Showing posts with label 2019 at 03:30PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:30PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Kunci Mengatasi Siksa Kubur

Kunci yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah amal saleh

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Al-Baihaqi yang berguru hadis pada Syekh Abu Abdullah al-Hakim itu juga memberikan resep sederhana agar terhindar dari azab kubur. Menurutnya, kunci yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah amal saleh yang dikerjakan sepanjang hidupnya di dunia.

"Dan, barang siapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)." (QS ar-Ruum [30]: 44). Merujuk pada pendapat mujahid, tempat menyenangkan yang dimaksud ialah "kediaman" yang nyaman selama di alam barzah.

Fakta ini juga dipertegas dalam hadis riwayat Abu Hurairah. Disebutkan bahwa ketika mayat telah diletakkan di kuburannya, ia mendengar gesekan sandal handai tolan yang meninggalkannya sendirian.

Bila ia orang beriman maka amalan shalat akan berada di atas kepalanya, puasa di sebelah kanannya, dan zakat ada di samping kirinya. Sedangkan, amalan lainnya, seperti sedekah, silaturahim, dan perbuatan baik ada di sekitar kedua kakinya. Masing-masing akan menjadi saksi dan pelindung baginya.

Di pengujung karyanya, al- Baihaqi yang terkenal dengan mahakaryanya, as-Sunan al-Kubra dan Dalail an-Nubuwwah, menukil beberapa riwayat yang mengisahkan tentang rasa takut dan harapan besar dari para salaf agar terhindar dari siksa neraka.

Padahal, melihat hitungan matematis, tingkat kesalehan spiritual mereka terbilang mumpuni. Ini tak lain menggambarkan ketaatan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Sebut saja, misalnya, pendiri mazhab teolog Asy'ariyah, Abu Musa al-As'yari. Ia meminta agar dijauhkan dari siksa neraka. Ia bahkan memerintahkan agar kedalaman kuburnya kelak ditambahkan. "Dalamkanlah liang lahatku," katanya.

Al-Baihaqi yang tutup usia pada umur 74 tahun itu mengutip kisah Abu ad-Darda'. Ketika sahabat Nabi tersebut menderita sakit, seorang sahabatnya datang. Lelaki itu berkata, "Wahai Abu ad-Darda', sesungguhnya engkau hampir meninggal dunia maka perintah kanlah aku suatu perkara yang ber manfaat bagiku dan akan meng ingatkanmu."

Abu ad-Darda' menjawab, "Sungguh, engkau di antara umat yang diampuni maka dirikanlah shalat, tunaikan zakat hartamu, berpuasa Ramadhan, dan jauhilah perkara keji, kemudian beritakanlah kabar gembira." Merasa tidak puas, lelaki itu pun bertanya ulang. Abu ad-Darda' membalas dan memintanya duduk dan merenung kan perkataannya.

"Bayangkan ke tika engkau berada di hari, tatkala tak ada lagi ruang kecuali liang lahat yang luasnya dua hasta sedang kan panjangnya empat hasta. Ke luarga yang konon tak bisa berpisah denganmu hari itu meninggalkanmu sendiri, kolegamu yang dulu membuat megah rumahmu kelak akan menimbunmu dengan tanah lantas beranjak pergi darimu."

Pada saat itu, sambung Abu ad-Darda', dua malaikat berwarna hitam biru berambut keriting datang. Mereka adalah Munkar dan Nakir. Ia akan menanyakan identitasmu, agama, Tuhan, dan nabi.

"Jika jawabanmu tidak tahumenahu maka demi Allah engkau telah tersesat dan merugi. Sedangkan, bila jawabanmu adalah Muhammad Rasulullah dengan kitab sucinya Alquran maka demi Allah engkau selamat dan mendapat petunjuk. Kesemua itu tidak akan mampu engkau ucapkan kecuali dengan peneguhan yang dikaruniakan Allah."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XgqAYk
May 28, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XgqAYk
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Bupati Bandung Minta Warga tak ke Jakarta Pada 22 Mei

Bupati Bandung Dadang M. Naser meminta masyarakat tidak ikut aksi 22 Mei di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Bupati Bandung Dadang M. Naser meminta masyarakat di Kabupaten Bandung tidak berangkat ke Jakarta pada Rabu (22/5) untuk mengikuti aksi. Menurutnya penyelesaian masalah menyangkut pemilihan umum bisa diselesaikan melalui jalur hukum.

"Warga jangan terpancing dan jangan ke Jakarta. Selesaikan secara yuridis kalau ada permasalahan. Kita adalah negara hukum," ujarnya kepada wartawan pada Selasa (21/5) di Soreang, Kabupaten Bandung.

Dirinya pun menolak gerakan people power yang diwacanakan akan bergerak pada 22 Mei mendatang. Lebih baik, katanya, masalah-masalah yang timbul pada saat pemilu diselesaikan dan dipercayakan kepada lembaga-lembaga yang diberikan wewenang menyelesaikan masalah pemilu.

"Diimbau jangan ke Jakarta, ayo kita evaluasi masing-masing diri. Apalagi ini bulan Ramadhan," katanya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bandung Eri Ridwan Latif mengajak masyarakat untuk solid dan mempererat tali silaturahmi. Ia meminta agar umat tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terkait dengan masalah pemilu, ia mengimbau masyarakat menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut ke KPU Pusat. Dirinya pun menilai masyarakat Kabupaten Bandung sudah cerdas dalam melihat isu yang berkembang. Eri menambahkan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Bandung telah berlangsung dengan tertib, aman, dan telah sesuai dengan mekanisme yang ada.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wg2jUQ
May 21, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wg2jUQ
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Cabai Lokal Jadi Andalan Pertanian Musi Banyuasin

Petani lebih banyak bertanam cabai merah keriting varietas lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kabupaten Musi Banyuasin, salah satu sentra produksi cabai di Provinsi Sumatera Selatan memiliki strategi untuk menstabilkan kenaikan harga cabai di pasaran. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi lahan bantaran Sungai Musi untuk pertanaman cabai.  

Erizal Chaniago, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan bahwa sentra cabai  tersebar di Kecamatan Sekayu, Lais, Sungai Lilin dan Tungkal. Petani lebih banyak bertanam cabai merah keriting varietas lokal karena permintaan konsumen lebih menyukai varietas lokal yang memiliki ciri khas tersendiri yakni lebih pedas dan umur simpannya lebih  lama.

Ketua Kelompok Mekar Jaya, Erni Johan, Kelurahan Serayan Jaya, Kecamatan Sekayu, dalam setiap pekan memasok cabai merah keriting jenis lokal sebanyak 3 - 4 kuintal.  "Cabai merah keriting dipasarkan ke wilayah Musi Banyuasin. Sementara untuk pasar Jambi, Riau serta daerah - daerah lainnya, jenis cabai merah keriting yang dipasarkan adalah cabai varietas lado yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Tungkal dan Sungai Lilin," ujar Erni.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh tim pusat daerah, harga cabai di Pasar Sekayu terpantau relatif stabil. Informasi yang diperoleh  melalui pedagang di Pasar Pagi Sekayu menunjukkan bahwa saat ini harga berangsur-angsur turun.   

Hari pertama bulan Ramadhan harga cabai di pasar ini mencapai Rp 38 - 40 ribu per kg dikarenakan petani tidak melakukan panen dan memasok ke pasar. Namun kini harga sudah berangsur mengalami penunurunan pada hari ketiga Ramadhan yakni Rp 35 ribu per kg. 

"Harga bawang merah di pasaran saat ini stabil di harga Rp 30 ribu per kg. Bawang putih di Pasar Sekayu adalah Rp 45 ribu per kg, yang juga berangsur - angsur turun setelah sebelumnya sempat mencapai Rp 80 ribu per kg di awal ramadhan," ujar Kepala Subdirektorat Florikultura, Sumardi Noor.

Berdasarkan hasil kunjungan tim ke beberapa pasar tradisional yang ada di Palembang, Sumardi menyatakan, ditemukan bahwa harga sudah berangsur - angsur turun. Harga bawang putih di Pasar 26 Ilir sudah turun menjadi Rp 48 ribu per kg, setelah sebelumnya harga mencapai Rp 80 ribu per kg di awal Ramadhan. Harga bawang merah stabil pada Rp 30 ribu per kg, sedangkan cabai merah keriting Rp 20 ribu per kg.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vSATWp
May 13, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vSATWp
via IFTTT
Share:

Kapal Induk AS ke Teluk, Iran: Washington tak Berani Perang

AS mengirim kapal induk dan pesawat bomber ke kawasan Teluk.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Komandan Korps Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami mengkritik langkah Amerika Serikat (AS) mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Teluk. Dia menilai tindakan itu sebagai perang urat saraf.

“AS sedang berupaya dengan langkah ini untuk mengintimidasi rakyat dan beberapa pejabat militer tentang terjadinya perang,” kata Salami saat berbicara di parlemen Iran pada Ahad (12/5), dilaporkan laman Anadolu Agency.

Ia pun mengomentari tentang potensi terjadinya perang antara Iran dan AS. “Perang Amerika melawan Iran tidak mungkin, karena Washington tidak memiliki kemampuan dan keberanian untuk berperang melawan negara ini,” ujarnya.

Selain kapal induk USS Abraham Lincoln, AS diketahui turut mengirim pesawat bomber B-52 ke Teluk. Menurut Presiden AS Donlad Trump, pengerahan armada militer itu dilakukan karena terdapat ancaman serius. Namun, dia enggan menyingkap secara gamblang ancaman yang dimaksud.

Trump diketahui telah menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Teheran. Sanksi kali ini membidik sektor industri logam Iran, mencakup besi, baja, aluminium, dan tembaga. “Tindakan hari ini menargetkan pendapatan Iran dari ekspor logam industri, 10 persen dari ekonomi ekspornya, dan membuat negara-negara lain memperhatikan bahwa mengizinkan baja Iran serta logam lain ke pelabuhan Anda tidak akan ditoleransi lagi,” kata Trump dalam sebuah pernyataan pada Rabu lalu.

Dia mendesak Iran agar segera mengubah kebijakannya, terutama terkait program rudal dan nuklirnya. “Teheran dapat mengharapkan tindakan lebih lanjut kecuali secara fundamental mengubah perilakunya,” ujarnya.  

Pengumuman sanksi terbaru terhadap Iran dilakukan bertepatan dengan peringatan keputusan AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran atau dikenal dengan istilah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Langkah itu diambil Trump pada Mei tahun lalu. .

Trump menyebut JCPOA cacat karena tak mengatur tentang program rudal balistik Iran, kegiatan nuklirnya selepas 2025, dan perannya dalam konflik Yaman serta Suriah. Setelah keluar dari JCPOA, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran. Sanksi itu membidik sektor energi, otomotif, keuangan, dan perdagangan logam mulia Iran. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q0vWUy
May 13, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q0vWUy
via IFTTT
Share:

Ilmu Matematika dalam Sejarah Peradaban Islam

Ilmu matematika memperoleh tempat terpandang dalam sejarah intelektual Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ilmu matematika memperoleh tempat terpandang dalam sejarah intelektual Islam. Secara historis, matematika disebut ulum riyadhiyah atau ta’limiyah (matematika pedagogik). Ilmu ini terdiri atas empat cabang utama, yaitu aritmetika, geometri, astronomi, dan musik. Dalam beberapa abad penyebaran Islam, terjadi perkembangan lebih lanjut.

Unsur lain masuk ke dalam ilmu matematika, yaitu aljabar, trigonometri, mekanika, dan optik. Menurut Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, subjek-subjek matematis dalam wujudnya menarik perhatian sejumlah ilmuwan besar. Mereka menghasilkan karya-karya matematika yang mengesankan.

Pencapaian ahli matematika di dunia Islam awal beragam sifatnya. Di bidang aritmetika lahir sejumlah terobosan. Misalnya, munculnya pecahan desimal terjadi sejak terbitnya karya ahli aritmetika dari Damaskus, Suriah, Abu al-Hasan al-Uqludisi dalam Kitab al-Fushul fi al-Hisab al-Hindi yang disusun pada 952-953 Masehi.

Pecahan ini kemudian dikenalkan kembali sebagai al-kusur a’syariyah bersamaan dengan pemunculan sistem nilai-tempat yang disatukan untuk bilangan bulat dan pecahan dalam karya ahli matematika Persia, Jamsyid bin Mas’ud al-Kasyi dalam karyanya Miftah al-Hisab. Karya itu disusun di Samarkand pada 1427 Masehi.

Walaupun karya al-Uqlidisi kurang berpengaruh, pujian diberikan kepadanya untuk pemakaian coretan sebagai tanda desimal juga perlakuan pertama yang berhasil terhadap akar pangkat tiga. Namun, kontribusi paling signifikan ilmu matematika dari dunia Islam bagi ilmu modern bukan pada bidang matematika yang sebenarnya.

Melainkan dari bidang optik. Di tangan umat Islam bidang ini menjadi revolusioner yang terjadi ketika masa keemasan ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Tokoh yang berjasa adalah Ibnu Haitsam dengan karyanya Kitab al-Manazhir. Tujuh bukunya tentang optik diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Italia.

Buku Haitsam termasuk buku-buku ilmiah pertama yang dicetak dan sangat mempengaruhi karya-karya pemikir Latin, Renasains abad pertengahan, dan abad ke-17. Dalam perkembangannya, matematika di dunia Islam bukan hanya dimonopoli kaum laki-laki. Perempuan juga memainkan perannya di bidang ini.

Women's Contribution to Classical Islamic Civilisation: Science, Medicine and Politics, arikel yang ditulis Salim TS al-Hassani, profesor emeritus di University of Manchester, Inggris, menyatakan bahwa Sutayta al-Mahamli merupakan salah satu perempuan yang menguasai matematika.

Sutayta hidup di paruh kedua abad ke-10. Ia berasal dari keluarga terdidik di Baghdad, Irak. Ayahnya adalah seorang hakim bernama Abu Abdallah al-Hussein, yang juga menulis sejumlah buku, salah satunya Kitab fi al-fiqh, Salat al-'idayn. Ia memperoleh pujian dari sejarawan, seperti Ibnu al-Jawzi, Ibnu al-Khatib Baghdadi, dan  Ibnu Kathir.

Sutayta tak sekadar menguasai satu bidang ilmu pengetahuan, tetapi sejumlah bidang. Ia memahami literatur, hadis, hukum, dan matematika. Dia jago dalam aritmatika dan perhitungan waris. Kedua cabang ilmu matematika itu berkembang sangat baik pada zamannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vR2JST
May 13, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vR2JST
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Kabupaten Bekasi Belum Serahkan Kotak Suara Pemilu

Keterlambatan itu karena satu kecamatan yang terlambat melakukan penghitungan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Rifqi Alimubarok mengatakan tinggal satu kabupaten di Jabar yang belum menyerahkan kotak suara Pemilu 2019 yakni Kabupaten Bekasi. Keterlambatan ini dikarenakan terdapat satu kecamatan yang terlambat melakukan penghitungan.

"Kemarin kan ada yang tertinggal Kecamatan Tambun Selatan," ujar Rifqi di kantor KPU, Ahad (12/5).

Rifqi memprediksi, kotak suara dari Kabupaten Bekasi kemungkinan akan masuk Ahad (12/5) sore. Dengan begitu, diharapkan penutupan rapat pleno rekapitulasi suarat suara di KPU Jabar diharap bisa rampung seluruhnya.

Menurut Rifqi, pergeseran waktu akhir rapat pleno dilakukan karena banyak interupsi selama proses rekapitulasi. Sikap KPUD Jabar yang ingin menghitung suara tanpa kesalahan sedikit pun, membuat beberapa kekeliruan ditangani dengan serius.

“Misalnya, ada keberatan terkait dengan hasil dari partai untuk DPR. Jadi, akhirnya kami harus melakukan hitung ulang di desa,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, adanya pergeseran suara partai ketika dipindahkan menjadi suara caleg. “Tapi bukan kemudian ada perubahan. Tadi ditemukan pergeseran suara partai dari Kota Cirebon,” kata Rifqi.

Menurut Rifqi, dari seluruh daerah yang telah melaporkan hasil rekapitulasi hanya ada dua yang tidak direvisi, yakni Kabupaten Bandung dan Karawang. Sementara itu, dalam empat hari rekapitulasi, terdapat 10 kabupaten/kota yang telah disahkan.

"Ada perbedaan dan kita revisi tapi tidak akan berpengaruh pada selisih hasil surat suara," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ypdist
May 12, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ypdist
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Pengacara: UBN Minta Jadwal Pemeriksaan Usai Ramadhan

Pengacara menyebut jadwal UBN padat selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mantan Ketua GNPF MUI Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) berhalangan hadir dalam pemeriksaan perdananya sebagai tersangka. UBN meminta agar penyidik dapat menjadwalkan ulang panggilan pemeriksaan terhadap dirinya usai Ramadhan.

“Nanti akan ada panggilan ulang dan tadi sudah komunikasi (dengan penyidik). Ya harapannya selepas bulan Ramadhan,“ kata kuasa hukum UBN, Aziz Yanuar di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Kendati demikian, jelas Aziz, usulan jadwal pemeriksaan setelah Ramadhan tersebut masih berupa masukan kepada penyidik. Terkait apakah penyidik akan mengabulkan atau tidak, pihaknya hanya bisa menunggu. “Cuman (dikabulkan atau tidak) nanti kita lihat kebijakan dari pihak kepolisian,” ungkap Aziz.

Aziz menjelaskan, alasan UBN meminta agar penjadwalan ulang dilakukan selepas Ramadhan karena ia sudah memiliki agenda yang padat selama bulan ini.

“Karena ini padat (agenda UBN), makanya kami minta dijadwalkan ulang karena bulan Ramadhan jadi ada kegiatan dan janji yang sudah harus dipenuhi oleh beliau. Makanya tadi untuk pertimbangan itu kita minta direscedul ulang,” jelas Aziz.

Menurutnya, selepas Ramadhan UBN pasti akan menyanggupi jadwal pemeriksaan dari penyidik. Namun apabila penyidik kembali menjadwalkan dalam waktu dekat ini, Aziz mengaku ragu jika UBN akan bisa penuhi panggilan tersebut. “(Jika minggu depan?) sepertinya kita masih belum bisa penuhi, disuratnya sudah jelas bahwa kita tidak mengemukakan tanggal pastinya,” kata dia.

Polisi menetapkan UBN sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang dana yayasan keadilan untuk semua. Dana tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat.

Bachtiar menjelaskan bahwa dana sumbangan masyarakat tersebut pada 2017 lalu digunakan untuk aksi 212 dan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan di NTB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LJ7R6r
May 08, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LJ7R6r
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

BRP Dompet Dhuafa Sebar Energi Spiritual Bagi Calon Perawat

Dompet Dhuafa gelar BRP untuk 50 mahasiswa Akper agar memiliki bekal hadapi pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai kegiatan baik terus digenjot Dompet Dhuafa menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah. Kamis (2/5) lalu, Dompet Dhuafa melalui program Bimbingan Rohani Pasien (BRP) mengadakan pelatihan bagi 50 mahasiswa di lingkungan Akper Berkala Widya Husada (BWH).

“Pemenuhan spiritual bagi seorang Muslim menjadi kebutuhan dasar dan menjadi indikator manusia yang sehat secara utuh. Terlebih bagi para calon perawat yang nanti akan bertugas di rumah sakit dan berhadapan langsung dengan para pasien dengan notabene penyakit dan keluhan yang beraneka ragam," ujar senior expert Sahabat Pasien Dompet Dhuafa, Ema Khoirunisa, dalam keterangan pers yang didapat Republika.co.id, Ahad (5/5).

Dengan diselenggarakannya pelatihan BRP ini, diharapkan bisa membekali ilmu bagi para calon perawat. Nantinya saat mereka menyelesaikan pendidikan dan bekerja di rumah sakit, mereka bisa menguatkan spiritualitas pasien yang mereka tangani.

Peserta pelatihan bukan hanya berasal dari Akademi Keperawatan (Akper) Berkala Widya Husada saja, ada juga dari Akper Royhan dan Bina Husada. Materi yang dibawakan pada pelatihan BRP kali ini mengenai Fiqih Sakit dan Spritual.

"Pengetahun tentang spiritual dan bagian yang harus dimiliki bagi seorang calon perawat dan juga Fiqh Sakit sebagai ilmu terapan," lanjut Ema.

Koordinator BRP Dompet Dhuafa, Ahmad Fitroh menyebut pelatihan ini diharapkan menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya mendapat ilmu kesehatan tapi juga menguasai bimbingan rohani.

"Diharapkan selepas menyelesaikan pendidikan, mereka bukan hanya mumpuni dalam ilmu kesehatan saja, namun ilmu bimbingan rohani juga mereka kuasai sebagai nilai tambah. Dan berharap kedepannya mereka bisa menjadi relawan aktif di BRP Dompet Dhuafa," ujarnya.

Antusias para peserta dalam kegiatan pelatihan BRP ini juga memberikan energi untuk saling berbagi dalam menyambut Ramadhan ini. Di bulan suci penuh pahala ini, berbagi menjadi hal yang selalu dilakukan umat Muslim.

"Kegiatan ini sangat bagus buat kami selaku mahasiswa, mendapatkan wawasan baru dan semakin matang pemahaman praktek fiqihnya," ujar salah satu peserta, Nifni Aulia.

Program BRP Dompet Dhuafa ini membuka layanan bimbingan rohani reguler, Home Care, Training Islamic Spiritual, Sharing & problematika Solving dan SMS Tausiyah. Untuk program ini, Dompet Dhuafa juga telah bermitra dengan RSUP Fatmawati, RSUD Bekasi, RSUD Pasar Minggu, RSU Tangerang, RSU Balaraja, RS Jiwa Soeharto Heerdjan, dan Yayasan Rehabilitasi Al Fajr Berseri Bekasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E0PbZB
May 05, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E0PbZB
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Istana Tanggapi Ijtima Ulama Soal Capres 01 Didiskualifikasi

Moeldoko mengingatkan proses pemilu merupakan amanat konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istana Presiden menanggapi hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 yang dilaksanakan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5) kemarin. Salah satu poin yang disampaikan dalam Ijtima Ulama 3 adalah mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Kita ini sudah ada konstitusi, ada Undang-Undang, ada Ijtima itu gimana ceritanya, negara ini kan negara hukum bukan negara Ijtima, iya kan begitu," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis (2/5).

Moeldoko menghargai kebebasan berbicara yang dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk para ulama yang akhirnya menerbitkan ijtima. Hanya, Moeldoko mengingatkan, proses pemilihan umum (Pemilu) pun merupakan amanat konstitusi dan Indonesia pun dijalankan berdasarkan konstitusi.

"Negara menghormati hukum, jadi jangan disimpangkan kanan kiri, itu saja pakai pedoman, jelas jelasa negara berdasarkan hukum, bukan berdasarkan Ijtima, itu harus jelas itu," katanya.

Sebelumnya, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 telah memutuskan lima rekomendasi. Di antaranya, pertama, Ijtima Ulama menyimpulkan bahwa telah terjadi kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019. 

Kedua, mendorong dan meminta kepada Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural tentang terjadinya berbagai kecurangan dan kejahatan, terstruktur sistematis dan masif dalam proses pemilihan presiden 2019. 

Ketiga, mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01.  Keempat, mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum secara syar'i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan termasuk perjuangan pembatalan/diskualifikasi paslon capres-cawapres 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan dalam Pilpres 2019. 

Kelima, memutuskan melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan adalah bentuk amal ma'ruf nahi munkar, konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kedaulatan rakyat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y5nhmJ
May 02, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y5nhmJ
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Bederma di Bulan Suci

Ramadhan ini menjadi momentum untuk beramal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki bulan Ramadhan, umat Islam berbondong-bondong melakukan kebaikan, termasuk bersedekah dan berzakat. Ketua Umum Forum Zakat (Foz) Bambang Suherman dalam wawancaranya bersama wartawan Republika, Zahrotul Oktaviani, menyebut bederma di bulan Ramadhan sudah seperti tradisi. Meski belum optimal, kebiasaan itu pun kini kian berubah dari cara konvensional menjadi berderma lewat lembaga zakat.

Bagaimana tren berbagi atau bederma masyarakat Indonesia di bulan suci?

Dari tahun ke tahun dan sudah menjadi semacam tradisi di masyarakat kita, Ramadhan ini menjadi momentum untuk beramal. Dan ini diterjemahkan dengan sederhana dengan sebanyak mungkin berbuat kebaikan.

Termasuk di dalamnya memperbanyak donasi. Apalagi sebagian besar masyarakat kita juga menyimpan haul zakatnya di bulan Ramadhan karena ganjaran amal yang besar di bulan suci ini. Nah selama ini hal tersebut dijadikan sebagai patokan.

Peningkatan penghimpunan dana ziswaf ketika Ramadhan?

Nah, peningkatannya bisa sangat signifikan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Bisa lebih dari 100 persen dari transaksi reguler. Salah satu contohnya di Dompet Dhuafa, transaksi reguler rata-rata di angka Rp 15 miliar, pada bulan Ramadhan selama satu bulan ini bisa sampai Rp 50 miliar. Jadi, sangat signifikan menggambarkan atensi masyarakat dalam bertran saksi amal di Ramadhan. Ini kisaran estimasi.

Apakah keberadaan lembaga za kat nasional (laznas) sudah bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang langsung memberikan sedekah kepada penerima manfaat?

Belum optimal. Namun, trennya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai hari ini, cara meng ukurnya adalah di potensi penghimpunan yang terealisasi di masing-masing lembaga zakat dalam satu bulan dibandingkan dengan potensi penghimpunan ZIS selama satu tahun. Kita masih ketemu gap yang cukup besar. Sudah terjadi peningkatan yang baik dan konsisten. Namun dibandingkan dengan total potensi ini belum signifikan.

Apa kendala yang dihadapi untuk mengubah cara pandang masyarakat ini?

Kalau saya lihat dari pengalaman, itu ada dua. Yang pertama adalah pengetahuan masyarakat tentang zakat atau ZIS sangat terbatas. Bahkan sebagian masyarakat yang di kelas menengah kota itu belum memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan zakat.

Ada di antara mereka yang setiap bulan menyisihkan penghasilan, dititipkan pada orang tua, lalu orang tuanya di kampung dibagikan pada tetangga-tetangga. Nah, ini dia tidak tahu apakah yang dilakukan ini masuk pada zakat, infak, atau sedekah. Jadi, kalau di kelas menengah saja kita punya data temuan seperti itu, apalagi kelas-kelas yang di bawahnya. Pengetahuannya pasti jauh lebih terbatas karena kelas me nengah punya akses informasi yang lebih luas dibanding mereka.

Usaha dari tiap lembaga Laznas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat?

Saat ini, di Forum Zakat (Foz) kami memperkuat keterampilan dan kompetensi teman-teman dalam rangka berkomunikasi dengan pu blik atau masyarakat. Penguat an nya ini baik menggunakan media analog dan digital. Jadi hari ini ma sifitas komunikasi ini ditingkatkan berkali-kali lipat, terutama pada bulan Ramadhan.

Selain itu, kita memperbaiki konten. Selain pilihan kanal yang berkembang, kita juga mulai mereview konten-konten yang kita tawarkan pada masyarakat. Mana yang efektif dan mana yang tidak, mengacu pada peningkatan knowledge atau sekadar inkubasi. Itu se mua diukur. Alhamdulillah, semua di lembaga zakat meletakkan con cern yang kuat berkaitan konten ini.

Dan ketiga kita memperbanyak networking dengan melibatkan ja ringan-jaringan yang memiliki basis komunitas yang besar dan luas. Misal dengan tokoh yang punya basis luas, termasuk influencer, selebgram atau influencer digital lainnya yang pengikutnya besar.

Apa ada satu gerakan bersama antara Laz nas yang tergabung Foz?

Ada, formatnya menjadi sema cam strategi bersama. Akan muncul dalam bentuk tagline bersama di se luruh lembaga. Namun, sifatnya ha nya sebagai penguat, bukan yang utama. Untuk utama kita serahkan kembali pada masing-masing lem baga.

FOZ sebagai asosiasi meng am bil peran memperbesar amplifikasi dari campaign-campaign yang dilakukan oleh anggota lembaga kita. Jadi tidak kita munculkan tema khusus dan seolah-seolah lembaga baru di antara lembaga, tetapi kita menjahit tematema yang dimiliki anggota. Memperbesar gaung nya biar tidak hanya berjalan di posisinya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LaBxsQ
April 29, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LaBxsQ
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Surat Suara Dibakar: Beda Keterangan Polri dan KPUD Papua

Polri akan mengusut penyebar video pembakaran surat suara di Tingginambut, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Bambang Noroyono, Mabruroh, Dian Erika Nugraheny, Dessy Suciati Saputri

"Selamat siang inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di distrik Tingginambut. Masyarakat melaksanakan pembakaran. Tolong teman-teman viralkan di medsos. Ini pelaksanaan Pilpres 2019 terburuk dalam sejarah. Di Kabupaten Puncak Jaya tidak ada pilpres. Di desa-desa, di distrik-distrik semuanya surat suara diikat jadi satu oleh seorang Bupati, dikasikan ke bapak Jokowi. Ini namanya gak adil pilpres macam apa. Tidak ada pilpres cuma ada pileg. Pilpresnya diikat jadi satu. Dikasihkan ke bapak Jokowi. Memang dalam kecurangan ini gimana info bisa makmur dan maju kalau pilpresnya kaya gini. Ini penuh dalam kecurangan. Mama-mama angkat surat suara ke distrik dia akan buang."

Beredar video di media sosial berdurasi 05.07 menit yang berisi narasi seorang pria mengklaim masyarakat membakar suarat suara Pilpres 2019. Video itu belakangan menjadi viral lantaran dikaitkan dengan adanya dugaan kecurangan pelaksanaan pemilu di Papua.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua membenarkan adanya aksi pembakaran surat suara Pemilu 2019 yang terjadi di Puncak Jaya, Papua. Ketua KPUD Papua Theodorus Kossay mengatakan, aksi pembakaran tersebut melanggar hukum.

“Pembakaran itu benar. Dan kita sedang minta teman-teman di Puncak Jaya untuk melaporkan apa yang terjadi,” ujar Theodorus saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Rabu (24/4).

Menurut Theodorus, informasi yang sampai ke KPUD Papua sementara ini, hanya dapat memastikan surat suara yang dibakar itu terjadi pada Selasa (23/4). Ia menerangkan, bukan cuma surat suara yang dibakar, properti penyelenggaraan pemilu lainnya, seperti kotak suara yang terbuat dari kertas kardus, pun ikut dibakar.

Soal surat suara, kata Theodorus, adalah surat suara sah yang sudah terpakai atau tercoblos usai pemilu digelar pada 17 April lalu. “Itu surat suara yang sudah terpakai (tercoblos),” sambung Theodorus.

Ia menganggap aksi pembakaran tersebut perbuatan yang melanggar hukum. “Karena sekarang ini kan kita masih rekapitulasi hasil pemilu. Tidak boleh itu dibakar,” sambung dia.

Masih menurut laporan internal, kata Theodorus, pembakaran kotak dan surat suara tersebut, tak berasal dari satu tempat pemungutan suara (TPS). Melainkan kata dia, kotak dan surat suara dari banyak kelurahan dan distrik yang dikumpulkan pada satu tempat lalu sengaja dibakar.

Meski Theodorus menganggap aksi pembakaran kotak dan surat suara itu melanggar hukum, ia belum mau berspekulasi tentang siapa aktor dibalik pembakaran tersebut. “Komunikasi ke sana (Puncak Jaya) sulit. Tetapi kita sudah minta teman-teman di Puncak Jaya melaporkan secepatnya. Kita akan cari tahu siapa yang membakar,” ujar dia.

Di Jakarta, Mabes Polri pun membenarkan aksi pembakaran kotak dan surat suara di Puncak Jaya. Namun, berbeda dari keterangan Theodorus, Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan menyampaikan, kotak dan surat suara yang dibakar merupakan logistik Pemilu 2019 yang sudah tak lagi terpakai.

“Kejadiannya, dibakar karena sisa-sisa logistik pemilu yang tidak dipakai,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4).

Dedi menerangkan, di sejumlah daerah pemilihan Papua dengan sistem pencoblosan yang khusus, yakni pola noken, membuat sisa logistik pemilu menjadi masif. Pencoblosan dengan cara noken, memberi kewenangan kepada pemangku adat atau orang yang ditunjuk sebagai tetua untuk mencoblos banyak surat suara mewakili pemilih di wilayahnya. Penerapan sistem noken di Papua, berada di 12 kabupaten, salah satunya di Puncak Jaya.

Menurut Dedi, untuk menghindari penyalahgunaan surat suara dari sisa pencoblosan dengan cara noken, ia membenarkan aksi pembakaran tersebut dilakukan. “Logistik pemilu yang tidak dipakai cukup banyak di Papua. Sehingga dimusnahkan biar tak terjadi penyalahgunaan oleh orang-orang tertentu,” ujar dia.

Dedi menegaskan, pembakaran logistik tersebut sudah berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). “Itu hasil keputusan dari KPUD setempatdan ada berita acara pemusnahan,” kata Dedi, dikonfirmasi Republika.co.id, Kamis (25/4).

Terkait pembakaran tersebut, menurut Dedi, logistik pemilu yang penting sudah diamankan dan berada di kantor KPU Mulia di Kabupaten Puncak Jaya. Artinya kata dia, dokumen yang dibakar oleh masyarakat di depan Kantor Distrik Tinggi Nambut merupakan dokumen Pemilu yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

“Dan (pembakaran) ini sudah dibuatkan berita acara pemusnahannya, hal ini dilakukan adalah untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa pemilu,” terang Dedi lagi.

Mabes Polri akan menyelidiki akun penyebar video tentang peristiwa pembakaran kotak dan surat suara yang kini viral di media sosial. Menurut Dedi, penyebar video tersebut berpotensi melanggar UU ITE yang diaggap berkonten bohong dan provokasi.

“Itu (penyebar video) bisa dijerat UU ITE kepada pemilik akun yang menyebarkan berita hoaks dan yang tidak sesuai fakta,” kata Dedi.

Menurut Dedi, narasi yang ada dalam video tersebar, tak benar dan berpotensi pidana lantaran menyebarkan kebohongan. “Dari hasil pendalaman Direktur Kriminal Khusus akan melakukan investigasi terhadap akun-akun yang menyebarkan informasi (pembakaran) tersebut,” sambung Dedi.

Ketua PPD Tingginambut Ekison Wanimbo dan Ketua Panwas, Utius Game mengklarifikasi informasi yang tersebar di media sosial bahwa Distrik Tingginambut tidak melaksanakan pemilu, adalah tidak benar. Pemilu di Papua terlaksana sebagaimana jadwal nasional yakni Rabu 17 April 2019 dan selesai sesuai jam nasional dengan aman.

“Berita acara tingkat PPD, C1 plano, C1 KWK serta rekapan penting lainnya semuanya kita sudah amankan. Pada saat ini kami sedang melakukan rekapan, yang kami tinggalkan hanya kertas-kertas yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Sekali lagi kami tegaskan berita yang keluar di media sosial itu tidak benar,” kata Ekison.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L4kf0c
April 25, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L4kf0c
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Kadin Minta Pemerintah Pangkas PPh Badan

Presiden Jokowi berjanji akan menurunkan pajak korporasi di hadapan ribuan pengusaha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah dapat memangkas Pajak Penghasilan (PPh) Badan bagi pengusaha. Langkah ini agar iklim investasi di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan apabila langkah tersebut dapat direalisasikan maka dapat mendorong daya saing industri domestik.

“Masih banyak janji pemerintah kita tunggu, misalnya potongan pajak PPh (badan). Oke, sekarang udah lakukan assesment di ditjen pajak, tapi ini sudah lama diurusnya,” ujarnya saat acara ‘Economic & Investment After 2019 Election: What’s Next?’ di Ritz Carlton Pasific Place, Rabu (24/4).

Rosan mengatakan meski pemerintah sudah menyediakan insentif pajak berupa tax allowance dan tax holiday, namun perpajakan juga garus direformasi. Diharapkan pemerintah mengambil langkah serius untuk memangkas PPh Badan.

“Reformasi pajak itu kita tunggu pembaruan itu kita tunggu, belum lagi kita kan juga harus bersaing sama negara lain," ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga sekaligus calon presiden petahana nomor urut 01 sempat mendeklarasikan akan menurunkan Pajak Korporasi (PPh Badan) di hadapan 10.000 pengusaha.

Seperti diketahui, tarif PPh Badan Indonesia saat ini sebesar 25 persen. PPh Badan di Indonesia juga bukan yang tertinggi di ASEAN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vsm0Kh
April 24, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vsm0Kh
via IFTTT
Share:

Bakal Lepas Cavani, PSG Bidik Icardi

Klub Liga Perancis itu merencanakan skuat yang lebih kompetitif menuju musim depan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Masa depan Mauro Icardi hangat diperbincangkan. Saat ini penyerang asal Argentina itu masih berstatus penggawa Inter Milan.

Namun berbagai kontroversi membuat Icardi terus dirumorkan bakal keluar dari Nerazzurri pada bursa tranfer Juni 2019. Paris Saint-Germain (PSG) dikabarkan tertarik memakai jasa eks Sampdoria itu.

"Menurut Gazzetta dello Sport, Icardi targer besar PSG pada musim panas ini," demikian laporan yang dikutip dari Football Italia, Rabu (24/4).

Klub Liga Perancis itu mulai merencanakan skuat yang lebih kompetitif menuju musim depan. Salah satunya dengan melepas Edinson Cavani.

Sebagai gantinya, manajemen Les Perisiens membidik Icardi. Dua pemain tersebut sama-sama berposisi sebagai penyerang tengah.

Icardi mengalami periode kelam dalam beberapa bulan terakhir. Hubungannya dengan Nerazzurri sempat memburuk.

Inter sampai mencopot ban kapten dari lengan sang bomber. Belakangan situasi membaik, terbukti ketika Icardi mulai sering diturunkan.

Namun, hal itu tidak berdampak besar pada rekonsiliasi yang diinginkan. Ultras La Beneamata konsisten menyerang striker 26 tahun itu.

Fan Inter itu menilai karakter seperti Icardi tidak layak mengenakan kostum biru hitam. Karena itulah isu kepergian sang bomber santer terdengar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PudRhp
April 24, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PudRhp
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Cara al-Qushji Menguak Misteri Langit

Al-Qushji berkontribusi pada karya terkenal karya Beg, Zij-i-Sultani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Matematika, kedokteran, dan astronomi menjadi disiplin ilmu yang paling berkembang pada masa kekhalifahan Turki Utsmani. Salah satu ahli astronomi serta matematika terkemuka Muslim pada masa itu adalah Ali al-Qushji 1403–1474).

Bakat Ali al-Qushji di kedua bidang tadi terasah berkat jasa ahli astronomi, Ulugh Beg (1394–1449). Saat masih muda dan tinggal di Samarkand, al-Qushji berguru tentang pengembangan fisika astronomi dan filsafat alam. Selain sebagai murid, al-Qushji juga berperan sebagai mitra kerja Ulugh Beg.

Kegemaran mereka yang sama pada ilmu pengetahuan, matematika, dan astronomi menghasilkan karya luar biasa. Al-Qushji berkontribusi pada karya terkenal karya Beg, Zij-i-Sultani. Mereka juga mendirikan tempat pendidikan pertama pada masa Turki Usmani, Universitas Sahn Seman. Kemudian, al-Qushji mendirikan Observatorium Samarkand dan mengundang para ilmuwan dunia untuk bertandang ke tempat ini.

Pada abad ke-15 hingga 16, muncul tradisi keilmuan astronomi yang kuat di kalangan Muslim Turki. Hal ini setidaknya tergambar dari keberadaan dua tempat pengamatan benda angkasa, yakni Observatorium Samarkand dan Observatorium Istanbul.

Observatorium Samarkand menjadi salah satu tempat penelitian terbesar pada masa itu. Ulugh Beg mendirikannya pada 1429. Bangunan prestisius ini menjadi salah satu saksi masa kegemilangan Islam sekaligus menunjukkan adanya ikatan kerja sama yang erat antara kalangan Muslim dan penguasa Eropa.

Ulugh Beg juga mengundang para ilmuwan tersohor dunia ke Samarkand. Dia ingin menjadikan kota ini sebagai pusat penelitian astronomi dan matematika. Nama-nama ilmuwan terkemuka, seperti Ali Al-Qushji, al-Qashi, Kadizade-i Rumi, dan beberapa nama lainnya untuk bekerja di observatorium ini. 

Pada saat bersamaan, periode kehidup an di kalangan Muslim terus berkembang. Bidang seni dan pertanian menjadi ilmu yang memikat Muslim di kawasan Turkistan dan sekitarnya. Gerakan ini membuat Kota Samarkand menjadi pusat perkembangan budaya Islam serta ilmu pengetahuan kala itu. Pusat penelitian benda angkasa lainnya, Observatorium Istanbul didirikan oleh Taqi al-Din Ibnu Ma’ruf.

Saat pemerintahan Turki Usmani dipim pin Sultan Murad III, observatorium ini menjadi tempat kajian dan penelitian terpenting pada abad ke-16. Taqi al-Din Ibnu Ma’ruf dikenal sebagai pendiri observatorium pertama milik Kerajaan Turki Usmani.

Perkembangan pesat ilmu astronomi tadi membuat kaum muda Muslim berminat mempelajarinya. Salah satunya Ali al-Qushji. Dia adalah salah satu murid Ulugh Beg dan Kadizade-i Rumi. Al-Qushji menimba ilmu astronomi di Kota Samarkand dan Kirman. Setelah menuntaskan pendidikannya, dia menjadi asisten kepercayaan Ulugh Beg.

Al-Qushji konsisten menjalani kariernya di bidang astronomi. Setelah sang guru Kadizade-i Rumi wafat, al-Qushji ditunjuk sebagai kepala Observatorium Samarkand. Perannya di pusat peneliti an ini sangat dominan. Di tempat ini pula, ia menghasilkan sejumlah karya ilmiah bermutu.

Karya pertamanya, Risalah fi Hall Ashkal Mu’addil al-Qamar li-al-Masir, dipersembahkan untuk sang pembim -bing, Ulugh Beg. Di kitab ini, al-Qushji menjelaskan fase bulan. Karya ini memikat Ulugh Beg. Mereka pun kemudian berkolaborasi dan menghasilkan Zij-i Ulugh Beg/Zij-i Sultani. Dalam karya ilmiah ini, mereka membuat katalog perbintangan yang membantu penentuan perputaran benda-benda langit. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2virfw0
April 23, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2virfw0
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Pascakebakaran, Bandara Ngurah Rai Kembali Normal

Area terminal domestik Bandara I Gusti Ngurahrai Bali mengalami kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) memastikan operasional terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sudah kembali normal. Sebelumnya area terminal domestik Bandara I Gusti Ngurahrai Bali mengalami kebakaran pada Jumat (19/4) sore.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Haruman Sulaksono mengatakan AP I sudah menyiapkan rencana operasional bagi penumpang penerbangan domestik yang akan melakukan proses check-in.

"Para calon penumpang yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan NAM Air setiba di bandara dapat langsung menggunakan konter check-in nomor satu hingga 22 di terminal domestik yang tidak terdampak kebakaran," kata Haruman dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (20/4).

Sedangkan bagi calon penumpang yang menggunakan maskapai Air Asia, Batik Air, Wings Air, Lion Air, dan Travira Air, Haruman mengatakan untuk saat ini dapat melakukan proses check-in melalui Island E Terminal Keberangkatan Internasional. Nantinya, kata dia, akan ada petugas yang akan mengarahkan calon penumpang melewati jalur penghubung Hotel Novotel Bali menuju boarding lounge Terminal Domestik.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan kenyamanan bagi calon penumpang, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga telah melakukan pembersihan dan melakukan penutupan pada area yang terdampak kebakaran.

“Harapannya setelah ditutup dan dibersihkan akan membuat calon penumpang yang datang kembali merasa aman dan nyaman," ungkap Haruman.

Sebelumnya, sejumlah penerbangan terdampak peristiwa kebakaran yang terjadi di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Jumat (19/4). Belasan penerbangan yang terkena dampak kebakaran ini merupakan penerbangan dengan rute domestik.

"Dampak dari insiden ini sebanyak 19 penerbangan domestik mengalami keterlambatan keberangkatan dan penumpang dari beberapa maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air dan Wings Air tidak bisa dilayani melalui terminal domestik," ujar Haruman.

Dia mengatakan pascakebakaran tersebut maka pengelola bandara harus melakukan penutupan operasional sementara Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai. Penutupan dilakukan akibat masih adanya asap di lantai dua bangunan yang dapat mengganggu pernafasan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IvAuS6
April 20, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IvAuS6
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

MUI: Pemilu Tertib Tanda Dewasa Berdemokrasi

MUI meminta masyarakat menyikapi tahapan pemilu dengan bersabar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan kelangsungan Pemilu serentak tahun 2019 yang berjalan dengan tertib, lancar dan aman menunjukkan rakyat semakin matang dan dewasa dalam berdemokrasi.

"MUI meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat menyikapi seluruh proses tahapan Pemilu serentak tahun 2019 dengan sabar, tawakal dan terus berdoa," kata Zainut di Jakarta, Jumat (19/4).

Dia berharap situasi dan kondisi seperti saat ini tetap terjaga dan terpelihara hingga semua proses dan tahapan Pemilu berakhir dilaksanakan.

MUI, kata dia, mengapresiasi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang telah menunjukkan sikap kenegarawanan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya para pendukungnya agar menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan.

Apresiasi juga diberikan kepada tim capres-cawapres yang meminta semua pendukungnya untuk tetap tenang dan tidak emosional menyikapi hasil hitung cepat (quick count) yang sudah banyak dirilis oleh lembaga surveidengan tetap bersabar menunggu keputusan resmi dari KPU.

Dia mengatakan MUI meminta dengan tulus kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan tidak berlebihan dalam mengekspresikan kegembiraan atau kekecewaannya dalam menyikapi hasil hitung cepat.

Hal itu, kata dia, bisa diwujudkan dengan memberikan komentar yang mencegah upaya delegitimasi lembaga negara yang sah, mengajak dan memprovokasi umat untuk melakukan tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan hukum, demokrasi dan menjunjung nilai-nilai konstitusi.

MUI meminta kepada semua pihak untuk dapat menggunakan jalur hukum dalam menyelesaikan semua tindak pelanggaran Pemilu. "Karena itulah jalan demokrasi yang kita pilih sebagai bangsa yang maju religius, modern dan beradab," kata dia.

Jalan demokrasi, kata dia, bukan kekerasan dan pemaksaan kehendak yang justru dapat menimbulkan malapetaka, kemudaratan yang dapat mengancam keretakan dan perpecahan bangsa.

Dia mengatakan Pemilu 2019 tidak boleh menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pilihan, kata Zainut, boleh berbeda tetapi semangat persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa harus tetap terpelihara dan terjaga.

Untuk hal tersebut, dia meminta kepada Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP) untuk terus melaksanakan tugasnya dengan jujur, penuh amanah, dedikasi serta pengabdian untuk bangsa dan negara.

"Juga kepada jajaran TNI/Polri untuk terus mengawal, melindungi dan memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UK1ync
April 19, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UK1ync
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Menjauhi Pola Hidup Boros

Aksi berboros ria, bila tak segera diatasi maka akan berdampak domino.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gaya hidup boros memang kerap menyisakan masalah. Pendapatan yang tak seberapa mesti dipaksakan untuk menuruti pengeluaran yang luar biasa. Ironisnya, sering kali pembelajaan tersebut diperuntukkan alokasi yang tidak urgen. Pola hidup ini pun telah merajai hampir seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di level individual, tetapi juga kolegial yang berkorelasi dengan institusi.

Syekh Dr Abdullah bin Ibrahim ath-Thariqi mencoba menganalisis fenomena itu melalui bukunya yang berjudul Musykilat as-Saraf fi al-Mujtama’ al-Muslim wa ‘Ilajuha fi Dhau’ al-Islam. Tinjauan akademisnya itu sangat komprehensif. Pola hidup boros dikaji dari berbagai aspeknya. Mulai dari definisi, klasifikasi, dampak boros, kriteria boros, dan tak ketinggalan soal solusi bagaimana mengikis gaya dan pola hidup boros.

Aksi berboros ria, menurutnya, bila tak segera diatasi maka akan berdampak domino. Bukan hanya pada diri orang yang bersangkutan, melainkan juga membawa efek bagi lingkungan sekitar. Kisah Qarun cukup menjadi pelajaran penting. Dengan bergelimang harta, Qarun lupa akan segalanya dan menghambur-hamburkan kekayaannya dan bukan untuk tujuan beribadah.

Sebagai hukuman Allah SWT membinasakan Qarun beserta harta yang ia elu-elukan. “Maka, Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan, tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS al-Qashash [28]: 81).

Sikap boros berakibat pula pada stabilitas kejiwaan dan kepekaan spiritual seseorang. Bergaya hidup boros akan mudah melalaikannya dari perkara hak dan mudah terjerembab mengikuti hawa nafsu.

Ibnu al-Qayyim menegaskan, hedonisme akan melumpuhkan langkah menuju Allah dan hari akhir. Maka, jangan biarkan sifat boros menghalangi langkah tersebut sedikit pun. Abdullah bin al-Mubarak pernah bersenandung, “Kulihat dosa bakal mematikan hati dan boros akan mencandukannya.” 

Di level sosial, boros juga berdampak fatal. Bergaya hidup mewah dan menghambur-hamburkan harta untuk keperluan yang tidak urgen dan mendasar, akan menyisakan kecemburan sosial akut. Maka, muncullah paradoks dan ketimpangan. Di sudut sana, para dhuafa memeras keringat dan membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada saat yang sama, ratusan ribu bahkan jutaan rupiah digelontorkan demi keperluan sepele. Spirit menghindari kecemburuan sosial itu pula yang tertuang di ayat 9 dan 10 surah ad-Dhuha. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan, terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”

Maka, Syekh at-Thariqi memaparkan gagasan media yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengikis boros. Di sisi keagamaan, ia mengusulkan optimalisasi dakwah melalui berbagai forum, seperti masjid. Optimalisasi peran masjid untuk berdakwah “perang” terhadap gaya hidup boros sangat diperlukan.

Di rumah ibadah inilah Muslim minimal akan mengunjunginya lima kali sehari untuk shalat lima waktu. Maka, beruntunglah mereka yang sadar betul akan fungsi vital masjid. “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian.” (QS at-Taubah [9]: 81).

Oleh sebab itu, kikis budaya boros dari jalur pendidikan, baik formal ataupun nonformal. Pendidikan nonformal bisa diawali dengan memberikan contoh terbaik dalam keluarga.

Bagaimanapun, tiap manusia pada hakikatnya tercipta pada fitrahnya yang lurus. Maka, peran orang tua sangat menentukan pembentukan karakter si buah hati. Di level nonformal, lingkungan terdekat ikut pula memengaruhi watak seseorang. Karenanya, mesti menciptakan lingkungan yang kondusif dan terhindar dari kebiasaan boros.

Tak kalah penting, kata Syekh ath-Thariqi, yaitu memaksimalkan potensi media. Media kini berperan penting dalam upaya mencerdaskan masyarakat. Ada media elektronik audio visual ataupun media cetak. Kehadiran jejaring sosial dirasa akan sangat membantu penyebaran dakwah “perang” melawan hedonisme.

Dan, paling utama dari sekian media itu ialah bagaimana menumbuhkan kesadaran siapa pun agar menjauhi pola hidup boros. Itu, antara lain, bisa ditempuh dengan memahami apa hakikat harta dan kekayaan yang dimiliki. “Kesemuanya itu adalah titipan yang kelak akan dipertangggungjawabkan,” tulis Syekh ath-Thariqi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XjN9e3
April 18, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XjN9e3
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Sejarah dan Perkembangan Ilmu Tafsir

Fungsi tafsir adalah sebagai penjelas Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hanya dengan membaca Alquran belum tentu seseorang paham maksud dibalik setiap firman Allah. Bahkan, untuk seorang yang mengerti bahasa Arab sekalipun, tak menjamin ia memahami kandungan Alquran yang kaya makna. Apalagi, untuk sebagian besar Muslimin yang hanya membaca terjemahan. Jika tak bingung, bisa jadi ia akan sesat memahaminya.

Di sinilah fungsi tafsir sebagai penjelas Alquran. Banyak ilmu yang mesti dipahami dibalik firman Allah yang agung, di antaraya, hadis Rasulullah, asbabun nuzul, dan nasikh-mansukh ayat, Arab klasik, balaghah Arab, ilmu ma'ani, ilmu bayan, qiraah, usul fikih, dan masih banyak ilmu lain yang mustahil dipahami Muslimin awam. Karena itulah, ulama hadir untuk meramunya, kemudian menghasilkan interpretasi Alquran bernama tafsir.

Banyak karya tafsir yang dihasilkan ulama, baik ulama klasik, hingga modern. Kita mengenal Tafsir At-Tabari, Tafsir ibn Katsir, Tafsir As Suyuthi, Tafsir As-Sa'di, dan sebagainya. Karya tafsir ulama tersebut masih sering menjadi rujukan hingga kini. Tapi, mulanya tak ada tafsir pada era Rasulullah. Mengingat, para sahabat kala itu dapat langsung bertanya pada Rasulullah terkait makna ayat.

Baru, pada abad kedua atau ketiga Hijriyah, ilmu tafsir dianggap sangat penting menyusul mulai banyaknya Muslimin yang salah memahami Quran. Apalagi, saat itu bacaan Alquran pun mengalami banyak salah lisan karena tulisan yang gundul. Hingga, kemudian Abul Aswad ad-Dualy membuat kaidah i'rab Arab yang memberikan harakat pada bahasa Arab.

Setelah ditemukannya i'rab tersebut, muncul periode tafsir Quran. Kala itu, ulama membuat sebuah acuan dalam menafsirkan firman Allah, yakniUlumul Quran. Itulah sumber induk yang berisi tentang ilmu-ilmu Alquran. Ulmul Quran terus mengalami perkembangan mengingat banyaknya ilmu Alquran.

Sejak adanya Ulumul Quran, tafsir terus berkembang di tanah Arab dan wilayah kekuasaan Islam. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Meski jarak Indonesia amat jauh dari Tanah Suci, ilmu tafsir telah dikenal masyarakat Muslim nusantara sejak abad ke-17 Masehi. Hanya saja, perkembangannya amat lamban, hingga baru pesat berkembang di abad ke-20.

Kiki Muhammad Hakiki dari IAIN Raden Intan Banten dalam artikelnya "Peta Perkembangan Tafsir Alquran di Indonesia Sebelum Abad ke-20" dalam buku kumpulan artikel terbitan Litbang Kemenag Alquran di Era Global; antara Teks dan Realitas menuturkan, tafsir Alquran sebelum abad ke-20 masih terbilang langka, hanya beberapa saja yang ditemukan.

Hal ini sangat berbeda dengan era setelah abad ke-20 di mana perkembangan tafsir Alquran di Indonesia amat pesat. Pasalnya, di era sebelum abad 20, tafsir tak mendapat perhatian khusus dan justru menjadi materi pelajaran yang tinggi dan berat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P89E2T
April 15, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P89E2T
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

103 Travel Haji di Bangladesh Dinyatakan tak Layak

IHRAM.CO.ID, DHAKA — Kementerian Urusan Agama Bangladesh menunjukkan sebanyak 103 biro perjalanan haji memiliki pengaturan akomodasi dan transportasi yang buruk tahun lalu. Karena itu, sebanyak 103 travel haji tersebut tidak lolos penjaringan berpartisipasi dalam ibadah haji 2019.

Baca Juga:

Dilansir di The Daily Star pada Kamis (11/4), pemerintah memberi waktu tujuh hari pada masing-masing biro perjalanan itu untuk menjelaskan alasan di balik pengaturan yang buruk. Dengan demikian, pemerintah tidak akan memberi hukuman atau mengambil jalur hukum menangani masalah itu.

Sekretaris di Kementerian Urusan Agama Bangladesh, Anisur Rahman, menjelaskan Dewan Haji Bangladesh menemukan 103 travel haji melakukan penyimpangan dalam mengatur akomodasi dan transportasi jamaah haji. 

Padahal, menurut Kebijakan Haji di negara tersebut, suatu biro perjalanan harus menjaga kualitas layanan, khususnya pengaturan jarak akomodasi dari Ka’bah.

Jika akomodasi berjarak lima hingga enam kilometer dari Ka'bah, biro perjalanan harus menyediakan layanan transportasi.

Berita Terkait

Faktanya, Kantor Dewan Haji Bangladesh di Arab Saudi menemukan, sebanyak 103 agen tidak menyediakan layanan transportasi pada jamaah yang tinggal di hotel berjarak lima hingga enam kilometer dari Ka’bah.   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uZ3k4z
April 11, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uZ3k4z
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Neneng Hasanah Mengaku Menyesal Terima Suap

Neneng juga mengaku kapok menjadi kepala daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Terdakwa kasus dugaan suap perizinan megaproyek Meikarta Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah, mengaku menyesal telah menerima suap. Ia juga mengaku kapok menjadi kepala daerah (bupati).

"Sangat besar (penyesalan). Intinya saya merasa bersalah," kata Neneng dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (10/4).

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap ini ada lima orang yang menjadi terdakwa. Selain Neneng Hasanah, ada empat pejabat Pemkab Bekasi lainnya yaitu Jamaludin (Kadis PUPR), Sahat Banjarnahor (Kadis Pemadam Kebakaran), Dewi Tisnawati (Kadis PMPTSP),  dan Neneng Rahmi (Kabid Tata Ruang Dinas PUPR). Mereka dihadirkan dalam persidangan tersebut.

Selain menyesal telah menerima suap, Neneng juga mengaku kapok menjadi kepala daerah (bupati. Hal tersebut terungkap ketika kuasa hukum terdakwa mengajukan pertanyaan kepada terdakwa yang tengah hamil tua ini. 

"Apakah mau kembali menjadi bupati?" kata pengacara. "Tidak ingin," kata Neneng dengan suara terisak dan meneteskan air mata.

Neneng mengatakan, sejak terjerat kasus tersebut sudah mengajukan pengunduran diri sebagai bupati Bekasi. Namun sampai saat ini, kata dia, surat keputusan dari Kemendagri belum keluar. "Saya sudah mengundurkan diri tapi SK belum diterima," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G3di9Y
April 10, 2019 at 03:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G3di9Y
via IFTTT
Share: