Showing posts with label 2019 at 04:33PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:33PM. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Baznas Kota Tangerang Salurkan Zakat Hingga Rp 1,3 M

Penyaluran zakat dari Baznas ini ada dalam bentuk uang tunai dan paket sembako.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang menyalurkan zakat sebesar Rp 1,3 miliar yang tersebar ke seluruh kecamatan dalam bentuk uang tunai dan paket kebutuhan pokok (sembako) Ramadhan Bahagia. Ketua Baznas Kota Tangerang, KH M Aslie El Husyairy di Tangerang, Banten, Senin (27/5), mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap sejak tanggal 21 Mei 2019 lalu.

"Untuk paket Ramadhan Bahagia senilai Rp 250 ribu disalurkan ke panti jompo, fakir miskin, dan pasien miskin di rumah sakit. Penyaluran paket Ramadhan Bahagia dilakukan langsung oleh petugas Baznas. Paket Ramadhan Bahagia dikemas dalam kotak kontainer dan disalurkan langsung ke rumah-rumah mustahik," katanya.

Penyaluran zakat dari Baznas Kota Tangerang ini ada dalam bentuk uang tunai dan paket sembako. "Untuk zakat yang disalurkan dalam bentuk uang tunai, tiap kelurahan mendapat Rp 9 juta. Oleh pihak kelurahan uang zakat itu akan disalurkan kepada warga yang berhak menerimanya," katanya.

KH M Aslie El Husyairy juga mengungkapkan di Kota Tangerang saat ini telah terbentuk 912 unit pengumpul zakat (UPZ), yang terdiri dari UPZ masjid dan musala, UPZ instansi pemerintah, UPZ perusahaan dan UPZ sekolah. Pembentukan UPZ ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

"Baznas Kota Tangerang telah menerbitkan surat keputusan UPZ untuk masjid dan musala. Hal ini agar terhindar dari pelanggaran UU Zakat Nomor 23 Tahun 2011. UPZ adalah payung hukum pengelolaan keuangan zakat di masjid dan musala serta Institusi lainnya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WlKtQo
May 27, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WlKtQo
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

Dishub Bandung Intensifkan Uji Kelaikan Kendaraan

Dishub Kota Bandung mulai mengintensifkan uji kelaikan kendaraan di terminal

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai mengintensifkan uji kelaikan kendaraan di terminal. Uji kendaraan ini dalam rangka memastikan angkutan umum dalam keadaan laik menjelang arus mudik lebaran.

Kepala Seksi Manajemen Angkutan Dishub Kota Bandung Iya Sunarya mengatakan uji kelaikan kendaarn mudik ini mulai dilakukan pada H-10. Pengujian kelaikan berlaku bagi bus-bus yang masuk dua terminal mudik di Kota Bandung yakni Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum.

"Karena ini hajat rutin setiap tahun dan dievaluasi tentu yang dipersipakan adalah kendaraan yang laik jalan, laik operasi dan laik pengemudi. Maka sebelum arua mudik kami ada pra angkutan yaitu menyisir kelaikan jalan kendaraan tersebut," kata Iya.

Iya menuturkan Dishub mulai rutin mengecek kendaraan setiap harinya di terminal. Uji kelaikan ini dilakukan mulai H-10 hingga H+7 yang juga untuk antisipasi arus balik.

Menurutnya uji kelaikan kendaraan merupakan hal penting untuk memastikan keamanan penumpang dan pengemudi saat perjalanan. Uji kelaikan ini di antaranya meliputi pemeriksaan kelengkapan bus mulai dari lampu, rem, klakson,  roda, hingga surat-surat kendaraan.

"Sehingga diimbau pengusaha sebelum masuk terminal dianjurkan kendaraannya diperiksa terdahulu sehingga tidak diusir bagi kendaraan yang tidak memenuhi kelaikan," ujarnya.

Dinas Perhubungan memastikan akan mencabut izin operasi bus dan kendaraan mudik yang tidak laik jalan dan membahayakan penumpang. Menurut data dari Dinas Perhubungan Kota Bandung estimasi ada 641 bus di Terminal Leuwipanjang dan 203 bus di Terminal Cicaheum yang siap memenuhi kebutuhan arus mudik masyarakat.

Selain uji kelaikan kendaraan, tambahnya, Dishub juga akan memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima sebelum membawa kendaraannya. Pihaknya akan melakukan operasi pengecekan kesehatan pengemudi hingga tes urin.

"Tes urin sudah jadi jadwal rutin. Tapi untuk arus mudik ini tes urin dirahasiakan karena sifatnya insidentil tapi pasti akan dilakukan untuk memastikan pengemudi ini sehat," ujarnya.

Ia mengatakan dengan fasilitas angkutan darat yang sudah disediakan oleh Dinas Perhubungan, Iya mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung untuk memanfaatkan moda transportasi darat. Sebisa mungkin menghindari perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.

Kepala Terminal Cicaheum Roni Hermanti mengatakan pihaknya mulai uji kelaikan kendaraan pada Ahad (26/5) ini. Sejumlah kendaraan yang masuk ke Terminal Cicaheum dicek oleh petugas Dishub yang sudah bersiaga.

Roni menuturkan petugasnya mengecek kelengkapan serta surat-surat setiap kendaraan. Hasilnya satu bus dianggap tidak laik jalan dan tidak boleh beroperasi di terminal. 

"Tadi ada yang dikeluarkan satu armada bus jurusan Bandung - Pangandaran," kata Roni saat dihubungi.

Menurutnya bus ini dianggap tidak layak karena habis masa kartu pengawasannya. Bus harus memperpanjang terlebih dahulu sebelum beroperasi kembali terutama menjelang arus mudik.

Ia menambahkan uji kelaikan kendaraan ini guna memastikan bahwa bus yang akan berangkat laik jalan. Sehingga kecelakaan karena faktor kelalaian dan kendaraan yang tidak prima bisa diantisipasi."Dalam uji kelaikan ini kita kerjasama gabungan dengan kepolisian juga," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HB7DKq
May 26, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HB7DKq
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Humas Diminta Memberikan Informasi yang Membawa Kesejukan

Pejabat Humas harus dapat menjawab keingintahuan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Humas mampu memberikan informasi yang membawa kesejukan dan kondusifitas di lingkungan masyarakat. Hal itu sehubungan dengan pasca penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, jelang pengumuman dan penetapan pemenang Pemilu pada 22 Mei 2019, dan agenda besar keagamaan, yaitu Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Pasa Pemilu dan jelang penetapan 22 Mei 2019 serta jelang Idul Fitri, Humas perlu sinergi untuk cipta kondisi dalam rangka menjaga kesejukan dan kondusifitas di lingkungan masyarakat,” kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar dalam keterangannya pada Sabtu (18/5).

Sebagai komunikator yang mengemban misi untuk dapat membawa kesejukan di tengah masyarakat, Pejabat Humas diminta dapat memberikan informasi yang benar dan dapat menjawab segala keingintahuan masyarakat dengan tetap menampung segala bentuk aspirasi dari masyarakat.

Humas harus memberikan informasi yang benar, supaya keingintahuan masyarakat terjawab dengan baik. Tak hanya itu, selain harus bisa memberikan informasi, Humas juga harus siap sedia menampung aspirasi.

Mengingat dinamika dan suhu politik di tanah air pasca pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, Humas juga diminta mengambil peran untuk dapat menjaga situasi dan kondisi di daerah. Sehingga dalam kesempatan tersebut perwakilan pejabat humas yang hadir diminta melaporkan pelaksanaan langkah-langkah yang telah diambil dalam pembinaan Tramtibum pasca Pemilu dan jelang IduL Fitri 1440 Hijriah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EgYVyC
May 18, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EgYVyC
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Pentingnya Pendidikan dalam Islam

Islam memandang penting pendidikan seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Sayangnya dewasa ini ada beberapa daerah yang jumlah anak putus sekolah atau anak tidak melanjutkan jenjang pendidikan tingkat pertama ke tingkat atas cukup tinggi. Padahal daerah tersebut berada di kawasan industri seperti Kecamatan Mundu, Cirebon.

Industrialisasi dan sulitnya perekonomian, disinyalir menjadi penyebab anak-anak usia sekolah terpaksa menjadi pekerja. Mereka dibayar dengan upah yang murah, sebab minim ketrampilan dan keahlian. Alhasil posisi yang diisi adalah buruh biasa. Kesejahteraan masih terlalu tinggi untuk dicapai masyarakat negeri ini.

Industri menjadi hal positif di satu sisi, sebagai jalan untuk mencari nafkah dan pemerataan sektor ekonomi. Akan tetapi berdampak negatif di sisi lain. Sebab pabrik-pabrik yang ada membolehkan anak-anak bekerja tanpa ijazah. 

Camat Mundu, August Prentistianto menyampaikan kepada Radar bahwa untuk wilayah dengan 12 desa, kurang lebih 100 jumlah industri yang ada di wilayah kecamatannya. Akibatnya partisipasi masyarakat pada pendidikan minim dibandingkan kerja sebagai buruh pabrik.

Oleh sebab itu hal ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah maupun Pusat, agar mempermudah anak-anak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan gratis. Meningkatnya kemampuan anak-anak hasil dari pendidikan tinggi, akan berbanding lurus dengan kebangkitan umat.

Serta memberi perhatian yang tepat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehidupan sempit akan mendorong mereka mencari uang untuk mencukupi kebutuhan dasar. Mereka enggan sekolah, sebab tingginya biaya pendidikan sementara sandang, pangan dan papan belum terpenuhi.

Sejalan dengan itu, pendidikan telah menjadi hal penting dalam Islam. Sejak wahyu pertama diterima Rasulullah Saw, beliau mengajarkan akidah di rumah Arqom bin Arqom. Rasulullah Saw juga telah menjadikan mengajar baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar. 

Umar bin Khattab bahkan mengirim guru-guru ke wilayah yang baru difutuhat. Tujuannya agar pemikiran umat terkait dengan akidahnya. Hal inilah yang kelak mengangkat umat beberapa derajat lebih tinggi, hingga mengantarnya pada khoiru ummah. Wallahu 'alam.

Pengirim: Lulu Nugroho, Muslimah Penulis dari Cirebon

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LOmJAd
May 17, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LOmJAd
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Selama Ramadhan, Tagana Banyumas Tetap Layani OTT

Tagana Banyumas tetap merespons pengaduan warga yang membutuhkan

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Singkatan OTT ternyata bukan hanya monopoli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni 'operasi tangkap tangan.' Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Jawa Tengah, juga menggunakan singkatan itu dalam kegiatan pembersihan sarang tawon yang mengganggu aktivitas warga.

"OTT ini singkatan dari Operasi Tangkap Tawon. Bukan Operasi Tangkap Tangan-nya KPK,'' kata Koordinator Tagana Banyumas, Ady Candra, Senin (13/5).

Dia menyebutkan, OTT ini dilaksanakan setiap saat manakala ada pengaduan warga. Bahkan pada bulan Ramadhan ini, Tagana Banyumas juga tetap melaksanakan OTT.

"Selama Bulan Puasa ini, kami sudah melakukan OTT di empat rumah warga. Seluruh sarang tawon berada di atap rumah warga. Seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Kedungbanteng," katanya.

Petugas OTT, Natim, menyebutkan dari beberapa jenis tawon, memang ada tawon yang memiliki tipe penyerang. Sekali pun sarangnya tidak diusik, tawon ini dapat menyerang warga kapan saja. ''Terkadang karena sarangnya tersenggol tikus, tawon ini justru akan menyerang manusia di sekitarnya,'' jelasnya.

Adi Candra juga menyebutkan, sejak Januari 2019 hingga saat ini, pihaknya telah melakukan 60 kali OTT. Kegiatan OTT tidak hanya dilaksanakan di wilayah Banyumas saja, melainkan juga di Purbalingga, Cilacap hingga Pemalang.

Dia juga menyatakan, sarang tawon yang diamankan adalah sarang untuk jenis tawon yang ganas. Bahkan bila sedang mengamuk, tawon jenis ini bisa membunuh orang yang diserangnya. ''Tawon ini sama sekali tidak menghasilkan madu. Kita melakukan OTT pada malam hari, dengan cara diunduh dengan membuat tawon pingsan di dalam sarangnya. Setelah itu, baru kita bakar sarangnya,'' kata Ady.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JBEDDO
May 13, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JBEDDO
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Pelatih Persija Anggap Ceres-Negros Sebagai Tim Eropa

Persija telah antisipasi gaya permainan Ceres-Negros.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persija Jakarta akan menjamu Ceres Negros dalam pertandingan keempat babak kualifikasi grup G Piala AFC 2019 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (23/4) besok. Pertandingan ini akan menjadi laga hidup-mati bagi Ismed Sofyan dan kawan-kawan di Piala AFC 2019.

Persija saat ini menempati posisi ketiga di grup G, dengan memperoleh empat poin dari tiga kali pertandingan. Sementara Ceres-Negros menjadi pemuncak klasemen, dengan perolehan 9 poin. Jika kalah, maka kemungkinan besar Persija akan tersingkir.

Meski bermain di kandang sendiri, pelatih Persija Jakarta Ivan Kolev meminta pasukannya tidak meremehkan the Bussmen, julukan Ceres-Negros. Menurutnya, tim besutan Risto Vidakovic lebih pantas disebut sebagai tim eropa, karena faktanya mayoritas pemain Ceres-Negros adalah pemain naturalisasi asal Eropa.

"Ya itu bukan tim Filipina, kenyataannya itu tim Eropa karena semua pemain mereka dari Eropa," kata Ivan Kolev dalam konferensi pers jelang laga di Hotel Sultan, Jakarta pada Senin (22/4).

Kolev berdalih kekalahan skuat Macan Kemayoran pada pertemuan pertama mereka di Stadion Panaad, Bacolod, Filipina lantaran para pemain belum siap menghadapi gaya permainan tim Eropa. Sebab, menurutnya pemain Eropa memiliki karakter dan filosopi permainan yang berbeda dari pemain-pemain Asia.

"Sebenarnya game pertama menurut saya kita tidak siap untuk hal ini. Karena kalau kita ketemu dengan pemain seperti ini, ya kita harus tahu bahwa pemain seperti itu, mereka tidak ada pikiran lain, ya kebiasaan mereka lain," ujarnya.

Di sisi lain, Kolev mengakui permainan anak asuhnya pada pertandingan pertama tidak terlalu bagus. Meski ada beberapa kesempatan, skuat Macan Kemayoran belum bisa membobol gawang The Bussmen. Kolev berharap pada pertemuan kedua nanti, Persija mampu balikkan keadaan.

"Kita mau main bagus supaya semua suporter kita puas sama penampilan kita," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IxXGPp
April 22, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IxXGPp
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

PKS Tetap Masih Menunggu Hasil Final dari KPU

Quick count dan real count hanya sebagai informasi awal saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mensyukuri hasil hitung cepat atau quick qount pemilihan legislatif (Pileg) 2019 yang menyebut partai dakwah ini berpotensi lolos ke parlemen. Namun di sisi lain, PKS yang juga tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga tidak mempercayai hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei tersebut.

Politikus PKS, Handi Riza menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil perhitungan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menyebut hasil hitung cepat yang ditayang di sejumlah televisi tersebut hanya sebatas informasi awal. "PKS sampai hari ini tetap menunggu hasil perhitungan final dari KPU. Sedangkan quick count dan real count hanya sebagai informasi awal saja untuk melihat hasil pileg dan pilpres," ujar Handi saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (18/4).

Oleh karena itu, Handi mengatakan, pihaknya tetap fokus untuk mengawal perhitungan suara baik pileg maupun pilpres. Apalagi sampai detik ini, KPU masih dalam proses perhitungan yang kemudian ditampilkan dalam situs resminya.

Pengawalan perhitungan suara akan terus dilakukan hingga KPU mengumumkan hasil akhir dari perolehan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Sementara itu, lanjut Handi, pihaknya juga mensyukuri sementara dari Pileg 2019 ini. Hasil ini, menurut Handi, merupakan gambaran dari kerja keras mesin partainya, baik relawan maupun para simpatisan yang dikenal solid dan militan. Sebelumnya, sejumlah lembaga survei memprediksikan PKS menjadi salah satu partai yang terancam gagal melenggang ke parlemen.

"Kami bersyukur dengan pelaksanaan pileg ini. Kader, relawan, dan simpatisan PKS solid menjalankan mesin partai. Saksi-saksi PKS juga sangat antusias mengawal TPS-TPS PKS," ungkapnya.

Untuk ambang batas parlemen sendiri adalah empat persen dari total suara sah nasional di Pileg 2019, sesuai dengan diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Hasil hitung cepat Litbang //Kompas dengan jumlah suara masuk 90,3 persen, PKS mendapatkan suara 8,54 persen. Sementara untuk pilpres, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mendapatkan 54,43 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45,57 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UGgCSw
April 18, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UGgCSw
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Menko akan Ajak Bicara Mendag terkait Impor Bawang Putih

Pemerintah tak berniat membatalkan impor bawang yang sudah disetujui dalam rakor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana berbicara dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tentang rencana impor bawang putih. Darmin ingin meminta penjelasan Enggar mengenai alasan Kementerian Perdagangan yang belum mengeluarkan surat permohonan Kementerian BUMN untuk menugaskan impor kepada Perum Bulog.

Darmin menegaskan, sampai saat ini, Kementerian Perdagangan belum mengeluarkan surat permohonan impor bawang putih. Padahal, menurutnya, pemerintah tidak berniat membatalkan impor yang sudah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas pada pertengahan Maret lalu. "Itu (impor bawang putih) nggak pernah dibatalkan, kata siapa dibatalkan," tuturnya saat ditemui usai menggunakan hak suaranya di TPS 20 Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). 

Darmin mengatakan, besok (18/4), akan melakukan pembicaraan dengan Enggar terkait hal tersebut. Tapi, ia belum dapat memastikan akan bertemu langsung di kantor Kemenko Perekonomian atau hanya berkomunikasi melalui telepon. Darmin juga belum bisa mengonfirmasi, apakah pembicaraan tersebut bersifat meminta Kementerian Perdagangan untuk segera mengeluarkan surat kepada Kementerian BUMN atau hal lain. 

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuturkan, para importir bawang putih masih memiliki stok dari kuota impor yang diberikan setelah menyelesaikan wajib tanam. Tapi, ia belum dapat menjelaskan mengenai kondisi dan jumlah stok bawang putih terbaru di gudang importir.

Sebelumnya, pemerintah menugaskan Bulog untuk mengimpor bawang putih sebanyak 100 ribu ton melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (18/3). Penugasan dilakukan guna menekan harga komoditas pangan tersebut yang sudah merangkak naik di pasaran sejak beberapa waktu lalu.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih pada Rabu (17/4) adalah Rp 41.150 per kilogram. Harga tersebut turun dibanding dengan Selasa (16/4) yang mencapai Rp 42.800 per kilogram. 

Salah satu harga tertinggi dialami di Jakarta yaitu Rp 59.150 per kilogram pada Selasa. Harga ini mengalami peningkatan selama sepekan terakhir. Pada Kamis (11/4) dan Jumat (12/4), harganya mencapai Rp 53.350 per kilogram, hingga Rp 58.350 per kilogram pada Senin (15/4). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KGlQsW
April 17, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KGlQsW
via IFTTT
Share:

Prabowo Unggul di TPS Wiranto

Prabowo menang dengan perolehan 150 suara.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pasangan calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, unggul di tempat pemungutan suara (TPS) 19 di Kelurahan Bambu Apus, Jakarta, yang menjadi lokasi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto mencoblos.

Dalam penghitungan suara yang dimulai pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB - 14.30 WIB, pasangan calon 02, Prabowo dan Sandiaga Uno memperoleh 150 suara, sementara pasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapat 92 suara.

Dari total 244 surat suara dihitung, ada dua yang dinyatakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 19 tidak sah.

Sebelum penghitungan, petugas KPPS sempat keliru menulis jumlah perolehan suara dari pasangan calon no 02. Alhasil, petugas KPPS disaksikan panitia pengawas pemilu pun melakukan penghitungan ulang sehingga jumlah yang sesuai pun dapat disepakati.

Selain melakukan penghitungan ulang, petugas KPPS juga menghubungi anggota PPS di Kelurahan Bambu Apus untuk meminta instruksi terkait revisi penulisan di form C1 plano. Setelah menjalankan instruksi dari PPS Kelurahan Bambu Apus, petugas KPPS pun menandatangani form C1 plano untuk pemilihan pasangan presiden dan wakil presiden.

Di TPS 19 Kelurahan Bambu Apus, tempat Wiranto bersama keluarga mengikuti pemilu, ada sekitar 292 pemilih tercatat pada daftar pemilih tetap (DPT), dan satu orang tercatat dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Namun dari total 293 warga yang masuk DPT dan DPTb, hanya 244 orang yang datang ke TPS 19 pada 17 April 2019.

Menurut salah satu petugas KPPS TPS 19, Entong, beberapa warga yang namanya tercatat dalam DPT bekerja di luar negeri. Ia pun berpendapat kemungkinan mereka yang tidak datang ke TPS telah memilih di tempat lain.

Wiranto sendiri bersama istrinya, Uga Usman tiba di TPS 19, Kelurahan Bambu Apus pada pukul 08.40 WIB. Sementara itu, anak kedua Wiranto Ika Mayasari tiba di TPS 19 terlebih dahulu sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditemui di TPS usai memilih, Wiranto mengatakan ia berencana memantau jalannya pemilu di beberapa lokasi bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Untuk pertama kalinya, Indonesia menggelar pemilu presiden dan anggota dewan secara serentak pada 17 April 2019. Pemilu serentak diikuti oleh total 190.770.329 warga Indonesia baik di dalam dan luar negeri

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V3OZT2
April 17, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V3OZT2
via IFTTT
Share:

Semua Warga Binaan Lapas Sukabumi Akhirnya Bisa Mencoblos

Surat suara untuk warga binaan sempat kurang.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi memenuhi kekurangan surat suara di Lapas Klas IIB Sukabumi. Sebelumya sempat terjadi kekurangan surat suara DPTb di TPS tersebut.

Komisioner KPU Kota Sukabumi Harlan Awaludin Kahar mengatakan, masalah kekurangan surat suara di TPS tersebut sudah teratasi. "Kami pastikan kekurangan surat suara sudah terpenuhi,’’ ujar dia kepada wartawan Rabu (17/4).

Awalnya surat suara di TPS lapas mengalami kekuranan sebanyak 83 lembar. Namun kekurangan surat suara itu terpenuhi dengan mengambil dari TPS yang ada di sekitar.

Menurut Harlan, adanya kekurangan surat suara karena jumlah penghuni lapas yang bertambah banyak. Kondisi ini sebenarnya sudah diantisipasi KPU sehingga dilakukan penambahan surat suara dari TPS sekitar.

Harlan menerangkan, dari pantauannya tidak ada kendala di TPS lainnya di Sukabumi. Dalam artian belum ada laporan terhambatnya proses pelaksanaan pencoblosan karena berjalan aman dan lancar.

Kepala Lapas Klas IIB Sukabumi Yunianto menambahkan, di Lapas ada dua TPS yakni TPS 23 dan TPS 24.  Ia mengatakan kekurangan surat suara terjadi pada DPTb.

Sementara untuk pemilih DPT sudah menyalurkan hak pilihnya. Kekurangan surat suara yang terjadi karena bertambahnya jumlah penghuni Lapas Sukabumi. Namun karena upaya penambahan surat suara dari KPU maka permasalahan tersebut sudah bisa diatasi dengan baik.

Di sisi lain, pelaksanaan pencoblosan di TPS Lapas Sukabumi mendapatkan perhatian dari Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro yang memantau langsung pencoblosan. Kedatangan unsur muspida Kota Sukabumi ini untuk memastikan pemilu di lapas berjalan aman dan lancar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KTRKT8
April 17, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KTRKT8
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Surat Suara Tercoblos di Malaysia tak Masuk Hasil Pemilu

KPU tidak bisa memastikan apakah surat suara tercoblos di Malaysia surat suara asli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, mengatakan surat suara yang sudah tercoblos di Selangor, Malaysia, tidak masuk dalam hasil pemungutan suara di Malaysia. Salah satu alasannya, yakni hingga kini KPU tak mendapatkan akses dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengecek langsung surat suara yang tercoblos itu.

"Kami tidak bisa memastikan itu surat suara kita atau bukan karena kita tidak dapat akses dan sampai sekarang pun tidak dapat akses oleh Polisi Diraja Malaysia. Jadi kita anggap itu tidak dihitung," jelas Ilham di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (14/4).

Ia juga menerangkan, berdasarkan keterangan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di sana, lokasi penemuan surat suara tercoblos itu bukanlah tempat resmi penyimpanan surat suara. PPLN hanya menaruh gudang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

"PPLN katanya hanya menaruh gudang di KBRI dan SIKL jadi nggak ada gudang lain selain KBRI dan SIKL," jelasnya.

photo

Komisioner KPU Ilham Saputra. (Republika)

Ilham mengklaim, surat suara yang tercoblos tersebut tidak mengganggu jumlah surat suara untuk metode pos di Malaysia secara keseluruhan. Surat suara untuk metode pos itu sudah ada dan siap digunakan untuk pemilu di Negeri Jiran itu.

"Saya sudah melihat, kotak suara pos sudah disusun ada 500 per kotak dan semuanya ini ditaruh di kotak karena setiap masuk disortir dan dimasukkan ke kotak amplopnya ya, DPR dan presiden," katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU lainnya Hasyim Asy'ari menjelaskan metode pemungutan suara luar negeri setelah adanya kasus temuan surat suara tercoblos di Malaysia. Menurutnya, ada tiga metode pemungutan suara di luar negeri. 

Hasyim mengatakan, metode memilih di TPS Luar Negeri (TPSLN) diselenggarakan pada 8- 14 April. Untuk di Malaysia, pemungutan suara di TPSLN dilakukan pada Ahad (14/4), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI). 

"TPSLN didirikan di kantor-kantor perwakilan Republik Indonesia. Jadi ada yang di KBRI, dan KJRI. Kalau dalam situasi ini berarti KJRI Kuala Lumpur sehingga kalau seperti itu surat suara yang sudah ada di dalam kotak suara yang akan digunakan untuk pemilihan di TPSLN itu statusnya berada di KBRI," ujar Hasyim saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4). 

Metode kedua, lanjut dia, adalah Kotak Suara Keliling (KSK) yang dilakukan lebih awal daripada metode TPSLN. Sebab, metode KSK harus keliling ke tempat warga berkumpul baik di tempat kerja maupun pemukiman penduduk.

Hasyim mengingatkan bahwa KSK ini bukan berarti tanpa nama, semuanya sudah ada namanya sesuai daftar pemilih KSK. "Jadi sudah diketahui siapa pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya metode KSK, by name sudah ada. Yang akan hadir di situ sudah jelas nama-nama pemilihnya. apakah di daerah pemukiman atau di daerah tempat kerja seperti perkebunan, itu by name nama pemilih sudah ada," jelas Hasyim.

Metode ketiga, adalah metode pos yang sudah dilakukan lebih awal lagi. Sebab, metode pas membutuhkan waktu untuk mengirimkan kepada alamat yang sudah tersedia dalam daftar pemilih. Demikian juga membutuhkan waktu untuk mengirim balik ke penyelenggara pemilu atau PPLN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PcnjGg
April 14, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PcnjGg
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Wisata Pulau Waigeo Kaya Keanekaragaman Hayati

Keunikan Pulau Waigeo disebabkan proses geologi ribuan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Pulau Waigeo Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Sehingga banyak wisatawan datang berkunjung ke daerah tersebut.

Sebagian daratan Pulau Waigeo adalah kawasan cagar alam yang di dalamnya hidup berbagai satwa sehingga perlu dijaga oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) Provinsi Papua Barat. Kepala BBKSDA Papua Barat, Basar Manullang, di Sorong, Kamis (4/4) mengatakan pulau Waigeo memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Keunikan Waigeo disebabkan adanya proses geologi yang terjadi ribuan tahun lalu. Dia mengatakan bahwa dulu Pulau Waigeo bagian dari Paparan Sahul yang terpisah ribuan tahun akibat adanya tumbukan Lempeng Australia - India dengan Lempeng Itulah yang menyebabkan banyak satwa dan tumbuhan endemik atau yang hanya ditemukan di Pulau Waigeo.

Menurut dia, Waigeo memiliki sebuah gunung tinggi yaitu gunung Danai dengan ketinggian 982 meter dari permukaan laut. Memiliki 80 persen hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder sehingga ditetapkan menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayati Irian Jaya pada tahun 1997.

Keanekaragaman hayati itulah sehingga banyak peneliti datang ke Pulau Waigeo. Pada tahun 1860 peneliti Alfred Russel Wallace telah mendatangi Waigeo. Selanjutnya pada 1906-1907 Thomas Barbour telah mengoleksi amfibi dan reptil di Pulau Waigeo.

Ia menyampaikan pada 1930 penetiti W.J.C. Frost telah mengoleksi burung dari Pulau Waigeo. Lalu pada 1948-1949, ekspedisi Swedia-Belanda melakukan penelitian jenis burung, serangga, dan tumbuhan bersama peneliti dari Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian dengan berbagai bidang keilmuan mulai 2007. Kemudian pada 2014, Penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat bersama organisasi Fauna dan Flora International Indonesia Program (FFI-IP) turut ikut serta dalam penelitian Waigeo.

Hasil penelitian tersebut, tercatat lebih dari 120 jenis pohon di hutan Waigeo. Ada 141 jenis satwa avifauna tercatat di hutan Waigeo. Senyak 24 mamalia dan 30 jenis herpetofauna ada di hutan Waigeo.

"Hutan Waigeo pula mudah menjumpai burung cendrawasih endemik yakni, cendrawasih merah dan cenderawasih botak yang sangat digemari wisatawan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2K6hT0p
April 04, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2K6hT0p
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

PPDB Kota Bandung Terapkan Kuota Zonasi 90 Persen di Sekolah

Semua pihak harus mengikuti aturan yang telah dikeluarkan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung menetapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung 2019 mengacu pada Permendikbud Nomor 51 tahun 2018. Sesuai aturan tersebut maka PPDB ditetapkan berdasarkan sistem zonasi 90 persen.

Kepala Dinas Pendidikan, Hikmat Ginanjar mengatakan, PPDB Kota Bandung menganut 90 persen zonasi. Sementara lima persen perpindahan orang tua, dan lima persen jalur prestasi.

Hikmat menerangkan, sekarang semuanya menggunakan sistem zonasi tanpa terkecuali. Pada intinya menerapkan peraturan berlaku, berpikir bagaimana anak-anak bisa sekolah, bisa lebih murah biaya transportasinya, serta berpengaruh pada aspek psikologi.

"Dibagi empat wilayah. Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Yang di luar zonasi, hanya boleh melalui jalur prestasi," kata Hikmat belum lama ini.

Ia menyebuykan si dalam kuota 90 persen juga memuat RMP dan siswa berkebutuhan khusus. Diharapka  aturan ini bisa menjadi kebijakan yang memberikan keadilan bagi seluruh warga Kota Bandung.

"Kebijakan ini berpihak kepada masyarakat sekitar bahwa di dalamnya terdapat 20 persen RMP dan anak kebutuhan khusus maksimal 3 orang per sekolah. Sehingga mereka bisa diterima dimanapun juga termasuk juga di swasta," tuturnya.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengemukakan pihaknya menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait PPDB. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mengatur sistem zonasi dengan beberapa penyempurnaan.

Menurutnya, dalam sistem PPDB kali ini tetap mengakomodasi calon siswa berbasis zonasi termasuk di dalamnya yang RMP (rawan melanjutkan pendidikan). Data siswa RMP, sebutnya, harus sinkron dengan Basis Data Terpadu yang ada di Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan.

"RMP itu standarnya SKTM (Surat keterangan tidak mampu) yang ada di basis data terpadu yang berlaku sekaran, yang setiap enam bulan sekali divalidasi. Tidak ada lagi SKTM 'kajajaden'," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, semua pihak harus mengikuti aturan yang telah dikeluarkan pemerintah. Setelah itu, baru bisa bicara soal keadilan. Sebab hal ini berhubungan dengan atiran dari pemerintah pusat.

"Kalau mengikuti kehendak pihak tertentu pasti repot, tidak akan beres. Apalagi konsekuensi kalau tidak mengikuti Permendikbud misalkan BOS (bantuan operasional sekolah) dihilangkan, sertifikasi guru juga bisa dicabut," katanya.

Ia menegaskan segera menerbitkan Perwal PPDB Kota Bandung tahun 2019. Ia telah meminta jajarannya untuk menuntaskan secepatnya. Sehingga masih punya waktu untuk sosialisasi agar semua komponen dapat memahaminya secara komprehensif dan dapat mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Sebelumnya pada PPDB 2018, Kota Bandung juga menerapkan sistem zonasi 90 persen. Meskipun ada lima sekolah yang dikecualikan karena jauh dari pemukiman. Namun tahun ini, semua sekolah diberlakukan kuota zonasi yang sama yakni 90 persen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JTBNvp
March 31, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JTBNvp
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 12, 2019

Distan Karawang Distribusikan Ribuan Ekor Ayam untuk Gakin

Bantuan bibit ayam ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan gakin.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, mendistribusikan 473.900 ekor bibit (DOC) ayam kampung, untuk diberikan ke keluarga miskin (gakin). Ratusan ribu ayam itu, akan dibudidayakan oleh 9.478 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang tersebar di empat kecamatan. Dengan bantuan bibit ayam kampung ini, diharapkan kesejahteraan keluarga miskin tersebut bisa meningkat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, M Hanafi Chaniago, mengatakan, bantuan DOC ayam kampung ini bersumber dari Kementerian Pertanian (pemerintah pusat). Tujuannya, supaya keluarga miskin memiliki hewan peliharaan yang punya nilai ekonomis. Dengan memelihara ayam ini, diharapkan ada perubahan penghasilan di keluarga tersebut.

"Memelihara ayam kampung, lebih mudah dibanding hewan ternak lainnya. Karena itu, pemerintah pusat ini, keluarga miskin minimalnya punya peliharaan. Jika sudah besar, ayam tersebut bisa dijual," ujar Hanafi, kepada Republika.co.id, Selasa (12/3).

Untuk satu RTM, lanjut Hanafi, akan mendapatkan 50 ekor anak ayam. Namun, sebelum didistribusikan, DOC ayam tersebut sudah diberi vaksin. Serta, diperiksa kesehatannya.

Alasan, diberi vaksin untuk menghindari terjangkit penyakit gumboro atau Infectious Bursal Disease (IDB), yang kerap kali menyerang ayam. Apalagi, gumboro ini merupakan penyakit menular akut pada ayam, yang masih berumur muda.

Ciri penyakit tersebut, lanjut Hanafi, ditandai dengan peradangan berat pada bursa fabrisius dan bersifat immunosupresif. Yaitu, bisa melumpuhkan sistem pertahanan tubuh ayam. Sehingga, mengakibatkan turunnya respons ayam terhadap vaksinasi. Serta, ayam lebih peka terhadap pathogen.

Adapun gejala ayam yang telah terinfeksi virus IDB, yaitu terlihat lesu, kurang bergairah dan seringnya diam. Serta, nafsu makan dan minum ayam menurun. Jika tak dicegah, maka mengakibatkan kematian massal. Sebab, penyakit ini menular.

"Ayam yang paling rentan terjangkit gumboro, yaitu yang usianya antara tiga sampai enam pekan," ujar Hanafi.

Untuk bantuan DOC ayam ini, didistribusikan ke empat kecamatan. Yaitu, Kecamatan Lemahabang, sebanyak 3.047 RTM. Kemudian, Purwasari sebanyak1.774 RTM. Kecamatan, Talagasari sebanyak 2.276 RTM. Serta, Kecamatan Tirtamulya sebanyak 2.381 RTM.

"Selain Karawang, daerah lain yang mendapat bantuan DOC ayam ini, seperti Indramayu, Bogor, dan Subang," ujar Hanafi.

Sementara itu, Ujang Safei (46 tahun) warga Desa/Kecamatan Purwasari, mengaku, sangat bersyukur dengan adanya bantuan DOC ayam ini. Apalagi, bantuan tersebu terbilang lengkap. Yaitu, telah divaksin serta diberi kandangnya juga. "Jadi, kita tinggal tiap hari memberi makan ayam, supaya cepat besar," ujarnya.

Ujang menuturkan, dirinya ingin budidaya ayam kampung sejak lama. Namun, karena tak punya uang buat beli bibitnya, maka harapan itu sirna. Namun, ternyata di awal 2019 ini, dirinya mendapat bantuan dari pemerintah. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 50 ekor.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ESZG0E
March 12, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ESZG0E
via IFTTT
Share:

Trotoar di Jalan Kalimalang Ini Berisi Tumpukkan Tanah

Trotoar di Kalimalang tidak terawat dan malah berisi tanah merah

Pada umumnya, trotoar yang kita gunakan untuk berjalan biasanya dibuat dari susunan konblok atau beragam material batu lainnya. Tapi entah mengapa penulis menemukan trotoar di Jalan KH Noer Ali Kota Bekasi berisi tumpukkan tanah merah. 

Mungkin sebelumnya trotoar ini adalah trotoar yang sama dengan trotoar-trotoar yang ada pada umumnya. Tapi seiring berjalannya waktu,  trotoar ini sudah mulai tak terawat. Bahkan disekeilingnya pohon-pohon dan tiang listrik terpasang secara tak beraturan. 

Tolong kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki trotoar tersebut, agar pejalan kaki bisa lebih nyaman ketika menggunakan fasilitas publik tersebut.

Pengirim: Tiar, Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tx4i6H
March 12, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tx4i6H
via IFTTT
Share:

Monday, February 18, 2019

Industri Kaca Dalam Negeri Pasok Produk Otomotif

Asahimas Flat Glass memasok kebutuhan kaca enam merek kendaraan Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri kaca dalam negeri PT Asahimas Flat Glass Tbk memasok 90 persen kaca otomotif yang diproduksinya untuk produk otomotif di Indonesia. Tren kebutuhan kaca untuk otomotif sangat bergantung pada produksi kendaraan.

"Sebanyak 90 persen dari total produk kaca otomotif kami sebesar 1,3 juta unit digunakan industri otomotif dalam negeri," kata Corporate Affairs PT Asahimas Flat Glass Rusli Pranadi di Cikampek, Senin (18/2).

Menurut Rusli, setdaknya terdapat enam merek kendaraan Jepang yang menggunakan kaca otomotif milik Asahimas. Keenam merek tersebut yakni Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Izuzu dan Honda.

Rusli menambahkan, tren kebutuhan kaca otomotif sangat tergantung pada pertumbuhan industri otomotif itu sendiri. "Kalau dilihat trennya tetap tumbuh meskipun tidak terlalu tinggi," ungkapnnya.

Adapun pabrik kaca otomotif milik Asahimas terletak di Cikampek, di mana lokasi tersebut berdekatan dengan pabrikan otomotif yang menjadi mitranya. "Iya, karena kalau tiba-tiba butuh kita bisa langsung kirim," ujar Rusli.

Let's block ads! (Why?)


https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/19/02/18/pn47vu370-industri-kaca-dalam-negeri-pasok-produk-otomotif
February 18, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/19/02/18/pn47vu370-industri-kaca-dalam-negeri-pasok-produk-otomotif
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

UGM Terbaik Versi 4ICU

UGM juga menempati peringkat pertama perguruan tinggi di Indonesia versi webometric.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih peringkat pertama pemeringkatan web perguruan tinggi Indonesia versi 4 International Colleges and Universities (4ICU). Ini melengkapi gelar serupa dari webometric yang didapat pekan lalu.

Raihan 4ICU turut menempatkan UGM di tingkat 343 dunia. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan algoritma lima web metrics berbeda empat mesin pencari independen.

Ada Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, Similar Web Global Rank, Majestic Referring Domains dan Majestic Trust Flow. Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi UGM, Widyawan, mengapresiasi pemeringkatan itu.

Ia menilai, peringat itu menunjukkan popularitas UGM dilihat dari banyaknya jumlah kunjungan ke situs UGM. Selain itu, jumlah akses dari luar ke berbagai situs di bawah domain ugm.ac.id.

"Daily page view ke seluruh domain ugm.ac.id mencapai angka 1,1 juta setiap harinya, sedangkan daily visitor-nya 360 ribu per hari," kata Widyawan, Kamis (14/2).

Popularitas situs UGM ditegaskan tidak semata karena dikembangkan dengan tampilan menarik dan navigasi yang memudahkan. Tapi, didukung konten dan informasi yang disebut berkualitas, relevan, dan bermanfaat.

Terlebih, ada infrastruktur yang memadai dan membuat respons di website UGM bisa berjalan cepat. Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan kapasitas bandwith dari waktu ke waktu. 

Pada 2013, kapasitas bandwith yang disediakan hanya 250 mega byte dan terus ditambah hingga saat ini menjadi 6 giga byte. Ia bersyukur ada infrastruktur teknologi informasi yang baik dan bandwith besar.

"Ke depan, kita akan terus memperbanyak infrastruktur TI, bandwith, dan memperbaiki data center supaya akses masyarakat ke website UGM semakin mudah," ujar Widyawan.

Penyempurnaan konten juga akan terus dilakukan dengan membuat tampilan web menjadi semakin menarik. Selain itu, akan diperkaya konten berbahasa Inggris, dan melakukan standarisasi web internal UGM dari sisi konten dan navigasi.

4ICU sendiri merupakan situs direktori pendidikan tinggi internasional yang memberikan ulasan dan peringkat popularitas perguruan tinggi dunia berdasarkan keterkenalan website yang dimiliki. 

Sebelumnya, UGM juga menempati peringkat pertama perguruan tinggi di Indonesia versi webometric 2019. Ini membuat UGM mengungguli setiap perguruan-perguruan tinggi lain di Indonesia.

UGM sendiri berada di atas Universitas Indonesia di posisi kedua, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi ketiga. Selain itu, UGM ada di posisi 157 di Asia Tenggara dan posisi 844 dunia.

Kepala Bidang Humas UGM, Iva Ariani mengatakan, hasil pemeringkatan ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan tiap elemen UGM. Itu menunjukkan capaian UGM mendiseminasikan ilmu pengetahuan, informasi dan karya-karya sivitas akademika.

"Capaian ini sekaligus menjadi tantangan bagi UGM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi menjadi lebih lagi agar website UGM bisa menjadi jendela informasi bagi masyarakat," kata Iva, Rabu (6/2).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DALvMY
February 14, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DALvMY
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 12, 2019

Forum Diskusi Malang Tolak RUU Permusikan

Peserta Forum sepakat menolak RUU dan segala gagasan untuk merevisinya.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Forum Diskusi Terbuka Malang yang merupakan gabungan dari ratusan musisi dan pegiat musik Malang menyatakan sikap untuk menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Banyak pasal yang justru tidak melindungi musisi.

Salah satu pemantik dalam diskusi tersebut, Nova Ruth, mengatakan bahwa setelah melakukan pengkajian bersama, Forum Diskusi Terbuka Malang mengambil beberapa kesimpulan atas RUU Permusikan tersebut salah satunya adalah aturan itu bakal mengekang dan mempersulit praktisi musik.

"Banyak pasal dalam RUUP yang tidak melindungi. Tetapi justru mengekang dan mempersulit praktisi musik sehingga tidak menyelesaikan permasalahan di dunia musik Indonesia, bahkan akan menciptakan masalah baru nantinya," kata Nova, Selasa (12/2).

Forum Diskusi Terbuka RUU Permusikan menyatakan sepakat untuk menolak RUU Permusikan tersebut. Termasuk segala gagasan untuk merevisinya.

Dalam forum itu, melibatkan kalangan musisi modern dan tradisional, pekerja musik, akademisi, pengajar, komunitas musik, dan Malang Corruption Watch (MCW). Dalam kesimpulan yang disepakati pada tanggal 11 Februari 2019, poin lain yang disebutkan adalah tidak ada urgensi dalam pembuatan RUU Permusikan. Bahkan, sejak awal pembuatannya, tidak ada transparansi dalam pembahasan dan tidak melibatkan orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya.

Selain itu, RUU Permusikan tersebut memiliki potensi menimbulkan dampak buruk. Khususnya terkait dengan hal kebebasan dan hajat hidup para pekerja musik di Indonesia.

Sementara itu, salah satu musisi indie asal Kota Malang Albertus Karuniargo Oneding menyatakan bahwa dirinya menolak RUU Permusikan tersebut karena aturan tersebut dinilai bakal mengekang kebebasan berekspresi para musisi dalam berkarya.

"Saya menolak. Karena menurut saya, RUU Permusikan itu tidak tepat. Jika disahkan menjadi UU, bakal mengekang kebebasan berekspresi para musisi dalam berkarya," kata Onedin.

RUU Permusikan yang digodok oleh DPR saat ini dinilai bakal membatasi para seniman dalam berkreasi. Hal itu karena para musisi harus tunduk pada batasan-batasan dan memarginalisasi musisi independen karena tidak memberikan ruang untuk mendistribusikan karya secara mandiri.

Selain itu, adanya sertifikasi dan uji kompetensi berpotensi untuk mendiskriminasi musisi autodidak. RUU mengatur tanpa sertifikasi karena tidak dapat melakukan pertunjukan jika tidak memiliki sertifikasi, atau tidak mengikuti ujian kompetensi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TKfdpH
February 12, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TKfdpH
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Indra Sjafri tak Masalahkan Ezra dan Egy Absen Bela Timnas

Pihak klub tak memberikan izin terhadap dua pemain itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-22 Indra Sjafri mengaku tak mempermasalahkan perihal kepastian Ezra Walian dan Egy Maulana Vikri absen dari Piala AFF U-22. Ini lantaran pihak klub tak memberikan izin terhadap dua pemain itu.

Namun, Indra menegaskan bahwa keduanya wajib hadir ketika Garuda Muda berlaga dalam kualifikasi Piala Asia U-22. Laga itu akan digelar Maret nanti.

"Sudah ada penjelasan resmi dari Sekjen PSSI. Sudah ada surat resmi dari klub mereka bahwa mereka tidak bisa ikut," kata Indra selepas memimpin pemusatan latihan (TC) Timnas U-22 sesi hari kedua pekan keempat di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1). "Ini bukan kalender FIFA juga, jadi saya memaklumi."

Indra mengaku tidak kecewa atas absennya kedua pemain dari timnas U-22 di Piala AFF U-22 dan bahkan turut bahagia. Karena keputusan itu menyiratkan bahwa tenaga keduanya dibutuhkan oleh klub masing-masing, Ezra di RKC Waalwijk (Belanda) dan Egy di Lechia Gdansk (Polandia).

"Saya justru bahagia karena klub juga perlu. Jangan cuma memikirkan timnas (U-22), perkembangan dia di klub juga harus diberi ruang," kata Indra. "Kecuali nanti AFC, dia wajib datang."

Kepastian absennya Ezra dan Egy membuat skuat timnas U-22 saat ini dihuni 28 pemain, termasuk Saddil Ramdani yang masih bersama klubnya Pahang FA di Malaysia dan baru bergabung pada 2 Februari.

Timnas U-22 nantinya akan dihuni 23 pemain terpilih yang bakal diboyong ke Kamboja untuk mulai berlaga melakoni pertandingan pertama penyisihan Grup B pada 18 Februari menghadapi Myanmar.

Selain mengikuti Piala AFF U-22, pasukan Garuda Muda juga akan bertanding pada fase kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. Kemudian dipersiapkan tampil dalam SEA Games 2019 di Filipina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXlpOi
January 29, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXlpOi
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

KPU: Semua TPS Pemilu Harus Ramah Disabilitas

Ketentuan-ketentuan ramah difabel itu akan dijelaskan dalam Peraturan KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan semua tempat pemungutan suara pada pemilu serentak, 17 April 2019, harus ramah bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, ini akan memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

"Bukan TPS (khusus) difabel, melainkan semua TPS itu harus ramah difabel, dan ketentuan-ketentuan ramah difabel itu akan dijelaskan dalam Peraturan KPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara," kata anggota KPU Kabupaten Bantul Arif Widayanto di Bantul, Senin (28/1).

KPU tidak menyebut secara detail TPS ramah penyandang difabel itu. Namun, sesuai dengan ketentuan, TPS tersebut terdapat jalan seperti turunan dengan pegangan di sisi maupun lebar pintu yang bisa untuk masuk pemilih dengan kursi roda.

"Termasuk adanya alat bantu tunanetra atau template dan juga petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang siap mendampingi pemilih apabila diminta untuk mendampingi. Jadi, itu yang dinamakan TPS ramah disabilitas," katanya.

Arif menyebutkan jumlah pemilih dari penyandang disabilitas yang terdata KPU Kabupaten Bantul sampai dengan penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap kedua (DPTHP-2) pada pertengahan Desember 2018 sekitar 2.000 orang dari total sebanyak 707.009 pemilih. TPS Pemilu 2019 yang harus disiapkan KPU Kabupaten Bantul sebanyak 3.040 TPS tersebar di seluruh 75 desa di 17 kecamatan.

"Keberadaannya menyebar, merata di semua kecamatan ada, cuma tidak bisa digeneralisasi di satu TPS (ada berapa difabel), tetapi memang merata, kami ada datanya," kata anggota KPU Kabupaten Bantul dari Divisi Teknis dan Penyelenggaraan itu.

Mengenai adanya template surat suara untuk alat bantu disabilitas tunanetra, Arif mengatakan, KPU masih menunggu aturan mengenai pemungutan suara apakah nanti template disiapkan di TPS yang ada tunanetranya atau di semua TPS. "Kalau pada Pilkada 2015 itu 'kan seluruh TPS ada templatenya. Sekarang ini belum tahu apakah hanya di TPS tertentu sesuai dengan data pemilih di sana ada tunanetra ataukah semua TPS, kami masih menantikan Peraturan KPU-nya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RUlIZZ
January 28, 2019 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RUlIZZ
via IFTTT
Share: