Showing posts with label 2018 at 03:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:52PM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

ACT-MRI Lampung Salurkan Makanan dan Selimut

Relawan tak hanya menyisir pantai tapi juga daerah perbukitan.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIANDA -- Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lampung mulai melanyalurkan bantuan makanan dan selimur kepada korban bencana gelombang tsunami di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/12). Tim sudah bergerak ke lokasi bencana sejak Ahad (23/12) petang menyusuri wilayah pesisir terdampak tsunami.

Bantuan makanan dan minuman dibawa dari Kota Bandar Lampung menuju lokasi bencana sekitar tiga sampai empat jam perjalanan. Tim bergerak menyisir dari desa-desa di Kecamatan Kalianda, hingga menembus kawasan Dermaga BOM. Tim juga bergerak lagi menyusuri bibir pantai hingga daerah terdampak parah bencana tsunami yakni Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Menurut Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, relawan tak hanya fokus menyisir di sepanjang pantai, namun sebagian menyisir di wilayah perbukitan. Ini dilakukan untuk menyapa pengungsi korban yang masih selamat dari hantaman gelombang tsunami.

“Tim sudah melakukan assesment, kebutuhan saat ini lebih kepada sembako, pakaian baru, selimut, pampers, pembalut, makanan bayi dan lainya. Tim juga akan mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan dan gizi peyintas tsunami,” katanya, Senin (24/12).

Menurut dia, terdapat di  Dusun 4 Desa Way Muli Induk terdata lebih dari 1.000 warga bertahan di rumah warga dan masjid yang masih utuh. Pengungsi korban tsunami berasal dari tiga dusun yang letaknya di kawasan pesisir Selatan Kabupaten Lampung Selatan.

Relawan ACT-MRI Lampung akan mendirikan dapur umum untuk memfasilitasi warga dan pengungsi korban tsunami di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda pada Senin (24/12).

Dalam lawatannya ke daerah bencana, tim ACT dan MRI Lampung menemukan beberapa korban meninggal dunia dan ikut mengevakuasinya. Selain itu, relawan juga ikut membersihkan puing-puing bangunan yang terseret ombak tsunami.

Sedangkan relawan dari organisasi lainnya juga mulai menggalang dana di berbagai tempat termasuk di jalan-jalan Kota Bandar Lampung. Penggalangan dana dari masyarakat tersebut, untuk disalurkan ke korban tsunami di Kalianda dan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, untuk membantu meringankan beban musibahnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QLTWP5
December 24, 2018 at 03:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QLTWP5
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

BPOM: Artis Harus Selektif Pilih Endorse Produk

Artis harus memastikan produk yang mereka endorse.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengimbau kepada seluruh artis yang menerima jasa endorse produk harus selektif, terutama mengecek terkait izin edar maupun lisensi keamanan. Artinya, artis harus memastikan produk yang mereka endorse.

"Pertama, secara etika harusnya yang mereka konsumsi juga. Jadi konsumen yang cerdas selalu memeriksa produk tersebut apakah sudah mendapat izin edar. Jadi cek dulu," ujar Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat pemusnahan produk obat dan kosmetik ilegal di Bandung, Kamis (20/12).

Imbauan dari BPOM tersebut berkaca pada kasus dugaan terlibatnya enam artis endorse produk kosmetik ilegal beromzet ratusan juta per bulan di Surabaya beberapa pekan lalu. Polda Jatim merilis enam nama artis yang terlibat menjadi endorse produk kosmetik ilegal yakni VV, NR, MP, NK, DJB, dan DK.

Menurut dia, para publik figur endorse jangan hanya tergiur oleh nominal uang yang akan diterima. Namun, harus menjadi pengawas dalam meminimalisir peredaran produk berbahaya.

"Pada artis, kami tentunya sangat peduli itu harus menjadi kepedulian kita bersama terhadap produk yang dikonsumsi oleh masyarakat, bagaimanapun caranya," katanya.

Saat menerima permintaan endorse suatu produk yang belum terkenal secara luas, para artis harus ikut kritis seperti mengecek izin edar, kandungan yang ada dalam suatu produk, nomor registrasi di BPOM, maupun penjualnya. "Ini adalah kesempatan edukasi juga untuk para artis untuk bersikap profesional, dan mendukung upaya kita bersama dan selalu memeriksa produk yang diendorse itu. Tidak hanya memberikan iklan-iklan atau janji-janji kualitas, tapi yakin dulu (produk terdaftar di BPOM)," kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, pihaknya bersama BPOM akan menggelar program sosialisasi kepada seluruh artis yang menerima jasa endorse. Kejadian di Surabaya yang akhirnya terbawa ke ranah hukum, harus menjadi titik awal bagi para artis untuk berhati-hati dalam menerima jasa Endorse. Kata dia, karena bagaimana pun artis adalah publik figur yang selalu diikuti oleh pengikutnya.

"Ke depan akan membuat program sosialisasi bersama para selebriti tersebut. Karena kalau kita lihat di sini (produk kosmetik ilegal) maka mata kasar kita tidak bisa membedakan, ada obat berbahaya, ada yang ilegal," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ScfqRF
December 20, 2018 at 03:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ScfqRF
via IFTTT
Share: