Showing posts with label 2019 at 07:05AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:05AM. Show all posts

Tuesday, December 3, 2019

Menikmati Lantunan Lagu Disney dalam Orkestra Musik

Avip Priatna mempersembahkan lagu-lagu Disney dalam iringan orkestra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Layar yang terkembang di panggung menampilkan visual cantik dengan cahaya gemerlapan. Musik merdu membahana, dimainkan harmonis oleh Jakarta Concert Orchestra. Konduktor Avip Priatna yang memimpin mereka hadir dalam jas hitam elegan.

Setelah kompilasi aransemen sebagai pembuka, puluhan anak naik panggung. Bocah lelaki memakai baju dengan warna yang mengingatkan pada Mickey Mouse, sementara anak-anak perempuan tampak menggemaskan dengan bando Minnie Mouse.

Dengan suara khas anak-anak ditambah akurasi nada mengesankan, mereka membawakan gabungan lagu "It's A Small World" dan "Mickey Mouse March". Tepuk tangan bergemuruh begitu lagu usai, juga pekik gemas melihat tingkah polos anak-anak di panggung.

Anak-anak itu tergabung dalam paduan suara The Resonanz Children's Choir. Terdapat dua grup yang tampil, yakni Serunai dan Seruling Tifa. Paduan suara orang dewasa yang tergabung dalam Batavia Madrigal Singers (BMS) juga unjuk suara.

Selama sekitar 90 menit, terdapat 20 lagu yang dimainkan para musisi dan penyanyi di konser "When You Wish Upon A Star". Banyak penonton tampak terhanyut dan tidak ragu bersenandung bersama, terutama para penggemar film-film Disney.

Tembang "Hakuna Matata" dari sinema Lion King yang ceria terdengar lebih megah saat dibawakan bersama dalam paduan suara. Begitu pula "Remember Me" dari film Coco yang sangat syahdu, ditambah visual lilin-lilin merah pada layar.

Konser tidak hanya menyuguhkan lagu Disney dalam format paduan suara. Ada tembang yang dibawakan secara solo, seperti "Part of Your World" (The Little Mermaid), "Reflection" (Mulan), dan "Colors of The Wind" dari film Pocahontas.

Anak-anak kegirangan mendengar "Into The Unknown" dibawakan tanpa cela oleh penyanyi Jessica Januar dan BMS Female. Lantas, empat solois dan paduan suara BMS bersama menyanyikan "We're All in This Together" dari film High School Musical.

Penonton tahu pertunjukan akan berakhir saat semua penampil memberi hormat salut bersama-sama. Mereka tidak terima dan meneriakkan pinta agar Avip dan tim menambah lagu. Avip pun menyerah dan mengajukan syarat, "Tapi sama-sama nyanyi ya."

Hadirin bersorak tanda setuju. Avip segera memberi aba-aba kepada orkestra untuk memainkan lagu. Para penyanyi segera melantunkan lirik dari gabungan lagu yang sepertinya sudah disiapkan Avip sebagai penutup.

"A Dream Is A Wish Your Heart Makes" dari film Cinderella berlanjut dengan "Can You Feel The Love Tonight" dari Lion King, dan "Let It Go" dari Frozen. Sebuah akhir yang tepat untuk menyudahi pertunjukan magis tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/33OLlN0
December 04, 2019 at 07:05AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/33OLlN0
via IFTTT
Share:

Saturday, November 30, 2019

Menlu Ungkap Kesuksesan di Balik Kemenangan di IMO

Kemenlu menurunkan diplomat terbaik untuk melakukan negosiasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memaparkan kesuksesan dibalik terpilihnya kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) periode 2020-2021 dan terpilihnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor eksternal IMO periode 2020-2023, pada Jumat (29/11) waktu setempat. Retno mengungkapkan, kunci kemenangan ganda yang diperoleh Indonesia di IMO.

"Medan sangat berat tapi sekali lagi karena kita bersatu. Karena kita berbicara satu sama lain menyusun strategi pada akhirnya kita dapat memenangkan pertandingan ini," kata Retno dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPK RI, Jakarta, Sabtu (30/11) lalu.

Ia menyatakan, Kemenlu juga menurunkan diplomat terbaik untuk melakukan negosiasi. Sehingga Indonesia dapat meraih kesuksesan dalam dalam sidang IMO Assembly, di London, Inggris itu.

Retno mengungkapkan, pihaknya bukan hanya melibatkan diplomat kedutaan besar republik indonesia (KBRI) di London. Namun, ia juga melibatkan diplomat senior dari Jakarta.

"Kita turunkan para diplomat senior kita yang dipimpin oleh Rachmat Budiman, Inspektur Jenderal Kemenlu untuk membantu loby selama dalam lapangan menjelang pemilihan itu dilakukan," kata Retno.

Karena itu, Ia menyatakan, Indonesia dapat meraih dua keberhasilan sekaligus. Retno menyatakan, keberhasilan itu juga tak terlepas kerjasama antara BPK dan Kemenhub. "Dan sekali lagi, karena kekompakan kita, kita menang," katanya.

Diketahui, sidang Majelis Dewan International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional telah selesai. Indonesia pun terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2020 - 2021 dalam sidang IMO Assembly, Sabtu (29/11) di London, Inggris. Tak hanya itu, BPK Indonesia juga terpilih  sebagai External Auditor IMO mengalah Inggris dan Italy.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34An0vv
December 01, 2019 at 07:05AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/34An0vv
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 20, 2019

Titi Kamal Mendamba Kehadiran Anak Perempuan

Titi Kamal dan Christian Sugiono telah mendambakan kehadiran anak perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Titi Kamal mengungkapkan, ia dan suaminya, Christian Sugiono sudah sejak lama berkeinginan memiliki anak perempuan. Mereka pun berencana menjalani program kehamilan.

“Aku pengen punya anak tiga, sudah punya dua anak cowok, aku pengennya yang ketiga anak cewek," ujar Titi di MD Place, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).

Meskii ngin mempunyai buah hati perempuan, Titi tidak ingin memaksakan kehendak. Ia mengatakan, dirinya hanya berusaha, selebihnya ia serahkan kepada Tuhan.

"Aku tetap terima dan bersyukur. Aku serahkan semuanya kepada Allah," ungkapnya.

Titi kini tengah banjir tawaran pekerjaan. Jadwal syuting-nya padat hingga November 2020. Ibu berusia 37 tahun ini menanggap itu tidak akan menjadi kendala andaikan ia ditakdirkan hamil.

"Aku enggak menunda kehamilan. Kalaupun nanti hamil, ya mungkin harus lebih berhati–hati. Soalnya kan umur jalan terus. Kalau aku menunda, takutnya nanti malah enggak bisa hamil," ungkapnya.

Sembari menunggu kehamilan, Titi menceritakan bahwa kini ia dan Christian tengah menikmati proses tumbuh kembang kedua putranya, terutama anak pertamanya Arjuna Zayan Sugiono. Si sulung disebutnya yang tengah mengalami pertumbuhan pesat.

“Aku senang banget melihat tumbuh kembang Juna, dia sekarang aktif banget. Sudah bisa baca, menulis, berhitung, dan juga bisa renang tanpa pelampung," tuturnya.

Titi mengatakan, anak pertamanya itu banyak kesukaannya. Keinginannya untuk belajar hal baru sangat tinggi. Sebagai orang tua yang melihat anaknya sangat aktif, Titi mengaku sangat senang dan antusias untuk mengajarkan sesuatu yang baru setiap harinya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KHxP7b
November 21, 2019 at 07:05AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KHxP7b
via IFTTT
Share:

Saturday, June 1, 2019

Guguran Lava Pijar Merapi pada Mei Naik dari April

Gunung Merapi memang memasuki fase erupsi magmatis sejak 11 Agustus 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ada di level dua atau berstatus waspada. Secara kuantitas guguran lava pijar sepanjang Mei 2019 naik dibandingkan April 2019.

Total, terdapat 153 guguran lava pijar yang dimuntahkan Gunung Merapi sepanjang Mei. Angka itu mengalami kenaikan jika dibandingkan 127 guguran sepanjang April 2019.

Selain total jumlah guguran, ada kenaikan lava pijar harian yang dikeluarkan Gunung Merapi. Pasalnya, ada lima hari sepanjang Mei yang memiliki guguran lava pijar harian di atas 10 atau lebih per hari.

Itu terjadi pada 7 Mei dengan 10 kali guguran lava pijar, 16 Mei 10 kali, 20 Mei 18 kali, 30 Mei 15 kali dan 31 Mei dengan 13 kali. Kategori itu turut mengalami kenaikan jika dibandingkan April 2019.

Sepanjang Mei, guguran lava pijar dengan jarak luncur terjauh terjadi pada 20 Mei 2019 dengan 1.500 meter. Sedangkan, jarak luncur terdekat terjadi pada 19 dan 30 Mei 2019 dengan 350 meter.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, Gunung Merapi memang memasuki fase erupsi magmatis sejak 11 Agustus 2018. Kondisi itu ditandai kemunculan kubah lava.

Walau terus tumbuh, laju pertumbuhan terbilang rendah karena hanya sekitar 3.000 meter kubik per hari hingga Januari 2019. Setelah itu, kubah lava berhenti tumbuh.

Sejak 29 Januari 2019, aktivitas memasuki pembentukan awan panas dan guguran lava. Hingga 1 Juni 2019, telah terjadi 72 kejadian awan panas.

Jarak luncurnya rata-rata satu kilometer dan maksimal dua kilometer ke arah Kali Gendol. BPPTKG telah memperkirakan kejadian ke depan dari pemodelan potensi runtuh kubah lava.

"Jarak luncur awan panas terjauh diperkirakan tidak akan melebihi tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi ke arah Kali Gendol," kata Hanik, Sabtu (1/6).

Ia menerangkan, kegempaan saat ini didominasi gempa guguran yang mencapai 30 kali per hari. Diikuti gempa multiphase empat kali per hari dan gempa frekuensi rendah tiga kali per hari.

Selain itu, ada gempa hembusan yang terjadi rata-rata tiga kali per hari. Ada pula gempa vulkano-tektonik dangkal dan dalam yang sesekali terjadi.

"Masih munculnya kegempaan multiphase dan vulkano-tektonik menandakan suplai magma masih berlangsung. Walaupun, lajunya rendah," ujar Hanik.

Berdasarkan kondisi aktivitas di atas, BPPTKG masih menetapkan status waspada untuk aktivitas Gunung Merapi. Rekomendasi yang diberikan BPPTKG masih belum banyak berubah.

Di luar radius tiga kilometer dari puncak, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Selain itu, obyek-obyek wisata di sekitar Gunung Merapi di luar radius masih aman dikunjungi.

Ada Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles, dan kawasan-kawasan lain di luar radius tiga kilometer. Namun, masyarakat dan pemerintah diminta mempersiapkan prosedur penanganan.

Khususnya, untuk kondisi darurat terhadap aktivitas masyarakat atau wisatawan di alur Kali Gendol dan sekitarnya. Masyarakat sekitar diimbau mengantisipasi gangguan akibat debu vulkanik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EM3ukS
June 02, 2019 at 07:05AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EM3ukS
via IFTTT
Share: