Showing posts with label 2019 at 10:20PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:20PM. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

Soal Rudal Korut, Trump: Itu tak Langgar Kepercayaan

Korea Utara menembakkan dua rudal jarak-pendek pada Kamis kemarin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluncuran rudal Korea Utara tak melanggar kepercayaan. Dalam wawancara dengan Politico, Trump justru meremehkan uji-uji rudal itu.

"Itu peluru-peluru kendali jarak-pendek dan saya pandang bahwa hal itu bukan pelanggaran kepercayaan sama sekali. Dan Anda tahu, pada titik tertentu saya mungkin. Tetapi titik ini tidak," kata Trump kepada Politico.

Korea Utara menembakkan dua misil jarak-pendek pada Kamis kemarin, tes peluncuran keduanya dalam waktu kurang dari sepekan. Trump mengatakan ia mungkin kehilangan kepercayaan dalam hubungan persahabatannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Maksud saya mungkin saja pada titik tertentu saya akan melakukannya. Tetapi saat ini tidak sama sekali," kata Trump.

Pada Kamis, Trump tampak membuka peluang untuk mengadakan pembicaraan lagi dengan Korea Utara. "Hubungan berjalan terus ... Saya tahu mereka ingin berunding, mereka berbicara mengenai perundingan. Tetapi saya kira mereka belum siap berunding." kata dia kepada wartawan.

Pentagon menyatakan peluncuran pada Kamis terdiri dari peluru-peluru kendali balistik yang terbang melebihi 300 km dan mendarat di samudera.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JwMWAI
May 11, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JwMWAI
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Muslim Muda Modern Indonesia Butuh Aplikasi Dalami Islam

Aplikasi Muslimnesia memudahkan Muslim muda mendapatkan informasi soal Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Figur publik Zee Zee Shahab merasa masih membutuhkan banyak hal untuk mendalami Islam dan menjadi Muslimah. Sebagai seorang Muslimah muda modern, dia masih kerap merasa kebingungan untuk beribadah lantaran mobilitas yang tinggi. 

“Saat ini aku sedang mendalami Islam dengan baik untuk menjadi manusia yang lebih semakin Islami setiap harinya. Tapi susahnya karena saat ini kondisi mobilitas yang tinggi ke mana-mana lebih sering di jalanan dari pada di rumah,” kata Zee zee di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Istri dari seorang pembaca berita Prabu Revolusi itu merasa hidupnya masih sering berada di luar rumah. Oleh sebab itu, dia merasa membutuhkan sesuatu untuk membantunya beribadah lebih dalam lagi.

Dia sendiri masih kebingungan untuk mencari tempat shalat ketika dia masih berada di jalan. Belum lagi, ketika sudah mendapatkan tempat untuk shalat, dia masih kebingungan dalam mencari arah kiblat.

Selain itu, dia juga kerap kesulitan untuk mencari rumah makan yang berlabel halal. Belum lagi, dia juga kebingungan mencari tempat penginapan yang juga halal. 

Oleh sebab itu, dia sangat bersyukur dengan adanya peluncuran aplikasi Muslimnesia. “Muslimnesia ini luar biasa, benar-benar menjawab kegalauan para muslimah saat ini yang membuat kita bisa lebih terpenuhi keinginannya untuk mendalami Islam,” kata Zee zee. 

Hal yang sama juga diungkapkan figur publik lainnya, Adrian Maulana. Dia yang juga merupakan Co-Founder Muslimnesia itu mengatakan juga membutuhkan bantuan untuk menjadi pribadi yang baik dengan mendalami keislaman. 

“Kita mengarahkan diri ke arah yang lebih baik. Belajar itu ya jangan sendiri, tapi datang ke kajian. Justru buat saya, kemacetan itu bukan masalah karena itu kenikmatan karena bisa digunakan untuk mencari kajian,” ungkap Adrian. 

Dia yang saat ini mengaku bekerja kantoran itu menuturkan, masih sering kebingungan mencari kajian terdekat saat berada di kemacetan. Selain itu, dia juga masih kesulitan mencari kajian yang sesuai dengan topik.

Melalui aplikasi Muslimnesia, dia diajak oleh teman-temannya yang merupakan founder aplikasi itu untuk mengembangkan aplikasi untuk menjawab kesulitannya. 

“Aplikasi ini yang murni yang berangkat dari anak-anak muda muslim modern indonesia. Mereka ini nggak omdo, mereka melakukan reaksi dan aksi yang nyata. Saya diajak memberikan sumbang saran. Saya lihat punya kesamaan visi. Punya pengalaman spiritual yang lebih baik. Kami ingin bisa berperan soleh sendiri, tapi berkolaborasi untuk memajukan peradaban islam kembali,” jelas dia. 

Aplikasi Muslimnesia didirikan oleh Ariani Rudjito, Billtraviano Harda, dan Muhammad Assad. Mereka memberikan aplikasi sebagai rujukan dalam mengimplementasikan Islam. 

“Karya asli anak bangsa ini hadir sebagai solusi yang memahami betul kebutuhan muslim muda modern di Indonesia, yang tersampaikan melalui ragam fitur segar dan desain aplikasi simpel,” jelas perempuan yang akrab disapa Ani itu. 

Beberapa fitur yang disajikan dalam aplikasi Muslimnesia itu antara lain Cari Masjid yang menyajikan informasi masjid terdekat berbasis lokasi, Jadwal Kajian yang menyediakan informasi jadwal kajian belajar mengenai Islam atau majelis ta’lim, dan Halal Radar yang memberikan informasi tempat dan sarana publik yang telah memberikan pelayanan halal. 

Selanjutnya, fitur Sedekah yang membantu kalangan Muslim muda untuk bersedekah secara simplistis dengan pilihan kegiatan filantropi yang beragam. Muslimnesia sendiri berkolaborasi dengan lembaga pengelola dana sosial terkemuka seperti Rumah Zakat dan juga ACT.

Selain itu, fitur yang lainnya adalah Quran dan Doa, Waktu Shalat, Kiblat, dan Jadal Puasa. Fitur-fitur itu dapat memudahkan pengguna menjalankan rangkaian ibadah wajib maupun sunnah. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y06lxU
May 04, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y06lxU
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Analis: Penangkapan Romi Bisa Pengaruhi Suara PPP

Penangkapan Romi dilakukan pada saat masa-masa krusial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto memprediksi penangkapan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy bisa mempengaruhi suara untuk partai itu saat pencoblosan 17 April 2019 besok.  Pasalnya, saat ini telah memasuki masa-masa krusial.

"Kasus Romi akan berpengaruh signifikan untuk PPP sebagai partai. Kenapa?karena saat ini kan dalam suasana krusial tinggal satu bulan sebelum pencoblosan pemilihan umum (17 April 2019)," kata Analis komunkasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto saat ditemui di Jakarta, Sabtu (16/3).

Padahal, dia melanjutkan, satu bulan sebelum pemilihan umum serentak seharusnya sudah memasuki fase konsolidasi suara yang solid memilih partai. Apalagi, ia menambahkan, Romi adalah ketua umum (ketum) partai tersebut. 

Penahanannya, kata ia memiliki dua dampak. Pertama dari sisi manajemen organisasi karena ketum memiliki peran strategis dalam koordinasi internal partai. Dampak kedua, dia melanjutkan, adanya distrust untuk publik.

"Sedangkan reputasi tidak mudah dikembalikan dalam satu atau dua hari melainkan butuh berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Ini menjadi riskan buat PPP," ujarnya.

Sebelumnya KPK menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam seleksi jabatan di Kementerian Agama.

Pengumuman penetapan tersangka tersebut disampaikan pimpinan KPK Laode M Syarif didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di KPK, Sabtu (16/3).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JkCJZx
March 16, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JkCJZx
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Kisah Yuna, Beasiswa, dan Kuliah di UI

Rektorat UI diharapkan menyediakan beragam beasiswa bagi berbagai kalangan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra*

Qurrata Ayuna Adrianus namanya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2015 ini berstatus sebagai penyandang disabilitas yang harus selalu memakai kursi roda untuk menuju ke kampus. Yuna, panggilan akrabnya, merupakan salah seorang korban selamat dari reruntuhan lembaga bimbel Gama di Kota Padang, yang terkena gempa dahsyat pada 30 September 2009.

Pengalaman traumatik tidak membuat Yuna patah semangat menjalani hidup. Dia pun bisa lekas bangkit untuk menggapai cita-citanya. Salah satu yang berhasil diwujudkannya adalah dengan berkuliah di UI lewat beasiswa. Dalam testimoni yang diunggah di akun Instagram resmi UI, @univ_indonesia, Yuna menceritakan perjuangannya untuk bisa berkuliah di kampus yang terletak di Kota Depok ini.

Pada awalnya, Yuna mengisahkan kekhawatirannya menjalani pendidikan di UI, lantaran terbentur biaya. Namun, kendala itu teratasi setelah ia lolos mengikuti seleksi penerimaan beasiswa Bidikmisi. 

Sesudah itu, Yuna masih memikirkan masalah fasilitas kampus apakah ramah dengan mahasiswa yang memakai kursi roda. Yuna takut kalau terjadi sesuatu yang menimpanya, sehingga butuh pertolongan. Apalagi, ia tinggal tidak bersama dengan orang tua. 

Ternyata, setelah Yuna menjalani kehidupan di kampus, semua bayangan ketakutan itu sirna. Dia malah mendapatkan banyak kemudahan berupa bantuan dari rekan-rekannya, sehingga segala kesulitannya dapat teratasi.

"Perjuangan sebelum masuk UI sempat merasa insecure, tapi lama-lama aku bisa bangun hubungan dan sosialiasi dengan semua orang. Sekarang punya network dan wawasan lebih luas," ujar Yuna yang kini juga sibuk menjadi asisten dosen.

Menurut Yuna, raihan beasiswa yang diterimanya bisa membuatnya lebih fokus belajar. Masalah finansial yang sempat menggelayut di pikirannya kini hilang. Dia pun malah termotivasi untuk lebih giat menuntut ilmu lantaran wajib mempertanggungjawabkan beasiswa yang didapatnya dari pemerintah.

Yuna berharap, rektorat UI bisa semakin menyediakan beragam beasiswa agar calon mahasiswa UI bisa berasal dari semua kalangan. Pun bagi mereka yang memiliki prestasi akademik mumpuni, namun terkendala biaya, tidak terhalang untuk bisa kuliah, lantaran masalah itu tertangani dengan adanya beasiswa.

"Harapan aku, Bidikmisi dan beasiswa lainnya dibutuhkan banget oleh anak UI, bukan hanya untuk meningkatkan finansial, tapi juga meningkatkan motivasi agar lebih semangat berprestasi di UI," kata Yuna.

Dia juga mengapresiasi sarana dan prasarana kampus yang aksesbilitasnya bisa mewadahi kalangan disabilitas. Karena itu, Yuna tidak kesulitan ketika harus memakai kursi roda untuk mencapai tempat perkuliahan. Ditambah adanya bus kuning yang mengelilingi kampus, mobilitas Yuna sangat terbantu. 

Dia mengaku, suka naik bus kuning lantaran ingin sekaligus bisa bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Yuna pun sampai pada sebuah kesimpulan, keterbatasan fisik yang dialaminya tak bisa menghalanginya untuk merengkuh cita-cita.

"Aku tak mau menyerah, kalau ditanya apakah kondisi ini menjadi hambatan? Iya benar! Karena aku pakai kursi roda. Buatku meski kakiku tidak ada, aku pasti bisa melangkah," kata Yuna yang bercita-cita ingin menjadi software engineering ini.

Belajar dari perjuangan yang dialami Yuna, bisa ditarik kesimpulan kalau semua orang tanpa memandang identitasnya bisa kuliah di UI tanpa perkecualian. Asalkan ada semangat dan pantang menyerah untuk mengatasi keadaan, pasti selalu ada jalan keluar untuk dapat menikmati pendidikan berkualitas.

Selama ini, di sebagian kalangan, ada anggapan kalau mereka yang bisa kuliah di kampus yang identik warna kuning tersebut hanyalah untuk kelompok berduit saja. Namun, semua isu miring itu terbantahkan dengan testimoni yang disampaikan Yuna, dan mungkin mahasiswa-mahasiswa lain yang berhasil mengatasi hambatan hingga dapat tercatat sebagai mahasiswa UI.

Rektor UI Muhammad Anis pernah menyinggung tentang calon mahasiswa penyandang disabilitas yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2018 di kampusnya yang mencapai 11 peserta. Menurut Anis, tidak ada perlakuan istimewa yang didapat mereka agar bisa lolos diterima di UI. 

Hal itu dilakukan agar calon mahasiswa yang lolos benar-benar didasarkan kemampuan akademiknya, bukan lantaran merasa kasihan atau mendapat bantuan. "Kalau diterima ya kita treatment (perlakukan) sama dengan yang lainnya," kata Anis.

Meski begitu, Anis berjanji, untuk memberikan fasilitas terbaik agar mahasiswa penyandang disabilitas tersebut bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Hal itu lantaran mereka memiliki fisik yang berbeda dengan mahasiswa normal. Sehingga dalam hal tertentu membutuhkan bantuan orang lain maupun pihak kampus agar bisa menjalani pendidikan dengan baik.

Mengacu hal itu, tujuan rektorat UI tidak memberikan perlakuan khusus kepada mereka yang berbeda karena memiliki tujuan mulia. Pasalnya, penyandang disabilitas harus benar-benar menunjukkan bakat dan kemampuannya untuk diterima di UI itu dengan melewati ujian yang sudah ditetapkan. 

Sehingga, ketika mereka diterima maka penilainnya murni berdasarkan kapabilitas diri, bukan faktor nonteknis. Dengan begitu, berarti UI sudah menerapkan prinsip keadilan bagi semua semuanya tanpa melihat latar belakang calon mahasiswa. Penulis pun percaya, para calon mahasiswa juga tidak membutuhkan keistimewaan tertentu, karena pasti merasa bangga kalau diterima di UI berdasarkan nilai tes.

Afirmasi

Selain beasiswa Bidikmisi, calon mahasiswa yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk di UI juga bisa mengincar beasiswa Afirmasi. Mereka yang memenuhi beberapa kriteria tertentu, seperti berasal dari daerah tertinggal, termasuk keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, berprestasi (bidang olahraga, seni, keagamaan, maupun Olimpiade), serta lulusan pondok pesantren, yang memiliki kualifikasi mumpuni bisa mendapatkan beasiswa Afirmasi. 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengatakan, pihaknya telah meningkatkan akses bagi mahasiswa yang ekonominya kurang beruntung agar tetap mengenyam pendidikan di PTN. Caranya dengan memperluas penerima beasiswa Afirmasi, khususnya dari Papua dan daerah 3T agar mereka mendapat pendidikan bagus, termasuk di UI. “Jadi sekarang tidak ada lagi istilah anak miskin tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri. Itu sudah nggak ada lagi,” kata Nasir.

Mengacu hal itu, di sinilah peran UI untuk memperjuangkan dan menjembatani agar penerima beasiswa Afirmasi jumlahnya semakin banyak. Sebagai kampus di Indonesia dengan peringkat tertinggi versi QS World University Rankings, UI sebaiknya terus berinovasi menjaring mahasiswa dari berbagai pelosok negeri. Di samping cara reguler membuka jalur undangan, perlu juga UI melakukan terobosan baru supaya semakin banyak anak muda dari pelosok negeri bisa diterima di kampus Depok.

Kalau selama ini road show hanya dilakukan di kota-kota besar, sebaiknya UI mulai mengunjungi daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar. Mau tidak mau, UI juga perlu sedikit repot untuk proaktif berkeliling mendatangi daerah demi merekrut mahasiswa terbaik.

Karena bagaimana pun, nama besar UI merupakan jaminan bagi semua calon mahasiswa yang mengidam-idamkan bisa kuliah di situ. Selain karena prestise, tidak diragukan lagi citra UI sebagai kampus terbaik di Tanah Air sangat melekat di kalangan mahasiswa. 

Dengan menjaring bibit di daerah 3T maupun Indonesia bagian timur, UI akan dianggap turut berkontribusi dalam melahirkan bibit-bibit unggul yang selama ini tidak terpantau. Dengan cara itu pula, UI bisa dianggap sebagai kampus yang memberikan kesempatan dan akses terbuka bagi semuanya untuk menjajal peruntungan mendapatkan pendidikan bermutu di kampus terbaik di negeri ini. 

Penulis adalah wartawan Republika.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQDLGo
February 25, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQDLGo
via IFTTT
Share:

Komitmen Islam dalam Pemberantasan Korupsi (1)

Tidak cukup dengan “katakan ‘tidak’ pada korupsi” atau berpakaian islami

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Umum PBB telah mengeluarkan resolusi pada 2003 yang menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia). Sampai saat ini, peringatan Hakordia berlangsung rutin tahunan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Merujuk data survei yang dilakukan Transparency International, RI menempati peringkat 96 dari 180 negara di dunia pada Indeks Persepsi Korupsi 2017 dengan skor 37 (KPK.go.id). Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah bahkan bila dibandingkan dengan Timor Leste (skor 38).

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan

Diseminasi ajaran-ajaran agama semestinya dapat membendung semakin maraknya kejahatan luar biasa. Apalagi, bila yang pelakunya berasal dari kaum Muslimin. Pada faktanya, setiap hari rakyat tidak pernah sepi dari berita korupsi, baik pada skala daerah maupun nasional.

Bukan hanya pemberitaan perkara, tetapi juga penampilan komikal banyak tersangka atau terdakwa yang memakai simbol-simbol Islam (misal: pria berkopiah; perempuan berkerudung). Alih-alih mencitrakan kesalehan pribadi, mereka justru menunjukkan salah-kaprah tentang agama.

Seorang Muslim dinilai bukan dengan penampilan saja, tetapi juga lisan dan perbuatan. Para ulama mendefinisikan iman sebagai sesuatu yang diyakini di dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota tubuh.

Keutuhan itulah yang selalu dibawa dalam diri orang beriman, di mana pun dan kapan pun. Bagi Muslim yang melakukan korupsi, integritas itu sedang dinafikan atau bahkan cacat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang muttafaq ‘alaih: “Pencuri tidaklah melakukan tindak pencurian ketika dia dalam keadaan beriman.”

Seseorang tidak cukup dengan mengucapkan “katakan ‘tidak’ pada korupsi” atau berpakaian bak pribadi yang saleh sehingga berharap jutaan mata mengabaikan perbuatannya yang telah mengkhianati amanat publik.

Dia semestinya konsisten dalam menjauhi peluang-peluang dan, apalagi, perbuatan korup. Dengan konsistensi itu, hatinya akan terbiasa dalam melawan setiap godaan mengambil apa-apa yang bukan haknya. Apalagi, tanpa mencuri pun seorang pejabat biasanya sudah mampu hidup serba-nyaman atau malah berlebihan harta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U7HNl0
February 25, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U7HNl0
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Menpora Minta Atlet Muda Tiru Semangat Purnomo

Purnomo rutin mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta agar atlet muda Indonesia meniru semangat Purnomo semasa hidupnya. Purnomo menjadi atlet yang membanggakan Indonesia.

Ini diungkapkan menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini saat bertakziah ke rumah Almarhum Purnomo di kawasan Bintaro Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

"Kepada sprinter muda kita lanjutkan perjuangan almarhum untuk mewujudkan  cita-cita besar pelari Indonesia menjadi juara di level olimpiade. Apa yang dilakukan almarhum ketika menjadi atlet sangatlah luar biasa, dan ini yang harus menjadi contoh bagi para sprinter muda Indonesia," kata dia.

Semasa berpredikat sebagai atlet, Purnomo rutin mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dia peraih medali emas lari 100 meter putra di Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985 dan satu-satunya pelari Asia yang lolos semifinal lari 100 meter putra di Olimpiade 1984 Los Angeles.

Menpora Imam Nahrawi mengucapkan bela sungkawa dan duka mendalam kepada keluarga almarhum mantan sprinter nasional Purnomo Muhammad Yudhi yang telah meninggal dunia. Hal itu disampaikan Menpora usai melayat di rumah duka di Jalan Lumina V no. 12D. Bintaro Jaya Sektor VII, Tangerang Selatan, Jumat (15/2) siang.

Tiba di rumah duka pukul 14.30, Menpora bersalaman dan mengucapkan duka yang mendalam kepada keluarga. "Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga atas meninggalnya mantan sprinter nasional kita bapak Purnomo, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan. Pak Purnomo adalah legenda atlet atletik kita yang pernah membawa harum nama bangsa di kanca Olimpiade," ujar Menpora. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N9EKGq
February 15, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N9EKGq
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Demi Mengenang Sala, Cardiff Batalkan Perjalanan ke Tenerife

Cardiff rencananya melakukan perjalanan untuk mengisi istirahat tengah musim.

REPUBLIKA.CO.ID, CARDIFF -- Cardiff City membatalkan perjalanan klub ke Tenerife, untuk rencana istirahat tengah musim. Pembatalan perjalanan dilakukan agar para pemain bisa mengenang striker Emiliano Sala, yang meninggal dalam kecelakaan pesawat.

"Pembatalan agar para pemain bisa mengenang kematian striker Emiliano Sala bersama dengan keluarga mereka," kata manajer Neil Warnock.

Sala tewas ketika pesawat yang ditumpanginya untuk debut pertamanya ke Cardiff jatuh di Selat Inggris bulan lalu. Jenazahnya ditemukan dari puing-puing pekan lalu, sedangkan pilotnya yaitu David Ibbotson belum ditemukan.

Klub asal Wales ini tidak beraksi akhir pekan ini setelah tersingkir dari Piala FA bulan lalu dan pertandingan mereka berikutnya adalah di liga di kandang melawan Watford pada 22 Februari, yang memberi waktu untuk pelatihan di cuaca hangat.

"Klub memberi saya izin untuk terbang ke Tenerife, untuk mengajak berlibur selama empat hari, tetapi setelah apa yang terjadi selama dua minggu terakhir, saya lebih suka memeluk anak-anak saya dan melihat istri saya setelah dua minggu yang panjang," jelasnya. Warnock kepada wartawan.

"Saya tidak pernah tahu hal seperti ini dalam hidup saya dan saya telah melihat banyak hal. Mereka semua akan merenungkan apa yang terjadi dan keluarga tentu lebih penting daripada sepak bola kan?," katanya menambahkan.

Kemenangan 2-1 Cardiff di Southampton pada akhir pekan didedikasikan untuk Sala oleh Warnock. Gelandang Cardiff Aron Gunnarsson mengatakan kematian penyerang Argentina itu telah "menyatukan semua orang" di klub.

 "Yang paling penting adalah penghormatan keluarga. Mengetahui hal itu sekarang, semoga pilot bisa ditemukan dan keluarganya bisa memberikan penghormatan terakhir," kata Gunnarsson.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gjzn6N
February 11, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gjzn6N
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Pemerintah Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Cetak Sawah

Siswono mengatakan cetak sawah baru harusnya dilakukan dengan menggandeng pemda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo mengapresiasi kinerja pemerintah yang ingin mencetak pertambahan sawah baru melalui terobosan optimalisasi lahan rawa. Menurut Siswono, melalui program pertambahan cetak areal sawah baru akan mempercepat terealisasinya kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

"Saya mendukung usaha pemerintah untuk terus mencetak sawah baru dengan berbagai cara, terobosan inovasi dan pemanfaatan," ucap Siswono, Senin (4/2). Menurut Siswono, usaha menuju pertambahan cetak sawah baru sebaiknya juga dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah. 

Seperti contohnya terobosan pemanfaatan lahan rawa tersebut sehingga pemerintah di daerah juga mempunyai kiat lain guna mensejahterakan masyarakatnya tanpa menunggu "bola" dari pusat.

"Kan bisa didorong dengan alokasi pembiayaan dari APBD. Jadi nggak mengandalkan pusat saja. Kalau tidak begitu, nanti kita bisa terus impor pangan," ujar Siswono.

Siswono menuturkan, yang perlu juga diperhatikan setelah mencetak sawah baru adalah soal jenis komoditas pangan yang akan ditanam.

Siswono mengemukakan, keseimbangan antara bertambahnya pemanfaatan lahan untuk sawah baru dan komoditas ditanam akan menghasilkan produksi pertanian yang meningkat serta tak lagi mengandalkan impor.

Guna informasi, sejak tahun 2014 hingga 2018, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menambah cetak sawah baru mencapai 215.811 hektare.

Namun, Kementan juga mencoba mengoptimalkan lahan rawa menjadi sawah baru sejak tahun 2016. Upaya tersebut dari data yang terhimpun jumlahnya terus bertambah.

Tahun 2016, lahan rawa yang dimanfaatkan sebagai sawah baru berjumlah 3.999 hektare. Lalu tahun 2017 menjadi 3.529 hektare dan 2018 seluas 16.400 haktare. Kementan menyebutkan, potensi produksi pertanian dari lahan rawa mampu hingga 7,4 ton per hektare. 

Beberapa daerah antara lain Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, juga telah diproyeksi sebagai wilayah penambahan cetak sawah baru dengan areal lahan rawa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UH5Uaa
February 04, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UH5Uaa
via IFTTT
Share:

TNI-Polri Kerahkan 5.263 Personel Amankan Imlek di Jakarta

Prsonel akan disebar di vihara, Monas dan lalulintas jalam raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI beserta Polri mengerahkan 5.263 personel dalam mengamankan perayaan Imlek yang akan dilaksanakan besok, Selasa (5/2). Jumlah personel ini dikerahkan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, mulai dari personel tingkat polsek, polres, dan polda.

“Polda Metro Jaya dan jajaran menyiapkan 5.263 personel, gabungan TNI POLRI menjaga. Dan nanti juga dibantu oleh Dinas Kebakaran, Dinas Perhubungan, Satpol PP juga ada perbantuan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2).

Seluruh personel akan disebar di tiga titik pengamanan yakni tempat ibadah seperti vihara, tempat rekreasi seperti Monas dan lainnya, serta lalu lintas. Polda Metro Jaya beserta jajaran akan mulai melakukan pengecekan lokasi, dimulai dari sore ini.

Dari data yang dimiliki Polda Metro Jaya, setidaknya ada 332 vihara di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kemudian karena ini hari libur nasional, tentu banyak masyarakat yang akan memanfaatkan ini dengan berlibur ke tempat rekreasi sehingga akan diprediksi ramai.

Sementara itu untuk lalu lintas seperti jalan tol, sesuai dengan informasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, situasi diprediksi akan tetap lancar. Kemudian nanti anggota di lapangan akan melihat jalur yang ada di tempat ibadah.

“Di depan vihara kita lakukan penjagaan dan pengamanan, baik di semua polres jajaran Polda Metro Jaya. Personel kita siapkan. Nanti untuk pengaturan lalu lintas yang nanti memang harus dilakukan buka tutup maupun contra flow kita lakukan. Itu teknis di lapangan seperti apa, nanti lantas yang akan mengatur di lapangan untuk kelancaran lalu lintas,” papar Argo.

Polda Metro Jaya berharap semoga perayaan Imlek dapat berjalan aman dan lancar di setiap vihara. “Kita berharap semuanya itu akan berjalan dengan baik dan lancar, dan demokrasi Indonesia ini akan terlihat sangat bagus di mata internasional,” ucap mantan dirtahti polda Kalimantan Timur itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SbFhNN
February 04, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SbFhNN
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

Dinas Bina Marga DKI Sebut Tiga JPO Miliki Keunikan

Desain artistik, lift untuk disabilitas dan orang lanjut usia, dan, pencahayan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Jalan Sudirman, yakni Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno, dan Polda Metro Jaya, disebut memiliki ciri-ciri dan keunikan tersendiri. Ciri itu antara lain, desain artistik, fasilitas lift untuk memudahkan para disabilitas, wanita hamil, orang tua lanjut usia, dan ibu membawa anak.

“Lalu, ketiga JPO itu juga memiliki tata pencahayaan yang menarik. Serta dilengkapi dengan kamera CCTV untuk menambah keamanan dan kenyamanan,” kata Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam Adi Nugraha, Kamis (31/1).

Menurutnya, konsep pembangunan JPO baru yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi memang semacam JPO tersebut. Hal itu tak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang, Dinas Bina Marga DKI juga akan membangun JPO lainnya dengan pendekatan yang sama.

“Kami upayakan sama, tetapi tergantung juga dengan ketersediaan lahan di lokasi tersebut,” kata dia. 

Sementara, pemprov menyiapkan anggaran APBD 2019 sebanyak Rp 78 miliar untuk membangun 10 JPO. Pembangunannya ditargetkan rampung pada Juni mendatang.

JPO-JPO yang akan di bangun pada 2019 ini antara lain Jalan Daan Mogot tepatnya di Jalan Terusan; Jalan Kyai Caringin tepatnya di RS Tarakan; Jl Suryopranoto tepatnya di Petojo; dan di Jalan Sahardjo tepatnya di SD Menteng Atas. Lalu, di Jalan Warung Jati Barat  di Masjid As-alafiyah; Jalan Pos teprnya di Pasar Baru busway; Jalan Tubagus Angke tepatnya di RPTRA Kalijodo, dan Jalan Bekasi Raya tepatnya di Taman Modern. Selanjutnya, di Jalan Kolonel Sugiyono teptanya di Maasjid Al Abidin dan Jalan Bintaro Permai.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Jakarta, Nirwono Yoga memberikan beberapa catatan terkait dengan akan dibangunnya JPO-JPO yang ada di DKI Jakarta. Menurutnya, hal yang terpenting adalah JPO harus ramah untuk anak-anak, orang tua lansia, ibu hamil, dan para penyandang disabilitas. 

“JPO dibuat menarik tetapi yang lebih penting harus dibuat ramah untuk anak-anak, lansia, dan disabilitas,” jelas Nirwono.

Selain itu, JPO juga harus terhubung dengan halte bus Transjakarta. Hal itu penting, untuk terciptanya integrasi transportasi dan mendorong masyarakat untuk berpindah ke transportasi publik dari dan ke tempat-tempat.

Dia juga mengingatkan kepada pemprov untuk memprioritaskan JPO-JPO yan telah dibangun namun mengalami kerusakan. Sebab, hal itu lebih mendesak untuk digunakan. 

“Faktor keamanan dan keselamatan pengguna JPO hrs diutamakan,” kata Nirwono. 

Masyarakat, kata dia, juga diharapkan untuk segera melaporkan JPO mana saja yang tengah mengalami kerusakan yang parah, berbahaya, dan tidak layak pakai. Agar JPO-JPO itu menjadi prioritas pemprov untuk segera diperbaiki. 

“Dari 10 JPO yang sudah diusulkan bisa saja digantikan oleh JPO yang paling mendesak untuk segera diperbaiki sekarang,” jelas dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RuuXen
January 31, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RuuXen
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Kapolres Gowa Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Longsor

Elevasi air di Waduk Bili-Bili yang meningkat bisa menyebabkan pintu air dibuka.

REPUBLIKA.CO.ID,  GOWA -- Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan AKBP Shinto Silitonga mengingatkan warga agar tetap siaga. Karena, data terbaru hingga Selasa (22/1) malam ketinggian air di Bendungan Bili-Bili semakin meninggi yang berpotensi mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

"Berdasarkan data terbaru per pukul 19.33 WITA dari pengelola waduk Bili-Bili, ketinggian air meningkat dari tadi pagi dan siangnya," ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga di Gowa.

Ia mengatakan ketinggian air yang dilaporkan oleh pengelola waduk Bili-Bili telah mencapai 101,87 meter atau meningkat dari data pagi hingga siang harinya yang berada di angka 101,36 meter.

Shinto menyatakan berdasarkan data tersebut, beberapa potensi kemungkinan bisa terjadi seperti banjir dan tanah longsor lanjutan. Karenanya dirinya mengingatkan agar masyarakat setempat khususnya di dataran rendah untuk tetap waspada.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Kami mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, mengingat situasi waduk Bili-Bili kini berstatus Siaga," kata Shinto.

Menurut dia, elevasi air di Waduk Bili-Bili yang meningkat ini juga bisa menyebabkan pintu air di waduk harus di buka untuk mengurangi debit air. Peningkatan ini berdampak terhadap volume air sungai yang kian meningkat, sehingga sangat berpotensi terjadi banjir hingga longsor.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola Waduk Bili-Bili, dan akan menginformasikan secara masif ke masyarakat perihal perkembangan kondisi waduk Bili-bili," kata Shinto.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Kerja sama Sekretariat Kabupaten Gowa Abdullah Sirajuddin mengatakan tingginya banjir di Pallangga ini merupakan dampak dari tingginya air di Bendungan Bili-bili 101,36 meter yang akhirnya dilakukan pembukaan pintu air.

"Jadi ini karena hujan yang semakin deras dan tidak berhenti membuat air di bendungan Bili-bili meningkat, sehingga berdampak pada aliran sungai Bili-Bili tersebut, salah satunya Sungai Jene Berang di Jembatan Kembar yang merembes pada beberapa titik di Pallangga," ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T4fAuM
January 22, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T4fAuM
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Jokowi Berikan Rusun untuk Para Santri Garut

Jokowi mengunjungi Ponpes Darul Arqam saat kunjungan kerja ke Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1), menyempatkan diri untuk mengunjungi Pondok Pesantren Darul Arqam. Dalam kesempatan itu, Jokowi melihat rumah susun yang sudah dibangun dan diperuntukkan bagi para santri.

Presiden dan rombongan tiba di Pondok Pesantren yang terletak di Desa Nglampangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada pukul 15.35 WIB dan masuk rusun Pondok Pesantren Darul Arqam yang dibangun dengan bantuan pemerintah melalui Kementerian PUPR senilai Rp6,9 miliar pada 2018. Ia masuk ke barak-barak untuk meninjau kelaikan kondisi bangunan dan fasilitas yang ada didampingi pengasuh Pondok Pesantren tersebut serta sejumlah pejabat, di antaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Mengecek saja pembangunan rusun-rusun yang ada di pondok pesantren, sekolah-sekolah, perguruan tinggi kualitasnya seperti apa, kekurangannya apa, untuk evaluasi ke depan," kata Presiden.

Menurutnya, desain rusun tersebut terlihat baik di dalam maupun di luarnya. "Saya lihat kalau kita lihat sekarang desain di luar bagus, dalamnya juga bagus. Yang di sini saya lihat kualitasnya baik," katanya.

Saat ini progres pembangunan proyek pondok pesantren itu telah mencapai 97 persen terdiri sari 3 lantai, 12 barak, dan berkapasitas 216 santri. Rusun dilengkapi dengan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) termasuk listrik, air, lansekap, dan meubelair. Presiden mengatakan proyek serupa terus dilakukan dan ditambah kapasitasnya setiap tahun.

"Kan ditambah terus tiap tahun. Tahun ini malah bukan hanya rusun saja, kita juga tambah BLK (Balai Latihan Kerja). Ada mungkin seribuan BLK yang ingin kita bangun dari sini," katanya.

Sejumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren tersebut, mengaku senang dan gembira dengan rusun yang dibangun oleh Kementerian PUPR. "Ketika saya melihat bangunan rusun ini, saya pikir ini Hotel Darul Arqom" ujar Hija Hamid Fauzi, santri putra kelas X.

Hal senada juga diungkapkan oleh santri putra lainnya, yakni Nabil dan Jafi. Bagi mereka berdua, rusun ini jauh lebih baik untuk ditempati dibandingkan dengan asrama sebelumnya karena kamar yang mereka tempati dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai.

Santri-santri putri seperti Aisyah, Liesna, dan Ummuhubby juga menunjukkan rasa senangnya atas bangunan rusun tersebut. Mereka bertiga memohon kepada Jokowi agar mau membangun rusun yang diperuntukkan khusus untuk santri putri.

Kementerian PUPR berharap, rusun yang memiliki bangunan tiga lantai serta bisa ditempati oleh 216 santri ini, dapat memotivasi para santri untuk lebih giat belajar dan mengejar prestasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S0gqf2
January 18, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S0gqf2
via IFTTT
Share:

Ba'asyir released on humanitarian grounds: Jokowi

Abu Bakar Ba'asyir has been serving two-third of his sentence.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- President Joko Widodo (Jokowi) emphasized that convicted terrorist Abu Bakar Ba'asyir was given release based on humanitarian grounds. The president, who assigned his attorney Yusril Ihza Mahendra to seek the release of Ba'asyir, confirmed that the deteriorating condition of the convict's health was the main consideration.

"Yes, the first is indeed a humanitarian reason. This means that he is already old, yes, humanitarian considerations," Jokowi stated after reviewing the Muhammadiyah Islamic Boarding School's Flats in Nglampangsari Village, Cilawu, Garut, on Friday.

Even so, he stressed there were other considerations that were taken into account.

"Yes, health is the main consideration," he remarked.

The president said the release had gone through after lengthy contemplation. He also paid consideration on security aspect.

"It was a prolonged period of consideration, in terms of security, with the chief of Police, experts, and finally with Pak Yusril. However, the process will be with the National Police chief," he noted.

Also read: Abu Bakar Ba'asyir family not to ask for clemency

He added that various considerations had been discussed since about a year.

"It has been a lengthy process of consideration, since the start of last year. The old considerations of the chief of Police, the United States, the coordinating minister for politics and security, and with experts. Finally, with Prof. Yusril Ihza Mahendra," he stated.

Speaking in connection with the impact or threat that might arise from the release, the president said it had also been taken into account. However, he said that humanitarian reasons remained the main factor.

"I conveyed humanitarian considerations and also because they were related to health equipment," he said.

Ba'asyir has served a sentence of nine years of the total 15 years in criminal cases related to terrorism handed down to him. This fact is in accordance with the rules of the state law, making Ba'asyir eligible to be freed without burdensome matters.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HjWj7p
January 18, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HjWj7p
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Tarif Transportasi Harus Berpihak pada Masyarakat

Banyak penumpang yang transit di Malaysia untuk menuju Jakarta atau daerah lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Anggota Komsi VI DPR Fadhlullah menyatakan tarif transportasi udara yang diberlakukan harus berpihak kepada masyarakat. Jangan sampai penerapan tarif ini memberatkan calon penumpang.

"Artinya, harga tiket pesawat misalnya harus benar-benar dirasionalkan dengan jarak tempuh, sebab harga tiket dalam sepekan terakhir ini naik drastis khususnya untuk penerbangan domestik," kata Fadhlullah di Banda Aceh, Sabtu (12/1).

Pernyataan itu disampaikan terkait keluhan masyarakat terhadap tingginya harga tiket pesawat dalam sepekan terakhir terutama untuk maskapai penerbangan milik pemerintah. Ia menjelaskan masyarakat di Provinsi Aceh ada yang mengambil rute penerbangan ke Malaysia untuk bertolak ke Jakarta atau daerah lainnya menyusul harga tiket domestik naik signifikan.

Menurut dia, Kementerian Perhubungan harus tegas untuk memantau dan mengatur tarif angkutan udara khususnya dan angkutan darat juga. Sehingga, harga tiket yang dijual tetap pada batas standar dan wajar.

Baca juga, Tarif Pesawat Naik, Menhub Sebut Banyak Maskapai Bangkrut

Ia menilai harga tiket pesawat domestik akhir-akhir ini sudah di batas kewajaran. Perlu adanya perhatian serius dari Kementerian Perhubungan dalam menanggapi persoalan tersebut.

"Transporatasi udara juga merupakan salah satu sarana pendukung meningkatakan pertumbuhan ekonomi daerah dan ikut mendukung kemajuan sektor pariwisata. Jika transportasinya mahal maka orang yang akan berkunjung akan pikir panjang," katanya.

Ia juga meminta Kementerian Perhubungan untuk memberikan tindakan tegas terhadap maskapai penerbangan yang memberlakukan kenaikan harga tiket di atas baras kewajaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. "Kementerian Perhubungan juga harus memberlaukan sanksi tegas bagi maskapai penerbangan nakal yang menaikkan harga tiket pesawat dari batas yang telah ditetapkan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AKHQLM
January 12, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AKHQLM
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Tak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Bandang di Kuningan

Banjir bandang menyebabkan jalan sepanjang 150 meter rusak berat.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN –- Bencana banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Kuningan, Ahad (6/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menyebutkan, bencana banjir bandang menerjang tiga RT, yakni RT 12, 13 dan 14 Dusun Tajur, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan.

‘’Bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi,’’ ujar Agus, Ahad (6/1) malam.

Banjir bandang di Dusun Tajur itu terjadi saat tebing sungai Tajur di Leweung Cina kawasan hutan Perhutani longsor hingga mengakibatkan sungai Tajur meluap. Dampaknya, timbul banjir bandang hingga membuat dua unit sepeda motor terseret derasnya arus banjir tersebut.

Adapun kedua sepeda motor itu masing-masing berupa Honda Vario bernopol B 4480 XD milik Imron dan Yamaha Jupiter MX milik Hendra. Untuk sepeda motor milik Hendra berhasil ditemukan meski dalam kondisi rusak 90 persen.

Selain menghanyutkan dua kendaraan sepeda motor, banjir bandang itu juga menyebabkan jalan lingkungan sepanjang 150 meter rusak berat. Tak hanya itu, tiga rumah warga masing-masing milik Ahdi (50), Juhli (60) dan Rukinah (60), terdampak limbasan lumpur.

Banjir bandang itu juga merusak saluran air bersih untuk masyarakat RT 12, 13 dan 14. Adapula lima buah kolam milik lima orang warga yang juga rusak akibat peristiwa tersebut.

Seperti diketahui, di musim penghujan ini, Kabupaten Kuningan telah menetapkan status siaga bencana. Penetapan status siaga bencana tersebut ditetapkan sejak 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F9N5bY
January 06, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F9N5bY
via IFTTT
Share:

Friday, January 4, 2019

Republika Raih Anugerah 212 Award

Republika mendapat anugerah Fair and Free Media of the Year kategori Newspaper.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika mendapat Anugerah 212 Award dari panitia Reuni Akbar 212 pada Jumat (4/1). Panitia Reuni Akbar 212 menilai Republika sebagai media yang secara konsisten menggaungkan jiwa patriotik 212 yang kolosal, tertib, damai dan santun.

Republika dianugerahi sebagai media Fair and Free Media of the Year kategori Newspaper and Magazine. Selain Republika, ada delapan media lainnya yang mendapatkan Anugerah 212 Award.

Ketua Seleksi Anugerah 212 Award, Neno Warisman mengatakan, ada dua kelompok media yang mendapat anugerah 212 Award. Pertama, media yang sudah lama berteman dan setia. Islam sangat menghormati persahabatan. "Maka kriteria persahabatan betul-betul kita dahulukan untuk lima media pertama (yang dapat Anugerah 212 Award, Red)," kata Neno kepada Republika.co.id saat Malam Anugerah 212 Award di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jumat (4/1) malam.

Ia menjelaskan, namun ada empat media lain yang juga mendapat Anugerah 212 Award. Kalau panitia tidak homogen pasti tidak akan memberikan award kepada media-media tersebut. Padahal media-media tersebut tidak sepenuhnya berpihak dalam pemberitaannya.

Akan tetapi, Neno menjelaskan, panitia Anugerah 212 ingin mengajari diri sendiri dengan memberikan award kepada media-media tersebut. Panitia Reuni Akbar 212 ingin menyampaikan bahwa panitia Anugerah 212 Award bersikap adil.

"Kita ingin menjadi sahabat buat semua, kita senang sekali karena bayak media yang ingin bersahabat, pintu ini sudah kami buka," ujarnya.

Ketua Panitia Anugerah 212 Award, Alamo Darusallam menjelaskan, 212 adalah gelaran aksi religius berlokasi di Monumen Nasional (Monas) Jakarta yang dihadiri jutaan umat Muslim dari seluruh Nusantara. Awalnya Aksi 212 digelar tahun 2016 lalu, saat kasus penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta.

"Maka setiap tanggal 2 Desember, aksi selalu digelar kembali sebagai peringatan bahwa ada sebuah aksi di tanah Air yang dihadiri jutaan umat Islam berlangsung dengan tertib, damai dan santun, bertajuk Reuni Akbar 212," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F8ICWZ
January 04, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F8ICWZ
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

In Picture: Pemasangan Alat Pengukur Ketinggian Air di Pulau Sebesi

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau "water level" saat berlangsung erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (1/1).

BMKG memasang alat di pulau yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau tersebut untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi gelombang tsunami di Selat Sunda karena gempa tektonik maupun vulkanik. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnHCTG
January 01, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnHCTG
via IFTTT
Share: