Showing posts with label 2019 at 10:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:05PM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

Taman Safari Bogor Kembangbiakkan Burung ''Garuda''

Taman Safari mengembangbiakan elang jawa yang selama ini diidentikan dengan garuda.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat resmi mengoleksi sepasang Elang Jawa bernama Hanum dan Riska. Satwa yang kerap diidentikan dengan burung Garuda ini siap dikembangbiakkan oleh TSI Bogor.

"Awal di sini satu pasang. Tujuh tahun baru bisa berkembangbiak. Tapi kalau bisa menangani dengan teknologi hitech dengan inkubator, kita bisa lebih populasi, persentasenya lebih tinggi," kata Direktur TSI Bogor, Jansen Manansang saat meresmikan kandang perkembangbiakan Elang Jawa, Sabtu (27/4).

Ia berniat mengembangbiakan Elang Jawa karena jumlah populasinya yang terancam punah. Karena itu TSI menggandeng PT Smelting untuk membuat penangkaran Elang Jawa sebagai program kerja sama konservasi.

"Namanya Hanum dan Riska, ini satwa endemik Indonesia hanya ada di Pulau Jawa. Ini Elang yang persis Garuda," kata Jansen.

Menurutnya, TSI dan PT Smelting sepakat membangun penangkaran Elang Jawa di TSI yang berlokasi di Cisarua Kabupaten Bogor, karena lokasinya sesuai dengan habitat satwa tersebut.

"Kita desain, sesuai alamiahnya, seperti ketinggian kandangnya, sehingga kalau dia punya anak, tinggal kita buka kita lepaskan," ujarnya.

Jansen mengatakan, sebelumya TSI Bogor sudah beberapa kali berhasil mengambiakkan satwa dan kembali melepaskannya ke alam bebas. Beberapa di antaranya yaitu Curik Putih dan Owa Jawa.

"Nah ini kontribusi dari TSI sebagai lembaga konservasi. Begitu juga dengan PT Smelting dan Kementrian Kehutanan untuk sengaja mengajak masyarakat, sama-sama berpartisipasi untuk bagaimana menjaga lingkungan kita," katanya.

Ia mengulas sedikit mengenai asal usulnya Elang Jawa yang identik dengan burung Garuda. Pada masa kepemimpinam Presiden Indonesia kedua, Soeharto sempat memanggil beberapa pihak untuk menentukan lambang negara yang mewakili identitas masing-masing Provinsi.

"Ditentukan satwa sebagai simbol Indonesia yaitu Pancasila atau Bhineka Tunggal Ika. Kita pilih Elang Jawa karena satwa ini satwa endemis spesies yang ada di Indonesia ada di Pulau Jawa saja," kata Jansen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vpCwdL
April 27, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vpCwdL
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Bawaslu: Temuan Surat Suara Tercoblos Benar Terjadi

Panwaslu Malaysia memastikan surat suara yang ditemukan asli dari KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin, mengatakan temuan surat suara yang tercoblos memang benar terjadi. Berdasarkan temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Malaysia, surat suara yang ditemukan pun asli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kejadian ini benar terjadi. Memang kejadiannya ada. Ditemukan oleh Panwaslu Luar Negeri di Kuala Lumpur," ujar Afif dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4) malam.

Dia melanjutkan, Bawaslu RI sudah memastikan kepada Panwaslu yang menemukan surat suara ini secara berulang kali. "Kami pastikan, pertama, apakah memang itu (surat suara tercoblos yang ditemukan) alokasi untuk pos? Dijawab jajaran kami memang ini surat suara untuk pos," tutur Afif.

Karena itu, jika kabar ini benar, Bawaslu akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait hal ini. Bawaslu menyelidiki mengapa surat suara lewat pos bisa keluar dari Kantor KBRI Indonesia di Kuala Lumpur kemudian tidak dikirim ke alamat pos tujuan.

Sebab, kata Afif, pemilih dengan cara pos itu dilakukan untuk WNI yang tinggalnya di daerah yang jauh, agak sulit dijangkau dan terkonsentrasi. Kemudian, Bawaslu akan menginvestigasi lokasi temuan atau rumah tempat ditemukannya surat suara tadi.

Lebih lanjut, Afif pun mengungkapkan pernyataan dari Panwaslu di Kuala Lumpur. Panwaslu telah menyebut temuan surat suara yang tercoblos itu asli dan merupakan keluaran KPU. "Kami juga tanyakan apakah surat suara itu asli? Dalam keterangan konfirmasi jajaran kami yakni dipastikan dijawab pakai huruf tebal dan berfont besar yang artinya jengkel (atas pertanyaan Bawaslu RI yang diulang-ulang) mereka menjawab 'Asli Pak',"

Menurut Afif, jumlah pemilih Indonesia di Malaysia yang paling besar memang teralokasi via pos. Sementara itu, jumlah pemilih yang menggunakan Kotak Suara Keliling (KSK) dan TPS Luar Negeri (TPSLN) lebih sedikit. Berdasarkan data Bawaslu, jumlah pemilih via pos di Malaysia sebanyak 319.293 orang. Jumlah pemilih KSK itu 112.536 orang dengan jumlah kotak 376.

Kemudian, pemilih di TPSLN 127.044 orang dengan 255 titik TPS yang akan mencoblos pada 14 April mendatang. "Besok akan kami pastikan informasi-informasi tersebut. Jika kemudian ditemukan bukti lain dan lain-lainnya maka kami akan sikapi sesuai dengan aturan dan UU yang berlaku," tegas Afif.

Sementara itu, Komisioner KPU, Viryan, mengatakan jumlah pemilih Indonesia di Malaysia ada 558.873 orang. Jumlah pemilih tersebut terdiri atas 301.460 orang pemilih laki-laki dan  257.413 pemilih perempuan. Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih di Malaysia yang menggunakan TPSLN ada 127.044 orang. Mereka akan mencoblos di 255 titik TPSLN pada 14 April mendatang.

Kemudian, pemilih KSK ada 112. 536 orang dengan kotak keliling sebanyak 376. "Total pemilih pos ada 319.293 orang, dengan total pos ada 160. Jadi benar apa yang disampaikan Bawaslu tadi mayoritas pemilih di Kuala Lumpur Malaysia menggunakan pos," Jelas Viryan.

Selanjutnya, KPU tetap akan memastikan apakah surat suara yang ditemukan tercoblos adalah aseli. "Nanti akan dicek apakah ada tandatangan dari petugas kami. Jadi setiap surat suara ada ditandatangani oleh petugas kami," tambah Viryan.

Sebelumnya, beredar video tentang penggerebekan lokasi tempat penyeludupan surat suara pos di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa surat suara Pilpres sudah tercoblos untuk Pasangan Calon Presiden Nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan surat suara pileg untuk Partai Nasdem dengan caleg Nomor urut 3 dengan nama Achmad.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UcuAq6
April 11, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UcuAq6
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Lacazette Sampaikan Permintaan Maaf

Ia mesti absen saat Arsenal menghadapi BATE di Stadion Emirates pada leg kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsenal harus mengakui keunggulan BATE Borisov di laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Jumat (15/2) dini hari WIB. The Gunners menyerah 0-1 di kandang tim asal Belarusia itu lewat gol semata wayang Stanislaw Drahun pada menit ke-45.

Arsenal pun tidak mampu membalas hingga peluit akhir berbunyi dan harus puas pulang dengan menelan kekalahan 0-1. Tidak hanya itu, lawatan ke Stadion Borisov Arena itu juga berakhir tragis buat penyerang Arsenal, Alexander Lacazette. Penyerang asal Prancis itu mendapat kartu merah lantaran menyikut pemain bertahan BATE, Aleksandar Filipovic pada menit ke-85.

Alhasil, Lacazette mesti absen saat Arsenal menghadapi BATE Borisov di Stadion Emirates pada leg kedua babak 32 besar, Kamis (22/2) mendatang. Padahal, the Gunners dalam kondisi mengantongi defisit satu gol dan membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Liga Europa.

Atas tindakannya tersebut, Lacazette pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan-rekan setimnya dan kepada para penggemar the Gunners. ''Saya merasa telah mengecewakan rekan-rekan setim saya. Itu adalah perasaan paling buruk. Saya seharusnya bisa lebih tenang, tapi hal itu memang tidak mudah. Saya mohon maaf,'' tulis Lacazette di akun media sosialnya, seperti dikutip One Football, Jumat (15/2).

Kendati begitu, penyerang berusia 27 tahun itu, masih optimistis timnya bakal mampu membalas kekalahan dari BATE Borisov itu di Stadion Emirates dan lolos ke babak 16 besar Liga Europa. ''Masih ada 90 menit lagi dan saya yakin, rekan-rekan setim saya bisa membawa kami melaju ke babak berikutnya,'' jelas mantan penyerang Olimpique Lyon tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tmO1S6
February 15, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tmO1S6
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Menteri PUPR Dorong Generasi Muda Kembangkan Teknologi

Basuki mendorong generasi muda PUPR untuk mendiskusikan teknologi informasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak seluruh pegawai, terutama generasi muda Kementerian PUPR untuk menyumbangkan ide-ide inovatif dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dikatakan Basuki saat membuka PUPR 4.0 Expo di Ruang Serbaguna, Gedung Utama Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (11/2).

“Acara ini bukan sekedar Expo tapi juga sebagai unjuk kinerja masing - masing unit organisasi, sekaligus sebagai evaluasi internal seberapa jauh Kementerian PUPR memanfaatkan fasilitas informasi teknologi yang sedang berkembang pesat diluar. Harapannya lewat acara ini bisa menjaring ide-ide cemerlang dari generasi muda PUPR untuk meningkatkan kredibilitas dan kinerja PUPR,” kata Basuki.

Basuki mendorong generasi muda PUPR untuk mendiskusikan teknologi informasi yang ada di Kementerian PUPR untuk bisa dimofidikasi sehingga lebih menjawab kebutuhan informasi saat ini. Untuk staf Kementerian PUPR yang mempunyai ide orisinal dan inovatif sehingga aplikasi/sistem informasi yang ditampilkan dalam PUPR Expo ini menjadi lebih bagus.

“Saya akan beri hadiah untuk dapat mengikuti seminar internasional di luar negeri. Dengan demikian dari hasil belajar hadiahnya juga belajar,” ujar Basuki.

Basuki mengatakan, revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna  mencapai  efisiensi  yang tinggi  dan kualitas produk yang lebih  baik, tidak terkecuali juga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang semakin handal dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi.

Sejalan dengan perkembangan Industri 4.0 tersebut, Kementerian PUPR mulai melakukan perubahan dalam proses bisnisnya melalui digitalisasi, connectivity & computer power, human-machine interface, analytics intelligent untuk dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan optimasi produksi, dan memperbaiki proses produksi.

Acara PUPR 4.0 Expo diselenggarakan untuk publikasi produk dan inovasi Kementerian PUPR pada era industri 4.0 yang mengedepankan layanan berbasis internet, yang mencakup otomatisasi, internet of things, dan cloud computing.

Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja selaku ketua pelaksana dalam laporannya mengatakan, setiap pekannya PUPR Expo 4.0 akan diisi oleh tiga unit organisasi yang akan mendirikan booth Expo dan juga mengisi acara mini talkshow secara bergantian. Sementara setiap hari Jumat akan diselenggarakan Jumpa Pers dengan narasumber dari pejabat terkait masing-masing unit organisasi.

Jadwal PUPR EXPO 4.0 yakni minggu pertama, pada 11-15 Februari 2019 menampilkan materi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, BPIW dan Balitbang. Selanjutnya minggu kedua, tanggal 18-22 Februari 2019, akan diikuti dengan Ditjen Bina Marga, BPJT dan Bina Konstruksi. Minggu ketiga pada 25 Februari-1 Maret 2019 dilanjutkan oleh Ditjen Cipta Karya, BPPSPAM dan BPSDM.

Minggu keempat pada 4-8 Maret 2019 akan diisi dengan Ditjen Penyediaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan, dan PPDPP. Kemudian di minggu kelima, pada 11-15 Maret 2019 akan ditutup oleh Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal.

Beberapa mini talkshow yang akan digelar yakni pada hari Selasa (12/2) akan ada 4 mini talkshow yang diselenggarakan oleh Balitbang yakni mengenai Flood Early Warning System dengan narasumber dari Pusat Litbang Sumber Daya Air dan INVI-J dan Invi-Slope (Aplikasi Untuk Memudahkan Dalam Melakukan Inspeksi Jembatan) dengan narasumber dari Puslitbang Jalan dan Jembatan.     

Kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai Sistem Rating Bangunan Gedung Hijau dengan narasumber dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman dan Prospek dan Tantangan Penerapan BIM dalam Proyek Infrastruktur dengan narasumber yang berasal dari Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi.

Pada hari berikutnya, Rabu, (13/2) diselenggarakan forum diskusi sebanyak 2 sesi. Pertama, pada pukul 10.00-11.30 WIB diskusi bertemakan Peran Generasi Muda dan Kampus dalam Pengembangan Wilayah dan Pembangunan Infrastruktur akan menampilkan dua narasumber, yakni Kepala BPIW Hadi Sucahyono dan Pengamat Pembangunan Perkotaan Nirwono Yoga.

Selanjutnya pada sesi 2, pada pukul 13.30-15.00 WIB diskusi bertemakan Perencanaan dan Pemograman Pengembangan Wilayah dan Pembangunan  Infrastruktur PUPR menuju era Industri 4.0 menampilkan narasumber Kepala Pusat Pemograman dan Evaluasi Keterpaduan PUPR Iwan Nurwanto dan Tokoh Perencanaan Kota Wicaksono Sarosoa.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TV3S6p
February 14, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TV3S6p
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Kasus Rabies Capai 101 Orang di Ambon

Stok vaksin rabies di Kota Ambon mencukupi sehingga petugas terus lakukan pelacakan.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Kasus rabies di Kota Ambon, Maluku, pada periode Januari hingga minggu pertama Februari 2019 terdapat 101 kasus. Sebanyak 75 kasus di antaranya telah diberikan suntikan VAR dan satu orang warga meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy di Ambon, Senin (11/2) mengatakan, kasus rabies yang mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia itu, pihaknya telah melakukan pelacakan terhadap kasus gigitan lainnya. Korban gigitan hewan yang tertular penyakit rabies sebanyak 13 orang telah diberikan suntikan vaksin anti rabies (VAR) bagi manusia.

"Saat ini stok vaksin rabies di Kota Ambon mencukupi, sehingga petugas terus melakukan pelacakan kepada korban gigitan hewan rabies agar tidak ada warga yang meninggal dunia karena kasus ini," katanya.

Wendy menjelaskan, selama 2018 terdapat sebanyak 839 kasus gigitan. Ada 566 di antaranya telah diberikan suntikan VAR dan dua di antaranya meninggal dunia. "Jumlah kasus di tahun 2018 cukup tinggi, kita berupaya agar di tahun 2019 tidak terjadi peningkatan kasus," ujarnya.

Mengantisipasi terjadinya kasus, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi pencegahan gigitan hewan penular rabies. "Kami juga terus mengajak lintas sektor terkait untuk mengurangi kasus gigitan, serta melakukan eliminasi hewan yang tidak dikandangkan," kata Wendy.

Ia mengakui, Wali Kota Richard Louhenapessy telah menginstruksikan pembentukan tim sosialisasi kasus rabies. Tim ini terdiri atas stakeholder terkait melalui penegakan Peraturan Wali Kota Ambon nomor 5 tahun 2022 tentang pengendalian hewan penular rabies.

Penegakan Perwali, lanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan tindakan tegas bagi pemilik hewan penular rabies yang tidak memberikan hewan peliharaan untuk divaksin. "Kasus rabies bukan hanya tugas petugas kesehatan tetapi seluruh pihak agar Kota Ambon bebas dari gigitan rabies. Kita berharap masyarakat juga memahami, sehingga tidak timbul kasus baru lagi," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BwN5z6
February 11, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BwN5z6
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Menteri Basuki Terima Dua Golden Award SIWO PWI Pusat 2019

Kementerian PUPR Sukses mendukung Asian Games dan Asian Para Games 2018

REPUBLIKA.CO.ID,cSURABAYA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima dua penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 sebagai salah satu Kementerian yang telah menjadi Pendukung Sukses Asian Games dan Asian Para Games 2018. Menteri Basuki yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) menerima Golden Award kedua untuk Tim Rowing Putra Asian Games 2018 sebagai Tim Terbaik yang meraih satu medali Emas.

Acara penghargaan SIWO PWI (Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat 2019 dilakukan dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2019 yang digelar di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam (8/2/2019). Penghargaan diberikan kepada sejumlah Menteri/pejabat tinggi negara, kepala daerah, atlet, pelatih, media dan tokoh.

Dalam pelaksanaan AG dan APG 2018, Basuki menyampaikan, pembangunan venue dan non venue yang dilakukan Kementerian PUPR adalah untuk melaksanakan  tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. “Penghargaan yang diberikan bagi saya adalah sebuah kejutan. Untuk penghargaan bagi Tim Rowing putra yang mendapat emas di ajang Asian Games 2018, saya hadir sebagai ketua PODSI mewakili teman-teman atlit dayung,” ujar Basuki.

Ditambahkan Basuki, waktu umumnya yang diperlukan dalam penyiapan sarana dan prasarana Asian Games adalah empat tahun, namun Indonesia dapat menyelesaikannya dalam waktu  kurang dari dua tahun. “Penyiapan sarana dan prasarana dilakukan dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 tahun. Hal ini yang membuat pihak OCA dan IOC sangat mengapresiasi Indonesia. Venues yang kita miliki semua sudah berstandar internasional dan beberapa diantaranya bahkan diakui hingga saat ini sebagai yang terbaik, seperti tata lampu Stadion Utama GBK Keberhasilan ini merupakan sebuah lompatan,” jelas Basuki.

Dalam mendukung Asian Games 2018, pemerintah membangun dan merevitalisasi sebanyak 79 venue pertandingan, terdiri dari 33 venue dikerjakan langsung oleh Kementerian PUPR, 27 venue oleh pemerintah daerah Provinsi Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan dan 19 venue oleh Inasgoc.

Kementerian PUPR membangun 18 venue di Jakarta yakni Stadion Utama GBK, Aquactic Center, lapangan hoki, lapangan panahan dan Sepakbola ABC (AG 4),  Stadion Tenis Indoor dan Outdoor (AG 6), serta Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball (AG 7), lapangan rugby, lapangan basket A/B/C, Hall D venue squash, venue layar, venue jetski, dan padepokan pencak silat.

Kemudian 4 venue di Jakabaring Sport City, Palembang yaitu dayung dan tembak, tribun voli pantai, dan skateboard. 11 venue dibangun di Jawa Barat yakni canoe slalom, Stadion GBLA, Jalak Harupat, Patriot Chandrabaga, Wibawa Mukti, Pakansari, Lapangan Saraga ITB, Persikabo, Padjajaran, Jati Pajajaran UNPAD, dan Paragliding Pasar Tumbul.  

Di samping venue, Kementerian PUPR juga ditugaskan membangun 14 sarana pendukung (non-venue) diantaranya Wisma Atlet Kemayoran dan Jakabaring, serta penataan kawasan kompleks GBK dan Jakabaring. Dalam melaksanakan proyek-proyek tersebut, Kementerian PUPR senantiasa memperhatikan aspek kekuatan, kerapihan, kenyamanan, serta keselamatan bangunan.

Anggaran yang digunakan untuk mendukung infrastruktur AG dan APG 2018 secara keseluruhan mencapai Rp 7,4 triliun yang terdiri dari anggaran Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 3,7 triliun, Ditjen Penyediaan Perumahan sebesar Rp 3,6 triliun dan Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 144,2 miliar.

Basuki menambahkan, kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan event olahraga terbesar se-Asia yakni Asian Games ke-18 2018 telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, diantaranya dari Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad al-Fahad dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dapat dilihat dari sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses sarana dan prasarana. 

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RPlIFP
February 10, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RPlIFP
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

Datangi Rumah Sakit, ABG Sukabumi Minta Disuntik Mati

Pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan pendampingan terhadap ABG itu.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Anak baru gede (ABG) berjenis kelamin perempuan yang diduga putus cinta mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kepada petugas, anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah ini meminta untuk disuntik mati

"ABG berinisial L (18 tahun) yang mengaku warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi masih berstatus sebagai pelajar ini datang ke rumah sakit dan langsung minta ke petugas medis untuk disuntik mati. Saat kami menanyakan apa alasannya, perempuan tersebut mengaku baru putus dengan pacarnya," kata Humas RSUD R Syamsudin SH Wahyu Handriana di Sukabumi, Kamis (31/1).

Informasi yang dihimpun, ABG tersebut tiba-tiba datang ke rumah sakit milik Pemkot Sukabumi tersebut pada Kamis, dan masuk ke ruang instalasi gawat darurat (IGD). L yang datang sendiri tersebut langsung mendatangi sejumlah petugas dan meminta untuk segera disuntik mati.

Petugas yang mendengar keinginan dari ABG itu langsung dibuat kaget dan mengamankannya ke ruang khusus. Di ruangan itu, L bercerita panjang lebar perihal keinginannya agar disuntik mati. 

Mendengar keluh kesah dari L, akhirnya disimpulkan bahwa dirinya tengah depresi akibat putus cinta. Akhirnya petugas rumah sakit pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari tahu keberadaan keluarganya sebagai antisipasi mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kami pernah juga menangani kasus seperti ini, jadi pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan pendampingan terhadap L disamping juga berkoordinasi dengan polisi untuk diawasi," kata dia.

Wahyu mengatakan, yang dikhawatirkan L bertindak nekat apalagi tengah depresi, sehingga pengawasan ketat, baik dari kepolisian dan orang tuanya perlu dilakukan, jangan sampai terjadi sesuatu terhadap dirinya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UqQ4QA
January 31, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UqQ4QA
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

Kemendagri Minta Kepala Daerah Tak Salahgunakan Wewenang

Prinsipnya Kemendagri mendukung penuh pencegahan serta penindakan kasus korupsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kapuspen Kemendagri Bahtiar prihatin dengan operasi tangkap tangan (OTT)  Bupati Mesuji, Lampung. Bupati tersebut melakukan transaksi suap terkait proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bahtiar menegaskan, dalam setiap forum Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo selalu mengingatkan seluruh kepala daerah dan jajarannya menghindari area rawan korupsi.

“Mendagri selalu membina Kepala Daerah agar memberikan layanan apapun tidak boleh korupsi. Nah jika masih saja ada kepala daerah yang melakukan hal tersebut. Artinya, yang bersangkutan telah menyalahgunakan kewenangan dalam memberikan pelayanan. Ini diluar kontrol kemendagri,” kata Bahtiar saat mendampingi Mendagri di Komplek DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (12/1).

Bahtiar menyebut, praktik koruptif tidak terlepas dari timpangnya antara cost politik, biaya operasional pejabat kepala daerah dibandingkan dengan penghasilan tetap kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Peningkatan penghasilan tetap KDH/Wakil KDH patut menjadi prioritas. Ini penting agar sang pemimpin daerah yang kita pilih melalui proses Pilkada yang di pilih secara langsung,  yang begitu mahal tidak tumbang seketika karena soal-soal korupsi. Itu pemikiran saya, walaupun hal ini  masih harus dikaji mendalam,” ujar Bahtiar.

Ia menegaskan, jika terkait hal ini, pemimpin daerah masih cari-cari sumber pembiayaan alternatif maka berdampak kepada aparat di bawahnya untuk mencari sumber yang dapat memenuhi kebutuhan kepala daerah. “Jadi dampaknya sistematik, jika KDH tidak memiliki penghasilan tetap yang seimbang dengan kebutuhan sehari-hari kepala daerah,” tutur Bahtiar.

Ia menjelaskan,  KDH diberikan saja pendapatan secara sah ketimbang mereka terpaksa mencari sumber-sumber secara tidak sah untuk memenuhi kebutuhan operasional jabatannya.

“ Idealnya atau mestinya sang pemimpin daerah dipenuhi kebutuhannya secara sah dari negara sehingga fokus menghibahkan dirinya mengabdi untuk masyarakat di daerahnya,” ungkapnya.

Prinsipnya Kemendagri mendukung penuh segala.bentuk dan upaya pencegahan serta penindakan dari tindak pidana korupsi dalam rangka pemberantasan korupsi sebagai ancaman keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara negara.

“Silakan proses berjalan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah” tegasnya.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WfXisA
January 24, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WfXisA
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Mensos: Dana PKH akan Ditingkatkan Lagi pada 2020

Ini upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH) akan terus ditingkatkan pada 2020. Peningkatan dana ini sebagai upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia.

"Pada 2020 akan ada peningkatan lagi berkaitan dengan program PKH," kata Mensos usai menemui petugas PKH dan masyarakat penerima PKH di kawasan wisata kolam air panas alami Banyoe Sinergi Mandala, Copong, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1).

Ia menuturkan, selama ini Kementerian Sosial terus meningkatkan alokasi anggaran untuk PKH. Pada 2019 dananya mencapai Rp 54 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya hanya Rp 38 triliun.

Kenaikan dana PKH itu, menurut dia, cukup besar. Meksipun begitu Presiden ingin menambahnya lagi dan telah mengarahkan untuk meningkatkan lagi PKH pada 2020.

"Tahun ini sekitar Rp 54 triliun di mana sebelumnya anggaran PKH sekitar Rp 38 triliun, jadi itu kenaikan yang sangat substansial," katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan melalui PKH yang hasilnya efektif dan efisien. "Ini merupakan satu program syarat efektif dan efisien," katanya.

Seorang penerima manfaat PKH warga Garut Kota, Rini Suryani mengatakan, program tersebut telah banyak membantu perekonomian keluarga. Dana PKH yang diterima Rini saat ini mencapai Rp 2 juta yang digunakan untuk biaya kebutuhan anaknya. Misalnya membeli seragam, maupun membayar administrasi sekolah.

"Saya berharap program ini terus berlanjut, karena sangat terasa bantuannya, sangat membantu perekonomian keluarga," kata Rini yang suaminya berprofesi sebagai penjual barang bekas. Penyaluran PKH di Kabupaten Garut tersebut mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo yang langsung meninjau dan berdialog dengan warga penerima PKH.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DkFQLT
January 19, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DkFQLT
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Praveen/Melati Melangkah ke Perempat Final Malaysia Masters

Mereka mengamankan posisi usai mengalahkan rekan senegaranya, Hafiz Faisal/Gloria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti  berhasil melangkah ke babak perempat final Malaysia Masters 2019. Mereka mengamankan posisi usai mengalahkan rekan senegaranya, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja 21-14 dan 24-22 di Stadion Axiata, Kuala Lumpur Sport City, Malaysia, Kamis (17/1). 

Gin pertama dimulai, Praveen/Melati relatif lebih mudah untuk menguasai lapangan. Setelah sedikit tertinggal di awal, Praveen/Melati mampu melesat untuk memenangkan gim pertama.

Awal gim kedua berlangsung cukup menarik. Praveen/Melati bahkan sempat tertinggal 6-13, 12-18 dan 17-20. Namun secara perlahan mereka berhasil menyamakan kedudukan dan balik merebut kemenangan ketat 24-22. Komunikasi yang baik dikatakan Praveen/Melati sebagai kunci kemenangannya kali ini.

Praveen mengatakan, sebenarnya secara permainan mereka berimbang. Tapi, ia dan Melati banyak belajar dari kekalahan sebelumnya dari rekan senegara saat di Korea. 

"Tadi juga di gim kedua kami sempat ketinggalan, kuncinya di komunikasi yang baik, saling menyemangati saja. Karena kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Jadi tinggal siapa yang lebih siap dan lebih pintar melihat peluang,” jelas Praveen, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/1).

Selanjutnya di perempat final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan unggulan dua, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand). Keduanya pernah bertemu tahun lalu di Cina Terbuka. Saat itu Praveen/Melati kalah 11-21 dan 13-21.

“Buat besok juga kuncinya harus komunikasi. Kalau salah satu jelek mainnya, harus saling menyemangati, saling dukung biar kuat lagi. Sama besok harus lebih yakin lagi dan enjoy,” kata Melati.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fz3Hd4
January 17, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fz3Hd4
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Ketika Muslim Uighur Dipaksa Buang Air Besar Dalam Tahanan

Dari bangun pagi sampai pukul 10 malam, tahanan dikumpulkan dan tak boleh bergerak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang Muslim Uighur yang pernah ditahan selama 16 bulan di kamp reedukasi Xinjiang, Gulbahar Jalilova (54 tahun) mengungkapkan apa yang ia alami saat berada di tahanan selama satu tahun lebih. Ia datang ke Indonesia untuk mengumumkan kepada dunia tentang kondisi Muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Jalilova mengatakan, ia dan beberapa Muslim Uighur lainnya ditempatkan di sebuah ruangan. Semua kegiatan apa pun hanya di dalam ruangan itu. Termasuk buang air kecil maupun besar.

"Tak bisa keluar karena semua kegiatan hanya di dalam ruangan. Buang air kecil dan besar dilakukan di ruangan itu," ujar Jalilova melalui penerjamah, dalam konferensi pers bertajuk 'Kesaksian dari Balik Penjara Uighur' di Jakarta, Sabtu (12/1).

Jalilova juga mengaku diinterogasi setelah tiga bulan ditangkap. Tahanan lainnya ada yang diinterogasi setelah menunggu selama satu tahun.

Sejak bangun pagi sampai pukul setengah 10 malam, para tahanan dikumpulkan dan tidak boleh bergerak, hanya melihat kepada dinding. Di dinding itu ada kamera CCTV dan layar televisi. Di tayangan TV itu ada Presiden Cina Xi Jinping. "Ketika menoleh dianggap oleh penjaga melaksanakan ibadah lalu disiksa, dihukum," tutur Jalilova.

Selama di ruangan itu, tahanan tidak diberi makan maupun minum. Jalilova dan tahanan lain merasa amat kelaparan dan kehausan. Bahkan berat Jalilova sampai turun 20 kg. "Mereka hidup dalam kelaparan dan kehausan dan ketika mereka mengeluh kelaparan dan kehausan mereka dikira berbicara satu sama lain lalu mendapat siksaan," jelasnya.

Ketika ada satu orang yang sudah lanjut usia pingsan, kemudian tahanan lain ingin menolongnya, maka yang hendak menolong itu mendapat siksaan. "Semuanya diborgol dengan besi, lalu di kakinya diberikan besi 5 kg. Semuanya seperti itu," lanjut Jalilova.

Bahkan, Jalilova kembali menceritakan, di dalam tahanan sempat ada yang melahirkan. Setelah itu ibu dan anaknya dipisahkan. Si anak sama sekali tidak diperbolehkan diberi ASI. "Di penjara saya bersama perempuan dari usia sekitar 14 tahun sampai 80 tahun. Saya mengalami stres, syok," katanya.

Selain itu, seluruh tahanan juga disuntik untuk kemudian diambil darahnya. Para tahanan tidak ada yang mengetahui untuk apa darah itu. Pengambilan darah ini dilakukan per pekan hingga per bulan.

Ada satu hal yang betul-betul ingin dijaga oleh perempuan asal Kazakstan itu, yakni amanah dari para tahanan. Sebelum dibebaskan dengan bantuan lobi dari keluarga dan Pemerintah Kazakstan, para tahanan menitip pesan agar menginformasikan apa yang sebetulnya terjadi di kamp reedukasi Xinjiang, dan yang dialami Muslim Uighur.

"'Kami yang di sini tidak tahu bagaimana keluarnya, mohon beritahukan bahwa kami sedang mendapatkan penindasan dan kezaliman'," kata Jalilova meniru ucapan para tahanan.

Proses awal Jalilova ditahan, yakni saat ia menghabiskan dua dekade terakhir berbisnis di perbatasan Cina-Kazahstan. Pada Mei 2017, ia tiba-tiba ditangkap di Kota Urumqi, Cina, dengan tuduhan mentransfer dana secara ilegal sebesar 17 ribu yuan (3/500 dolar AS) dari Cina dan Turki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FuaNiw
January 12, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FuaNiw
via IFTTT
Share: