Showing posts with label 2018 at 09:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:05PM. Show all posts

Sunday, December 2, 2018

Baznas Dukung Pengrajin Lombok dan Palu Kembali Berkarya

Kain pengrajin tampil di Eco Fashion Week Indonesia 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baznas turut mendukung gerakan 'Save the Loom'. Ini adalah sebuah komitmen kepedulian untuk membantu para pengrajin tenun di penjuru negeri, khususnya mereka yang masih berada dalam kesulitan pascabencana gempa bumi Lombok, NTB dan Sulawesi Tengah.

Gerakan Save The Loom dideklarasikan oleh Desainer Merdi Sihombing beserta para aktivis tenun dan lingkungan di dalam acara penutupan Eco Fashion Week Indonesia di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Ahad (2/12).

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd Nasir Tajang mengatakan, Baznas akan mendukung aktivitas pengrajin kain yang berada di Lombok dan Sulteng sebagai bagian dari proses memulihkan ekonomi dan sosial masyarakat pasca gempa.

"Saat ini di Lombok telah dimulai aktivitas penguatan ekonomi untuk pengrajin anyaman, ke depan kita akan jaring para pengrajin kain agar kembali bangkit dan mampu bersaing ke level yang lebih tinggi melalui Rumah Batik dan Tenun Indonesia," katanya.

Selain memenuhi kebutuhan dasar para pengrajin pascagempa, Baznas juga berfokus pada tiga aspek pemberdayaan yakni permodalan, produksi hingga pemasaran. Nasir berharap, para pengrajin yang sebelumnya berpenghasilan kurang, dapat menjadi lebih sejahtera usai mendapat bantuan.

Baznas membantu pengrajin anyaman Ketha khas Lombok yang sempat berhenti produksi setelah rumah dan peralatan mereka hancur karena gempa. Kini setelah aktivitas produksi berangsur pulih, Baznas juga mengajak para pengrajin mengikuti event pameran besar di Jakarta untuk memompa semangat dan membawa produk-produk karya mustahik ini naik ke level profesional.

Rumah Batik dan Tenun Indonesia yang diinisiasi oleh Baznas juga telah melakukan pemberdayaan para pengrajin kain di berbagai daerah seperti batik di Tuban, Jawa Timur, Pemberdayaan Kain songket di Sambas, Kalimantan Barat serta pemberdayaan kain tenun di Ende, Nusa Tenggara Timur.

CEO Eco Fashion Week Indonesia 2018 Merdi Sihombing mengatakan, melalui 'Save The Loom' ini, ia mengajak berbagai pihak untuk berkomitmen melakukan gerakan peduli dan membantu para pengrajin tenun di penjuru Negri, khususnya di kantung-kantung pengungsi pascagempa Lombok dan Sulteng.

"Gerakan ini memiliki tujuan membantu penenun untuk meningkatkan taraf hidupnya usai bencana yang menimpa mereka," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KLXZ7L
December 02, 2018 at 09:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KLXZ7L
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Erick Thohir Minta Janji Kampanye Jangan Menyesatkan Rakyat

Jangan sampai apa yang terjadi di Venezuela terjadi di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Banyaknya janji-janji yang disampaikan calon presiden dan calon wakil presiden serta juru kampanyenya menjadi perhatian Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia minta agar janji kampanye tidak menyesatkan rakyat.

“Saat ini banyak kampanye mengeluarkan janji-janji. Ini dinaikan, ini gratis. Sementara itu di lain pihak banyak kritik tentang utang negara, pendapatan negara. Saya bukan ahlinya, tapi mungkin para pengusul yang berkampanye tadi, coba berhitung dulu secara matematika,” kata Erick usai berbicara pada “diskusi sore bareng Erick Thohir,” Sabtu (24/11) di Palembang.

Menurut Erick Thohir, mereka yang berkampanye pada pemilihan presiden jangan sampai apa yang dijanjikan menyesatkan rakyat. “Kasihan jika rakyat dijanjikan ternyata tidak bisa memberikan realisasi janji tersebut. Itu akan mengecewakan rakyat,” ujarnya.

Erick Thohir pun mengimbau para pimpinan harus bijak. "Seperti hari ini saya bertemu generasi muda, pengusaha muda di Palembang, saya tidak menjanjikan apa-apa kepada mereka, tetapi bagaimana saya mengharapkan semua yang hadir ini menjadi kreator bukan konsumer,” ungkapnya.

Ketua TKN pasangan Joko Widodo - Ma’ruf Amin itu meminta para pemimpin untuk berhitung dengan bijak. “Jangan sampai apa yang terjadi di Venezuela terjadi di Indonesia. Di sana para politikus menjanjikan sesuatu namun negaranya tidak kuat menanggung beban itu. Lebih baik kita memberikan yang terbaik untuk rakyat sesuai dengan kemampuan yang ada pada kekuatan negara kita.”

Dalam diskusi bareng yang berlangsung di sebuah kafe dalam komplek Musem Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang yang dihadiri generasi muda dan pengusaha muda tersebut Erick Thohir berpesan, “Raihlah mimpi setinggi-tingginya untuk membangun Indonesia dan saya yakin Indonesia negara yang bagus dengan sistem yang sudah ada. Kalau orang lain percaya kepada bangsa kita, kok kita tidak percaya.”

Menurutnya, orang lain percaya tahun 2030 ranking ekonomi Indonesia nomor sembilan di dunia, pada 2050 ranking empat dunia. “Tidak terbayang, 2050 apakah saya masih hidup atau tidak. Tetapi generasi muda Indonesia harus percaya itu, karena kalau bangsa lain percaya, kenapa kita tidak percaya?”

Menurutnya, jika Indonesia menjadi nomor empat dunia, alhamdulillah. “Allah SWT sudah memberikan yang baik untuk bangsa Indonesia, kenapa harus kita pertanyakan, justru harus kita tingkatkan. Kita arus sabar, bangsa asing percaya 2030 perekonomian Indonesia akan berada pada ranking sembilan dan 2050 berada pada ranking empat.”

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2POLm1e
November 24, 2018 at 09:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2POLm1e
via IFTTT
Share: