Showing posts with label 2018 at 06:48PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:48PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Kurban Bajram, Cara Muslim Ukraina Berdakwah

Dalam festival tersebut, dipertunjukkan berbagai kesenian Islam, permainan, dan kuis

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Meski kehidupan keagamaan di Ukraina berkembang pesat, timbul kekhawatiran di kalangan generasi tua Muslim Ukraina. Pengaruh budaya asing yang saat ini melanda generasi muda Muslim di Ukraina diyakini para kaum tua ini akan mengikis pemahaman keislaman mereka secara perlahan.

Untuk itu, kalangan tua komunitas Muslim Ukraina mulai menggagas diselenggarakannya acara-acara keislaman yang menarik minat generasi muda. Seperti halnya kegiatan yang digagas komunitas Muslim di distrik Viline Bahchisarayskogo.

Pada pengujung tahun lalu, komunitas Muslim setempat mengadakan festival yang disebut dengan Kurban Bajram. Dalam festival tersebut, dipertunjukkan berbagai kesenian Islam, permainan, dan kuis.

Festival tersebut diselenggarakan dalam rangka merayakan hari raya Idul Adha. Hal ini mengingat para generasi muda Muslim Ukraina kerap memberikan perhatian besar untuk merayakan hari perayaan yang tidak dikenal dalam ajaran Islam, seperti perayaan tahun baru masehi dan hari valentine. Padahal, kaum Muslim memiliki perayaan sendiri, seperti hari Idul Fitri dan Idul Adha.

Festival serupa juga pernah diselenggarakan komunitas Muslim Ukraina dalam rangka mengisi liburan Idul Fitri tahun 2008 lalu. Beberapa kegiatan bermanfaat digelar. Tak sedikit kaum Muslim di sana menjadikan momen itu untuk berbagi dalam ikatan akidah Islamiyah.

Komunitas Muslim Ukraina mengharapkan festival sejenis terus diadakan setiap tahunnya. Tidak hanya di satu tempat, melainkan di semua tempat kaum Muslim di wilayah Ukraina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BKS9PA
December 27, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BKS9PA
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Tanggapi Anies, TKN: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Anies optimistis Prabowo-Sandi akan menang di Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily meragukan keyakinan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang optimistis kemenangannya di Pilkada DKI Jakarta dapat dirasakan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga di Pilpres 2019. Ace mengingatkan bahwa Indonesia, ruang lingkupnya tidak hanya Jakarta.

"Ya mungkin merasa yakin ya silakan saja. Tapi kami meyakini bahwa Indonesia itu bukan hanya DKI Jakarta saja," ujar Ace kepada wartawan, Rabu (18/12).

Menurut Ace, tidak sedikit juga diantara pendukung Anies-Sandiaga saat Pilkada DKI Jakarta juga, kini mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. "Misalnya, partai-partai yang dulu mendukung Pak Anies itu juga bergabung di Pak Jokowi. jadi menurut kami ya kami tidak terlalu begitu (pengaruh) ya, sah-sah saja silakan saja pak Anies punya keyakinan seperti itu," kata Ketua DPP Partai Golkar itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12). Anies ikut berpidato dalam konferensi yang dihadiri tokoh-tokoh nasional pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut.

Dalam pidatonya, Anies optimistis kemenangannya di Pilkada DKI Jakarta dapat dirasakan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga di pilpres 2019. "Insya Allah, apa yang terjadi di Jakarta akan berulang di level nasional," kata Anies diikuti riuh suara tepuk tangan pendukung Prabowo-Sandi yang hadir dalam acara tersebut, Senin (17/12).

Ia pun menceritakan kembali yang terjadi ketika Pilkada Jakarta 2017. Saat itu, elektabilitas Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, sempat diremehkan. Namun, berkat kerja keras, tuntas dan ikhlas dari para pendukungnya, pasangan Anies-Sandi dapat merebut kursi nomor satu di DKI Jakarta.

"Itu bukan kerja satu-dua orang, ini kerja kolosal, mulai dari yang mendoakan, mulai dari yang bekerja di kampung-kampung, semua bergerak dengan perasaan. Ini tanggung jawab kami, ini adalah mandat yang diberikan kepada kami," kata Anies.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gs5br3
December 19, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gs5br3
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Indonesia concerns about live reef fish trade

Live reef fish demand is very huge.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Minister of Maritime Affairs and Fisheries Susi Pudjiastuti has expressed concern about the issue of consumed live reef fish which was very popular in the international market. The demand for consumed live reef fish continues to increase because of its huge economic value.

It has even been demanded in a very large-scale industry. "The reef fish is very vulnerable because it is easily overexploited," Susi said in a press statement received by Antara here on Sunday.

Reef fish has long been a food commodity in great demand in various countries, especially Hong Kong and China. However, the high interest and prices of reef fish have been creating an alarming trend of trade.

Susi pointed out this issue while chairing a session at the International Coral Reef Initiative (ICRI) General Meeting in Monaco on December 6, 2018. In the presence of members of the Science and Conservation of Fish Aggregations (SCRFA) and the Nature Conservancy, Susi affirmed the need to regulate and manage the sustainable consumption of live reef fish.

According to her, the consumption of live reef fish is closely related to the biodiversity preservation and endangered species. The higher the demand for reef fish, the higher the pressure on coral reefs.

Over fishing is also considered to damage the coral reef ecosystem which results in the extinction of marine ecosystems that depend on coral reefs.

"Coral reefs as places for spawning and living places of some fish are also threatened. Moreover, the live reef fish is also fished in destructive ways," Susi continued, warning to avoid using dynamite, potassium, bombs, for fishing as all of them can destroy coral reefs.

Susi said as one of the Chairs of ICRI, Indonesia is obliged to voice sustainable management of coral reefs to promote increase socio-economic aspects of people living on the coast. She added that the exploitation of consumed reef fish must be managed to maintain the sustainability of the fish and the coral reefs.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PtNC9h
December 10, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PtNC9h
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Menengok Perawatan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno

Biaya operasional stadion ini sebulan mencapai Rp 1 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Abdal Hiyarrijal tampak sibuk pagi itu. Dengan mengenakan rompi merah bertuliskan GBK di bagian pundaknya, pria yang akrab disapa Rijal itu melakukan inspeksi di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebagai general manajer Stadion Akuatik GBK, Rijal ingin memastikan semua operasional stadion yang menempati area seluas 24 ribu meter persegi itu berjalan lancar sebelum menggelar Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka (IOAC) 2018.

Tugas utama Rijal salah satunya adalah menjaga kebersihan air di empat kolam yang terdapat di stadion akuatik bertaraf internasional itu. "Air kolam harus stabil pH-nya, normalnya pH 7,2 hingga 7,6 dengan kadar klorin 1 sampai 2," kata Rijal ketika ditemui di Jakarta, Kamis (29/11).

Tingkat pH air menjadi salah satu faktor penting ketika kolam digunakan oleh para atlet yang bertanding. Karena jika pH kurang, maka air akan bersifat asam dan membuat gatal di kulit.

Jika pH air lebih dari tingkat normal maka air bersifat basa sehingga bisa menyebabkan iritasi. "Jadi air itu memang perawatannya harus benar, nggak sembarangan," kata Rijal.

Tidak tanggung-tanggung, Rijal mengungkapkan, sekitar Rp 20 juta dihabiskan per hari untuk konsumsi bahan kimia guna menjaga kadar pH air kolam netral. "Ini menggunakan teknologi dari Spanyol, ada tujuh item obat. Kalau dulu sebelum renovasi kami hanya memakai dua jenis obat. Tapi sebenarnya fungsinya sama," kata Rijal.

Desain Stadion Akuatik yang sekarang cukup membantu dalam perawatan air kolam. Stadion akuatik itu dulunya tidak memiliki atap sehingga ketika hujan kadar pH air bisa berubah.

Campuran bahan kimia itu, selain untuk menjaga kadar pH, juga berfungsi mencuci air kolam. Dalam kondisi tertentu, jika airnya memang sudah sangat kotor, maka air kolam harus diganti dengan air yang baru.

Kolam di stadion akuatik itu pun telah mengantongi sertifikasi standar kolam dari federasi renang internasional FINA pada 2017 terkait kadar pH air dan suhu stadion sebagai salah satu komponen standar pertandingan. Untuk suhu stadion, FINA menetapkan standar di angka 26-28 derajat Celsius.

Setelah bahan kimia berfungsi dengan baik, puluhan ribu galon air di empat kolam stadion akuatik itu harus disirkulasi dengan mesin sirkulasi dan vakum. Mesin-mesin sirkulasi air kolam harus berjalan dengan baik. "Perawatan mesinnya banyak sekali untuk sirkulasi air," kata Rijal.

Perenang kebangsaan Belanda keturunan Jawa Ranomi Kromowidjojo mengaku terkesan ketika mengunjungi Stadion Akuatik pada Agustus lalu. "Kolamnya terlihat sangat menakjubkan. Kedua kalinya saya menginjakkan kaki di sini, saya langsung ingin berenang, karena sebagai perenang kalian pasti tahu perasaan itu," kata Ranomi ketika diundang menjadi pembicara pada sesi latihan bersama atlet timnas renang Indonesia.

Setelah berbagi tips dan bercengkerama dengan Siman Sudartawa dan kawan-kawan, Ranomi pun kemudian turun ke air dan menjajal salah satu stadion akuatik terbaik di Asia Tenggara itu. Stadion akuatik menjalani tahap renovasi dari November 2016 hingga Desember 2017 untuk menyambut Asian Games 2018.

Dengan wajah barunya, stadion itu mampu menampung 7.600 penonton dengan didukung sistem pencahayaan di dalam stadion sebesar 1.500 lux. Stadion juga sudah dilengkapi dengan sejumlah sarana pendukung, seperti ruang serba guna dan ruang media.

Untuk mendukung operasional stadion, listrik berdaya 1.000 Kva terpasang didukung oleh dua genset berdaya 800 Watt untuk menyediakan listrik cadangan. Setiap bulan, sekitar Rp 100 juta dihabiskan hanya untuk membayar konsumsi listrik stadion akuatik tersebut.

Stadion akuatik memiliki empat kolam dengan kedalaman dan fungsi yang berbeda. Ada kolam polo air dengan kedalaman tiga meter. Kolam tanding memiliki kedalaman tiga meter untuk pertandingan renang.

Kemudian kolam loncat indah dengan kedalaman lima meter dan kolam pemanasan dengan kedalaman dua sampai tiga meter. Jika tidak sedang menggelar kejuaraan, Stadion Akuatik GBK dibuka untuk umum.

Mulai pukul 05.00-07.00 WIB, kolam dibuka khusus untuk klub dan komunitas akuatik. Sementara dari pukul 08.00-16.00, kolam dibuka untuk umum. Pada petang hari, pukul 16.00-18.00 WIB dan pukul 18.00-20.00 WIB, kolam dikhususkan kembali untuk digunakan klub dan komunitas.

Harga tiket masuk perorangan adalah Rp 125 ribu. Sedangkan bagi klub Rp 1,1 juta untuk dua jam pemakaian.

Biaya operasional stadion ini sebulan mencapai Rp 1 miliar. Untuk biaya pemeliharaan kolam ini Rp 700 juta sebulan. Dananya menggunakan subsidi silang dari dana Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno.

Rijal pun mengakui pemasukan yang didapat dari pemakaian stadion belum mampu menutup biaya operasional stadion akuatik itu. "Tidak sebanding dengan biaya perawatan walaupun pengunjungnya penuh," kata Rijal.

Walaupun menyandang status arena berkelas internasional, Stadion Akuatik tak jarang mendapat perlakuan yang kurang bertanggungjawab dari para pengunjung. Ketika Kejuaraan Akuatik Indonesian Terbuka (IOAC) 2018, 1-9 Desember, tampak sampah bungkus makanan menghiasi sebagian sudut tribun penonton.

Sudah sepantasnya masyarakat ikut menjaga bangunan yang luar biasa yang menjadi ikon baru dunia olahraga nasional itu. "Hal itu sangat perlu diedukasi," ujar Rijal.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RHllxT
December 09, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RHllxT
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Generasi Z Cemaskan Penampilan Ketimbang Karier

Kekhawatiran itu dapat memengaruhi perilaku anak muda.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Dengan dunia yang didominasi berita daring dan media sosial, hampir setengah Generasi Z (berusia 13-23 tahun) mengatakan lebih cemas mengenai penampilan mereka. Kecemasan terhadap penampilan ini lebih tinggi daripada masa depan karier, uang, terorisme, dan perundungan.

Laporan Kaspersky Lab terbaru menunjukkan Generasi Z adalah kelompok yang paling merasa cemas saat ini. Sebagian besar kaum muda mengakui khawatir tentang sesuatu dalam hidup mereka. Bahkan mayoritas tidak mencari bantuan profesional untuk membantu mengatasinya.

Sebagai bagian dari penelitian, Kaspersky Lab mensurvei kelompok remaja usia 13 hingga 23 tahun. Ada 1.003 orang muda di Inggris yang disurvei untuk mengetahui kekhawatiran dan rasa cemas seperti apa yang mereka rasakan.

Studi ini mengungkap perasaan cemas atau kekhawatiran dapat memengaruhi perilaku anak muda, termasuk bagaimana cara mereka menggunakan media sosial. Sebagai contoh, cukup umum bagi generasi Z membangun persepsi yang sempurna tentang penampilannya.

Kebanyakan anak muda juga menghabiskan 30 menit mengedit gambar atau video mereka sebelum mengunggahnya di platform media sosial. Alasannya, untuk menciptakan citra yang sempurna.

Temuan penting lainnya adalah generasi Z perempuan memiliki rasa tidak aman lebih tinggi daripada laki-laki. Ini karena kecemasan terhadap penampilan mereka lebih besar daripada laki-laki.

Hampir dua kali lipat jumlah generasi Z perempuan. Mereka mengakui mengubah kebiasaan makan (makan berlebihan atau menahan diri tidak makan) karena cemas akan penampilan.

Pengembangan tubuh dan konten kebugaran di media sosial membuat perempuan muda merasa lebih buruk daripada laki-laki muda. Kelompok perempuan mengakui kerap membatalkan acara-acara perkumpulan dalam satu tahun terakhir karena kecemasan sosial.

Temuan yang tidak kalah lebih penting adalah fakta generasi Z tidak mencari bantuan tentang apa yang harus dilakukan ketika mereka merasa cemas. Mayoritas kaum muda tidak mengunjungi dokter untuk berkonsultasi tentang cara mengatasi kecemasan mereka. Sementara banyak anak muda berjuang menghadapinya, mereka juga tidak yakin tentang bagaimana menangani perasaan cemas yang dialami.

CEO The Mix Chris Martin yang merupakan badan amal pemuda digital yang mendukung orang-orang di bawah usia 25 tahun, mengatakan terdapat isu-isu global yang dihadapi semua kelompok generasi Z di seluruh dunia. Namun, masih ada stigma seputar bagaimana mereka berbagi perasaan dan berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental.

Menurut Martin, merasa cemas atau khawatir dapat mengisolasi para generasi muda. Tetapi kenyataannya banyak orang yang berjuang menghadapi apa yang mereka rasakan dan mereka menjadi lebih baik.

The Mix ingin semua orang memegang kendali atas aspek kehidupan mereka meskipun banyaknya kritikan yang datang dari orang lain dan besarnya kecemasan yang dimiliki. "Mereka harus membuktikan faktor tersebut tidak menjadi penghalang menjadi sukses dan percaya diri," kata Martin dalam keterangan resminya, Rabu (5/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rnO9QA
December 05, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rnO9QA
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Penjaga Kos Curi Motor di Rumah Kos

Tersangka sudah bisa memetakan kondisi lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Polresta Malang berhasil menangkap pelaku pencurian motor di salah satu kos Jalan Sigura-Gura, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang. Pelaku berinisial AA (37) merupakan penjaga kos sejak empat tahun lalu. 

"Tersangka A bekerja sebagai penjaga kos di daerah Lowokwaru," kata Wakapolresta Malang, Kompol Bambang Christanto Utomo kepada wartawan di Mapolresta Malang, Selasa (27/11).
Bambang menerangkan, AA terpaksa melakukan aksi pencurian pertamanya karena terbelit utang dengan pemilik kos. Lantaran pusing tak mampu membayar, ia mulai mengincar satu per satu motor di kos. Hingga akhirnya, dia menemukan target satu motor 'Scoopy' yang berada di luar pantauan pemiliknya.
"Karena memang kebetulan tersangka sudah bisa memetakan kondisi lingkungan sehingga menargetkan motor Scoopy," ujar Bambang.
Aksi yang terjadi pada Sabtu (24/11) ini dimulai dengan percobaan penggunaan kunci palsu. Setelah melakukan ini, percobaan AA ternyata tidak berhasil mengambil motor yang diinginkannya. Karena tidak bisa, AA pun mulai membongkar salah satu bagian motor.
"Karena tidak bisa, dibongkar bebek-bebekan motor tersebut sehingga disambungkan kabel ke starter. Saat menyala, motor langsung dibawa lari," katanya.
Menurut Bambang, sepeda motor dinaiki ke kosnya yang berada di Jalan Polowijen, Blimbing, Kota Malang. Lalu diganti dengan plat nomor sepeda motor 'Honda Beat' miliknya terdahulu.
Motor miliknya ini sendiri sudah ditarik pihak Finance karena tidak diangsur selama beberapa waktu. Selanjutnya, sepeda motor dinaiki sendiri sebagai alat transportasi pribadi.
Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan, AA pun ditangkap lalu ditetapkan sebagai tersangka. Karena aksinya ini, AA dikenakan sanksi hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P4C2kx
November 27, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P4C2kx
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Wakil Ketua KPK Sarankan Taufik Kurniawan Mundur dari DPR

Taufik Kurniawan kini telah berstatus tersangka korupsi di KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyarankan agar Taufik Kurniawan mundur dari jabatan wakil ketua DPR. Sudah hampir sebulan Taufik menyandang status tersangka.

"Sebaiknya supaya dia lebih fokus pada ininya (kasusnya) dan lebih wise, lebih elegan seharusnya lebih baiklah (mundur)," kata Saut di Gedung KPK Jakarta, Rabu (21/11).

Saut mengatakan, bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus yang menjerat Taufik. Dalam kasus ini, Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Sementara Taufik, usai perpanjangan penahanan belum mau berkomentar ihwal pengunduran dirinya. "Semua sudah diatur dengan mekanisme dan tata tertib, saya ikuti tata tertib saja. (Saat ini), Saya masih konsentrasi masalah ini," kata Taufik usai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Rabu (21/11).

Menurut Taufik, ihwal pengunduran diri dan pengganti atas dirinya harus melalui mekanisme yang ada. "(Pengunduran diri) Ikuti mekanisme saja," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengungkapkan, sampai saat ini Taufik Kurniawan masih menjabat wakil ketua DPR. Hal ini karena kasus yang menimpa Taufik Kurniawan belum berkekuatan hukum tetap.

"Secara administrasi dan tentunya secara hukum, karena hukum belum ada keputusan dan (belum) inkracht. Itu posisinya Pak Taufik ini masih menjadi wakil ketua DPR RI," ujar Agus di kompleks parlemen, Senin (19/11) kemarin lusa.

KPK telah menetapkan Taufik sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan perkara operasi tangkap tangan (OTT) pada pertengahan Oktober 2017 di Jawa Tengah.

Taufik diduga menerima suap sebesar Rp 3,65 miliar terkait pengurusan pengalokasian DAK untuk Pemkab Kebumen. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar lima persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AfuplY
November 21, 2018 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AfuplY
via IFTTT
Share: