Showing posts with label 2018 at 03:00PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:00PM. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Indonesia never compromises in tackling armed criminal group

Armed Criminal Group attacks, kills Istaka Karya workers in Nduga, Papua, on Dec 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Coordinating Minister for Political, Legal, and Security Affairs Wiranto stressed that the Indonesian government had never compromised in tackling the armed criminal group in Papua that had killed citizens. Wiranto said this was related to the case of the deaths of 31 workers in the Nduga area of Papua on Dec 2.

"We have never compromised, as our view is not equal for the groups," Wiranto noted at a press conference in Jakarta on Monday.

According to Wiranto, the government's view was to not be equal to the groups that opposed the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) and viewed them as having committed a mistake and had got lost. He remarked that Indonesia, as a democratic country, will accept them again if they had realized and admitted to have been lost.

"Indonesia, as a democratic nation, will accept them if they are aware, but there is no negotiation in this process," he noted.

Wiranto said the Indonesian government had an opportunity to apply a military approach in combating the armed group in Papua. He remarked that the international law allowed the use of weapons if there are groups that oppose the government by using weapons.

He viewed that the armed groups that killed innocent people could not be resisted only through a persuasive step by using words.

"This has been going on for a long time. I have dealt with groups in Aceh, Kalimantan, and Papua. When they held weapons, they felt great," he noted.

He noted that human rights activists must be fair to view and assess the problems in Papua lest the incident of the armed group involving the killing of construction workers in Papua was not said to be a violation of human rights.

Since he viewed that after the incident in Nduga there were no human rights activists who condemned the incident, he called on the nation to jointly defend the country from the armed groups trying to undermine national peace.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S7RChN
December 18, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S7RChN
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

200 Ha Sawah di Aceh Diserang Keong

Keong sudah menyerang selama hampir 20 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Sekitar 200 hektare lahan sawah padi warga Desa Babah Lhueng, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, diserang hama keong. Hama ini mengancam keberhasilan panen.

Petani Desa Babah Lhueng, Saifudin (53), mengatakan, kondisi tersebut sudah hampir 20 tahun dialami oleh petani setempat setiap memasuki musim tanam. Hingga saat ini, belum ada solusi untuk mengusir keberadaan keong mas itu dari sawah.

"Kalau dalam istilah kami di sini 'aboe'. Sudah 20 tahun seperti ini, makanya saat bajak sawah kami lakukan beberapa kali pembersihan, mengutip sampai benar-benar bersih," katanya saat ditemui di pematangan sawah.

Saat ini petani di kawasan pedalaman Aceh Barat itu sedang melakukan penanaman bibit. Petani melewati proses pembibitan benih di area sawah di lokasi terpisah untuk mengamankan bibit dari keong mas.

Hama tersebut akan menggerogoti batang hingga akar tanaman padi, apabila itu terjadi maka proses penyemaian benih hingga penanaman padi tidak akan berhasil, sehingga pekerjaan petani akan sia-sia.

"Dimakan semua batang padi, kalau tidak dibersihkan maka tidak bisa tumbuh dengan selamat. Belum pernah kami laporkan ke pemerintah dan penyuluh pertanian, apalagi kami lakukan pemusnahan, Kami jauh dari kecamatan," keluhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat Safrizal menyampaikan, hama itu berbahaya. Hama itu memakan tanaman muda, dan sangat berisiko apabila ditemukan saat baru dimulai penanaman.

"Kalau memang ditemukan saat baru tanam, itu ancaman karena keong mas ini memakan tanaman muda, tapi kalau umur padi sudah lewat 15 hari, justru keberadaan keong mas ini membantu memberantas ilalang," kata dia.

Safrizal, menyampaikan, selain dapat dibasmi dengan obat, petani juga bisa mengatasi hama itu dengan cara tradisional, yakni dengan cara menaikkan air penuh ke area sawah, kemudian dikeringkan air dan barulah dikutip.

Proses itu dilakukan saat pembajakan sebelum penanaman bibit padi. Itulah yang menjadi solusi petani tetap bisa menanam meski keong sudah menyerang selama 20 tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A1rDS4
December 15, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A1rDS4
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

In Picture: Mengintip Istana Bagi Para Lansia di Pelosok Wonogiri

REPUBLIKA.CO.ID, WONOGIRI -- Sekitar 55 kilometer dari Kota Solo, tepatnya di Desa Kebon Agung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogori, berdiri megah sebuah istana yang mirip dengan Istana Negara di Jakarta.

Bangunan tersebut memang mirip dengan istana negara. Bangunan itu memiliki lima tiang atau pilar dengan filosofi ibadah lima waktu. Kemudian di bagian dalamnya terdapat ruang tamu dengan furnitur bergaya elegan. Selain itu, juga dipasang foto-foto presiden RI pertama sampai ketujuh, serta sejumlah lukisan. Suparno juga memasang bendera merah putih dan empat bendera lainnya di tengah ruangan. Dinding bangunan dicat warna putih rata. Bangunan seluas 200 meter persegi tersebut berdiri di atas tanah seluas 2.000 meter persegi. Pemandangan di depan istana terhampar pegunungan kara khas Wonogiri. 

Bangunan yang diberi nama Istana Parnaraya tersebut diresmikan pada Agustus 2017. Bangunan megah tersebut didedikasikan bagi para orang lanjut usia (lansia) di Wonogiri. 

Istana Parnaraya dibangun oleh Suparno (48). Nama Parnaraya diambil dari merek usaha batik miliknya di Wonogiri yakni Batik Parnaraya yang didirikan pada 2010.

"Rumah ini saya gunakan untuk memberikan penghormatan orangtua yang sudah sepuh. Karena di Wonogiri kebanyakan orangtua ditinggal anak-anaknya merantau," kata pemilik Istana Parnaraya, Suparno (48), saat ditemui wartawan di Istana Parnaraya, beberapa waktu lalu. 

Merasa memiliki rezeki berlebih, Suparno kemudian berinisiatif untuk menyantuni para lansia di Wonogiri pada 2013. Setelah beberapa lama, para lansia penasaran dengan wajah orang yang menyantuni mereka. Akhirnya, suatu waktu, Suparno menyempatkan untuk berkeliling menengok para lansia. Namun, dia menilai hal itu tidak efektif karena jumlah lansia yang banyak sehingga butuh waktu lama. Akhirnya, Suparno memiliki gagasan membangun rumah yang dijadikan lokasi pertemuan dengan para lansia. 

  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QtDWAV
December 14, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QtDWAV
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Kurma Muda Diminati Jamaah Umrah Indonesia, Ini Alasannya...

[unable to retrieve full-text content]

IHRAM.CO.ID, Kurma muda menjadi buah tangan yang banyak dibeli jamaah umrah asal Indonesia. Kurma muda dipercaya berkhasiyat untuk meningkatkan produktivitas seksual bagi pria dan wanita. “Setiap kali bawa jamaah umrah yang...
https://ift.tt/2zZ7dcH
December 09, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zZ7dcH
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Sumsel Juara Lomba Masak Berbahan Dasar Ikan

Kuliner Sumsel yang jadi juara adalah menu kudapan klapie ikan bandeng

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG  - Sumatera Selatan meraih juara tiga nasional kuliner berbahan ikan pada lomba masak dalam peringatan hari ikan nasional di Jakarta. Ketua  TP PKK Sumsel Febrita Lustia mengaku bangga atas prestasi dan pencapaian PKK Sumsel pada lomba masak berbahan dasar ikan di tingkat nasional ini.

Penghargaan dan hadiah diserahkan langsung Sekjen Kementrian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo kepada Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia.

"Saya bangga dan senang atas pencapaian ini. Mudah- mudahan prestasi ini dapat memacu PKK kabupaten dan kota untuk dapat berkreasi dalam mengolah masakan dan makanan berbahan dasar ikan", jelasnya.

Dia mengharapkan, PKK Sumsel dapat lebih meningkatkan prestasi tersebut, karena banyak inovasi dan kreativitas yang bisa dilakukan dalam mengola ikan menjadi aneka makanan, tidak hanya sekedar ikan goreng, pindang ikan, atau pempek. Bahkan, lanjut dia, bisa saja ada inovasi kue brownies ikan.

"Terlebih lagi masyarakat Sumsel warga pengkonsumsi ikan, dan diharapkan konsumsi ikan semakin meningkat, sebab mengonsumsi ikan penting sebagai asupan gizi bagi tubuh," kata dia.

Sementara Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kementrian Kelautan dan Perikanan Rifky Hardijanto saat penyerahan penghargaan mengatakan, konsumsi ikan nasional pada tahun 2017 meningkat dibandingkan pada tahun 2016. Tahun 2018 target konsumsi ikan meningkat lagi.

"Konsumsi ikan nasional pada tahun 2017 sebesar 47 kg per kapita per tahun. Di tahun 2018 ditargetkan menjadi 50 kg per kapita per tahun",katanya.

Konsumsi ikan merupakan hal yang sangat diutamakan karena sebagai asupan gizi, harganya terjangkau, dan dapat dikonsumsi dari berbagai tingkat usia termasuk ibu hamil, tambah dia. Kuliner Sumsel yang mendapat juara itu adalah menu kudapan klapie ikan bandeng hasil racikan PKK kabupaten Ogan Komering Ulu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RGS8mD
December 08, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RGS8mD
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Soal Kasus Novel, Jokowi: Silakan Ditanyakan ke Kapolri

Kasus Novel Baswedan sudah lebih dari 600 hari belum menemui titik terang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga kini masih belum terungkap. Bahkan tak sedikit kalangan yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengungkap kasus tersebut dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). 

Saat ditanyakan oleh awak media terkait kasus Novel ini, Presiden pun mengaku telah mendapatkan laporan dari Kapolri mengenai perkembangan penyelidikan.

"Saya sudah mendapat laporan mengenai progres perkembangan dari Kapolri yang juga sudah bekerjasama dengan KPK, Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (4/12).

Kendati demikian, dia meminta awak media untuk menanyakan lebih lanjut perkembangan penyelidikan kasus ini ke Kapolri Tito Karnavian. Begitu juga terkait desakan pembentukan TGPF, Jokowi meminta agar ditanyakan lebih lanjut ke Kapolri.

"Selama Kapolri belum menyampaikan seperti ini ke saya, ya silakan ditanyakan ke Kapolri," ucapnya.

Seperti diketahui, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sudah lebih dari 600 hari. Kendati demikian, hingga kini masih belum terungkap. Penyerangan tersebut terjadi usai Novel menunaikan ibadah shalat subuh di masjid sekitar rumah nya pada 11 April 2017 lalu. 

Akibatnya, Novel harus menjalani operasi dan perawatan terhadap kedua matanya di Singapura. Saat ini, Novel telah kembali bekerja di KPK. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UdXLdO
December 04, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UdXLdO
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Polri Antisipasi Aksi 'Tandingan' Reuni 212

Pihak kepolisian akan mencegah terjadinya gesekan antar massa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian telah mengantisipasi adanya aksi untuk menyaingi kegiatan Reuni 212. Pihak kepolisian akan mencegah terjadinya gesekan antar massa.

"Pada prinsipnya Polri khususnya Polda Metro sudah mengantisipasi secara komprehensif dan detail potensi ancaman yang terjadi di dalam setiap kegiatan masyarakat," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/11).

Untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan, Dedi mengatakan, personel kepolisian telah menyiapkan strategi untuk menghindari adanya hal yang tidak diinginkan. "Semua skenario sudah dibuat dan diantisipasi semaksimal mungkin," ujarnya.

Disisi lain, agar tak terjadi gesekan antar-masyarakat, Dedi mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak mudah terpancing emosi apabila ada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi massa. Ia pun meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan perpecahan.

"Tidak boleh polarisasi dilakukan kelompok tertentu merusak kesatuan bangsa," ucapnya.

Baca juga: Eks Pengacara HRS akan Gelar Aksi Tandingan Reuni 212

Gagasan aksi tandingan ini muncul dari Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera. Pasalnya, Kapitra menilai reuni itu telah melenceng dari cita-cita awal. Sebab itu, dia akan membuat aksi tandingan bertajuk "Kontemplasi 212" di hari dan tempat yang sama.

Aksi 212 episode 2 sendiri rencananya digelar di pada 2 Desember 2018. Aksi yang diprakarsai oleh Persaudaraan Alumni 212 itu rencananya akan berpusat di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Baca juga: Politikus PKS tak Masalahkan Aksi Tandingan Reuni 212

Sementara, politikus Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil tidak mempersoalkan rencana Kapitra Ampera menggenal aksi untuk menandingi Reuni 212 pada Ahad (2/12) mendatang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Nasir mengatakan, mantan pengacara Habib Rizieq Sihab itu mempunyai kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul di negara demokrasi.

"Itu dijamin oleh konstitusi. Jadi kalau ada pihak yang ingin merasa bagian dari 212 dan dia ingin ke Monas dan ikut merayakan silahkan," ujar Nasir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11).

Namun, Nasir menyarankan agar ada pengaturan jadwal pelaksanaan dua kegiatan massa tersebut. Menurutnya, jika memang ada dua massa yang akan terkonsentrasi di satu titik yang sama, sebaiknya waktunya tidak bersamaan. Hal ini juga untuk menghindari kekhawatiran banyak pihak akan terjadi gesekan antar massa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BET1q9
November 29, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BET1q9
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

PLN NTT Tanam 6.500 Aneka Pohon

PLN memastikan tanaman yang ditanam juga dirawat agar tumbuh besar.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan sosial dengan menanam sebanyak 6.500 pohon. Di antaranya mangrove atau bakau, kelor, dan trembesi bersama pemerintah dan masyarakat di daerah itu.

Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali, Rabu (28/11), mengatakan aksi tanam ribuan pohon ini sebagai bagian dari langkah PLN menjalankan bisnis ketenagalistrikan yang berwawasan lingkungan. "Program tanam pohon ini konsisten kami lakukan setiap tahun. Ini demi keberlangsungan lingkungan hidup kita di NTT," katanya dalam kegiatan gerakan tanam 22 ribu pohon memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2018 yang dipusatkan di Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Muhamad Ali bersama Wakil Gubenur NTT Josef Nae Soy serta Wali Kota Kupang Jefri Riwu Koreh, serta sejumlah pimpinan instansi pemerintah daerah telah menanam anakan mangrove secara simbolis di lokasi ekowisata tersebut. Ia menyebut total jumlah anakan pohon mangrove yang akan ditanam di daerah setempat sebanyak 2.000 pohon.

Selain itu, PLN juga menanam sebanyak 4.000 anakan kelor dan 500 anakan pohon trambesi di Desa Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Untuk tanaman kelor yang sudah ditanam, lanjutnya, terdapat 15 persen di antaranya tidak hidup sehingga akan segera diganti.

"Target kami sampai akhir November ini sebanyak 6.500 pohon sudah tertanam semua," katanya.

Ia meminta agar para petugas PLN di daerah tidak hanya menanam namun juga memastikan kelangsungan hidup anakan pohon tersebut hingga bertumbuh besar. Menurutnya pohon-pohin itu harus terus dipantau.

Ali menambahkan, selain menanam pohon di pesisir, pada area pembangkit listrik juga perlu ditanam pohon-pohon agar petugas bisa bekerja dengan nyaman. "Seperti pembangkit kami yang di Bolok itu kan panas sekali. Saya minta agar ditanam juga pohon-pohon di sana sehingga jadi hijau semua," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zv0bMd
November 28, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zv0bMd
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Damri Segera Luncurkan Hotel Bus

Hotel bus akan disiapkan di 10 destinasi wisata baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Damri akan melakukan ekspansi bisnis dengan meluncurkan hotel bus. Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengatakan, hotel bus ini merupakan konversi armada yang sudah tidak lagi melayani penumpang.

Bus besar akan dijadikan dua kamar dan bus kecil untuk satu kamar. Operatornya akan pakai yang ada di lingkungan BUMN. Milatia mengakui, Damri tak berkapasitas pada segmen bisnis layanan perhotelan. Untuk layanan bus hotel ini, Damri menyiapkan 70 unit di Belitung.

"Hotel bus ini kami siapkan juga di Mandalika. Kami akan fokus ke 10 destinasi Bali Baru," ucap Milatia di Pool Damri Kemayoran, Jakarta pada Kamis (22/11).

Hingga kuartal III 2018 ini, Damri mencatatkan kinerja lebih bagus dibandingkan akhir 2017. Secara year to date (ytd), laba perusahaan meningkat 300 persen menjadi Rp 21 miliar pada September 2018 dari sekitar Rp 7 miliar pada akhir 2017.

"Capaian ini di atas target semula 200 persen," kata Milatia.

Pendapatan dari armada yang melayani rute bandara secara nasional berkontribusi 37-40 persen dan sisanya dari lini bisnis lain seperti AKAP, ADP, dan angkutan antar negara. Untuk angkutan perbatasan, Damri melayani transportasi perbatasan Indonesia dengan Brunei, Serawak dan Kuching Malaysia, dan akan menyusul ke Timor Leste.

"Rute Timor Leste tergantung perjanjian bilateral. Itu kan tidak bisa sembarangan," ucap Milatia.

Mengikuti regulasi transaksi dalam lingkup NKRI, pembayaran angkutan perbatasan Damri tetap memakai rupiah. Soal selisih kurs, Milatia mengatakan angkutan perbatasan ini Damri membawa misi bangsa sehingga bukan soal untung rugi.

Tambahan armada pada 2019 akan disesuaikan permintaan. Hal itu akan ditentukan setelah tutup buku akhir tahun ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qWIhxm
November 22, 2018 at 03:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qWIhxm
via IFTTT
Share: