Showing posts with label May 24. Show all posts
Showing posts with label May 24. Show all posts

Friday, May 24, 2019

In Picture: Dompet Dhuafa dan Kepolisian Berdamai

Tim Medis Dompet Dhuafa menjadi salah satu korban sasaran aksi brutal satuan Brimob.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa dan Mabes Polri sepakat berdamai. Perdamaian kedua pihak disepakati lewat mediasi dan dialog Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (24/5).

Keduanya pun sekata menguatkan proses manajemen risiko dan perlindungan terhadap relawan kemanusian, serta tim medis saat insiden-insiden yang anarkistis.

Tim Medis dan Relawan dari Dompet Dhuafa menjadi salah satu korban sasaran aksi brutal satuan Brimob dan kepolisian kriminal saat operasi penangkapan serta pengejaran para pelaku kerusuhan aksi demonstrasi 22 Mei di kawasan Gedung Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (22/5) atau Kamis (23/5) dini hari. Satu mobil medis Dompet Dhuafa menjadi sasaran pengrusakan dengan sengaja yang dilakukan oleh personel kepolisian.

Bukan cuma relawan dan tim medis Dompet Dhuafa yang menjadi korban. Sejumlah pewarta, juga menjadi objek sasaran dari aksi bringas para personel kepolisian.

Prilaku brutal para anggota kepolisian tersebut, dianggap tak patut. Apalagi terhadap para relawan tim medis dan relawan kemanusian, serta tim peliput pemberitaan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X1Dvgh
May 24, 2019 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X1Dvgh
via IFTTT
Share:

Ramadhan Hijrah Festival Dibuka Hingga Ahad

Ramadhan Hijrah Festival akan berpusat di JCC Senayan Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan Ramadhan Hijrah Festival 2019 rencananya akan digelar selama tiga hari, Jumat (24/5) hingga Ahad (26/5) mendatang. Presneter Arie Untung sebagai salah seorang penggagas acara ini menyebut hari terakhir Ramadhan Hijrah Fest akan dikhususkan untuk mengenang almarhum Ustaz Arifin Ilham.

"Hari terakhir acara akan didedikasikan untuk beliau. Insya Allah kita bisa undang keluarga atau para guru-guru besar untuk berkumpul disini," ujar Arie Untung dilokasi kegiatan, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/5).

Almarhum Ustaz Arifin Ilham sebelumnya termasuk dalam daftat ustaz yang akan mengisi kajian dalam acara Hijrah Fest 2019 ini. Namun, dengan pertimbangan kesehatan pendiri Majelis az-Zikra itu, maka jadwal untuknya terpaksa dibatalkan.

Arie mengakui, kabar duka kepergian almarhum menjadi pukulan yang berat bagi dirinya pribadi dan komunitas artis hijrah. Mereka kehilangan seorang guru sekaligus teladan.

Hampir Batal

Ihwal lainnya terkait dengan keadaan Ibu Kota belakangan ini. Arie Untung mengungkapkan, pihak panitia Ramadhan Hijrah Festival cukup terkejut dengan adanya kerusuhan di Jakarta beberapa hari lalu.

Bahkan, sempat ada rencana untuk membatalkan acara ini. Namun, hal itu tidak jadi setelah pihaknya berbicara dengan berbagai kalangan, antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dua hari yang lalu hampir cancel acara. Alhamdulillah, Gubernur meyakinkan kami bahwa Jakarta adalah tempat yang aman," ujarnya.

Hijrah Fest 2019 ini merupakan kegiatan kedua yang digelar di Jakarta. Acara ini dibuat seiring dengan semakin berkembangnya fenomena hijrah dan komunitas muslim di Indonesia.

Selama tiga hari ke depan, ada banyak kegiatan yang bisa diikuti. Diantaranya kajian bersama Ustaz dan Ustazah Indonesia, kelas membaca Alquran, bisnis syariah, hingga kelas jodoh.

"Tiga hari kita sama-sama di sini, kajian bersama. Ada kelas bisnis syariah dan kelas jodoh. Ini salah satu upaya kami setelah hijrah," ujar Arie Untung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YKFLcq
May 24, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YKFLcq
via IFTTT
Share:

Bea Cukai Kediri Rampungkan Berkas Penyidikan Miras Ilegal

Bea Cukai telah menyerahkan berkas lengkap P21 pada 17 Mei lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Penyidik Kantor Bea Cukai Kediri telah merampungkan berkas penyidikan terhadap tersangka dalam penindakan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal di Kecamatan Kota, Kota Kediri. Penyidik menetapkan M (72) sebagai tersangka dengan pengenaan Pasal 50 atau 54 UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan hukuman pidana penjara maksimal lima tahun dan pidana denda maksimal sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari penindakan ini berupa ratusan botol kemasan miras ilegal, cairan mengandung etil alkohol dalam dua jeriken, dan jeriken kosong sebanyak delapan buah dengan total potensi kerugian negara berupa pungutan cukai yang seharusnya dibayar Rp16 juta,” jelas Kasubsi Layanan Informasi Bea Cukai Kediri, Hendratno seperti dalam siaran persnya.

Pada tanggal 17 Mei 2019 Kejaksaan Negeri Kota Kediri menyatakan berkas lengkap (P21). Berdasarkan (P21) dari Kejaksaan, dan tanggal 21 Mei 2019 penyidik telah melakukan pelimpahan tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HE7uWJ
May 24, 2019 at 08:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HE7uWJ
via IFTTT
Share:

In Picture: Mahaka Media Fokus Digitalisasi pada 2019

Semua lini perseroan akan semakin didorong untuk digitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akan menggenjot digitalisasi untuk kinerja sepanjang 2019. Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawie menjelaskan, semua lini perseroan akan semakin didorong untuk digitalisasi, meskipun belum semua bisnis masih menguntungkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YIUq7W
May 24, 2019 at 08:16PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YIUq7W
via IFTTT
Share:

Anies Angkat Keranda, Pengamat: Ini untuk Redam Amarah Warga

Anies Baswedan bahkan ikut mengangkat keranda warga yang menjadi korban aksi 22 Mei

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati Sosial M Chozin Amirullah menilai takziyah Gubernur Anies Baswedan bahkan ikut mengangkat keranda warga yang menjadi korban meninggal dalam kericuhan merupakan tindakan yang tepat dan terpuji.

"Langkah Anies sudah tepat, bukan sekadar ikut-ikutan angkat keranda dan takziyah, tapi inilah bentuk kontrol sosial untuk mengendalikan dan meredam kemarahan warga," kata Chozin di Jakarta, Jumat (24/5).

Chozin mengatakan kemampuan aparatur negara dan para petugas dalam mengendalikan situasi dan meredam kemarahan serta kekacauan yang terjadi merupakan faktor-faktor kunci penentu apakah sebuah kerusuhan dapat berkembang meluas ataukah tidak.

"Kehadiran negara atau gubernur mengeliminasi skenario martir yang dapat menciptakan eskalasi. Tanpa kehadirannya sangat mungkin situasinya dapat tereskalasi dengan luas," tambah Chozin.

Gubernur DKI Anies Baswedan bertakziah ke korban aksi 22 Mei dan ikut mengangkat keranda jenazah yang seorang korban, anak muda, warga kampung padat di Tambora. Anies hadir berseragam mewakili negara dan mewakili aparatur berseragam lainnya. Ia mendinginkan amarah dan mengembalikan akal warga untuk tenang kembali. Namun, tindakan Anies itu mendapat tanggapan negatif bahkan ejekan di media sosial.

"Ini bukan soal mengangkat keranda tapi ini soal menyejukkan kota," tandas Chozin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HAG7N2
May 24, 2019 at 08:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HAG7N2
via IFTTT
Share:

In Picture: Jokowi Bertemu BJ Habibie

BJ Habibie mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyambut Presiden ketiga RI BJ Habibie  di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Dalam pertemuan tersebut BJ Habibie mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024 berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, serta berpesan agar proses pemilu tidak membuat bangsa pecah dan menghambat pembangunan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WoIWsI
May 24, 2019 at 08:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WoIWsI
via IFTTT
Share:

Ajinomoto Indonesia Berbagi di Bulan Penuh Berkah

Tercatat kurang lebih 600 anak yatim setiap tahunnya ikut serta dalam kegiatan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Ajinomoto Indonesia pada tahun ini kembali melakukan kegiatan santunan kepada anak yatim di bulan Ramadhan untuk semua wilayah Pabrik dan Kantor Ajinomoto. Kegiatan berbagi dengan anak yatim ini rutin memang dilakukan setiap tahunnya.

"Saya melihat bahwa acara ini sangat baik sekali, agar kita bisa terus dalam kebersamaan dan peduli terhadap masyarakat sekitar kita. Saya juga berharap dengan acara ini terjadi sinergi yang baik untuk mewujudkan cita-cita kita, Ajinomoto menjadi Dantotsu No. 1 Perusahaan makanan di Indonesia,” ujar Vice President PT Ajinomoto Indonesia Tsutomu Nara, seperti dalam siaran persnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pertengahan Mei 2019 ini melibatkan karyawan yang ada di pabrik dan kantor Ajinomoto seperti di Mojokerto, Karawang Barat, Karawang Timur, kantor cabang Jakarta, Surabaya, dan Medan, dan juga di kantor pusat Sunter Jakarta. Kegiatan santunan ini dibarengi dengan kegiatan buka puasa bersama karyawan Ajinomoto Indonesia.

Tercatat kurang lebih 600 anak yatim setiap tahunnya ikut serta dalam kegiatan ini. Jumlah tersebut merupakan total santunan yang dilaksanakan di beberapa tempat seperti Ajinomoto Indonesia Head Office, Pabrik Mojokerto, Pabrik Karawang, Cabang Medan, Cabang Surabaya, dan Cabang Jakarta.

“Saya juga berharap dengan acara ini terjadi sinergi yang baik untuk mewujudkan cita-cita kita, Ajinomoto menjadi Dantotsu No. 1 Perusahaan makanan di Indonesia dan Ajinomoto menjadi perusahaan dengan social value yang memberikan kontribusi nyata dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” lanjut Nara.

Masih di momen Bulan Ramadhan juga, Dapur Umami PT Ajinomoto Indonesia, kembali

menyelenggarakan kegiatan bertajuk ''Keberkahan Ramadhan Bersama Dapur Umami’'. Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan nuansa baru kegiatan di Dapur Umami melalui sosialisasi keamanan Bumbu Umami Monosodium Glutamat (MSG) yang diselingi dengan Tausiyah Ramadhan oleh ustadzah kepada peserta dari beberapa Majelis Ta’lim di sekitar Jakarta.

Dapur Umami edisi Ramadhan 1440 H ini juga menampilkan kreasi menu memasak yang enak, menyehatkan dan tentunya Umami. Dalam kesempatan kali ini, sebagai pembicara Osmena Gunawan, Wakil Direktur Bidang Sosialisasi dan Informasi LPPOM MUI menyampaikan materi pentingnya konsumsi makanan halal.

Terkait pesan berantai via Whatsapp yang sering beredar di masyarakat yang mengatasnamakan salah satu pesantren di Kediri Jawa Timur sejak tahun 2016. Di dalam pesan itu menyebutkan produk-produk bumbu salah satunya produk Masako® dan AJI-NO-MOTO®) yang dinyatakan positif mengandung babi. Osmena selaku Wakil Direktur Bidang Sosialisasi dan Informasi LPPOM MUI menegaskan bahwa pesan tersebut sudah dipastikan adalah hoaks atau kabar bohong.

“Akhir akhir ini muncul kembali isu atau berita hoaks tersebut dengan mencatut Dr. Muchyidin Junaidi Lc, MA. Bidang Kerja sama Internasional MUI sebagai orang yang memposting berita tersebut, menurut saya dapat dipastikan tidak valid karena kehalalan makanan itu berada di bawah naungan Bidang Perekonomian MUI, dan itu adalah Dr. Lukmanul Hakim, MSi. Saya sudah konfirmasi ke yang bersangkutan (Dr. Junaidi) dan ia pun merasa tidak pernah menyebarkan pesan tersebut, karena merasa bukan kewenangannya,” ujar Osmena.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X63bsq
May 24, 2019 at 08:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X63bsq
via IFTTT
Share:

Baznas Gandeng Tokopedia Mudahkan Bayar Zakat Lewat Digital

Baznas ingin terus mempermudah para muzaki dalam menunaikan zakat di era digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan perusahaan e-commerce Tokopedia memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah zakat secara online. Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, pihaknya sejak tiga tahun lalu telah melayani kemudahan zakat secara daring.

“Layanan ini diberikan agar memudahkan masyarakat tetap menunaikan zakatnya meskipun memiliki kesibukan setiap hari,” kata Arifin saat ditemui Republika.co.id di Jakarta, Jumat (24/5).

Menurut dia, banyak masyarakat kelas menengah yang memiliki kesibukan tinggi dan tidak memiliki cukup waktu untuk menunaikan zakat fitrah karena aktivitasnya yang padat. Baznas hadir untuk memberikan kemudahan berzakat lewat digital di Tokopedia, kata Arifin.

Arifin menjelaskan, melalui Tokopedia, masyarakat dapat membayar zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah yang biasa ditunaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Khusus untuk zakat fitrah, kemudahan layanan ini bukan bermaksud untuk menyaingi lembaga-lembaga yang telah mengelola zakat fitrah sebelumnya seperti masjid, pesantren atau lembaga dakwah lain.

“Layanan zakat fitrah secara online ini diberikan semata untuk memudahkan ibadah para muzaki,” sambung Arifin. 

Dia mengatakan, berzakat melalui Baznas memiliki nilai lebih selain tertunaikannya kewajiban sebagai muslim, zakat fitrah yang terkumpul melalui Baznas ini akan digunakan untuk membeli beras para petani mustahik yang dikembangkan di sejumlah daerah di Indonesia melalui Program Zakat Community Development (ZCD).

Pada kesempatan yang sama, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mengungkapkan komitmennya untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar zakat fitrah selama bulan Ramadan. Melalui fitur Tokopedia Zakat Fitrah yang kerja sama dengan Baznas, dia berharap masyarakat semakin dipermudah untuk menunaikan zakat fitrah secara resmi, aman dan amanah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir lupa untuk berbagi kebaikan untuk setiap orang yang membutuhkan melalui zakat fitrah ketika sedang mudik maupun pulang ke kampung halaman,” kata Nuraini saat ditemui di kesempatan yang sama.

Tokopedia Zakat Fitrah memungkinkan masyarakat untuk membayar zakat fitrah yang berlaku dari awal bulan Ramadan hingga sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pengguna Tokopedia  dengan mudah dapat memanfaatkan fitur pembayaran zakat fitrah melalui laman utama Tokopedia (http://bit.ly/2X5i7H1).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EuSGHV
May 24, 2019 at 08:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EuSGHV
via IFTTT
Share:

Demo di Depan Gedung DPRD Sumut, Massa Bawa Keranda

Keranda untuk mengenang korban meninggal pada aksi 22 Mei di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) membawa keranda bertuliskan ''Matinya Kebenaran'' saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Sumut. Keranda ini bertujuan untuk mengenang para massa aksi yang meninggal dunia pada aksi 22 Mei di Jakarta.

"Di sana (Jakarta) saudara kita terbunuh saat berjihad di jalan Allah, saat mereka ingin menegakkan keadilan di Negara kita ini," kata Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan relawan 02 Rabualam Syahputra dalam orasinya

Selain membawa keranda, masa aksi juga membawa bendera Merah Putih dan bendera bertuliskan kalimat tauhid. Pantauan di lapangan, hingga Jumat sore masa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Sumut sambil menyuarakan orasinya.

Aksi penolakan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Sumatra Utara ini merupakan aksi ketiga. Aksi sebelumnya dilakukan pada Selasa (21/5) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemudian berlanjut pada Rabu (22/5) di kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatra Utara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EuSAjx
May 24, 2019 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EuSAjx
via IFTTT
Share:

Baznas Harap Zakat Digital di Indonesia Jadi Inspirasi Dunia

Baznas berharap platform digital dapat terus munculkan inovasi kemudahan berzakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak masyarakat yang mengandalkan transaksi digital untuk memudahkan segala aspek kehidupan. Mulai dari perbankan, belanja, hingga untuk berbagi.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menuturkan, sejak dikenalkan pada 2016 silam, animo masyarakat untuk berzakat melalui digital terus mengalami peningkatan.

Hingga kini, 10 persen dari total zakat nasional berasal dari transaksi zakat digital. Dia juga memperkirakan 2020 nanti, zakat digital terus berkembang hingga sepertiga atau 30 persen dari total keseluruhan zakat. 

"Sekarang 10 persen atau sekitar Rp 28 miliar dapat diraih melalui zakat digital," kata Arifin saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/5).

Dia mengatakan saat ini, muzaki masih lebih banyak yang mengandalkan pembayaran konvensional, khususnya para generasi tua yang memang cukup awam dengan era digital. Di sis lain, Baznas juga tidak memaksakan para muzaki untuk berpindah dari zakat langsung ke zakat berbasis digital.

"Jadi untuk generasi tua, kami biarkan berzakat melalui mode konvensional seperti counter, transfer bank, atau moda pembayaran langsung. Tapi anak-anak muda, kami layani dengan digital seperti ini dan sangat luar biasa Responsnya terhadap zakat digital ini," kata Arifin.

Sejak 2016 lalu, target zakat digital selalu terpenuhi, bahkan melampaui target. Seperti Ramadhan tahun ini, Baznas menargetkan Rp 8,5 miliar terkumpul dari zakat digital. Meksi belum tercapai, Arifin yakin nantinya target tersebut akan cepat tergapai.

"Memang masih belum, karena kebanyakan masyarakat itu berzakat di tanggal-tanggal akhir ramadhan. Tapi saya optimis dengan zakat digital ini," kata dia.

Dia berharap, kedepannya, zakat digital ini dapat melahirkan inovasi baru yang dapat lebih menarik minat generasi muda untuk berzakat dengan lebih menyenangkan, nyaman dan aman. Inovasi ini, kata dia juga diharap mampu menginspirasi dunia bahwa digital bukan hanya dapat diandalkan sebagai alat pemermudah transaksi bisnis dan perbankan, tapi juga sebagai pemudah penuntasan kewajiban sebagai Muslim.

"Saya kira dengan bertambahnya generasi milenial, maka kami akan lebih giat melahirkan gagasan di zakat digital, sehingga generasi muda dapat lebih mudah berzakat dengan menyenangkan dan terpercaya. Kami berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi dunia sehingga digital bukan hanya digunakan sebagai transaksi bisnis atau entertain tapi iya sebagai alat untuk berbagi," tutup dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MhlIRk
May 24, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MhlIRk
via IFTTT
Share:

Pertamina MOR IV Siapkan Tiga Lokasi Kantong BBM

Pendirian kantong BBM ini untuk mendekatkan lokasi stok BBM ke berbagai SPBU.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Untuk mengantisipasi kemacetan dan memudahkan distribusi BBM di jalur-jalur utama mudik lebaran, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng/DIY akan mendirikan tiga kantong BBM di wilayah Kabupaten Banyumas.

''Ketiga kantong BBM ini kami tempatkan di SPBU Ajibarang, SPBU Rawalo dan SPBU Tambak,'' jelas Sales Representative BBM Retail Region V Pertamina MOR IV Jateng-DIY Satria Wibowo Wicaksono, Jumat (24/5).

Dia mengatakan, pendirian kantong BBM ini dimaksudkan untuk mendekatkan lokasi stok BBM ke berbagai lokasi SPBU. Dengan demikian, meski terjadi kemacetan, distribusi dari lokasi kantong BBM ke SPBU bisa tetap berlangsung lebih singkat.

''Stok di kantong BBM ini akan terus dijamin ketersediaannya. Setiap kali stok di kantong BBM habis, maka harus segera diisi dengan stok baru. Dengan demikian tidak sampai kosong, sehingga sewaktu-waktu ada DO bisa langsung dikirimkan ke SPBU,'' jelasnya. 

Dia menyebutkan, selama ini pengiriman BBM di SPBU yang ada di wilayah eks Karesidenan Banyumas hingga sebagian wilayah Tegal,  dikirim dari depot BBM di Maos Kabupaten Cilacap. ''Bila tidak ada BBM kantong dan harus dikirim dari depot Maos, tentu pengiriman akan memakan waktu cukup lama. Apalagi bila kondisi jalan sedang macet,'' katanya.

Namun Wicak menyebutkan, mengingat keterbatasan kapasitas, jenis BBM yang diisikan di kantong BBM lebih fokus pada BBM jenis gasoline. Yakni, jenis premium, pertalite dan pertamax.

Dia juga memperkirakan, pada musim libur lebaran 2019 ini, kenaikan permintaan BBM untuk jenis gasoline meningkat hingga kisaran 36 persen. Yakni, dari pasokan normal 1.564 kiloliter per hari, mkeningkat menjadi 2.110 kiloliter per hari. Sementara untuk konsumsi solar, diperkirakan mengalami penurunan sekitar 8-10 persen. Yakni, dari  539 kiloliter menjadi 496 kiloliter per hari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WkPc4R
May 24, 2019 at 07:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WkPc4R
via IFTTT
Share:

Ricuh 22 Mei, Polisi Tegaskan tak Pakai Peluru Tajam

Polisi menyebut ada pihak ketiga yang menunggangi aksi 21-22 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian bersikeras menolak tuduhan penggunaan peluru tajam oleh para personelnya saat kerusuhan 21 dan 22 Mei di sejumlah titik di DKI Jakarta, Selasa (21/5) dan Rabu (22/5). Mabes Polri juga menolak mengakui sejumlah aktivitas penyiksaan yang dilakukan para anggota kepolisian saat melakukan penangkapan para perusuh di sejumlah titik saat kerusuhan terjadi.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, soal penggunaan peluru tajam sejak awal sudah diantisipasi. “Kalau soal peluru tajam kan sudah saya sampaikan. Bahwa tidak ada aparat Polri dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang melakukan itu (penggunaan senjata api dan peluru tajam),” ujar dia saat dijumpai di Gedung Divisi Humas Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan (Jaksel).

Dedi menerangkan, sebelum demonstrasi 21 dan 22 Mei di Jakarta, Polri dan TNI lewat instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah menginstruksikan tentang larangan para personel pengamanan menggunakan senjata api dengan peluru tajam. “Itu komitmen sejak awal,” sambung Dedi.

Ia menerangkan, instruksi itu agar menghindari tuduhan kepada Polri dan TNI jika terjadi korban tewas akibat peluru tajam.

Tuduhan itu, kata Dedi terbukti. Pada saat kerusuhan 21 Mei di kawasan Petamburan dan sekitaran Jakarta Barat (Jakbar), korban tewas tak terelakkan. Sampai saat kerusuhan 22 Mei, dan Kamis (23/5) dini hari di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus), tercatat korban tewas sebanyak delapan orang. Di antara korban tewas tersebut, diidentifikasi lantaran terjangan peluru tajam.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tercatat satu korban tewas rujukan dari RS Budi Kemulyaan yang teridentifikasi terkena peluru tajam. 

Sedangkan di RS Polri Kramat Jati, terdapat empat korban yang  juga diduga tewas akibat peluru dari senjata api. Namun berbeda dengan pengakuan RSCM, RS Polri menolak mengidentifikasi empat jenazah korban terkena peluru tajam atau karet.

Tuduhan penggunaan senjata api dengan peluru tajam semakin menyasar Polri. Itu setelah para pelaku kerusuhan 21 Mei menemukan sejumlah kotak kayu yang berisikan ribuan amunisi tajam di dalam mobil Brimob  di Slipi, Jakbar, Selasa (21/5).

Penemuan tersebut sempat membuat viral sesaat setelah korban tewas dan luka-luka tercatat di rumah sakit-rumah sakit dan pos-pos kemanusian.

Namun Mabes Polri menolak peluru tajam yang ditemukan para pelaku kerusuhan tersebut dijadikan alat untuk melumpuhkan para perusuh waktu itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal, pada Rabu (22/5) mengatakan, peluru tajam yang ditemukan di Slipi, disimpan dalam mobil operasional Komandan Batalyon (Danyon) Brimob. Kata dia, peluru tajam tersebut hanya boleh digunakan oleh pleton anti-anarkis.  “Dan peleton anti-anarkis itu, saat demonstrasi 21 dan 22 Mei belum diterjunkan,” sambung Dedi.

Menolak dituduh Polri menggunakan senjata api, Dedi melanjutkan kecurigaan Polri, peluru tajam yang bersarang di tubuh korban tewas ulah pihak ketiga yang menunggangi aksi demonstrasi menolak hasil Pilpres 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MhlGJc
May 24, 2019 at 07:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MhlGJc
via IFTTT
Share:

Bea Cukai Bogor Lirik Potensi Kabupaten Sukabumi

Pemberian fasilitas di bidang kepabeaan dan cukai diharapkan berdampak positif.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Berjarak kurang lebih 67 kilometer (km) dari Bogor dan 112 km dari Jakarta, Sukabumi merupakan salah satu kota sekaligus kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan, seperti di sektor industri dan pariwisata. Melihat hal ini, sekaligus menjalankan fungsi sebagai pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran, Bea Cukai Bogor mulai melirik potensi-potensi Kabupaten Sukabumi yang belum tergali.

Mengawali hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor Moh. Saifuddin menemui Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, pada tanggal 15 Mei 2019. Kedua pihak berkoordinasi terkait potensi-potensi di wilayah Sukabumi yang sudah dan akan diberikan fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

“Seperti fasilitas fiskal berupa Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang ada di Sukabumi misalnya. Berbagai dampak positif dari pemberian fasilitas ini telah banyak berperan dalam perkembangan perekonomian masyarakat,” jelas Saifuddin.

Rencana koordinasi ini, lanjut Saifuddin akan berlanjut tak hanya pada industri besar, namun kepada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Sukabumi lewat pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM).

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi yang bisa digali, seperti wisata alam pegunungan, danau, jembatan hingga yang sudah mendunia, yaitu Taman Bumi (Geopark) Ciletuh yang berada di wilayah Palabuhan Ratu.

Menanggapi hal ini, Marwan mengungkapkan berbagai potensi dari segala segala bidang yang dimiliki Sukabumi seperti Geopark Ciletuh, masih perlu dikembangkan lagi, dari segi kepabeanan sendiri, Geopark Ciletuh nantinya akan diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna mendorong investasi dari pihak asing.

“Pembangunan KEK akan diikuti pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor perekonomian lainnya pun pasti ikut bergairah. Secara konkret, sektor perekonomian yang berkembang, akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan terbukanya lapangan kerja,” ujar Saifuddin seperti dalam siaran pers.

Melalui kunjungan ini, ia berharap akan terbentuk sinergitas antara Bea Cukai dan pemerintah daerah setempat, khususnya Kabupaten Sukabumi, dalam memanfaatkan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah sehingga potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqMEly
May 24, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqMEly
via IFTTT
Share:

Persib Alihkan Fokus pada Semen Padang

Pelatih Persib mengakui harus kembali mengatur ritme latihan tim.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Laga pekan kedua kompetisi Liga 1 2019 antara Persib Bandung dengan PS Tira Persikabo terpaksa ditunda. Laga ditunda akibat tidak turunnya izin keamanan dari Polres Bandung karena berdekatan dengan keputusan Pemilu 2019.

Dari sembilan pertandingan yang ada, hanya laga Persib yang ditunda. Sementara delapan pertandingan lainnya berlangsung aman.

Laga yang harusnya digelar pada Kamis (23/5) kemudian diundur pada 18 Juni mendatang. Kini Persib sudah mengalihkan fokus pada pertandingan melawan Semen Padang di  Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/5).

Pelatih Persib Robert Rene Alberts mengaku siap untuk menghadapi Semen Padang. Dia menyatakan, diundurnya laga sebenarnya dapat merugikan Persib dalam mempersiapkan tim menghadapi Semen Padang.

Hal ini karena Robert harus kembali mengatur ritme latihan tim. Selain itu, pelatih asal Belanda ini harus menjaga tim untuk tetap dalam kondisi terbaik. "Intensitas latihan sudah tinggi, kami selalu buat small gamedengan intensitas yang sangat tinggi," kata Robert di SPOrT Jabar, Kamis (23/5).

Robert mengakui latihan keras bisa diterima oleh skuat Maung Bandung. Meskipun latihan dilakukan sore hari menjelang berbuka puasa. "Saya kira mereka berhasil, kami berlatih dengan sangat baik dan mereka bisa latihan dengan intensitas yang selalu tinggi," jelas mantan pelatih PSM Makassar ini.

Robert memuji bagaimana motivasi tim untuk terus bisa menang di setiap pertandingannya. Tak ayal, Robert selalu menargetkan kemenangan bagi Persib. Termasuk ketika bertandang di kandang Semen Padang. "Atmosfer sangat bagus. Di latihan mereka bagus dan kita lihat saja di pertandingan selanjutnya siapa yang akan menang," katanya menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JAX1NP
May 24, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JAX1NP
via IFTTT
Share:

Kota Malang Segera Evaluasi Sistem PPDB

Terdapat 2.700-an siswa yang tidak tertampung PPDB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera mengevaluasi sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hasil evaluasi ini nantinya akan dilaporkan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, daya tampung SMP/MTs negeri dan swasta di Kota Malang sekitar 14.900-an. Sementara kuota siswa di 27 SMP negeri sebesar 6.565 kursi.

Di PPDB 2019, sebanyak 9.000-an siswa telah terdaftar sebagai calon siswa baru di seluruh SMP negeri. Hal ini berarti terdapat 2.700-an siswa yang tidak tertampung. "Ini yang banyak dikeluhkan, diadukan karena tidak tereleminasi melalui nilai," kata Sutiaji kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (24/5).

Menurut Sutiaji, SMP Negeri Kota Malang hanya mampu menyediakan maksimal 32 rombongan belajar (rombel). Jumlah ini telah dibagi habis sehingga daya tampung tidak bisa ditambah lagi. Dengan kata lain, peserta yang tereliminasi sudah tidak bisa mendapatkan peluang masuk ke SMP negeri.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, kebanyakan orang tua memilih sekolah berdasarkan kedekatan lokasi dengan rumah. Namun karena pilihannya keliru, maka anaknya tereleminasi. Dari sini, Sutiaji pun memberikan catatan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang.

"Tidak usah nanti dibagi pilihan pertama, pilihan kedua dan pilihan ketiga.  Orang tua yang tidak bisa memilih sekolah, nanti akan tereliminasi secara teritorial sesuai //GPS//. Maka kalau itu dilakukan, tidak ada anak yang jaraknya dekat hanya 50 meter kemudian terlempar karena itu salah pilihan. Itu nanti yang akan dievaluasi," jelas Sutiaji.

Sebelumnya, sejumlah wali murid mendatangi DPRD Kota Malang mengeluhkan sistem zonasi. Keluhan ini terkait permasalahan ketidaksamaan perhitungan jarak sekolah antara orang tua dan panitia PPDB. Jarak yang diperkirakan hanya 1 kilometer, ternyata bisa lebih dari angka tersebut berdasarkan verifikasi panitia.

Karena masalah tersebut, Pemkot Malang kini tengah berupaya mencari solusi. "Ayo kita pecahkan bersama, tadi juga NGO ada yang datang (rapat). Solusi //gimana//? Dana dari mana? Dititipkan di mana?" tegas Sutiaji.

Kota Malang sendiri telah memberikan anggaran hibah ke sekolah swasta sebesar Rp 49 miliar di 2019. Dari sini, Sutiaji pun meminta Disdik agar mengumpulkan ketua yayasan dan sekolah. Tujuannya, agar memastikan dana hibah tersebut benar-benar digunakan sehingga kendala pembiayaan bisa teratasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K2Y4pk
May 24, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K2Y4pk
via IFTTT
Share:

Bank Mandiri Serahkan Bantuan CSR untuk 3 Sekolah di Lombok

Bantuan diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar lebih baik dan nyaman.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- PT Bank Mandiri (Persero) TBK Regional Bali dan Nusa Tenggara menyerahkan bantuan Bina Lingkungan Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk tiga sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (24/5). Acara seremonial penyerahan dipusatkan di yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah NW Jeruk Manis, Desa Pemepek, Kecamatan Priggarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Penandatanganan perjanjian hibah dan berita acara serah terima sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan CSR dilakukan oleh Bussines Support Manager Bank Mandiri Area Mataram I Gde Nyoman Sudharmadi kepada masing-masing penerima bantuan.

Bussines Support Manager Bank Mandiri Area Mataram I Gde Nyoman Sudharmadi mengatakan Program Bina Lingkungan Bank Mandiri dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu yang pertama pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program bersama Mandiri. Ini bertujuan membina kelompok masyarakat atau komunitas secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses.

Yang kedua, program kemandirian edukasi dan kewirausahaan. Ini dicapai dengan melaksanakan program Wirausaha Muda Mandiri dan Mandiri Peduli Pendidikan, dengan tujuan untuk menciptakan pemimpin di masa depan yang siap dengan persaingan global.

"Ketiga, financial literacy yang merupakan program edukasi masyarakat terkait pengelolaan keuangan untuk mewujudkan masyarakat yang sadar perencanaan keuangan," ujar Sudharmadi di Lombok Tengah, NTB, Jumat (24/5).

Sudharmadi menyampaikan melalui pilar-pilar tersebut, Bank Mandiri ingin meningkatkan peran aktif dalam mendukung penciptaan masyarakat Indonesia yang mandiri. Serta masyarakat yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sudarmadi mengimbau bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin untuk kepentingan sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan nyaman. "Semoga hal ini sangat bermanfaat dan menambah semangat dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar," kata Sudharmadi menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WmOW5k
May 24, 2019 at 07:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WmOW5k
via IFTTT
Share:

Del Potro Kembali Tampil di Madrid Open

Del Potro masih dalam pemulihan cedera lutut kanan sejak Oktober 2018 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Petenis putra asal Argentina Juan Martin del Potro akan kembali beraksi dalam turnamen ATP Tour di Madrid Open yang akan dimulai Rabu (5/6). Dikutip dari laman ATP, Kamis (23/5), petenis peringkat delapan dunia itu untuk pertama kalinya tahun ini melangkahkan kakinya di atas lapangan tanah liat di La Caja Magica.

Langkah ini sebagai persiapan untuk penampilan pertamanya pada ATP Tour sejak Delray Beach Open Februari lalu. Del Potro masih dalam pemulihan cedera lutut kanan yang ia alami pada Rolex Shanghai Masters pada Oktober 2018.

Event ATP Masters 1000 di Madrid yang berlangsung 5-12 Juni itu akan diikuti oleh peringkat satu dunia Novak Djokovic, lima kali juara Rafael Nadal, dan Roger Federer, yang akan tampil untuk pertama kali pada lapangan tanah liat sejak Internazionali BNL d''Italia pada 2016.

Del Porto mempunyai rekor menang 15 kali dan tujuh kali kalah pada turnamen di ibu kota Spanyol tersebut. Hasil terbaiknya adalah semifinal pada 2009 (kalah dari Federer) dan 2012 (kalah dari Berdych).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mhjm4W
May 24, 2019 at 07:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Mhjm4W
via IFTTT
Share:

Praveen Sudah Punya Firasat Tampil di Partai Penentu

Praveen/Melati tampil lebih percaya diri di pertandingan keduanya di Piala Sudirman.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Praveen Jordan mengaku sudah memiliki firasat jika dia dan Melati Daeva Oktavianti harus turun di partai kelima. Praveen/Melati tampil sebagai penentu lolos dari perempat-final saat melawan Taiwan di Piala Sudirman 2019, Jumat (24/5).

"Ketika tahu tertinggal 1-2 nih, padahal pengennya menang 3-0. Tapi kalau 3-0 sejarah saya dengan Meli tidak akan ada," ujar Praveen usai mengalahkan ganda campuran Taiwan Wang Chi-Lin/Hsieh Pei Shan. "Hanya saja setelah Greysia dan Apriyani menang, kok saya malah gugup, ada gugupnya tapi berani juga," kata Praveen.

Pasangan ganda putri Indonesia itu menyamakan kedudukan 2-2 di partai keempat sehingga Praveen/Melati menjadi senjata pamungkas Indonesia dan dalam waktu 50 menit mampu meredam pasangan Taiwan 21-17, 21-15.

Praveen/Melati tampil lebih percaya diri di pertandingan keduanya di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina itu. Justru pasangan Taiwan yang gugup dan kehilangan banyak poin berharga karena pengembalian bola yang kurang matang berkat bola-bola sulit dari Praveen/Melati. "Kami memang lebih siap dari hari pertama, tapi semuanya bisa terjadi," ungkap Praveen.

Salah satu hal yang mendukung ketenangan permainan Praveen/Melati adalah mengesampingkan semua beban di partai penentu itu. "Ada sedikit tegang karena ini penentu. Mereka juga pasti sama. Tapi kami tak pikirkan itu, kami berusaha main semaksimal mungkin dan sebisa mungkin menang," timpal Melati.

Dengan kemenangan itu, Indonesia akan menghadapi Jepang, yang mengalahkan Malaysia 3-0 di pertandingan babak perempat final lainnya di hari yang sama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qm631R
May 24, 2019 at 07:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qm631R
via IFTTT
Share:

Sistem Millet Mulai Berlaku di Masa Usman I

Sultan Usman I yang mulai memimpin Ottoman sejak 1299 M.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem millet mulai berlaku sejak masa Sultan Usman I yang mulai memimpin Ottoman sejak 1299 M. Usman I kemudian memperluas wilayah kekuasaannya hingga batas wilayah Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur yang kala itu berpusat di Konstantinopel. Ia memindahkan ibu kota Kesultanan Ottoman ke Bursa yang kini berada di wilayah Turki modern. 

Usman I dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan dinamis. Pada periode Usman I, pemerintahan formal Ottoman mulai terbentuk. Sistem millet pun diberlakukan terhadap kelompok agama dan suku minoritas dengan diberikannya hak privasi tanpa intervensi dari pemerintah pusat Ottoman.

Tiap millet, baik menurut agama maupun adat suku bangsa, bisa menetapkan hukum agama atau adat sendiri yang diatur lewat pengadilan otonom millet, mi salnya, dalam masalah perka winan, waris, bahkan pidana. Seorang warga Kristen bisa diadili oleh pengadilan gereja bila beristri lebih dari satu atau seorang Yahudi diadili oleh para rabi bila melanggar larangan hari Sabath. 

Tiap millet juga mengatur pajak sendiri dengan tidak melupakan kewajiban membayar pajak pada negara yang disebut dengan jizyah atau pajak kepala non-Muslim. Jizyah dikum pulkan secara kolektif oleh pim pinan millet untuk kemudian diserahkan kepada kantor bendahara negara Ottoman. Setiap penduduk yang menjadi warga negara Ottoman tanpa pandang agamanya juga harus membayar pajak yang disebut reaya. 

Menjelang abad ke-14 M, di wilayah kekuasaan Ottoman terdapat tiga millet utama yakni Kristen Ortodoks Yunani, Yahudi, dan Kristen Ortodoks Armenia- Suriah. Sementara, kelompok etnis Turki, Kurdi, Bosnia, dan Arab masuk ke dalam millet Muslim sebagai kelompok masyarakat yang terbesar. Sistem millet untuk masyarakat beragama Kristen secara formal diberlakukan oleh Sultan Mahmud II pascapenaklukan Konstatinopel pada 1453 M. 

Di dalam millet, tiap kelompok agama mendapat kebebasannya, namun mereka akan mendapat pembatasan bila berada dalam wilayah publik. Misalnya, larangan bagi warga non-Muslim mengendarai kuda. Warga Kristen dan Yahudi juga dilarang membangun tempat ibadah baru walau diizinkan untuk merenovasi rumah ibadah yang sudah ada. Namun, larangan tak prinsipil seperti ini biasanya kerap diabaikan. 

Untuk ukuran demokrasi modern, kebijakan diskriminatif ini tentu saja tak bisa diterima. Namun, untuk ukuran peradab an dunia saat itu, sistem millet Ottoman ini jauh lebih baik dari apa yang biasa diterima kelompok minoritas di wilayah lain. Millet juga memberi penekanan pada hal penting yang sering diabaikan di dunia modern, yaitu otonomi komunal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30DQYgE
May 24, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30DQYgE
via IFTTT
Share:

Telkom Tunjuk Ririek Adriansyah Sebagai Dirut

RUPST Telkom juga merombak jajaran dewan komisaris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 PT Telkom Indonesia merombak jajaran direksi. Salah satunya menunjuk Ririek Adriansyah sebagai direktur utama menggantikan Alex Sinaga yang habis masa jabatannya.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada manajemen Telkom sebelumnya dan karyawan atas kerja keras pencapaian kinerja pada 2018," kata Ririek usai menggelar RUPST di Jakarta, Jumat (24/5).

Ririek menyampaikan optimismenya kepada pelanggan dan para pemegang saham bahwa perseroan dapat tumbuh lebih baik lagi ke depannya. Menurut Ririek, untuk penguatan kapabilitas digital, Telkom menjalankan strategi inorganik, melalui pendekatan akuisisi atau melalui kerja sama, baik oleh Telkom maupun entitas perusahaan.

Selain itu, RUPST Telkom juga mengangkat Rhenald Kasali menjadi komisaris utama menggantikan Hendri Saparini. Rhenald Kasali sebelumnya menjabat komisaris utama PT Angkasa Pura II (AP II). Telkom Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat ini.

Dua agenda penting dalam RUPST tersebut adalah perombakan dewan direksi dan komisaris serta persetujuan pembagian dividen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VPmhBw
May 24, 2019 at 07:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VPmhBw
via IFTTT
Share: