Showing posts with label 2019 at 08:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:05PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Sambut Arus Mudik, Pertamina Siapkan 10 SPBU Baru

SPBU tol baru yang diresmikan masuk di wilayah Jateng dan Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Pemudik yang menggunakan Tol Trans Jawa tidak perlu lagi takut kehabisan bahan bakar. Sebab, Pertamina baru saja menghadirkan 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol baru pada Kamis (30/5). Seluruhnya sudah siap melayani masyarakat mulai masa mudik Lebaran 2019.

SPBU Tol baru yang diresmikan tersebut masuk di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk daerah Jawa Tengah, SPBU berada di KM 260 B Kabupaten Brebes, KM 360 B Kabupaten Batang, KM 379 A Kabupaten Batang, KM 389 B Kabupaten Kendal, KM 519 A Kabupaten Sragen, dan KM 519 B Kabupaten Sragen.

Sementara itu, SPBU Tol baru di daerah Jawa Timur berada di empat titik. Yaitu, KM 575 A Kabupaten Ngawi, KM 575 B Kabupaten Ngawi, KM 626 B Kabupaten Madiun dan KM 725 A Kabupaten Gresik.

Sebanyak 10 SPBU tersebut diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid di SPBU KM 379 Kabupaten Batang dalam rangkaian Kunjungan Lintas Tol Trans Jawa.

Rini mengatakan, peresmian 10 SPBU yang berada di rest area jalur tol ini menunjukkan Sinergi BUMN dalam melayani masyarakat. "Dengan demikian, masyarakat yang mudik tidak perlu khawatir untuk mendapatkan layanan BBM dari Pertamina," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id

Dengan adanya 10 SPBU yang baru beroperasi ini, maka total SPBU dan layanan tambahan di sepanjang jalur tol Trans Jawa dan Sumatera mencapai 99 titik. Selain itu, terdapat 200 unit motorist BBM yang siap mengantar BBM ke lokasi-lokasi yang dibutuhkan sesuai wilayahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XjbbX2
May 30, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XjbbX2
via IFTTT
Share:

Harga Tiket Naik, Ini Tanggapan Lion Air

Harga tiket yang dijalankan telah disesuaikan dengan aturan regulator.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di media sosial, harga tiket Lion Air menjadi perbincangan banyak orang. Disebutkan, harga tiket Lion Air mencapai Rp 6,6 juta. Tiket tersebut untuk rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Bandara Sultan Syarif Kasiem II, Pekanbaru.

Berdasarkan penelusuran Republika.co.id di terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, kenaikan harga tiket Lion Air berkisar Rp 500 ribu. Penumpang yang berasal dari Kalimantan, Joko (43) mengatakan, Ia membeli tiket Lion Air dari Banjarmasin menuju Bengkulu. Ia membeli tiket dengan harga Rp 2,3 juta. "Ini di Soetta transit doang. Biasanya sih saya beli sekitar Rp 1,8 juta," ujarnya.

Sedangkan, penumpang lainnya Rama (27) menuturkan, biasanya tiket Lion Air dari Soekarno Hatta, Tangerang menuju Fatmawati Soekarno, Bengkulu sekitar Rp 800 ribu. Namun untuk perjalanan H-6 lebaran, Rama mengaku membeli tiket menuju Bengkulu dengan harga Rp 1,3 juta.

Menanggapi temuan tersebut, Humas Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, harga tiket yang dijalankan telah disesuaikan dengan aturan regulator. Lion Air Group tidak menjual di atas batas maksimum, hususnya untuk layanan kelas ekonomi domestik.

Kemudian, dalam menentukan tarif tiket, hal itu merupakan jumlah dari keseluruhan komponen biaya untuk satu kali perjalanan. Adapun komponen-komponen tersebut di antaranya, tarif dasar (basic fare) yang besarannya bergantung menurut jarak tempuh, pajak (government tax), kisarannya 10 persen dari tarif dasar tiket pesawat.

Selanjutnya, iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja). Lalu ada Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax. Besarannya berbeda-beda sesuai dengan bandara di masing-masing kota.

Danang menambahkan, mulai 1 Maret 2018, komponen PSC sudah termasuk ke dalam harga tiket. Dengan demikian, jika terdapat perubahan harga tiket, maka hal itu disebabkan oleh perubahan tarif PSC.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EHlwVu
May 30, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EHlwVu
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Manolas Sebut Kedatangan Ranieri Berdampak Positif buat Roma

Ranieri resmi menggantikan Eusebio Di Francesco pada awal Maret lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Bek tengah AS Roma Kostas Manolas mengatakan kedatangan pelatih Caludio Ranieri membawa dampak positif. Itu bisa dilihat dari sikap dan juga mentalitas tim.

Ranieri resmi menggantikan Eusebio Di Francesco pada awal Maret lalu. Sejak ditangani Ranieri, performa i Giallorossi membaik dan kini menghuni posisi lima klasemen Liga Italia.

"Saat ini kami lebih kompak, tidak seperti di bawah Di Francesco. Kami mengubah mentalitas kami, seperti sebelumnya. Sekarang kami lebih solitd, dan Anda dapat melihat itu dalam beberapa hasil terakhir," kata Manolas, dilansir dari Football Italia, Sabtu (4/5).

Lebih lanjut, bek yang memiliki paspor Yunani merasa sangat kecewa dengan kegagalan timnya meraih kemenangan di laga-laga penting. Ia pun meminta rekan setimnya untuk tetap fokus dan tampil semaksimal mungkin pada sisa pertandingan musim 2018/2019.

"Kami semestinya sudah berada di zona Liga Champions jika tidak membuang-buang poin," sambung dia.

Roma akan bertandang ke markas Genoa pada laga pekan ke-35 Serie A Italia. I Lupi menargetkan tiga poin penuh demi menjaga harapan mereka berada di empat besar klasemen.

Manolas memprediksi laga di Stadion Luigi de Ferraris akan berjalan sulit. Sebab, tuan rumah sedang berjuang untuk lolos dari jeratan degradasi.

"Kami harus memenangkan semua pertandingan kami. Jika kami tak menang, kepastian untuk bermain di Liga Champions musim depan menghilang," kata dia.

Roma saat ini bercokol di urutan kelima dengan perolehan nilai 58 dari 34 pertandingan yang telah dilakoni. Mereka hanya terpaut satu angka dari Atalanta di posisi keempat.

Torino, AC Milan, dan SS Lazio terus menguntit di tempat keenam, tujuh, dan delapan. Persaingan memperebutkan jatah tiket Liga Champions masih dimiliki setidaknya lima klub.

"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini di Italia sebelumnya dengan begitu banyak tim yang berjuang untuk empat besar."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V2ijFc
May 04, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V2ijFc
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Bandarlampung Imbau Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Puasa

Bandarlampung meminta tempat hiburan malam hormati orang berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG— Pemerintah Kota Bandarlampung mengimbau semua tempat hiburan dan panti pijat yang ada di kota itu tutup selama Ramadhan. 

"Saya minta mereka menghormati orang yang sedang menjalankan ibadah puasa," kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, di Bandarlampung, Jumat (3/5).

Dia mengatakan Pemkot sudah memberikan surat edaran kepada seluruh tempat-tempat hiburan dan panti pijat termasuk rumah makan.

"Rumah makan juga kami minta untuk menutup setengah tiang tempat makannya agar dapat menghargai orang yang sedang berpuasa," kata Herman.

Dia mengatakan untuk tempat hiburan yang tidak menutup tempatnya selama Ramadhan akan dikenakan sanksi administratif berupa surat teguran atau lainnya.

Sementara untuk tempat olah raga biliar diperbolehkan buka namun harus mendapatkan surat rekomendasi terlebih dahulu dari pemkot dan tidak boleh dipergunakan untuk kegiatan lainnya.

"Kalau untuk biliard boleh buka hanya yang rekomendasi Koni sebagai tempat latihan para atlet, tapi kalau tempat hiburan malam dan lainnya tidak boleh," jelasnya.

Dia berharap semua tempat hiburan yang sudah diberikan surat edaran dapat mematuhinya agar dapat menjaga harmonisasi antar umat beragama di Bandarlampung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vzg6GX
May 03, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vzg6GX
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

TKN Tanggapi Surat Terbuka SBY Soal Kampanye Prabowo-Sandi

Sekretaris TKN menanggapi surat terbuka SBY soal kampanye akbar Prabowo-Sandi

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait surat terbuka Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasto mengaku sangat memahami kegelisahan SBY terkait kritik kampanye akbar calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami bisa memahami kegelisahan dari SBY, terlebih dalam putaran terakhir ini Pak Prabowo menampilkan sosok yang mudah emosional, kemudian menampilkan kampanye yang berbeda jauh dari yang diharapkan Pak SBY," kata Hasto Kristiyanto di sela kampanye akbar di Lampung Selatan, Ahad (7/4).

Hasto mengatakan sependapat dengan SBY soal kampanye pilpres. Menurut Sekjen PDIP itu, kampanye memang seharusnya dilakukan secara lazim, tidak inklusif agar dapat mencerminkan ke-Indonesiaan.

"Kami sangat memahami kegelisahan SBY itu. Apalagi dia sosok pemimpin yang santun, yang tidak menyukai kata-kata kasar, fitnah dan hoaks, yang selama ini banyak dilakukan oleh pendukung Prabowo-Sandi," ujar Hasto.

Sebelumnya, SBY menegur secara terbuka pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Teguran ini tak terlepas kampanye akbar yang dilakukan pasangan nomor urut 02 itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

SBY memandang kampanye yang tak lazim dan ekskusif yang dilakukan Prabowo-Sandi dinilai berbahaya. Sebab akan menguatkan polarisasi yang sudah tercipta di tengah masyarakat.

"Cegah demonstrasi apalagi show off force identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim," kata SBY lewat surat tertulisnya.

SBY sempat menyurati sejumlah petinggi Partai Demokrat dan meminta agar mereka memberikan masukan kepada Prabowo-Sandiaga agar acara tersebut terkait kampanye akbar tersebut. SBY menyurati Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin,Waketum PD Syarief Hassan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CWaydV
April 07, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CWaydV
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

BMP Gelar Bazar Murah di Jaksel

Bazar murah ini merupakan upaya membantu masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan Bunda Merah Putih (BMP) menggelar bazar murah di Jalan Tebet Barat Raya, Trijaya III, Jakarta Selatan, Ahad (31/3). Bazar tersebut di antaranya menjual beras, mie instan, biskuit, gula, kopi, minyak berkualitas dengan harga yang terjangkau masyarakat.

Ketua Umum BMP, Angela Brigita, mengatakan apa yang dilakukannya untuk membantu masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah pencapaian kerja Jokowi dalam memimpin Indonesia. Dengan demikian, juga mampu mengklarifikasi dan melawan kampanye negatif, ujaran kebencian dan hoaks yang disebarkan pihak tidak bertanggungjawab.

“Ini bentuk kepedulian BMP kepada masyarakat. Kita tahu banyak masyarakat yang perlu dibantu. Ini salah satu cara membantu mereka,” katanya di lokasi. Kegiatan ini juga disertai dengan memberikan sumbangan bedug dan 100 Alquran untuk Musala Al Muhajirin di kawasan tersebut.

Lebih jauh disampaikan Gita- sapaan Angela Brigita- kegiatan serupa juga telah dilakukan di beberapa wilayah. Masing-masing wilayah,  yakni Cengkareng Timur (Jakarta Barat), Kampung Dukuh (Jakarta Timur), Poris (Tanggerang), Pasar Minggu (Jakarta Timur), Cilandak (Jakarta selatan), Jagakarsa (Jakarta Selatan), Ulujami (Jaksel), Pademangan Timur (Jakarta Utara), Lodan (Jakarta Utara), Petukangan (Jakut), Rawa Bokor ( Tanggerang), Pondok Pucung, Bintaro, Tangsel.

“Nantinya akan sering dilakukan oleh BMP, terutama ditujukan bagi warga yang kurang beruntung dengan harga terjangkau,” katanya dalam siaran persnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CMeP3g
March 31, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CMeP3g
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Kementan Galakkan Program Serasi di Kalimantan Selatan

Asosiasi bawang merah diminta memperluas akses pemasaran salah satunya dengan ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini Kementerian Pertanian mulai menggalakkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di enam provinsi, di antaranya Kalimantan Selatan. Program ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bahwa lahan rawa merupakan solusi pangan nasional.

"Karena itu, kita harus garap lahan rawa, tanami padi, sayuran, itik, dan ikan untuk sejahterakan petani. Pembangunan hortikultura tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa,” kata Amran.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Program Pengembangan Kawasan Aneka Cabai dan Bawang Merah gencar menumbuhkan sentra baru di seluruh Indonesia, termasuk di lahan rawa Kalimantan Selatan. Kebutuhan bawang merah yang selama ini didatangkan dari Pulau Jawa , NTB dan Sulawesi Selatan mulai didorong untuk diproduksi sendiri.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi menyatakan, pihaknya akan terus mendorong petani luar Jawa untuk terus menanam.  Asosiasi bawang merah diminta memperluas akses pemasaran salah satunya dengan ekspor.

Suwandi menambahkan, bawang merah varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan petani Tapin, meski di lahan bekas rawa, secara spesifikasi memenuhi standard ekspor. “Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara budidayanya agar produknya bisa bersaing,” ujarnya.

Kalimantan Selatan mulai tumbuh menjadi sentra baru sayuran. Kelompok Tani Ngudi Rahayu Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru yang diketuai Sargim bertanam sayuran di lahan seluas 31 hektare.

Pada umumnya petani setempat menanam cabai rawit merah dan keriting dengan tomat secara tumpang sari secara terus menerus. Kini mulai menanam bawang merah. Sargim bersama kelompoknya sudah melakukan tindakan pengendalian OPT secara pre emtif yang diikuti pengendalian secara responsif seperti yang dianjurkan oleh petugas lapang setempat.

“Kenyataannya hasil panen cabai setengah ton per minggu dari KT Ngudi Rahayu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan sebagian dipasarkan ke Banjarmasin,” ungkap Sargim.

Anggota kelompok tani Ngudi Rahay , Surono mengatakan, ia sudah mulai menanam bawang merah di lahan seluas 1000 m2 dengan bibit 35 kg varietas Super Philip dari Probolinggo.

"Saya baru saja panen sebanyak 3 kuintal bulan Desember lalu. Hal ini menambah keyakinan menanam hortikultura khususnya cabai dan bawang merah cukup menguntungkan untuk menambah penghasilan,” kaya Surono.

Kasubdit Pengendalian OPT Sayuran dan Biofarmaka, Nadra Illiyana menjelaskan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat menurunkan hasil dan kualitas produksi pertanian. "Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat akan berdampak terganggunya ekosistem, akibatnya terdapat residu pestisida pada produk yang dikonsumsi," jelasnya.

Sementara itu kendala saat tingginya curah hujan adalah serangan patogen penyakit. Dijelaskan pula pada musim hujan bisa terus berbudidaya bawang merah yaitu dengan inovasi teknologi menggunakan metode sungkup plastik atau yang dikenal dengan rain shelter di samping  melakukan pengendalian OPT ramah lingkungan.

Produksi yang terjaga dapat menekan kehilangan hasil akibat serangan OPT, sehingga mutu hasil terjamin, daya saing yang tinggi dan aman dikonsumsi. Diharapkan ke depan petani Kalsel dapat mencukupi kebutuhan pasarnya sendiri,  sehingga sayuran seperti cabai, tomat dan bawang merah tak perlu lagi didatangkan dari luar.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, dalam kesempatan terpisah menyatakan, Kementan meminta  semua BPTPH untuk mengawal petani melaksanakan pengendalian OPT secara preventif dengan memanfaatkan bahan pengendali OPT ramah lingkungan yang sudah banyak dihasilkan oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP).

“Serta memonitor secara intensif pertanaman hortikultura. Sehingga gangguan OPT tidak mengganggu produksi dan mutu produk hortikultura,” tuturnya

Ditjen Hortikultura mendorong petani menerapkan budidaya ramah lingkungan, dengan mengaplikasikan lebih banyak bahan organik dan bahan pengendali biologi, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, sampai pasca panen.

“Semoga dengan kegigihan petani sayuran di lahan rawa, dapat menghasilkan sayuran yang sehat dan aman konsumsi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujarnya mengakhiri.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Smx3S1
February 03, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Smx3S1
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Kementan: Kondisi Harga Pangan Strategis Stabil dan Aman

Sstok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mencapai 61.613 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi harga dan pasokan pangan strategis secara nasional dalam keadaan stabil dan aman. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Risfaheri, Jumat (18/1).

Menurutnya, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mencapai 61.613 ton. Stok sebanyak itu sangat jauh diatas stok normal yang hanya 25 sampai dengan 30 ribu ton.

"Sekali lagi, stok beras sangat stabil dan aman," tegas Risfaheri.

Ia mengatakan, untuk saat ini harga beras medium jenis IR 64 III menyentuh angka Rp 8.500 per kilogram (kg). Harga tersebut bahkan cendrung mengalami penurunan karena hanya 57,39 persen dari harga rata-rata pasokan.

Kemudian harga beras cianjur juga turun sebesar 0,36 persen atau dengan nominal Rp 13.650 per kg.

"Lalu ada beras saigon bandung yang turun di angka 0,4 persen atau mencapai Rp 12 ribu per kg," katanya.

Meski sebagian besar harga beras turun, namun ada juga yang mengalami kenaikan. Ia melanjutkan, kenaikan tersebut terjadi pada jenis IR-42 yang mencapai 0,41 persen atau dengan nominal Rp 12.225 per kg. Namun diakui Risfaheri, kenaikan ini masih dalam batas wajar alias normal.

Harga tersebut normal karena rata-rata beras medium di wilayah DKI mencapai Rp 9.448 per kg.

"Jika dibandingkan sebelumnya, harga ini turun sebesar 0,62 persen," ujar dia.

Harga terendah di Pasar Cijantung mencapai Rp 8.200 per kg dengan harga tertinggi mencapai Rp 11 ribu per kg.

Selain beras, penurunan harga juga terjadi pada rata-rata harga cabai rawit merah kriting yang mencapai Rp 20.019 per kg atau turun 0,76 persen. Harga tersebut bahkan masih ada kemungkinan menyentuh Rp 18 ribu per kg atau 31,53 persen.

"Rata-rata harga cabai merah keriting Tk di 113 Kabupaten dan Kota per Januari 2019 sangat stabil. Harga di bawah HAP Rp 18 ribu per kg sebanyak 66,37 persen, harga di antara kisaran Rp 18 ribu per kg," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FB1VrU
January 18, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FB1VrU
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Sering Konsumsi Makanan Cepat Saji Sebabkan Obesitas

Pola konsumsi masyarakat merupakan tantangan dalam pengendalian obesitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengatakan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan merupakan faktor yang sangat memengaruhi kondisi kelebihan berat badan atau obesitas. Makanan cepat saji dan makanan olahan memiliki kadar gula, garam, dan lemak tinggi.

Doddy mengatakan pola konsumsi masyarakat terhadap makanan cepat saji dan olahan dengan kadar gula, garam dan lemak (GGL) tinggi merupakan tantangan dalam pengendalian obesitas. "Tantangan terberat yang kita hadapi adalah makanan olahan yang begitu masif, itu yang tidak bisa kita hadapi," kata Doddy di Jakarta, Rabu (16/1).

Menurut Doddy, saat ini di Indonesia masih lemah dalam hal acuan label pangan yang menginformasikan kandungan GGL tinggi tersebut. Seharusnya, kata Doddy, pola konsumsi masyarakat disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan pedoman gizi seimbang.

Masyarakat juga dianjurkan untuk membaca label kandungan gizi di setiap makanan olahan saat membelinya agar bisa memahami sebatas mana yang harus dikonsumsi. "PP-nya sedang diinisiasi oleh BPOM, kami minta BPOM untuk hati-hati dalam memberikan promosi terhadap makanan-makanan yang tidak bergizi baik, bukan tidak sehat tapi tidak bergizi baik," kata Doddy.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono sebelumnya mengatakan Kemenkes telah mengomunikasikan hal terkait pelabelan pada makanan dengan kadar GGL tinggi. Namun, pembahasan tersebut, yang berkaitan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, belum membuahkan hasil dalam pelabelan tersebut.

Kemenkes memberikan usul untuk melabeli makanan dengan kadar GGL tinggi dengan logo merah agar masyarakat sendiri. Khususnya, penderita penyakit hipertensi dan diabetes, bisa menghindari makanan olahan tinggi gula garam dan lemak.

Doddy menegaskan kasus obesitas ini erat kaitannya dengan kasus penyakit tidak menular yang juga jumlahnya semakin meningkat di Indonesia dari tahun ke tahun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AR7m27
January 16, 2019 at 08:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AR7m27
via IFTTT
Share: