Showing posts with label 2018 at 05:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:49PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Kalahkan Spurs, Nuggets Masih Kuasai Wilayah Barat

Nuggets kokoh di puncak klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, DENVER -- Jamal Murray membawa Denver Nuggets tumbangkan San Antonio Spurs dengan mencetak 31 poin. Nuggets menaklukkan tamunya tersebut dengan skor tipis 102-99 pada, Sabtu (29/12). Nuggets unggul di dua quarter dalam pertandigan yang digelar di Pepsi Center tersebut. 

Nuggets unggul 31-23, 30-24 di dua quarter awal, sebelum kemudian kalah di quarter ketiga dengan 17-24 dan imbang di quarter keempat. Kemenangan ini membawa Nuggets kokoh di puncak klasemen wilayah barat.

Namun, kemenangan Nuggets tersebut harus diwarnai oleh cederanya dua pemain utama mereka, yaitu Murray dan Malik Beasley. Keduanya sama-sama menderita cedera ankle dan harus ditarik keluar lapangan.

Meskipun Beasley mengaku cedera tersebut tak membuatnya khawatir. ''Saya akan baik-baik saja. Saya seperti mutan,'' kata Beasley,dikutip dari ESPN, Sabtu (29/12).

Nikola Jovic juga menjadi salah satu pemain yang menyumbangkan poin cukup banyak, yaitu 21 poin, sembilan rebound dan sembila assist. Pelatih Nuggets Michael Malone menyatakan, timnya berusaha menunjukan determinasi yang ketat, dengan selalu berlari. Hal itu dilakukan agar para pemainnya selalu waspada.

''Kami mencoba menunjukan para pemain apa yang kami pikir mereka (pemain Spurs) akan selalu berlari,'' kata Malone.

Terkait dengan cederanya Murray, Malone mengatakan ia melihat pemain asal Kanada tersebut berlari ke sudut lapangan, seolah-olah akan pergi ke lorong. Oleh karena itu ia menarik sang pemain keluar lapangan. Meskipun Murray mengatakan ia tidak ragu untuk terus bermain. ''Saya merasa luar biasa, merasa sensasional,'' ucapnya usai laga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Aoclaa
December 29, 2018 at 05:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Aoclaa
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

Mantan Astronot Kritik Rencana Pengiriman Manusia ke Mars

Mimpi membuat koloni di Mars dinilai omong kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan astronot Amerika Serikat (AS) Bill Anders mengkritik rencana mengirim manusia ke planet Mars. Andres, 85 tahun seorang astronot Apollo 8, pesawat antariksa pertama yang berhasil mengorbit bulan sebanyak 10 kali pada 1968 mengkritik rencana pengiriman manusia ke Mars.

"Apa yang sangat penting? Mendorong kami pergi ke Mars? Saya kira itu bukan sesuatu yang menarik perhatian publik," kata Andres di Radio BBC 5 Live, seperti dilansir dari ABC News, Senin (24/12).

Misi Apollo 8 sangat penting bagi misi selanjutnya yaitu Apollo 11, di mana pertama kalinya manusia berhasil menginjak kaki di atas bulan. Dalam wawancaranya dengan BBC 5 Live, Andres mengatakan ia sangat mendukung program luar angkasa tanpa awak. Tetapi, menurutnya mengirim manusia ke Mars sebagai sesuatu 'yang hampir konyol'. Ia menyinggung tentang rendahnya minat masyarakat terhadap program yang mahal tersebut.

Meski memiliki peran penting di misi Apollo 8, Andres mengkritik kerja NASA saat ini. Menurutnya, NASA telah berevolusi dengan buruk. Sampai kini menurut Andres NASA telah gagal mengirim manusia ke bulan lagi.

"Sekarang NASA tidak bisa ke bulan, mereka sangat kaku, NASA menjadi program kerja," kata mantan astronot tersebut.

Andres mengakui ia bukan orang yang terkenal karena pendapatnya. Andres mengatakan NASA cukup beruntung dengan apa yang mereka miliki. Tapi Andres sulit mengakui NASA pantas mendapatkan apa yang sekarang mereka miliki. Yaitu anggaran yang sangat besar serta fasilitas yang luar biasa mahal.

Frank Borman, rekan Andres di Apollo 8 dan komandan dalam misi itu memiliki pendapat yang berbeda. Borman mengatakan ia tidak sekritis Andres dalam melihat NASA. "Saya sangat yakin kami harus mendorong eksplorasi tata surya dan saya pikir manusia menjadi bagian dari itu," kata Borman.

Tapi, Borman mengkritik dua pengusaha terkaya di dunia Elon Musk dan Jeff Bezos yang memiliki ambisi untuk menciptakan sebuah koloni di Mars. Musk memiliki SpaceX dan Bezos membangun Blue Origin. Dua perusahaan eksplorasi antariksa terbesar di dunia. 

"Saya pikir terlalu banyak gembar-gembor tidak masuk akal tentang Mars, Musk dan Bezos berbicara tentang menempatkan koloni di Mars, itu omong kosong," kata Borman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QQ1uQw
December 24, 2018 at 05:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QQ1uQw
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Rantai Distribusi Panjang Sebabkan Harga Daging Sapi Mahal

Rata-rata biaya transportasi daging sapi di Indonesia mencapai Rp 1.004,81 per kg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai, rantai distribusi daging sapi di Indonesia terlampau panjang. Hal ini yang menyebabkan harga daging sapi segar di pasaran konsisten tinggi, yakni berada di kisaran lebih dari Rp 100.000 per kilogram. 

Ilman menjelaskan, panjangnya rantai distribusi daging sapi lokal mempengaruhi harga daging sapi tersebut di pasaran. "Hal ini terjadi karena munculnya biaya-biaya tambahan, seperti biaya transportasi," ujarnya dalam siaran pers, Senin (17/12). 

Ilman menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian CIPS, daging sapi lokal melewati tujuh hingga sembilan tahapan sebelum sampai di tangan konsumen. Proses distribusi dimulai dari peternak yang menjual sapi mereka langsung kepada pedagang setempat berskala kecil atau melalui tempat penggemukan sapi (feedlot).

Kemudian, feedlot memberi makan sapi secara intensif untuk meningkatkan bobot sapi dan nilai jualnya. Tahapan selanjutnya, sapi dijual lagi ke pedagang setempat berskala besar dengan menggunakan jasa informan untuk mendapatkan harga pasar yang paling aktual. 

"Kemudian, sapi dijual lagi ke pedagang regional, yang wilayah dagangnya meliputi beberapa kabupaten, provinsi dan sejumlah pulau kecil," kata Ilman.

Setelah itu, sapi kembali dijual ke pedagang yang ada di penampungan ternak (holding ground). Tahapan ini berfungsi sebagai area transit ketika mereka menunggu pedagang grosir dari Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memilih hewan ternak yang akan dibeli dan dipotong.

Daging sapi yang dihasilkan dapat dijual langsung ke pedagang grosir berskala besar di pasar atau melalui tengkulak. Mereka akan membantu pedagang di RPH untuk mendapatkan pembeli.

Tahapan selanjutnya, menjual daging sapi ke pedagang grosir berskala kecil. "Merekalah yang menjual daging sapi ke pedagang eceran di pasar tradisional atau supermarket, sebelum akhirnya sampai di tangan konsumen," tutur Ilman.

Melihat panjangnya rantai distribusi, solusi untuk memotong rantai distribusi dengan menyerahkan prosesnya ke badan-badan pemerintah bukanlah jalan keluar tepat. Hasil penelitian CIPS juga menunjukkan, kalau pemerintah mau menangani semua proses distribusi daging sapi, maka pemerintah juga harus siap menanggung seluruh biaya terkait transportasi. Proses distribusi daging sapi yang melibatkan pemerintah sebagai pelakunya akan menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit jumlahnya.

Ilman menambahkan, sebagai ilustrasi, kita bisa melihat proses distribusi daging sapi di Jawa Barat (provinsi dengan tingkat konsumsi daging sapi tinggi) dan Jawa Timur (provinsi penghasil daging sapi terbesar di Indonesia). Data ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik pada 2017.

Biaya transportasi untuk distribusi daging sapi di Jawa Barat adalah Rp 1.284,29 per kilogram. Sementara itu biaya distribusi daging sapi adalah Rp 445,83 per kilogram di Jawa Timur. Hal ini disebabkan adanya jarak yang dekat antara para pelaku di tahap produksi (peternak) dengan para pelaku distribusi (pedagang) yang membawanya hingga ke tingkat konsumen di Jawa Timur.

Dengan menggunakan angka ini, maka dapat diperkirakan rata-rata biaya transportasi rantai distribusi daging sapi di Indonesia adalah Rp 1.004,81 per kilogram. "Dengan perhitungan kebutuhan nasional yang mencapai 709.540 ton di tahun 2017, maka pemerintah harus menyiapkan uang sebesar Rp 713 miliar atau setara dengan 52,8 juta dolar AS untuk biaya transportasi untuk menjangkau wilayah Indonesia," kata Ilman. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A1Bck2
December 17, 2018 at 05:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A1Bck2
via IFTTT
Share:

Tersangka Pengeroyok TNI Geleng Kepala dalam Sejumlah Adegan

Sejumlah tersangka menggelengkan kepala dalam beberapa adegan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rekonstruksi kasus pengeroyokan dua anggota TNI di Arundina Mart, Ciracas, Jakarta Timur, digelar di Gedung Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (17/12) dimulai pukul 14.00 WIB. Dalam sejumlah adegan yang diperankan oleh tersangka, sejumlah pelaku kerap terlihat menggelengkan kepalanya.

Salah satunya adalah tersangka SR yang menjadi satu-satunya tersangka perempuan dalam kejadian tersebut. Pada adegan ke-14, saat itu aksi pemukulan yang dalam adegan dilakukan oleh tersangka IH yakni suaminya, tersangka SR, D, dan A. Dalam adegan disebut mereka menarik korban K.

Saat memegangi bahu pemeran pengganti korban K, SR sembari menggelengkan kepalanya dengan tertunduk. Kemudian pada adegan ke-16, tersangka IH melakukan adegan berdiri dan menghampiri korban R dan memukul ke arah kepala. Pada adegan ini tersangka IH menggelengkan kepala.

Baca juga,  Pengeroyok TNI Peragakan 20 Adegan Rekonstruksi.

Ketika ditanya soal arti menggelengkan kepala, polisi tak menjawab dengan tegas. Apakah menggelengkan kepala itu berarti menyangkal atau ada arti lain.  Namun menurut Kanit 1 Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward Yustica Malvino tersangka tak menyangkal kronologi dalam rekonstruksi itu.

“Tidak (ada yang menyangkal adegan). Itu hanya penyesuaian saja, kita juga punya videonya,” katanya di Gedung Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (17/12) pukul 14.00 WIB. 

Lima tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi, namun dua korban digantikan oleh pemeran pengganti. Ada 20 adegan yang diperagakan oleh pelaku. 

“Saya dari Subdit Resmob akan lakukan rekonstruksi pengeroyokkan TNI di Arundina Mart, Ciracas, Jakarta Timur. Ada 20 adegan yang diperagakan oleh lima pelaku,” ujar Malvino. 

Rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), namun pihaknya enggan menyebutkan alasannya. “Nanti kita jelaskan nanti,” kata Malvino.

Adapun adegan rekonstruksi yang dilakukan adalah:

1. Tersangka HP alias Etek menunggu di parkiran Komplek Arundina.

2. Sekitar pukul 14.00 WIB tersangka HP datang bergabung untuk bekerja di sekitar Komplek Arundina.

3. Korban K datang bonceng anaknya untuk parkir motor di depan warung soto kudus.

4. Korban K dan anaknya turun dari motor.

5. Tersangka HP menghampiri motor korban dan langsung menggeser tanpa. sepengetahuan korban K, korban K posisi di samping motornya.

6. Korban K menegur tersangka HP.

7. Tersangka D dan IH melihat tersangka HP ditegur korban.

8. Tersangka D menghampiri dan mendatangi IH sambil berkata ‘Etek sedang cekcok dengan seorang tentara’.

9. Tersangka IH dan D menghampiri HP, selanjutnya IH bertanya ‘Tek kamu kenapa?’ (posisi di bawah pohon sudah bergeser dari lokasi motor yang digeser).

10. Tersangka IH cekcok dengan korban dan memukul korban.

11. Korban R melintas dan melihat rekannya korban Komarudin dipukul oleh tersangka IH.

12. Korban R parkir motor dan bantu rekannya.

13. Korban R datang dan menghampiri tersangka IH memukul tersangka IH sampai terjatuh.

14. Tersangka SR, D, dan A, menarik korban K.

15. Tersangka HP datang bantu tersangka IH dengan cara dorong korban R.

16. Tersangka IH berdiri dan menghampiri korban R dan memukul ke arah kepala.

17. Korban R pergi menjauh karena banyak yang bantu tersangka IH.

18. A. Tersangka SR, D, dan A, memegangi korban K selanjutnya tersangka IH mendatangi dan memukul korban berkali-kali.

B. Korban R mencoba menarik korban K untuk diamankan.

19. Korban R ditarik tersangka SR, D, A, dan HP kembali ke ruko, kemudian ada orang tak dikenal memukul tersangka IH, tapi kemudian ia dikeroyok oleh tersangka SR, D, dan A.

20. Korban K mengamankan diri dengan anaknya dan pergi dari TKP.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S8dkSQ
December 17, 2018 at 05:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S8dkSQ
via IFTTT
Share: