Showing posts with label 2019 at 12:02AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:02AM. Show all posts

Saturday, February 9, 2019

Jokowi: Jangan Pilih Pemimpin yang Hanya Coba-Coba

Jokowi mengatakan pengalaman yang juga penting, yakni memimpin keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat tidak memilih pemimpin yang hanya coba-coba untuk memimpin lebih dari 260 juta warga Indonesia. Sebelum menjadi presiden, Jokowi mengatakan ia meniti pengalaman memimpin dari keluarga, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.

Jokowi mengatakan sebelum menjadi presiden, ia memiliki pengalaman 18 tahun memimpin ketika berwirawasta. Pengalaman memimpin itu dilanjutkan dengan menjadi wali kota Solo dan gubernur DKI.

"Sangat beda sekali mengelola negara besar berarti 514 kabupaten/kota, bukan hal mudah. Jadi jangan sampai 260 juta orang ini kita coba-coba diberikan ke yang belum berpengalaman," kata Jokowi di saat menerima dukungan dari alumni Universitas Trisakti di Basket Hall kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (9/2).

Jokowi pun menceritakan pengalamannya menjadi pemimpin. "Di sini saya menapaki jalan pengalaman pemerintahan dimulai dari bawah, menjadi wali kota dua kali memimpin 600 ribu penduduk Solo, naik memimpin Jakarta  10 juta orang, naik lagi mengelola bangsa besar Indonesia dengan penduduk 260 juta," kata Jokowi.

Pengalaman yang juga penting, ia mengatakan, memimpin keluarga. "Saya cerita sedikit betapa pentingnya pengalaman, pengalaman penting dari sebuah kepemimpinan, pengalaman penting adalah memimpin keluarga. Semua kepemimpinan harus dimulai bagaimana kita mengelola, me-manage keluarga. Nah ini, urusan ini saya punya pengalaman," tambah Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan pernyataan mengenai kebijakan pembangunan infrastruktur. Ia mencontohkan pembangunan moda raya terpadu (mass rapid transit/MRT) dan kereta ringan (light rapid transit/LRT). 

Jokowi mengatakan pembangunan MRT memang akan rugi karena tujuan pembangunannya pelayanan bagi masyarakat. Kendati demikian, ia mengatakan, pemerintah akan mencari solusi untuk memastikan anggaran belanja tidak rugi misalnya dengan pemberlakuan jalan berbayar.

"Kami putuskan subsidi Rp 3 triliun. Saya perintahkan kepala dinas bagaimana menutup subsidi, akhirnya didapatkan Rp 3 triliun dengan electronic road pricing. Saya putuskan kita mulai pembangunan LRT/MRT. Ini adalah keputusan politik yang kita hitung. Kalau hitung untung rugi, LRT/MRT tidak akan kita bangun," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi pun meminta agar pembangunan infrastruktur tidak dijadikan isu yang dibelok-belokkan. "Silakan masyarakat mau pilih jalan tol atau jalan nasional, tapi jangan dibelok-belokkan ada mengatakan 'Pak kami tidak perlu jalan tol, kami tidak makan jalan tol'. Yang nyuruh makan jalan tol ya siapa? Ini adalah pilihan-pilihan silakan, semua negara maju melakukan ini, untuk kemajuan negara kita, bangsa Indonesia," kata Jokowi.

Kemarin, ribuan alumni Universitas Trisakti menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil Presiden RI periode 2019-2024. Jokowi juga mendapat rompi reformasi sebagai juara reformasi.

Jokowi juga menyampaikan peristiwa pada 1998 saat timbulnya reformasi yang didorong oleh demonstrasi oleh mahasiswa termasuk Universitas Trisakti saat itu adalah suatu turbulensi politik. "Demokrasi harus semakin matang dewasa, jadi tidak ada lagi korban seperti 1998 yang merupakan sebuah peringatan bagi kita, bahwa Universitas Trisakti memberikan kontribusi besar kepada reformasi," tambah Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E1luYC
February 10, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E1luYC
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Pidatonya Dinilai Bernada Keras, Ini Tanggapan Jokowi

Jokowi kadang merasa bosan terus berbicara halus.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Calon presiden nomor urut 02 Joko Widodo menyebut tidak masalah pidatonya bernada keras dalam beberapa kesempatan karena sesuai dengan fakta yang ada.

"Yang paling penting menyampaikan fakta, yang paling penting menyampaikan data," kata Joko Widodo di GOR Jatidiri, Semarang, Ahad (3/2).

Ia mengaku, kadang merasa bosan untuk terus berbicara halus sehingga menurut dia tak masalah untuk sedikit bernuansa keras. Hal terpenting yang disampaikan bukan kabar bohong dan kedustaan.

"Ya masak suruh halus terus. Ya kadang-kadang kita kan bosan. Bolehlah keras-keras sedikit-sedikit tidak apa," katanya.

Ia justru menegaskan pentingnya menyampaikan data dan fakta kepada masyarakat luas. "Yang paling penting bukan menyampaikan semburan dusta, yang paling penting bukan menyampaikan semburan kebohongan, yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoaks," katanya.

Jokowi dalam dua kali kesempatan kunjungan kerjanya ke Jawa Timur dan Jawa Tengah akhir pekan ini, memberikan pidato bernada keras dengan menyindir pernyataan-pernyataan lawan politiknya. Hal itu misalnya terkait hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet, pernyataan perbandingan ekonomi Indonesia dengan Haiti, dan pendapat soal Indonesia akan punah pada 2030.

Kerasnya nuansa pidato Jokowi, juga diakuinya untuk memberikan semangat secara khusus kepada para relawan pendukungnya.

"Ya tujuannya memberikan semangat kepada relawan yang dalam dua hari ini yang menyampaikan dukungan kepada kita. Memang perlu militansi dalam setiap kita bekerja," katanya.

Sementara soal serangan yang semakin gencar dari kubu lawan politiknya, Jokowi mengaku tidak merasakan ada serangan.

"Serangan apa? Nggak ada. Serangan apa nggak ada. Nggak ada," kata Jokowi

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WEvUVe
February 04, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WEvUVe
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

BPN Angkat Bicara Terkait Pemeriksaan Rocky Gerung

Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Pemeriksaan Rocky Gerung menjadi catatan tersendiri bagi tim BPN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional (BPN) menilai pemeriksaan pengamat politik, Rocky Gerung merupakan ancaman bagi demokrasi di Indonesia. Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan saat ini seolah-olah masyarakat kehilangan kebebasan untuk berpendapat.

Ia mengatakan, pemerintah terlalu sensitif terhadap kritik yang diberikan oleh masyarakat.

Dahnil menegaskan, pemeriksaan Rocky Gerung menjadi catatan tersendiri bagi tim BPN.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S0slKu
February 02, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S0slKu
via IFTTT
Share:

Chelsea Vs Huddersfield: The Blues Melawan Kesialan

Chelsea vs Huddersfield.

Foto: REPUBLIKA

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D1gQIi
February 02, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D1gQIi
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Pemkab Lebak Tutup Delapan Perusahaan Pasir Putih

Penutupan dilakukan karena masa perizinan perusahaan itu sudah habis.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, secara resmi menutup delapan perusahaan pertambangan pasir putih. Penutupan dilakukan karena masa perizinan perusahaan itu sudah habis.

"Kami minta perusahaan yang ditutup itu tidak beroperasi kembali," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak Dartim di Lebak, Sabtu (19/1).

Pemerintah Kabupaten Lebak akan bertindak tegas bagi perusahaan pertambangan pasir putih yang ditutup jika mereka kembali beroperasi. Saat ini, jumlah perusahaan pasir putih di Desa Citeras dan Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung tercatat 10 perusahaan.

Dari 10 perusahaan itu, di antaranya ada delapan sudah habis masa perizinan hingga 31 Desember 2018. Sedangkan dua perusahaan lainnya habis masa perizinannya hingga Februari 2019.

Pemerintah daerah tidak akan memperpanjang masa perizinan perusahaan pertambangan pasir putih itu. Wilayah Rangkasbitung bebas dari perusahaan pertambangan pasir putih. "Kami berharap perusahaan pertambangan pasir putih yang ditutup itu dapat melaksanakan reklamasi agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MkNgC3
January 20, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MkNgC3
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Sandiaga: Indonesia Bisa Mandiri Seperti Pesantren

Sandiaga ingin pesantren jadi kawah candradimuka untuk menciptakan entrepreneur baru.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan beberapa pesantren sudah mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dan, jika dikelola dengan baik, Indonesia pun bisa seperti sejumlah pesantren di Indonesia yang mampu mengelola sendiri kebutuhan pokoknya.

''Bahkan, (pesantren) mengurus airnya sendiri. Contoh yang baik ini bisa ditiru dalam mengelola negara,'' kata Sandiaga saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Al Usmani di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Baberapa pesantren, kata Sandiaga, mampu memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dari mulai sayur mayur, ikan, tebu hingga air. Sejumlah pesantren sudah mampu mandiri secara ekonomi.

Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, menyebut santri sangat luar biasa karena pengetahuan agamanya sangat baik. Jika juga diberikan pengetahuan tentang perniagaan dan kewirausahaan, dampaknya akan luar biasa bagi kemajuan bangsa. ''Bukan hanya ekonominya yang maju, tapi pembangunan bangsa secara keseluruhan juga ikut maju,'' katanya.

Jika terpilih sebagai pemimpin bangsa bersama Prabowo Subianto, Sandiaga berjanji akan meminta koalisi di DPR segera mewujudkan RUU pesantren. Ia berjanji akan menjadikan pesantren sebagai salah satu kawah candradimuka untuk menciptakan entrepreneur baru. Yakni, para santri yang menciptakan lapangan-lapangan kerja baru.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Sandiaga juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan pedagang Pasar Larangan di Sidoarjo. Ia juga melakukan pertemuan dengan pelaku UMKM di Surabaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TlpK9Y
January 02, 2019 at 12:02AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TlpK9Y
via IFTTT
Share: