Showing posts with label 2018 at 07:59PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:59PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Ciri-ciri 10 Jenazah Korban Tsunami Belum Teridentifikasi

Sembilan jenazah memiliki ciri khusus sedangkan satu jenazah tak punya ciri khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan, hingga Kamis (27/12) pukul 17.00 WIB masih ada 10 jenazah korban tsunami yang belum teridentifikasi. Ia merilis ciri-ciri 10 korban, sebagai berikut:

1. DVI/SMR/0111

Jenis kelamin laki usia 20-30 tahun.

Ciri khusus: Pada pipi kiri bawah sudut mata ada tahi lalat berbentuk bulat ukuran 0,1x0,1 cm. Di atas bibir sisi kanan, ada tahi lalat. Pada pangkal lengan atas kanan, terdapat tahi lalat dengan diameter 0,4 cm. Pada dada sisi kanan terdapat tahi lalat warna hitam ukuran 0,1 cm. Rambut lurus hitam panjang 1,5 cm. Tinggi badan 157 cm. Panjang telapak kaki 22 cm. Celana dalam bahan kaos warna biru terdapat tulisan hicop. Memakai gelang manik bulat warna cokelat dengan tali benang.

2. DVI/CRT/0108

Perempuan perkiraan usia 4-5,5 tahun.

Ciri khusus: tahi lalat berwarna hitam di dahi. Pelipis kanan di bawah kelopak mata kiri dan bokong kanan. Memakai anting bentuk bulat tanpa mata, warna kuning emas terpasang pada dua kating telinga. Pakaian gaun bahan kaos warna biru jenis longdress. Celana dalam bahan kaos.

3. DVI/SMR/0092

Perempuan berusia antara 18-25 tahun. Panjang badan 150 cm.

Ciri khusus: kuku jari kedua tangan tampak panjang dengan ujung kuku tampak rata. Rambut hitam beruban lurus kurang lebih 11 cm. Lada kedua lutut ada jaringan parut berwarna lebih terang berukuran 3x1,5 cm dan 1x0,5 cm.

4. DVI/LABUAN/0105

Perempuan usia sekitar 27-40 tahun. Panjang badan 155 cm.

Ciri khusus: rambu hitam panjang 17 cm. Celana dalam bahan katun hitam polos.

5. DVI/SUMUR/0091

Perempuan usia sekitar 20-40 tahun. Panjang badan 155 cm.

Ciri khusus: Rambut hitam lurus 20 cm. Pakaian kaus lengan panjang berbahan katun warna abu motif bunga warna biru. Perhiasan cicin logam emas mata berlian pada jari tengah tangan kanan. Logam emas pada jari manis tangan kanan. Di sekitar jenazah ditemukan satu strip obat.

6. DVI/TJL/0098

Perempuan dewasa dengan panjang badan 159 cm.

Ciri khusus: memakai sambungan rambut berwana cokelat. Kuku tangan dan kaki menggunakan kutek warna merah hati dan pacar kuku. Gigi menggunakan behel. Perhiasan anting bahan logam warna perak polos dan anting bahan logam dengan ulir tiga jalur warna perak. Kalung rantai kecil warna emas. Pakaian kaus lengan panjang se siku dengan motif zebra. Celana korset katun, celana dalam cokelat.

7. DVI/TJL/0087

Laki berusia sekitar 17-30 tahun. Panjang badan 155 cm.

Ciri khusus: Sudah disunat. Pakaian kaus lengan pendek hitam ukuran L terdapat tulisan MountainLAnniversary 9 Tahun Babak Bungur. Celana dalam katun biru merek NYC.

8. DVI/TJ/0014

Perempuan berusia sekitar 14-35 tahun.

Ciri khusus: Perawakan gemuk. Tinggi 161 cm. Pakain bra merah muda. Celana dalam hitam. Perhiasan cincin bahan logam warna silver berbentuk dua batang melingkar dengan beberapa mata warna putih pada bagian tengan warna oval. Anting bahan logam.

9. DVI/CRT/0096

Laki dewasa. Panjang badan 169 cm. Tidak disunat.

Ciri khusus: Rambut hitam pendek cepak. Memiliki tahi lalat di dada sisi kiri dan pundak bahu kiri. Berambut lebat dengan tangan dan kaki.

10. Satu jenazah belum bisa teridentifikasi karena tidak memiliki ciri-ciri khusus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AhKFE7
December 27, 2018 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AhKFE7
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Transformasi Ekonomi Desa Didorong Lewat Pondok Pesantren

Transformasi yang diperlukan adalah perbaikan model bisnis pertanian

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah mendorong transformasi ekonomi desa melalui pondok pesantren dan organisasi berbasis keagamaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, ekonomi di perdesaan yang mengandalkan pertanian pun bisa menjadi benteng pertahanan Indonesia dari terpaan gejolak ekonomi dunia. 

"Transformasi ekonomi itu perlu sehingga masyarakat tidak perlu pindah ke kota. Lebih indah hidup di desa daripada hidup berjejal-jejal di kota," kata Darmin dalam peluncuran Program Santripreneur dan Petani Muda di Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada Rabu (26/12). 

Darmin mengatakan, pemerintah saat ini giat membangun infrastruktur untuk bisa menghubungkan modal berupa tenaga kerja dan lahan di desa kepada pasar. Akan tetapi, infrastruktur tersebut baru bisa dimanfaatkan secara optimal jika terjadi transformasi ekonomi terutama di perdesaan.

Darmin menjelaskan, transformasi ekonomi tersebut bukan berarti alih pekerjaan dari pertanian ke industri. Menurutnya, transformasi yang dibutuhkan Indonesia adalah perbaikan model bisnis pertanian yang saat ini sudah ada. 

"Tetap menanam cabai, jagung, atau padi. Tapi, cara menanamnya lebih maju, lebih rasional, dan mengkorporasikannya," katanya. 

Program Santripreneur dan Petani Muda yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Ekonomi Umat. Program ini dirancang untuk mencetak wirausaha baru pertanian dalam rangka regenerasi petani serta mengembangkan potensi lahan nonproduktif termasuk di pondok pesantren. 

Sasaran program ini adalah santri tingkat akhir, alumni pondok pesantren dan masyarakat sekitar pondok pesantren, pemuda yang sedang atau baru lulus sekolah atau kuliah, serta tunakarya yang berminat pada usaha di bidang pertanian. 

Cakupan programnya adalah kegiatan pelatihan serta pengembangan usaha pertanian pascapelatihan. Pelatihan dan pengembangan usaha difokuskan pada pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi khususnya hortikultura yang diintegrasikan dengan usaha peternakan dan perikanan. 

Kemenko Perekonomian menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam memberikan fasilitasi terkait aspek penyediaan lahan, akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan pendampingan. 

Pengusaha sekaligus pendiri Medco Foundation Arifin Panigoro mengatakan, pemberdayaan ekonomi umat di Ponpes Pemberdayaan Umat, Cibuntu perlu direplikasi ke seluruh Indonesia. Dia menyampaikan, seluruh pihak terlibat dalam upaya tersebut mulai dari lembaga pesantren, institusi pendidikan tinggi, perbankan, dan pemerintah. 

Dia mendorong adanya pergerakan ekonomi umat baik berawal dari pesantren maupun desa untuk maju bersama-sama. Hal itu lantaran diperlukan korporatisasi usaha pertanian yang diyakini dapat berdampak positif pada masyarakat. 

"(Bantuan modal) ratusan triliun ada tapi bagaimana menjalaninya. Maka, menurut saya ini contoh yang baik karena semua pemain terlibat," kata Arifin. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CB7Gn7
December 26, 2018 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CB7Gn7
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Puan Pastikan Relokasi Rumah Tepi Pantai Terdampak Tsunami

Puan Maharani hari ini mengunjungi wilayah terdampak tsunami di Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pemerintah akan merelokasi rumah warga terdampak tsunami yang berada di tepi pantai. Puan juga menyebutkan santunan kepada setiap keluarga korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda sebesar Rp 15 juta.

"Rumah warga yang ada di pinggir pantai nantinya juga akan direlokasi. Pemerintah akan membangun rumah yang lokasinya nanti ditentukan oleh Pemerintah Daerah," kata Menko Puan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (25/12).

Puan Maharani mengunjungi kawasan Rajabasa, Lampung Selatan, untuk melihat secara langsung dampak tsunami dan memastikan penanganannya.  Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lampung Selatan, Menko Puan didampingi Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dan Menkes Nila F. Moeloek. Turut mendampingi, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto serta Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi.

Menko Puan bersama rombongan pertama kali mengunjungi Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.  Desa ini merupakan salah satu kawasan terparah yang terkena dampak tsunami. Banyak bangunan rumah, fasilitas umum dan sosial yang hancur terkena gelombang tsunami.

Di desa ini, Puan sempat mengecek kesiapan pelayanan dapur umum yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Dia juga sempat memberikan santunan kepada empat ahli waris korban tsunami secara simbolis sembari berdialog langsung dengan para korban yang terluka.

Di Way Muli, Puan menyempatkan diri melihat dari dekat lokasi akibat tsunami yang berada di bibir pantai. Ketika itu tengah dilakukan pembersihan puing dan sampah oleh para petugas serta relawan.

Setelah dari Desa Way Muli, Puan melanjutkan kunjungannya dengan bertemu para pengungsi di Desa Cugung. Desa Cugung terletak di perbukitan, karenanya masyarakat Desa Way Muli banyak yang mengungsi ke kawasan tersebut.

Di Desa Cugung para pengungsi ditampung di masjid atau musholla, majelis taklim dan rumah-rumah warga. Pada kesempatan itu, Menko menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban tsunami yang meninggal.

"Saya minta bapak ibu tabah menghadapi kejadian ini. Bagaimanapun hidup terus berlanjut, maka kita harus ambil hikmahnya atas peristiwa ini," ujarnya.

Menutup kunjungannya di Lampung Selatan, Puan dan rombongan mengunjungi RS. Bob Bazar untuk melihat penanganan korban tsunami.  Di RSUD yang termasuk tipe C ini, terdapat 60 orang luka berat akibat tsunami.

Puan sempat meninjau ruang IGD dan dua ruang perawatan. RS Bob Bazar sendiri mampu menampung pasien sebanyak 176 orang.

"Pemerintah akan segera melakukan penanganan dampak bencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ShEmao
December 25, 2018 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ShEmao
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Arie Untung Ajak Lindswell Kwok Gabung Komunitas Ngaji

Ia sudah punya foto bersama Lindswell dan beberapa publik figur hijrah lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presenter dan artis peran Arie Untung turut menyambut baik kabar mantan atlet wushu Lindswell Kwok yang telah memutuskan menjadi mualaf. Tak hanya sekadar itu, Arie yang merupakan penggerak Hijrah Fest beberapa bulan lalu mengundang Lindswell untuk hadir di kajian musyawarah bersama kemunitas hijrah lainnya.

"Alhamdulillah dapat kabar luar biasa, kita dapat saudari baru, peraih medali emas Indonesia Lindswell Kwok memutuskan mualaf," tulis Arie melalui akun Instagram pribadinya @ariekuntung, Selasa (4/12).

Arie mengatakan, dirinya sudah kenal sejak beberapa hari lalu dengan peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut. Ketika itu, kata dia, ia sudah punya foto bersama dengan Lindswell dan beberapa publik figur hijrah lainnya.

Tapi Arie tidak mau membagikan foto tersebut kepada khalayak umum karena menghargai privasi alumnus Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara tersebut. Barulah setelah melihat postingan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang memperlihatkan Lindswell mengenakan hijab syar'i, Arie merasa kabar mualaf saudari seimannya itu sudah boleh dipublikasikan. "Marhaban ya sis, barakallah, semoga segala kenikmatan dan keberkahan menyertai," ujar Arie.

Lindswell Kwok sudah resmi pensiun dari dunia olahraga wushu. Informasi yang beredar, mantan atlet yang sudah berusia 27 tahun itu akan menikah dengan  Achmad Hulaifi yang juga merupakan atlet wushu Indonesia untuk Asian Games 2018 kemarin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zAX0mr
December 04, 2018 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zAX0mr
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Hari Disabilitas, Jember Gelar Bursa Kerja Difabel

Bursa kerja itu menyediakan lowongan kerja khusus bagi kaum difabel.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bursa kerja untuk warga berkebutuhan khusus atau difabel dan perempuan. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional di Alun-Alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/12).

Selain bursa kerja untuk difabel, peringatan Hari Disabilitas Internasional yang bertema "Jember Inklusi dan Ramah Disabilitas", juga dimeriahkan dengan jalan sehat disabilitas, penampilan seni dari anak-anak berkebutuhan khusus, dan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disalibitas yang dihadiri oleh Bupati Jember Faida

"Job fair itu baru pertama kali digelar dan mungkin pertama kali di Indonesia. Bursa kerja itu menyediakan lowongan kerja khusus bagi kaum difabel dan perempuan yang menyediakan lebih dari 500 peluang kerja di berbagai perusahaan di Jember dan sekitarnya," kata Bupati Jember Faida.

Dari 500 peluang kerja tersebut, lanjut dia, ada 72 lowongan yang khusus untuk kaum difabel di Kabupaten Jember. Pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada perusahaan yang menyediakan lowongan kerja kepada warga berkebutuhan khusus.

"Ketentuan dalam peraturan daerah dan peraturan bupati mewajibkan perusahaan untuk memberikan kesempatan kerja minimal satu persen kepada difabel," tuturnya.

Dia mengatakan lowongan itu disesuaikan dengan kondisi dan kompetensi yang dimiliki para difabel. Ia berharap, lowongan kerja dapat diisi oleh para difabel di Jember.

"Sejatinya, mereka juga mempunyai potensi yang luar biasa apabila bisa ditempatkan di tempat yang sesuai dengan kondisi dan potensinya," ujarnya.

Bursa Kerja Perempuan dan Difabel yang digelar di Kabupaten Jember itu, juga menyediakan layanan administrasi kependudukan bagi pelamar yang kekurangan syarat administrasi. Bahkan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat sebagai penyelenggara kegiatan, melayani permohonan kartu kuning bagi pencari kerja.

Ketua Dewan Pertimbangan Perpenca (Persatuan Penyandang Cacat) Jember Asrorul Mais memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang menggelar bursa kerja untuk warga berkebutuhan khusus itu.

"Ini yang sudah lama kami tunggu. Terkait penyelenggaraan bursa kerja itu,  saya memberikan catatan sebagai masukan untuk penyelenggaraan 'job fair' berikutnya karena sebaiknya sebelum menggelar kegiatan itu, diadakan pertemuan antara difabel pencari kerja dengan perusahaan," katanya.

Ia mengatakan hal itu untuk menyamakan pandangan karena berdasarkan pantauan di lapangan, difabel Jember masih merasa kurang percaya diri karena takut dengan kualifikasi pendidikan yang disyaratkan perusahaan. Sedangkan pendidikan para difabel secara umum tidak tinggi.

"Pekerjaan kan yang dibutuhkan sebenarnya adalah 'skil', bukan pendidikan. Namun, kualifikasi itu perlu juga," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zBIs66
December 01, 2018 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zBIs66
via IFTTT
Share: