Showing posts with label 2018 at 05:50PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:50PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Kementerian PUPR Tata Kawasan Wisata Candi Mendut

Dengan dilakukannya penataan kawasan akan meningkatkan kualitas prasarana dan sarana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ini merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Rilis Kementerian PUPR yang diterima di Jakarta, Rabu (26/12), menyebutkan bahwa lingkup pekerjaan berupa pembangunan trotoar dilengkapi lampu jalan, saluran ROW 15 M dan ROW 5,5 M dan pembuatan plaza taman. Lama pekerjaan dilakukan sejak bulan Mei hingga Oktober 2018 dengan kontraktor PT. Citra Andriana Persada dengan nilai kontrak Rp3,8 miliar dan konsultan supervisi CV. Pola Prisma.

Dengan dilakukannya penataan kawasan akan meningkatkan kualitas prasarana dan sarana wisata bagi kenyamanan wisatawan dan keindahan kawasan. Diharapkan juga dengan infrastruktur kawasan yang semakin berkualitas tadi, jumlah wisatawan semakin bertambah dan lama wisatawan tinggal dapat semakin lama.

Selain itu, Kementerian PUPR juga meyakini bahwa hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Sebagaimana diketahui, Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta atau sekitar 3 km dari Candi Barabudur.

Kementerian PUPR juga mendukung pengembangan kawasan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, salah satunya adalah di Tuk Budoyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.Tuk Budoyo merupakan mata air di lereng Gunung Sumbing yang berada di Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo.

Kawasan di sekitar Tuk Budoyo dikenal sebagai penghasil salah satu tembakau terbaik nusantara yang dikenal sebagai "tembakau srintil" dan memiliki kearifan budaya dalam bertanam tembakau. Sebelum masa tanam dan setelah panen tembakau, warga melakukan ritual pembersihan diri dan berdoa di Tuk Budoyo.

Untuk mendukung kawasan Tuk Boyo sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Temanggung, Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya pada tahun 2018 telah menyelesaikan penataan kawasan Tuk Budoyo. Sehingga kualitas kawasan lebih rapi dan nyaman dikunjungi wisatawan karena telah tersedianya berbagai fasilitas.

Kontraktor pelaksana adalah CV Beje Persada dengan nilai kontrak Rp 1,3 miliar dan konsultan supervisi CV Maju Mulia dengan waktu pelaksanaan dari Bulan Agustus-November 2018. Fasilitas yang dibangun meliputi gapura, pendopo, plaza, tempat pemandian, reservoir, toilet, musholla, gazebo, dan lampu penerangan berikut genset.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EMv6ak
December 26, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EMv6ak
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Kemenag Sidak Jamaah Umrah di Makassar

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemberangkatan jamaah umrah di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Sidak yang dilakukan Kamis (20/12) ini merupakan bagian dari pengawasan umrah.

Sidak dilakukan oleh Tim dari Subdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan dan instansi terkait. Tim ini dipimpin Kasi Identifikasi dan Penanganan Masalah Ibadah Umrah, Ali Machzumi.

"Pemberangkatan hari ini di Bandara Hasanuddin Makassar sebanyakan 45 jamaah dari dua  Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 15 orang jamaah dari PT Prima Astuti Sejahtera dan 30 orang dari PT Meida Wisata," ujar Ali dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Kamis (20/12).

Sulawesi Selatan dipilih sebagai lokasi sidak karena tingkat keberangkatan jamaah umrah dari provinsi ini cukup banyak. Karenanya, pengawasan di Bandara Internasional wilayah timur Indonesia ini dirasa sangat penting.

Sidak dilakukan dengan mengecek proses pemberangkatan jamaah sesuai dengan ketentuan. Pengecekan dilakukan mulai dari tiket PP (pergi-pulang), layanan akomodasi jamaah selama di Arab Saudi, termasuk asuransi perjalanan bagi jamaah.

"Sidak juga untuk memastikan jamaah berangkat dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), bukan travel tak berizin. Termasuk untuk memastikan jamaah telah mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan," lanjut Ali.

Berita Terkait

Ia pun menambahkan, jika ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan, maka itu akan menjadi dasar Kemenag untuk melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap PPIU. Pengawasan ini tidak hanya dilakukan di Makassar, ke depan juga akan dilakukan di bandara lainnya yang melakukan pemberangkatan umrah dari Indonesia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LyQVMd
December 20, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LyQVMd
via IFTTT
Share:

Rutin Bangun Tidur di Jam yang Sama Bantu Jaga Kesehatan

Bangun pagi adalah kunci meningkatkan produktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kesehatan tak selalu hanya berkutat soal pola makan dan olah raga. Tidur juga memegang peranan vital dalam menjaga kondisi tubuh. Selain punya waktu tidur yang cukup, ternyata punya jadwal bangun tidur yang rutin juga penting.

Survey terhadap lebih dari 1.000 orang yang dilakukan oleh Mattress Inquirer menemukan waktu bangun tidur yang rutin sama pentingnya dengan waktu tidur malam sebelumnya. Hasil survei menunjukkan orang dengan jadwal bangun tidur yang tetap merasakan lebih banyak kepuasan dalam hidupnya dibanding yang jam bangun tidurnya tak teratur. Orang-orang tersebut 13 persen lebih puas dengan kehidupan personalnya, 45 persen lebih puas dengan kondisi keuangannya, dan 42 persen lebih puas dengan keseimbangan hidupnya.

Walau temuan ini baru sebatas laporan pribadi tanpa diikuti analisis statistik mendalam, hasil survei menunjukkan betapa besar pengaruh rutinitas di kasur dengan kepuasan hidup. Marissa Knight dan Mara Mather dalam studinya bertajuk Look Out-It's Your Off-Peak Time of Day! mendapati bangun pagi adalah kunci meningkatkan produktivitas.

Dikutip dari Mind Body Green, hasil studi Knight dan Mather mungkin bisa menjelaskan mengapa mereka yang bangun di jam yang sama tiap pagi bisa lebih bahagia dengan kehidupan finansial dan pekerjaannya. Penelitian lain menyebut tidur tak teratur bisa berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk di antaranya menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh, meningkatkan lemak, serta meningkatkan gejala yang berhubungan dengan diabetes dan penyakit jantung.

Survei menemukan 69 persen orang bisa mempertahankan jadwal bangun tidur secara konsisten. Sebanyak 35 persen mampu tidur di jam yang sama setiap malam. Keseimbangan antara jam tidur dan jam bangun pagi adalah salah satu kunci hidup sehat.

Harus diakui tidak semua orang bisa menerapkan pola tidur yang ideal seperti itu. Bangun pagi buat sebagian orang adalah hal yang sulit.

Untuk menyiasatinya jadwalkan satu agenda rutin setiap pagi. Anda bisa menjadwalkan olah raga ringan atau ikut kelas meditasi sehingga lebih semangat menyambut hari.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rL26Iv
December 20, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rL26Iv
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Alfredo Vera Siap Kembali ke Liga 2 Bersama Sriwijaya FC

Selain Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan juga memburu kontrak Vera.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Meski Sriwijaya FC turun kasta ke Liga 2 2019, namun pelatih Angel Alfredo Vera mengaku siap jika kembali diminta membesut tim asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. Vera mengatakan, ia memprioritaskan kesebelasan Laskar Wong Kito sebagai tim teratas dalam lanjutan karier kepelatiahannya di Liga Indonesia.

“Saya masih suka jika di Sriwijaya FC dan tidak ada masalah kalau nanti harus kembali ke Liga 2,” ujar Vera seperti mengutip laman resmi Sriwijaya FC, pada Kamis (13/12).

Menurut Vera, tantangan SFC di Liga 2 musim depan tentu menuntut kesebelasan tersebut agar lebih siap kembali ke kompetisi kasta utama musim selanjutnya. Liga 2 sebetulnya bukan kompetisi baru bagi Vera. Pada musim 2017, pelatih asal Argentina tersebut membawa Persebaya Surabaya menjadi juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1 2018.

Namun, setelah Persebaya naik kelas ke kompetisi kasta utama 2018, pada paruh musim manajemen manajemen Bajul Ijo memecatnya. Posisinya digantikan dengan pelatih Djadjang Nurdjaman, pelatih rival yang membawa PSMS Medan ke posisi runner-up Liga 2 2017.

Setelah hengkang dari Jawa Timur, Vera sempat menganggur beberapa pekan di Indonesia. Menjelang pertengahan paruh kedua Liga 1 2018, Sriwijaya meminang Vera sebagai pengganti pelatih Rahmad Darmawan yang hengkang dari Palembang, bersamaan dengan aksi eksodus para pemain.

Vera terhitung melatih Sriwijaya selama delapan pekan sebelum pungkas Liga 1. Selama membesut Laskar Wong Kito, Vera tercatat memberikan tiga kemenangan. Lima laga lainnya, Sriwijaya kandas.

Posisi akhir Sriwijaya di Liga 1 pun tak berhasil mempertahankan reputasi di Liga 1. Sriwijaya finis di tangga ke-17, dengan nilai akhir 39 angka. Tak cukup untuk keluar dari zona degradasi. Sriwijaya, ditemani dua tim lainnya melorot ke Liga 2. Yakni, Mitra Kukar, dan PSMS Medan.

Vera mengatakan, upaya mempertahankan Sriwijaya di Liga 1, bukan tak ia lakukan. Akan tetapi nasib berjkata lain. “Kemarin, saya sangat kekurangan waktu untuk membentuk sebuah tim yang solid. Di musim depan, Sriwijaya FC memang harus lebih punya persiapan yang lebih baik lagi,” kata dia.

Akan tetapi, meski Vera menyatakan siap kembali ke Sriwijaya dan berkompetisi di Liga 2, kepastian itu belum terang benar. Karena, usai Liga 1 2018, kontrak kepelatihan Vera bersama Sriwijaya pun pungkas.  Kini, Vera dalam persiapan pulang ke Argentina. “Besok Jumat (14/12), saya harus pulang kampung ke Argentina untuk merayakan Natal bersama keluarga,” sambung dia.

Sementara manajemen Sriwijaya di Palembang juga belum memutuskan tentang kelanjutan kontrak Vera atau memilih juru taktik yang baru. Sebab, selain Sriwijaya, di Kalimantan Timur, tim Liga 2 lainnya, Persiba Balikpapan, juga memburu kontrak Vera.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qx595V
December 13, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qx595V
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Menanti Revitalisasi Stasiun Pulau Air di Padang

Pengaktifan jalur kereta diharap bisa menjadi destinasi wisata baru.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah berencana mengaktifkan lagi Stasiun Pulau Air yang terletak di Pasa Gadang, Kota Padang, Sumatra Barat. Rencananya, jalur lama yang menghubungkan Stasiun Simpang Haru dengan Stasiun Pulau Air yang merupakan salah satu stasiun tertua di Sumatra Barat akan diaktifkan lagi.

Namun rencana ini masih perlu kesepakatan antara pemerintah daerah dengan PT KAI selaku pemilik bangunan Stasiun Pulau Air dan jalur rel yang saat ini nonaktif.

"Kalau diaktifkan, setidaknya jadi kereta wisata lah. Namun ini wewenangnya PT KAI selaku pemilik bangunan. Pemkot sih inginnya, setidaknya stasiun tidak jadi sekadar tempat cuci mobil atau ekspedisi," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, akhir pekan ini.

Pemerintah Kota Padang, ujar Medi, berkaca pada revitalisasi Pabrik Gula Colomadu di Karanganyar yang bisa dibilang sukses. Pemerintah bersama BUMN menyulap bangunan tua peninggalan kolonial Belanda menjadi museum sekaligus sentra seni yang kekinian. Medi melihat konsep revitalisasi seperti itu bisa diterapkan di Stasiun Pulau Air dan bangunan tua lainnya di Kota Padang.

"Didesain dengan baik sehingga ada tempat nongkrong anak muda," jelas Medi.

Perbaikan Stasiun Pulau Air dan pengaktifan jalur kereta api menuju kawasan Pondok yang selama ini mati diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang menarik. Hanya saja, Medi masih belum bisa memastikan kapan rencana ini terwujud karena koordinasi lintas instansi yang perlu dilakukan.

Kota Padang sebetulnya memiliki puluhan bangunan peninggalan masa kolonial yang potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Sayangnya, sebagian besar bangunan tua ini dimiliki oleh perusahaan, baik swasta, BUMN, atau pribadi. Hal ini, lanjut Medi, membuat Pemda kesulitan untuk melakukan revitalisasi bangunan tua.

"Kalau asetnya milik swasta maka (revitalisasi) kewajiban pemilik. Ngga boleh menggunakan uang pemkot, karena jatuhnya memperkaya orang lain. Menegur boleh, menyita boleh. Cuma belum ada yang menang (dengan cara menyita)," jelas Medi.

Medi mengungkapkan, UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya mengatur mengani mekanisme revitalisasi bangunan tua. Bila pemilik bangunan diketahui melakukan penelantaran terhadap bangunan, maka pemerintah memiliki wewenang untuk menegur hingga menyita. Namun beleid ini berbenturan dengan aturan lain terkait kepemilikan bangunan dan gedung.

"Kalau pemerintah menyita, sedangkan sertifikatnya hak milik, maka pemilik tidak dinyatakan salah begitu saja karena tidak merawat bangunan miliknya. Kalah sama UU tentang kepemilikan bangunan," kata Medi. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Enr6hj
December 09, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Enr6hj
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

SMAIT Daarul Ilmi Wisuda 33 Siswa Penghafal Alquran

Program ini dikemas dengan nama Tahfidz Super Camp.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- SMA Islam Terpadu (IT) Daarul Ilmi Bandar Lampung kembali mewisuda sebanyak 33 siswa/siswi penghafal Alquran, Rabu (5/12). Program wajib hafalan Alquran pada akhir semester sekolah tersebut, kembali mencetak penghafal Alquran mulai dua sampai 26 juz.

Program bernama “Tahfidz Super Camp” berlangsung selama 10 hari dan berakhir Rabu (5/12). Sebanyak 33 peserta (12 siswa dan 21 siswi) kelas 10 dan 11 mengikuti program mabit atau menginap di sekolah. Mereka dibimbing delapan musrif dan musrifah serta lima fasilitator. Tahfidz Super Camp ini sudah berlangsung tiga periode, dua periode digelar Griya Quran El-Kamil Lampung. Kepala SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung Denny Harnova mengatakan, Periode perdana langsung dibimbing Griya Quran El-Kamil dengan mabit 10 hari. Sedangkan periode kedua digelar pihak sekolah tanpa mabit. Periode ketiga ini kembali dibimbing Griya Quran El-Kamil dengan mabit 10 hari.

“Tahfidz Super Camp ini diikuti kelas 10 dan 11 dengan jumlah 33 peserta, dan bimbing lagi Griya Quran El-Kamil. Selama mabit peserta kegiatannya menghafal mulai pukul tiga sampai 10 malam atau lebih,” kata Denny Harnova.

Ia mengatakan peserta mabit Tahfidz Super Camp tersebut beragam latar belakang. Para siswa/siswi kelas 10 dan 11 ada yang sama sekali nol hafalan. Ada juga peserta yang sudah menyimpan hafalan beberapa juz untuk ditambah lagi. Bagi yang sama sekali nol hafalan belum sampai satu juz, pembimbing terus membangkitkan atau mendongkrak agar mampu menghafal Alquran meski satu juz dalam 10 hari.

Tahfidz Super Camp tersebut mampu mencetak 33 siswa siswi kelas 10 dan 11 penghafal Alquran mulai dari dua juz hingga 26 juz. Dalam enam bulan ke depan, SMAIT Daarul Ilmi optimistis dapat mencetak siswa penghafal Alquran 30 juz. “Kami pihak sekolah hanya memfasilitasi program tersebut, agar nantinya kami-kami di sekolah dan memberi andil kepada mereka yang hafal Alquran hingga ke surga nanti,” kata Denny

Pemimpin Griya Quran El-Kamil Lampung Jumadi Ilyas Alhafidz mengatakan, semangat para siswa-siswi mengikuti mabit 10 hari menghafal Alquran sejak bangun pukul 03.00 untuk Shalat Tahajud, Shalat Subuh, hingga pukul 10 atau 11 malam sangat diapresiasi.

Kepada para siswa/siswi, ia berharap untuk menjaga hafalan Alquran yang telah didapatnya setelah program tersebut di rumah. Menurut dia, bagi penghafal Alquran hendaknya tidak melepaskan murojaah setiap hari. “Tilawah atau murojaah tidak bisa lepas setiap harinya, minimal dua juz per hari,” katanya.

Untuk menjaga agar hafalan Alquran tidak hilang dan lepas, Jumadi memberikan tips yakni terus melakukan murojaah atau tilawah dengan membagi waktunya sebaik mungkin. Kalau biasanya semua orang hafal surat Alfatehah, begitu juga hafalan yang diperoleh sama nantinya seperti surat Alfatehah yang dibaca setiap hari minimal 17 kali.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SwRiZS
December 05, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SwRiZS
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Dua Pembawa Sabu Divonis Penjara Seumur Hidup

Dua-duanya berperan sebagai kurir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  –-  Majelis hakim sidang Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Lampung, Selasa (4/12), memvonis dua terdakwa kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 6 kg. Mereka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda Rp 2 miliar.

Dua terdakwa yang divonis mendekam di penjara tersebut yakni Rafi Febrianto (32 tahun), warga Dusun II Sidodai, Desa Muara Aman, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara. Sedangkan terdakwa lainnya Hendrik (36), warga Jalan Laksamana Martadinata LK III, RT 41, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan.. Mereka membawa sabu seberat enam kilogram lebih dari Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Ketua Majelis Hakim Surono mengatakan, terdakwa Rafi Febrianto terbukti secara sah melakukan tindak pidana permufakatan tentang narkotika jenis sabu. Terdakwa telah dengan sah bermufakat jahat dan tanpa hak melawan hukum membawa dan menawarkan narkoba untuk dijual kembali.

“Terdakwa Rafi Febrianto dan terdakwa Hendrik telah memenuhi unsur melakukan permufakatan jahat dan tanpa hak melawan hukum,” katanya.

Dalam amar putusanya, terdakwa menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu sabu bertanya melebihi lima gram sesuai dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan majelis hakim tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang tuntatan, JPU hanya menuntut kedua terdakwa dengan 18 tahun penjara atas kepemilikan enam kilogram lebih sabu, yang dibawanya dari Lubuklinggau, Sumsel.

Dalam dakwaannya, terdakwa Rafi diketahui sebagai kurir yang mengambil sabu seberat enam kilogram dari Lubuklinggau, Sumatra Selatan untuk dibawa ke Bandar Lampung. Sedangkan terdakwa kedua Hendrik berperan sebagai kurir penerima sabu enam kilogram yang diantar Rafi.

Pada sidang awal, Rafi mengaku nekat menjadi kurir sabu lantaran terjerat utang piutang dengan saudara Alam yang sudah meninggal lantaran melawan saat diamankan. Kesaksiannya, ia berutang kepada Alam Rp 10 juta pada Januari 2018, dan janji dikembalikan pada Lebaran.

Alam menagihnya sebelum jatuh tempo. Rafi tidak punya uang membayarnya. Karena terdesak, ia ditawari Alam pekerjaan dengan keuntungan Rp 60 juta tapi dibagi dua dengannya. Rafi menerima bersih RP 20 juta. Pekerjaan tersebut agar Rafi mengambil sabu enam kilogram ke Lubuklinggau, setelah itu dibawa ke Tanjungkarang

Saat membawa barang haram tersebut, sabunya diikat dan disimpan di ban serep mobil. Setiba di Bandar Lampung mobillnya dihentikan petugas dan digeledah. Teman Rafi bernama Wiko tewas karena melawan, sedangkan Rafi dibawa ke kantor petugas. Ia disuruh menelepon Hendrik untuk menerima kiriman sabu tersebut. Hendrik pun diciduk petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi Lampung. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QgMOdi
December 04, 2018 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QgMOdi
via IFTTT
Share: