Showing posts with label 2018 at 03:48PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:48PM. Show all posts

Friday, December 21, 2018

Siapa Sangka Gambut Bisa Menutrisi Kulit

Gambut kaya akan karbon alami.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gambut mungkin paling terkenal sebagai tanah untuk tanaman pot dan taman. Tak hanya itu, ternyata gambut juga membantu merawat kulit tubuh.

"Gambut berguna untuk mencerahkan, membersihkan, menutrisi, dan mengencangkan kulit," kata Birgit Huber dari German Cosmetic, Toiletry, Perfumery and Detergent Association (IKW), sebagaimana dilansir DPA, Jumat (21/12).

Ia mengatakan, selain itu, produk perawatan kulit yang mengandung gambut atau ekstrak gambut mendukung metabolisme kulit dan meningkatkan sirkulasi darah. Tentu saja, manfaat gambut tersebut dapat mempercantik kulit.

"Gambut adalah bahan baku yang kaya akan karbon alami yang terdiri dari air dan sebagian tanaman bergizi," kata Huber.

Kurangnya oksigen dalam campuran ketika terbentuk di bawah tanah berarti tanaman mempertahankan banyak zat aktif mereka, seperti mineral dan jejak elemen. Hal tersebut tidak selalu jelas dari kemasan apakah kosmetik mengandung gambut, namun harus dimasukkan dalam daftar bahan yang dikenal sebagai INCI.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LwRUMw
December 21, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LwRUMw
via IFTTT
Share:

ASN Kota Bandung Jadi Contoh Masyarakat dalam Berzakat

Gerakan Ayo Bayar Zakat jadi cara Pemkot Bandung untuk berkontribusi dalam berzakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung secara otomatis membayar zakat profesi melalu Badan Zakat Nasional (Baznas). Gerakan Ayo Bayar Zakat menjadi salah satu cara Pemkot Bandung untuk berkontribusi dalam berzakat.

Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta menuturkan, ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Sebab dengan adanya program tersebut, pengumpulan zakat jauh meningkat.

Menurutnya, kebijakan Wali Kota saat itu, Ridwan Kamil untuk memberikan ajakan ASN untuk berzakat langsung ke Baznas memiliki pengaruh sendiri. Namun bukan berarti semua daerah bisa melakukannya.

"Saya kira Gubernur di Indonesia sudah banyak yang melakukannya. Kita hanya menunggu dorongan kuat dari pemerintah untuk mengajak ASN berzakat," kata Arifin di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis (20/12).

Oleh karena itu dengan adanya zakat dari ASN, bukan hanya uang saja yang terhimpun. Tetapi dengan terhimpunnya zakat maka mereka sudah menjalani kewajibannya kepada Allah.

"Manfaatnya bagi sesama dan Insyaallah Indonesia menjadi berkah," kata Arifin.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Muhammad Fuad Nishar mengakui pemerataan zakat dari ASN bukan hal yang mudah. Perlu adanya peninjauan lebih langsung untuk dapat dilakukan oleh seluruh ASN maupun instansi lain di Indonesia.

"Kita sudah lihat kesadaran dan partisipasi baik itu dari ASN, BUMN, BUMD dalam perhimpunannya yang tersistem dari insyansi masing-masing," kata Fuad.

Untuk itu, Kemenag berupaya untuk meningkatkan literasi zakat dari semua tingkat pegawai. Termasuk edukasi melalui media.

"Banyak problem di masyarakat kita dalam kemiskinan gang bisa diatasi dengan peran zakat," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QG3Ql0
December 21, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QG3Ql0
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

PNBP Perusahaan Pertambangan Lampaui Target

Sampai Akhir November 2018, realisasi PNBP sektor pertambangan mencapai Rp 42 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan Negara bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 42 triliun per akhir November 2018. Realisasi PNBP sektor pertambangan ini melampaui target tahun ini yang sebesar Rp 31,09 triliun.

"Pencapaian di sektor pertambangan mulai dari soal lingkungan, tenaga kerja, maupun kontribusi bagi negara patut diapresiasi melalui gelaran IMA Award 2018. Ini semua merupakan bentuk komitmen dan hasil kerja keras perusahaan-perusahaan yang ada di sektor pertambangan," ujar Ketua IMA, Ido Hutabarat dalam pernyataannya kepada pers di Jakarta, Senin (17/12).

Ido hutabarat mengatakan salah satu sumbangan nyata adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tahun ini melampaui target. Sampai Akhir November 2018, realisasi PNBP sudah mencapai Rp 42 triliun.

Sementara di awal tahun, Pemerintah menargetkan PNBP sektor pertambangan sebesar Rp 31,09 triliun. Tahun 2019 Pemerintah menetapkan target PNBP sektor pertambangan sebesar Rp 41,82 triliun.

"IMA Award 2018 juga bertujuan memberikan motivasi pada semua pihak agar meningkatkan kinerja masing-masing sehingga bisa memberi kontribusi lebih besar lagi bagi bangsa dan juga masyarakat," tandas Ido.

Dalam kegiatan yang berlangsung 14 Desember 2018 tersebut dihadiri Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Aryonogelaran.  IMA berharap pemberian penghargaan tersebut dapat mendorong kebangkitan industri pertambangan di Indonesia seiring dengan geliat pasar komoditas yang semakin membaik.

Sementara Menteri Energi dan Sumber  Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga menghargai pelaku usaha sektor pertambangan atas capaian PNBP tersebut. "Saya berterima kasih karena tahun ini pembayaran PNBP melebihi target yang ditetapkan Pemerintah. Meski demikian sesuai masukan dari stakeholder(pemangku kepentingan) terutama aparat penegak hukum bahwa proses penilaian, pungutan dan pembayaran PNBP bisa lebih akuntabel," kata Jonan.

Hal kedua yang juga mendapat perhatian Menteri Ignasius Jonan adalah terkait Tingkat Kandungan dalam Negeri (TKDN). "Untuk TKDN sebenarnya di sektor Minerba sudah bagus sekali. Dari laporan yang saya terima, TKDN di sektor ini mencapai 76 persen. Untuk itu Pemerintah sampaikan terima kasih," ujarnya.

Selain memberikan penghargaan kepada perusahaan tambang, IMA Award 2018 juga  menganugerahkan Penghargaan Tokoh Pertambangan yang berkontribusi terbesar untuk sektor pertambangan kepada almarhum Dr Soetaryo Sigit.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PIqbZO
December 17, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PIqbZO
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Pertumbuhan tersebut didukung permintaan domestik yang kuat, investasi dan ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi dari lima persen. Hal ini bisa tercapai melalui dukungan sejumlah pembenahan struktural.

"Ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih potensial dengan menghilangkan sejumlah hambatan," kata Gil Sander dalam pemaparan di Jakarta, Kamis (13/12).

Gil Sander mengatakan pembenahan struktural yang dilakukan harus diupayakan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan terutama di sektor perdagangan dan investasi. Pembenahan itu antara lain dengan mendorong perbaikan iklim investasi dan ekspor serta melindungi kegiatan bisnis dari praktik persaingan tidak sehat.

Selain itu memberikan kepastian regulasi dan hukum yang jelas dan menyediakan kebijakan energi yang tidak membebani neraca transaksi berjalan. "Upaya ini juga harus didukung oleh investasi dalam 'human capital' serta infrastruktur untuk membuat ekonomi maju dan tumbuh lebih baik," ujarnya.

Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia terbaru yang dirilis Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 dan 2019 masing-masing diperkirakan mencapai 5,2 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan domestik yang kuat serta didukung oleh kegiatan investasi maupun ekspor.

Terdapat risiko dari proyeksi perumbuhan ekonomi Indonesia karena masih ada ketegangan perdagangan global serta siklus pengetatan kebijakan moneter dari Bank Sentral di negara maju. Namun, Indonesia dapat lolos dari dampak negatif gejolak global apabila mempunyai fundamental ekonomi makro yang sehat, yang didukung koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan nilai tukar yang kuat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QNDjSg
December 13, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QNDjSg
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

TKN Bersyukur DPW PAN Kalsel Dukung Jokowi-Ma'ruf

Ketua TKN menilai dukungan itu berasal dari kesamaan visi dengan Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengkonfirmasi hadirnya dukungan dari DPW PAN Kalimantan Selatan. Erick menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai dukungan itu berasal dari kesamaan visi dengan Jokowi-Ma'ruf.

"Alhamdulilah teman-teman PAN di Kalsel, alhamdulilah deklarasi. Dan ini hal luar biasa, saya ucapkan terima kasih karena nuraninya sama ingin membangun secara seluruhnya (Indonesia)," katanya usai menemui KH Ma'ruf Amin di jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Erick meyakini dukungan dari DPW PAN bakal berkolerasi positif dengan elektabilitas paslon Jokowi-Ma'ruf disana. Ia makin optimistis mencapai target kemenangan pada Pilpres 2019.

"Jadi saya yakin Allah selalu memberi yang terbaik kepada individu yang ingin memberi yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, dukungan DPW PAN Kalsel dipublikasikan lewat video di media sosial. Video itu tersebar hingga viral. Deklarasi itu disebut PAN berawal dari aspirasi masyarakat lokal di Kalimantan Selatan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L5NeNJ
December 10, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L5NeNJ
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Indonesia Terancam Dampak Putaran Kedua Perang Dagang

Perang dagang dapat menganggu pasar ekspor bahan baku dari Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyoroti dampak putaran kedua (second-round effect) dari perang dagang yang dapat memberikan efek negatif bagi Indonesia.

Darmin menjelaskan bahwa perang dagang akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi dari dua negara yang terlibat, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Cina.

"Dua negara itu rekan dagang utama Indonesia, apa yang terjadi pasti berpengaruh. Kalau karena perang dagang terpaksa mengurangi produksi yang bahan bakunya dari Indonesia, ya kena di sini. Itu second-round effect." ujar mantan gubernur Bank Indonesia tersebut dalam seminar nasional Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Rabu (28/11).

Darmin mengatakan second-round effect tidak mudah ditemukan solusinya karena harus mencari pasar ekspor lain untuk tetap menjual bahan baku. Selain itu, Darmin menjelaskan mengenai dampak tidak langsung dari perang dagang yang bisa memberi efek positif bagi perekonomian Indonesia. Dampak tidak langsung muncul terutama dari relokasi industri-industri yang ada di Cina.

"Dampak tidak langsung berat karena harus bersaing dengan negara lain, namun itu semua belum terjadi karena semua masih berharap (perang dagang berakhir) damai," ujar dia.

Dampak tidak langsung perang dagang bagi Indonesia dari adanya kemungkinan relokasi juga akan dipengaruhi hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2018 di Buenos Aires, Argentina. Darmin menilai seandainya pertemuan tersebut gagal menghasilkan moderasi antara AS dan Cina, maka relokasi industri oleh para investor di Cina kemungkinan besar akan terjadi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qmw6bu
November 28, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qmw6bu
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Luhut: Indonesia tidak Bergantung Secara Ekonomi kepada Cina

Indonesia tetap bekerja sama terutama di bidang perdagangan dengan negara mana pun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia tidak pernah bergantung secara ekonomi atau kerja sama perdagangan kepada satu negara asing. Dalam hal ini termasuk juga bergantung kepada Cina.

"Kita tidak pernah bergantung secara ekonomi kepada Cina, trade partner ekonomi Indonesia juga bukan hanya Cina. Sekali lagi saya koreksi disini, Indonesia tidak pernah tergantung dengan satu negara pun," ujar Menko Luhut di Jakarta, Selasa (27/11).

Menko Luhut menjelaskan ke depan Indonesia tetap akan bekerja sama terutama di bidang perdagangan dengan negara mana pun di dunia, dan tetap berpegang teguh kepada prinsip saling menguntungkan. "Termasuk dengan Cina kita tetap berpegang kepada prinsip saling menguntungkan. Saya katakan sekali lagi, kita tidak ingin investasi hanya untuk ambil raw material, kita harus melihat nilai tambah, seperti yang saya sampaikan tadi, kita harus lihat investasi alih teknologi, investasi ramah lingkungan dan investasi dengan menggunakan SDM Indonesia sebanyak mungkin," jelasnya.

Kemudian, terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Buenos Aires, Argentina pada 30 November hingga 1 Desember 2018. Menko Luhut mengemukakan sikap Indonesia pada pertemuan kelompok 19 negara plus Uni Eropa tersebut. Menurut Luhut, Indonesia akan memperjuangkan perdagangan yang adil bagi seluruh negara-negara di dunia.

"Dan yang tidak kalah penting, Indonesia juga akan mendorong kepentingan multilateral dan bukan hanya bilateral saja," katanya.

Adapun, salah satu harapan yang mengemuka jauh sebelum pertemuan digelar adalah meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zw1R8e
November 27, 2018 at 03:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zw1R8e
via IFTTT
Share: