Showing posts with label 2019 at 09:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:38PM. Show all posts

Thursday, April 11, 2019

Radovic: Persib Butuh Beberapa Laga Sebelum ke Liga 1

Radovic kini hanya memiliki waktu sebulan untuk mempertajam skuat Persib.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic mengaku butuh beberapa pertandingan jelang musim baru kompetisi Liga 1 yang akan digelar bulan depan. Ia mengatakan kondisi fisik anak asuhnya sudah mulai meningkat.

"Itu terlihat sejak kami menjalani pemusatan latihan di Batam beberapa waktu lalu. Kondisi fisik sudah naik, tapi perlu dua atau tiga pertandingan lagi sebelum kompetisi," kata Radovic di Lapangan Saraga ITB, Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (11/4).

Namun hingga kini Radovic mengakui Persib belum mendaftarkan pemain untuk ajang tersebut. PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah membuka pendaftaran sejak 10 April 2019. "Kami akan lihat ini berapa hari ke depan, harus sabar, saya bicara sabar sampai 10 Mei, kami sabar untuk mulai," kata pria berkebangsaan Montenegro tersebut.

Radovic kini hanya memiliki waktu sebulan untuk mempertajam skuat kebesaran Kota Bandung tersebut. Selain itu, ia juga perlu mempersiapkan komposisi terbaik Persib.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2It1yAj
April 11, 2019 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2It1yAj
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Selama Utang Pemerintah untuk Program Produktif Masih Aman

Capres Prabowo menilai pembangunan infrastruktur pada masa Jokowi kurang efisien

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam debat pemilihan presiden (pilpres) kedua malam ini (17/2), persoalan menjadi hal yang disunggung dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Ketua Institut Transportasi (Instran) Darmaningtyas menilai selama utang tersebut digunakan untuk hal produktif maka masih aman, terutama untuk pembangunan infrastruktur.

“Kalau utang untuk konsumsi akan menjadi persoalan. Kalau utang untuk produktif misalnya, itu nggak masalah karena nanti utang bisa dibayar dari hasil produktifnya,” kata Darmaningtyas, Ahad (17/2).

Dia menganalogikan, seperti utang misalnya untuk membangun industri perikanan maka nantinya hasil dari upaya tersebut dibayar dari hasil perikanan. Tapi, kata dia, jika utang hanya untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan impor pangan misalnya baru akan menjadi masalah karena untuk hal konsumtif.

Untuk itu, Darmaningtyas menuturkan jika utang untuk digunakan dalam pembangunan produktif maka hal tersebut tidak akan menjadi masalah. “Kalau untuk membangun jalan, membangun pelabuhan dan sebagainya ya nggak masalah. Yang penting untuk produktif,” jelas Darmanintyas.

Pada debat pilpres kedua malam ini, calon presiden Prabowo Subianto menilai pembangunan infrastruktur selama masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kurang efisien. “Banyak grasak grusuk tanpa fisibiltas. Ini jadinya banyak yang rugi dan sangat sulit dibayar (utangnya),” kata Prabowo dalam acara debat tersebut, Ahad (17/2).

Prabowo mengatakan seharusnya pembangunan infrastruktur untuk rakyat, bukan sebaliknya. Dikarenakan pembangunan infrastruktur yang menurutnya tidak efisien, Prabowo menegaskan jangan sampai infrastruktur nantinya hanya jadi monumen seperti lintas rel terpadu (LRT) Palembang dan lainnya.

Sementara itu, menurut Jokowi, apa yang dikatakan Prabowo salah besar. “Ini (pembangunan infrastruktur) sudah direncanakan lama. Soal tadi LRT Palembang atau moda raya terpadu (MRT), semua btuh waktu,” jelas Jokowi.

Untuk memindahkan budaya yang senang naik mobil pribadi ke trasnportasi massal, menurut Jokowi akan membutuhkan waktu. Dia mengatakan, negara lain untuk menciptakan budaya tersebut membutuhkan waktu 10 sampai 20 tahun.

Oleh sebab itu, Jokowi menuturkan untuk menciptakan budaya menggunakan transportasi massal sangat tidak mudah. “Kalau (LRT Palembang dan infrastruktur lainnya) belum ramai ya memang baru empat lima bulan,” ujar Jokowi.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung Bandara Kertajati, Jawa Barat sangat tidak efisien karena sepi penumpang. Jokowi menuturkan, nantinya jalan tol untuk menghubungkan ke Bandara Kertajati akan segera selesai dan aktivitas bandara di Bandung akan dipindah ke Kertajati.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tpYNHn
February 17, 2019 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tpYNHn
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Jubir BPN Bersyukur Jokowi Bebaskan Ustaz Ba'asyir

Dahnil mengatakan memang sudah saatnya Ustaz Ba'asyir dibebaskan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku bersyukur atas pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Dahnil mengatakan memang sudah saatnya Ustaz Ba'asyir dibebaskan.

"Terlepas dari unsur politik, kami bersyukur beliau dibebaskan karena alasan kemanusiaan, apalagi beliau sudah sepuh, karena memang sudah waktunya," kata Dahnil katika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/1) malam.

Namun, dirinya menyayangkan mengapa pemerintah Jokowi baru saat ini melakukan upaya pembebasan Abu Bakar Ba'asyir di saat menjelang Pemilu 2019. "Justru kami sayangkan beberapa tahun lalu pengacara bahkan unsur Komnas HAM mengajukan permintaan pembebasan karena alasan kemanusiaan, namun tidak dikabulkan oleh pemerintahan Pak Jokowi," kata mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dilakukan demi alasan dan atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jumat.

Presiden yang menugaskan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra untuk mengupayakan pembebasan Ba'asyir membenarkan bahwa kondisi kesehatan Ba'asyir yang menurun menjadi pertimbangan utama. Meski begitu, ia menegaskan ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan.

"Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," katanya.

Presiden mengatakan pembebasan tersebut sudah melalui pertimbangan yang panjang. "Ini pertimbangan yang panjang. Pertimbangan dari sisi keamanan dengan Kapolri, dengan pakar, terakhir dengan Pak Yusril. Tapi prosesnya nanti dengan Kapolri," tuturnya.

Jokowi menambahkan berbagai pertimbangan sudah dibahas sejak sekitar setahun lalu. "Sudah pertimbangan lama. Sudah sejak awal tahun yang lalu. Pertimbangan lama Kapolri, kita, Menkopolhukam, dan dengan pakar-pakar. Terakhir dengan Pak Prof. Yusril Ihza Mahendra," ujarnya.

Terkait dampak atau ancaman yang mungkin timbul dari pembebasan tersebut, Presiden mengatakan juga sudah dipertimbangkan namun alasan kemanusiaan tetap menjadi faktor utama. "Tadi saya sampaikan pertimbangan kemanusiaan dan juga karena yang berkaitan dengan peralatan kesehatan," katanya.

Abu Bakar Baasyir telah menjalani masa hukuman selama 9 tahun dari total pidana 15 tahun atas kasus terorisme yang dijatuhkan kepadanya. Fakta itu sesuai aturan hukum tata negara menjadikan Baasyir memenuhi syarat untuk bebas murni tanpa hal-hal yang memberatkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T1kF7j
January 18, 2019 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T1kF7j
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Perang Kota Jadi Alasan Panglima TNI Rajin Kunjungi Satuan

Taktik perang kota memiliki karakteristik dan perlengkapan yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengungkapkan, kunjungannya ke satuan-satuan TNI belakangan ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan perang kota para prajuritnya. Menurut Hadi, perang kota dengan perang hutan berbeda karena di kota terdapat warga sipil yang lebih banyak.

"Dalam melaksanakan perang kota yang dihadapi ada masyarakat dan terorisme itu sendiri, sehingga saya sampaikan agar mengembangkan konsep perang kota," jelas Hadi pada acara Rapim Kemhan RI Tahun 2019 di Gedung A. H. Nasution, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Menurut Hadi, taktik perang kota memiliki karakteristik dan perlengkapan yang berbeda. Perang kota, kata dia, harus disiapkan dengan baik dan menggunakan teknologi nano. Teknologi itu sangat diperlukan pada saat perang kota dan senjata tak mematikan juga harus dikembangkan.

"Apakah dengan menggunakan konsep membuat frekuensi suara tinggi, kemudian peralatan-peralatan yang menggunakan infrared, thermal, dan koordinat itu juga kita kembangkan," ujar Hadi.

Karena itu, ia mengunjungi satuan-satuan TNI untuk memberitahukan prajuritnya untuk mempersiapkan diri berlatih perang kota. Ia juga menyampaikan kepada para prajuritnya itu untuk menginventarisasi peralatan mereka.

"Apa saja peralatannya yang kurang segera diajukan. Kemudian segera dilaksanakan kegiatan secara bertahap yang mengarah kepada profesionalisme prajurit," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RSsHBU
January 16, 2019 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RSsHBU
via IFTTT
Share: