Showing posts with label 2019 at 07:03AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:03AM. Show all posts

Friday, December 6, 2019

Alexandra Grant Mengaku Sengaja tak Mengecat Ubannya

Alexandra Grant memilih tak menutupi ubannya dengan pewarna rambut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seniman asal AS, Alexandra Grant, memutuskan untuk tidak mewarnai rambut putihnya. Dilansir Business Insider Singapore, ia menjelaskan alasan tidak menutupi uban yang datang lebih awal dengan pewarna rambut.

Rambut Grant tampak kontras dengan aktor Keanu Reeves saat keduanya tampil bersama dalam sebuah acara di Los Angeles pada akhir November lalu. Grant yang berusia 46 tahun disebut warganet terlihat lebih tua daripada Reeves (55) yang berambut hitam.

Melalui akun Instagram pribadinya, Grant kemudian membagikan sebuah artikel terbitan Newsweek. Isinya tentang sebuah penelitian yang menemukan bahwa wanita yang secara teratur menggunakan pewarna rambut permanen dapat menghadapi peningkatan risiko kanker payudara hingga 60 persen.

Dalam keterangan artikel yang dibagikan, Grant menulis, "Wow. Berita hari ini mengejutkan, terutama untuk womxn berwarna. Rambut saya menjadi abu-abu sebelum usia 20-an dan saya mengecat rambut dengan setiap warna sampai saya tidak bisa mentolerir toksisitas pewarna lagi.”

Grant mengungkapkan bahwa ia berhenti merusak rambutnya dan membiarkannya pirang di usia 30-an. Grant mengatakan, jika seseorang mengikuti standar kecantikan dengan megecat rambut, hal tersebut tidak sebanding dengan risiko kesehatannya.

Grant kemudian menyatakan dukungannya kepada kaum Hawa.

"Saya suka dan mendukung setiap wanita untuk dapat memilih bagaimana dia ingin terlihat di setiap segmen usia. Namun, jika womxn jadi binasa akibat standar kecantikan, maka mari kita bicara tentang standar kecantikan itu. Cinta untuk semua wanita! ” tulisnya.

Sementara itu, dalam sebuah penelitian terhadap 46.709 wanita berusia 35-74 tahun, para peneliti menemukan korelasi positif yang menunjukkan bahan kimia dalam produk rambut dapat berperan sebagai pemicu kanker payudara. Penelitian itu dimuat di International Journal of Cancer.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2s1O6NW
December 07, 2019 at 07:03AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2s1O6NW
via IFTTT
Share:

Thursday, November 28, 2019

Kabar Baik Bagi Calhaj, Biaya Haji Berpotensi Turun

BPKH harus jelaskan manfaat dari uang yang dititipkan calon jamaah haji ke BPKH.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan usulan rata-rata biaya haji tahun depan senilai Rp Rp 35.235.602. Usulan ini disampaikan ke Komisi VIII DPR, kemarin. Jumlah tersebut tak mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata biaya haji pada 2019."Pemerintah mengusulkan rata-rata besaran BPIH (biaya penyelenggara ibadah haji) 1441 H sebesar Rp 35.235.602,"

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OZB77k
November 29, 2019 at 07:03AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OZB77k
via IFTTT
Share:

Saturday, November 23, 2019

Pabrik Cerutu Bin Cigar di Jember Diresmikan

Ketua DPD meresmikan pabrik cerutu Bin Cigar di Jember.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti meresmikan cerutu ">pabrik cerutu Bin Cigar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu. Ia pun mengingatkan agaar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk terus mewujudkan iklim usaha yang kondusif.

Menurut La Nyalla, hal tersebut penting untuk menggerakkan perekonomian di tengah tren pelambatan ekonomi dunia. Ia mengatakan, sudah bukan zamannya daerah itu antipengusaha, memperlambat urusan bisnis.

"Dunia usaha itu penggerak ekonomi, jangan sampai dibuat susah," katanya di Kabupaten Jember.

La Nyalla mengapresiasi kiprah para pengusaha daerah, seperti pemilik perusahaan cerutu Bin Cigar. Ia menilai, pabrik tersebut telah menggerakkan ekonomi lokal.

“Saya bangga dapat hadir di pabrik cerutu, bukan karena saya meresmikan, tetapi menjadi saksi adanya upaya serius dari anak bangsa untuk membangun ekonomi bangsanya untuk terlibat memberi kontribusi di sektor ekonomi bagi negeri ini," katanya.

Menurut La Nyalla, Jember dan Indonesia wajib bangga karena produk cerutu Bin Cigar telah menembus pasar mancanegara. Ia mengatakan, kerja keras Bin Cigar patut diapresiasi karena ikut memperkuat neraca perdagangan.

"Bin Cigar menjadi salah satu penyumbang devisa ekspor di sektor non migas," ujarnya.

La Nyalla berharap banyak lahir pengusaha-pengusaha baru yang menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi, saat ini Indonesia masih kekurangan pengusaha dan jumlahnya masih di bawah dua persen dari total populasi.

"Bandingkan dengan Singapura yang sudah 7 persen, Malaysia 5 persen, Jepang 10 persen. Maka ayo terus berbenah diri membikin iklim berbisnis makin mudah dan kondusif," katanya.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/37wk1WN
November 24, 2019 at 07:03AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/37wk1WN
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Pemilu 2019 dan Menjadi Bangsa yang Jujur dan Cerdas

Pemilu yang jujur akan menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH Didin Hafidhuddin

Rabu, 17 April 2019 lalu, seluruh rakyat Indonesia melaksanakan pilpres dan pileg untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), anggota DPR, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota yang dilakukan secara serentak.

Setiap pemilih harus mencoblos lima macam kertas yang sudah dipersiapkan oleh panitia sesuai dengan pilihannya masing-masing secara bebas dan bertanggung jawab.

Beberapa hari sebelumnya, pemilu telah dilakukan oleh rakyat Indonesia yang tinggal di luar negeri, seperti di Malaysia, Arab Saudi, Australia, Amerika, Hong Kong, dan negara-negara lainnya. Namun, amat disayangkan pemilu di Malaysia dan di Australia berlangsung kisruh karena ketidakcermatan panitia setempat dalam melaksanakan tugasnya.

Bahkan, Bawaslu yang datang kemudian ke negara yang kisruh tersebut (Malaysia) merekomendasikan penggantian petugas setempat kepada KPU. Kita berharap semua pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemilu tahun ini akan mengedepankan sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Karena konsekuensi dari pemilu ini akan berdampak terhadap kondisi bangsa dan negara pada masa sekarang dan masa yang akan datang.

Pemilu yang dilaksanakan dengan jujur dan bertanggung jawab akan melahirkan pemimpin bangsa dan negara yang bertanggung jawab pula. Sebaliknya jika dilaksanakan dengan penuh kecurangan akan melahirkan pemimpin yang kurang legitimasi dari rakyat, sesuatu yang tidak boleh terjadi pada negara kita, yang sudah berkali-kali melaksanakan pemilu dengan jujur, adil, dan damai.

Masyarakat kita pun sudah sangat cerdas dalam memahami dan menilai proses-proses yang terjadi pada pemungutan suara, mulai dari TPS sampai masuk dalam data KPU. Bahkan juga sampai pada tahapan pengumuman resmi dari KPU.

Jika dilaksanakan dengan jujur dan adil, rakyat--terutama para kontenstan dan para pendukungnya--akan menerima siapa pun pemenangnya. Namun, jika tidak dilaksanakan dengan jujur dan adil, khawatir akan terjadi kekisruhan yang merusak tatanan kehidupan bangsa dan negara pada masa yang akan datang.

Mengantisipasi kemungkinan tersebut, Dewan Pertimbangan MUI bersama Dewan Pimpinan MUI (Jumat, 19 April 2019) telah mengeluarkan imbauan, seruan, serta desakan kepada penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP, agar melaksanakan seluruh tugasnya dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab. Karena memang itulah yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pemilu.

Demikian pula MUI mengimbau kepada lembaga penegakan hukum dan keamanan (Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri) untuk mengemban amanah dan tanggung jawabnya dengan tidak mengedepankan kepentingan apa pun, selain kepentingan bangsa dan negara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZnASqK
April 21, 2019 at 07:03AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZnASqK
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Kisah Tiga Tahun Jokowi di Aceh dan Tiga Kambing

Jokowi tinggal di Aceh antara tahun 1986 hingga 1988

REPUBLIKA.CO.ID, Mas Alamil Huda/Wartawan Republika

Sebuah pigura berukuran 140x70 sentimeter terpajang di ruang tamu rumah berdinding papan kayu. Ada tiga objek utama dalam gambar tersebut. Di bagian bawah gambar diberi keterangan "Presiden RI ke-7 Ir. H. Joko Widodo Pulang Kampung Tgl 3 Maret di Bener Meriah".

Ya, salah satu dari tiga objek utama dalam gambar tersebut adalah seorang lelaki berbaju putih dengan lengan baju dilipat, Presiden Jokowi. Lelaki di tengah dengan mengenakan peci putih berkalung surban adalah Nurdin Aman Tursina (73 tahun). Sementara seorang perempuan berkerudung ungu di bagian paling kanan adalah istri Nurdin yang meninggal 15 Februari lalu.

"Saya sebenernya lihat kalian datang ini nangis tapi saya tahan. Dari depan kalian masuk, Pak Jokowi, Pak Moeldoko semua pernah masuk ke sini. Waktu istri saya meninggal semua kirim karangan bunga. Jenazah diantar pakai PM (Polisi Militer)," kata Nurdin di kediamannya di Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/3).

Nurdin dan Jokowi bertemu pada tahun 1986 saat mantan gubernur DKI Jakarta itu bekerja di bumi Serambi Mekkah. Jokowi tinggal di rumah tak jauh dari kediaman Nurdin. Imam masjid kampung itu menganggap Jokowi adalah anak sendiri. Orang nomor satu di republik tersebut pun menganggap Nurdin sebagai ayah angkatnya.

Jokowi saat itu bekerja di perusahaan kertas yang membuka kompleks perumahan untuk karyawan. Nurdin menjadi salah satu pekerja pembangunan perumahan itu. "Jadi kebetulan saya imam di desa, jadi beliau berikan pekerjaan 'Bapak buat pagar perumahan di depan situ'," kata dia menirukan ucapan Jokowi.

Kenangan tiga tahun bersama Jokowi masih melekat di ingatan Nurdin. Dia menceritakan detail tahun per tahun bagaimana aktivitas mantan wali kota Solo itu di sana. Pada 1989, Jokowi dan Iriana meninggalkan Aceh dan kembali ke Jawa lantaran konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang saat itu terjadi.

"Setelah itu lama nggak ketemu, tahu-tahunya sudah jadi gubernur DKI, kita ngobrol (melalui) telepon, (Jokowi) masih ingat sama saya. Terakhir berpisah dengan saya, sudah ada Gibran (putra sulung Jokowi), tinggalkan kurban di (kampung) sini tiga kambing (sebelum kembali ke Jawa)," ujar dia.

Ingatan Nurdin bergerak mundur. Setahun sebelum Jokowi meninggalkan Bener Meriah atau tahun 1988, Nurdin bersaksi bahwa berdirinya mushala kampung tak lepas dari peran besar anak angkatnya tersebut. Saat itu, kata dia, mushala dibangun dengan papan kayu sumbangan dari Jokowi. Semua keperluan kayu untuk mushala ditanggungnya.

Tiga tahun bersama menjadikan Nurdin tahu banyak tentang kepribadian Jokowi. Dia menyebut Jokowi orang yang sangat penyabar. Satu kalipun dia tidak pernah tahu Jokowi marah kepada orang lain. Selain itu, kedermawanan calon presiden pejawat tersebut sangat dirasakan masyarakat.

Nurdin juga mengaku, tak jarang Jokowi menjadi imam shalat di masjid kampung. Namun, biasanya hanya saat shalat maghrib selepas seharian bekerja. "Di masjid itu Pak Jokowi kadang-kadang jadi imam (shalat) maghrib," ujar dia.

Kesaksiannya terhadap masa muda Jokowi membuat Nurdin marah saat ada yang mengatakan anak angkatnya itu anti-Islam atau bahkan komunis. Nada bicaranya sempat meninggi saat hal ini ditanyakan kepadanya. Terlihat ia menarik nafas panjang dan berhenti beberapa detik sebelum ia menjawab.

"Kalau kamu nggak pilih Jokowi nggak apa-apa. Asal jangan fitnah anak saya," kata lelaki yang setia dengan peci putih dan berkalung surban putih pada Sabtu (9/3) pagi itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NQb0OU
March 10, 2019 at 07:03AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NQb0OU
via IFTTT
Share: