Showing posts with label 2019 at 05:47PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:47PM. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Estafet dan Jatuh Bangun Khalifah

Khalifah-khalifah sepeninggal Rasulullah diklasifikasikan ke dalam empat kategori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahmad bin Abdullah al-Qalqasyandi dalam karya monumental terakhirnya yang berjudul Maatsir al-Inafah Fi Maalim al-Khilafah. membagi kitabnya ke dalam tiga jilid. Jilid pertama berisikan tentang segala hal yang berkaitan tentang khilafah.

Mulai dari definisi, baik menurut kacamata bahasa maupun istilah syariat, objek khilafah, gelar dan julukan yang disandang khalifah, cara sah tegaknya khalifah, kewajiban khalifah terhadap rakyat, serta syarat-syarat kepemimpinan yang merupakan modal utama seorang khalifah.

Lebih jauh, al-Qalqasyandi menyebutkan, khalifah-khalifah sepeninggal Rasulullah sampai khalifah yang berkuasa semasa al-Qalqasyandi itu diklasifikasikan ke dalam empat kategori tingkatan.

Tingkatan pertama, yaitu para Khulafa Rasyidun. Jumlah mereka ada lima, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Hasan bin Ali.

Tingkatan khalifah yang kedua adalah khalifah Dinasti Bani Umayyah yang berkuasa kurang lebih selama 90 tahun dengan pusat pemerintah berada di Syam.

Total keseluruhan Khalifah Bani Umayyah adalah 14 pemimpin, mulai dari khalifah pertama, yaitu Muawiyah bin Abi Sufyan sampai Marwan bin Muhammad bin al-Hakam.

Kemudian, tingkatan yang ketiga terdiri dari para Khalifah Bani Abbas yang berjumlah 37 khalifah. Khalifah yang pertama, yaitu Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad yang terkenal dengan julukkan as-Saffah (sang pembantai) dan khalifah Abbasiyah yang terakhir ialah al-Mu'tashim Billah.

Dinasti mereka akrab dikenal dengan Dinasti Abbasiyah dengan Irak sebagai pusat pemerintahan. Dinasti Abbasiyah mengklaim bahwa kekhalifahan mereka mendapatkan legitimasi kuat dari hadis Rasulullah.

Diriwayatkan, ketika itu al-Abbas bin Abd al-Muthallib memuji Rasulullah SAW. Lantas Nabi Muhammad SAW bersabda, "Maukah aku (Rasulullah) sampaikan kabar gembira kepadamu wahai paman? Kabar itu ialah risalah kenabian yang berakhir kepadaku dan khalifah yang akan berakhir di keturunanmu."

Titik inilah yang menjadi bias keberpihakan al-Qalqasyandi terhadap Dinasti Abbasiyah. Kecenderungan al-Qasyandi dalam mendukung Dinasti Abbasiyah terlihat saat memaparkan legitimasi atas legalitas pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Padahal, tidak hanya Dinasti Abbasiyah, hampir tiap dinasti melakukan hal serupa guna memperkuat propaganda kepada rakyat.

Berikutnya, level terakhir atau keempat, yaitu para khalifah Dinasti Abbasiyah yang berada di Mesir. Total keseluruhan ada sebelas khalifah. Berawal dari khalifah pertama, yaitu al-Muntashir Billah dan berakhir pada al-Mu'tadlid Billah.

Al-Qalqasyandi memaparkan pula tentang lokasi pusat pemerintahan khilafah. Disertai dengan penjelasan tentang khalifah yang menempatkan kekuasaan mereka di wilayah tersebut. Ada empat wilayah yang pernah dijadikan sebagai pusat khilafah, yaitu Madinah, Syam, Irak, dan Mesir.

Tak kalah penting, al-Qalqasyandi mengemukakan, kelompok pemberontak yang mengklaim berhak atas khilafah, utamanya selama Dinasti Abbasiyah berkuasa di tanah Arab. Di antara kubu yang dianggap sebagai pemberontak adalah keturunan Umayyah yang berdomisili di Suriah, Bani Ubaid, dan Bani Khafash.

Karena, isinya menjelaskan secara terperinci sistem pemerintahan Islam dan para khalifah yang pernah memimpin negeri-negeri Muslim dari masa Khulafa Rasyidun hingga Dinasti Abbasiyah. Kitab Maatsir ini sangat layak dikaji oleh setiap Muslim, termasuk para calon pemimpin, sebagai bahan renungan dan refleksi sejarah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wtyBwV
May 27, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wtyBwV
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

PT KAI Daop 5 Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2019

seluruh sumber daya akan dioptimalkan untuk melayani konsumen secara maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID,  PURWOKERTO -- Jajaran petugas dan pegawai PT KAI Daop 5 Purwokerto, menggelar upacara gelar pasukan di halaman Daop 5 Purwokerto, Ahad (26/5). ''Upacara ini menandai dimulainya masa angkutan lebaran yang akan berlangsung selama 22 hari sejak 26 Mei ini hingga 16 Juni 2019,'' jelas Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ahad (26/5). 

Menurutnya, selama masa angkutan lebaran ini, seluruh sumber daya akan dioptimalkan untuk melayani konsumen secara maksimal. ''Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan,'' jelasnya. 

Mengenai sumber daya manusia, Supriyanto menyebutkan, selama masa angkutan lebaran ini sebanyak 1.552 pegawai PT KAI Daop 5, akan dikerahkan seluruhnya. ''Selama masa angkutan lebaran ini, kami semua tidak diizinkan untuk mengambil cuti tahunan,'' jelasnya. 

Selain pegawai di jajaran manajemen, Supriyanto menyatakan, pengamanan selama masa angkutan lebaran juga akan melibat pegawai polsuska sebanyak 133 personil polsuska dan pegawai bagian keamanan (security) sebanyak 225 personil. ''Dalam pengamanan ini, kami juga melibatkan personil dari TNI/POLRI sebanyak 118 personil,'' katanya.;

Sementara untuk menangani kondisi darurat dalam hal kesehatan, PT KAI Daop 5 juga ditempatkan personil paramedis sebanyak 21 orang. Mereka akan ditempatkan di beberapa stasiun, antara lain stasiun Purwokerto-Kutoarjo-Kroya-Cilacap. ''Kami juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang terdekat stasiun di sepanjang jalur KA, baik rumah sakit maupun puskesmas,'' katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VReiDU
May 26, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VReiDU
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Warisan Islam di Alexandria

Alexandria atau disebut Iskandariyah oleh orang Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Alexandria, sebuah nama yang cantik. Sesuai namanya, kota di pesisir utara Mesir ini memang sangat cantik. Disebut Iskandariyah oleh orang Mesir, kota ini berhadapan langsung dengan birunya Laut Mediterania. Bibir pantainya dihiasi hamparan pasir putih kekuningan, khas padang pasir Timur Tengah, berbaur dengan bebatuan yang menonjol di sana-sini.

Dari sisi usia, Alexandria tergolong kota tua. Ia dibangun oleh Alexander the Great (Alexander Agung), penguasa Kekaisaran Makedonia, sebuah negeri di timur laut Yunani. Pada masa jayanya, Alexander berhasil memimpin ke kaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, yang membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya. Ketika menaklukkan Mesir, ia membangun Alexandria dan menjadikannya sebagai ibu kota kekaisaran.

Sejarah mencatat, Alexander the Great membangun kota ini pada 332 SM dengan men datangkan sejumlah arsitek dari Yunani. Tak heran, ‘cita rasa’ Romawi sangat terasa di Alexandria. Hal itu tampak pada berbagai bangunan peninggalannya, seperti gedung teater tempat adu gladiator yang merupakan tiruan Colloseum di Italia.

Saat ini, kota terbesar kedua di Mesir tersebut dihuni oleh sekitar empat juta orang. Selain menjadi saksi masuknya peradaban Romawi, Alexandria juga merupakan saksi sejarah hadirnya peradaban Islam di kawasan ini. Tak heran, Alexandria memiliki banyak peninggalan bersejarah, yang beberapa di antaranya masih bisa disaksikan hingga saat ini. n 

Masjid al-Abbas al-Mursi 

Inilah masjid terindah dan paling bersejarah di Alexandria. Kemegahan bangunannya telah menarik perhatian banyak orang, bukan saja untuk beribadah, tapi kekaguman orang akan arsitekturnya. Tampil dengan fasad berwarna krem, empat kubah besar dan sebuah menara nan menjulang, masjid ini dibangun pada 1775 M untuk menghormati Syekh Abu al-Abbas al-Mursi, ulama Andalusia yang makamnya terdapat di dalam tempat ibadah ini. 

Syekh al-Mursi lahir di Andalusia, Spanyol, pada 1219. Pada 1242, ketika penguasaan Kristen di Spanyol kian meningkat, ia merantau ke Tunisia, kemudian ke Alexandria, tu juan populer banyak ulama pada saat itu. Sang ulama, yang dikenal sebagai guru dan cendekiawan, tinggal di kota ini selama 43 tahun hingga wafatnya pada 1286. 

Untuk sampai pada bentuknya yang sekarang, masjid ini telah beberapa kali direnovasi, salah satunya pada1943 ketika Mesir diperintah oleh Raja Faruk I. Kala itu, ditambahkan alun-alun masjid yang luasnya 43.200 meter persegi. n 

Benteng Qaitbay 

Berdiri megah di bibir Laut Mediterania, benteng ini dibangun oleh salah satu sultan dari Dinasti Mamluk, al-Ashraf an-Nashr Syaifudin Qaitbay, pada 1423 M. Layaknya benteng, bangunan ini berfungsi untuk menahan serangan yang kerap datang untuk mencaplok Mesir. Ancaman serangan itu utamanya datang dari pasukan Turki Utsmani. 

Kini, Benteng Qaitbay menjadi objek wisata penting di Alexandria. Berada di benteng ini, pengunjung dapat menyaksikan sebuah karya arsitektur benteng yang indah dengan loronglorong panjang serta pandangan lepas ke Laut Mediterania nan luas. Tampil dengan warna pastel yang lembut, benteng ini dilengkapi pula dengan masjid di lantai tertinggi. n 

Taman Muntazah 

Taman asri ini berada di ujung timur Alexandria. Taman yang terhampar seluas 155 hektare ini dikelilingi tembok besar dari selatan, timur, hingga barat. Namun, di sisi utaranya pengunjung bisa menikmati indahnya pantai dan matahari terbenam. Taman ini didominasi oleh pohon kurma. Selain tanaman khas dunia Arab itu, tumbuh pula aneka kembang, seperti bougenville, lantana ungu, kembang sepatu, dan tanaman hias lain yang jarang ditemui di wilayah tropis seperti Indonesia. 

Taman ini merupakan bagian dari Istana Muntazah, kediaman Raja Faruk, keturunan ter akhir Dinasti Muhammad Ali yang menguasai Mesir sejak abad ke-19. Pada 1953, Raja Faruk digulingkan lewat kudeta militer oleh Gamal Abdul Nasser, yang kemudian mengubah sistem pemerintahan di Mesir dari kerajaan menjadi republik. Setelah dikudeta, dia diasingkan ke Monako sampai meninggal. Kini, Istana Raja Faruk menjadi milik negara dan digunakan sebagai tempat menerima tamu-tamu kenegaraan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HUE1GV
May 24, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HUE1GV
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

BPN Dukung Pengungkapan Pelaku Kekerasan Aksi 22 Mei

Siapa pun yang melakukan kekerasan harus ditindak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mendukung segala upaya pengungkapan pelaku kekerasan aksi 22 Mei yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta, Rabu (22/5) kemarin. Ia pun mendukung kepolisian untuk menindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti sebagai provokator pada aksi tersebut.

"Saya pikir itu tugas polisi siapa pun yang melakukan kekerasan harus ditindak," kata Dahnil di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (23/5).

Kendati demikian, ia juga menginginkan adanya perlakuan adil. Ia juga meminta agar pihak kepolisian yang diduga melakukan tindakan di luar aturan juga ditindak.

"Misalnya banyak sekali teman-teman yang menemukan senjata peluru tajam proyektil dan macam-macam saya kira itu, apalagi itu kan standar militer yang seharusnya tidak boleh digunakan oleh kepolisian Brimob saya pikir itu harus diungkap," katanya.

Ia pun mempersilakan kepolisian mencari tahu terkait siapa dalang kerusuhan aksi tersebut. Akan tetapi, ia juga meminta agar kepolisian membuka ke publik terkait jumlah korban dan adanya dugaan keterlibatan aparat dalam aksi kekerasan tersebut.

"Silakan polisi bekerja yang jelas tadi catatan kami penting publik mengetahui bahwasannya ada praktik kekerasan, ada yang meninggal, jangan disembunyi-sembunyikan," tegasnya.

Polri menyebut adanya dua dari ratusan massa perusuh dalam aksi protes hasil pemilu terafiliasi dengan ISIS. Polri menyebut mereka berkaitan dengan kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) pimpinan Abu Bakar Baasyir.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menyatakan, dua orang tersebut berasal dari massa perusuh pada tanggal 21 Mei 2019 yang diamankan Polda Metro Jaya. "Kami menemukan dua tersangka dari luar Jakarta yang terafiliasi dengan kelompok Garis. Kelompok Garis ini juga terafiliasi dengan kelompok terorisme tertentu," kata Iqbal di Kemenkopolhukam, Kamis (23/5).

Dari keterangan dua tersangka itu, kata Iqbal, mereka berniat untuk beraksi pada aksi unjuk rasa tanggal 21-22 Mei 2019. Iqbal mengklaim, kepolisian sudah menemukan bukti-bukti yang kuat terkait afiliasi mereka dengan kelompok Garis tersebut.

Iqbal pun menjelaskan, Kelompok Garis ini pernah menyatakan dan membuat statement sebagai pendukung ISIS Indonesia. Kelompok ini disebut sudah mengirimkan kadernya ke Suriah.

"Hal ini penting saya sampaikan kepada publik bahwa fixed ada kelompok penunggang kegiatan unjuk rasa ini," kata Iqbal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wdZLIb
May 23, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wdZLIb
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

BNI Gelar Buka Bersama 1.000 Santri di Lombok Barat

BNI juga memberikan CSR untuk sarana pendidikan Al Aziziyah senilai Rp 75 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk menggelar buka puasa bersama 1.000 santri Pondok Pesantren Al Aziziyah di Dusun Kapek, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/5). Kegiatan berlangsung dengan serangkaian pembacaan ayat suci Alquran, tausiyah, hingga aneka kuis dengan hadiah menarik.

Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Aziziyah TGH Fawaz Musthofa mengucapkan syukur dan terima kasih kepada BNI atas kegiatan buka puasa bersama santri dan juga pemberian CSR untuk sarana pendidikan senilai Rp 75 juta. Bantuan ini sangat mendukung percepatan pemulihan sarana pendidikan Al Aziziyah yang terdampak gempa pada tahun lalu.

"Alhamdulillah semoga bisa menjadi energi positf bagi kita semua untuk terpacu dan terus menggelorakan semangat jadikan diri lebih baik ke depan," ujar Fawaz di Ponpes Al Aziziyah di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (17/5).

Al Aziziyah yang didirikan pada 3 November 1985 oleh almarhum TGH Mustafa Umar Abdul Aziz dikenal sebagai gudangnya para penghafal Alquran. TGH Fawaz mengatakan jumlah santri yang menimba ilmu di Al Aziziyah saat ini sekitar 4 ribu orang, dari TK hingga perguruan tinggi. Ponpes ini berada di lahan seluas enam hektare dari total 10 hektare yang dimiliki ponpes.

Direktur BNI Putrama Wahyu Setyawan mengatakan kegiatan buka bersama 1.000 santri merupakan salah satu wujud kesyukuran BNI pada bulan suci Ramadhan. Wahyu menyampaikan 1.000 paket yang diberikan kepada santri berupa sarung, tasbih, dan uang sebesar Rp 75 ribu.

"Ini salah satu wujud BNI membangun negeri dan memberikan kontribusi optimal bagi masyarakat," kata Wahyu.

Wahyu berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi Ponpes Al Aziziyah. Kata Wisnu, BUMN memiliki komitmen dan tanggung jawab sosial dalam menangun ekonomi berkelanjutan dan meningkatan kualitas kehidupan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVyNkx
May 17, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WVyNkx
via IFTTT
Share:

James Frankel: Menemukan Tuhan dalam Alquran

Menurut James, Alquran secara tegas menjelaskan fakta tentang penguasa bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu hari, ketika tinggal di Washington DC, James Frankel mendapat undangan makan malam dari sepupunya. James sedikit terkejut karena neneknya turut hadir pada jamuan makan malam itu. Ia dan sepupunya asyik membicarakan masalah kuliah.

Setelah makan malam berakhir, James mengantar neneknya ke mobil. Ketika berjalan, neneknya tersandung. Nenek baik-baik saja kan? tanya James.

"Jangan khawatirkan aku, khawatirkan saja dirimu sendiri.  Kurasa kita akan bertemu lagi ketika thanks giving kalau aku ke New York, kata James. Kalau Tuhan mengizinkan," jawab neneknya.

James tidak mengambil pusing dengan kejadian itu, sampai ia menerima telepon keesokan harinya. Pagi buta, telepon di kamarnya berdering. Ternyata, yang menelepon adalah sepupunya.

"Ada apa menelepon sepagi ini? tanya James.

"Nenek meninggal."

James amat terkejut. Rasa percaya dan tak percaya berkecamuk di dalam pikirannya. Ia sempat berpikir sepupunya sedang bercanda karena baru kemarin ia melihat neneknya baik-baik saja.  

Nenek terkena serangan jantung saat tidur, ucap sepupunya meyakinkan. James benar-benar lemas. Ia masih teringat pembicaraannya dengan sang nenek. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ed7cUA
May 17, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ed7cUA
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

DPRD Minta Evaluasi Penerapan Tarif MRT

Hasil evaluasi dapat menentukan kebijakan ke depannya atau bahkan memperbaiki aturan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi meminta PT MRT Jakarta dan Pemprov melakukan evaluasi terhadap pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT). Usai pemberlakuan tarif gratis, tarif yang didiskon 50 persen, dan tarif penuh.

"Pertama sudah digratiskan, yang kedua kemudian membayar separuh, kemudian membayar full, semua itu menjadi bahan, data di lapangan," ujar Suhaimi saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (14/5).

Ia menjelaskan, setelah penerapan tarif MRT dapat dijadikan data yang riil terjadi di lapangan. Sebab, sebelumnya penetapan tarif berdasakan survei kepada warga yang belum merasakan naik MRT karena belum beroperasi.

Kemudian, Suhaimi mengatakan, hasil evaluasi dapat menentukan kebijakan ke depannya atau bahkan memperbaiki aturan dan ketetapan yang sudah ada. Menurutnya, PT MRT dan Pemprov DKI pasti mempunyai target yang disusun setelah MRT beroperasi.

"Apakah harus mengubah kebijakan misalnya, atau harus meningkatkan apanya lagi misalnya gitu, supaya targetnya tercapai," kata dia.

Jumlah penumpang MRT pada hari pertama (13/5) mencapai 77.696 orang yang melebihi target di tahun pertama sebanyak 65 ribu penumpang. Kendati demikian, Suhaimi mengatakan, hal itu tak lantas bisa diukur pada hari pertama saja.

Dalam jangka waktu tertentu saat tren penumpang MRT terlihat bisa diambil kesimpulan. Ia melanjutkan, tren itu mengalami kenaikan, penurunan, atau stabil. Hingga bisa diambil kesimpulan bahwa masyarakat memang memiliki kemampuan membayar tarif MRT.

Suhaimi menuturkan, kebijakan yang bisa direvisi itu termasuk penetapan tarif MRT. Meski Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut ketetapan tarif MRT untuk jangka panjang, menurut Suhaimi, revisi bisa dilakukan selama temuan atau evaluasi di lapangan tak sesuai dan berjalan maksimal.

"Tetapi kan bukan berarti sesuatu yang berjangka panjang itu kemudian ketika ada kasus di lapangan enggak bisa direvisi, undang-undang aja bisa direvisi," tuturnya.

Ia meminta, Pemprov DKI memastikan agar warga tak terbebani dengan tarif MRT yang sekarang berlaku. Tarif berkisar antara Rp 3.000 sampai Rp 14 ribu untuk menempuh stasiun terjauh yakni Stasiun Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Selain itu, ia juga mendorong agar integrasi antarmoda transportasi umum di DKI segera dilakukan. Sehingga, Suhaimi berharap, setelah integrasi masyarakat akan mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan terjangkau.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WHk4te
May 14, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WHk4te
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

IHSG Ditutup Melemah Dipicu Sentimen Perang Dagang

Pasar menunggu apakah Cina akan melakukan perlawanan terkait perang dagang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/5) sore ditutup melemah dipicu sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Cina. IHSG ditutup melemah 73,72 poin atau 1,19 persen ke posisi 6.135,4. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,12 poin atau 1,25 persen menjadi 960,87.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, kenaikan tarif oleh AS terhadap barang-barang Cina senilai 200 miliar dolar AS dari 10 persen menjadi 25 persen mulai Jumat (10/5) lalu menjadi sentimen negatif bagi IHSG. "Perang dagang sebenarnya sudah jalan. Karena itu arus dana asing berpindah kembali ke AS," ujar William.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, perundingan antara AS dan Cina pada akhir pekan lalu memang memengaruhi pergerakan IHSG dan juga bursa saham regional Asia. "Sekarang tinggal Cina membalas atau tidak," ujar Mino.

Dibuka menguat, IHSG hanya bertahan satu jam dan kemudian melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp 694,78 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 383.950 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,43 miliar lembar saham senilai Rp 6,66 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 279 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 153,64 poin (0,72 persen) ke 21.191,28 dan indeks Straits Times melemah 39,22 poin (1,2 persen) ke posisi 2.903,71.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JhpR5F
May 13, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JhpR5F
via IFTTT
Share:

In Picture: Tarif Kembali Normal, Naik MRT Masih Jadi Pilihan Warga

Waktu tempuh yang singkat dan menghindari kemacetan, menjadi alasan warga naik MRT.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, mulai Senin (13/5) ini, sudah memberlakukan tarif normal dari yang sebelumnya diberi diskon 50 persen.

Hari ini tarif rendah berdasarkan tempuh stasiun sebesar Rp 3.000 sampai tarif tertinggi Rp 14 ribu untuk Stasiun terjauh Lebak Bulus-Bundaran HI.

Meskipun harga sudah kembali normal, namun sejumlah warga tetap memilih naik MRT. Waktu tempuh yang singkat dan menghindari kemacetan, menjadi alasan utama warga memilih naik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JCmC84
May 13, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JCmC84
via IFTTT
Share:

Perang Marj Dabiq: Pertempuran Menentukan Utsmaniyah

Di Dabiq, Utsmaniyah menaklukan Mamluk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di wilayah Dabiq, pada 1516, pasukan dari Dinasti Turki Usmani berperang melawan pasukan Dinasti Mamluk. Pertempuran antara dua kerjaaan Islam yang besar pada abad ke-16 itu bernama "Perang Marj Dabiq". Inilah pertempuran militer yang paling menentukan dalam sejarah Timur Tengah antara Kekhalifahan Turki Usmani alias Ottoman dan Kesultanan Mamluk.

Pertempuran ini terjadi pada 24 Agustus 1515 di Dabiq, 44 km di utara Aleppo (Halab), Suriah. Marj Dabiq berarti 'padang rumput Dabiq'. Sultan Mamluk, pada saat itu, al-Ashraf Wansuh al-Ghawri, menghabiskan musim dingin 1515 hingga musim semi 1516 demi mempersiapkan pasukannya untuk merebut wilayah perbatasan Asia Minor.

Ketika ia sedang mempersiapkan pasukannya, seorang duta yang diperintahkan oleh Sultan Salim I dari Turki Usmani tiba di Mesir. Duta yang dikirim Kesultanan Ottoman itu menyatakan, kerajaan yang berpusat di Turki itu masih bersahabat dengan Kesultanan Mamluk. Sang duta besar juga meminta agar perbatasan untuk perjalanan barang dagangan dan para budak tetap dibuka.

Pada musim panas 1516, al-Ashraf bergerak dari Kairo dengan kekuatan yang besar, sekitar 20 ribu kesatria dan artileri. Dengan kekuatan penuh itulah pasukan yang dipimpin al-Ashraf melakukan perjalanan menuju Suriah. Pemimpin negeri tersebut, Khalifah al-Mutawakkil III, para syekh, anggota istana, muazin, dokter, dan pemusik mengikuti di atas keretanya.

Dalam perjalanan itu, al-Ashraf juga bertemu dengan anak penerus takhta Turki Usmani yang juga keponakan Sultan Salim I, Ahmad. Al-Ashraf mengajaknya untuk turut serta dalam rombongan itu. Meski kedua kerajaan Islam itu bersitegang, penguasa Mamluk tetap memperlakukan Ahmad dengan sopan, dengan harapan dapat mengambil simpati dari kekuatan Turki Usmani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JhkNhG
May 13, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JhkNhG
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Air Kathira, Minuman Ramadhan Khas Johor Bahru

Kathira merupakan bahan alami yang berasal dari pohon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di Johor Bahru, Malaysia, ada minuman populer berbahan dasar susu yang wajib dicoba untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini. Air Kathira namanya, minuman khas Johor Bahru yang berasal dari Asia Barat.

Salah satu variasi minuman jenis ini adalah Air Kathira Abu Bakar. Sang pemilik usaha minuman tersebut, Radziah Abu Bakar, memperkenalkan minuman itu pada 1980.

Air Kathira yang diproduksinya menggunakan bahan-bahan tambahan seperti daun pandan, kurma, hazelnut, kismis, buah semangkuk (buah kering seperti zaitun), buah kabung, selasih dan kathira yang merupakan bahan permen karet alami yang berasal dari sebuah pohon.

Radziah (46) mengatakan, almarhum ayahnya yang memulai bisnis tersebut. Menurutnya, sang ayah belajar membuat minuman ini dari seorang teman asal Pakistan.

"Perbedaannya dengan Air Kathira Abu Bakar kami adalah kami menggunakan bahan-bahan alami, sementara yang lain menggunakan pewarna," kata Radziah di warungnya di Kampung Desa Rahmat dekat Tampoi, dilansir dari The Star Online, Jumat (10/5).

Radziah melanjutkan, sebagian besar bahan yang ia gunakan dalam membuat air kathira diimpor dari India. Ia biasanya memesan bahan-bahan tersebut empat bulan sebelum Ramadhan. Hal itu guna memastikan minuman ini tersedia sejak hari pertama puasa hingga malam Hari Raya Idul Fitri nanti.

Menurut Radziah, ayahnya biasanya menjual air kathira di Singapura, sebelum akhirnya pindah ke Pasar Besar Johor, yang sekarang menjadi pusat perbelanjaan. Meskipun telah pindah ke lokasi yang berbeda, namun air kathira produksinya masih memiliki banyak pelanggan setia.

"Pelanggan juga datang dari Singapura untuk membeli minuman," ujarnya.

Selain di Johor Bahru, ia mengungkapkan ada juga permintaan untuk memasarkan Air Kathira Abu Bakar di Sabah dan Serawak, serta bagian lain dari semenanjung itu. Namun, karena keterbatasan waktu dan biaya, ia mengaku tidak dapat memasarkan minuman di luar Johor. Apalagi di bulan Ramadhan, air kathira yang dijajakannya semakin laris manis.

"Ramadhan biasanya merupakan masa yang sibuk bagi saya dan pekerja saya, yang terutama anak-anak dan kerabat saya. Kami buka 24 jam sehari, karena kami menerima pesanan terbaru," tambahnya.

Air Kathira Abu Bakar ini cukup terjangkau harganya. Satu paket air kathira dibanderol seharga 4 ringgit. Sementara satu botol air kathira dijualnya seharga 14 ringgit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WB7bkm
May 10, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WB7bkm
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Saat Sangkakala Ditiup

Ibn Abi Ad Dunya melalui kitabnya yang berjudul Al-ihwal berikan gambaran soal kiamat

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Di bagian lain dari kitabnya, Ibn Abi Ad Dunya yang merupakan murid dari Sa’id bin Salman menyebutkan tentang dalil-dalil yang menguatkan terompet ( as shuur) kiamat. Sebuah riwayat menyebutkan, alat itu terbuat dari bahan semacam tanduk binatang. Apa dan bagaimana tak bisa diketahui pasti. Yang jelas, trompet akan digunakan sebagai pertanda hari kiamat benar-benar telah datang.

Tak disebutkan, siapakah nama malaikat yang bertugas meniup trompet itu (di riwayat lainnya nama Israfil mengemuka sebagai malaikat yang ditugasi untuk meniup trompet). Hanya ada keterangan bahwa di sebelah kanan malaikat tersebut berdiri Jibril dan sebelah kirinya Mikail. Sang peniup sangkakala itu, sebagaimana disebutkan riwayat lainnya, tengah siap sedia menjalankan tugasnya.

Begitu instruksi peniupan diberikan maka ia segera melaksanakannya. Berapa lama jarak antara amar dan pelaksanaannya? Tak perlu tempo lama, bisa jadi kecepatan pelaksanaannya sebelum kelopak mata berkedip. Apa yang bisa diperbuat jika saat itu datang? Rasulullah menyebutkan dalam riwayat lainnya, saat sangkakala ditiup, hanya doa, “ Hasbunallah wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah penolong dan pelindung bagi kami).”

Rasulullah, dalam riwayat lainnya, memberikan gambaran situasi dan kondisi saat trompet yang diciptakan Allah setelah terciptanya langit dan bumi itu ditiup. Trompet tersebut dipercayakan kepada Israfil. Dan, siap sedia berada di bibir nya. Suasana kala itu sangat mengerikan dan dahsyat. Trompet ditiup sebanyak tiga kali.

Tiupan pertama adalah sebuah peringatan dan kejutan. Tiupan kedua adalah untuk menghilangkan kesadaran atau pingsan. Dan yang ketiga, segenap manusia kembali di bangunkan untuk menghadap Sang Pencipta. Saat trompet dibunyikan pertama kali, atas perintah Allah, Israfil meniupkannya.

Seisi dunia kaget dan ter kejut. Mereka porak-poranda. Saling berlarian. Tak ada tempat sembunyi. Suara trompet sangat keras. Tanah tempat makhluk berpijak bergerak. Laksana perahu yang diombang- ambingkan ombak. Ibu hamil pun seketika itu juga melahirkan, anak yang tengah menyusui berhenti, di sudut lain, setan mencoba melarikan diri. Para malaikat mengetahuinya, wajah mereka pun ditampar, kemudian para setan tak berkutik dan kembali.

Manusia mencoba bersembunyi. Keluarlah panggilan berseru saat mereka mencoba berpaling, “(Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah.” (QS al-Mukmin [40]: 33). Mereka melihat ke atas, langit telah digulung, planet dan bintang berjatuhan, tak ada tempat berlari. “Me reka yang mati tidak merasa kan kengerian kiamat itu,” sabda Rasulullah SAW.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PQnKpO
May 07, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PQnKpO
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Ramadhan untuk Kesalehan Ritual dan Sosial

Ramadhan dapat menjadi kesempatan menyemarakkan kesalehan ritual dan sosial

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Parni Hadi

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan pendidikan bagi Muslimin dan Muslimat. Momen itu juga sebagai bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, yang dipicu oleh pikiran, perasaan, dan kehendak yang mewujud dalam tindakan manusia. Bentuk latihan itu adalah berpuasa atau berpantang makan, minum, dan melakukan hubungan badan suami-istri pada waktu siang hari. Durasinya mulai dari azan Subuh hingga azan maghrib; total selama satu bulan penuh.

Latihan ini dilengkapi dengan tindakan memperbanyak amal saleh. Memperbanyak ibadah kepada Allah, juga amal sosial kepada sesama makhluk Tuhan dalam rangka mengamalkan trilogi "hablun minallah, hablun minanas dan hablun minal 'alam" (hubungan kepada Allah, manusia, dan alam).

Tujuan latihan puasa Ramadhan adalah agar mampu meniru akhlak mulia (akhlakul karimah) Nabi Muhammad SAW. Akhlak mulia itu adalah sidiq, tabligh, amanah, dan fathanah. Masing-masing bermakna jujur, mendidik, dapat dipercaya, dan arif-bijaksana.

Agar bisa mewarisi dan meneladani akhlak mulia Rasulullah, pengendalian diri harus dijalani dalam perilaku sehari-hari, sepanjang masa, tidak hanya dalam bulan puasa.

Pikiran perlu dikendalikan karena apa yang dipikirkan akan dikatakan. Perlu puasa berkata, yakni hanya berkata yang benar dan baik saja. Bila perlu, kata-kata tidak diobral sepanjang tempat dan waktu. Perkataan perlu dikendalikan karena apa yang dikatakan akan dilakukan atau menjadi perbuatan.

Perbuatan perlu dikendalikan karena perbuatan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan perlu diperhatikan atau dikendalikan karena perbuatan akan menjadi karakter. Dan, karakter bisa menentukan nasib seseorang.

Bulan Ramadhan adalah wahana sekaligus sarana yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam. Hal itu untuk mereka melakukan pendidikan diri secara berjamah. Ramadhan perlu diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dunia-akhirat, bagi diri sendiri dan masyarakat.

Berbuka puasa, shalat Tarawih, mengaji, dan shalat Tahajud di rumah sendiri dapat berfungsi membangun karakter dengan kesalehan ritual-formal, apalagi untuk diri pribadi. Bila kegiatan itu dilakukan secara berjamaah di masjid/mushala, dapat berfungsi membangun kesalehan ritual-formal dan sekaligus sosial. Pada akhirnya, maslahat akan terasa bagi diri sendiri dan orang banyak, yakni terbangunnya pribadi yang peduli kepada sesama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DSJHQg
May 06, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DSJHQg
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Lawan Leicester, Guardiola Waspadai Jamie Vardy

Manchester City tak mau kehilangan poin saat menghadapai Leicester.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mewaspadai ancaman striker Leicester City Jamie Vardy ketika timnya menjamu tim asuhan Branden Rodgers dalam lanjutan Liga Inggris, di Etihad Stadium, Selasa (7/5) WIB. Kewaspadaan ini patut menjadi perhatian seluruh pemain City jika tak ingin kehilangan poin.

Posisi City barusaja digusur oleh Liverpool di puncak klasemen setelah The Reds menang atas Newcastle United, Ahad (5/5) dini hari WIB. Untuk merebutnya kembali, Sergio Aguero dan kawan-kawan harus memenangkan laga melawan Leicester.

Menurut Guardiola, Vardy kini sedang dalam performa terbaiknya. Dia sudah mencetak 11 gol dari 11 pertandingan terakhirnya. Untuk itu, kata Guardiola, Vardy akan menjadi ancaman bagi barisan belakang City.

Guardiola juga mengingat kenangan pahit saat dikalahkan Leicester 4-2 di King Power Stadium di musim pertamanya di Liga Inggris pada Desember 2016. Saat itu, Vardy mencetak hattrick. Keganasan itu yang membuat Guardiola tak punya alasan meremehkan kualitas mantan pemain timnas Inggris tersebut.

"Saya pikir karirnya berbicara untuk dirinya sendiri, bukan hanya beberapa pertandingan terakhir, tetapi (belakangan ini) dia mencetak setiap pertandingan,” kata Guardiola, dikutip dari fourfourtwo, Ahad (5/5).

Mantan pelatih Barcelona itu juga menilai permainannya lebih berkembang dibawah asuhan Branden Rodgers. Dia adalah striker luar biasa yang memiliki gerakan, finising dan daya juang yang luar biasa.

Kemudian di era kepelatihan Rodgers, mereka menampilkan permainan yang berbeda dengan sebelumnya yang hanya bagus di skema serangan balik. Saat ini mereka bisa mengendalikan permainan dengan berbagai cara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V5hyLv
May 05, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V5hyLv
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Tiga Konser Musik Internasional Hibur Jawa Tengah

Westlife menjadi salah satu pengisi konser musik internasional di Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Tiga konser musik bertaraf internasional bakal digelar di sejumlah destinasi wisata unggulan di Provinsi Jawa Tengah pada Juli-Agustus 2019. Prambanan Jazz Festival menjadi pembuka rangkaian konser musik internasional di Jawa Tengah.

"Tiga konser musik tersebut yakni Jazz Atas Awan di Dieng Culture Festival 2019, Prambanan Jazz Festival 2019, dan Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinung N. Racmadi di Semarang, Jumat (3/5).

Ia menyebutkan gelaran konser musik internasional itu akan dimulai dengan Prambanan Jazz Festival pada 5-7 Juli 2019, dilanjutkan dengan Jazz Atas Awan pada 3-4 Agustus 2019. Lalu ditutup dengan penampilan grup vokal legendaris asal Irlandia, Westlife pada 6-7 Agustus 2019.

Menurut dia, tiga konser musik bertaraf internasional tersebut merupakan hasil kreasi dari masyarakat dalam upaya mendukung promosi wisata di Provinsi Jawa Tengah. "Jadi tidak hanya destinasi wisata, namun kami ingin ada nilai tambah dengan memperbanyak perhelatan acara-acara besar yang unik untuk menarik wisatawan. Dan sudah terbukti, setiap ada perhelatan acara besar, wisatawan baik lokal maupuan mancanegara pasti sangat antusias," ujarnya.

Tiket tiga konser musik tersebut, kata dia, sudah dipasarkan kepada masyarakat. Berdasarkan laporan dari pihak penyelenggara, antusiasme masyarakat baik lokal maupun mancanegara sangat tinggi.

"Hal itu menjadi indikator bahwa Jateng menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi para wisatawan," katanya.

Ke depannya, jajaran Disporapar Jateng akan terus memberikan dukungan terkait dengan agenda wisata di 35 kabupaten/kota dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam menginisiasi sejumlah pagelaran di sejumlah destinasi wisata.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa penyelenggaraan berbagai kegiatan merupakan cara paling ampuh untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jateng, khususnya wisatawan Mancanegara. "Wisatawan itu akan tertarik datang kalau ada acaranya, maka dari itu saya meminta untuk memperbanyak acara dan juga promosi seluruh destinasi wisata di Jateng kepada masyarakat luas," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DG4Vkr
May 03, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DG4Vkr
via IFTTT
Share:

Belajar dari dari Kitab Ghara'ib al-Funun

Ghara'ib al-Funun mengungkap konsep Islam tentang astronomi dan geografi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah manuskrip mengantar ke gerbang pengetahuan.  Sepenggal judul tertoreh dalam manuskrip tersebut, yaitu  Kitab Ghara'ib al-Funun wa-Mulah al-'Uyun. Isinya, mengungkap konsep Islam tentang astronomi dan geografi, dilengkapi serangkaian peta berwarna.

Sayang, tak diketahui siapa sang cendekia yang menuangkan kekayaan pengetahuannya ke dalam manuskrip itu. Hal yang jelas, manuskrip ditulis pada paruh pertama abad ke-11 dan menggunakan sumber-sumber ilmu pengetahuan dari abad ke-10.

Kitab Ghara'ib al-Funun wa-Mulah al-'Uyun disusun antara 1020 dan 1050 Masehi, kemungkinan di Mesir. Kemudian, judul manuskrip ini diterjemahkan menjadi  The Book of Strange Arts and Visual Delights. Namun, akhirnya lebih populer dengan sebutan The Book of Curiosities.

Salinan naskahnya tersimpan di  Perpustakaan Bodleian, Universitas Oxford, Inggris. Dalam Kitab Ghara'ib al-Funun wa-Mulah al-'Uyun, terdapat ilustrasi peta dan diagram yang merupakan karya besar pada masanya.

Selain uraian dalam bentuk tulisan karya ini juga memuat banyak ilustrasi. Antara lain, dalam bentuk diagram kelompok bintang dan komet, peta dunia berbentuk persegi panjang berskala grafis, peta dunia melingkar dan sejumlah peta tunggal tentang suatu wilayah.

Di antaranya peta sejumlah pulau  dan pelabuhan di wilayah timur Mediterania. Termasuk Sisilia, Tinnis, Mahdia, Siprus, dan Pantai Bizantium di Asia Kecil. Juga ada peta lengkap tentang Laut Mediterania, Samudera Hindia, dan Laut Kaspia.

Karya prestisius inipun memuat peta lima sungai utama yaitu Sungai Nil, Indus, Oxus, Eufrat, dan Tigris. Kitab ini  merangkum karya astronom, sejarawan, dan penjelajah Muslim antara abad ke-9 dan ke-11 yang karyanya tak banyak ditemukan atau hanya dalam bentuk fragmen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WkEyYt
May 03, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WkEyYt
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

RUPST Bank BJB Tetapkan Susunan Direksi Baru

Pemilik saham tunjuk dirut dari bankir berpengalaman di bank buku IV.

REPUBLIKA.CO.ID BANDUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB berhasil melahirkan susunan pengurus pada jajaran direksi dan komisaris, Selasa (30/4). Dalam RUPST Bank BJB yang berlangsung di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, salah satu tantangan direksi baru, yakni harus mampu meningkatkan level Bank BJB dari bank buku III menjadi bank buku IV.

RUPST Bank BJB tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku pemilik saham mayoritas dan seluruh pemilik saham BJBR seri A dan seri B. Selain menetapkan pengurus, RUPST juga menghasilkan keputusan terkait penambahan jumlah direksi Bank BJB, yang semula enam menjadi tujuh direksi. Direktur  IT, Treasury dan International Banking menjadi kursi direksi baru di Bank BJB.

Ketujuh direksi tersebut, yakni Direktur Utama Yuddy Renaldi, Direktur Kepatuhan Agus Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nia Kania, Direktur Operasional Teddy Setiawan, Direktur Komersial dan UMKM Beny Riswandi, serta Direktur  IT, Treasury dan International Banking Rio Lanasier.

Sementara susunan komisaris Bank BJB, yakni Komisaris Utama Independen Farid Rahman, Komisaris Muhadi, Komisaris Eddy Iskandar Muda Nasution, Komisaris Independen Yayat Sutaryat, dan Komisaris Independen Fahlino F Sjuib.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku pemilik saham mayoritas Bank BJB, mengatakan, susunan nama direksi Bank BJB tersebut merupakan hasil diskusi berkal-kali dengan OJK. Dari jumlah direksi yang ditetapkan, papar dia, hanya dua di antaranya yang berasal dari luar Bank BJB.

‘’Ini mengindikasikan karier pegawai Bank BJB sangat baik,’’ ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seusai RUPST Bank BJB, Selasa (30/4). Salah satu direksi yang berasal dari luar, yakni Direktur Utama Yuddy Renaldi.

Pihaknya sengaja mengangkat Yuddy Renaldi sebagai Dirut Bank BJB karena alasan yang kuat. Dari sekian figur, ungkap Emil, hanya Yuddy Renaldi yang melamar dengan kapasitas pengalaman mengelola kompleksitas bank buku IV. Dia menegaskan, salah satu tantangan direksi Bank BJB saat ini, yakni harus mampu membawa Bank BJB dari bank buku III menjadi bank buku IV.

‘’Pak Yuddy punya pengalaman mengelola kompleksitas bank buku IV di BNI dan Mandiri,’’ tambahnya. Sejumlah nama direksi yang ditetapkan dalam RUPST itu akan diproses menjadi definitif setelah terbit hasil fit and proper test maksimal sebulan ke depan.

Masih dikatakan Emil, pemilik saham mengamanatkan tiga nilai kepada pengurus Bank BJB. Yakni profitabilitas, pro development, dan pro poor. Pro development, ungkap dia, Bank BJB harus terus berperan sebagai bank pembangunan. Sementara pro poor, tutur dia, Bank BJB harus terus mengutamakan UKM dan kelompok yang  membutuhkan.

Emil mengakui bahwa kinerja Bank BJB selama ini cukup positif. Data dari Bank BJB, menunjukkan, sepanjang 2018, perolehan laba bersih naik sebesar 28,1 persen year on year (y-o-y) atau berada di atas pertumbuhan laba bersih industri perbankan per Desember 2018 yang hanya 10,36 persen y-o-y.

Adapun dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), berhasil dihimpun menjadi Rp 87 triliun, sehingga total aset menjadi sebesar Rp 120,2 triliun atau naik 4,5 persen  y-o-y. Pertumbuhan DPK ini didorong dari pertumbuhan dana murah yaitu tabungan sebesar 16 persen, sehingga CASA ratio naik dari 46,1 persen menjadi sebesar 47,1 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyHrb3
April 30, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyHrb3
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Bayi yang Dibawa Ibunya Terjun dari Jembatan Ditemukan Warga

Bayi yang dibawa ibunya terjun dari jembatan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Bayi laki-laki bernama Yunus yang terjun bersama ibunya di jembatan Sungai Serayu Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, akhirnya ditemukan. Bayi berusia empat bulan tersebut ditemukan oleh warga Desa Desa Winong Kecamatan Adipala sudah dalam kondisi meninggal Senin (29/4) pagi.

''Jenazah bayi tersebut ditemukan di dekat muara Serayu yang berdekatan dengan kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala,'' jelas Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Moelwahyono, Senin.

Warga kemudian melaporkan temuan jasad bayi tersebut kepada pihak kepolisian setempat yang meneruskan informasi tersebut pada Basarnas Pos Cilacap. Moelwahyono juga menyebutkan, setelah mendapat laporan tersebut, tim dari relawan SAR yang memang sedang melakukan pencarian, langsung meluncur ke lokasi.

''Dari hasil identifikasi, jasad bayi tersebut dipastikan memang bayi yang terjun bersama ibunya di jembatan Maos,'' jelasnya.

Warga Cilacap dan sekitarnya sebelumnya dihebohkan dengan kabar adanya seorang ibu yang terjun bersama bayinya di jembatan Serayu di Kecamatan Maos, Sabtu (27/4). Ibu yang nekad terjun ke sungai tersebut, belakangan diketahui bernama Septiana Prihapsari (32), warga Desa Karangreja Kecamatan Maos.

Setelah kejadian tersebut, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian korban. Septiana ditemukan dalam kondisi sudah meninggal pada sore hari setelah kejadian di sekitar jembatan Adipala atau sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

Orang tua Septiana, sebelumnya menyebutkan bahwa anak perempuannya itu sempat mengalami sindrom baby blues setelah melahirkan bayinya. Gangguan psikologis ini ditunjukkan dengan sikap Septiana yang tidak terlalu peduli pada bayinya dan tidak mau menyusui.

Menurut ayah Septiana, Kustiono, anaknya sudah mendapatkan perawatan untuk mengatasi baby blues. Namun, kondisi yang dialami Septiana diduga lebih parah dari yang terlihat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lb59WI
April 29, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lb59WI
via IFTTT
Share:

Book of Animal, Ensiklopedia Zoologi Karya Al-Jahiz

Book of animal, salah satu karya al-Jahiz yang masih bisa dibaca hingga saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beruntung, al Hayawan merupakan salah satu dari 30 buku Al Jahiz yang masih bisa dibaca hingga saat ini. Sayangnya, hanya 87 lembar dari kitab al Hayawan yang berhasil diselamatkan. Jumlah itu kira-kira hanya sepertiga dari naskah aslinya.

Kini, 87 lembar kitab al Hayawan disimpan di Perpustakaan Ambrosiana, Milan, Italia. Kitab yang memuat lebih dari 30 ilustrasi ini merupakan salinan asli yang berasal dari abad ke-14. Pemilik terakhir kitab ini adalah 'Abdul Rahman al-Maghribi yang hidup pada sekitar tahun 1615.

Terdiri dari tujuh volume, al Hayawan merupakan sebuah ensiklopedia zoologi. Di dalamnya, Al Jahiz menjelaskan secara cukup detail lebih dari 350 jenis binatang. Pada buku yang sama, ia juga mengulas tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi hewan.

Dalam buku ini, Al Jahiz secara khusus menguraikan teori evolusinya secara komprehensif. Teori itu didasarkan pada pengaruh lingkungan terhadap binatang. Ia secara gamblang menjelaskan pengaruh iklim dan pola makan terhadap manusia, tumbuhan, dan hewan dari daerah yang berbeda.

Diterangkan pula soal komunikasi hewan serta tingkat kecerdasan beberapa spesies hewan dan serangga. Ia, misalnya, menjelaskan tentang organisasi sosial semut. Penjelasan itu didasarkan atas pengamatannya sendiri.

Mencermati kitab itu, tak berlebihan jika para sejarawan sains memuji al Hayawan sebagai karya besar dan terpenting yang telah disumbangkan Al Jahiz bagi peradaban manusia.

Setelah lebih dari setengah abad berkilau di Baghdad sebagai seorang ilmuwan dan penulis kenamaan, Al Jahiz pun kembali ke Basra, kota kelahirannya. Ia tutup usia pada tahun 869 dalam usia 93 tahun. Sejauh ini, tak ada kepastian mengenai sebab musabab kematiannya. Salah satu versi menyebut, ia berpulang setelah mengalami kecelakaan, yakni tertimbun buku-buku di perpustakaan pribadinya. Versi lain menyebut, ia wafat karena sakit.  Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vw6NpR
April 29, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vw6NpR
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

BPBD Sulsel Tagih Janji Alat Deteksi Tsunami

BPBD Sulsel pernah dijanjikan alat deteksi tsunami oleh Kepala BMKG

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan menagih penyediaan alat deteksi tsunami (buoy) yang dijanjikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Syamsidar mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BMKG untuk pengadaan alat deteksi dini tsunami.

Menurutnya Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjanjikan buoy saat melakukan kunjungan ke Makassar beberapa waktu lalu. "Tadi saya ingatkan lagi Kepala BMKG Makassar. Kemarin mereka janji tempatkan buoy di Sulsel juga. Meski tingkat kerawanan gempa kita tidak terlalu tinggi, beda dengan tetangga kita Sulawesi Tengah," katanya pada apel dan simulasi penanganan bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Jumat (26/4).

Apel dan simulasi bencana ini juga dihadiri instansi dan lembaga lain seperti Polri, TNI, Basarnas, Tagana Dinas Sosial, Petugas Medis, PMI dan beberapa relawan kemanusiaan. Syamsidar yang membacakan sambutan seragam Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan HKB digelar untuk meningkatkan kapasitas lembaga dan penguatan anggaran penanggulangan bencana.

"Jadi ini bukan kegiatan seremonial belaka. Kita ingin memastikan semua sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang dikelola oleh pemerintah dan swasta siap," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsibar juga mengingatkan enam instruksi Presiden Joko Widodo terkait HKB yakni mulai dari orientasi pembangunan yang harus memperhatikan risiko bencana.

Kedua dengan pelibatan akademisi dan tim ahli untuk membuat kajian kebencanaan. Ketiga, Gubernur secara otomatis menjadi ketua satuan tugas penanggulangan bencana jika terjadi dan sebagai wakilnya dari pimpinan Polri serta TNI yang ada di daerah.

Keempat yakni pembangunan sistem peringatan dini secara terpadu. Kelima yaitu pelaksanaan edukasi kebencanaan di daerah rawan terutama di tingkat sekolah. Terakhir melakukan simulasi dan latihan penanganan bencana secara berkala.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZBCehH
April 26, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZBCehH
via IFTTT
Share: