Showing posts with label 2018 at 07:51PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:51PM. Show all posts

Sunday, December 9, 2018

BPD DIY Bantu 10 Mahasiswa Amikom Berprestasi

Mereka yang unggul ini nantinya tidak hanya jadi pekerja, tapi bisa berwirausaha.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bank BPD DIY memberikan bantuan kepada 10 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Amikom Yogyakarta. Bantuan itu berupa dana CSR yang diberikan kepada mereka yang berprestasi.

Proses serah-terima dana CSR itu secara simbolis diberikan Direktur Umum PT Bank BPD DIY, Cahya Widi kepada Ketua Yayasan Amikom, Muhammad Idris Purwanto. Bantuan diberikan sudah dalam bentuk buku tabungan.

Penerima atas nama Mita Pertiwi, Miko Kastomo Putro, Haryo Suryantoko, Tri Marti Rahman Nika, dan Satrio Yudho Pangestu. Ada pula Wahyu Romadhon, Muhammad Fikri Najib, Firman Hidayat, Wahid Nur Hadi dan Novriza Arrahmah.

Pada kesempatan itu, turut hadir Bendahara Yayasan Amikom, Ketua Program Studi Kewirausahaan dan Direktur Kemahasiswaan Amikom. Hadir pula Direktur Pemasaran, Direktur Kepatuhan dan Pimpinan Divisi SDM Umum BPD DIY.

Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, Agus Tri Murjanto mengatakan, dana CSR yang diberikan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BPD DIY. Utamanya, dalam mencetak mahasiswa-mahasiswa unggul.

Sebab, lanjut Agus, mereka yang unggul ini nantinya tidak hanya jadi pekerja, tapi bisa berwirausaha. Minimal, mereka akan bisa meningkatkan diri di bidang-bidang lain yang tentunya positif.

Ia berharap, kerja sama antara Universitas Amikom Yogyakarta dan Bank BPD DIY bisa senantiasa terjaga baik. Sebab, itu sesuai pula moto BPD DIY untuk bisa berkembang bersama.

"Itulah kenapa Bank BPD DIY siap mendukung layanan untuk Amikom, baik untuk mahasiswa, pembangunan infrastruktur, maupun layanan lain yang berkaitan dengan dunia perbankan," kata Agus, Jumat (7/12). 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zZjGNx
December 09, 2018 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zZjGNx
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Wacana Pemangkasan SKS Harus Dikaji Ulang

Jumlah SKS yang saat ini diterapkan tidak menghambat penelitian dosen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dosen Ilmu Hukum di Universitas al-Azhar Indonesia, Prof Suparji Ahmad menilai wacana pemangkasan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) pada jenjang sarjana dan diploma mesti dikaji kembali. Kajian yang mendalam dinilai penting agar ketika kebijakan tersebut diimplementasikan tidak menimbulkan masalah.

“Langkah tersebut harus dikaji mendalam agar tidak menimbulkan masalah dan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman,” kata Suparji saat dihubungi Republika, Senin (3/12).

Pemangkasan SKS yang dilatarbelakangi minimnya penelitian dosen akibat sibuk mengajar, menurut dia tidak sepenuhnya benar. Karena berdasar pada pengalamannya, jumlah SKS yang saat ini diterapkan tidak menghambat penelitian dosen. Karena dosen masih memiliki banyak waktu senggang, jika memang bermaksud meneliti di luar kegiatan mengajar.

“Yang ada, lemahnya penelitian para dosen itu karena faktor apresiasi dan implementasi hasil penelitian yang kurang dan tidak maksimal,” tegas dia. Sehingga, acapkali hasil penelitian para dosen hanya menjadi dokumentasi dan tumpukan kertas di perpustakaan.

Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mewacanakan untuk memangkas jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) pada jenjang sarjana (S1) dan diploma. Namun berapa jumlah SKS yang akan dipangkas masih dikaji oleh pihak Kemenristekdikti.

Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan, saat ini bobot SKS untuk S1 mencapai 144 SKS dan diploma mencapai 120 SKS. Jumlah SKS tersebut dinilai terlalu berat,menghambat kreativitas mahasiswa, dan juga membebani pembiayaan.

"Saya kira untuk S1 jadi maksimal 120 SKS, dan D3 90 SKS itu sudah cukup," kata Nasir.

Selain mahasiswa, kata Nasir, bobot SKS tersebut juga dinilai membebani dosen. Karena dengan jumlah SKS tersebut, dosen terlalu sibuk mengajar di kelas dan lupa melakukan penelitian.

"Kalau SKS nya terlalu banyak, mahasiswa dan dosen tidak bisa mengeluarkan kemampuannya dengan baik dan dosen tidak bisa melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas mengajar," ucap Nasir.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UaIqKP
December 03, 2018 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UaIqKP
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

HUT KPR BTN ke-42, BTN Gelar 19.760 Akad KPR Massal

Bank BTNmenyalurkan KPR untuk pembiayaan 4,29 juta unit rumah sejak 1976

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kredit Pemilikan Rumah yang jatuh pada 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengadakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kontribusi dalam menyukseskan Program Satu Juta Rumah. Salah satu kegiatan tersebut adalah akad KPR massal.

Akad KPR massal kali ini dilakukan serempak di seluruh Indonesia sejak 23 November hingga 7 Desember 2018. Akad KPR merupakan salah satu prosedur yang dilakukan debitur setelah pengajuan pinjamannnya disepakati bersama Bank.

“Kami menggelar akad KPR massal kembali ke kampung halaman di mana KPR BTN pertama kali dirilis oleh Bank BTN dengan  harapan Bank BTN tetap konsisten mengemban misi awal ketika pertama kali diluncurkan yaitu membantu mewujudkan rumah yang layak bagi masyarakat Indonesia,” kata Direktur Bank BTN, Budi Satria  usai meninjau akad KPR massal di Kantor Cabang BTN di Karang Ayu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/11).

Sejak mengemban kepercayaan dari Pemerintah sebagai bank penyalur KPR, Bank BTN terus berinovasi mengembangkan produk KPR disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat Indonesia. Hasilnya, sejak 1976 hingga Oktober 2018, atau kurang lebih 42 tahun, Bank BTN telah membantu merealisasikan 4,29 juta unit rumah impian bagi keluarga Indonesia, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi. 

“Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun untuk lebih dari 4 juta keluarga dari kelas bawah menengah maupun atas,” ujar Budi.

Target KPR Bank BTN terus menanjak seiring dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan perumahan layak bagi rakyat, baik dari sisi pembiayaan maupun penyediaan properti. Komitmen tersebut, menurut Budi, sangat penting sebagai pegangan bagi perbankan maupun developer untuk aktif membangun dan membiayai proyek properti.

“Dengan 42 tahun pengalaman kami menyalurkan KPR, Bank BTN siap mendukung pemerintah menyukseskan program penyediaan dan bersedia menjadi mitra pengembang untuk perumahan yang layak bagi masyarakat,” tuturnya.

Budi optimistis citra Bank BTN sebagai Bank KPR akan tetap kuat di tengah persaingan produk KPR karena sejumah alasan. Pertama, Bank BTN menjadi bank yang memiliki beragam produk KPR yang inovatif disesuaikan dengan segmen nasabah yang dibidik.

“Kami sudah memiliki KPR Mikro, KPR ABCG selain KPR Subsidi untuk melayani masyarakat segmen menengah bawah. Kedua, Bank BTN juga mengembangkan produk pendukung KPR, misalnya produk tabungan perencanaan yaitu tabungan SIAP, dan yang terbaru tabungan Simuda,” kata Budi.

Budi menambahkan, alasan ketiga, Bank BTN pro-aktif merangkul pihak swasta berkolaborasi untuk memudahkan masyarakat kelas bawah mengakses KPR Subsidi diantaranya dengan perusahaan ojek online dan taksi. Alasan ketiga, Bank BTN responsif terhadap kebutuhan dan kemampuan segmen masyarakat menengah yang saat ini mayoritas dihuni oleh generasi milenial.

“Kami telah merilis program KPR Gaeesss yang dirancang dengan keinginan dan kondisi para milenial untuk memudahkan mereka mendapatkan penyaluran kredit perumahan,” jelasnya.

Alasan kelima, kepercayaan masyarakat terhadap Bank BTN untuk pembiayaan perumahan. Sedangkan yalasan keenam adalah Bank BTN  menjadi bank satu-satunya yang berkomitmen meningkatkan supply atau pasokan rumah untuk dibeli masyarakat lewat program pelatihan wirausaha  properti dengan Housing Finance Center dan menggandeng perguruan tinggi untuk menciptakan wirausaha properti/developer berkualitas untuk mendongrak ketersediaan rumah layak.

”Yang terakhir dan terus akan kami tingkatkan adalah digitalisasi perbankan untuk mempermudah menabung hingga mendapatkan pembiayaan, kami sudah merilis portal BTN Properti untuk memudahkan pengajuan KPR Online, dan portal rumahmurah BTN. Selain tujuh faktor di atas, citra Bank BTN sebagai Bank KPR dikuatkan oleh kemampuan manajemen Bank BTN dalam menerapkan good corporate governance,” kata Budi.

Selain menggelar akad massal, rangkaian HUT KPR BTN sebelumnya juga dimeriahkan dengan acara funbike dan akan ditutup dengan acara talkshow yang merangkul audiens maupun narasumber milenial dengan mengangkat tema khusus mengenai strategi Bank BTN 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rcqNgJ
November 30, 2018 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rcqNgJ
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Konser Kepedulian AIDS 2018 Sarana Edukasi Remaja Bali

Konser digelar di Lapangan Parkir Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar.

REPUBLIKA.CO.ID,  DENPASAR -- Panitia AYO!Kita Bicara HIV & AIDS bekerjasama dengan Yowana Padangtegal Ubud dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tahun ini kembali mengadakan konser kepedulian dalam rangka memperingati Hari AIDS  Internasional yang jatuh pada 1 Desember 2018. Kegiatan  yang menjangkau dan mengedukasi lebih banyak remaja di Bali ini akan digelar di Lapangan Parkir Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar.

"Ini merupakan program edukasi HIV AIDS mengingat kasusnya di Bali cukup tinggi. Sejak 2010, kami terus menjalankan program-program yang lebih banyak menjangkau remaja di seluruh Bali," kata Koordinator Acara Konser Kepedulian Hari AIDS Sedunia 2018, Dodok di Kubu Kopi, Denpasar, Kamis (29/11).

Dodok berharap acara yang digelar 1 Desember mendatang ini mendorong individu dan berbagai komunitas di Bali untuk beraksi lebih kuat membalikkan stigma sosial, kultural, diskriminasi, dan kekeliruan informasi tentang orang yang terinfeksi HIV AIDS. Sejak tahun lalu konser ini sudah dihadiri lebih dari 10 ribu remaja.

Ada sejumlah paradigma keliru tentang penderita HIV AIDS. Pertama, AIDS penyakit mudah menular. Padahal sesungguhnya HIV AIDS sama dengan penyakit kronis lainnya yang ditularkan lewat hubungan seksual berisiko, ASI, cairan kelamin, penggunaan bersama jarum suntik, dan kontak darah dengan penderita.

Kedua, HIV tidak ada obatnya. Saat ini sudah ada antiretroviral untuk melemahkan dan memperlambat perkembangan virus HIV di tubuh penderita. Ketiga, orang yang tertular HIV AIDS pasti meninggal. Sepanjang penderita melakukan pemeriksaan dan pengobatan dini, menjalani pengobatan teratur, maka mereka bisa berusia panjang.

Keempat, penderita HIV AIDS tidak bisa punya anak. Faktanya dengan program khusus, dokter bisa mengambil langkah tertentu pada ibu hamil yang terinfeksi virus ini guna menyelamatkan janinnya.

Sekretaris KPA Gianyar, Agung Suardana mengatakan penanggulangan AIDS perlu melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga sosial masyarakat, dan masyarakat sendiri. Ia mencontohkan kasus HIV AIDS di Gianyar sejak 2010 mencapai 295 kasus dan meningkat menjadi 1.429 kasus per Juni 2018.

"Secara akumulatif Gianyar 7,4 persen dari keseluruhan Bali," katanya.

Setiap bulannya rata-rata ada penemuan satu hingga dua kasus HIV AIDS per kecamatan. Suardana mengatakan ini baru kasus yang tercatata, sementara yang tidak tercatat jumlahnya diyakini lebih banyak.

Data menunjukkan semakin banyak penemuan kasus HIV AIDS di Bali. Namun, kabar baiknya adalah semakin banyak pula masyarakat yang berinisiatif melakukan tes HIV AIDS, sehingga pembaharuan data bisa terus dilakukan.

Acara akan dimulai yoga pagi bersama Master Yoga Padangtegal Ubud, I Ketut Arsana, dilanjutkan dengan workshop zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, otong rambut gratis, acara musik, dan kesenian. Musisi Bali yang terlibat, antara lain Navicula, Antrabez, Griya Faria, komedian Ofven dan Sengeng, Everest, Dance4Life Team, dan Matasiwa Band.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FPFdNK
November 29, 2018 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FPFdNK
via IFTTT
Share: