Showing posts with label 2019 at 08:20PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:20PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

310 Anak Yatim Dhuafa di Malang Nikmati Belanja Ceria

Belanja Ceria Ramadhan itu kolaborasi BMH, Lazis PJB Paiton dan KAN Jabung Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Salah satu program layanan yang menjadi komitmen Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) adalah berbagi ceria di bulan Ramadhan bersama anak yatim dan dhuafa. Hal itu dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur. 

Pada  Ramadhan 1440 H, BMH Perwakilan Jawa Timur  memberikan keceriaan kepada yatim dan dhuafa  lewat Program Belanja Ceria Bareng Yatim Dhuafa. “Kegiatan berlangsung di Swalayan Ratna Mart kota Probolinggo dan Swalayan Jabmart Malang. Jumlah peserta sebanyak 310 anak yatim dhuafa,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (30/5).

Ia menambahkan, program ini terselenggara berkat kerja sama BMH dengan Koperasi KAN Jabung Syariah Malang, Lazis PJB Paiton Probolinggo dan Mitra Swalayan.

Agus Wahyudi, manager Operasional Lazis PJB Paiton Probolinggo mengaku sangat terbantu setelah  bersinergi dengan BMH.

“Alhamdulillah program ini berjalan lancar. Terima kasih BMH sudah bersinergi dalam beberapa program keumatan. Salah satunya belanja ceria yatim dhuafa ini,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Umum KAN Jabung Syariah Jawa Timur Eva Merliyani mengatakan program ini sangat strategis bagi masyarakat. “Kegiatan yang diadakan bersama BMH beberapa kali ini, sangat strategis dan bermanfaat bagi warga Malang Raya,” ujarnya.

Dalam program ini para penerima manfaat terlihat sangat bahagia dan penuh syukur. Ardi (9 tahun) mengaku bahagia bisa belanja barang yang ia butuhkan menjelang hari raya.

“Terima kasih BMH, saya tidak pernah bermimpi bisa mendapatkan apa yang saya butuhkan di hari lebaran. Alhamdulillah dapat juga untuk bisa berhari raya,” ucapnya dengan air mata yang menggenang di kelopak matanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HMbEM9
May 30, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HMbEM9
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Georgia Akui Islam Sebagai Agama Resmi

Masjid yang berada di Georgia pun mendapat pengawasan dari Departemen Muslim Georgia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mayoritas penduduk Georgia memeluk Kristen. Saat ini, Muslim di Georgia hanya 9,9 persen dari seluruh populasi penduduknya. Pada sensus 2002, jumlah Muslim mencapai 433.784 orang. Namun, komunitas Muslim di Georgia memperkirakan jumlah Muslim lebih besar, yakni sekitar 800 ribu orang.

Pada Juli 2011 lalu, Parlemen Georgia mengeluarkan undang-undang baru mengizinkan kelompok minoritas agama yang memiliki hubungan historis dengan Georgia untuk didaftarkan sebagai agama resmi. Islam termasuk empat agama yang diakui di Georgia.

Masjid yang berada di Georgia pun mendapat pengawasan dari Departemen Muslim Georgia yang didirikan sejak Mei 2011. Sejak saat itu, urusan Muslim Georgia menjadi tanggung jawab pemerintah yang berada di Baku.

Kelompok Muslim terbesar di Georgia adalah orang Azerbaijan yang tinggal di tiga distrik di sebelah barat daya Georgia berbatasan langsung dengan Azerbaijan. Mereka berjumlah 284.761 orang. Ada juga komunitas kecil, Checens dan Avars, yang berada di sebeah timur dan timur laut Georgia.

Ada dua kelompok utama Muslim Georgia, yaitu Muslim Adjara Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Jumlah mereka mencapai 115.261 orang. Dan kelompok Meskhetian, yang berasal dari Soviet, sebanyak 3.000 orang. Mereka pindah ke Georgia setelah diusir oleh Josef Stalin.

Saat ini, Muslim Georgia dipimpin oleh Dewan Muslim Kaukasus. Kepala Dewan Muslim dipimpin oleh Syekh ul Islam Allakhshukur Pashazade. Sedangkan Muslim di Tbilisi dipimpin oleh Ali Aliyef, secara terpisah Adjara dipimpin oleh Jemal Paksadze sejak 2010.

Meskipun Georgia adalah negara Kristen, satu dari sepuluh warga Georgia adalah Muslim. Islam beberapa bulan terakhir diketahui telah menyentuh desa-desa etnis Chechnya dan Kist di Pankisi di Georgia sebelah barat laut.

Komunitas Muslim Adjara di Georgia Barat berjumlah 115 ribu orang atau 30 persen dari populasi di wilayah ini. Tidak seperti Azeris, Chechnya atau Kists, Adjara adalah Muslim etnis asli Georgia. Mereka tinggal di negara tempat Islam dimusuhi.

Komunitas Muslim di Georgia harus sering kali membuktikan kesetiaannya kepada negara Georgia. Islam pertama kali tiba di Adjara abad ke-16, di sebuah wilayah bekas Kekaisaran Ottoman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wr8Ey2
May 29, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wr8Ey2
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Meski Tak Diunggulkan, Watford Yakin Bisa Jinakkan City

Watford terakhir kali tampil di final Piala FA pada 1984 silam.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Watford dalam kondisi kurang menyakinkan ketika harus menghadapi Manchester City di partai final Piala FA, Sabtu (18/5), pukul 23.00 malam WIB ini. The Hornets menatap laga ini dengan kegagalan meraih kemenangan dalam empat laga beruntun.

Bahkan, di tiga laga terakhir, Watford menelan kekalahan beruntun dan kebobolan sembilan gol. Namun pelatih Watford, Javi Gracia, menegaskan timnya akan belajar dari rentetan kekalahan tersebut.

Watford, tutur Gracia, tidak mau melewatkan kesempatan terbaik untuk bisa mengangkat trofi Piala FA setelah terakhir kali tampil di final Piala FA pada 1984 silam. Pada saat itu, Watford menyerah 0-2 dari Everton.

''Saya kira, semua pengalaman kami di sepanjang musim ini akan membantu kami dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk menghadapi tim terbaik di Liga Primer Inggris saat ini. Saya yakin laga menghadapi City akan sulit, tapi kami memiliki pengalaman,'' kata Gracia seperti dikutip Watford Observer.

Musim ini memang bisa dibilang musim terbaik Watford di bawah kendali Javi Gracia. The Hornets bahkan mampu mengakhiri Liga Primer Inggris di papan tengah, yaitu peringkat ke-11.

Watford dinilai tampil mengejutkan dengan kesuksesannya bisa melaju ke babak final Piala FA. Tidak hanya itu, Watford pun memiliki skuat relatif lengkap guna menghadapi Manchester City malam ini.

Gelandang serang andalan asal Spanyol, Gerard Deulofeu, dikabarkan sudah siap diturunkan setelah sempat mengalami cedera pinggang di laga pamungkas Liga Primer Inggris pada akhir pekan lalu. Sementara, City masih belum bisa menurunkan Fernandinho yang masih mengalami cedera.

Namun demikian, City memang lebih diprediksikan bisa dengan mudah melewati adangan Watford. Hal ini tidak terlepas dari rekor pertemuan The Citizen saat berhadapan dengan The Hornets. Dalam 15 pertemuan terakhir di semua ajang, City tidak pernah kalah dengan catatan 13 kemenangan dan dua hasil imbang. Bahkan, terakhir kali City kalah dari The Hornets adalah pada 1989 silam.

Selain dari catatan pertemuan terakhir, dominasi The Citizens atas The Hornets juga tergambar dari catatan gol City ke gawang Watford. Dalam enam laga terakhir, City bahkan bisa mencetak 21 gol ke gawang Watford dan hanya kebobolan tiga gol. Pun dalam dua kali pertemuan di kancah Liga Primer Inggris musim ini, City menang 3-1 dan 2-1.

Tidak berhenti sampai di situ. Sergio Aguero dan kawan-kawan juga menatap laga ini dengan kondisi mental terbaik. City berhasil meraih 14 kemenangan beruntun dan ditutup dengan raihan trofi Liga Primer Inggris.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VvN1qt
May 18, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VvN1qt
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Menyelami Nasihat-Nasihat Syekh Imam Nanawi al-Bantani

Syekh Imam Nanawi al-Bantani memberi nasihat bagaimana agar umat Islam Dicintai Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, Indonesia memiliki banyak ulama yang menulis kitab-kitab ajaran Islam. Di antara kitab yang ditulis ulama nusantara adalah Nashaihul `Ibad yang berisi nasihat-nasihat agar umat Islam lebih dicintai Allah.

Kitab tersebut ditulis oleh ulama terkemuka asal Banten, Syekh Imam Nawawi al-Bantani. Kitab kuning yang satu ini memiliki peran sentral di jantung pema haman agama masyarakat Muslim Indo nesia. Kitab Nashaihul `Ibad ditulis menggunakan bahasa Arab, tapi kini telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya akan menggugah kesadaran umat Islam Indonesia untuk lebih dekat kepada Allah. Dalam buku ini, Syekh Nawawi menawarkan berbagai macam solusi untuk membenahi kekurangan-kekurangan umat selama ini.

Syekh Nawawi al-Bantani merupakan ulama besar yang lahir pada 1815 Masehi di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Beliau merupakan kakek buyut KH Ma'ruf Amin yang kini menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Syekh Nawawi adalah ulama bertaraf Internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Sejak berusia lima tahun, Syekh Nawawi sudah mulai mempelajair ilmu agama langsung dari ayahnya. Juga bahasa Arab, fikih, tauhid, Alquran, dan tafsir.

Pada usia delapan tahun, Syekh Nawawi berguru kepada KH Sahal, salah seorang ulama terkenal di Banten saat itu dan juga belajar kepada Syekh Baing Yusuf Purwakarta. Dengan keilmuan dan kecerdasannya yang tinggi, Syekh Nawawi telah mengajar orang-orang sejak usianya masih belum genap 15 tahun.

Setelah berusia 15 tahun, baru kemudian Syekh Nawawi berangkat haji ke Makkah dan berguru kepada ulama masyhur di sana. Setelah tiga tahun belajar di Makkah, Syekh Nawawi sempat kembali ke Banten pada 1833 untuk membantu ayahnya mengajar santri. Namun, beberapa tahun kemudian, dia kembali ke Makkah untuk menetap di kota suci itu.

Syekh Nawawi merupakan ulama nusantara yang memiliki kualitas keilmuan yang tinggi dan piawai dalam menulis, sehingga sangat banyak kitab yang ditulisnya. Setidaknya dia telah menulis sebanyak 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fikih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Sekitar 22 karyanya masih beredar hingga saat ini.

Karena itu, Syekh Nawawi dapat dikatakan sebagai ulama yang paling produktif di Indonesia. Seorang peneliti terkenal asal Belanda, Martin van Bruinessen menyatakan, 11 dari kitab-kitabnya bahkan termasuk 100 kitab yang paling banyak digunakan di pesantren di Indonesia, termasuk kitab Syarah Nashaihul `Ibad.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JAo4YA
May 12, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JAo4YA
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Agar Mudah Menghafal Alquran

Menghafal Alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pendiri Darul Quran Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan, menghafal Alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan bekerja.

"Cara menghafal Alquran bagi orang-orang sibuk yang setiap hari kerja dari pagi sampai malam, cukup dengan one day one ayat atau satu hari satu ayat. Nggak usah dihafalin banget juga, baca saja yang banyak satu ayat itu berulang, lagi dan lagi, terus dan terus," ujar Ustaz Yusuf Mansyur.

Agar semakin hafal, ayat ter sebut bisa pula dibaca saat shalat wajib ataupun sunah, termasuk ketika menjadi imam shalat. Kemudian menjelang tidur, kata dia, ulangi kembali ayat yang sudah dihafal dan yang baru di hafal. Selanjutnya, bentuk komunitas menghafal Alquran.

"Jangan menghafal sendiri. Jadi, bisa tukar-tukar peran, setor-setoran hafalan. Saling baca satu sama lain, saling menyimak satu sama lain, yang paling efektif, komunitas itu ya keluarga bareng-bareng menghafal satu hari satu ayat," ujar pria yang akrab disapa Ustaz YM itu.

Ia mengingatkan, jangan lupa saat menghafal Alquran, niatkan untuk menghafal 30 juz. Harapannya supaya saat kita meninggal tetap mendapat pahala seolah hafal 30 juz, meski sebenarnya baru hafal 5 juz.

"Ini sama seperti orang yang dari Ashar sudah niat mau shalat malam, eh Maghribnya meninggal, maka amal terakhirnya yang tercatat adalah shalat malam meski belum terlaksana," ujarnya.

Jika menghafal satu hari satu ayat masih terasa berat, Ustaz YM menuturkan, menghafal bisa dilakukan dengan satu pekan satu ayat. Cara tersebut bisa dipi lih asalkan rutin dijalankan. Sambil menghafal, lanjutnya, jangan lupa menadaburi makna berbagai ayat dalam Alquran.

"Di lihat-lihat terjemahannya, dibaca sambil ditulis atau dicatat yang ditemui, yang diperhatikan, yang didapat, dan yang digali, maupun yang tergali. Jadi, tam bah kuat hafalannya," kata Ustaz YM.

Dia menambahkan, menghafal Alquran perlu niat, tetapi jangan cuma menghafal untuk diri sendiri. Niatkan agar seba nyak mungkin orang di bumi juga hafal Alquran.

"Sehingga ketika kita meninggal dunia, seakan satu bumi sudah hafal Alquran. Itu pahala kekuatan niat," tuturnya. Dia menjelaskan, memulai sua tu kegiatan baik, seperti meng hafal Alquran, memang berat. Apalagi, bila kita tidak terbiasa atau belum pernah mela ku kannya sama sekali.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YkDvs7
May 11, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YkDvs7
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

JK: PT Harus Mengacu Masa Depan, Jangan Seperti Museum

Para guru harus mengerti kebutuhan pendidikan saat ini dan di masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong pendidikan tinggi yang berbasis pada teknologi masa depan. Menurut JK, pendidikan yang tidak berbasiskan teknologi tidak akan memberikan nilai tambah bagi pendidikan suatu negara.

Karenanya, saat membuka seminar nasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus meresmikan Gedung Program Pascasarjana UNY, Sabtu (4/5), JK menekankan pendidikan yang diterapkan di UNY mengadopsi teknologi masa depan.

"Karena itulah kita bicara tentang masa depan dan masa depan itu hanya bisa dicapai dari pendidikan yang baik," kata JK di Ruang Sidang Utama UNY, Sleman, DIY, Sabtu (4/5).

JK pun menganalogikan perbedaan antara pendidikan tinggi dan museum. Menurutnya, jika perguruan tinggi akan mengacu masa depan, sedangkan museum mengacu ke masa lampau.

"Apabila perguruan tinggi dan pendidikan tidak melihat ke depan, maka dia akan menjadi museum aja. Museum penting untuk pelajaran, tapi yang kita hadapi bukan masa lalu tapi masa depan," ujar JK.

Karenanya, JK menekankan kepada peserta seminar UNY yang kebanyakan dosen dan mahasiswa agar menghasilkan guru-guru yang mengacu masa depan. Ia berharap para guru mengerti kebutuhan pendidikan di masa mendatang dan mengajarkan apa yang dibutuhkan pendidikan saat ini dan masa depan.

"Saya ingin ulangi, bahwa apa yang diajarkan di SMA di SMP pada hari ini, baru akan bermanfaat lima tahun mendatang, karena itu guru harus diajarkan kira-kira apa yang dibutuhkan lima tahun atau 10 tahun mendatang," ujar JK.

Menurutnya, jika mengacu pada Revolusi Industri 4.0, maka dibutuhkan pendidikan yang inovatif, kreatif dan mengacu penguasaan keterampilan. Menurutnya, kedua hal tersebut harus menjadi format pendidikan di Tanah Air, agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

"Sekali lagi dasar dari seluruh kemajuan itu hanyalah dengan pendidikan yang baik, pendidikan ke teknologi, teknologi kepada nilai tambah, dan nilai tambah kepada kemampuan, itu urutannya dalam setiap kemajuan suatu negara," kata JK.

"Dan pengalaman apabila kita bicara revolusi 4.0 maka kita bicara inovatif, kreatif yang juga ditulis ini, dan semuanya berdasarkan teknologi dengan penuh persaingan," ujarnya.

Hari ini meresmikan Gedung Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Sleman, DIY Sabtu (4/5). JK juga menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian gedung Program Pascasarjana UNY. 

Usai tandatangan, JK didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Rektor UNY Sutrisna Wibawa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau ruangan gedung Program Pascasarjana, mulai dari ruang belajar hingga pelayanan akademik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JeDRwg
May 04, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JeDRwg
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Ditahan Imbang Parma, Milan Terancam dari Zona 4 Besar

Parma berhasil menahan imbang Milan dengan skor 1-1.

REPUBLIKA.CO.ID, EMILIA ROMAGNA -- AC Milan harus puas menelan hasil kurang memuaskan ketika bertandang ke markas Parma pada lanjutan Serie A Italia pekan ke-33 di Stadion Ennio Tardini, Sabtu (20/4) yang berkesudahan imbang 1-1. Alhasil, ini membuat posisi i Rossoneri di zona empat besar sedikit terancam.

Selain jelas sangat merugikan Milan, pasukan Gennaro Gattuso tertahan di urutan empat dengan perolehan 56 poin di bawah Inter Milan di posisi tiga (60 poin). Itu merupakan batas akhir ke Liga Champions musim depan.

Namun, konstelasi ini hanya sementara. Sebab, di bawah i Diavollo Rosso ada AS Roma dengan 54 poin, diikuti Atalanta (53 poin), dan SS Lazio (52 poin).

Ketiga tim itu baru tanding setelah Milan. Roma bertandang ke markas Inter, Atalanta kontra Napoli, dan Biancocelesti menjamu Chievo.

Jika ketiga tim itu menang, terutama Roma dan Atalanta sangat pelik bagi Milan. Sebab bisa membuat posisi armada Gennaro Gattuso terlempar dari urutan empat besar.

Sedangkan bagi Parma hasil satu poin sudah cukup untuk menjauh dari zona degradasi. Gialloblu saat ini bercokol diurutan ke-13 dengan perolehan nilai 36.

Sejatinya, Milan tampil ofensif pada pertandingan kali ini. Namun, baru bisa mencetak gol pada interval kedua.

Tepatnya, lewat sundulan Samu Castillejo pada menit ke-69. Berawal dari umpan tarik Suso Fernandez ke dalam kotak pertahanan Parma yang dibelokkan Castillejo ke pojok kanan gawang.

Sayangnya, skor 1-0 untuk Milan tak bertahan hingga pertandingan usai. Si Merah Hitam terpaksa tertunduk usai kapten Parma Bruno Alves sukses mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-87.

Pesepak bola asal Portugal itu sukses membuat kiper Milan Gianluigi Donnarumma terperangah dengan tendangan melintir ke sudut kiri gawangnya. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan sama kuat tidak berubah. Hasil ini jelas sangat merugikan Milan.

Selanjutnya Milan akan berhadapan dengan Lazio pada leg kedua babak semifinal Coppa Italia di Stadion San Siro, Kamis (25/4) mendatang. Kedua tim masih berpeluang mengamankan tiket final karena pada pertemuan pertama skor berakhir sama kuat 0-0.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IKsBas
April 20, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IKsBas
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Potensi Properti Kelas Menengah di Bandung Masih Tinggi

bBnyak end user dan investor lebih memilih menahan diri membeli rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pangsa pasar properti untuk kelas menengah di Kota Bandung masih terbuka lebar. Permintaan hunian di segmen tersebut masih cukup banyak, terutama didominasi kalangan millennial. 

Menurut General Manager Marketing Agung Podomoro Park Teddy Kuswana, pangsa pasar properti untuk kelas menengah masih terbuka lebar. Karena, banyak kalangan milenial Bandung yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau. 

“Kami merespons pasar yang begitu besar ini dengan meluncurkan produk khusus milenial. Karena tren sekarang adalah pengembang menyesuaikan pasar,” ujar Teddy di Bandung, Rabu (3/4).

Teddy mengatakan, pihaknya membidik kalangan atas dengan harga di atas Rp 1,5 miliar. Namun tren saat ini, banyak end user dan investor lebih memilih menahan diri membeli rumah. Mereka diperkirakan menunggu pemilihan presiden usai.

“Padahal selama ini, harga di bawah Rp 1 miliar itu sangat bagus. Makanya, kami juga merespons ini. Kalau nggak, kami akan ketinggalan. Sementara pasar di segmen ini cukup besar,” katanya.

Menurut Teddy, melihat potensi itu, Podomoro membidik kalangan millennial Bandung raya dan Jakarta untuk pengembangan hunian di Podomoro Park Bandung. Pengembangan hunian ini adalah langkah awal Podomoro membidik segmen middle up. 

Melihat potensi pasar milenial Bandung dan Jakarta yang cukup besar, kata dia, Podomoro mencoba ikut bermain di segmen pasar ini. Hunian yang ditawarkan tipe 36 hingga 40 dengan kisaran harga di bawah Rp 1 miliar per unit. 

"Peminat pasar menengah pada property yang kami tawarkan sangat tinggi. Baru 12 hari atau dua pekan saja ada 100 peminat yang menitipkan uangnya pada kami walaupun belum tahu harganya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2WCNlVo
April 03, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2WCNlVo
via IFTTT
Share:

Sunday, March 17, 2019

Spalletti: Kami tak Pernah Takut Jalani Laga Derbi

Inter Milan sedikit terganggu dengan cederanya sejumlah pemain kunci.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kemenangan 2-0 atas SPAL, akhir pekan lalu, membawa Inter Milan ke jalur kemenangan usai dipermalukan Cagliari 1-2 di laga sebelumnya. Alhasil, tekad untuk menjaga momentum kemenangan dan memulihkan kepercayaan diri sekaligus merebut kembali peringkat ketiga klasemen Serie A Italia sementara diusung La Beneamata di laga tersebut.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti, mengakui, kemenangan atas SPAL membuat anak-anak asuhnya kembali sadar dengan kekuatan yang dimiliki. Namun, eks pelatih AS Roma itu menyadari, kesulitan yang bakal dihadapi timnya saat melakoni laga derbi kontra AC Milan, Ahad (17/3), terutama sebagai tamu di Stadion San Siro.

''Terkadang, kami justru merasa tertekan dengan intensitas pertandingan dan tidak sadar dengan kekuatan yang kami miliki. Sekarang kami harus bisa berpikir dan sadar situasi di San Siro akan sangat mengintimidasi. Namun, kami adalah Inter Milan dan kami harus bisa menang di laga-laga seperti ini. Kami tidak pernah takut, hanya sedikit waspada,'' kata Spalletti kepada Sky Sport Italia, pekan ini.

Kendati begitu, persiapan Inter Milan sedikit terganggu dengan cederanya sejumlah pemain kunci, seperti Radja Nainggolan, Miranda, dan Marcelo Brozovic. Ketiga pemain ini masih diragukan untuk bisa tampil di laga Derby della Madonina.

Pun dengan Mauro Icardi. Meski sudah bergabung bersama rekan-rekan setimnya, tapi penyerang asal Argentina itu dikabarkan masih mengalami masalah di lututnya.

Namun, absennya Icardi ini sepertinya bakal diisi Lautaro Martinez yang tercatat sebagai pemain paling produktif di skuat Inter Milan pada sepanjang 2019 dengan torehan lima gol di semua kompetisi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fb5UJd
March 17, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fb5UJd
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Jakmania Kecewa Gede Widiade Mundur dari Persija

Di bawah Gede Widiade Persija mengalami kemajuan yang signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum The Jakmania, kelompok suporter klub Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief mengaku kecewa atas pengunduran diri I Gede Widiade dari Persija. Tengah pekan ini, Gede mundur sebagai direktur utama Persija.

"Saya terkejut dan kecewa karena selama dua tahun ini banyak hal positif yang terjadi di Persija," ujar Ferry, Kamis (7/2).

Menurut Ferry, di bawah kepemimpinan I Gede Widiade sebagai direktur utama klub, Persija mengalami kemajuan yang signifikan. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu dinilai berhasil memberikan kenyamanan kepada pemain, memiliki kondisi keuangan yang baik, dan mempunyai sarana transportasi sendiri.

Selain itu, Persija di bawah Gede juga memiliki prestasi gemilang yakni meraih tiga gelar juara di tahun 2018, termasuk juara Liga 1 Indonesia yang telah dinanti selama 17 tahun. "Namun, Pak Gede sudah memutuskan mundur. Mau bagaimana lagi," kata Ferry.

Ferry pun berharap direksi baru Persija dapat memberikan prestasi lebih tinggi kepada klub yang saat ini dilatih oleh Ivan Kolev itu. "Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," kata dia.

Gede Widiade yang sebelumnya menjabat direktur utama Persija mengumumkan pengunduran dirinya dari klub pada Rabu (6/2). Keputusannya untuk mundur diikuti oleh M Rafil Perdana sebagai direktur operasional Persija.

Sejatinya, I Gede Widiade sempat ditawari posisi direktur olahraga oleh para pemegang saham Persija, tetapi pria berdarah Bali itu memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan tersebut dan memilih hengkang dari Persija. Sebagai pengganti Gede, pemegang saham Persija yang melakukan re-organisasi menunjuk Kokoh Alfiat sebagai direktur utama Persija.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RHBm6h
February 07, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RHBm6h
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Kalimat Singkat Pengantar ke Surga

Istighfar ini disebut memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam di dunia hidup dengan satu tujuan, yaitu mencari ridha dari Sang Pencipta, Allah SWT. Pada hari akhir, keinginan tiap umat pun sama, yakni masuk ke dalam surga yang disiapkan oleh Allah bagi pengikut- Nya yang dinilai baik.

Ustaz Azhar Khalid bin Seff menyebut, ada banyak amalan ringan yang tanpa disadari bisa membantu umat untuk masuk ke surga. Salah satunya mengucapkan istighfar. Istighfar ini disebut memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan.

"Jika umat ini membaca istighfar di pagi hari lalu ia meninggal sebelum masuk sore hari atau Ashar, ia dipastikan menjadi penghuni surga. Begitu pula jika kalimat ini dibaca sete lah Ashar, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu Subuh. Orang ini dipastikan juga menjadi penghuni surga," ujar Ustaz Azhar Khalid bin Seff kepada jamaahnya, belum lama ini.

Selain kalimat istighfar, ada satu kalimat lagi yang kekuatannya setara dan mampu membantu umat masuk surga. Kalimat itu adalah tauhid. Kalimat sederha na, Laa Ilaaha illallah. Kalimat ini sering dianggap sebagai se buah pengantar yang sangat ringan, tapi di dalamnya memiliki banyak keistimewaan dan keagungan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca 70 kali Laa Ilaaha illallah Muham madur Rasulullah, Allah SWT akan menempatkannya di surga, walaupun ia berhak atas api ne raka." Di lain waktu, Rasul juga bersabda, "Tingkatan zikir yang pa ling atas adalah Laa Ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WCJCbp
February 02, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WCJCbp
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Disindir Prabowo, Sri Mulyani Dibela Luhut dan Airlangga

Luhut mengatakan Sri Mulyani adalah menteri keuangan terbaik di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut membela Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebut sebagai 'menteri pencetak utang'. Julukan itu disematkan oleh calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang meminta penamaan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang karena nilai utang pemerintah yang terus membengkak.

"Ya enggak etis saja itu, Ibu Sri Mulyani itu Menteri Keuangan terbaik di dunia, iya kan," ujar Luhut di Kompleks Istana Presiden, Selasa (29/1).

Tak hanya Luhut, Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga ikut membela Sri Mulyani. Airlangga menyebutkan bahwa dalam setiap pembangunan oleh negara mau tak mau pasti ada proporsi utang.

Tak hanya Indonesia, Airlangga menyebut negara-negara lain juga berutang untuk menjalankan pembangunan. Utang pun, lanjutnya, tidak hanya tertimbun di pemerintah ini namun juga sejak pemerintahan sebelumnya.

"Dan utang itu selama bisa dibayar dan tingkat suku bunganya bisa di reprofiling, diturunkan, itu saya rasa tetap bagus. Dan itu biasa selama kita tahu bahwa utang itu dipakai untuk pembangunan bukan untuk operating expenses. Semua negara berutang," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan bahwa utang yang ditarik Indonesia terbukti bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar penggerak ekonomi. Pembangunan yang dilakukan pemerintah, ujar dia, berhasil membuat sejumlah investor yakin terhadap iklim ekonomi Indonsia. Bahkan perusahaan sebesar Appel pun juga merealisasikan investasinya di Indonesia.

"Yang namanya oposisi kan selalu mengkritik. Tentu sulit mengharap oposisi untuk memberikan pujian kepada pemerintah. Jadi tentu kita juga secara proporsional aja kita jawab," katanya.

Sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal utang negara. Prabowo bahkan meminta penamaan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

"Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan, mungkin menteri pencetak utang," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Sabtu (26/11).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CUzphe
January 29, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CUzphe
via IFTTT
Share:

Animo Warga NTB untuk Haji dan Umrah Tetap Tinggi

IHRAM.CO.ID, MATARAM -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan minat masyarakat NTB untuk menunaikan haji dan umrah tetap tinggi, meski pada tahun lalu dilanda gempa.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB, Ali Fikri, menyampaikan, tingginya minat masyarakat NTB untuk berhaji dan umrah sudah berlangsung lama, tak lepas dari kultur masyarakat NTB yang dikenal religius.

"Animo masyarakat kita, baik ada bencana maupun tidak ada bencana tidak bisa kendor kalau masalah umrah dan haji. (Bencana) tidak ada pengaruhnya," ujar Ali kepada Republika.co.id di Mataram, NTB, Selasa (28/1).

Dia mencontohkan, Kanwil Kemenag NTB menargetkan 1.500 pendaftar haji setiap tahunnya. Pada Januari ini, dia katakan, sudah 150 masyarakat yang mendaftarkan diri untuk ibadah haji. Para pendaftar datang dari berbagai wilayah di NTB, termasuk daerah-daerah yang terdampak gempa seperti di Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

Berita Terkait

Animo yang sama ditunjukan pada ibadah umrah. Ali menilai, tidak ada penurunan minat masyarakat NTB untuk menunaikan ibadah umrah pascagempa. Ali menambahkan, bencana gempa yang melanda NTB tahun lalu tidak merusak fasilitas kantor-kantor travel umrah yang kebanyakan berada di Mataram.

"Travel umrah di NTB ada 15 (travel) yang terdiri atas dua (kantor) pusat, dan sisanya kantor cabang. Prinsipinya travel yang punya izin yang kita rekomendasikan di NTB," kata Ali menambahkan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S0P6y4
January 29, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S0P6y4
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

Buah Manis Menepati Janji

Inilah faktor moral terpenting keberhasilan seseorang dalam hidup bermasyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ada satu momen bersejarah pada masa awal Islam, yakni Perjanjian Hudaibiyah. Terjadi pada tahun keenam Hijriyah, ini merupakan capaian kesepakatan antara Rasulullah beserta kaum Muslimin dengan orang-orang Quraisy Makkah.

Kala itu, Rasulullah SAW dan para sahabat berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah. Sementara Makkah masih dikuasai kaum Quraisy.

Sesampai di Al-Hudaibiyah, rombongan Rasulullah dihadang oleh kaum musyrikin. Maka, terjadilah perundingan antara kedua pihak yang menghasilkan kesepakatan.

Antara lain, gencatan senjata selama 10 tahun, tidak boleh saling menyerang, dan kaum Muslimin tidak dibolehkan umrah tahun ini tetapi tahun berikiutnya. Butir kesepakatan yang terakhir dirasakan sangat berat oleh kaum muslimin karena mereka harus membatalkan umrahnya.

Bertepatan dengan akan ditandatanganinya perjanjian, anak Suhail, juru runding orang Quraisy, masuk Islam dan ingin ikut bersama Nabi SAW ke Madinah. Suhail pun mengatakan akan menolak menandatangani kesepakatan jika anaknya tidak dipulangkan kembali.

Rasulullah akhirnya menandatangani kesepakatan dan menepati janjinya. Anak Suhail dikembalikan, dan umat Muslimin harus membatalkan umrahnya.

Perjanjian Hudaibiyah menjadi bukti keteguhan Rasulullah SAW terhadap janji yang telah disampaikan, meski sangat berat dirasakan. Itulah mengapa, beliau dijuluki sebagai seorang yang jujur lagi terpercaya.

Belum lama perjanjian berjalan, orang-orang kafirlah yang justru mengkhianatinya. Akibatnya, mereka harus menghadapi pasukan kaum Muslimin pada peristiwa pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah) yang membuat mereka bertekuk lutut.

Sejak itu, Islam kian berkembang di Tanah Arab. Demikianlah di antara buah menepati janji, yakni datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT. Janji, kata yang ringan diucapkan namun berat dilaksanakan. Kadang terlontar janji, namun sampai saatnya memenuhi, tak ada niatan untuk menepati janji tersebut.

Ini bukanlah sikap positif. Seorang Muslim sejati antara lain memiliki ciri senantiasa menepati janji dengan yakin. Bahkan bisa dikatakan, sifat menepati janji menjadi salah satu faktor moral terpenting bagi keberhasilan seseorang dalam hidup bermasyarakat.

Rasulullah banyak memberikan teladannya, termasuk larangan keras mencederai janji meskipun dengan orang-orang kafir. Nabi SAW menempatkan seseorang yang ingkar janji dalam golongan kaum munafik.

''Tanda-tanda munafik ada tiga; jika ia berbicara, ia bohong; jika ia membuat janji, ia mengingkari; dan ketika ia dipercaya atas sesuatu, ia mengkhianati kepercayaan itu.'' (Muttafaqun'alaih)

Janji adalah refleksi sosial manusia dalam kehidupan berinteraksi atau muamalah dengan yang lain. Secara sederhana dan garis besar, janji dibagi menjadi tiga.

Pertama, janji kepada Allah SWT. Inilah janji yang diikrarkan sebagai jawaban peng iya-an manusia dari pertanyaan Allah SWT.

Dalam surat al-Araf ayat 172 disebutkan, ''Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi (tulang rusuk) mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) ''Bukankah aku ini Tuhanmu?'' Mereka menjawab, ''Betul (Engkau Tuhan kami).''

Kedua, janji kepada diri sendiri. Janji ini bisa berbentuk ungkapan untuk memberikan motivasi kepada diri sendiri agar melakukan amal kebajikan.

Adapun ketiga, janji kepada orang lain, kepada agama, suatu kelompok atau golongan, organisasi perkumpulan, partai, masyarakat, dan bahkan janji kepada negara dan pemerintah.

Menepati janji merupakan jantung moral dan perilaku Islam. Sifat itu juga salah satu dari tanda-tanda yang paling mengindikasikan kebenaran keimanan serta Islam.

Sebuah janji adalah janji kepada Allah, dan berarti standar martabat dan kesucian. Menepatinya menjadi kewajiban. ''Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.'' (QS al Maidah [5] : 1)

Banyaknya ayat maupun hadis terkait janji, menunjukkan bahwa menepati janji dan komitmen berada di antara tanda-tanda keimanan. Sebaliknya, ingkar janji sangatlah dicela, berdosa besar juga ciri-ciri orang munafik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DDKIMz
January 28, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DDKIMz
via IFTTT
Share:

Monday, January 21, 2019

Filsafat dan Landasan Kelembagaan Jadi Penguat Sains Islam

Kemajuan pesat itu tidak terlepas dari keberadaan lembaga-lembaga pendidikan,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perintah menuntut ilmu dalam Alquran dan Hadis tersebut mendorong kaum Muslimin pada abad-abad pertama Hijriyah untuk menerjemahkan berbagai buku dari bahasa Yunani, Persia, India, dan Cina ke dalam bahasa Arab. Kemudian oleh para filsuf Muslim, ilmu-ilmu itu diklasifikasikan secara sistematis.

Klasifikasi ini yang menjadi dasar bagi para ilmuwan Muslim untuk mengembangkan sains, terutama ilmu pengetahuan alam dan ilmu alatnya, yaitu matematika dan logika. Inilah landasan kedua, filsafat sebagai salah satu pendorong kemajuan sains Islam di masa kejayaan.

Filsuf Islam yang pertama, al-Farabi (257 H/870 M-339 H/950 M), mengklasifikasi ilmu menjadi lima, yaitu ilmu-ilmu bahasa, ilmu logika, ilmu-ilmu persiapan, ilmu-ilmu kealaman, dan ilmu-ilmu masyarakat. Klasifikasi al-Farabi ini diteruskan dan disempurnakan pada abad berikutnya oleh Ibnu Sina dalam Kitab asy-Syifa dan oleh Ikhwan as-Safa dalam ar-Rasa'il.

Penyempurnaan klasifikasi ini berpuncak pada klasifikasi Ibnu Khaldun, seorang sejarawan dan Bapak Sosiologi Islam, yang dengan tegas membagi ilmu menjadi dua golongan besar, yaitu ilmu-ilmu 'aqli atau ilmu-ilmu intelektual dan ilmu-ilmu naqli atau ilmu-ilmu tekstual. Ilmu-ilmu 'aqli meliputi logika, fisika, metafisika, dan matematika. Adapun ilmu-ilmu naqli meliputi ilmu Alquran, hadis, fikih, kalam, tasawuf, dan ilmu-ilmu kebahasaan.

Sementara al-Gazali (450 H/1058 M-505 H/1111 M) memberikan empat macam klasifikasi ilmu berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan praktiknya, ilmu dapat dibagi menjadi ilmu teoretis dan ilmu praktis. Berdasarkan cara mendapatkannya, al-Gazali membagi ilmu menjadi ilmu huduri yang didapat secara langsung dan ilmu husuli yang diperoleh melalui pancaindra.

Pengelompokan yang ketiga berdasarkan kaitannya dengan agama. Dia membedakan ilmu-ilmu syar'iyyah dan ilmu-ilmu 'aqliyyah. Klasifikasi al-Ghazali yang terakhir berdasarkan hukumnya, yaitu ilmu-ilmu yang fardu ain dan ilmu-ilmu yang fardu kifayah. Berdasarkan klasifikasi al-Gazali ini, sains bersifat husuli, 'aqliyyah, dan fardu kifayah.

Landasan Kelembagaan

Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan pesat di masa kejayaan Islam. Kemajuan pesat itu tidak terlepas dari keberadaan lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan. Lembaga ilmiah pertama didirikan oleh Khalifah al-Ma'mun (813-833) di Baghdad, yaitu Baitulhikmah. Lembaga kedua adalah Darul Hikmah, yang didirikan oleh penguasa Fatimiah di Kairo, Mesir, al-Hakim, pada 1004 M.

Di Baghdad juga terdapat al-Hamiyah, yang didirikan pada 1076 M oleh Nizam al-Mulk, seorang menteri dari Persia. Pada 1243 M sekolah itu diperluas menjadi Madrasah al-Muntasiriah yang dilengkapi dengan rumah sakit. Di Suriah terdapat pula sekolah-sekolah sejenis, misalnya ar-Rasyidah dan al-Aminiah. Adapun di Mesir terdapat an-Nasiriyah dan as-Salahiyah. Sekolah-sekolah tinggi lainnya tersebar di Spanyol dan Asia Tengah.

Selain perpustakaan, observatorium merupakan pusat-pusat penelitian keilmuan Islam yang paling maju. Observatorium yang pertama adalah Syamasiah yang didirikan Khalifah al-Ma'mun di Baghdad sekitar 829 M. Pembangunan observatorium ini segera diikuti oleh pembangunan observatorium al-Battani di ar-Raqqah dan observatorium Abdurrahman as-Sufi di Syiraz. Pada abad-abad berikutnya, sejumlah penguasa membangun observatorium lebih banyak lagi, tersebar dari Spanyol di Barat hingga ke Asia Kecil di Timur.

Rumah-rumah sakit merupakan sarana pengembangan ilmu yang tak dapat diabaikan, terutama kedokteran dan farmasi. Rumah sakit pertama dalam peradaban Islam didirikan pada 707 M oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah di Damaskus. Para penguasa berikutnya tak mau ketinggalan dalam pembangunan rumah sakit. Di Mesir didirikan Rumah Sakit Manshuri dan di Baghdad didirikan Rumah Sakit an-Nuri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FO9zP2
January 21, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FO9zP2
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Mencintai Rasulullah

Suatu ketika, di majelis Rasulullah SAW ada seorang sahabat yang dilanda kegelisahan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Moch Hisyam

Suatu ketika, di majelis Rasulullah SAW ada seorang sahabat yang dilanda kegelisahan. Hal itu disebabkan oleh hati dan pikirannya selalu memikirkan Rasulullah SAW. Ia berpikir, bila kematian menjemputnya atau menjemput Rasulullah SAW, ia tidak akan dapat lagi bertemu dengan orang yang dicintainya.

Lantas sahabat itu pun mengadukan kegundahannya kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya mencintaimu lebih dari mencintai nyawa, harta, dan keluarga saya sendiri. Jika saya berada di rumah maka saya selalu memikirkanmu. Saya tidak dapat bersabar sehingga saya berjumpa denganmu.”

“Saya berpikir, bagaimana jadinya jika saya tidak dapat menjumpaimu lagi, karena engkau pasti akan meninggal dan saya juga. Kemudian, engkau akan mencapai derajat para nabi (anbiya), sedangkan saya tidak. Itulah yang selalu saya pikirkan. Saya tidak akan bersamamu lagi.”

Mendengar penuturan dari sahabatnya itu, Rasulullah SAW hanya berdiam diri, tidak menjawab. Tak lama kemudian, datanglah Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada beliau.

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin (jujur), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan Allah cukup mengetahui.” (QS an-Nisa [4]: 69-70).

Ketika turun ayat di atas, dengan perasaan gembira Rasulullah SAW memanggil para sahabat Ansar dan menyampaikan kabar gembira tersebut kepada mereka, bahwa orang yang mencintai Rasul kelak Allah SWT akan mengumpulkan dan mempertemukan mereka dengan Rasul.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang yang mencintai Rasulullah SAW akan mengantarkannya dapat berkumpul bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak.

Beberapa orang sahabat Nabi SAW, di antaranya, Ibnu Mas'ud RA, Abu Musa al-Asy'ari RA, Shafwan RA, dan Abu Dzar RA, telah meriwayatkan hadis Rasulullah SAW yang berkaitan dengan ini. “Seseorang akan berada di Yaumil Mahsyar bersama dengan orang yang dicintainya.”

Hal ini disebabkan oleh orang yang mencintai Rasulullah SAW akan menjadikan dirinya selalu membaca shalawat atas Nabi SAW, berakhlak dengan akhlaknya dan menghidupkan berbagai sunahnya.

Hal inilah yang menjadi sebab ia akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya, yakni Rasulullah SAW. “Barang siapa menghidupkan sunahku, berarti ia mencintaiku; dan barang siapa mencintaiku maka ia bersamaku di surga.”

(HR Tirmidzi dan Thabrani). Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DcSXyX
January 16, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DcSXyX
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Desa Dzi 'Ain Permata Al-Bahah

Nuansa klasik Desa Dzi 'Ain menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Desa bersejarah Dzi 'Ain dipuji sebagai permatanya Provinsi al-Bahah. Ya, karena desa ini memiliki banyak fitur unik yang membuatnya terlihat memesona. Yang paling mencolok adalah keberadaan bukit marmer di desa itu.

Warna marmer yang putih berkilau sangat kontras dengan nuansa gelap dari pegunungan Sarawat yang ada di belakangnya. Pada momen tertentu, Desa Dzi 'Ain akan dihiasi lampu-lampu indah sehingga menjadi terlihat cantik di malam hari.

Jika dilihat dari kejauhan, desa kuno ini tampak berwarna kecokelatan dengan bangunan-bangunan berbentuk kubus. Itu merupakan bangunan kuno khas masyarakat Arab.

Bangunan yang merupakan rumah-rumah warga itu ada yang kosong dengan beberapa pintu masih terbuka. Maka, pengunjung dapat memasukinya untuk melihat-lihat sekaligus membayangkan bagaimana kehidupan penduduk Dzi 'Ain beberapa abad yang lalu. Salah satu aspek yang mencolok dari rumah-rumah tradisional Arab ini adalah suhu dingin yang ada di dalamnya.

Nuansa klasik Desa Dzi 'Ain menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang suka bertualang. Desa ini menjadi tempat yang pas untuk menyelami kehidupan masa lalu. Misalnya, terkait kehidupan penduduk Dzi 'Ain yang gemar bertani.

Desa ini juga memikat para ilmuwan untuk menggali konsep kehidupan tradisional yang mengutamakan keharmonisan alam. Sebab, di desa ini terdapat lahan pertanian dan hutan yang menghasilkan udara segar serta makanan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CqTDij
January 15, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CqTDij
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Polisi Cari Pelaku Teror Laode dengan Sidik Jari

Sketsa wajah terduga pelaku yang dilihat tukang bubur juga akan dibuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi mencari pelaku teror bom palsu di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (9/1) pagi. Salah satu caranya adalah dengan menelusuri sidik jari yang ditemukan di bom palsu tersebut.

"Dari Inafis coba akan mendalami sidik jari. Sidik jari baik yang ditemukan di paralon maupun di tas. Itu akan didalami siapa siapa saja yang pernah memegang barang itu," ujar Karonpenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/1).

Polisi juga telah meminta keterangan saksi. Yakni dua anggota polisi yang pertama kali menemukan barang mencurigakan, mengamankan, dan ikut membantu melakukan sterilisasi pada bom palsu itu.

Saksi lain yang dimintai keterangan adalah ketua RT, tukang bubur dan beberapa orang dari kediaman Agus Rahardjo. Selain sidik jari, Inafis Polri juga memanggil ahli sketsa wajah untuk membuat sketsa dari dari keterangan tukang bubur yang mengaku ditanyai rumah ketua RT oleh orang tidak dikenal.

"Itu lagi dicoba digambar dulu sketsa wajahnya. Nanti dari skesta wajah yang sudah berhasil digambar ahli sketsa akan dimasukan ke laporan forensik," tutur Dedi Prasetyo.

Sementara untuk rumah Laode Syarif, sampai hari ini polisi masih mendalami rekaman CCTV dan kesaksian dari 12 saksi. Botol yang dilempar pun akan dianalisis kembali untuk mencari sidik jari yang selanjutnya akan diidentifikasi guna menemukan orang yang pernah memegang botol itu.

"Kalau ciri-ciri sidik jari orang tersebut memiliki KTP-El itu langsung terkoneksi. Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh Inafis," ujar Dedi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D3y74Z
January 11, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D3y74Z
via IFTTT
Share:

Two men arrested for possessing counterfeit banknotes

Police seize some Rp500 million counterfeit banknotes from the suspects.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- The Dumai city police seized counterfeit banknotes worth some Rp500 million. Police also arrested two men, only identified by their initials as MF, 28, and RW, 33, for possession of fake money, a police officer stated.

The two suspects might have been assisted by a policeman in circulating the counterfeit banknotes of Rp100 thousand denomination, Dumai City Police Chief Adjunct Senior Commissioner Restika Nainggolan stated here on Friday.

"We have confiscated the counterfeit banknotes. Our investigators attempt to uncover the alleged involvement of a policeman in this crime," Nainggolan remarked, adding that MF resided in Dumai, while RW was a resident of Bengkalis District.

The city's police officers were able to apprehend the suspects after receiving a tip-off that MF would keep a large amount of counterfeit banknotes. MF was then arrested at his house in Dumai sometime this week, he noted.

MF confessed to police investigators that he had obtained the fake money from RW, alias Adi, a resident of Jangkang Village, Bantan Sub-district, Bengkalis District, Riau Province.

The police seized the counterfeit banknotes of Rp100,000 denomination, worth Rp479.3 million, from RW, while the alleged involvement of a policeman is being investigated, he added.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FkCx9W
January 11, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FkCx9W
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

Anak Pengungsi Tsunami Sekolah di Tenda Darurat

Tenda darurat didirikan tak jauh dari tempat pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Hari pertama masuk sekolah, Senin (7/1), anak-anak pengungsi tsunami Pulau Sebesi di lapangan tennis indoor Kalianda, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, belajar di tenda darurat. Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mendirikan tenda darurat agar anak-anak bisa belajar sementara.

Keterangan yang diperoleh Republika.co.id di pengungsian lapangan tennis indoor Kalianda, Senin (7/1), anak-anak pengungsi antusias bersekolah di awal masuk sekolah.

Mereka ada yang memakai pakaian sekolah dan juga ada yang tidak berseragam karena tidak ada persiapan. Selain itu, anak-anak sekolah juga masih banyak yang tidak dilengkapi peralatan sekolah, karena tidak membawa dari kampungnya.

“Hari pertama masuk sekolah, anak-anak pengungsi antusias ikut pelajara seadanya di bawah tenda darurat,” kata Ridwan, salah seorang relawan di tempat itu.

Ia mengatakan, kepada donatur hendaknya mengalihkan bantuan juga untuk peralatan sekolah anak-anak seperti buku, tas, pakaian sekolah, sepatu, dan perlengkapan lainnya. Para pengungsi rata-rata tidak menyiapkan untuk peralatan sekolah di saat mengungsi dari kampungnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Thomas Amirico mengatakan, petugas terpaksa mendirikan tenda darurat di sekitar pengungsi, agar anak-anak sekolah dan belajar pada awal masuk sekolah, Senin (7/1). Tenda-tenda darurat didirikan tak jauh dari tempat pengungsian warga.

Warga pengungsi dari Pulau Sebesi, yang belum bisa kembali ke kampung dan rumahnya, masih bertahan di pengungsian. Sedangkan hari masuk sekolah, setelah libur panjang, mereka tidak dapat bersekolah di kampungnya, di Pulau Sebesi.  Menurut dia, anak-anak pengungsi harus belajar, meskipun di tenda darurat dengan fasilitas belajar seadanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fd2PKu
January 07, 2019 at 08:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fd2PKu
via IFTTT
Share: