Showing posts with label 2018 at 08:17PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:17PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

99,1 Persen Jaringan Komunikasi Pascatsunami Sudah Pulih

Operator seluler terus lakukan langkah konstruktif termasuk penyediaan genset.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli menyatakan, saat ini layanan telekomunikasi telah pulih 99,1 persen pascabencana tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung Selatan. 

"Ada 0,9 persen BTS yang masih terganggu operasinya. Namun demikian, akses telekomunikasi di lokasi yang BTS-nya down dapat di-cover oleh mobile BTS dan sistem recovery pada saat awal terjadinya bencana," kata Ramli dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Kamis (27/12).

Ia menuturkan, layanan telekomunikasi sempat mengalami gangguan akibat tidak adanya pasokan jaringan listrik untuk sejumlah Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdampak. Namun, upaya pemulihan langsung dilakukan oleh operator telekomunikasi.

"Saat ini sebanyak 4.687 BTS dari total 4.731 BTS eksisting yang ada di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan sudah dapat beroperasi untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi warga," ujarnya.

Ia menyampaikan, operator seluler terus melakukan langkah konstruktif termasuk penyediaan genset untuk catu daya BTS. Sedangkan untuk BTS yang belum pulih aliran listrik, Kementerian Kominfo meminta agar operator seluler mengerahkan BTS combat dan mobile genset sebagai cadangan sehingga layanan telekomunikasi bisa pulih kembali. 

"Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap progres BTS yang dalam status down dan melakukan pengukuran terhadap kualitas layanan seluler (Quality of Service/QoS)," tutur Ramli.

Seiring dengan proses pemulihan, puhaknya akan memantau operator telekomunikasi yang berupaya melakukan pemulihan cadangan listrik untuk mengoperasikan kembai BTS guna mendukung pelaksanaan penanganan bencana.

"Akses telekomunikasi merupakan hal vital dalam kondisi bencana, selain untuk mendukung proses evakuasi penduduk, komunikasi dalam pencarian jenazah, peringatan dini," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ESwMQu
December 27, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ESwMQu
via IFTTT
Share:

Protes Biometik, AMPHURI Tunda Pemberangkatan Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Asoiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) telah mengirim surat kepada anggotanya untuk menunda berangkatkan jamaahnya ke Tanah Suci mulai 20 Januari 2019. Penundaan itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan rekam biometrik sebagai syarat mendapat visa umrah yang dinilai menyulitkan sebagian jamaah di daerah-daerah.

Direktur Utama PT Kemang Nusantara Travel H Muhammad Khoeron MA mengatakan, apa yang dilakukan AMPHURI merupakan sebuah usaha yang mesti diikuti asoisasi lain agar ketentuan rekam biometrik tidak dilanjutkan pemerintah Saudi. "Sebetulnya itu sebuah langkah maju dan berani," tegasnya kepada Republika.co,id, Kamis (27/12).

Namun, jika usaha seperti yang telah dilakukan AMPHURI itu tidak ada yang mendukung dari asosiasi lain dan juga pemerintah, maka tidak akan berpengaruh pada kebijakan Pemerintah Saudi.

"Kalau itu tidak diikuti oleh semua asosiasi saya rasa akan kurang efektif. Sebaiknya benar-benar dilaksanakan oleh semua asosiasi sehingga bisa dapat perhatian oleh pihak saudi," katanya.

Meski travel umrahnya bergabung dengan AMPHURI, Mohamad Khaeron mengaku, akan menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan jamaah yang jadwalnya sudah ditentukan jauh sebelum ada ajakan penundaan. "Kalau saya wait and see karena sudah ada blok seat juga disetiap bulannya," kataya.

Untuk itu, kata Mohammad Khaeron, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang gabung keanggotaannya AMPHURI harus dapat membaca risiko ke depan terkait penundaan ini. Apalagi, kata dia, gerakan ini merupakan gerakan individual yang dilakukan oleh sebagian PPIU.

"Tanpa terorganisasi seluruh unsur terkait malah jadi bumerang menurut saya," katanya.

Sebaiknya kata dia, keputusan sebesar itu harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan dukungan dari semua asosiasi yang ada. Dan itu kata dia kemungkinan baru akan efektif walaupun tidak jamin ketentuan rekam biometrik tidak akan dilanjutkan Saudi.

Berita Terkait

H Mohamad Khaeron menyayangkan, issue visa biometrik yang telah menyulitkan jamaah di daerah-daerah pelosok, tidak menyentuh pihak terkait. Sehingga, ketentuan biometrik masih dilanjutkan.

"Sayangnya isunya sepertinya kurang bergaung. Jadi mungkin opsinya bisa dipertimbangkan demo besar-besaran semua travel dan seluruh karywan bila perlu seluruh jamaah longmarch dari DPR ke Istana mungkin baru bisa terdengar," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EOar5P
December 27, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EOar5P
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Tim Laboratorium ITB Temukan Gading Stegodon Raksasa

Tim menemukan fosil di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tim laboratorium Paleontologi Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menemukan fosil berupa sepasang gading Stegodon berumur Plestosen Awal atau sekitar 1,5 juta tahun lalu, di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Fosil gading yang ditemukan mempunyai panjang mencapai 3.30 meter.

Direktorat Humas dan Publikasi ITB dalam siaran persnya, Senin, menyatakan penemuan ini termasuk yang terbesar sepanjang 2018 di Indonesia oleh tim Laboratorium dari KK Paleontologi dan Geologi Kuarter, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Ukuran fosil gading yang ditemukan memiliki panjang lurus dari ujung ke ujung gading 3.30 meter, sedangkan panjang lengkung 3.60 meter.

Temuan ini merupakan hasil kerja tim yang terdiri atas Prof.Dr. Jahdi Zaim (Kepala Lab Paleontologi), Dr. Yan Rizal (dosen), Dr. Aswan (dosen), Dr. Mika R. Puspaningrum (dosen), bersama dengan Wahyu D. Santoso, ST.,MT., (asisten akademik) Nur Rochim,SAP., (teknisi) dan Agus T. Hascsryo, ST., Si., MT., (mahasiswa S3) dan tenaga lokal dari Desa di Majalengka.

Ketua Lab Paleontologi ITB, Prof. Jahdi Zaim mengatakan, fosil gading Stegodon ini didapatkan dengan proses yang cukup panjang, dan pengangkatan fosil juga tidak mudah. Cuaca buruk dan banjir bandang sempat menjadi halangan. Sebab lokasi ditemukan berada di dekat aliran sungai.

Prof Jahdi menjelaskan penemuan gading ini pada dasarnya sudah lama dilakukan sejak lebih dari 5 tahun lalu dan sudah banyak menemukan fosil vertebrata lain tidak hanya Stegodon.

"Selain itu juga ada buaya, dan tumbuh-tumbuhan purba. Awalnya fosil itu terlihat hanya kecil yang terus terang sempat kecewa karena sudah jauh-jauh datang akan tetapi temuannya terlihat rusak dan kecil. Akan tetapi setelah tekun melakukan ekskavasi ternyata gading tersebut luar biasa," katanya.

Menurutnya, lokasi pasti ditemukan fosil Stegodon ini masih belum bisa disebutkan secara detil kepada publik karena masih dalam tahap penelitian. Kemungkinan, di sekitar lokasi tersebut juga masih ada fosil-fosil lain termasuk tengkorak Stegodon tersebut.

"Temuan ini sangat spektakuler untuk ITB, untuk Geologi, dan Lab kami, dan ini merupakan temuan gading di tahun 2018 terbesar di Indonesia," ujarnya.

Tim peneliti lain, Dr. Aswan menceritakan awalnya penemuan ini diberitahu oleh penduduk setempat bahwa di salah satu bagian tepi sungai ditemukan fosil yang seperti gading. Setelah digali lebih dalam, didapatkanlah fosil tersebut terdapat dua pasang. "Sampai akhirnya kita angkat meskipun tidak utuh dan perlu dilakukan rekonstruksi," ujarnya.

Sementara itu Dr. Mika R. Puspaningrum menjelaskan, jika dilihat dari besar ukuran gading, Stegodon ini berjenis kelamin jantan dengan tinggi tubuhnya lebih dari 3 meter.  Hal ini termasuk gading Stegodon dewasa bahkan sudah sangat tua dan hal itu terlihat dari ujung gading yang sudah aus atau berbentuk pipih.

"Spesies ini kemungkinan trigonocephalus yang ada di Jawa, kemungkinan saat pulau Jawa ini baru menjadi daratan, dari makanan juga lebih banyak daun dan rumput-rumputan," ujar Ahli Stegodon ini.

Dr Mika menambahkan, karena ditemukan di sedimen yang berupa lempung, jadi kemungkinan Stegodon ini matinya karena terperosok. Saat melakukan proses ekskavasi fosil, kesulitan yang dihadapi ialah fosil berada pada batuan pejal dan keras sehingga memerlukan ketekunan dan ketelitian.

Di samping itu, cuaca saat ekskavasi juga sedang turun hujan, bahkan pada saat ekskavasi terkena banjir bandang sehingga lokasi ekskavasi fosil terkena banjir dan galian fosil terendam air. Dengan kondisi lapangan yang terkena banjir, maka ekskavasi dihentikan untuk menunggu agar air surut.

Akibat terendam air banjir, kondisi fosil menjadi rapuh, begitu juga batu lempung menjadi tambah liat sehingga semakin menyulitkan untuk ekskavasi pengambilan fosil.  Setelah seharian ekskavasi, akhirnya fosil Gading Stegodon dapat diangkat, tetapi dalam keadaan yang lapuk dan rapuh sehingga hancur terfragmentasi. Semua hancuran fosil tersebut dibawa ke Lab. Paleontologi ITB, lalu dibawa ke Museum Geologi Bandung untuk restorasi dan rekonstruksi.

Nur Rochim selaku teknisi tim mengatakan, teknik pengambilan gading di lapangan sangat sulit karena jarak dari jalan raya ke lokasi jauh, sehingga sulit diangkat menggunakan alat besar dan alat berat. Oleh karena itu gading diangkat menggunakan tenaga lokal secara manual.

"Adapun pengambilan sangat sulit karena pada saat itu cuaca sedang tidak bersahabat, hujan deras, di sini pun (fosil) banyak yang tidak bisa keangkat secara utuh," ujarnya.

Dia melanjutkan, ada teknik khusus yang dilakukan dan sebelum diangkat, gading ini dicetak terlebih dahulu memakai gypsum, ditempel pakai serat-serat kain halus agar terdapat cetakan. Cetakan tersebut akan sangat berfungsi apabila gading ini tidak didapat secara utuh. "Jadi tidak sembarang diangkat," ucapnya.

Karena ini gading yang ditemukan sepasang, kemungkinan masih ada fosil lain di bawah gading tersebut. Untuk mengeluarkan fosil lain itu, diakui Dr. Yan Rizal sebagai dosen dan anggota tim, perlu dana tak sedikit. Temuan ini sangat penting untuk melihat fosil utuh Stegodon dan untuk penelitian lanjutan.

Selama ekskavasi di lapangan, transportasi fosil ke Bandung dan rekonstruksi/restorasi dilakukan oleh para ahli dari Museum Geologi Badan Geologi Bandung yang juga dapat terlaksana atas bantuan finansial dari LAPI ITB. Kini fosil tersebut dipajang di Lobby Prodi Teknik Geologi ITB.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G9Xc1G
December 10, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G9Xc1G
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Kota Pariaman Sahkan Perda yang Atur LGBT

Ada dua pasal yang secara spesifik mengatur tentang perilaku LGBT.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN -- DPRD Kota Pariaman dan Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat mengesahkan Peraturan Daerah  (Perda) tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Beleid tersebut juga mengatur sanksi bagi pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bila dianggap menganggu ketertiban umum.

Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menjelaskan bahwa pengajuan ranperda yang juga mengatur spesifik tentang pelaku LGBT ini dilatari keinginan pemerintah untuk menindak pelaku LGBT, termasuk waria, yang dianggap meresahkan masyarakat. Menurutnya, Perda tentang LGBT ini sekaligus menjadi upaya mitigasi penyebaran perilaku LGBT di Kota Pariaman.

"Kita perlu berupaya mengawasi keluarga sendiri agar tidak terseret perilaku tersebut," ujar Mardison, Rabu (28/11).

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri menyebutkan, berlakunya Perda tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum ini membuat pelaku asusila dan seksual sesama jenis, serta waria bisa dikenakan sanksi bila ditemukan menganggu ketertiban umum. Dalam beleid tersebut, ada dua pasal yang secara spesifik mengatur tentang perilaku LGBT.

Setelah Ditangkap, Pelaku LGBT Dikemanakan?

Pada pasal 24 Perda tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, diatur tentang aktivitas setiap orang yang berperilaku sebagai waria dan diketahui menganggu ketentraman masyarakat bisa dikenakan sanksi. Sementara di pasal 25 disinggung tentang larangan aktivitas setiap orang perempuan atau laki-laki yang melakukan perbuatan asusila sesama jenis. Denda yang bisa dikenakan atas pelanggaran pasal-pasal tersebut sebesar Rp 1 juta.

"Perda tersebut menindak agar pelaku LGBT bisa dikenakan sanksi sehingga bisa jera," kata Fitri.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mendesak seluruh pimpinan daerah di 19 kabupaten/kota untuk mencanangkan aksi antipenyakit masyarakat, khususnya terkait perilaku LGBT. Desakan Wagub Sumbar soal aksi ini dilatari makin banyak temuan perilaku LGBT di Tanah Minang belakangan ini.

Pemprov Sumbar sendiri sejak tahun lalu mewacanakan penerbitkan satu Perda yang khusus mengatur tentang upaya penanganan LGBT. Namun hingga kini rencana tersebut belum terwujud. Sebagai alternatif, Pemda bisa menyusun Perda yang mengatur penanganan LGBT dengan landasan hukum berupa Perda Nagari yang sudah terbit sebelumnya oleh Pemprov Sumbar. Nantinya pelaku LGBT bisa dikenakan hukum adat sesuai nagari yang mengaturnya.

"Wali Nagari bisa ambil sanksi dan bisa jadi hakim atas perkara di tengah masyarakat," katanya. N Sapto Andika Candra

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TSlyQn
November 28, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TSlyQn
via IFTTT
Share:

Cetak Gol Perdana, Pelatih Muenchen Puji Ribery

Ribery bekerja sangat keras di lapangan dan membawa rekannya ke dalam permainan.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Bayern Muenchen sukses menggasak lawannya Benfica dengan skor 5-1 pada lanjutan matchday kelima Liga Champions yang berlangsung di Stadion Alliaz, Rabu (28/11). Selepas laga pelatih Muenchen Niko Kovac merasa bahagia sekaligus memuji gol pertama yang dicetak Franck Ribery sejak musim 2018/2019 bergulir.

"Dia (Ribery) akhirnya bisa menghadiahi dirinya sendiri. Ribery bekerja sangat keras di lapangan dan membawa rekan satu timnya ke dalam permainan," ujar Kovac selepas pertandingan dikutip laman resmi klub, Rabu (28/11).

Muenchen memperlihatkan bentuk performa terbaiknya. Arjen Robben dan Robert Lewandowski menginspirasi kemenangan Die Roten dengan mengemas sepasang gol. Adapun satu gol lainnya dicetak Ribery, sebelum tim tamu memperkecil ketinggalan melalui Gedson Fernandes.

"Hari ini dia mencetak gol dan mendapatkan apa yang ia inginkan," sambung pelatih 47 tahun.

Muenchen sejatinya tengah berada dalam situasi buruk jelang bentrok tersebut. Sebab, tim asal selatan Jerman mengalami hasil imbang 3-3 oleh Fortuna Dusseldorf akhir pekan kemarin yang membuat posisinya terdampar di urutan kelima Bundesliga Jerman.

Namun, juru taktik asal Kroasia menilai timnya dapat memberikan kontribusi lebih ketika mentas di ajang elite Liga Champions. "Ini mungkin terdengar aneh, tetapi ketika kami bermain di Liga Champions atau pertandingan besar, Anda dapat melihat tim saya mampu bermain baik," jelasnya.

Alhasil, kemenangan ini memantapkan posisi Muenchen di puncak klasemen Grup E Liga Champions dengan 13 poin, unggul dua poin dari Ajax Amsterdam di bawahnya. Kedua tim teratas dipastikan lolos dan akan berebut juara grup di matchday terakhir yang akan berlangsung di Amsterdam Arena.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Awwavh
November 28, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Awwavh
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

KPK Ingatkan Proyek Kartu Nikah Jangan Dikorupsi

Kemenag meluncurkan inovasi penerbitan kartu nikah untuk pasangan muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Masyarakat diharapkan tidak salah mengartikan mengenai sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap proyek pembuatan kartu nikah yang hendak diluncurkan Kementerian Agama (Kemenag). Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menuturkan pihaknya hanya mewaspadai akan terjadinya kasus korupsi, seperti proyek pembuatan KTP-el.

"Jangan salah, di media sekarang ramai dan yang saya ingin katakan jangan sampai itu (korupsi) terjadi. Orang menyamakan ini karena kebetulan ada kasus e-KTP, terus sekarang (kartu nikah) hampir sama, elektronik juga. Bukan ada potensi loh, jangan salah," ujar.

Basaria seusai menghadiri acara Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang diselenggarakan Kemenag di Hotel Safero Depok, Jumat (23/11), menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya korupsi maka dalam proses pengadaan kartu nikah dibutuhkan pengawasan yang ketat sejak awal.

"Ini (kartu nikah) merupakan niat baik dari pak menteri untuk melakukan sesuatu agar pelayanan masyarakat semakin baik. Tapi di dalam pelaksanaannya bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan, nah ini yang harus dijaga," terangnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, salah satu langkah antisipasi terjadinya indikasi korupsi pihaknya melakukan penyuluhan dan sosialisasi di tingkat jajaran Kemenag. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim juga mengimbau jajarannya agar tidak terjerumus pada prilaku koruptif maupun manipulatif saat mengemban tugas negara.

"Saya menyadari, upaya memberantas korupsi bukanlah proses yang mudah. Korupsi harus diperangi. Saya menolak korupsi karena korupsi menghancurkan sesama, merusak hubungan sosial sesama kita," pungkas Lukman.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KumZQD
November 23, 2018 at 08:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KumZQD
via IFTTT
Share: