Showing posts with label 2019 at 11:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:35PM. Show all posts

Saturday, March 23, 2019

Pentingnya Menjaga Lisan

Lisan mesti sejalan dengan prinsip kehati-hatian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lisan merupakan anugerah yang diberikan kepada umat manusia. Meski lisan membawa manfaat dan memudahkan dalam berkomunikasi, keberadaannya mesti sejalan dengan prinsip kehati-ha ptian.

Ustaz Abu Ihsan al-Atsari dalam kajiannya di Masjid Baitul Hakim menyebut lisan juga bisa menjadi sumber petaka. Banyak orang yang masuk neraka dikarenakan perkataannya. "Lisan adalah anggota tubuh yang paling elastis. Tidak bertulang. Diciptakan tanpa tulang sehingga mudah digerakkan. Namun, seringnya kita melupakan apa-apa saja yang sudah kita ucapkan dan katakan," ujar Us taz Abu Ihsan dihadapan jamaah, belum lama imi.

Lisan merupakan nikmat yang didatangkan oleh Allah SWT. Dengan lisan, manusia bisa merasakan nikmatnya berbicara. Namun, ketika diberi nikmat ber bicara, ada tanggung jawab yang juga harus dipikul oleh manusia. Setiap kata-kata yang diucapkan oleh manusia akan dicatat oleh malaikat.

Allah SWT dalam QS Qaaf ayat 16-18 berfirman, "Dan se sungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya", '(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.' 'Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang se lalu hadir'." Dalam surat itu disebut bah wa semua perkataan yang dikeluarkan oleh manusia dicatat oleh malaikat. Keluhan dan aduan pun dicatat. Inilah yang menjadi pertanggungjawaban dari ucapan yang telah diucapkan.

Kaum Muslimin hendaknya bisa berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Apa pun yang akan diucapkan harus diperhatikan apakah membawa manfaat dan baik atau tidak. Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." Berbicara yang baik berarti membicarakan hal yang benar dan membawa manfaat. Ada kata-kata yang benar tapi tidak bermanfaat. Contohnya ghibah, yang bisa jadi benar namun tidak mem bawa manfaat.

Ada pula kata-kata yang membawa manfaat tapi tidak benar. Contohnya orang yang berdusta atas nama Nabi SAW untuk menyemangati orang melakukan iba dah. Biasanya dibuat hadis-hadis palsu, seperti membaca ayat A akan membawa manfaat B, agar makin banyak orang mem baca Alquran, padahal Nabi SAW tidak pernah menyatakan demi kian. "Hisabnya berat," lanjut Us taz Abu Ihsan.

Ia melanjutkan, saat hari akhir nanti, semua anggota tubuh akan menuntut lisan atas perbuatannya di dunia. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Tir midzi, Uqbah bin Amir berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Ya Ra sulullah apakah keselamatan itu?' Beliau menjawab, 'Selamat itu ada tiga perkara. Pertama jaga li sanmu, kedua tangisi kesalahanmu, dan ketiga hendaknya kamu betah di rumahmu'."

Nabi juga pernah ditanya oleh seseorang dari Arab Badui. Ia ber kata, "Ya Rasul beri aku se buah wasiat, tapi jangan panjangpan jang." Nabi pun menjawab, "Janganlah kamu berbicara de ngan satu perkataan yang mem buat kamu nantinya harus me minta maaf. Jika kamu berdiri sha lat maka lakukanlah seolaholah itu shalat terakhirmu. Dan jangan berambisi atas apa yang ada di tangan orang lain."

Menarik ucapan yang telah dikeluarkan itu berat. Sama seperti menelan ludah atau muntah yang telah kita keluarkan. Ustaz Abu Ihsan menyebut banyak orang yang keseleo lidah, tapin ketika diminta untuk meminta maaf ia tidak mau, bahkan mengingkari jika pernah berkata de mikian.

Ustaz Abu Ihsan meminta ja maah untuk zuhud. Yaitu tidak mengharapkan sesuatu yang ber sifat duniawi dan belum dimiliki. Dia meminta untuk tidak berlomba- lomba atas sesuatu yang ada di dunia. Perbanyak pula qanaah atau bersyukur atas apa yang su dah dimiliki, menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT. Sing kirkan rasa tamak atau am bisi un tuk memiliki apa yang ada pa da orang lain.

Dari Mu'adz bin Jabal RA, ia mengatakan, "Aku bertanya, 'Wa hai Rasulullah, beritahukan ke padaku tentang amalan yang akan mema-sukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka.' Beliau bersabda, 'Sung guh kamu bertanya tentang suatu yang besar, dan sesungguhnya itu sangat mudah bagi siapa yang di mudahkan oleh Allah; yaitu kamu menyembah Allah dan tidak me nyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.'

Kemudian beliau bersabda, 'Mau kah aku tunjukkan kepa da mu tentang pintu-pintu kebajik an? Puasa adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat yang dilakukan seseorang di tengah malam.' Kemu dian beliau membaca, 'Lambung mereka jauh dari tempat tidur nya' hingga 'yang telah mereka ker jakan.'

Kemudian beliau bertanya, 'Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok urusan, tiang nya, dan puncaknya?' Aku menjawab, 'Tentu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Pokok segala urusan ialah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya ialah jihad.'

Kemudian beliau bertanya, 'Maukah aku beritahukan kepa damu tentang inti semua itu?' Aku menjawab, 'Tentu, wahai Ra sulullah.' Lantas beliau meme gang lisannya seraya bersabda, 'Tahanlah ini padamu.' Aku ber tanya, 'Wahai Nabi SAW, apakah kami akan dihukum karena apa yang kami ucapkan?' Beliau menjawab, 'Semoga ibumu kehilangan kamu! (ungkapan terkejut). Tidak ada yang menjatuhkan wajah manusia (Leher manusia) ke dalam neraka, melainkan hasil lisan mereka (yang buruk)'." 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OiXvaK
March 23, 2019 at 11:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OiXvaK
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Dua Capres Akur Soal Sawit, Nobar di Walhi Pun Meriah

Dua capres akur dalam berbicara soal kelapa sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana nonton bareng (nobar) di kantor Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jakarta, Ahad (17/2) malam, menjadi lebih meriah, Penyebabnya saat dua calon presiden (capres) akur berbicara soal kelapa sawit dalam debat capres putaran kedua.

Area nobar yang digelar Koalisi Golongan Hutan yang sebelumnya hening tiba-tiba menjadi riuh dengan tawa oleh puluhan aktivis dan milenial peduli lingkungan. Itu setelah mendengar jawaban Capres Prabowo Subianto yang menutup pertanyaan terkait komoditas sawit. "... kita akan genjot sawit, aren, kasava untuk bisa dimanfaatkan (untuk biofuel)," kata Prabowo.

Sebelumnya ia juga mengatakan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas penting yang menjanjikan, bisa untuk biofuel. Dia membenarkan ada pengembangan biofuel B20, namun Brasil sudah mampu mencapai B90. Menurut Prabowo, pemanfaatan sawit bisa lebih lagi untuk meningkatkan pemasukan untuk petani.

Sedangkan petahana, Capres Joko Widodo sebelumnya mengatakan akan mengurangi energi fosil dengan menaikkan pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk bahan bakar nabati (BBN) B100. Ia menyebutkan produk kelapa sawit saat ini sudah mencapai 46 juta ton per tahun dan melibatkan 16 juta petani di Indonesia.

Pengembangan sawit untuk BBN B20 sudah mencapai 98 persen, dan akan digenjot menjadi B100. Pengembangan tersebut sudah direncanakan supaya pemenuhan energi tidak lagi tergantung bahan bakar fosil.

Manajer Kampanye Keadilan Iklim Eksekutif Nasional Walhi Yuyun Harmono mengaku cukup kecewa dengan rencana pengembangan biofuel B100 tersebut. Ini menjadi catatan penting, karena ada kekhawatiran pengalihan emisi dari fosil ke sektor lahan mengingat pengembangannya akan membutuhkan lahan yang sangat luas.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Partnership for fovernance Reform (Kemitraan) Monica Tanuhandaru mengatakan keduanya masih mendorong penggunaan sawit untuk bahan bakar. Namun barang kali justru menempatkan Indonesia ke posisi rentan.

Menurut dia, tidak ada yang salah dengan kelapa sawit, apalagi jika dikonversi ke energi. Tapi risiko jumlah lahan yang digunakan untuk pengembangannya dikhawatirkan menempatkan rakyat pada posisi rentan.

Sedangkan Plt Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia Nuly Nazlia juga mengkhawatirkan rencana pengembangan bahan bakar B100. Dia mengatakan, untuk produksi B30 saja membutuhkan luasan sekitar empat juta hektare (ha) lahan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SFIEN6
February 17, 2019 at 11:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SFIEN6
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Al Shabaab Tembak Mati Pimpinan Perusahaan Dubai

Aksi teror dilakukan Al Shabaab karena mereka menganggap pemerintah tak bersyariat.

REPUBLIKA.CO.ID, SOMALIA— Sejumlah pria bersenjata yang menyamar sebagai nelayan membunuh Kepala Eksekutif P&O Ports milik pemerintah Dubai, Paul Anthony Formosa, di wilayah semiotonom Somalia, Puntland, Senin (4/2), dalam serangan yang diakui kelompok Al Shabaab.

Gubernur Bari di Puntland, Yusuf Mohamed, mengatakan kepada Reuters, dua orang bersenjata yang menyamar sebagai nelayan menembak Paul Anthony Formosa saat hendak menuju pelabuhan Bossaso pagi ini.

Mohamed mengatakan, Paul tewas di pasar ikan saat hendak menuju pelabuhan Bossaso pagi ini. Para pelaku yang bersenjatakan pistol melepaskan tembakan ke arah kepala.

Salah seorang penyerang ditembak mati pasukan keamanan di lokasi kejadian dan penyerang lainnya ditahan. Akun LinkedIn menunjukkan Formosa sebagai warga negara Malta.

P&O Ports mengatakan seorang pekerja tewas dan tiga lainnya mengalami cedera dalam satu insiden di Pelabuhan Bossaso, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Satu pernyataan yang dipublikasi kantor media pemerintah Dubai di akun Twitter menyebutkan perusahaan dengan pihak berwenang Puntland sedang melakukan penyelidikan.

Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menuduh keberadaan Formosa di Somalia ilegal. 

Shabaab sedang berupaya menyingkirkan pemerintah Somalia yang didukung negara-negara Barat serta membentuk pemerintahan mereka sendiri berdasarkan pemahaman hukum syariah yang ketat.

"Kami dibalik operasi tersebut. Kami sudah memberi dia peringatan tapi dia malah menutup telinga. Keberadaannya di Somalia ilegal," kata juru bicara operasi militer Al Shabaab, Abdiasis Abu Musab.

P&O Ports mengelola pelabuhan Bossaso Puntland sejak mengantongi izin selama 30 tahun pada 2017 untuk memperluas dan mengelola fasilitas tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MNoWZt
February 04, 2019 at 11:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MNoWZt
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

Pembangunan NYIA Baru 30 Persen

NYIA akan beroperasi bila dilengkapi kereta api.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kembali melakukan kunjungan kerja ke DI Yogyakarta. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan berfokus sebagai koordinasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Ia menerangkan, kunjungan kerjanya kali ini memang untuk mengordinasikan proyek di NYIA di Kabupaten Kulonprogo agar berjalan baik. Budi menekankan, NYIA akan beroperasi bila dilengkapi kereta api. "Apa yang kita lakukan sekarang, sekarang ini persentasenya sudah 30 persen, kita merencanakan operasinya pada 2020," kata Budi di Bandara Adisutjipto, Ahad (20/1).

Bagi Budi, yang menggembirakan justru tentang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, telah mengusulkan nama New Yogyakarta International Airport (NYIA). Tentu, penggunaan nama itu akan melalui satu proses.

Usulan itu tinggal menanti persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tapi, Budi berpendapat, jika Sultan sudah menyetujui usulan nama itu, banyak elemen akan setuju, sehingga tinggal persetujuan Kemenhub.

Pada kesempatan itu, ia turut mengonfirmasi kabar potensi tsunami di NYIA yang diklaim sudah menjadi antisipasi Kemenhub. Budi mengungkapkan, pakar-pakar dari Jepang, ITB dan UGM sudah ditunjuk mempersiapkan antisipasi.

"Kita sudah memperhitungkan dengan skala tsunami yang besar, bandara tetap bisa eksis secara struktur dan secara antisipasi kita sudah menyiapkan mitigasinya," ujar Budi.

Salah satu mitigasinya, pembangunan level pertama NYIA akan dibuat praktis dan fleksibel. Sehingga, mitigasi bencana tsunami membuat para penumpang bisa naik ke atas dengan ketinggian/floor to floor delapan meter.

Jadi, ia merasa potensi tsunami sudah memiliki mitigasi, baik dari struktur maupun bagaimana operasional dapat berjalan. Daerah pinggirannya akan pula ditanami pohon-pohon dan gundukan-gundukan demi menurunkan kekuatan tsunami.

Terkait mitigasi bencana, ia menilai, bangunan-bangunan yang ada di NYIA sudah diperkirakan tahan gempa hingga 8,8 skala richter. Untuk tsunami di 12 meter, sudah dipersiapkan dan dimitgasi.

Terlebih, keberadaan lantai dua atau di atas 15 meter, diperkirakan akan tetap membuat penumpang aman jika terjadi tsunami. Selain itu, mereka mengaku telah pula berkoordinasi dengan Pemkab Kulonprogo.

"Untuk kawasan Pantai Glaga sampai Pantai Congot akan menjadi kawasan penyangga bandara, sehingga kita bisa temui vegetasi tertentu yang saat terjadi tsunami energinya sudah bisa diserap atau dikurangi," ujar Tauchid.

Tapi, yang lebih penting lagi, ia berharap area itu tidak menjadi tambak karena akan mengundang burung-burung yang akan mengganggu operasional penerbangan. Itu akan menjadi komponen penting untuk keselamatan penerbangan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RVFq70
January 20, 2019 at 11:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RVFq70
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Kucing Hutan Resahkan Warga Kabupaten Lebak

Ternak ayam warga Kabupaten Lebak kerap dimangsa oleh kucing hutan.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Masuknya "meong congkok" atau kucing hutan yang ke perkampungan di Kabupaten Lebak, Banten, semakin meresahkan warga. Ternak ayam warga belakangan kerap dimangsa oleh binatang bernama latin Felis bengalensis tersebut.

"Sepekan terakhir ini, sekitar 25 ayam kampung dimakan meong congkok," kata Samian (50), warga Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Ahad.

Hampir setiap hari ada saja ternak ayam yang dimangsa kucing hutan. Warga mendapati semakin banyak meong congkok keluar dari hutan dan mendatangi perkampungan untuk mencari makan.

Meong congkok itu terkadang datang berkelompok antara tiga sampai enam ekor. Hewan karnivora itu mudah menangkap buruannya lantaran ternak ayam warga memang diliarkan, tak berkandang.

"Kami kesulitan untuk menangkap meong congkok itu, karena begitu liar dan melakukan perlawanan," kata Samian.

Ade (45), warga Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, juga menderita kerugian akibat serangan kucing hutan. Sejak sepekan terakhir, ia kehilangan 20 ternak ayam karena dimangsa meong congkok.

"Kami pernah mengejar binatang itu setelah memakan ayam, namun mereka begitu cepat lari ke hutan," ujarnya.

Menurut Ade, meong congkok semakin banyak yang masuk ke perkampungan. Ia menduga satwa liar itu habitatnya terganggu dengan adanya alih fungsi lahan.

Apalagi, wilayah Kabupaten Lebak dilintasi proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. Selain itu juga banyak pegunungan dieksploitasi pertambangan pasir dan batu.

"Kami yakin meong congkok itu liar memangsa ternak ayam akibat habitatnya beralih fungsi itu," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2C3nkWH
January 06, 2019 at 11:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2C3nkWH
via IFTTT
Share: