Showing posts with label 2019 at 11:43PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:43PM. Show all posts

Saturday, April 6, 2019

Umat Islam di Bulgaria Mulai Berperan di Berbagai Bidang

Mayoritas Muslim di Bulgaria menganut mazhab Sunni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Republika Bulgaria. Menurut Kantor Berita Islam Internasional (IINA), negara yang terletak di Eropa Tenggara itu adalah rumah bagi 2,5 juta hingga 3 juta umat Muslim. Islam adalah agama minoritas terbesar kedua di negara yang memiliki luas wilayah sekitar 110.994 kilometer persegi itu, yakni mencapai 25 persen dari total populasi.

Umat Islam di negeri yang dibentengi Pegunungan Balkan dan Pegunungan Rodopi itu telah menjadi bagian penting dari Bulgaria. Jika dipilah berdasarkan etnis, mayoritas Muslim di negara beribu kota Sofia itu terdiri atas tiga etnis besar, yakni Turki, Bulgaria, dan Roma.

Mayoritas Muslim di Bulgaria menganut mazhab Sunni. Umumnya, umat Islam tersebar di berbagai kota, seperti di Rhodopes, Provinsi Smolyan, sebelah selatan Pazardzhik dan Provinsi Kardzhali, serta  di bagian Timur  Provinsi Blagoevgrad. Ada pula yang menetap di Provinsi Lovech, utara Bulgaria. Selain itu, ada pula penganut mazhab Syiah yang tersebar di Razgrad, Sliven, dan Provinsi Silistra.

Berdasarkan data pada kantor Mufti Agung di Sofia, saat ini terdapat 1.458 masjid. Padahal, pada era kekuasaan Turki Usmani, di wilayah itu tersebar sekitar 2.356 masjid, 174  mushala, 142 madrasah, dan 400 lembaga wakaf. Namun, setelah perang banyak sarana ibadah dan gedung-gedung keislaman yang dihancurkan, ujar sumber di Mufti Agung Sofia.

Umat Islam di Bulgaria sudah mulai berperan di berbagai bidang.  Beberapa tahun lalu, Muslim di negara itu mampu mendirikan partai politik bernama partai Uni Demokratik Islam. Partai yang didirikan etnis Turki itu, menurut kantor berita Sofia berlandaskan pada agama dan etika dasar, serta tidak rasial. Inilah partai Islam pertama di negeri itu yang bersanding dengan delapan partai Kristen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KdjotW
April 06, 2019 at 11:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KdjotW
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Dosen STAIN Majene Diminta Bedah Sejarah Islam di Mandar

Sejarah Islam di Mandar kajiannya bagus untuk ditelaah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslibang) Kementerian Agama Republik Indonesia, M Zain meminta para dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Sulawesi Barat membedah perkembangan agama Islam di tanah Mandar.

"Buku sejarah Islam di Mandar kajiannya bagus untuk ditelaah dan dibedah oleh para dosen STAIN Mejene ini," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslibang) Kementerian Agama Republik Indonesia, M Zain di Mamuju, Senin (25/2).

Ia mengatakan hal itu, saat menghadiri acara sosialisasi produk penelitian Kemenag RI bekerja sama dengan STAIN dan Alumni Al Azhar Cabang Provinsi Sulbar yang dihadiri Ketua STAIN Majene, H Napis Juani.

Menurut Zain buku sejarah Islam di tanah Mandar ini, sangat jelas diulas, sehingga para dosen STAIN Majene dihimbau bisa membedah isi dari buku tersebut.

 "Polemik penyematan gelar Anang guru di tanah Mandar Jug memang sering terjadi maka dari itu dosen STAIN harus jeli melihat tersebut, maka dari itu kesimpulan bahwa "Anang Guru" pernah belajar kepada Kiyai atau pondok pesantren," katanya.

Ia juga menghimbau, agar Teori Islam fundamental harus diantisipasi dan harus dilawan dengan antitesis dari para Dosen STAIN.

Zain mengatakan, dalam perkembangan Syiar Islam Menara yg berada di Masjid Imam Lapeo atau  KH M.Thahir yang terdapat di Kabupaten Polman Provinsi Sulbar, mempunyai makna tersendiri.

Ia juga mengatakan ensiklopedia ulama di Indonesia juga bagus untuk di bedah dan di telaah oleh Dosen STAIN, terutama salah satu perkataan ulama DR Nawawi yakni sebaik baik manusia memiliki peradaban yang besar sehingga menciptakan peradaban baru.

"Buku ensiklopedia dari Imam Nawawi juga bagus untuk ditelaah oleh Dosen STAIN dalam hal pengkajian dan harus dikaji lebih mendalam karena bersifat dinamis," katanya.

Ia menyampaikan, buku tersebut membahas disertasi terkait 2000 masalah zakat dan salah satunya pembangunan Desa berbasis zakat dan penghormatan kepada orang tua.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TcI5Ki
February 25, 2019 at 11:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TcI5Ki
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

27 Mahasiswa UKM Studi Banding ke Universitas Jember

Studi banding ini terkait pengembangan asrama mahasiswa,

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER— Sebanyak 27 mahasiswa Kolej Tun Hussein On (KTHO) Universiti Kebangsaan Malaysia yang didampingi lima dosennya melakukan studi banding ke Universitas Jember (Unej), Jawa Timur

Studi banding ini terkait pengembangan asrama mahasiswa dan membicarakan masalah kepemimpinan masa depan. 

Rombongan mahasiswa KTHO Universiti Kebangsaan Malaysia yang dipimpin  Profesor Madya Nurinsan Kamil bin Othman diterima secara resmi oleh Wakil Rektor I Unej Zulfikar bersama Wakil Rektor IIUnej Wachju Subchan yang didampingi Dekan FKIP Prof Dafik di Gedung Rektorat R. Achmad, Senin (11/2).

"Kunjungan dosen dan mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia kali ini adalah kunjungan balasan setelah dosen dan mahasiswa FKIP berkunjung ke Malaysia pada tahun lalu," kata Dekan FKIP Unej Prof Dafik di kampus setempat.

Menurutnya, program kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia tidak hanya di bidang pertukaran mahasiswa saja, tapi juga pada kegiatan penelitian bersama yang sudah melahirkan buku berjudul "Cultural, History and Education" yang merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unej dan Faculty of Education Universiti Kebangsaan Malaysia. 

"Harapannya kerja sama itu akan berkembang lebih luas agar target kita untuk mendapatkan pengakuan akreditasi dari ASEAN University Network Quality Assurance dapat terwujud," tuturnya.

Pengetua KTHO Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Madya Nurinsan Kamil  bin Othman, mengatakan hanya mahasiswa berprestasi saja yang bisa tinggal di asrama atau kolej di Universiti Kebangsaan Malaysia dan ada 12 asrama di Universiti Kebangsaan Malaysia yang salah satunya Kolej Tun Hussein On. 

"Hanya mahasiswa yang secara akademik berprestasi saja yang bisa diterima di kolej yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, sehingga memudahkan studi setiap mahasiswa," katanya. 

Di kampus, kata dia, mahasiswa diawasi dan dibina secara keseluruhan termasuk keharusan bagi mereka untuk melakukan penelitian sesuai latar belakang pendidikannya, bahkan setiap penghuni asrama juga wajib mengikuti program peningkatan diri seperti public speaking, latihan kepemimpinan dan lainnya.

Wakil Rektor I Unej Zulfikar yang membidangi akademik dan kemahasiswaan mengatakan cara tersebut dapat ditiru di Kampus Tegalboto Unej yang memiliki dua unit rumah susun sederhana sewa mahasiswa (Rusunawa) karena selama ini Rusunawa di Unej lebih berfungsi sebagai tempat tinggal yang ditujukan untuk merekatkan dan membina mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

"Contoh pengelolaan asrama di Universiti Kebangsaan Malaysia akan menjadi masukan bagi kami untuk menjadikan Rusunawa tidak sekadar sebagai tempat tinggal saja, namun bisa menjadi sarana meningkatkan softskill mahasiswa," katanya. 

Rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Kebangsaan Malaysia juga berkesempatan berolahraga bersama dengan mahasiswa Unej, kemudian menikmati berbagai destinasi wisata di Jember seperti Pantai Papuma dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Di sela-sela kesibukan berdiskusi, mahasiswa Malaysia juga belajar berbagai kesenian khas Jember dan budaya Indonesia.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E3s2Wt
February 11, 2019 at 11:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E3s2Wt
via IFTTT
Share: