Showing posts with label 2018 at 05:58PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:58PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Lima Fakta Menarik Usai MU Gasak Bournemouth

MU masih bertengger di posisi keenam klasemen Liga Primer di bawah Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER – Manchester United (MU) kembali menunjukan keperkasaannya di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Teranyar, MU menggilas tamunya AFC Bournemouth dengan skor 4-1 pada lanjutan Liga Primer Inggris ke-20 di Stadion Old Trafford, Senin (31/12) dini hari WIB.

Keempat gol MU dua di antaranya di cetak gelandang Paulo Pogba menit kelima dan 33'. 

Sedangkan dua gol lainnya disumbangkan Marucs Rashford dan Romelu Lukaku. Sedangkan, gol penghibur the Cherries di cetak Nathan Ake. 

Alhasil, ini jadi kemenangan ketiga bagi Iblis Merah di bawah pelatih interim Solskjaer. Sebelumnya, Ashley Young cs berhasil membekuk Cardiff City, Huddersfield Town. 

Meski masih bertengger di posisi enam klasemen Liga Primer perolehan poin MU saat ini (35) hanya terpaut tiga angka dari Arsenal di tempat kelima. 

Berikut lima fakta menarik usai kemenangan MU atas Bournemouth dilansir Opta, Senin (31/12) : 

  1. Paul Pogba adalah pemain MU pertama yang mencetak gol dalam dua partai berturut-turut. Sebelumnya, dicatata Wayne Rooney pada Desember 2012 
  2. Gelandang asal Prancis Pogba sukses membukukan tiga gol dalam tiga partai terakhir MU di bawah juru taktik Solskjaer 
  3. Bulan Desember menjadi milik Pogba bersama the Red Devils. Sebab, ia mampu menyumbangkan empat assist serta tiga gol dalam kariernya di Liga Primer Inggris musim 2018/2019 
  4. Romelu Lukaku sukses mencatat delapan gol dalam sembilan penanpilannya menghadapi AFC Bournemouth 
  5. MU total mencetak 12 gol dalam tiga partai Liga Inggris untuk kali pertama sejak 21 hingga 31 Desember 2011 silam 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EXUjQ5
December 31, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EXUjQ5
via IFTTT
Share:

PBNU Ingatkan Umat Islam Bertafakur Isi Pergantian Tahun

Umat Islam diimbau tak berlebihan mengisi pergantian tahun dengan bersenang-senang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengingatkan umat Islam agar mengisi pergantian malam tahun baru dengan bertafakur pada Allah SWT. “Pastinya PBNU selalu memberi imbauan, baik (pergantian tahun) masehi dan hijriah agar bagaimana rakyat Indonesia, khususnya umat Islam banyak bertafakur pada Allah SWT,” kata Wakil Sekertaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi kepada Republika.co.id, Senin (31/12).

Menurut dia, umat Islam dapat memanjatkan permohonan pada Allah SWT agar proses pergantian tahun ini tidak banyak diberikan cobaan berupa musibah yang merugikan bangsa. Sebab, pergantian tahun baru bertepatan dengan musim transasional dari penghujan ke kemarau.

Karena itu, Masduki mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam tidak berlebihan mengisi pergantian tahun dengan bersenang-senang. Kendati, perayaan yang sifatnya bersenang-senang tidak dilarang. “Walaupun tak dilarang, tapi yang utama diisi kegiatan spiritual dengan banyak berzikir dan bermunajat ke Allah SWT,” ujar Masduki.

Dia mempersilakan masyarakat merayakan malam pergantian tahun dengan suka cita. Namun, baiknya diniatkan dengan bersyukur pada Allah SWT atas berbagai hal yang sudah dilewati sepanjang tahun.

“Menatap tahun baru, Allah memberi keberkahan dan rahmat, buat kita secara pribadi, rakyat secara komunitas, umat secara agama,” kata dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EWqFtG
December 31, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EWqFtG
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

BMH dan MTT Telkomsel Adakan Khitanan Masal

Khitanan masal digelar di Pare-pare dan Kendari (Sulawesi).

REPUBLIKA.CO.ID, PARE-PARE --  Mengisi libur  semester,   Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), dan Majelis Taklim Telkomsel (MTT) Sulawesi menyelenggarakan khitanan masal.  Kegiatan tersebut diadakan di Pare-Pare (Sulawesi Selatan) dan Kendari (Sulawesi Tenggara).

Khitanan masal di Pare pare diadakan pada Ahad (24/12) dan diikuti sebanyak 36 anak. Di Kendari, khitanan masal digelar pada Rabu (26/12) dan diikuti  50 anak.

"Program khitanan masal  ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap  perintah agama, sekaligus kesehatan masyarakat. Kami berharap, ke depannya, bisa lebih banyak lagi program yang bisa kami  sinergikan dengan Laznas BMH.   Baik  di bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan sebagainya,,” kata perwakilan MTT Regional Sulawesi, Rudi, dalam rilis BMH yang diterima Republika.co.id, Kamis (27/12).

Ketua Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Kadir mengungkapkan kegembiraannya atas terlaksanannya kegiatan tersebut. Menurutnya,  tidak dapat dipungkiri untuk kalangan tertentu, berkhitan biayanya cukup mahal. Adanya program tersebut diharapkan  memberi solusi konkret kepada masyarakat prasejahtera. 

“Khitanan  gratis ini terlaksana berkat bantuan dan kerja sama dengan berbagai  pihak. Manfaatnya dirasakan oleh masyarakat kurang mampu," ucapnya.

Selain khitan, BMH juga menyediakan paket khitanan yang disampaikan sebagai hadiah bagi para peserta berupa perangkat alat tulis, buku, pulpen, tas, sarung, snack, dan uang saku.  "Ini apresiasi yang semoga menghibur adik-adik yang menjadi peserta program ini," imbuh Kadir.

Nardawati,  orang tua Rahim, mengungkapkan kegembiraannya.   “Selain tidak ada biaya, kalau ada khitanan masal anak-anak jadi tidak takut, karena banyak temannya. Kami dari orang tua sangat berterima kasih atas kegiatan ini,"  tuturnya. Ia membawa Rahim,  anak lelakinya yang saat ini duduk di kelas 3 Sekolah Dasar,  untuk dikhitan.

Untuk menyukseskan kegiatan khitanan masal tersebut, Laznas BMH dan MTT Telkomsel melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (ID) dan  Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Adapun pelaksanaannya  dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makassau,  Pare-Pare dan Rumah Sakit Aliyah, Kendari. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CBUtu4
December 27, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CBUtu4
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Mengapa Indonesia tidak Bisa Dapatkan Freeport Gratis?

Ada pasal yang menyandera pemerintah Indonesia yang hanya bisa diselesaikan arbitrase

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Dalam hitungan hari, Holding Industri Pertambangan Inalum akan segera meningkatkan kepemilikannya di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 9.36 persen menjadi 51.2 persen. Ada anggapan jika seharusnya Inalum bisa menjadi pengendali PTFI secara gratis setelah kontrak perusahaan tersebut berakhir di 2021. Apakah memang demikian?

Pengamat Kebijakan Publik Thomas Jan Bernadus mengatakan kontrak Freeport ini tidak sama dengan apa yang berlaku di sektor minyak dan gas (migas). Di sektor migas, jika konsesi berakhir maka akan secara otomatis dimiliki pemerintah dan dikelola oleh Pertamina. 

Dalam peralihan disektor migas pemerintah tidak mengeluarkan uang sepeser pun karena aset perusahaan migas dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah setelah sebelumnya membayar kontraktor lewat skema cost recovery senilai miliaran dolar AS per tahunnya.  

Kontrak PTFI memang akan berakhir di 2021 nanti. Namun klausul dalam kontrak tersebut dinilai mempersulit posisi pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak hingga 2041. Jika tidak memperpanjang, maka Indonesia terancam digugat di pengadilan internasional.

Tidak ada jaminan pemerintah akan menang di pengadilan tersebut. Jika kalah akan diwajibkan membayar ganti rugi senilai puluhan triliun rupiah. Thomas mengatakan Banyak pasal-pasal disitu yang menyandera pemerintah dalam kontrak kerja sama.

"Penyelesaian masalah Freeport tidak segampang mengobarkan jargon nasionalisasi ala Venezuela yang sekarang menjadi negara bangkrut," kata dia.

Sejak 2 tahun terakhir, pemerintah bernegosiasi dengan Freeport McMoRan (FCX), induk PTFI, agar mau melepas kendali mereka di PTFI, membangun pabrik pengolahan baru dan merubah kontrak karyanya (KK) menjadi IUPK dengan imbalan perpanjangan masa operasi hingga 2041.

Penyelesaian masalah Freeport juga bukan sekedar bayar membayar. Ada hal penting lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu berubahnya KK menjadi IUPK. Selama PTFI itu masih berstatus KK, maka selama itu pula kedudukannya sejajar dengan pemerintah. KK juga dianggap sakral karena apa yang tertera disitu setara dengan undang-undang. 

PTFI melakukan eksplorasi dan penambangan berdasarkan KK dengan pemerintah Indonesia yang ditandatangani pada tahun 1967 dan diperbarui melalui KK tahun 1991 dengan masa operasi hingga 2021. 

Terkait dengan masa operasi tersebut, FCX dan pemerintah memiliki interpretasi yang berbeda atas isi pasal 31-2 KK (Term Clause). Pengertian FCX adalah bahwa KK akan berakhir di tahun 2021 namun mereka berhak mengajukan perpanjangan dua kali 10 tahun (hingga 2041).

Pemerintah tidak akan menahan atau menunda persetujuan tersebut secara 'tidak wajar'. "Logikanya kalau kontrak selesai di 2021 bahasanya harus jelas selesai di 2021 titik. Tidak ada lanjutannya lagi," kata dia 

Namun di pasal itu ada tambahan-tambahan kalimat yang memicu interpretasi yang berbeda. Yang berhak menentukan definisi final atas kalimat tersebut adalah pengadilan arbitrase.

Proses panjang arbitrase akan menyebabkan ketidakpastian operasi, membahayakan kelangsungan tambang, serta ongkos sosial ekonomi, khususnya ke Kabupaten Timika dan Provinsi Papua, yang amat besar.

Sebagai gambaran, 90 persen kegiatan ekonomi 300.000 penduduk Mimika bergantung pada operasional PTFI. Akibat proses arbitrase, PTFI bisa saja mengurangi atau bahkan menghentikan kegiatannya disana.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A2L9O1
December 17, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A2L9O1
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Tokoh Lintas Agama Serukan Kerukunan di Tahun Politik

Tokoh umat beragama juga elit politik agar mengurangi pernyataan yang membuat gaduh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Utusan Khusus Presiden Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) meggelar Refleksi Akhir Tahun dan Proyeksi Kerukunan Antar-Umat Beragama pada Tahun Politik di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (13/12). Dalam kegiatan ini, tokoh lintas agama dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Khonghucu menyerukan agar umat menjaga kerukunan di tahun politik.

Utusan Khusus Presiden, Prof Syafiq Mughni mengatakan, para tokoh agama tersebut akan terus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan keadaban untuk kerukunan dan perdamaian bangsa. "Pada 2019, UKP DKAAP bersama-sama pemuka agama Indonesia akan terus melakukan upaya untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di dalam negeri serta mempromosikannya ke luar negeri," ujar Syafiq dalam acara tersebut.

Menyambut Pilpres 2019 mendatang, dia pun berpesan kepada seluruh tokoh umat beragama dan juga elit politik untuk mengurangi pernyataan-pernyataan yang membuat gaduh masyarakat, sehingga kerukunan tetap terjaga seperti pemilu-pemilu sebelumnya. "Turunkan tensi, mengurangi intensitas atau ketajaman statemen-statemen kita. Harus lebih intelektual, lebih akademik," ucapnya saat ditanya Republika.co.id.

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti juga turut menyerukan agar pada tahun politik masyarakat mengedepankan kerukunan. Menurut dia, umat beragama harus siap untuk menghadapi realitas politik.

Apalagi, menurut dia, berbagai riset telah menunjukkan bahwa dalam aktivisme keagamaan saat ini terdapat arus baru yang keluar dari arus utama. Kalau dalam Islam, arus baru tersebut berada di luar Muhammadiyah ataupun NU.

"Ini saya kira sebauh realitas. Tapi kita tidak perlu khawatir karena munculnya arus baru itu hanya disebabkan faktor politik dari pada faktor teologis," kata Mu'ti.

Mu'ti mengatakan, pada tahun ini umat beragama juga memiliki tantangan yang cukup berat lantaran banyaknya ujaran kebencian ataupun pelintiran kebencian. Karena itu, menurut dia, tokoh agama memiliki peran penting untuk menguatkan komunikasi antar umat beragama.

"Pengautan Pancasila sangat penting, tapi lebih dari itu kita juga perlu lebih sering melakukan komunikasi, pertemuan-pertemuan, sehingga kita bisa membangun kedekatan di antara pemeluk agama," jelas Mu'ti.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SLcfQG
December 13, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SLcfQG
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Anies Heran Kabar Erwin Aksa Masuk Bursa Cawagub

Erwin Aksa tidak berasal dari Gerindra ataupun PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget dan heran mengenai beredarnya informasi yang menyebutkan pengusaha Erwin Aksa diusulkan untuk menjadi kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Bagi Anies, isu tersebut tidak masuk akal.

"Saya juga kaget mendengar gosip itu. Menurut saya, gosip ini beredar karena rendahnya kemampuan berpikir kritis untuk bisa percaya gosip ini. Begitu muncul beritanya, saya heran, siapa ini yang iseng muter nama ini," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/12).

Anies juga menilai kabar tersebut tak masuk akal. Sebab Erwin Aksa bukan berasal dari kedua partai pengusungnya bersama Sandiaga Uno saat pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu, yakni PKS dan Gerindra.

Ditambah lagi, PKS dan Gerindra telah sepakat akan menyerahkan kursi nomor dua DKI tersebut pada PKS. Dengan catatan para kandidat yang diusulkan harus mengikuti mekanisme seleksi uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" oleh kedua partai tersebut.

"Mungkinkah nama barunya dari Partai Golkar? bagaimana gitu? Wong PKS sama Gerindra saja itu belum sepakat di antara mereka, tahu-tahu muncul nama ketiga, ya PKS pasti nggak mau terima, Gerinda juga pasti nggak mau terima. Karena namanya adalah ini dari DPP Golkar gitu. Karena itu saya bilang jika memiliki kemampuan berpikir kritis pasti langsung berpikir hal ini tak masuk akal," ucap Anies.

Sebelumnya, sempat ramai diberitakan bahwa ada nama baru yang dianggap cocok mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni pengusaha Erwin Aksa. Kabar tersebut mencuat, karena peneliti Abdul Haji Talaohu menyebut bahwa Erwin Aksa bisa jadi jalan tengah karena lamanya proses penentuan pengganti Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto yang merupakan calon presiden pada pilpres 2019 mendatang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qkcplm
December 07, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qkcplm
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Angin Puting Beliung Terjang Bogor

Angin puting beliung saat menerjang kota Bogor

EMBED
Terjangan angin puting beliung terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Angin puting beliung memporak porandakan pemukiman warga di kawasan Batutulis, Bogor Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 WIB.

Terjangan angin puting beliung dikabarkan terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur wilayah Bogor. 

Berikut video detik-detik saat puting beliung menerjang wilayah Batu Tulis, Bogor.

  • Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo
  • Video:
  • Istimewa

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AXW23g
December 06, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AXW23g
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Musik Bantu Tingkatkan Semangat dan Fokus

Saat mendengarkan musik favorit, tubuh akan mengeluarkan hormon pemicu kebahagiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengarkan musik dapat memberi efek terhadap perasaan seseorang. Manfaat lainnya juga dapat menambah semangat saat beraktivitas, bahkan dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus.

Manfaat musik pada otak ini dilakukan oleh Simone Ritter dari Radbound University di Belanda dan Sam Ferguson dari University of Technology Sydney, Australia. Mereka melakukan riset terhadap 155 orang untuk mengetahui efek yang ditimbulkan musik terhadap kemampuan kognitif seseorang.

Partisipan dibagi menjadi beberapa kelompok dan harus mendengarkan satu dari empat genre musik yang berbeda, yakni bertempo tenang, bahagia, sedih dan gelisah, serta grup yang tidak mendengarkan musik apa pun. Setelah musik mulai diperdengarkan, partisipan mulai mengerjakan beberapa tugas terkait dengan kemampuan kognitif otak.

Dari hasil analisa penelitian, ditemukan grup yang mendengarkan musik dengan tempo cepat atau bertema bahagia dapat memberikan solusi yang inovatif dalam menghadapi masalah serta dapat memberikan ide-ide kreatif. Hasil penelitian Teresa Lesiuk dari University of Windsor, Kanada, pun menguatkan studi tersebut.

Dalam penelitian ini,  musik dapat membantu menyelesaikan tugas repetitif lebih cepat dengan kesalahan yang minim. Dampak positif ini bukan berasal dari musik saja, namun, efek dari lagu terhadap mood pendengarnya.

Saat mendengarkan musik favorit, tubuh akan mengeluarkan hormon pemicu kebahagiaan seperti dopamin dan serotonin. Pekerja pabrik, akuntan, bahkan dokter bedah pun gemar mendengarkan musik untuk meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Menurut multi-instrumentalis Will Henshaw, jenis musik yang paling cocok untuk membantu seseorang lebih fokus bergantung pada tipe otak. Namun, musik elektronik bertempo cepat (dance atau trance) yang kemudian diikuti dengan musik bertempo lambat, seperti musik klasik adalah pilihan terbaik.

Salah satu aplikasi streaming musik yang dapat menjadi rujukan adalah Deezer. Aplikasi musik streaming ini memberikan sentuhan personal dengan library musik berkualitas baik dan besar, yaitu sebanyak lebih dari 53 juta lagu.

Saat pengguna baru memasuki aplikasi Deezer, mereka akan diminta memilih maksimal lima pilihan genre musik favoritnya dari beragam genre musik yang disediakan oleh Deezer. Setelah genre musik dipilih, algoritma cerdas yang dimiliki Deezer mulai mempelajari selera musik penggunanya dan akan memberikan rekomendasi musik sesuai dengan genre yang disukai oleh penggunanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AS1Zit
December 05, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AS1Zit
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Pola Pembelian CBP Diubah, Bulog: OP tak Terpengaruh

Tahun depan, pemerintah tidak membayar secara keseluruhan CBP melainkan bertahap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak ada perubahan signifikan kepada masyarakat terhadap pola baru sistem pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sebab, perubahan tersebut hanya mencakup pola pembayaran.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pemerintah menganggarkan Rp 2,5 triliun atau setara dengan 250 ribu hingga 260 ribu ton beras. "CBP itu bukan serapan, CBP itu pengelolaan cadangan beras pemerintah. Tahun-tahun sebelumnya, 2018 ke belakang menggunakan pola lama," katanya, Kamis (29/11).

Pola lama tersebut yakni, pemerintah membeli beras Bulog dengan anggaran Rp 2,5 triliun senilai 250-260 ribu ton. Tapi, saat melakukan Operasi Pasar (OP) atau bencana alam, CBP tersebut yang adalah milik pemerintah akan digunakan.

"Yang kami gelontorkan itu beras pemerintah," ujar dia. Seperti diketahui, penggunaan CBP adalah untuk stabilisasi harga, bencana alam dan bantuan internasional.

Namun, mulai tahun depan pola pembelian ini akan diubah. Pemerintah tidak membayar secara keseluruhan melainkan bertahap.

"Misalnya hari ini kita keluarkan 100 ton itu langsung lapor ke pemerintah untuk segera diganti. Dengan pola begitu, hanya yang keluar saja yang diganti pemerintah," katanya. Cara baru ini dinilai lebih efisien bagi pemerintah.

Selama ini Bulog menyimpan stok pemerintah, merawat dan mengelolanya untuk tetap baik saat dikeluarkan. Pemerintah mengharapkan tahun depan ada stok Bulog hingga 1,5 juta ton beras.

"Artiya Bulog diminta siapkan 1,5 juta ton tapi kalau terpakai 750 ribu ton, ya sisanya buat Bulog jual sendiri," ujarnya.

Bulog sebagai badan usaha juga bertugas menjual secara komersial sesuai dengan harga pasar. Hal ini dilakukan untu tetap mendapat keuntungan sebagai korporasi.

Saat ini, beras komersil milik Bulog hampir mencapai 800 ribu ton. Sedangkan CBP di angka lebih dari satu juta ton.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RlT9Ap
November 29, 2018 at 05:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RlT9Ap
via IFTTT
Share: