Showing posts with label 2019 at 11:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:09PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Korban Pemilu di Tasikmalaya Bertambah Dua Orang

Memasuki H+3, petugas yang meninggal akibat kelelahan usai pemilu bertambah dua orang

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Memasuki H+3 setelah hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, korban meninggal dunia bertambah di Tasikmalaya. Pada Sabtu (20/4), seorang pengawas tempat pemungutan suara (TPS) dan ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal akibat kelelahan di Tasikmalaya.

Seorang pengawas TPS 01, Kampung Cibereum, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Riyan (26 tahun) meninggal pada Sabtu (20/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Kakak kandung korban, Nia (34) mengatakan, adiknya mengeluh lemas saat pulang bertugas di TPS pada Kamis (18/4) dinihari. Namun pada Kamis pagi, almarhum tetap kembali datang ke TPS untuk melanjutkan penghitungan suara.

"Pas pulang badannya panas dingin. Sempat dikerokin ibunya, paginya kerja lagi," kata dia, Sabtu (20/4) malam.

Saat pulang pada Kamis malam, adiknya itu mengeluh sakit. Keluarga di rumah pun meminta adiknya itu beristirahat. Sang kakak sempat mengajak almarhum ke pusat keaehatan masyarakat (Puskesmas), tapi adiknya tak mau.

Ia mengatakan, pada Sabtu pagi sebenarnya kondisi almarhum telah membaik dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, siang hari adiknya tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal.

"Sempet disangka bercanda karena memang dia suka bercanda. Tapi tahunya beneran," kata dia.

Nia menuturkan sang adik adalah seorang yang rajin. Sepengetahuannya, almarhum tak memiliki riwayat penyakit yang parah. 

Kepergian yang mendadak membuat keluarga kaget. Namun, Nia mengatakan keluarganya sudah ikhlas melepas kepergian saudaranya itu. "Kita sudah ikhlas. Ini sudah takdir. Tapi kaget kita karena mendadak sekali dan gak ada firasat," kata dia.

Mendengar kabar itu, jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya mengunjungi rumah korban untuk menyatakan bela sungkawa dan memberikan santunan. Ketua Bawaslu Kota Tasik Ijang Jamaludin mengatakan, pihaknya merasa terpukul atas kejadian itu. Menurut dia, almarhum adalah sudah kedua kalinya menjadi pengawas TPS

"Sosoknya tekun, ulet, dan bertanggung jawab. Itu dibuktikan dengan segala tugas dia laksanakan dengan baik," kata dia.

Menurut Ijang, pada hari H pemungutan suara dirinya tak mendapat laporan adanya masalah atau keluhan para petugasnya di lapangan. Namun, tiba-tiba dirinya mendapat kabar ada petugasnya yang meninggal dunia pada H+3 pemungutan suara.

Ia mengakui, tugas pengawas TPS itu cukup berat. Alasannya, pengawas harus mengawasi jalannya Pemilu dari masa tenang dan saat pemungutan suara pengawas dituntut mengawasi seluruh proses tahapan hingga penghitungan.

"Kita tahu proses penghitungan dilakukan tanpa jeda maksimal hingga tanggal 18 jam 12. Artinya pengawas di lapangan harus melakukan pengawasan tanpa jeda dengan kurang istirahat," kata dia.

Ijang mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengevaluasi apakah yang bersangkutan memiliki riwayat kesehatan. Namun, menurut dia, saat Bawaslu membuka pendaftaran pengawas selalu dilampirkan surat keterangan sehat.

Meski begitu, kejadian meninggalnya petugas Pemilu di lapangan akan menjadi catatan bagi penyelenggara.  Saat ini petugas di lapangan harus melakukan proses pengawasan Pemilu. Artinya, ada lima proses pemilu sekaligus yang harus dikerjakan.

"Ini akan menjadi salah satu pertimbangan untuk pengambil kebijakan di DPR. Apakah ini akan dievaluasi, dikembalikan ke proses awal. Atau mekanismenya diatur lebih panjang terkait prosesnya supaya tidak ada lagi yang mebinggal akibat kelelahan pengawasan," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPPS TPS 05 Desa Padangkamulyan, Kecamatan Bojomggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Riyad meninggal dunia akibat kelelahan. Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya Fahrudin mengatakan, korban meninggal setelah melakukan perhitungan suara.

Menurut dia, saat pingsan korban sempat dibawa ke dokter terdekat. Namun, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya.

"Sekitar jam 12 hari ini (Sabtu) almarhum meninggal di RSUD," kata dia saat dikonfirmasi Republika.

Dengan meninggalnya Riyad, telah ada tiga orang ketua KPPS di Kabupaten Tasikmalaya yang meninggal dunia setelah melakukan tugasnya pada Pemilu 2019. Seluruh korban meninggal akibat kelelahan.

Fahrudin mengakui beban kerja para KPPS memang berat. Karena itu, menurut dia pelaksanaan Pemilu serentak perlu dikaji ulang. "Karena bagi penyelenggara di tingkat KPPS sangat berat beban kerjan dan tanggung jawabnya," kata dia.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengunjungi rumah duka seorang pengawas TPS yang meninggal dunia di Kampung Cibeureum, Kelurahan Sukalaksana, Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/4) malam. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VVCshr
April 20, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VVCshr
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Dirut Persija: Kami Pindah Kantor demi Efektivitas

Pihak manajemen ingin Persija meraih prestasi yang semakin tinggi di masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama (Dirut) Persija Jakarta Kokoh Afiat mengatakan, perpindahan kantor Persija dari Duren Tiga, Jakarta Selatan, ke Unit FG 02 Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan dilakukan demi efektivitas pekerjaan manajemen klub. Kantor baru itu letaknya dianggap cukup strategis.

"Diharapkan kegiatan Persija berjalan lebih mudah," ujar Kokoh dalam acara syukuran kantor baru Persija di Kuningan, Jakarta, Senin (25/2).

Dengan demikian, Kokoh melanjutkan, semua aktivitas di Persija di luar urusan lapangan hijau dapat bergulir dengan lebih baik dan profesional. Ujungnya, pihak manajemen ingin Persija meraih prestasi yang semakin tinggi di masa depan.

Terkait status kantor baru, CEO Persija Ferry Paulus menjelaskan, Persija menyewa dari pihak lain selama satu tahun. "Keinginan kami sewanya tidak lama. Kalau suatu saat kami pindah lagi mudah-mudahan Persija memiliki kantor sendiri," jelas dia.

Sejak berganti direksi, Persija sudah melakukan beberapa perubahan, baik dari skuat, manajerial, termasuk kantor tim. Alasan utamanya demi pencapaian klub yang lebih baik.

Sementara itu, acara syukuran kantor baru Persija di Rasuna Office Park berlangsung sederhana dengan memotong tumpeng. Kegiatan itu dihadiri oleh para petinggi Persija, legenda klub, dan para pewarta.

Di tahun 2019, Persija terlibat dalam tiga turnamen nasional, yaitu Piala Indonesia, Piala Presiden, dan Liga 1 Indonesia serta dua kompetisi internasional, yaitu kualifikasi Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Terayar, Persija akan menghadapi wakil Vietnam Becamex Binh Duong di laga perdana Grup G Piala AFC 2019, Selasa (26/2), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai pukul 15.30 WIB. Persija berada di Grup G Piala AFC 2019 bersama Becamex (Vietnam), Ceres-Negros (Filipina), dan Shan United (Myanmar). Jika berhasil menjadi dua tim terbaik grup, Persija akan melangkah ke semifinal zona ASEAN Piala AFC 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tA3z5c
February 25, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tA3z5c
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Pertamina Realisasikan Titik Ke- 7 BBM Satu Harga Di Kaltara

Sebelum ada SPBU Desa Long Ampung warga membeli premium senilai Rp 35 ribu per liter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Desa Long Ampung dan sekitarnya kini tidak harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan ribu untuk mendapatkan BBM per liternya. Menteri Energi Sumber Daya Mineral didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Infrastruktur Migas, Direktur BBM BPH Migas, Gubernur Kalimantan Utara dan Komisi VII DPR RI meresmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga secara simbolis di Kampung Enam Tarakan.

SPBU Kompak bernomor 66.775.004 ini berada di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dan merupakan SPBU ke-7 BBM Satu Harga yang ditargetkan kepada Pertamina untuk Kalimantan Utara. Titik BBM Satu harga lainnya yang sudah terealisasi di Kalimantan Utara yaitu empat di Kabupaten Nunukan, satu di Kabupaten Bulungan, dan satu di Kabupaten Malinau dengan total 27 titik yang sudah terealisasi di wilayah Kalimantan.

Communication and CSR Region Manager Kalimantan Yudi Nugraha menyatakan, peresmian BBM Satu Harga di Malinau, Kalimantan Utara merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina untuk mewujudkan keadilan energi dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

"Kami berharap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Long Ampung menjadi lebih baik," kata Yudi.

Sebelum adanya SPBU di Desa Long Ampung, warga Desa membeli premium dan solar dengan harga Rp 35 ribu per liter bahkan jika musim penghujan, warga harus merogoh kocek dua hingga tiga kali lipat sebesar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per liternya. Warga pun mendapatkan BBM tersebut dari Melak, Kalimantan Timur. Sekarang, warga Desa setempat dan sekitar Long Ampung sudah dapat menikmati harga yang sama yaitu Premium Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150/liter.

Pertamina sebagai pelaksana tugas dari Pemerintah dalam mendukung upaya pemerataan biaya di seluruh Indonesia termasuk Satu Harga untuk BBM terus berupaya optimal dalam merealisasikannya. SPBU Kompak ini menyediakan produk dengan alokasi premium 50 ribu liter dan solar 36 ribu liter.

Pemerataan harga BBM memberikan pengaruh besar bagi perekonomian warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, tidak hanya dengan mudahnya mendapatkan bahan bakar tetapi, juga berpengaruh signifikan untuk aktifitas sehari-hari dan warga bisa mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan lain.

Distribusi BBM ke titik SPBU juga penuh dengan perjuangan. Distribusi BBM memakan waktu 3 hari 2 malam, dimulai dari pengangkutan menggunakan Mobil Tangki ke Pelabuhan Melak dari Terminal BBM Samarinda lebih kurang 8 jam perjalanan. Kemudian, dipindahkan ke Landing Craft Tank (LCT) menuju Desa Long Bagun sekitar 4 jam perjalanan. Sesampainya di Desa Long Bagun, BBM tersebut dipindahkan menggunakan mobil double gardan ± 10 unit dengan per unitnya membawa BBM 1000 liter (5 drum). Mobil tersebut menuju Desa Long Ampung selama lebih kurang 14 jam.

Distribusi BBM secara regular dua hingga tiga hari hari sekali dan sangat tergantung dari tinggi rendahnya debit air sungai. Apabila hujan, penyaluran terhambat karena tidak bisa dilalui.

Gubernur Kalimantan Utara melalui sambutannya pada acara peresmian menyatakan apresiasinya kepada Pertamina yang telah mewujudkan program BBM 1 Harga di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau.

“Warga Desa Long Ampung berbahagia dan bersyukur bahwa Bahan bakar minyak bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Keadilan energi terwujud berkat Pertamina dan semoga penyaluran BBM berjalan dengan lancar,” ungkap Irianto Lambrie.

Lembaga Penyalur ini merupakan salah satu dari 124 titik BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina di seluruh wilayah 3T di Indonesia. Sesuai Roadmap awal, hingga akhir tahun 2019 Pertamina akan membangun 150 titik BBM Satu Harga. Namun berdasarkan Surat Kepala Badan Hilir (BPH) Migas No 167/Ka BPH/2019 tanggal 21 Januari 2019, target akhir bertambah menjadi 160 titik.

BBM Satu Harga yang sudah beroperasi hingga saat ini tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa - Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan (28 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (16 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa – Bali (4 titik).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BFYLQf
February 16, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BFYLQf
via IFTTT
Share:

Pertamina Realisasikan Titik Ke- 7 BBM Satu Harga Di Kaltara

Sebelum ada SPBU Desa Long Ampung warga membeli premium senilai Rp 35 ribu per liter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Desa Long Ampung dan sekitarnya kini tidak harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan ribu untuk mendapatkan BBM per liternya. Menteri Energi Sumber Daya Mineral didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Infrastruktur Migas, Direktur BBM BPH Migas, Gubernur Kalimantan Utara dan Komisi VII DPR RI meresmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga secara simbolis di Kampung Enam Tarakan.

SPBU Kompak bernomor 66.775.004 ini berada di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dan merupakan SPBU ke-7 BBM Satu Harga yang ditargetkan kepada Pertamina untuk Kalimantan Utara. Titik BBM Satu harga lainnya yang sudah terealisasi di Kalimantan Utara yaitu empat di Kabupaten Nunukan, satu di Kabupaten Bulungan, dan satu di Kabupaten Malinau dengan total 27 titik yang sudah terealisasi di wilayah Kalimantan.

Communication and CSR Region Manager Kalimantan Yudi Nugraha menyatakan, peresmian BBM Satu Harga di Malinau, Kalimantan Utara merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina untuk mewujudkan keadilan energi dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

"Kami berharap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Long Ampung menjadi lebih baik," kata Yudi.

Sebelum adanya SPBU di Desa Long Ampung, warga Desa membeli premium dan solar dengan harga Rp 35 ribu per liter bahkan jika musim penghujan, warga harus merogoh kocek dua hingga tiga kali lipat sebesar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per liternya. Warga pun mendapatkan BBM tersebut dari Melak, Kalimantan Timur. Sekarang, warga Desa setempat dan sekitar Long Ampung sudah dapat menikmati harga yang sama yaitu Premium Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150/liter.

Pertamina sebagai pelaksana tugas dari Pemerintah dalam mendukung upaya pemerataan biaya di seluruh Indonesia termasuk Satu Harga untuk BBM terus berupaya optimal dalam merealisasikannya. SPBU Kompak ini menyediakan produk dengan alokasi premium 50 ribu liter dan solar 36 ribu liter.

Pemerataan harga BBM memberikan pengaruh besar bagi perekonomian warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, tidak hanya dengan mudahnya mendapatkan bahan bakar tetapi, juga berpengaruh signifikan untuk aktifitas sehari-hari dan warga bisa mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan lain.

Distribusi BBM ke titik SPBU juga penuh dengan perjuangan. Distribusi BBM memakan waktu 3 hari 2 malam, dimulai dari pengangkutan menggunakan Mobil Tangki ke Pelabuhan Melak dari Terminal BBM Samarinda lebih kurang 8 jam perjalanan. Kemudian, dipindahkan ke Landing Craft Tank (LCT) menuju Desa Long Bagun sekitar 4 jam perjalanan. Sesampainya di Desa Long Bagun, BBM tersebut dipindahkan menggunakan mobil double gardan ± 10 unit dengan per unitnya membawa BBM 1000 liter (5 drum). Mobil tersebut menuju Desa Long Ampung selama lebih kurang 14 jam.

Distribusi BBM secara regular dua hingga tiga hari hari sekali dan sangat tergantung dari tinggi rendahnya debit air sungai. Apabila hujan, penyaluran terhambat karena tidak bisa dilalui.

Gubernur Kalimantan Utara melalui sambutannya pada acara peresmian menyatakan apresiasinya kepada Pertamina yang telah mewujudkan program BBM 1 Harga di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau.

“Warga Desa Long Ampung berbahagia dan bersyukur bahwa Bahan bakar minyak bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Keadilan energi terwujud berkat Pertamina dan semoga penyaluran BBM berjalan dengan lancar,” ungkap Irianto Lambrie.

Lembaga Penyalur ini merupakan salah satu dari 124 titik BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina di seluruh wilayah 3T di Indonesia. Sesuai Roadmap awal, hingga akhir tahun 2019 Pertamina akan membangun 150 titik BBM Satu Harga. Namun berdasarkan Surat Kepala Badan Hilir (BPH) Migas No 167/Ka BPH/2019 tanggal 21 Januari 2019, target akhir bertambah menjadi 160 titik.

BBM Satu Harga yang sudah beroperasi hingga saat ini tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa - Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan (28 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (16 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa – Bali (4 titik).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TTlhfo
February 16, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TTlhfo
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

BNI Syariah Fasilitasi KAFEGAMA-MM dengan Kartu Pembiayaan

BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner terus melakukan sinergi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kian merambah komunitas, BNI Syariah jalin kerjasama dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada–Magister Manajemen (KAFEGAMA-MM) tentang Penerbitan Kartu Pembiayaan bertempat di Gedung MM UGM, Jakarta.

Pertumbuhan kelas menengah muslim di Indonesia telah mendorong berkembangnya industri-industri terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat muslim, diantaranya yaitu Islamic Fashion, Halal Food, Haji & Umroh, Halal Tourism, dan Islamic education serta ZISWAF. Menurut State of The Global Islamic Economy Report 2017, potensi industri halal tersebut mencapai lebih dari Rp 3.400 triliun. Hal ini juga merupakan potensi besar bagi perkembangan perbankan syariah.

Dalam mendukung peningkatan ekosistem halal di Indonesia, BNI Syariah memiliki produk-produk unggulan yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat diantaranya pembiayaan konsumtif untuk pembelian rumah atau kendaraan, kartu pembiayaan (BNI iB Hasanah Card), pembiayaan produktif modal kerja, investasi, dan mikro, tabungan haji dan umroh, serta Wakaf Hasanah. Dengan didukung teknologi dan jaringan sharia channeling office (SCO) dari BNI, BNI Syariah siap memberikan layanan yang terbaik, halal, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Selain itu, BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner terus melakukan sinergi dengan stakeholders termasuk kepada komunitas, dimana pada kesempatan ini bersama dengan KAFEGAMA-MM melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) Penerbitan Kartu Pembiayaan BNI iB Hasanah Card. Melalui kerja sama ini, BNI Syariah berharap dapat menjadi mitra yang memberikan solusi bagi seluruh kebutuhan perbankan syariah. BNI iB Hasanah Card dapat digunakan untuk transaksi pendidikan seperti pembayaran SPP, transaksi ibadah seperti pembelian paket umroh dan hewan kurban, serta transaksi rutin harian dengan berbagai promo seperti cashback di restaurant, hotel, travel, groceries, e-commerce, dan berbagai manfaat lainnya.

“Hasanah KAFEGAMA MM Card dengan fiturnya dapat mendukung tujuan dari organisasi KAFEGAMA-MM yang berjumlah 11 ribu anggota untuk program endowment fund atau pengembalian sebagian dari transaksi yang terjadi oleh pengguna Hasanah KAFEGAMA MM Card sebagai dana operasional yang dapat digunakan dalam menunjang fungsi dan peran dari KAFEGAMA-MM dan diharapkan dapat juga dimanfaatkan oleh dosen, pegawai, mahasiswa serta alumni dari Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Kartu BNI iB Hasanah Card juga telah menghapuskan denda keterlambatan sehingga benar-benar sesuai prinsip syariah dan tidak memberatkan pemakainya,” kata SEVP Bisnis Ritel dan JaringanBNI Syariah, Iwan Abdi.

Sementara itu Ikang Fawzi menyampaikan, Hasanah KAFEGAMA MM Card membantu dalam menjalankan operasional KAFEGAMA-MM sehingga memudahkan kegiatan yang dilaksanakan untuk seluruh anggota.

Insya Allah berdampak positif bagi masyarakat pada umumnya. Saya juga menghimbau kepada segenap alumni untuk wajib memiliki KAFEGAMA MM Card,” kata Ikang. 

Selama 2018, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan untuk industri halal sebesar Rp 1,216 triliun, tumbuh sebesar 104 persen (year on year) dari Rp 595 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan ini terdiri dari sektor industri halal food, halal travel, Islamic fashion, Islamic education, Islamic hospital, dan Islamic accommodation. Sedangkan untuk Hasanah Card, BNI Syariah telah dipercaya oleh lebih dari 280 ribu pengguna kartu BNI iB Hasanah Card dengan outstanding sebesar Rp 332 Miliar.

Hadir dalam kesempatan ini Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono; Direktur Kampus Jakarta MM-FEB-UGM, Eduardus Tandelilin; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi; Ketua KAFEGAMA–MM, Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi); Sekjen KAFEGAMA–MM, Risto Samosir; Bendahara Umum KAFEGAMA-MM, Anzar Mulyantoro; Wakil Bendahara KAFEGAMA–MM, Dhias Widhiyati; Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga KAFEGAMA-MM, Indra Dwi Sasongko; Pemimpin Card Business Desk BNI Syariah, Endang Rosawati, Pemimpin Wilayah Jabodetabek Plus BNI Syariah, Ali Muafa; serta Pemimpin Cabang BNI Syariah Fatmawati, Nirwan Purnama.

 

 

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E32cSM
February 10, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E32cSM
via IFTTT
Share:

Para Santri Diharapkan Jadi Paku Perekat di Tahun Politik

Konsekuensinya sebuah paku harus rela untuk dipukul demi menyatukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para santri di pondok-pondok pesantren di Indonesia diharapkan menjadi "paku" yang kuat untuk merekatkan dan mengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Terutama, pada tahun politik seperti saat ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Bani Zen Desa Tembong, Kota Serang, Banten, KH TB Hery Zen mengibaratkan menjadi seorang santri di tengah masyarakat bagai paku yang berguna mengikat sejumlah benda. Akan tetapi, konsekuensinya sebuah paku harus rela untuk dipukul demi menyatukan benda-benda tersebut.

"Untuk itulah santri di masyarakat harus rela dipaku sehingga wajar jika diterpa fitnah, ujian, dan cobaan. Santri harus menjadi paku yang kuat sebab paku yang bengkok sulit digunakan untuk menyatukan benda," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (10/2).

Apalagi, kata KH. TB Hery Zen, perkembangan informasi di media sosial sekarang sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi memecah-belah persatuan bangsa di kala tahun politik menjelang. Perbedaan pilihan politik kerap kali menimbulkan perpecahan dan konflik antarsesama sehingga diperlukan peran para santri yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

"Untuk itulah santri khususnya harus pandai-pandai menyaring informasi yang berasal dari media sosial. Tidak hanya itu santri tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, pondok pesantren salah satunya menggelar doa bersama agar pemilihan umum yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan berjalan damai dan lancar. KH TB Hery Zen mengatakan, doa bersama ini bertujuan menciptakan situasi kondusif di Kota Serang khususnya menjelang dan saat pemilu mendatang.

Doa diikuti seluruh santri dan warga yang tinggal di lingkungan pondok pesantren yang diawali dengan tausiah. "Kami menginginkan Pemilu nanti berjalan damai dan tidak ada masalah apapun karena ini adalah hajat bersama bangsa Indonesia," jelasnya.

Hadir dalam doa bersama Kasubdit Binmas Polda Banten AKBP H Zainal Arifin SH yang berpesan agar masyarakat berhati-hati menerima inforamasi yang tidak jelas alias hoaks. "Kami juga sampaikan keprihatinan bahwa saat ini kita sama-sama melihat semakin merebaknya berita fitnah dan hoaks yang kalau tidak sama-sama kita tangkap bisa memicu perpecahan dan saling membenci sesama bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0602/Serang, Letkol Inf Erwin Agung mewakili Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno mengajak kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Serang Banten agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban demi tercapai dan suksesnya pemilihan umum secara damai.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GA9XRC
February 10, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GA9XRC
via IFTTT
Share: