Showing posts with label 2019 at 07:58PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:58PM. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Ashanty Sebut Passion Resep Sukses Jalankan Bisnis

Menurut Ashanty passion adalah resep untuk memulai bisnis baru

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Sebagai figur publik yang memiliki bisnis, Ashanty memberikan saran kepada para pebisnis baru di Indonesia. Menurut istri dari musisi Anang Hermansyah itu, resep untuk memulai bisnis harus yakin dan memiliki passion.

“Yakin dan artinya bukan hanya dijual, tapi ada atau tidak passionnya. Kenapa aku tidak bisnis fesyen? Karena aku suka tapi aku tidak mengerti,” ujar Ashanty di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan tak ingin menjual sesuatu hanya dikarenakan uang atau keuntungan di belakangnya yang mengekor. Biasanya bisnis yang dijalankan dengan prinsip seperti itu tidak akan pernah berhasil.

Penyanyi yang memiliki bisnis kosmetik, kuliner, dan es jus pelangsing itu menuturkan selalu mencoba produk yang akan dia jual terlebih dahulu. Jika setelah dicoba lalu berhasil, maka dia baru percaya diri untuk menjualnya.

“Misalnya jus pelangsing aku selalu pakai dulu selama satu tahun habis lahiran ketika berat badan naik 28 kilogram dan aku berhasil. Baru aku jual ke pasaran,” ungkap dia.

Ashanty mengaku tak ingin menjual barang atau sesuatu yang tak jelas hasilnya kepada masyarakat. Karena itu, dia meminta kepada pebisnis pemula untuk mencari passion dalam berbisnis lalu mempelajarinya agar mengetahui perihal produk yang dijual.

Dia menekankan kepada para pebisnis pemula untuk tak coba-coba menjual sesuatu yang diri sendiri tidak suka. Terlebih jika alasannya hanya karena ikut-ikutan orang lain dan demi mendapatkan keuntungan.

Ibu dari Arsy dan Arsya itu menyarankan untuk menggali kesukaan dan potensi yang ada dalam diri, lalu berkeyakinan untuk bisa menjualnya. “Aku dulu tidak yakin aku bisa begini, tidak yakin bisa begitu. Tapi aku yakin dan akhirnya itu tergali menjadi sebuah motivasi dan akhirnya bisa aku kerjakan,” jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wqTo4c
May 27, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wqTo4c
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

Mandiri Syariah Bantu 1.000 Anak Yatim Beli Baju Lebaran

Direktur Utama Mandiri Syariah ajak masyarakat muliakan anak-anak yatim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyelenggarakan program Sahabat Belanja Yatim dengan mengajak 1.000 anak yatim berbelanja pakaian Lebaran untuk menyambut Idul Fitri 1440 H. Acara berlangsung pada hari Ahad, 26 Mei serentak di Kantor Pusat Jakarta dan tujuh Region Office Mandiri Syariah di seluruh Indonesia.

Belanja Sahabat Yatim dihadiri Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, jajaran Direksi dan senior management dan SEVP serta nasabah Mandiri Syariah. Sementara Sahabat Belanja Yatim di Region dipimpin masing-masing Region Head.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari menyampaikan memuliakan anak yatim adalah perintah Allah SWT dan rasul-Nya. Ramadhan merupakan momen tepat untuk berbagi dan peduli sesama terutama anak yatim yang kurang beruntung.

"Di bulan suci ini, kami ingin turut serta memuliakan dan menyantuni mereka" kata Toni dalam siaran pers.

Toni menambahkan dalam menjalankan bisnis Perusahaan, Mandiri Syariah mengemban misi salah satunya adalah meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR). Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program CSR Mandiri Syariah.

Ia mengatakan dalam menjalankan bisnis, Mandiri Syariah tidak hanya bertujuan mencari profit semata tapi keberadaan kami harus dapat memberikan kontribusi bagi people (umat) dan planet (negeri). Sementara itu Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza menambahkan pada program ini setiap anak diberikan anggaran Rp 500 ribu untuk berbelanja baju pakaian Lebaran.

Program Sahabat Belanja Yatim telah dilaksanakan sejak 2017. Di Jakarta tahun ini acara diadakan di Halal Park GBK Senayan, distrik halal yang ada di tengah kota dimana dilengkapi oleh berbagai stand yang menjual busana muslim dan makanan halal yang dikemas dengan konsep ramah lingkungan merupakan pilihan baik saat ini.

"Insya Allah setiap tahunnya kami juga melibatkan nasabah dan pegawai sebagai sahabat yang mendampingi anak-anak berbelanja kebutuhan Lebaran. Kami berharap kegian ini menambah semangat anak-anak dalam menjalankan puasa dan menyambut Lebaran" kata Reza.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wjN2nh
May 26, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wjN2nh
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Baznas Harap Zakat Digital di Indonesia Jadi Inspirasi Dunia

Baznas berharap platform digital dapat terus munculkan inovasi kemudahan berzakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak masyarakat yang mengandalkan transaksi digital untuk memudahkan segala aspek kehidupan. Mulai dari perbankan, belanja, hingga untuk berbagi.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menuturkan, sejak dikenalkan pada 2016 silam, animo masyarakat untuk berzakat melalui digital terus mengalami peningkatan.

Hingga kini, 10 persen dari total zakat nasional berasal dari transaksi zakat digital. Dia juga memperkirakan 2020 nanti, zakat digital terus berkembang hingga sepertiga atau 30 persen dari total keseluruhan zakat. 

"Sekarang 10 persen atau sekitar Rp 28 miliar dapat diraih melalui zakat digital," kata Arifin saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/5).

Dia mengatakan saat ini, muzaki masih lebih banyak yang mengandalkan pembayaran konvensional, khususnya para generasi tua yang memang cukup awam dengan era digital. Di sis lain, Baznas juga tidak memaksakan para muzaki untuk berpindah dari zakat langsung ke zakat berbasis digital.

"Jadi untuk generasi tua, kami biarkan berzakat melalui mode konvensional seperti counter, transfer bank, atau moda pembayaran langsung. Tapi anak-anak muda, kami layani dengan digital seperti ini dan sangat luar biasa Responsnya terhadap zakat digital ini," kata Arifin.

Sejak 2016 lalu, target zakat digital selalu terpenuhi, bahkan melampaui target. Seperti Ramadhan tahun ini, Baznas menargetkan Rp 8,5 miliar terkumpul dari zakat digital. Meksi belum tercapai, Arifin yakin nantinya target tersebut akan cepat tergapai.

"Memang masih belum, karena kebanyakan masyarakat itu berzakat di tanggal-tanggal akhir ramadhan. Tapi saya optimis dengan zakat digital ini," kata dia.

Dia berharap, kedepannya, zakat digital ini dapat melahirkan inovasi baru yang dapat lebih menarik minat generasi muda untuk berzakat dengan lebih menyenangkan, nyaman dan aman. Inovasi ini, kata dia juga diharap mampu menginspirasi dunia bahwa digital bukan hanya dapat diandalkan sebagai alat pemermudah transaksi bisnis dan perbankan, tapi juga sebagai pemudah penuntasan kewajiban sebagai Muslim.

"Saya kira dengan bertambahnya generasi milenial, maka kami akan lebih giat melahirkan gagasan di zakat digital, sehingga generasi muda dapat lebih mudah berzakat dengan menyenangkan dan terpercaya. Kami berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi dunia sehingga digital bukan hanya digunakan sebagai transaksi bisnis atau entertain tapi iya sebagai alat untuk berbagi," tutup dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MhlIRk
May 24, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MhlIRk
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Paus ‘Agen Intelijen‘ Rusia Ternyata Hewan Terapi

Nelayan Norwegia di perairan Arktik menemukan paus beluga sepanjang 4 meter

Fiskeribladet menyampaikan pada Selasa (07/05) bahwa ikan paus misterius bertali yang mendekati perahu nelayan Norwegia bisa jadi milik pusat selam di Rusia. Para nelayan Norwegia di perairan Arktik menemukan paus beluga sepanjang 4 meter berusaha melepaskan tali pengikat di tubuhnya dengan menggesekkan dirinya ke badan perahu.

Seorang nelayan akhirnya membantu melepaskan tali itu dan setelah memeriksa tali pada paus, mereka menemukan kamera bertulisan ‘‘peralatan milik St. Petersburg‘‘ dalam bahasa Inggris.

Angkatan militer Norwegia tertarik dengan hadirnya paus berkamera yang menurut para ahli adalah alat mata-mata Angkatan Laut Rusia. Terlihat di pelabuhan Hammerfest, Norwegia, ikan paus beluga itu terlihat sangat nyaman dikelilingi oleh orang-orang yang ingin membelainya.

Biasa menarik perahu

Menurut Fiskeribladet, ikan paus jinak bukanlah hasil dari latihan militer melainkan karena paus terbiasa dikelilingi dan bermain bersama anak-anak. Seorang mantan jurnalis mengatakan bahwa paus tersebut sangat mirip dengan Semyon, paus terapi yang dipelihara pusat selam di bagian utara Rusia.

‘‘Ketika saya melihat paus itu, sekilas ia tampak mirip dengan berita yang pernah kami buat,‘‘ kata Morten Vikeby, mantan reporter Fiskeribladet, sambil menunjukkan video paus Semyon yang sedang bermain dengan anak-anak.

‘‘Paus ini mengenakan tali di tubuhnya karena ia biasa menarik perahu anak-anak. Inilah sebabnya ia terlihat begitu sosial.‘‘ Vikeby juga menambahkan bahwa ia tidak dapat 100 persen menjamin bahwa paus itu adalah paus yang sama dengan yang pernah ia lihat.

‘Seekor paus yang baik‘

Video yang dibuat oleh stasiun TV lokal Rusia pada tahun 2008 menunjukkan Semyon melakukan sejumlah trik saat ia bermain dengan anak-anak. Video tersebut juga menunjukkan seekor singa laut pernah menyerangnya saat Semyon masih kecil. Ia lalu diselamatkan dan dibawa ke pusat selam di pinggir kota Murmansk yang kemudian dilatih sebagai hewan terapi untuk membantu anak-anak sekolah dan berkebutuhan khusus agar dapat terhubung kembali dengan alam.

Jorgen Ree Wiig, Inspektur Kementrian Kelautan dan Perikanan Norwegia, juga ikut menyatakan bahwa berita terbaru tentang paus itu cukup ‘'mengagetkan''.

‘‘Kami mengira bahwa paus tersebut dipergunakan sebagai alat spionase dan perang, tetapi nyatanya ia hanyalah seekor paus yang baik dan nyaman dengan orang-orang di sekitarnya,‘‘ tambah Wiig pada Fiskeribladet menanggapi perihal paus beluga yang dapat hidup hingga 50 tahun tersebut.

Kementrian Kelautan dan Perikanan juga menambahkan bahwa, sejauh ini tidak ada pusat selam yang melaporkan adanya paus hilang. Media Norwegia sebelumnya juga mengatakan bahwa staf mereka telah mempertimbangkan untuk memindahkan paus tersebut ke pusat pemeliharaan hewan di Islandia bersama dengan dua paus betina lain asal Tiongkok.

(ed: sng/ts )

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VvWALe
May 09, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VvWALe
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Prihatin, Sampah Plastik Berserakan di Pasar Tanah Abang

Sampah plastik berserakan di sepanjang Pasar Tanah Abang

Jelang bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah, sampah plastik berserakan di sepanjang pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad (5/5). Sampah itu berasal dari pedangang yang masih berjualan di sepanjang trotoar.

Ramainya pengunjung untuk membeli pakaian baik yang dijual kembali maupun dipakai sendiri menjadi penyebab utama banyaknya sampah plastik. Hingga sore sekitar 17.45 WIB hanya terlihat beberpa orang yang membersihkan sampah.

Bagi para pengunjung maupun penjual, tolong dong jaga lingkungan di bulan penuh berkah ini. Jangan malah mengotori dengan sampah plastik. 

Gimana mau bersih hatinya kalo masih sering buang sampah sembarangan. Apa kalian gak ingat kata Pak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan? "Maju kotanya dan bahagia warganya" Ingat nggak?!

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JgruQg
May 05, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JgruQg
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Pola Pikir Kaum Muda Menjadi PNS Harus Direvolusi

Kaum muda harus mengasah kepemimpinan dan jaringan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Motivator muda Syafii Efendi mengatakan pola pikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus direvolusi dari bawah. "Baru-baru ini gaji PNS naik lima persen, APBN sudah berat untuk menggaji PNS. Selama ini banyak kaum muda ingin jadi PNS, mindset ini harus direvolusi dari akar bawah," katanya di Temanggung, Selasa (23/4).

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara pada seminar motivasi nasional Characther Building dengan tema "How To Be Young Entrepreneur And World Class Leader" di Gedung Narwastu Temanggung. Syafii menuturkan ketika nanti lulus kuliah pola pikirnya bukan lagi ingin jadi PNS, tetapi jadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja.

Pada kesempatan tersebut dia memberikan tips sukses berwirausaha di usia muda. Satu di antaranya yang penting adalah jangan habiskan waktu muda untuk pacaran, melainkan membangun kemampuan leadership (kepemimpinan) dan networking (jaringan).

"Jangan pacaran, tidak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran," katanya.

Menurut dia, sejak dini kawula muda harus mulai mengasah kepemimpinan. Saat ini secara nasional, kepemimpinan kawula muda Indonesia lemah karena tidak diajarkan untuk memimpin dan belajar arti sebuah peradaban.

Menurut dia, untuk sukses dalam berbisnis dan wirausaha harus punya kepemimpinan yang kuat. Kewirausahaan tidak akan berjalan baik tanpa kepemimpinan yang mumpuni.

"Kalau mau kaya, perbaiki dulu kepemimpinannya nanti yang lain akan mengikuti, itu otomatis," katanya.

Selain itu, jaringan juga berperan penting dalam enterpreneurship. Selama ini, ada pola pikir yang salah bahwa berbisnis itu harus punya modal besar.

"Itu pola pikir salah, jaringan akan menekan modal hingga sangat minimal. Anak muda kalau diajak ngomong bisnis selalu ngomong terkendala modal, dikasih modal pun kalau tidak mampu maka modalnya habis," katanya.

Ketua panitia seminar Slamet Muridan mengatakan acara ini terselenggara atas kerja sama organisasi kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jateng bersama BEM Akpers Ngesti Waluyo Temanggung. Menurut dia, seminar motivasi nasional ini diikuti oleh sekitar 1.300 peserta dari siswa SMA/MA/SMK dan mahasiswa di Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan, pada 2030-an Indonesia punya bonus demografi di mana penduduk akan didominasi oleh usia produktif. Ia menuturkan untuk menyongsong bonus demografi tersebut kaum muda harus mengubah pola pikir dari ingin jadi pekerja menjadi ingin berwirausaha sejak dini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GA2jq6
April 23, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GA2jq6
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Ini Pesan Penting Kiai Maruf Jelang Pencoblosan

Maruf mengatakan Pilpres bukan perang tapi cari pemimpin terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pencoblosan Pilpres 2019 sudah di depan mata. Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin berpesan kepada seluruh warga Indonesia agar menyikapi hasil Pilpres 2019 dengan hati lapang. Karena, kata dia, Pilpres bukanlah perang.

"Saya berharap semua menyikapi Pilpres dengan hati lapang. Karena Pilpres bukan perang tapi cari pemimpin terbaik. Baiknya jangan kayak maksa orang harus menang sampai terjadi konflik. Saya minta masyarakat jangan sampai begitu," ujar Kiai Ma'ruf kepada wartawan di kediamannya, Jalan Sitibondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan Pemilu dengan seadil-adilnya. Karena itu, menurut dia, kepentingan bangsa harus selalu didahulukan. "Kepentingan bangsa didahulukan. Dengan cara bermartabat. Saya masih percaya KPU penyelenggara Pemilu. Menurut saya mereka gunakan cara sesuai aturan," ucap ulama asal Banten ini.

Jika pun nantinya masyarakat menemukan adanya pelanggaran, maka masyarakat tidak boleh menggunakan cara-cara yang melanggar aturan. Karena, menurut Kiai Ma'ruf, sudah ada mekanismenya sendiri untuk menyelesaikannya. "Kalau ada pelanggaran harus jangan disikapi tidak sesuai aturan. Semua ada mekanismenya. Jangan sampai cara-cara radikal, keras, mengamuk. Kita harus sikapi dengan dewasa," kata Mantan Rais Aam PBNU ini.

Seperti diketahui, pencoblosan Pilpres 2019 akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (17/4) besok. Kiai Ma'ruf sendiri rencananya akan mencoblos di TPS dekat rumahnya yang ada di Jakarta Utara, tepatnya di TPS 051 Jalan Deli Lorong 27 RT 007/008 Koja.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gr2EeF
April 16, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gr2EeF
via IFTTT
Share:

Pemilu 2019, MUI Yakin Masyarakat akan Tetap Rukun

MUI mencatat inteloransi hanya menjangkiti sebagian kecil masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yusnar Yusuf, meyakinkan intoleransi yang menjangkiti masyarakat Indonesia tak lebih dari 1 persen. 

Bahkan, Yusnar menyebut orang yang bersikap intoleran pada hakikatnya hanyalah orang yang ingin memperkeruh kerukunan dan keharmonisan yang sudah terjalin lama di Indonesia.  

“Berdasarkan data bidang kerukunan agama MUI, persentase intoleransi warga Indonesia itu semakin kecil, baik itu pada umat Islam maupun umat beragama lainnya,” jelas Yusnar saat ditemui Republika.co.id di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (16/4).  

Dia menganggap Pemilu 2019 adalah bagian dari pesta demokrasi lima tahunan, Terciptanya kubu-kubu politik adalah sebuah kewajaran. Masyarakat Indonesia, kata dia, juga sudah bijak dalam menerima siapapun yang akan menempati kursi presiden maupun legislatif.  

“Tidak ada masalah. Dan kita sama sama berdoa supaya pemilu ini dimudahkan, agar jalan Indonesia menjadi negara maju juga lebih mudah,” kata dia.   

MUI, kata dia, juga sudah memberi imbauan agar para pemilih mampu menghindari hal-hal yang bersifat provokatif dan memicu keributan. Sebaliknya, dia mengimbau masyarakat mampu menjaga ketenangan dan kerukunan saat pemilihan berlangsung maupun pascapemilu.   

Dia mengatakan, sejak tiga bulan lalu, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk memberikan ketenangan pada setiap umat beragama dan menghindari hal hal yang dapat memicu perbuatan yang tidak diharapkan dalam menyambut kontestasi lima tahun tersebut.   

“Bangsa Indonesia ini kan seperti timah, kalau dipanaskan dia akan mencair (terbelah) tapi begitu sudah didinginkan kembali, maka dia akan kembali menggumpal (bersatu),” tutup Yusnar. 

Secara terpisah, staf peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Elisabeth Andriyana, menganggap polarisasi pemilih pada pemilu kali ini lebih ekstrem dibanding pemilu sebelumnya. Indonesia, kata dia, perlu melatih diri untuk menerima perbedaan dan menjadi salah satu bagian dari keberagaman itu. 

“Ini yang menjadi PR untuk presiden terpilih nantinya agar keberagaman dapat dilindungi dan dijaga. Kalau intoleran tidak dicegah maka peradaban yang muncul nantinya akan lebih intoleran,” kata Adriyana saat ditemui di Jakarta, Senin (15/4).

  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Iz4EmE
April 16, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Iz4EmE
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Pusat Kesehatan Haji Tanggapi Penambahan Kuota Mendadak

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah memberikan penambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10 ribu jamaah. Terkait itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusup Singka menuturkan, kemungkinan akan ada dinamika pascakeputusan itu.

Baca Juga:

Misalnya, jika kuota tersebut diterapkan pada musim haji tahun ini, maka otomatis akan ada penambahan seluruh perlengkapan tim kesehatan. Kemudian, penambahan kuota jamaah jelas akan memengaruhi jumlah petugas kesehatan, termasuk di Tanah Suci.

Selain itu, Eka Jusup menilai, kabar penambahan kuota itu terkesan mendadak.
“Jika saja ada 10 ribu penambahan yang tiba-tiba ini. Maka akan ada sekitar 25 kloter baru," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusup Singka saat dihubungi Ihram.co.id, Senin (15/4).

Dia membuat perincian. Dengan penambah kuota 10 ribu itu, maka pemerintah perlu menyiapkan penambahan jumlah petugas kesehatan di kelompok terbang (kloter) sebanyak 75 orang. Sebab, tiap kloter didampingi tiga orang petugas. Di samping itu, ada pula berbagai pengadaan tambahan obat-obatan dan vaksin.

“Artinya petugas yang harus ditambah itu yaitu 75 petugas kesehatan. Plus pengadaan paket obat dan vaksin jamaah sebanyak 10 ribu yang harus dibeli sesuai dengan mekanisme dan aturan," katanya.

Maka dari itu, lanjut Eka Jusup, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dinilai harus mempersiapkan dana terkait penambahan TKHI (tim kesehatan haji Indonesia) di kloter. Penambahan 10 ribu jamaah harus dikuti dengan penambahan petugas. Baik itu yang di kloter maupun non-kloter, agar kualitas pelayanan tetap baik” tegas dia.

Pada intinya, Eka meneruskan, Kementerian Agama (Kemenag) semestinya mengetahui konsekuensi dari penambahan kuota haji ini, yang tak lain hadiah dari Raja Arab Saudi untuk Indonesia.

“Penambahan tersebut sangat mengembirakan bagi Indonesia karena akan memperlambat masa tunggu (calon) jamaah. Insya Allah Kemenag akan memberikan kuota petugas sebagai konsekuensi dari penambahan jamaah," katanya.

Berita Terkait

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, jumlah kuota haji Indonesia telah bertambah sebanyak 10 ribu jamaah. Tambahan itu muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Raja Salman di Riyadh, Arab Saudi, pada Ahad (14/4).

Sebagai informasi, saat ini kuota jemaah haji RI sebanyak 221 ribu jamaah."Keputusan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qahr al-Khas) di Riyadh, Ahad 14 April 2019," kata Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UiMpDW
April 15, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UiMpDW
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Persib Menang Besar Saat Jajal Tim Junior

Pelatih Persib Miljan Radovic menegaskan, hasil uji coba tidak menjadi patokan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung menggelar laga uji coba melawan tim Persib U-20 dan Persib U-18 di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad (14/4). Persib menang telak dengan skor 11-0.

Pelatih Persib Miljan Radovic menegaskan, hasil uji coba tidak menjadi patokan baginya. Radovic menyebut kemampuan lawan tidak sebanding dengan Persib.

"Hari ini latihan pertandingan, kami harus coba bermain selama 90 menit, kami main lawan tim junior," kata Radovic.

Dia mengatakan laga uji tanding ini lebih banyak digunakan untuk melihat sejauh mana kondisi fisik Persib. Apalagi, Maung Bandung akan bertanding pada malam hari.

"Hasilnya kondisi fisik bagus. Ada beberapa hal yang jadi catatan kami dari fisik, teknik dan taktik. Semua bagus, saya pikir kami banyak kemajuan," kata Radovic.

Dalam tim junior, Radovic memasukkan beberapa pemainnya. Diantaranya adalah Muchlis Hadi, Wildan Ramdani, Puja Abdillah, Syafril Lestaluhu dan Mario Jardel. Radovic mengakui ada alasan tertentu menurunkan mereka sebagai lawan.

"Mereka bantu tim lawan maka lawan akan menjadi lebih kuat ketika melawan kami," kata Radovic.

Persib kesulitan mengagendakan laga uji coba sebulan menjelang Liga 1 bergulir. Alhasil pilihan melawan tim junior terpaksa diambil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UxBXgW
April 14, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UxBXgW
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

In Picture: Peringatan Dua Tahun Kasus Novel Baswedan

Peserta peringatan menuntut Presiden agar menuntaskan kasus teror terhadap Novel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan dua tahun kasus kekerasan yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan digelar di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Peringatan dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, masyarakat sipil, seniman, dan mahasiswa.  Pada kesempatan tersebut, juga dideklarasikan Hari Teror Pemberantasan Korupsi, yang diisi dengan deklarasi lima tuntutan terhadap presiden agar menuntaskan kasus teror terhadap Novel, membentuk TGPF Independen, memerangi teror dan pelemahan terhadap KPK.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UN07mV
April 11, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UN07mV
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Ferry Salim Sebut Dua Filmnya akan Tayang Tahun Ini

Ferry Salim membintangi film Taufik dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ferry Salim belum lama ini menyelesaikan film layar lebar terbarunya berjudul Taufik. Film itu menceritakan sosok Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, putri tokoh proklamator Ir Soekarno.

Dalam film tersebut Ferry berperan sebagai Tjik Agus Kiemas, ayah Taufik Kiemas. Brandon Salim, putranya berperan sebagai Yana, sahabat Taufik ketika masih di penjara.

Film yang akan ditayangkan Juni-Juli tersebut telah mendatangkan kesan tersendiri baginya. Banyak cerita positif yang muncul dari pengalaman tokoh terkemuka Indonesia yang bisa menjadi pelajaran dan sumber inspirasi.

Ferry merasa tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk memerankan Tjik Agus Kiemas. Dia hanya belajar bahasa Palembang selama tiga pekan.

"Saya bisa belajar cepat dari Youtube atau teman yang orang palembang," katanya, Senin (8/4).

Ferry juga sudah merampungkan film layar lebar lainnya, Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang menceritakan kisah mafia tempo dulu. Film tersebut dijadwalkan tayang September mendatang.

Di sela kesibukannya sebagai aktor, Ferry juga memperhatikan masalah kebersihan tubuh. Dia tidak memiliki tips khusus dalam menjaga kesehatan, hanya mandi secara teratur dengan menggunakan sabun.

Setiap hari aktor yang dikenal lewat film Ca Bau Kan ini selalu menjaga kesehatanya dengan mandi dua kali sehari. "Saya mandi dua kali sehari, jam 12 malam juga mandi supaya tetep segar," kata Ferry.

Dalam berbagai kesempatan, aktor yang telah membintangi lebih dari 20 film layar lebar itu tidak segan membawa pakaian ganti untuk menjaga penampilannya agar tetap segar.  Sikapnya yang selalu menjaga kesehatan itu, membawanya bersama anaknya menjadi bintang krim antijamur 88 yang merupakan produk turunan dari salep kulit 88.

"Brand ambassado-rnya anak saya dan saya manajernya," kata Ferry.

Brandon mengaku memiliki masalah jamur di balik selangkang kakinya dan hal itu sungguh mengganggunya. Menurutnya, jamur kulit seperti panu, kadas, kuran dan lainnya yang dapat dialami siapa saja yang berada di iklim tropis tanpa batas usia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gdcm4l
April 09, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gdcm4l
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Sakit, Romi Dibantarkan ke RS Polri

Dokter menilai Romi perlu dirawat inap di luar KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PPP Romahumuziy (Romi) saat ini sedang menjalani proses pembantaran di Rumah Sakit Polri. Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan penahanan Romi dibantarkan karena sakit sejak Selasa (2/4).

"Karena membutuhkan rawat inap di luar KPK sehingga yang bersangkutan dibantarkan," kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Kamis (4/4).

Namun, Gebri tak menjelaskan detail sakit yang dialami Romi. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dokter, Romi harus menjalani perawatan di luar rutan. Adapun, masa penahanan Romi tidak dihitung selama menjalani pembantaran. "Artinya dari pemeriksaan dokter di KPK, penangananya perlu dilakukan di luar rutan," ucap dia.

Selain pembantaran, penyidik KPK juga memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Penahanan keduanya diperpanjang selama 20 hari ke depan."Perpanjangan penahanan demi kepentingan penyidikan," kata Febri.

Febri menambahkan, penyidik juga memeriksa empat saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Romi. Mereka ialah Sekjen DPR RI Indra Iskandar serta tiga anggota Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag, yakni Muhammad Basworo, Afridul, dan Ari Haryanto.

"Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi terkait alur seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama," jelas Febri.

KPK sebelumnya menyatakan telah mengantongi bukti-bukti aliran dana suap yang diterima oleh mantan Ketua Umum PPP itu dari Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi. Diduga aliran dana suap ke Romi, terkait suap jual beli jabatan di Kemenag.

KPK telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag.

Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romi, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FQMWb9
April 04, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FQMWb9
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Jokowi-Maruf Unggul di Perdesaan dan Perkotaan

Komposisi survei Indikator, yakni 51,2 persen responden desa dan 48,8 persen kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia merekam keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandiaga di segmen masyarakat perdesaan maupun perkotaan. Berdasarkan survei yang melibatkan 1.220 responden, tercatat terdapat 51,2 responden mewakili masyarakat pedesaan dan 48,8 persen mewakili masyarakat perkotaan.

Dari total 51,2 persen responden mewakili pedesaan, sebesar 60,2 persen di antaranya menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara, 33,9 persen mendukung Prabowo-Sandiaga dan 5,9 persen tidak tahu/tidak jawab.

Dari total 48,8 persen responden yang mewakili perkotaan, sebanyak 50,4 persen mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sementara 41,0 persen mendukung Prabowo-Sandiaga dan 8,5 persen tidak tahu/tidak jawab.

Elektabilitas kedua capres-cawapres menurut survei yakni Jokowi-Ma'ruf 55,4 persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 persen, sedangkan responden belum menentukan pilihan sebesar 7,2 persen. Jika ditambahkan dengan prediksi arah suara swing voters dan undecided voters, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 57,9 persen sementara Prabowo-Sandiaga 42,1 persen.

Berdasarkan hasil survei, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memprediksikan Jokowi-Ma'ruf Amin akan menang pada pilpres 17 April mendatang. "Masih ada waktu sekitar dua minggu menjelang pemilu presiden, jika tidak banyak perubahan dibanding kondisi ketika survei dilakukan, maka paslon 01 sangat potensi menang. Tapi jika sebaliknya, paslon 02 juga masih berpeluang berbalik unggul," ujar Burhanuddin dalam pemaparan survei di Jakarta, Rabu (3/4).

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan 22-29 Maret 2019, melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HVcGqo
April 03, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HVcGqo
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

MK Putuskan Uji Materi Terkait Pemilih Pindahan Pekan Ini

MK bisa memutus uji materi dengan cepat karena pemohon tidak mengajukan ahli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan uji materi tentang aturan pindah memilih dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 pekan ini. MK dapat memutuskan uji materi itu dengan cepat karena pemohon tidak mengajukan ahli.

"Tadi sudah diumumkan bahwa itu akan diputuskan akan diucapkan tanggal 28, 28 Maret ini," ujar Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna, di Gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/3).

Palguna menjelaskan, putusan uji materi terkait Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dapat dibacakan segera karena secara hukum acara memang memungkinkan. Itu memungkinkan karena pihak pemohon tidak mengajukan saksi ahli pada persidangan.

"Karena mereka tidak mengajukan ahli kan. Kalau mengajukan ahli kami tidak bisa berbuat apa-apa. Untung tidak kan, sehingga kami bisa cepat mengambil jalan," terangnya.

Sebelumnya, dua mahasiswa yang berkuliah di Bogor mengajukan uji materi terhadap ketentuan pindah memilih dalam Pasal 210 ayat (1) ayat (2), dan ayat (3), Pasal 344 ayat (2) dan Pasal 348 ayat (4) UU Pemilu. Keduanya adalah Joni Iskandar sebagai pemohon I dan Roni Alfiansyah Ritonga sebagai pemohon II.

Joni Iskandar berasal dari Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Dia tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tempat asalnya. Akibatnya, Joni tidak bisa mengurus pindah memilih ke Kabupaten Bogor dan terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Sementara, Roni Alfiansyah Ritonga berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Roni sudah tercatat dalam DPT di daerah asalnya. Kemudian dia telah mengurus keterangan pindah memilih ke KPU Kabupaten Bogor.

Namun, Roni khawatir tidak bisa memilih karena ada potensi kekurangan surat suara. Roni pun merasa tidak puas akibat kepindahan itu. Dia hanya mendapatkan satu surat suara yakni untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Kedua mahasiswa ini pun berpandangan bahwa aturan pindah memilih berpotensi mencederai hak konstitusional mereka sebagai warga negara.

Selain itu, pihak lain yang melakukan uji materi terhadap UU Pemilu adalah Perludem, Pendiri Netgrit Hadar Nafis Gumay, Direktur Pusako Universitas Andalas Fery Amsari, warga binaan Augus Hendy dan A. Murogi Bin Sabar serta karyawan swasta Muhamad Nurul Huda dan Sutrisno.

Para pemohon ini menguji pasal 348 ayat (9), Pasal 348 ayat (4), Pasal 210 ayat (1), Pasal 350 ayat (2), dan Pasal 383 ayat (2) UU Pemilu. Pasal-pasal ini dinilai menghambat dan berpotensi menghilangkan hak pemilih dan bertentangan dengan UUD 1945 khususnya Pasal 22E ayat (1), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 C ayat (2), Pasal 28 D ayat (1), Pasal 28D ayat (3), Pasal 28I ayat (2) dan Pasal 28I ayat (4).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YiH4zU
March 25, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YiH4zU
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Sistem Tilang Elektronik Turunkan Angka Pelanggaran Lalin

Tilang elektronik telah diterapkan di Jakarta sejak 1 November tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya Muhammad Nasir menyatakan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) menurunkan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Polda Metro Jaya.

"Sebelum ada tilang elektronik satu hari bisa ada 500-an pelanggaran. Sekarang satu hari satu malam hanya 70 sampai 80an kasus saja," kata Nasir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

‌ETLE sendiri telah diterapkan di Jakarta sejak 1 November tahun lalu. Polda Metro Jaya mencatat hingga tanggal 16 Maret 2019, ada 11.118 penindakan yang tertangkap kamera ETLE di wilayah Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka. Selama 136, hari itu tercatat 2.584 pelanggaran di Jalan Medan Merdeka dan 8.534. pelanggaran di jalan Thamrin.

Menurut Nasir, dengan berkurangnya angka pelanggaran maka dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa. "Data menunjukkan kebanyakan korban kecelakaan adalah pada usia produktif," ujar Nasir. Hal ini tentu dapat berdampak terhadap produktivitas negara.

Polda Metro Jaya sendiri mencatat pada tahun 2018 ada 2720 korban kecelakaan yang berada pada usia 21 hingga 30 tahun. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 2.571 orang. Nasir mengklaim dengan adanya ETLE para pengendara semakin sadar hukum.

"Sistem ETLE ini ampuh membuat orang menjadi semakin sadar hukum," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TUTj6p
March 19, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TUTj6p
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Pengamat: Capres Harus Unjuk Konten dan Karakter

Karakter khas dan konten yang kuat akan bisa meyakinkan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik Umaimah Wahid menegaskan bahwa karakter dan konten harus menjadi satu paket yang ditampilkan dalam panggung debat, Ahad (17/2). Karakter khas dan konten yang kuat akan bisa meyakinkan masyarakat.

“Debat Kedua ini harus menjadi ajang untuk meyakinkan para swing votter, golput, pemilih milenial dan masyarakat,” kata dia dalam Polemik MNC Trijaya di d'Consulate Jakarta, Sabtu (16/2).

Dia menjelaskan, kedua capres baik Jokowi maupun Prabowo memiliki karakter yang berbeda. Seperti Jokowi dengan karakternya yang terbuka dan humoris, lalu Prabowo dengan karakter disiplin, kuat dan tegasnya.

Karakter kedua capres itu dinilai kuat dan khas. Sehingga dia menilai penting dibawa ke panggung debat kedua besok. Meskipun yang paling utama adalah pengolahan isu, konten menarik, akurasi data, serta kejelasan visi misi kedua capres.

“Apalagi tema debat kedua kali ini merupakan tema yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat, jadi harus jelas,” kata dia.

Selain itu dia juga menilai kedua capres perlu mengangkat satu isu khusus untuk di highlight. Isu khusus itu juga harus dipertegas dengan solusi konkret dari masing-masing capres.

“selama ini kan keduanya masih terkesan ‘mengambang’ narasinya. Jadi harus bisa diperjelas lagi apa poin yang diangkat dan diperjuangkan, solusi riilnya seperti apa,” jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ef2Dtk
February 16, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ef2Dtk
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Banyak Makan Korban, Pontianak Larang Keras Layang-Layang

Pelanggar akan disanksi enam bulan kurangan dan atau denda Rp 5 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK— Pemerintah Kota Pontianak dan Polresta setempat mengeluarkan maklumat bersama tentang larangan bermain layang-layang di wilayah Kota Pontianak. Larangan ini dikeluarkan karena selain membahayakan keselamatan pemain, permainan layang-layang akhir-akhir ini juga rawan mencelakakan orang lain.

"Maklumat bersama tentang larangan bermain layang-layang tersebut, karena permainan itu telah mengakibatkan jatuhnya korban luka berat bahkan meninggal dunia," kata Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Muhammad Anwar Nasir di Pontianak, Ahad (27/1). 

Ia menjelaskan, ada lima poin dalam maklumat bersama tersebut, yakni poin satu maklumat bersama itu berdasarkan Perda Kota Pontianak No. 3/2004 tentang Ketertiban Umum, Jo Perda No 15/2005 tentang Perubahan Pertama Perda Ketertiban Umum Jo Perda No 1/2010 tentang Perubahan Kedua Perda Ketertiban Umum pasal 22 yang intinya melarang bermain layang-layang di wilayah Kota Pontianak, kemudian dilarang bermain layang-layang menggunakan tali logam, metal, dan kawat serta bahan berbahaya lainnya.

"Kemudian dalam maklumat bersama tersebut masyarakat Kota Pontianak diimbau tidak memperjualbelian layang-layang, dilarang bermain layang-layang karena membahayakan diri sendiri dan orang lain," ungkapnya. 

Kemudian, pelanggaran atas maklumat bersama itu, diancam pidana maksimal enam bulan atau denda maksimal Rp5 juta. "Tokoh agama, masyarakat dan pemuda serta seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan peran serta untuk menciptakan kepedulian masyarakat terhadap bahaya permainan layang-layang tersebut," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Pontianak menambahkan, pihaknya sudah memburu pemain layang-layang yang menggunakan tali kawat dan gelasan (tali tajam) hingga menyebabkan seorang pengendara tewas tersengat aliran listrik dan tiga pengendara lainnya mengalami luka-luka, Jumat (25/1) kemarin.

"Saya sudah perintahkan Kapolsek Pontianak Timur untuk menyelidiki dan mengusut tuntas kasus tali kawat layang-layang yang hingga menyebabkan korban meninggal," ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas sehingga pemain layang-layang tersebut diproses hukum. "Karena dalam dua bulan saya menjabat Kapolresta Pontianak, sudah dua kasus warga yang meninggal karena tersengat tali kawat layang-layang, yang satunya pada 21 Januari 2019 lalu di wilayah hukum Polsek Sungai Raya," ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut Anwar dirinya sudah memerintahkan kepada Kapolsek Pontianak Timur dan Sungai Raya untuk melakukan penyilidikan dan memburu pemain layang-layang yang akibat kelalaiannya itu telah menyebabkan korban meninggal.

Sebelumnya, korban atas nama Agustami (38) tewas di tempat setelah berusaha menyelematkan tiga korban lainnya, yakni Eli (17), Putri (14), dan Fitriani (15) pelajar salah satu SMP di Pontianak karena tersengat tali kawat layang-layang yang putus, Jumat (25/1) sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Tanjung Harapan, Gang Potlot Kecamatan Pontianak Timur.

Satu dari empat korban tali layang-layang kawat itu tewas ditempat setelah berusaha menolong ketiga pelajar yang berboncengan kendaraan roda dua itu "terjerat" tali kawat layang-layang yang putus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HAshwl
January 27, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HAshwl
via IFTTT
Share:

Remisi Pembunuh Wartawan, Ditjen PAS: Kita Ikut Regulasi

Ditjen PAS Kemenkumham mengaku memahami apa yang dirasakan keluarga korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Kemenkumham, Ade Kusmanto, mengatakan, Kemenkumham memahami apa yang dirasakan oleh keluarga dan rekan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, jurnalis Radar Bali.

Tapi, kata Ade, pemerintah hanya menjalani apa yang tertuang pada ketentuan yang berlaku, yakni Keputusan Presiden No. 174/1999.

"Kami menghargai, menghormati, merasakan betapa kecewanya keluarga korban dan rekan-rekan semua. Tetapi, kalau kami tidak melaksanakan regulasi itu, yang sudah menjadi ketentuan, berarti kami juga sudah melanggar," ujar Ade melalui sambungan telepon, Ahad (27/1).

Ade menjelaskan, dalam proses pemberian remisi, Kemenkumham mengedepankan prinsip kehati-hatian sesuai dengan Keppres No 174/1999.

Baca juga, Aksi Damai Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis.

Pada Keppres itu, kata Ade, disebutkan bahwa narapidana seumur hidup, paling sedikit lima tahun sudah menjalani hukuman serta telah berkelakuan baik secara berturut-turut maka dapat diubah hukuman pidananya menjadi pidana sementara.

Ade menjelaskan, selain Susrama, ada 115 narapidana lain yang juga diberikan remisi sesuai dengan Keppres itu pada 2018. "Untuk tahun 2018 ini ada sekitar 115 orang. Salah satunya adalah I Nyoman Susrama," jelas dia.

Ade menerangkan, Susrama sudah menjalani hukuman selama sembilan tahun lebih. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan permohonannya ke tahap-tahap berikutnya. Proses tersebut telah dilalui dengan mengedepanlan prinsip kehati-hatian.

"Ada laporan bahwa selama sembilan tahun ini yang bersangkutan tidak pernah melakukan pelanggaran, taat dan patuh, ikut dalam semua kegiatan pembimbingan. Kami dari pemasyarakatan prinsipnya mengayomi, tidak membalas dendam. Kan sudah diputus oleh pengadilan, cukup di situlah proses keadilan," terangnya.

Namun, dia mengungkapkan, tanggung jawab Ditjen PAS dalam melihat perilaku narapidana hanya sebatas selama di tahanan. Karena itu, ia tak menyebutkan menjamin atau tidaknya Ditjen PAS terhadap perilaku seorang mantan narapidana di luar rutan.

"Kami fokus di dalam menjalani pidana. Kalau setelah lepas ya bukan urusan kami lagi. Kan yang kami nilai di dalam selama menjalani pidana," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SblE7F
January 27, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SblE7F
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Kemenhub Sangkal Beri Perlakuan Khusus ke Maskapai Asing

Maskapai asing yang akan membuka rute ke Indonesia tetap harus sesuai aturan berlaku

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada maskapai asing yang memiliki rute ke Indonesia. Dalam waktu dekat Maskapai Vietjet yang sempat terkenal dengan pramugari berbikini itu akan membuka rute menuju Indonesia pada Maret 2019.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan sebagai regulator penerbangan nasional akan selalu menyambut baik dan memfasilitasi maskapai asing yang akan membuka penerbangan ke Indonesia. "Hal ini karena sektor penerbangan sudah diakui sebagai salah satu penggerak perekonomian melalui sektor-sektor terkait, baik itu pariwisata, bisnis, perdagangan dan sebagainya," kata Polana, Selasa (22/1).

Hanya saja, Polana menegaskan maskapai asing tersebut tetap harus memenuhi aturan-aturan yang berlaku dalam penerbangan Indonesia. Terutama, kata dia, aturan dalam hal operasional keselamatan, keamanan, dan kenyamanan maupun aturan bisnis dan bilateral antar negara.

Untuk itu, Polana menegaskan maskapai asing yang akan membuka penerbangan ke Indonesia tetap harus sesuai aturan-aturan yang berlaku. "Tidak ada diskriminasi, namun juga tidak ada perlakuan khusus," ujar Polana.

Menurut Polana, sebelum beroperasi ke Indonesia, VietJet harus memenuhi aspek-aspek keselamatan dan keamanan sesuai hukum penerbangan di Indonesia. Beberapa aturan tersebut yaitu Civil Aviation Safety Regulation (CASR) dan Aircraft Operator Security Program (AOSP) yang ada di dalam KM 25 Tahun 2008.

Maskapai Vietjet merupakan perusahaan penerbangan asal Vietnam yang telah ditunjuk secara resmi oleh pemerintah Vietnam untuk terbang ke Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan perjanjian hubungan udara bilateral Indonesia dan Vietnam serta multilateral ASEAN.

Dengan demikian, lanjut Polana, secara resiprokal Vietjet sebagai maskapai yang ditunjuk resmi oleh pemerintah Vietnam dapat beroperasi ke dan dari Indonesia. "Sebaliknya maskapai Indonesia yang ditunjuk resmi oleh pemerintah Indonesia juga dapat beroperasi ke dan dari Vietnam," tutur Polana.

Sebelumnya, VietJet Air akan membuka rute baru ke Indonesia mulai pada Maret 2019. Managing Director VietJet Air, Do Xuan Quang mengatakan penerbangan tersebut dibuka dengan rute Ho Chi Minh-Denpasar. Lalu nantinya Vietjet Air juga akan membuka rute Ho Chi Minh-Jakarta yang dimulai pada akhir 2019.

“Saya pastikan bulan Maret 2019 akan terbang ke Denpasar, Bali. Semua persiapan sudah kami lakukan. Enam bulan pertama, kami akan terbang empat kali seminggu, selanjutnya akan menjadi daily atau tujuh kali seminggu,” jelas Do Xuan Quang.

Do Xuan Quang mengatakan jenis pesawat yang akan digunakan pada rute tersebut yaitu Airbus 321 terbaru. Do Xuan Quang memastikan pesawat tersebut memiliki kapasitas 226 penumpang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R2RY81
January 22, 2019 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R2RY81
via IFTTT
Share: