pandeglang,Banten,Suhaedi saat dihubungi, Sabtu.

Pihaknya bersama relawan Balawisata terjun ke lokasi yang terdampak gelombang pasang. Kebanyakan korban yang diterjang gelombang pasang tersebut warga pesisir pantai Panimbang.

Gelombang pasang cukup deras sehingga masyarakat menyelamatkan diri dengan berlari ke lokasi perbukitan dan pegunungan. Selain itu, juga banyak masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas karena melarikan kendaraan dengan panik.

"Kami  minta masyarakat tenang dan tidak panik karena bencana ini bukan tsunami, tetapi gelombang pasang," katanya.

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah berkumpul di lokasi yang sudah aman dari bencana gelombang pasang. Namun, kerusakan rumah banyak yang roboh dan relawan belum berani melakukan evakuasi di pesisir pantai.

Sebab, gelombang pasang masih berlangsung dan belum diketahui warga korban itu. "Kami berharap kejadian bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) menegaskan tidak ada tsunami yang terjadi di Anyer, Lampung Selatan. Naiknya gelombang air pukul 21.30 WIB disebabkan gelombang pasang.

“Gelombang naik cukup besar juga bersamaan dengan kencang. Fenomena ini disebabkan oleh adanya gelombang pasang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rQsr7Z
December 23, 2018 at 12:41AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rQsr7Z
via IFTTT
Share:

Akun BMKG Hapus Kicauan Gelombang Pasang Anyer, Ada Apa?

BMKG tegaskan naiknya air laut di Anyer karena gelombang pasang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akun resmi BMKG menghapus kicauannya soal gelombang pasang di Pantai Anyer. Belum jelas alasan BMKG menghapus cicitan tersebut. Namun penghapusan itu membuat sejumlah netizen bertanya-tanya.

"#BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang," kicau BMKG dengan menambahkan emoticon senyum kacamata.

Awalnya Republika.co.id  bisa membuka tautan kicauan ini. Namun beberapa selang kemudian, ketika mencoba buka kembali yang tertulis di laman hanya   "Sorry, that page doesn’t exist!"

Sejumlah netizen menyinggung penggunaan emoticon kacamata hitam yang dinilai tidak pas. Seharusnya dalam kondisi panik BMKG tak menggunakan emoticon seperti itu.

Namun ada juga yang mengkhawatirkan penghapusan ini karena takut informasi yang diberikan BMKG tak valid.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menegaskan, tak ada peristiwa seismik dari analis rekaman terkait isu tsunami di Anyer. "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG  Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Baca juga, Anyer Diterpa Gelombang Pasang.

Berikut keterangan lengkap BMKG;

1. Berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di beberapa sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya tsunami.

2. Berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempa bumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya tsunami di sekitar Banten dan Lampung.

3. Berdasarkan hasil pengamatan tidegauge (sementara), didapatkan data sebagai berikut:

a. Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9m

b.  Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35m

c. Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36m

d. Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28m

4.  Peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LwdFMJ
December 23, 2018 at 12:41AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LwdFMJ
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Din Dorong Hidayatullah Kembangkan Gerakan Dakwah

Din menyampaikan sejumlah pesan dan kesan di hadapan ribuan dai Hidayatullah

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Profesor Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau yang akrab disapa Din Syamsuddin, berkesempatan hadir dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2018 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Induk, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (24/11).

Dalam suasana penuh kekeluargaan, tepat usai Shalat Dzuhur berjama’ah, mantan ketua umum Muhammadiyah dua periode itu pun menyampaikan sejumlah pesan dan kesan di hadapan ribuan dai Hidayatullah di Masjid Agung Ar Riyadh Pesanre Hidayatullah.

“Sungguh ini menarik bagi saya. Hidayatullah telah menjadi ormas besar. Kalau ke depan semua ormas Islam bersatu dan bekerjasama, saya yakin izzul Islam wal Muslimin akan mampu tercapai, khususnya di Indonesia,” kata Din disambut pekikan takbir peserta Silatnas yang memadati lantai 1,2 dan 3 masjid besar itu.

Selain itu, ia menyebut, antara Muhammadiyah dan Hidayatullah memiliki banyak kesamaan, yang begitu banyaknya kesamaan, Din mengatakan Muhammadiyah dan Hidayatullah itu berhimpitan.

“Pendiri Hidayatullah (KH. Abdullah Said) adalah tokoh Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, sehingga banyak kesamaan, antara Muhammadiyah dan Hidayatullah, kesamaan itu seperti berhimpitan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Din menganggap Hidayatullah telah mampu memperlihatkan jati diri sebagai ormas Islam dengan kader dan pendukung yang banyak serta telah memberikan kontribusi yang nyata kepada bangsa dan Negara.

Ia mengatakan, dengan beragamnya amal usaha dan pendidikan yang Hidayatullah telah bangun, maka lembaga yang sudah berumur 45 itu sudah mampu disejajarkan dengan ormas Islam lainnya di Indonesia.

“Tinggal bagaimana yang ada ini ditingkatkan terus, dikembangkan, hingga sampai pada waktunya tibalah umat Islam menjadi sebaik-baik umat (Khaira ummat), di sini dibutuhkan dakwah-dakwah pencerahan, dakwah pembebasan, dan dakwah pemberdayaan,” tegas Din.

Olehnya, Din juga sangat berharap kepada Hidayatullah agar terus mengembangkan gerakan dakwah pencerahan. “Kalau ini yang kita lakukan, maka saya yakin cita-cita utuk membangun ummat itu akan tercapai karena itulah yang pernah dilakukan Rasulullah di Madinah,” terang Din.

Ustaz Nashirul Haq memastikan pihaknya akan terus menerus berjuang membangun peradaban umat dengan metode biththoriqoti ala minhajin nubuwwah (di atas manhaj kenabian) sebagaimana yang telah digariskan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam.

Sembari mengakhiri acara, Din yang telah menyudahi paparannya, menyambut penjelasan Keua Umum DPP Hidayatullah dengan mengatakan, “Kalau Hidayatullah biththoriqoti ala minhajin nubuwwah, maka Muhammadiyah, biththoriqoti ala minhaji Muhammadiyah,” ucapnya yang disambut tawa seluruh hadirin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Am0KI5
November 26, 2018 at 12:41AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Am0KI5
via IFTTT
Share: